author-banner
Silver Swan
Author

Novels by Silver Swan

Suami Adikku Memuja Rahimku

Suami Adikku Memuja Rahimku

Di hari pernikahan yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan keluarga Djayadi, sebuah pengkhianatan terjadi di balik pintu yang terkunci. Saat janji suci tinggal hitungan jam, Shaka justru berlutut di hadapan Sekar, memuja rahimnya, dan berbisik parau "Persetan dengan pernikahan ini. Aku nggak peduli pada Nadira. Aku hanya ingin kamu, Sekar... Aku ingin menanamkan benihku di sini, di rahimmu." Bagi Shaka, ini adalah cinta mati yang tak terkendali. Bagi Sekar, ini adalah pembalasan yang manis.
Read
Chapter: Bab 49
Keheningan yang mencekam menyusul pernyataan Shaka. Papa ternganga, wajahnya memerah padam hingga ke leher. Baginya, perusahaan adalah harga diri, tuhan, dan napasnya. Mendengar Shaka merelakan kehancuran Adhitama dan Djayadi Group seperti mendengar seorang anak yang dengan sengaja membakar istana ayahnya sendiri."Kamu... kamu gila, Shaka!" suara Papa bergetar hebat. "Semua kerja kerasku, semua darah yang kutumpahkan untuk membangun kekuasaan ini... kamu mau membuangnya demi perempuan pembawa sial ini?"Shaka tidak berkedip. Ia justru melangkah maju, berdiri tepat di depan Papa, memangkas jarak yang tersisa. "Kekuasaan yang dibangun di atas air mata dan darah Sekar tidak layak untuk dipertahankan. Aku sudah memindahkan semua aset pribadiku sejak enam bulan lalu. Apa yang tersisa sekarang hanyalah cangkang kosong yang menunggu waktu untuk runtuh."Wajah Papa seketika berubah abu-abu. "Apa?"Rena berteriak histeris, "Ini gila! Kamu menghancurkan kami semua hanya demi perempuan sialan i
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: Bab 48
Papa melepaskan cengkeramannya pada daguku dengan sentakan kasar, seolah tangannya baru saja menyentuh sesuatu yang menjijikkan."Kamu selalu memuja ibumu seolah dia malaikat, Sekar," Papa berjalan mondar-mandir, bayangannya memanjang di bawah lampu gantung yang remang-remang, tampak seperti monster yang siap menerkam. "Kamu pikir aku menghancurkannya tanpa alasan? Kamu pikir dia wanita suci yang menderita dalam diam?"Aku tertegun. Kata-kata itu menghantamku lebih keras daripada hantaman tumpul di tengkukku tadi. "Jangan berani-berani Anda menghina Bunda," desisku, suaraku rendah namun penuh ancaman.Papa tertawa—sebuah tawa kering, parau, dan sarat akan kebencian yang membusuk."Kamu memang mewarisi keras kepalanya," ucap Papa tanpa menoleh. "Tapi kamu tidak tahu apa-apa tentang apa yang dia simpan di balik senyum tenangnya itu. Kamu hanya melihat apa yang ingin dia perlihatkan."Ia berbalik dengan cepat, matanya berkilat penuh amarah yang tertahan selama puluhan tahun. "Dia tidak h
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Bab 47
Pintu kamar VIP itu tertutup dengan bunyi klik yang halus setelah Bramantyo Dinata pergi. Aku masih mematung di atas sofa. Adrenalin yang berpacu membuat rasa kantukku hilang sepenuhnya, meninggalkan debar jantung yang menyakitkan di dada.Shaka akan dikirim ke Jenewa? Dan dia sedang berusaha menghancurkan Djayadi Group sekaligus melumpuhkan Mahesa?"Aku tahu kamu sudah bangun, Sekar."Suara Mahesa memecah kesunyian. Lembut, namun penuh keyakinan yang mengintimidasi.Aku membuka mata perlahan. Di bawah cahaya lampu tidur yang kekuningan, Mahesa sedang bersandar di bantalnya, menatapku dengan sorot mata yang sulit diartikan. Ia terlihat pucat, namun wibawanya tidak berkurang sedikit pun."Sejak kapan?" tanyaku serak, sambil mendudukkan diri dan merapikan rambut yang berantakan."Sejak Ayah menyebut nama Shaka. Ritme napasmu berubah," Mahesa tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung rasa pahit. "Kemarilah."Aku melangkah mendekat, lalu duduk di kursi samping ranjangnya. Mahesa meng
