Nona, Yakin Nggak Mau?
"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu serta seluruh utang keluargamu sebesar dua ratus juta rupiah, akan kulunasi."
Reno, yang seorang tukang listrik biasa, tiba-tiba berubah hidupnya semenjak dipaksa menikahi anak CEO yang sangat cantik dan kaya. Dia ingin menolak, tapi dia ingat ibunya butuh biaya untuk operasi jantung saat itu juga.
Bagi Reno, pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan. Namun bagi Viona, Reno hanyalah pria miskin yang dibeli ayahnya; seorang suami pengganti yang selalu ia hina, ia remehkan, dan tidak pernah benar-benar ia inginkan.
Sampai wanita itu mulai merasa nyaman dengan Reno. Sampai satu per satu rahasia tentang mantan tunangannya terungkap. Dan sampai sebuah fakta mengejutkan terkuak seputar siapa Reno sebenarnya.
Read
Chapter: Bab 75Viona terpaku di tempatnya, menatap pintu kamar mandi yang baru saja tertutup rapat. Napasnya menderu pelan. Rasa panas yang membakar pipinya belum juga surut, tapi di balik kemarahan dan gengsinya, ada kekacauan besar yang kini memporak-porandakan isi kepalanya.Dia memegangi dadanya yang berdetak tak karuan. Pikirannya benar-benar dalam kondisi berperang hebat.‘Gila! Aku beneran udah gila!’ jerit Viona dalam hati, meremas jemarinya sendiri.Di satu sisi, logika dan gengsi tingginya menjerit histeris. Pria yang baru saja berjalan santai dengan boxer menonjol itu adalah Reno, pria miskin yang statusnya hanya pengantin pengganti yang dibayar papanya! Pria yang dibayar untuk menyelamatkan dirinya dan reputasi keluarganya dari kehancuran setelah Axel kabur! Bagaimana bisa dirinya malah tertangkap basah melirik tubuh bagian bawah pria itu sampai menelan ludah.Tapi di sisi lain, bayangan semalam dan postur tubuh Reno bertelanjang dada tadi seolah mengunci rapat imajinasinya. Suara serak
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 74"Keponakan?! Maksud kamu apa, hah?!" jerit Viona dari balik pintu kamar mandi, suaranya naik satu oktaf karena terkejut setengah mati.Reno di luar pintu terkekeh pelan, menikmati kepanikan Viona. "Ya keponakan, Vi. Anaknya kita. Kamu lupa kemarin pas kita mau berangkat, Vera bilang apa? Dia nitip oleh-oleh keponakan katanya."DEG!Ingatan Viona mendadak berputar kembali ke momen kemarin di rumah sebelum mereka berangkat. Adiknya benar mengatakan itu.Wajah Viona yang baru saja mendingin seketika membara kembali, bahkan rasanya lebih panas dari sebelumnya."Mimpi kamu!" balas Viona cepat, ketus dan berteriak menutupi rasa gugupnya. "Vera tuh omongannya gak usah didengerin! Lagian siapa juga yang mau bikin anak sama kamu?!""Ya kan aku cuma menyampaikan," sahut Reno santai di balik pintu, nadanya terdengar polos tapi penuh godaan. "Lagian semalam kayaknya ada yang udah nyoba duluan...""RENO! Diam atau aku siram air!" jerit Viona yang makin kehabisan kata-kata.Mendengar ancaman itu, R
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 73Viona yang tadinya terus bertindak agresif, kini perlahan menempelkan wajahnya di dada bidang Reno. Kombinasi dari asupan air dingin yang melimpah dan dekapan skin-to-skin yang protektif perlahan-lahan menenangkan denyut jantung Viona yang tadinya berpacu liar.Racuan Viona mulai memelan menjadi gumaman halus. Perlahan namun pasti, gelombang agresif akibat obat itu mereda, berganti dengan rasa lelah yang luar biasa. Dalam pelukan hangat Reno, Viona akhirnya memejamkan mata dan tertidur lelap.*Keesokan harinya, Viona perlahan membuka matanya. Kepala terasa agak berat, dan seluruh tubuhnya seperti baru saja menempuh perjalanan jauh yang melelahkan.Begitu menggerakkan badan, Viona menyadari ada lengan kekar yang melingkar erat di pinggangnya, dan wajahnya menempel tepat di dada bidang seorang pria.Viona membelalakkan mata. Ia mendongak dan menemukan Reno yang masih tertidur lelap di sampingnya, bertelanjang dada. Lebih kagetnya lagi, saat melihat ke bawah, Viona mendapati dirinya han
