author-banner
hofi03
Author

Romances de hofi03

Penawar Nyawa Sang Pangeran Terbuang

Penawar Nyawa Sang Pangeran Terbuang

Elena, pembunuh bayaran terbaik dari Klan Bayangan, terpaksa menikahi Pangeran Arlon yang dikenal lemah demi sebuah misi rahasia. Rencananya sederhana, yaitu menyamar, selesaikan misi, lalu menghilang. Namun, semua berubah saat serangan terjadi di malam pertama mereka. Elena tertegun melihat sang Pangeran Tak Berguna justru menghabisi musuh dengan tangan kosong secepat kilat. Kini, keduanya terjebak dalam sandiwara besar. Di siang hari mereka adalah pasangan yang malang, namun di malam hari, mereka adalah duet maut paling mematikan.
Ler
Chapter: Hinaan
Elena berhasil melewati ujian pertama, tapi tantangan berikutnya adalah bagaimana membawa Arlon ke sini tanpa membuat semua orang curiga, terutama Raja dan Ratu, bahwa nyawa pangeran itu sebenarnya ada di genggaman tangannya."Saya akan menjemput Pangeran Arlon, Yang Mulia," ucap Elena sebelum berbalik pergi, meninggalkan Ratu Selena yang sedang meremas kipasnya hingga patah karena geram.Elena segera berbalik dan melangkah keluar dari aula utama yang menyesakkan itu, dia bisa merasakan tatapan tajam Ratu Selena yang seolah ingin melubangi punggungnya, namun dia tak peduli, karena pikirannya hanya satu, yaitu dia harus menyiapkan Pangeran Arlon.Begitu sampai di Paviliun Bintang, Elena menemukan Pangeran Arlon sedang duduk di tepi ranjang, wajahnya kembali pucat pasi karena jarak mereka yang terlalu jauh dalam waktu lama."Raja memanggilmu," ucap Elena singkat sambil, menyambar tangan Arlon."Hah...Ayahanda ingin melihatku? Dia pasti ingin memastikan apakah aku benar-benar hampir mati
Última atualização: 2026-04-30
Chapter: Raja Alaric
Matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah atap paviliun yang hancur, menyinari lantai yang kini sudah bersih dari mayat, namun masih menyisakan bau anyir darah yang samar.Di atas ranjang yang mulai reot itu, dua anak manusia masih tenggelam dalam mimpi nya, mereka tertidur dengan saling menggenggam.Elena mengerjap kan matanya, dan hal pertama yang dia rasakan adalah beban berat di pinggangnya dan rasa hangat yang menjalar di telapak tangannya."Ternyata sudah pagi," batin Rania, sedikit menguap.Dia menoleh perlahan dan mendapati Pangeran Arlon masih tertidur lelap dengan posisi memeluk lengannya erat, wajah pria itu tampak sangat damai dalam tidur nya."Pangeran, bangun, matahari sudah tinggi," ucap Elena sambil menggoyangkan bahu Arlon dengan sebelah tangannya."Unggghhhh!"Pangeran Arlon melenguh pelan, dengan malas matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit, tapi bukannya melepaskan, justru dia semakin menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Elena, menghirup aroma tubuh istr
Última atualização: 2026-04-30
Chapter: Galak dan perhatian
Di paviliun Bintang, Pangeran Arlon dan Elena sudah berada berbaring di atas ranjang yang sama, tapi sudah lebih dari lima belas menit, tidak ada percakapan diantara mereka berdua."Elena," panggil Pangeran Arlon pelan."Apa lagi?" tanya Elena, melirik Pangeran Arlon dengan ekor matanya."Besok, saat kamu bertemu Selena, jangan pernah takut, karena jika dia berani menyentuhmu, aku sendiri yang akan meratakan istana ini malam itu juga, meski aku harus terbunuh sekalipun, setidak nya penawar ku, aman," ucap Pangeran Arlon, melirik Elena sekilas."Terimakasih untuk malam ini Elena, dan terimakasih sudah sudi masuk ke dunia ku..." lanjut Pangeran Arlon, lirih.Elena hanya diam, namun ada sedikit rasa hangat yang tidak biasa menjalar di dadanya mendengar ucapan posesif suaminya itu."Simpan bicaramu untuk besok, Pangeran. Sekarang, tidurlah, aku tidak mau jadi janda secepat itu," ucap Elena, memunggungi Pangeran Arlon.Pangeran Arlon tersenyum kecil, sambil menatap langit-langit kamarnya n
