Chapter: Bab 6 - Pertemuan dengan GunturKeesokan harinya, Andreas sudah berada di depan gudang yang dimaksud Agha. Gudang tua di pinggir kota itu tampak kumuh, berkarat, dan dikelilingi rumput liar. Hujan masih menetes dari atap seng yang bocor, menimbulkan suara gemericik yang bergema di dalam ruangan. Lampu gantung tua menjadi penerang.Semenjak kematian Anita, Abram tidak seperti biasanya. Sikapnya semakin hari semakin tidak dapat ditebak. Pertemuan dengan Agha membuat pikirannya mulai berubah. Ia sedikit agak pendiam dari biasanya. Ada sesuatu di benaknya, sesuatu yang hanya dia sendiri yang dapat menjelaskannya. Sesuatu yang timbul akibat dendam yang tertanam di dalam dirinya.Abram melangkah masuk dengan hati-hati. Tangannya tidak pernah jauh dari saku jasnya, tempat ia menyimpan pistol kecil, sekadar untuk berjaga. Pistol itu bukan miliknya pribadi, namun milik Agha yang ia pinjam tadi malam. Bau karat dan debu menyambutnya. Namun langkahnya tetap mantap tanpa rasa ragu.Di ujung ruangan, seorang pria bertubuh tegap
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 5 - Menyewa PenyelidikDi sebuah saung yang terletak di salah satu kampus di kota Gresik, Agha sudah duduk bersama Hendrik dan beberapa temannya. Dia ingin menepati janjinya pada Abram untuk menyelidiki kecurigaan Abram padanya. Dari saku depan kemejanya, ia mengambil satu bungkus rokok dan mengambilnya. Lalu dinyalakan api untuk membakar ujungnya. Beberapa detik selanjutnya asap keluar dari mulut Hendrik dan menyebar ke mana-mana."Lama tidak berjumpa, Gha. Udah kangen aku nih?". Tanya Hendrik sambil tertawa."Aku habis KKN. Sibuk banget, gak kayak kamu jalan ditempat". Jawabnya mencoba mencairkan suasana."Sialan kamu, Gha"."Eh, Aku mau nanyain masalah Anita. Dia beneran udah gak ada?". Tanya Agha pura-pura tidak tahu."Kamu baru dengar, Gha?. Iya, kabarnya dia dibunuh, entah siapa pembunuhnya. Sampai sekarang tidak ada yang tahu". Jawabnya. "Aku baru denger sepulang KKN kemarin. Bukannya kamu dulu suka banget ya sama dia?. Hahaha...". Tanya Agha dibarengi dengan tawa agar dia tak curiga."Iya. Dulunya
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 4 - Kembali ke Kantor PolisiAbram melangkah dengan berat menuju kantor polisi. Sejak kematian Anita, kekasih yang dicintainya, hari-harinya terasa kosong. Rasa duka bercampur dengan amarah, membuatnya tak bisa tenang sebelum mengetahui siapa sebenarnya yang melakukan ini. Di meja penerimaan, seorang petugas polisi menyambutnya. Dia sudah tahu siapa yang datang, karena Abram sudah beberapa kali datang menanyakan kasus yang sama. “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu mas Abram?” tanya petugas itu. “Saya datang untuk menanyakan perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan Anita…” Suaranya sempat bergetar saat menyebut nama itu. Petugas itu menatapnya penuh simpati, lalu mempersilakan Abram duduk. Tak lama kemudian, seorang penyidik bernama Rahman datang menghampiri dan menjelaskan tentang perkembangan kasus pembunuhan Anita. “Saudara Abram, kami masih melakukan penyelidikan. Beberapa saksi sudah kami periksa, dan kami juga sedang menunggu barang bukti dari para petugas ,” jelas Rahman dengan nada hati-ha
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 3 - Informasi dari ElviraTampak semua mata masih memasang rasa penasaran dengan informasi yang akan disampaikan oleh Elvira, sahabat Anita. Abram begitu antusias mendengarkan informasi apa yang akan disampaikan oleh Elvira. "Apa yang dia katakan?". Tanya Abram. "Dia bilang bahwa ada orang yang menaruh perasaan pada dia. Ia terus mengejar-ngejar dirinya. Namun, Anita mengabaikan dan tak memperdulikannya. Ia tak ingin hubungan dengan Mas Abram terganggu hanya karena satu orang yang tidak ia sukai". Kata Elvira menjelaskan. "Anita tidak bilang bahwa dia punya tunangan?". "Ceritanya belum selesai Mas. Jadi, karena lelaki itu terus berusaha bahkan sedikit memaksa untuk bertemu dengan Anita, akhirnya dia putuskan untuk menemui lelaki itu tanpa sepengetahuan siapapun. Dia katakan semuanya tentang kedekatannya dengan Mas Abram". Yanti dan Iza mendengarkan dengan seksama seperti mendengar seorang guru yang sedang membaca dongeng pada murid-muridnya. Tentu mereka penasaran siapa lelaki yang dimaksud. Namun Elvir
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 2 - Menemukan PetunjukSetelah menemukan satu benda yang ia curigai milik pelaku, Abram langsung memasukkannya dalam kantong plastik berwarna hitam. Namun Abram tidak berhenti sampai di situ. Ia terus mencari petunjuk apapun yang dapat mengarahkan pada pelaku pemerkosaan dan pembunuhan kekasihnya, Anita. Tidak ada yang tahu berapa orang yang terlibat dalam kasus ini.Abram merasa ada yang tidak beres dengan penanganan kasus tersebut. Sampai detik ini tak ada satu bukti pun dari kepolisian yang dapat mengarah ke para pelaku. Seolah kasus ini sengaja dibuat lambat. Namun Abram juga tak dapat mengambil kesimpulan secara sepihak mengenai prasangkanya.Abram masih terus menelusuri area persawahan di tengah-tengah gelap yang hanya disinari cahaya hp android miliknya. Angin malam yang berhembus tak mengganggu dirinya. Tekad untuk menemukan bukti-bukti pelaku lebih besar dari hambatan yang akan menggagalkannya malam itu.Tiba-tiba dia menginjak sebuah benda kecil. Ia pun mengangkat kaki kanannya dan mengarahkan sen
Last Updated: 2026-04-23
Chapter: Bab 1 - Kematian AnitaBerita kematian Anita menyebar dengan sangat cepat. Abram, yang merupakan kekasih Anita, seperti mendengar petir di siang bolong mengetahui kabar kematian wanita yang sangat dicintainya. Perasaan Abram sangat hancur, terluka seperti dihujam oleh senjata tajam dari belakang. Bagaimana tidak, malam sebelum kematiannya. Mereka berdua masih sempat jalan, nongkrong di tempat makan kesukaan mereka, bercerita banyak hal; tentang masa kecil, tentang suka duka saat kuliah, bahkan candaan jika mereka sudah menikah. Namun kini cerita itu tak akan bisa diulang kembali. Anita sudah berbeda di alam yang berbeda. Abram terdiam melihat tubuh Anita terbaring kaku di ruang tamu rumah orang tuanya. Tubuhnya diselimuti kain bermotif batik warna cokelat. Semua anggota keluarganya sudah berkumpul di sana dengan isak tangis yang memilukan. Bahkan ibu Anita, Bu Sila, tak dapat menahan tangisnya hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri. "Apa yang terjadi, Pak?" Tanya Abram pada ayah Anita. Dia adalah pak Ad
Last Updated: 2026-04-23