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Bab 72Air shower dingin terus mengguyur tanpa ampun, tetapi suhu di antara mereka justru semakin membara. Reno yang memegang kedua bahu licin Viona berusaha keras menarik napas panjang, mencoba memanggil sisa-sisa akal sehatnya yang kian terkikis."Vi, tatap aku!" tegas Reno, suaranya sedikit meninggi menembus gemericik air. "Kamu sebenarnya sadar atau enggak, sih?!"Viona mendongak dengan tatapan sayu yang berembun. Bibirnya yang bergetar menempel rapat di leher Reno, memberikan kecupan-kecupan impulsif yang membuat Reno merinding."Aku sadar, Reno... Aku sadar!" racau Viona terengah-engah, nadanya penuh desakan dan frustrasi yang memuncak. "Makanya aku mau... Aku tahu ini kamu, bukan orang lain. Aku mau kamu!"Sebelum Reno sempat memproses jawaban itu, jemari Viona yang gemetar dan dingin karena air mendadak menelusup turun. Gerakannya cepat dan tanpa kompromi, masuk ke dalam celana Reno dan secara presisi menyentuh bagian paling sensitif pria itu."I-ini... ini yang aku cari..." gumam Vi
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 71Reno tertegun dengan napas yang mulai tak teratur melihat tubuh Viona yang hanya berbalut dalaman saja. Viona dengan cepat membuka kaos Reno.Sentuhan Viona di dada telanjang dan lehernya terasa membakar, tetapi bayangan beberapa hari lalu mendadak menghantam ingatannya seperti pukulan telak.Reno ingat betul betapa dingin dan marahnya tatapan Viona saat wanita itu terbangun setelah malam pertama mereka. Amarah, tangisan, kekecewaan, dan tuduhan bahwa Reno telah memanfaatkannya—semua itu terngiang jelas di telinganya. Viona juga membencinya saat itu.‘Kalau aku menuruti kemauannya malam ini, besok dia pasti akan makin membenciku,’ batin Reno. Hatinya teriris. Dia tidak ingin dipandang sebagai pria yang memanfaatkan keadaan, apalagi di balik perjanjian kontrak pernikahan mereka yang serba rumit."Reno... please..." desah Viona, suaranya parau dan bergetar penuh penderitaan. Wajahnya yang memerah dipenuhi peluh makin menempel di dada Reno, mencari kehangatan sekaligus penawar atas
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 70Viona menarik Reno yang masih terdiam menunduk, sudah tidak sabar langsung mendesak dan segera meminta pelampiasan. Reno memegang kedua tangan Viona, mencegah wanita itu yang semakin menggerayangi tubuhnya. Reno khawatir dirinya akan terpancing dan bergairah seperti kemarin lagi. Dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, karena pastinya Viona akan semakin kecewa padanya, belum lagi tentang isi perjanjian kontrak pernikahan mereka. Viona malah semakin menempelkan tubuhnya pada Reno, tidak peduli tangannya sedang dipegang. Reno menatap layar ponselnya yang masih merekam. Tangannya sedikit bergetar, tetapi ia memaksa dirinya tetap tenang. "Tunggu dulu, Viona," panggilnya pelan. "Lihat aku." Wanita itu mengangkat wajah dengan susah payah. Tatapannya masih kosong, napasnya tetap memburu. Reno menelan ludah. Ada satu hal yang harus ia pastikan. "Kamu tahu aku siapa, Vi?" Viona tidak langsung menjawab. Bibirnya bergerak pelan, seolah sedang berusaha mengenali wajah yang
Last Updated: 2026-07-22