Chapter: ALANA-49"Kamu harus lihat ini, Sayang!"Suara Antoni memecah keheningan apartemen yang kini ditempati Arletha. Lelaki itu berjalan mendekat sambil mengulurkan ponselnya dengan senyum yang sulit diartikan. Sejak siang tadi ia terus mengikuti pemberitaan yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.Arletha yang semula duduk santai di sofa menoleh malas. Namun, begitu melihat layar ponsel yang disodorkan Antoni, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum tipis.Berita mengenai kecelakaan yang menimpa Alana telah tersebar luas. Tak hanya itu, nama Randu juga ikut terseret karena mobil yang mengalami kecelakaan merupakan kendaraan miliknya. Beberapa media bahkan menuliskan dugaan bahwa kecelakaan itu melibatkan sopir pribadi Randu dan seorang perempuan yang belakangan disebut-sebut sebagai saksi penting dalam persidangan perceraian mereka.Arletha menggeser layar ponsel itu beberapa kali. Foto mobil yang ringsek, ambulans, hingga gambar Alana yang dibawa menggunakan tandu membuat s
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: ALANA-48Sesaat Alana berniat mendorong tubuh Randu menjauh. Kedua tangannya bahkan sudah terangkat, bersiap melepaskan pelukan itu. Namun, entah mengapa tubuhnya justru tiba-tiba membeku. Hangat pelukan lelaki tersebut membangkitkan berbagai perasaan yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam. Dadanya yang sejak tadi dipenuhi rasa takut perlahan mulai mengendur. Untuk beberapa detik, Alana tanpa sadar membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan itu. Ia menikmati rasa aman yang begitu asing, tetapi sekaligus terasa menenangkan."Tuan..." suara Alana terdengar parau.Ucapan itu membuat Randu sedikit tersadar. Dengan berat hati, ia melonggarkan pelukannya. Alana pun perlahan melepaskan diri, meski masih dapat melihat dengan jelas betapa paniknya wajah lelaki itu."Maaf," ucap Randu lirih. "Aku terlalu panik."Tanpa menunggu jawaban, kedua mata Randu langsung memindai tubuh Alana dari ujung kepala hingga kaki. Tatapannya dipenuhi kecemasan, seolah takut menemukan luka yang lebih parah dari ya
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: ALANA-47Pak Indra refleks menginjak pedal rem sekuat tenaga begitu melihat truk bermuatan penuh itu melaju tak terkendali ke arah mereka. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat usahanya nyaris mustahil berhasil. Truk itu terus berjalan oleng dari satu jalur ke jalur lain, sementara jalanan yang menurun dan berkelok membuat situasi semakin berbahaya."Pegangan, Mbak!" teriak Pak Indra dengan wajah panik.Dalam hitungan detik, ia membanting setir ke arah kiri untuk menghindari tabrakan langsung. Ban mobil berdecit keras, meninggalkan bekas gesekan panjang di atas aspal. Mobil mereka berbelok tajam hingga keluar sedikit dari badan jalan.BRAAAK!Benturan keras tak dapat dihindari. Bagian depan mobil menghantam batang pohon besar di pinggir jalan dengan suara yang memekakkan telinga. Guncangan hebat membuat tubuh Alana dan Pak Indra terdorong ke depan sebelum tertahan oleh sabuk pengaman.Di saat yang bersamaan, truk yang sempat menyerempet bagian belakang mobil kehilangan keseimbangan. K
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: ALANA-46"Menikah?"Alana menatap Randu dengan sorot mata penuh keterkejutan. Ia benar-benar tidak menyangka kalimat itu akan keluar dari mulut lelaki yang berdiri di hadapannya."Iya," jawab Randu tanpa mengalihkan pandangan. "Kalau memang itu bisa membuatmu memaafkan semua kesalahanku... aku akan menikahimu."Sesaat ruangan itu dipenuhi keheningan. Alana hanya memandang Randu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada luka, ada kecewa, sekaligus rasa lelah yang selama ini terus ia pendam."Menikah itu bukan untuk main-main, Tuan," ucapnya lirih.Suara Alana memang pelan, tetapi setiap katanya terasa begitu menusuk hati Randu."Jangan jadikan pernikahan sebagai cara untuk menebus rasa bersalah. Pernikahan bukan hukuman, juga bukan balasan atas sebuah kesalahan."Alana menggeleng pelan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang begitu miris. Senyum yang sama sekali tidak memancarkan kebahagiaan, justru menyiratkan kepedihan yang lama ia simpan."Terima kasih atas niat baik Tuan, tapi
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: ALANA-45Pintu rumah terbuka cukup keras, disusul langkah Arletha yang penuh emosi. Wajahnya masih menyiratkan kemarahan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia melempar tas genggam bermerek yang dibawanya ke atas sofa. Suara itu membuat Bu Mawar yang sedang duduk di ruang keluarga segera menoleh. Sekilas saja ia sudah bisa menebak bahwa hasil persidangan tidak berjalan sesuai keinginan putrinya."Bagaimana?" tanyanya sambil berdiri. "Kamu dapat apa saja dari pembagian harta itu?"Arletha mengembuskan napas kasar. Ia mengusap wajahnya beberapa kali, berusaha meredam emosi yang sejak tadi memenuhi dadanya."Jauh dari yang aku harapkan, Bu," jawabnya pelan, tetapi nada kecewanya begitu jelas terdengar."Maksudmu tidak sesuai bagaimana?" tahya Bu Mawar dengan kening yang mengernyit penasaran.Arletha tertawa sinis, meski tawanya terdengar lebih seperti luapan kekesalan. "Aku cuma dapat satu apartemen, satu vila, sama sebuah kafe. Itu pun penghasilannya tidak seberapa dibandingkan aset-aset Randu
Last Updated: 2026-08-01
Chapter: ALANA-44Ruang sidang pagi itu terasa berbeda dari biasanya. Suasananya jauh lebih tegang, seolah semua orang yang hadir sudah mengetahui bahwa hari itu akan menjadi penentu akhir dari perkara yang selama ini menyita perhatian. Baik pihak penggugat maupun tergugat telah duduk di tempat masing-masing. Kuasa hukum keduanya tampak sibuk merapikan berkas, sementara beberapa pasang mata sesekali saling melirik, menunggu jalannya persidangan dimulai.Di sisi kanan ruang sidang, Arletha duduk dengan dagu terangkat tinggi. Wajahnya tampak tenang, tetapi sorot matanya memperlihatkan ambisi yang sulit disembunyikan. Keyakinannya untuk mendapatkan sebagian besar harta Randu membuat perempuan itu tampak begitu percaya diri. Namun, ketenangan itu perlahan memudar ketika pandangannya jatuh pada sosok Alana yang memasuki ruang sidang bersama kuasa hukum Randu.Seketika rahang Arletha mengeras. Tatapan matanya berubah tajam, dipenuhi amarah yang nyaris meluap. Jemarinya mengepal kuat di atas pangkuan. Ia sa
Last Updated: 2026-07-31