Chapter: Oksigen yang MenipisSuasana meja makan yang tadinya hanya sekadar kacau, kini perlahan bertransformasi menjadi panggung sandiwara kelas berat. Arsenia, yang merasa "porsi" perhatiannya tersedot habis oleh kemesraan Regan yang melayani Callista, akhirnya memutuskan bahwa sudah saatnya untuk mengeluarkan kartu As-nya: jurus Sesak Napas Dramatis Versi 4.0.Ia mendadak meletakkan sumpitnya dengan gemetar, tangannya memegang dada, dan matanya membelalak dramatis ke arah langit-langit ruangan."Aduh! Astaga... udara di sini tiba-tiba menjadi sangat tipis!" Arsenia terengah-engah, suaranya terdengar seperti peluit kereta api yang macet. "Ray... Rayden! Udara di ruangan ini tidak cukup! Aku merasa oksigennya habis tersedot ke sisi meja sana! Bisakah kau... bisakah kau mengipasi aku?"Rayden, yang sedang berada dalam fase "aku-ingin-pensiun-dari-pernikahan-ini", menoleh dengan tatapan datar yang sanggup membekukan air panas. Ia melihat ke sekeliling, lalu meraih buku resep masakan set
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Evolusi Molekuler dan Teori KonyolPuncak kekacauan malam itu tidak terjadi saat kuah hotpot terciprat ke jas mahal Rayden, melainkan saat Xayyan, pemuda yang otaknya sering kali bekerja dengan logika yang hanya dia sendiri yang paham, memutuskan untuk mengambil alih kendali panci hotpot. Dengan semangat seorang ilmuwan gila di laboratorium rahasia, Xayyan bangkit dari kursinya, membawa nampan berisi segala jenis sayuran yang tersisa, bakso-baksoan, mie instan, bahkan sisa keripik kentang yang entah kenapa dia bawa ke meja makan."Dengar semuanya! Aku punya teori revolusioner!" seru Xayyan dengan suara lantang, mengabaikan fakta bahwa Rayden sedang sibuk berusaha menyelamatkan harga diri jasnya dengan tisu basah. "Kalau kita memasukkan semua bahan ini secara bersamaan ke dalam panci, rasa kaldunya akan mengalami evolusi molekuler yang sangat drastis, sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang unik dan belum pernah dirasakan lidah manusia mana pun di dunia ini!"Ia memegang panci itu seolah sedang mem
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Perang Suap-MenyuapMalam itu, ruang makan kediaman Regan disulap menjadi zona perang gastronomi. Alih-alih menyajikan hidangan yang elegan dan tenang, mereka memutuskan untuk mengadakan pesta hotpot. Asap mengepul dari panci besar di tengah meja, menyelimuti ruangan dengan aroma kaldu rempah yang menggoda. Namun, bagi para penghuni meja, hotpot ini bukan sekadar urusan perut; ini adalah instrumen perang psikologis.Regan, dengan ketelatenan seorang pelayan istana yang telah berlatih selama sepuluh tahun, secara otomatis mengambil alih posisi di samping Callista. Ia mengabaikan panci itu sendiri dan memfokuskan seluruh energinya pada "proyek" bernama Callista. Dengan gerakan yang begitu halus hingga hampir tampak seperti koreografi tari, ia meracik saus wijen dengan rasio yang sempurna, memotong daging wagyu kualitas A5 dengan presisi bedah saraf, dan kemudian, dengan satu gerakan sumpit yang sangat terlatih, ia menyuapi Callista seperti sedang memberi makan seorang ratu yang sedang dalam masa
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Drama Kakak BeradikPintu depan kediaman Regan terbuka dengan gaduh, seolah-olah ada rombongan paduan suara yang baru saja kalah dalam kompetisi dan sedang meluapkan emosi. Rayyan dan Xayyan masuk ke ruang tamu, membawa sekotak donat artisan—jenis donat yang harganya bisa membuat satu orang makan kenyang selama seminggu—dan beberapa botol soda yang berbunyi krek-pess setiap kali tutupnya dibuka.Xayyan, sang pemuda yang memiliki kemampuan alami untuk benar-benar gagal membaca suasana, langsung bergerak seperti radar yang rusak. Ia mengabaikan Callista yang sedang menatapnya dengan tatapan "kalau kau mendekat, kau tamat," dan malah meluncur lurus ke arah Arsenia yang masih dalam posisi duduk anggun setelah sesi yoga-nya yang legendaris."Wah, Nia! Sembuh total? Hebat banget!" seru Xayyan dengan mata berbinar-binar penuh kepolosan. Tanpa aba-aba, ia meletakkan kotak donat mahal itu tepat di samping kaki Arsenia, seolah-olah Arsenia adalah sebuah kuil yang pantas menerima sesaji donat be
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Kedatangan Sang "Bidadari" YogaSuasana di kediaman Regan yang modern minimalis, sebuah oase di tengah gurun drama keluarga Lilithana, seharusnya menjadi tempat yang damai untuk sekadar bernapas. Namun, saat sebuah sedan hitam milik Rayden—kendaraan yang plat nomornya saja sudah memancarkan aura arogansi—terparkir dengan sombong di halaman, kedamaian itu menguap begitu saja. Callista, yang duduk di samping Regan di dalam mobil, merasakan migrain yang tadinya sudah jinak kembali mencakar-cakar pelipisnya."Katanya mereka tidak ada di sini?" tanya Callista, nada suaranya lebih dingin daripada kulkas dua pintu yang baru saja ditinggal mati lampu. Ia melirik tajam ke arah Regan yang memegang setir seolah-olah itu adalah satu-satunya pelampung di tengah laut lepas.Regan meringis, matanya menatap langit-langit mobil seolah berharap atapnya terbuka dan menerbangkannya ke planet lain. "Mama yang memaksa, Kak. Katanya Arsenia sudah 'pulih total' dan butuh dukungan keluarga. Kalau aku tidak setuju, Mama m
Last Updated: 2026-06-24
Chapter: Permainan Catur yang MematikanFestival Budaya SMA Lilithana yang tadinya adalah ajang pameran kuliner dan tari tradisional, kini berubah menjadi episode final sebuah reality show yang lebih liar daripada pertengkaran ibu-ibu di grup WhatsApp komplek. Suasana aula yang tadinya megah, kini terasa seperti ruang pengadilan yang siap menjatuhkan hukuman mati bagi reputasi setiap orang di dalamnya.Di tengah panggung, kepala sekolah sedang bersiap mengumumkan pemenang pameran. Namun, tepat saat ia membuka amplop emas, layar proyektor raksasa di belakangnya mendadak berkedip, menampilkan loading screen yang cukup lama, sebelum akhirnya memunculkan deretan dokumen rahasia.Bukan foto pameran atau nilai juri yang muncul, melainkan pindaian dokumen rumah sakit jiwa. Nama "Rayden Arkelio Dramaga" tertulis tebal di bagian atas, diikuti daftar catatan medis tentang "tindakan pengurungan ilegal" dan "manipulasi psikologis terhadap pasien."Ruangan gempar. Suara bisik-bisik seketika berubah menjadi j
Last Updated: 2026-06-23