Chapter: Felly murka dan ingin menjatuhkan LarasPesta yang penuh kemewahan, kehangatan, dan perhatian luar biasa itu akhirnya pun berakhir. Para tamu satu per satu mulai berpamitan dan pulang, meninggalkan ruangan yang tadinya riuh penuh tawa dan percakapan, perlahan menjadi sepi kembali. Laras pun akhirnya diantar pulang oleh James dengan penuh kehati-hatian, hatinya masih terasa hangat dan dipenuhi perasaan bahagia yang sulit diungkapkan. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa malam yang begitu indah itu ternyata justru menjadi pemicu semakin membakar api kebencian di hati dua wanita yang diam-diam mengawasinya dari kejauhan. Tak lama setelah pesta usai, tepat keesokan harinya, Felly dan Ina sepakat untuk bertemu di sebuah kafe tenang yang letaknya agak terpencil, jauh dari pusat keramaian agar pembicaraan mereka tidak diketahui oleh siapa pun. Tempat itu dipilih dengan sangat hati-hati—suasananya sepi, dikelilingi tanaman hijau, dan tidak ada orang asing yang bisa menguping apa yang akan mereka bicarakan. Begitu duduk
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Persaingan antara James dan Niko semakin ketat Sejak Laras melangkah turun dan menginjakkan kakinya di lantai dasar ruangan pesta itu, tak pernah sekalipun tatapan kedua pria itu terlepas darinya. Baik James maupun Niko seolah lupa akan keberadaan orang lain di sekeliling mereka—seluruh perhatian, seluruh pikiran, hingga setiap gerak mata mereka sepenuhnya tercurah hanya untuk Laras. Persaingan diam-diam di antara keduanya semakin terasa nyata, bukan lagi sekadar terlihat dari tatapan tajam yang saling bertaut, melainkan mulai tampak nyata lewat perbuatan-perbuatan penuh perhatian yang terus-menerus mereka tunjukkan, seolah berlomba-lomba membuktikan siapa yang paling sanggup melindungi, merawat, dan membuat wanita itu merasa menjadi orang paling istimewa malam ini. Tak lama setelah Laras duduk di salah satu meja yang telah disediakan, Niko lah yang pertama kali bergerak mendahului. Dengan langkah tenang namun cepat, ia berjalan menuju meja prasmanan yang dipenuhi beragam hidangan mewah—mulai dari hidangan pembuka yang
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Penampilan Laras yang memukauHari yang dinanti-nantikan itu akhirnya pun tiba. Suasana di dalam gedung hotel bintang lima tempat pesta berlangsung sudah terasa begitu meriah dan megah. Lampu gantung kristal yang besar berkilau memancarkan cahaya keemasan ke seluruh penjuru ruangan, musik orkestra yang lembut mengalun pelan mengisi keheningan, dan aroma bunga-bunga segar yang menghiasi setiap sudut ruangan menciptakan suasana yang sungguh istimewa. Hampir seluruh tamu undangan yang terdiri dari para pengusaha ternama, pejabat tinggi, serta tokoh masyarakat sudah hadir dan berbaur satu sama lain, saling menyapa, bercengkerama, atau sekadar menikmati jamuan yang tersaji. Hanya tersisa beberapa orang yang belum tiba, sehingga semua orang masih menanti dengan penuh rasa penasaran. Sementara itu, di salah satu kamar mewah di lantai atas gedung itu, Laras sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersiap-siap. Sejak pagi tadi, ia sudah menata segalanya dengan sangat teliti, tanpa meninggalkan satu pun celah
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Undangan pesta mewahSetelah rangkaian acara presentasi berakhir dan semua peserta mulai bersiap untuk pulang, panitia acara membagikan sebuah amplop elegan berwarna emas kepada setiap perwakilan perusahaan dan tamu penting yang hadir hari itu. Amplop itu terlihat mewah dengan logo perusahaan penyelenggara tercetak indah di bagian depannya. Laras menerima amplop itu dengan rasa penasaran, lalu membukanya perlahan. Ternyata isinya adalah undangan resmi untuk menghadiri pesta makan malam dan jamuan kehormatan yang akan diadakan dua hari ke depan. Pesta tersebut diselenggarakan oleh salah satu pengusaha ternama yang juga menjadi penasihat dalam proyek besar ini, sebagai bentuk apresiasi bagi semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi. Dalam tulisan undangan disebutkan bahwa acara ini akan diadakan di salah satu hotel bintang lima paling megah di kota, dengan dress code black tie yang sangat formal dan eksklusif. Laras membaca tulisan itu berulang kali, menyadari bahwa ini b
Last Updated: 2026-05-09
Chapter: Perencanaan jahat Felly dan sekretaris Niko Sementara sorak-sorai dan tepuk tangan meriah menggema di udara, memuji kehebatan presentasi yang baru saja ditampilkan oleh Laras, suasana hati di sudut lain tempat itu justru terasa sangat gelap dan mencekam. Di balik senyum-senyum ramah dan jabatan tangan yang penuh basa-basi, tersembunyi niat jahat yang sedang dirancang dengan sangat rapi, seolah-olah menjadi bayang-bayang kelam yang siap menelan kesuksesan Laras dalam sekejap mata. Tidak jauh dari tempat Niko berdiri, tepatnya di balik tiang besar yang sedikit tertutup oleh tanaman hias, terdapat tiga wanita yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangan mereka dari Laras. Namun berbeda dengan Niko yang memandang dengan rasa bangga dan cinta, tatapan ketiga wanita ini penuh dengan kebencian, iri hati, dan dendam yang sudah membara cukup lama. Mereka adalah Felicia—atau yang biasa dipanggil Felly—wanita yang selama ini mengaku sebagai tunangan sekaligus pacar Niko, dan bersama dengannya ada Ina, sekretaris priba
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Niko yang memperhatikan dari jauhMatahari pagi baru saja mulai menyibakkan sinarnya di ufuk timur, namun Laras sudah sampai di area parkir kantor. Hari ini ia datang jauh lebih awal dari biasanya, bahkan sebelum sebagian besar karyawan lain datang. Rasa tanggung jawab dan sedikit rasa gugup karena adanya meeting penting membuatnya tidak bisa berlama-lama di rumah. Ia ingin memastikan semuanya sudah siap 100% sebelum acara dimulai. Namun, begitu ia sampai di lantai kantor, ternyata tidak ada persiapan rapat di ruang meeting biasa. Justru ia melihat beberapa staf sedang sibuk mengumpulkan berkas-berkas tebal dan peralatan presentasi untuk dibawa keluar. Salah satu rekan kerjanya segera memberitahu informasi penting yang membuat Laras sedikit terkejut. "Laras, kita nggak meeting di sini kok. Pak James sudah atur semuanya. Lokasinya di outdoor venue, di taman konvensi kota. Katanya biar suasananya lebih segar dan formal buat presentasi tender besar ini," jelas temannya. Laras mengangguk pa
Last Updated: 2026-05-07