Chapter: Bab 5 : benih ambisi ElmaTika telah sepenuhnya bertransformasi. Berminggu-minggu menghabiskan waktu di pusat kebugaran di bawah bimbingan Bimo, tubuhnya kini menjelma menjadi magnet bagi setiap pasang mata lelaki. Ia bukan lagi wanita yang bersembunyi di balik daster kusam; kini, Tika dengan penuh percaya diri mengekspos lekuk tubuhnya, baik melalui lensa kamera maupun saat melangkah keluar dengan pakaian yang membalut ketat fisiknya. Semua itu berkat Bimo, pria yang tidak hanya melatih fisiknya, tapi juga menanamkan benih keberanian di jiwanya.Di kejauhan, Rama mulai mengendus perubahan drastis sang istri. Kabar burung tentang kedekatan Tika dengan seorang pria asing pun sampai ke telinganya. Namun, kesombongan masih bertahta di hati Rama."Ah, aku yakin pria itu tidak akan bertahan lama. Keluhan-keluhannya yang membosankan pasti akan membuat pria mana pun muak," batin Rama, mencoba menenangkan egonya yang mulai terusik.Fokus Rama kini beralih sepenuhnya kepada Elma. Ia memutuskan untuk membawa hubungan me
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 4 : Romansa yang mulai retakDunia baru Rama terasa begitu memabukkan, sementara di sudut lain, Tika justru merasa hidupnya semakin kosong dan hampa. Selama ini, Tika tak pernah menaruh curiga. Di matanya, Rama adalah sosok pria pekerja keras yang gigih mencari nafkah, sehingga ia selalu memaklumi kesibukan suaminya sebagai tuntutan profesi. Namun, Rama sadar betul bahwa ia telah mengabaikan istrinya. Belenggu asmara Elma terlalu kuat untuk ia lepaskan, hingga perlahan-lahan rasa sayang yang dulu ada untuk Tika mulai memudar. Kini, tak ada lagi telinga yang bersedia mendengar keluh kesah Tika. Bagi Rama, setiap kata yang keluar dari mulut istrinya hanyalah pengulangan masalah yang membosankan. Karena merasa tidak lagi didengar, Tika mulai mencari pelarian di media sosial. Ia sering mengunggah kutipan-kutipan galau sebagai bentuk pembenaran atas perasaannya. Namun, bukannya simpati, hal itu justru memicu amarah Rama. Bagi sang suami, urusan rumah tangga bukanlah konsumsi publik. "Umbar saja terus. Seolah kamu y
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 3 : Hasrat tak terbendungRama telah tiba kembali di kota tempatnya bekerja. Langkahnya terasa lebih ringan, didorong oleh rasa tak sabar untuk segera menemui dambaan hatinya. Tanpa membuang waktu, ia segera menghubungi Elma, mengabarkan bahwa kerinduan yang ia pendam selama di rumah sudah mencapai puncaknya. Malam itu, Elma datang ke mes tempat Rama tinggal. Suasana mes masih cukup ramai oleh para pekerja, termasuk Pak Ranto yang langsung mengenali wajah cantik sales mobil yang pernah ia temui di restoran itu. Elma sempat mencoba menghubungi ponsel Rama, namun tak ada jawaban. Dengan sedikit keraguan, ia memberanikan diri masuk ke area utama di mana Pak Ranto dan pekerja lainnya tengah asyik bermain kartu. "Permisi, Pak..." sapa Elma sopan. Pak Ranto mendongak, matanya memicing sejenak sebelum tersenyum lebar. "Eh, ini Mbak yang waktu itu di restoran ya? Ada perlu apa ya, Mbak?" "Mas Ramanya ada, Pak?" tanya Elma, mencoba menutupi kegugupannya di tengah tatapan para pekerja laki-laki di sana. "Kebetulan
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 2 : Bermain apiBerhari-hari Elma menghilang. Pesan Rama hanya berakhir pada tanda dibaca, dan panggilannya selalu berakhir dengan nada sibuk yang dingin. Rasa sesak di dada membuat Rama tidak bisa lagi berdiam diri. Ia akhirnya memutuskan untuk mendatangi langsung tempat kerja wanita itu. Sebuah *showroom* mobil ternama yang selalu terbuka untuk umum, tempat di mana Elma biasanya menghabiskan waktu sebagai garda terdepan penjualan. Kedatangan Rama disambut oleh seorang pria berseragam rapi, sang manajer *showroom*. "Selamat pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" sapa sang manajer dengan ramah. "Saya ingin bertemu Elma. Elmanya ada?" tanya Rama langsung tanpa basa-basi. Manajer itu tersenyum simpul, menyimpulkan bahwa pria di depannya adalah calon pembeli potensial. "Oh, pelanggan Elma ya? Kebetulan Elma sedang tidak masuk hari ini, Pak. Biar saya bantu telepon ya?" Rama mengangguk singkat. Di depannya, sang manajer segera menghubungi Elma. Tak butuh waktu lama, panggilan itu diangkat. "Elma, ka
Last Updated: 2026-04-24
Chapter: Bab 1 : Latar belakangRama menjadi seorang mandor di usia yang tergolong muda, baru tiga puluh dua tahun. Di rumahnya, ada Tika, istri berusia dua puluh delapan tahun yang telah menemaninya selama empat tahun terakhir. Mereka pun telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Sekilas, hidup Rama tampak sempurna; pekerjaan mapan, istri cantik, dan kehadiran buah hati yang tak perlu menunggu lama. Namun, kebahagiaan itu hanya nampak di permukaan. Di baliknya, riak-riak polemik rumah tangga terus menghantam. Konflik kecil antara Tika dan orang tua Rama sering kali membuat pria itu terjepit di tengah-tengah. Ia terus dipaksa berbagi peran: menjadi anak yang berbakti sekaligus suami yang melindungi. Lama-kelamaan, Rama berubah menjadi pribadi yang tertutup. Setelah seharian lelah memimpin proyek, ia masih harus memutar otak untuk mencairkan suasana yang membeku di rumah. Pekerjaannya sebagai mandor juga menuntutnya untuk sering berada di luar kota. Meski begitu, sebulan sekali ia selalu menyempatkan pulang. Bukan h
Last Updated: 2026-04-24