Última atualização: 2026-04-29
Chapter: Akting yang sempurna
"Bawa mayat-mayat ini! Dan kau, gadis desa," ucap Pangeran Arkan menunjuk Elena dengan ujung pedangnya."Besok pagi Ibu Ratu akan memanggilmu, jelaskan detail pria berjubah itu padanya, jika kamu berbohong, nasibmu akan lebih buruk dari mayat-mayat ini," lanjut Pangeran Arkan, angkuh.Setelah para pengawal membawa pergi mayat-mayat itu dan meninggalkan paviliun, suasana kembali sunyi.Pintu yang rusak dibiarkan begitu saja, meninggalkan angin malam yang dingin menusuk tulang.Elena tetap diam di posisinya sampai dia yakin langkah kaki para pengawal sudah benar-benar menjauh."Mereka sudah pergi," bisik Elena datar.Detik itu juga, Pangeran Arlon membuka matanya, tidak ada lagi raut kesakitan, pria itu tampak sangat menikmati sentuhan tangan Elena.Dengan perlahan, Pangeran Arlon mendudukkan tubuhnya dengan santai di atas lantai yang masih menyisakan noda darah, menatap Elena dengan tatapan yang sulit diartikan."Aktingmu lumayan juga, Istriku. Air mata buatan itu hampir membuatku tert
Última atualização: 2026-04-29
Chapter: Ikatan Penawar
TRANG BHUK BHUK BRAKKKK "AAAAAAKKKKKKKHHH!" Suara tendangan di dan suara jeritan, memenuhi paviliun bintang. Pangeran Arlon yang biasanya hanya terbaring lemah di ranjang nya, kini tengah membantai puluhan pembunuh bayaran itu. BRAKK BRAKK BHUK Elena yang masih berada dai balik punggung Pangeran Arlon, mendengus saat melihat lebih banyak lagi penyusup yang masuk lewat jendela. "Cih, mereka benar-benar niat membunuhmu malam ini!" ucap Elena, berdecak kesal. Elena baru saja akan menerjang maju dengan belatinya, tapi langkahnya terhenti, saat dia melihat Arlon yang tadi berdiri tegak seperti monster, tiba-tiba limbung. Tubuh Pangeran Arlon goyah, pedang di tangannya hampir jatuh dan wajah nya kembali pucat. "Pangeran?" panggil Elena mengernyit. Baru saja tangan mereka terlepas karena Elena hendak menyerang, untuk membantu Pangeran Arlon, tapi Arlon justru langsung ambruk berlutut. Uhuk Uhuk Uhuk Pangeran Arlon terbatuk hebat, mulut nya mengeluarkan d
Última atualização: 2026-04-28
Chapter: Pertemuan pertama
"Bersihkan itu dengan tanganmu sendiri sebelum kau masuk ke paviliun, atau aku akan memastikan lidahmu dipotong besok pagi!" Teriak Clarissa, diiringi tawa mengejek dari para pelayannya. "Kenapa diam saja? Telingamu tuli, ya?! Cepat berlutut dan bersihkan!" bentak Clarissa, merasa diabaikan. Elena perlahan mengangkat wajahnya. Alih-alih ketakutan, dia justru menyunggingkan senyum tipis yang terlihat sangat manis, namun menyimpan racun bagi orang yang bisa membaca aura membunuhnya. "Lady Clarissa, kan?" suara Elena terdengar lembut, namun dingin. "Seperti nya Lady Clarissa membutuhkan guru tatakrama," ucap Elena, masih dengan senyum manis nya. "Apa kau bilang?! Kau berani menghinaku?" ucap Clarissa, membelalakkan matanya. "Menghina? Oh, tidak. Saya hanya menyayangkan betapa rendahnya tata krama Anda," jawab Elena santai. Elena melangkah maju, membuat jarak di antara mereka hilang. Meskipun Clarissa memakai sepatu hak tinggi, aura Elena yang menekan membuat wanita bang
Última atualização: 2026-04-28
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status