author-banner
Bunga Persik
Bunga Persik
Author

Novels by Bunga Persik

Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam

Dipaksa Berkencan dengan Bosku yang Kejam

"Jadilah pacarku." Freya Nayumi membeku. Di hadapannya berdiri Gavin Alderich, Presiden Direktur Hollow Holding Company sekaligus atasannya sendiri. "Bos... apa maksudmu? apakah bos menyukaiku?" "Apakah karena dipukul anak buahku tadi, kau jadi bodoh?" Freya tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah hanya karena ia tak sengaja menyaksikan sebuah pembunuhan. Sejak malam itu, sekelompok orang terus memburunya, hingga ia terjebak di sebuah villa terpencil milik Gavin. Di balik statusnya sebagai pemimpin konglomerat terbesar, Gavin ternyata menyimpan identitas lain yang jauh lebih berbahaya. Kini, demi bertahan hidup. Freya harus menerima syarat yang mustahil ditolak: menjadi kekasih palsu dan membantu mengelola bisnis rahasia sang bos. Namun, semakin lama sandiwara itu berlangsung, semakin banyak rahasia kelam Hollow Grup yang terungkap. Di tengah ancaman pembunuh, intrik keluarga konglomerat, dan perasaan yang perlahan berubah menjadi nyata, mampukah mereka tetap berpura-pura? Karena terkadang, hubungan yang dimulai dengan paksaan justru menjadi awal dari cinta yang paling sulit dihindari.
Read
Chapter: Bab 7 : Mengancam Serigala
Masing-masing diberi kode warna dan nomor seri yang berbeda. Di sudut lain, puluhan bulk kontainer berukuran sedang berjajar dengan sangat teratur. Seorang pria menghampiri Tristan sambil menyerahkan sebuah map berisi dokumen. Tristan membukanya sekilas. Freya pun bersiap membuka aplikasi di tabletnya. "Seluruh barang untuk pengiriman besok sudah siap?" tanya Tristan. "Sudah, Pak." "Bagus." Tristan mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan singkat sekitar satu menit. Setelah menutup telepon, ia menoleh kepada Freya. "Pembeli kedua akan segera datang." Freya langsung mengangkat kepalanya. "Jumlah transaksinya lebih besar." Tatapan Tristan berubah serius. "Catat semuanya dengan teliti. Jangan sampai ada satu pun yang terlewat." Freya mengangguk mantap. "Baik, Pak." Meski berusaha terlihat tenang, kedua lututnya mulai terasa lemas. Tadi lima peti saja ditukar dengan satu koper penuh emas. Kalau jumlahnya lebih banyak... berapa nilai transaksi kali ini?
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 6 : Transaksi Pertama
Sekitar pukul delapan malam, Tristan sudah menunggu Freya di basement.Malam ini aturan berpakaian berbeda. Semua harus mengenakan pakaian kasual serba hitam; jaket hitam, celana hitam, topi hitam, dan rambut dicepol rapi. Jika sesuatu terjadi atau mereka harus melarikan diri, pakaian gelap akan membantu mereka berkamuflase di tengah kegelapan. Mobil van hitam itu melaju membelah jalanan Kota Noctis sebelum akhirnya berhenti di Dermaga Nomor Sepuluh. "Ayo kita Turun." Freya mengikuti Tristan keluar dari mobil. Buah-buah yang mereka bawa telah dikemas rapi di dalam peti kayu, kemudian dibungkus kain sutra hitam. Freya memandangi peti-peti itu dengan tak percaya. Berat sekali, Apa memang buah sebanyak ini? Dua pria yang berjaga di vila malam itu sudah menunggu mereka di dermaga. Keduanya segera menundukkan kepala, memberi hormat kepada Tristan. Mereka kemudian berjalan menuju sebuah yacht mewah yang telah terparkir di tepi dermaga. Di atas kapal, dua pria bertubuh kekar
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 5 : Bos Besar Otoriter
Mereka berdua menuju Hollow Tower sesegera mungkin. Tristanlangsung memimpin jalan saat mereka tiba di lobi dan mulai berlari kecil agarsampai di sana sebelum bos besar tiba.Napas Freya sedikit terengah karena harus mengimbangi kakiTristan yang panjang. Untungnya, tidak lama kemudian mereka masuk lift khusus,ia dapat mengatur napasnya kembali."Nona, Anda harus ingat bahwa kalian berkenalan satutahun yang lalu di pesta ulang tahun perusahaan dan sebulan yang lalu kalianbarulah berpacaran.""Anda tidak perlu berbohong tentang latar belakangmaupun identitas yang dimiliki. Semakin Anda sempurna, semakin bos besarcuriga."Tristan mengingatkannya kembali apa yang mereka bicarakanketika di dalam mobil tadi. Freya mengangguk mantap meskipun ia menggenggamtangannya yang berkeringat.Seorang direktur seperti Pak Kin saja sampai merinding saatmenerima teleponnya, apalagi berhadapan langsung. Kini Freya menguatkan hatinyadan melakukan pernapasan agar lebih rileks.Tring!Pintu lift
