Nona, Yakin Nggak Mau?
"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu serta seluruh utang keluargamu sebesar dua ratus juta rupiah, akan kulunasi."
Reno, yang seorang tukang listrik biasa, tiba-tiba berubah hidupnya semenjak dipaksa menikahi anak CEO yang sangat cantik dan kaya. Dia ingin menolak, tapi dia ingat ibunya butuh biaya untuk operasi jantung saat itu juga.
Bagi Reno, pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan. Namun bagi Viona, Reno hanyalah pria miskin yang dibeli ayahnya; seorang suami pengganti yang selalu ia hina, ia remehkan, dan tidak pernah benar-benar ia inginkan.
Sampai wanita itu mulai merasa nyaman dengan Reno. Sampai satu per satu rahasia tentang mantan tunangannya terungkap. Dan sampai sebuah fakta mengejutkan terkuak seputar siapa Reno sebenarnya.
Read
Chapter: Bab 6Viona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluarga, tetapi sekarang seluruh ekspresinya berubah. Tatapannya beralih ke Reno dengan cepat, seolah tidak menyangka pria itu akan mengungkit nama tersebut lagi. Reno sendiri sebenarnya tidak berniat menyulut pertengkaran. Sejak melihat Viona kehilangan kendali semalam karena kabar kecelakaan itu, ia hanya penasaran apakah wanita itu sudah mendapatkan kejelasan kabar Axel. Namun raut wajah Viona yang langsung mengeras membuatnya sadar bahwa pertanyaan itu ternyata salah. "Itu bukan urusanmu." Nada suara Viona dingin. Jauh lebih dingin dibanding beberapa menit sebelumnya. Reno menghela napas pelan. "Aku cuma nanya." "Aku nggak butuh perhatianmu." "Aku nggak bilang perhatian, hanya
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 5Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama ini digunakannya di kontrakan kecilnya. Namun saat membuka mata, kenyataan kembali menghantamnya. Langit-langit rumah mewah yang asing, ruang keluarga yang bukan miliknya, dan status baru yang masih terasa aneh setiap kali diingat. Dirinya sudah menikah. Kalimat itu masih terdengar tidak masuk akal di kepalanya. Kini ia bangun sebagai suami seorang wanita kaya yang bahkan tidak menginginkan kehadirannya. Reno mengusap wajahnya pelan sebelum bangkit. Setelah mandi dan menjalankan rutinitas paginya, ia turun ke dapur karena perutnya mulai terasa lapar. Dapur rumah itu sangat besar dan lengkap, jauh berbeda dengan dapur sempit di rumahnya yang hanya cukup untuk dua orang berdiri berdampingan
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 4Brakk!Suara itu begitu keras hingga membuat matanya langsung terbuka sempurna.Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris.Prang!Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika menyadari suara itu berasal dari kamar Viona.Awalnya ia sempat ragu. Mengingat bagaimana wanita itu memperlakukannya sejak pagi, mungkin lebih baik dirinya tidak ikut campur. Namun tangisan itu terdengar semakin tidak terkendali, membuat Reno mengurungkan niat untuk mengabaikannya.Bagaimanapun juga, Viona adalah tanggung jawabnya sekarang.Tanpa membuang waktu lagi, Reno segera berlari menuju kamar utama. "Nona Viona!"Tidak ada jawaban.Saat tiba di depan kamar, ia mendapati pintunya tidak tertutup rapat. Dari celah pintu terdengar suara isakan yang membuat dadanya ikut terasa tidak nyaman.Reno mendorong pintu perlahan. Dan pemandangan di dalam kamar membuat langkahnya langsung terhenti.Kamar yan
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 3Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wanita tampak cantik dan anggun. Pengantin pria terlihat tampan dan berwibawa. Kedua keluarga besar tersenyum di depan kamera, menerima ucapan selamat dari para relasi bisnis, lalu berfoto bersama seolah tidak ada masalah apapun yang terjadi. Tidak ada yang tahu bahwa pria yang berdiri di samping Viona bukanlah mempelai pria yang seharusnya. Tidak ada yang tahu bahwa setiap kali seseorang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, Reno justru merasa semakin asing dengan hidupnya sendiri. Sepanjang resepsi, senyum tipis yang terus dipasang di wajahnya terasa seperti topeng. Ia bahkan tidak benar-benar mengingat berapa banyak orang yang menyalaminya, memperkenalkan diri, atau mengajaknya b
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 2Brakk!Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang berada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara.Seorang wanita muda dan cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu.Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga jelas dibuat oleh tangan profesional. Namun, semua itu tidak mampu menyembunyikan mata yang sembab, hidung yang memerah, serta sisa-sisa tangis yang masih terlihat jelas di wajah cantiknya.Untuk sesaat, Reno hanya memandangi wanita itu tanpa berkedip. Tidak perlu diperkenalkan, dia sudah langsung tahu.Inilah wanita yang beberapa menit lagi akan menjadi istrinya.Dan dari tatapan yang diberikan wanita itu kepadanya, Reno juga langsung tahu satu hal lain.Wanita itu sama sekali tidak menginginkan dirinya berada di sini.Tatapan wanita bernama Viona itu menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya berhenti tepat pada Reno.Keningnya langsung berkerut. Sorot matanya berubah tajam.Lalu kemarah
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 1"Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang- utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar."Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan lantainya lebih mengkilap daripada kaca etalase bengkel tempatnya bekerja.Beberapa menit yang lalu, dia masih berada di area parkir belakang Hotel Grand Mahardika, mengantar suku cadang pendingin ruangan pesanan salah satu vendor hotel. Mengenakan seragam bengkel navy kusam yang sedikit berminyak, Reno hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaannya lalu berangkat ke stasiun untuk pulang ke kampung halamannya, setelah dikabari ibunya mendadak masuk rumah sakit.Namun sekarang, dia justru berdiri di dalam ruang rias VIP hotel mewah ini dengan perasaan kesal karena tiba-tiba diseret masuk oleh dua pria bertubuh besar yang bahkan tidak dikenalnya. Namun setelah mendengar kalimat itu, rasa kesal ter
Last Updated: 2026-06-04