author-banner
Faiz Achmad
Author

Novels by Faiz Achmad

Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

Kematian Anita meninggalkan luka yang begitu dalam bagi Abram. Seminggu menjelang acara pertunangannya, Anita ditemukan tergeletak di pinggir sawah milik salah satu warga. Ia meninggal beberapa menit setelah tubuhnya dibawa ke rumah orang tuanya. Anita mati karena dibunuh. Namun yang lebih menyakitkan hati adalah dia diperkosa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Sejak saat itu, sikap Abram mulai berubah. Dia jadi lebih pendiam dan tertutup. Dendam yang tertanam di jiwanya membuatnya gelap mata. Ia mulai memburu pelaku yang telah membunuh calon tunangannya dan berniat menghabisinya.
Read
Chapter: Bab 56 - Merasa Terancam
Abram menatap satu per satu wajah yang ada di ruangan itu; Guntur, Edwin dan dr. Maya. Semua tampak serius dengan informasi yang sedang mereka dalami. "Masih ada orang yang terlibat di kampus." Kalimat itu membuat mereka saling berpandangan. "Maksudmu masih ada kaki tangan Kapak Hitam di sana?" tanya Guntur. Abram mengangguk pelan. Dia sebenarnya sudah memiliki prasangka itu sebelum Fardan mati. Hanya saja Abram ingin fokus pada informasi dan keadaan Fardan. Kini sangkaan itu mulai ia utarakan dan mungkin akan segera ia cari tahu. "Hilmi sudah mati. Kalau memang dia satu-satunya penghubung, seharusnya semua jejak berhenti di situ. Tapi kenyataannya Anita tetap diawasi sampai hari terakhir hidupnya. Artinya ada orang lain yang terus mengirim informasi." Edwin membuka kembali folder berisi jadwal kuliah Anita yang ia dapatkan dari Abram. Semuanya tidak ada yang kebetulan, tampak sudah terencana dengan sangat matang. "Aku juga sempat berpikir begitu." Jawab Edwin. Lalu ia memperb
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Bab 55 - Paket Alpha
Malam semakin larut. Hujan rintik-rintik terdengar membasahi atap rumah persembunyian yang ditempati Abram, Guntur, dan Edwin. Lampu ruang tamu sengaja dibuat redup.Di atas meja tergeletak laptop, beberapa map cokelat, foto-foto hasil penyelidikan, serta ponsel milik Fardan yang berhasil mereka amankan.Abram duduk bersandar sambil memperhatikan layar laptop. Guntur membuka satu per satu dokumen yang telah mereka kumpulkan selama beberapa minggu terakhir, sedangkan Edwin sibuk mencoba menembus data yang tersimpan di ponsel Fardan.Ruangan itu dipenuhi keheningan. Hanya suara ketikan keyboard yang sesekali memecah suasana."Ada sesuatu yang aneh," gumam Edwin."Apa?" tanya Abram tanpa mengalihkan pandangan. Edwin memutar layar laptopnya."Di ponsel Fardan hampir semua percakapan tentang operasi besar sudah dihapus. Tapi ada satu folder yang gagal terhapus sempurna."Ia membuka sebuah file terenkripsi. Setelah beberapa menit mencoba memecah sandinya, muncul sebuah dokumen dengan judul
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 54 - Proyek Kabut
Malam itu, hujan turun perlahan membasahi kaca gedung tua yang berdiri megah di tengah kawasan industri yang sepi. Dari luar, bangunan itu tampak seperti gudang biasa yang sudah lama tidak digunakan. Namun di balik pintu baja tebalnya, tempat itu menjadi salah satu pusat operasi Kapak Hitam.Raven melangkah menyusuri lorong panjang dengan wajah tanpa ekspresi. Sepatu kulitnya memantulkan suara langkah yang bergema di ruangan kosong. Dua pria bersenjata yang berjaga di depan sebuah pintu besi segera menundukkan kepala saat melihatnya."Beliau sudah menunggu," kata salah satu penjaga.Raven tidak menjawab. Ia hanya membuka pintu itu dan masuk. Ruangan di dalam cukup luas, namun penerangannya redup. Di ujung ruangan terdapat meja panjang dari kayu hitam. Seorang pria paruh baya duduk di sana sambil menikmati secangkir teh hangat.Rambutnya mulai memutih di bagian pelipis. Ia mengenakan setelan sederhana, jauh dari kesan seorang pemimpin organisasi kriminal. Namun semua orang di Kapak Hit