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 4 : Kontrak Seumur Hidup
Ia mengekori bosnya untuk masuk lift dan naik ke lantaidelapan puluh.Kini Freya memasuki ruangan yang cukup besar. Terdapat sofahitam di tengah dengan meja kaca. Di sebelah kiri terdapat mini bar,sedangkan di sebelah kanan berjajar beberapa ruangan.Bahkan dapur bersih juga ada di sini. Tempat ini lebihseperti griya tawang pribadi daripada kantor. Ruangan eksklusif bagipemimpin tertinggi Hollow Holding. Freya lalu masuk ke ruang kerja bosnya. Disana juga terdapat meja, sofa, serta kursi utama seorang Presiden Direkturdengan label nama berwarna emas.Gavin duduk di kursinya dan memandang Freya, lalumemerintah,"Duduk.""Baik, Bos."Freya pun duduk di atas sofa dengan sopan sambil tersenyumkepada Gavin.Lalu, Kin masuk membawa laptopnya dan sebuah map cokelatyang ia serahkan kepada Gavin. Tak lama kemudian, Tristan mengetuk pintu danmembawakan makanan yang dipesan.Segelas susu dan sepotong kue cokelat dihidangkan di depanFreya, sedangkan pesanan Gavin diletakkan di meja sa
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 3 : Lantai Eksklusif
Mobil mewah itu membelah jalanan Kota Noctis. Tepat pukulsetengah satu dini hari, mobil berhenti di depan rumah kontrakan Freya.Saat Freya hendak membuka pintu, Gavin menahan lengannya danmemberi isyarat ke arah depan. Dua pria berjaket kulit hitam berdiri di depanpagar, berpura-pura merokok namun sesekali melirik waspada ke arah rumah.Tangan Freya gemetar. Gavin kembali menyalakan mesin."Rumah ini sudah tidak aman."Tanpa kata, ia memutar setir dan meninggalkan kawasan itu."Bos... kita mau ke mana?" tanya Freya pelan.Gavin tak menjawab. Mobil melaju melewati pusat kota, lalumemasuki basement sebuah apartemen elite."Turun," perintahnya singkat.Freya menurut. Semakin sedikit Gavin bicara, semakin seriussituasinya. Mereka naik lift ke lantai tiga dan berhenti di unit 310. Seorangpria tegap berjaskan abu-abu telah menunggu."Selamat malam, Pak Gavin." Pria itu menyerahkankartu akses dan kunci."Sudah dibersihkan?" tanya Gavin."Sudah, Pak."Gavin memberi isyarat pada Freya
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: Bab 2 : Saksi Seorang Gadis
Empat pria itu sedikit mendelik sambil mengerutkan alis.Tangan mereka tampak memegang sesuatu di balik jas hujan."Kami melihatnya masuk ke dalam," ujar pria yangmemegang tali anjing itu.Gavin hanya terkekeh pelan. Ia mengeluarkan sebatang rokok,lalu menyalakannya dengan korek api. Setelah mengisapnya perlahan, iamengembuskan asap ke arah mereka."Hanya ada empat pria di vila ini."Keempat pria itu saling menyipitkan mata. Perlahan, merekabersiap mengeluarkan senjata tajam dari balik jas hujan.Klik.Suara kokang pistol terdengar.Pria berambut cepak dan pria botak itu telah mengarahkanpistol ke arah mereka berempat. Keempat pria itu langsung terkejut dan perlahanmemasukkan kembali senjata mereka.Salah seorang dari mereka akhirnya meminta maaf, lalu pergitanpa mengatakan apa pun. Dua bawahan Gavin menyarungkan kembali pistol mereka."Hah... pengecut."PLAK!Kepala si botak langsung ditampar oleh pria berambut cepak.Si botak melotot kesal, tetapi temannya hanya melirik ke ar
Last Updated: 2026-07-30
You may also like
Pay Me With Your Body
Pay Me With Your Body
Romansa · Black Aurora
48.1K views
Di Ujung Perpisahan
Di Ujung Perpisahan
Romansa · Stary Dream
47.9K views
MENCINTAI ABANG ANGKAT
MENCINTAI ABANG ANGKAT
Romansa · Manda Azzahra
47.5K views
Unperfect Husband
Unperfect Husband
Romansa · Ramdani Abdul
47.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status