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 46
Wajah Mahesa mengeras seolah terpahat dari batu granit. Rahangnya mengatup rapat, dan urat-urat di lehernya menegang. Aura dominasi yang terpancar darinya sanggup mengimbangi kegarangan Papa meski pria itu kini tengah terbaring di ranjang rumah sakit."Jaga mulut Anda, Pak Rahman," suara Mahesa keluar dengan nada rendah yang menggetarkan udara di ruangan itu. "Anda sedang berdiri di kamar rumah sakit milik yayasan keluarga saya. Satu kata hinaan lagi yang keluar dari mulut Anda untuk Sekar, saya pastikan Dinata Group menarik kembali seluruh dana proyek tambang di Raja Ampat."Papa tertawa keras, suaranya terdengar sumbang. Matanya berkilat marah. "Kamu pikir aku tidak tahu kalau berita ini menjadi liar karena Bramantyo membiarkannya? Sepertinya ayahmu itu masih tidak terima aku merebut Arumi."Keheningan mencekam seketika menyergap ruangan itu. Udara terasa tipis dan berat, seolah oksigen mendadak lenyap ditelan kebencian yang meluap dari kedua pria tersebut. Mahesa tidak berkedip; so
Last Updated: 2026-08-16
Chapter: Bab 45
"Alasan apa?!" Suaraku meledak, menghantam dinding apartemen yang kini terasa asing dan mencekam. Suaraku pecah, tenggelam dalam isak yang tak lagi sanggup kutahan. Dadaku sesak, bukan karena udara yang menipis di lantai dua puluh ini, melainkan karena pengkhianatan yang merayap seperti racun di pembuluh darah."Hari itu aku benar-benar menyerah, Mas! Aku membuang harga diriku karena percaya kita bisa memperbaiki hubungan ini. Aku pikir kita punya masa depan!" Aku memegang tangannya yang mencengkramku. Aku merasakan pisau di leherku sedikit menjauh, meski kini rasa perih menderaku.Shaka goyah! Aku harus mendistraksi pikirannya lalu berlari menjauh.Tatapan Shaka yang semula penuh api amarah mendadak meredup, tergantikan oleh keraguan yang menyiksa. Cengkeramannya pada lenganku melonggar seiring dengan isak tangisku yang makin menderu. Kata-kataku seolah menjadi cermin yang memaksanya melihat betapa mengerikan sosoknya saat ini. Ia menatap mataku yang basah, dan untuk satu detik yang
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Bab 44
Aku menatap mata Shaka, mencari celah kewarasan yang mungkin masih tersisa di balik iris gelapnya. Namun yang kutemukan hanyalah obsesi yang telah membeku. Pisau lipat di tangannya berkilat tertimpa lampu temaram kamar, seolah ikut mengancam eksistensiku."Mas, tolong lepaskan aku." bisikku, air mata mulai menggenang, mengancam riasan pengantin yang susah payah diaplikasikan selama berjam-jam tadi pagi. "Aku harus kembali.""Kembali?" Alis Shaka naik, ia memandangku dengan tatapan mencemooh. "Apa aku nggak salah dengar Sekar? Kamu mau kembali kepada Mahesa?"Shaka melangkah mendekat, ujung pisau itu kini beralih dari genggamannya dan mulai menelusuri pinggiran gaun pengantin putih gading yang kukenakan. Suara gesekan logam pada kain brokat halus itu terdengar seperti jeritan tertahan di telingaku.''Kamu pikir Mahesa bisa membantumu menghancurkan Ayahmu dan Rena?" Shaka tersenyum sinis. "Kamu naif."Ia menarik pisaunya dari bawah ke atas. Suara robekan renda terdengar di ruangan yang
Last Updated: 2026-08-14
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status