Last Updated: 2026-06-22
Chapter: Bab 53 - Berita Kematian Fardan
Keesokan paginya, kabut tipis masih menyelimuti jalanan pinggiran kota ketika sebuah mobil patroli berhenti mendadak di tepi jalan yang sepi. Dua orang polisi yang sedang melakukan patroli rutin turun setelah melihat sesuatu tergeletak tidak jauh dari bahu jalan."Pak... ada seseorang di sini!" seru seorang polisi muda dengan nada tegang.Mereka segera mendekat. Tubuh seorang pria terbaring tak bergerak dengan pakaian berlumuran darah. Dari kondisi luka di tubuhnya, jelas terlihat bahwa pria itu menjadi korban penembakan."Hubungi tim identifikasi dan ambulans. Cepat!" perintah polisi yang lebih senior.Beberapa menit kemudian, lokasi itu dipenuhi garis polisi. Tim identifikasi mulai bekerja, memotret setiap sudut tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti yang tersisa."Korban laki-laki, usia sekitar tiga puluh lima hingga empat puluh tahun," ucap salah satu petugas forensik."Terdapat tiga luka tembak. Dugaan sementara, korban meninggal beberapa jam yang lalu."Seorang pe
Last Updated: 2026-06-11
Chapter: Bab 52 - Semakin Jelas
Setelah melalui kejadian yang cukup menegangkan, akhirnya mobil yang dikendarai Guntur tiba di sebuah rumah yang terletak di tempat yang sepi, jauh dari kerumunan. Rumah itu adalah milik teman Edwin yang kini mereka tinggali secara gratis. "Kita sudah sampai." Ucap Guntur. "Dimana ini?" Tanya dokter Maya. "Ini adalah tempat persembunyian kami." "Apa kalian dapat dipercaya?" Sejenak dokter Maya Ragu. "Selama berpihak pada kami, kami akan menjaga Bu dokter. Ingatlah, aku tunangan Anita. Aku sudah sejauh ini hanya untuk membalas kematian kekasihku." Jawab Abram dingin tanpa basa-basi. Ia kemudian masuk ke rumah itu. "Jangan diambil hati. Semenjak Anita mati, sifatnya berubah drastis. Dia hanya ingin menemukan orang yang membunuh kekasihnya, tidak lebih." Edwin menjelaskan. "Baik. Aku percaya pada kalian." Jawabmya pada akhirnya. Semua sudah berada di dalam rumah yang sebenarnya cukup besar, hanya saja tidak ditempati dan dibiarkan begitu lama hingga membuat warna temboknya mulai
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 51 - Balasan yang Setimpal
Tiga pasang lampu mobil itu semakin mendekat dengan cepat, membelah gelapnya jalan sepi. Suara mesin mereka terdengar keras, seolah tidak lagi berusaha menyembunyikan keberadaan. Abram langsung mengambil keputusan."Kita pergi sekarang.""Bagaimana dengan dia?" tanya Edwin sambil melirik Fardan yang masih terikat. Abram menatap Fardan sesaat."Dia tetap di sini."Wajah Fardan langsung pucat. Ia seolah sudah tahu apa yang akan terjadi padanya jika mereka tahu dirinya dalam keadaan seperti itu. Fardan sudah pasti curiga Fardan membocorkan sebuah rahasia."Tidak! Jangan tinggalkan aku! Mereka akan membunuhku!"Abram tidak menjawab. Ia hanya berbalik menuju mobil. Baginya, Fardan bukan korban. Pria itu telah mengakui pembunuhan terhadap Susi."Please, Abram! Tolong!"Suara Fardan terdengar panik. Namun Abram tetap berjalan. Beberapa detik kemudian, mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan lokasi. Dari kaca belakang, Fardan terlihat masih berteriak meminta bantuan. Lima menit kemudi
Last Updated: 2026-06-06
You may also like
Karma Perselingkuhan
Karma Perselingkuhan
Lainnya · Dwi Mei Rahayu
4.2K views
Claudia's Gift Shop
Claudia's Gift Shop
Lainnya · JunRio
4.2K views
Pewaris Tahta
Pewaris Tahta
Lainnya · Avocado
4.1K views
Kekasih Pilihan Allah
Kekasih Pilihan Allah
Lainnya · nurulchairiah07
4.1K views
Suara Hati Adik Remaja
Suara Hati Adik Remaja
Lainnya · Dfarisha
4.1K views
Kakak Iparku Benalu Rumah Tanggaku
Kakak Iparku Benalu Rumah Tanggaku
Lainnya · Lestari Zulkarnain
4.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status