Suamiku Monster Berwajah Malaikat
Semua orang mengenal Adrian sebagai pria sempurna, tampan, kaya, lembut, dan suami idaman yang tak pernah menyakiti siapa pun. Namun, hanya Alya, istrinya, yang mengetahui bahwa di balik senyum hangat itu tersembunyi sosok manipulatif dan kejam yang mampu menghancurkan hidup orang lain tanpa meninggalkan jejak. Pernikahan mereka berubah menjadi penjara, sementara setiap usaha Alya untuk melarikan diri selalu digagalkan. Saat rahasia kelam masa lalu Adrian mulai terungkap, Alya sadar dirinya bukan korban pertama. Kini ia harus memilih bertahan di sisi monster berwajah malaikat atau mempertaruhkan nyawanya demi mengungkap kebenaran sebelum semuanya terlambat.
Read
Chapter: Bab 101: Orang yang Memilihku“Buka semuanya,” ujar Adrian sambil berdiri di depan cahaya putih yang berputar di tengah kuil. [MEMORI TERAKHIR AKAN DIBUKA.] [PERINGATAN: IDENTITAS DAN KESADARAN DAPAT TERPENGARUH.] Adrian mengepalkan tangan. “Aku sudah memilih,” jawab Adrian tegas. Cahaya putih langsung meledak. Dalam sekejap, Adrian berada di sebuah tempat yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Langit berwarna merah gelap, tanah dipenuhi simbol kuno, dan di tengah tempat itu berdiri sebuah altar raksasa. Di atas altar terdapat bayi. Adrian menatap dirinya sendiri. “Itu aku,” ujar Adrian. Di samping altar berdiri Aryan dan ibunya. Namun mereka bukan satu-satunya orang di sana. Kaelvar juga hadir. Di hadapan mereka berdiri sosok tinggi berjubah putih. Adrian tidak bisa melihat wajahnya. “Siapa dia?” tanya Adrian. Suara dari dalam ingatan menjawab. “Dialah pencipta kehendak inti purba,” jawab suara tersebut. Adrian menatap sosok itu. “Jadi dia yang memilihku?” tanya Adrian. Sosok berjubah putih me
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Bab 100: Kenangan yang Berbohong“Kenangan pertama yang kulihat adalah kebohongan?” tanya Adrian sambil berdiri di tengah Kuil Penjaga Pertama. Suara ibunya kembali terdengar dari dalam pikirannya. “Jangan percaya apa pun yang menunjukkan ayahmu sebagai pembunuhmu,” jawab suara ibunya. Adrian menatap ruangan luas di hadapannya. “Kalau begitu, tunjukkan kebenarannya kepadaku,” ujar Adrian. Simbol-simbol kuno di dinding mulai menyala. [KEHENDAK SANG PENJAGA TERDETEKSI.] [MEMORI TERKUNCI TERSEDIA.] [RISIKO KERUSAKAN KESADARAN: TINGGI.] Adrian menarik napas panjang. “Buka memorinya,” perintah Adrian. Cahaya putih menyelimuti tubuhnya. Dalam sekejap, Adrian kembali melihat masa lalu. Ia melihat Aryan berdiri di sebuah ruangan gelap. Di hadapannya terdapat seorang bayi. Bayi itu adalah dirinya. Aryan mengangkat sebuah benda tajam. Adrian membeku. “Ayah...” ujar Adrian. Dalam ingatan, Aryan perlahan mengangkat tangannya. “Aku harus melakukan ini,” ujar Aryan. Adrian menatap adegan tersebut dengan dada b
Last Updated: 2026-09-21
Chapter: Bab 99: Kuil Penjaga Pertama“Siapa orang yang menyebabkan ibuku menyembunyikan kehendaknya?” tanya Adrian sambil menatap Kaelvar. Kaelvar terdiam beberapa saat. “Jawabanku tidak akan mengubah apa yang harus kau lakukan,” ujar Kaelvar. Adrian melangkah mendekat. “Jangan menghindar,” bentak Adrian. “Aku sudah cukup lama hidup dalam kebohongan.” Kaelvar menatap mata Adrian. “Orang itu adalah Darvaz,” jawab Kaelvar. Adrian membeku. “Darvaz?” tanya Adrian. “Ya,” jawab Kaelvar. “Namun Darvaz bukan satu-satunya orang yang terlibat.” Adrian mengepalkan tangannya. “Lalu siapa yang membawanya sekarang?” tanya Adrian. “Penjaga Awal,” jawab Kaelvar. Adrian langsung berbalik menuju lorong. “Kita pergi ke Kuil Penjaga Pertama,” ujar Adrian. Alya menyusul. “Aku ikut denganmu,” ujar Alya. Adrian mengangguk. “Kali ini aku tidak akan membiarkan siapa pun memisahkan kehendak ibuku dariku,” jawab Adrian. Mereka bergerak melewati lorong kuno. Semakin jauh Adrian melangkah, semakin kuat denyutan inti purba di dalam
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 98: Mereka yang Memburu Kehendak Ibu“Siapa yang mencari ibuku?” tanya Adrian sambil menatap lorong gelap. Langkah kaki semakin terdengar jelas. Inti purba di dalam tubuh Adrian berdenyut keras, sementara simbol putih dari Kehendak Sang Penjaga memancarkan cahaya. [PERINGATAN.] [TIGA ENTITAS PURBA TERDETEKSI.] [TARGET UTAMA: KEHENDAK SANG PENJAGA.] Adrian mengangkat tangan. “Kalau mereka datang untuk mengambil sesuatu dari ibuku, mereka harus melewatiku terlebih dahulu,” ujar Adrian. Alya berdiri di belakangnya. “Adrian, jangan menghadapi mereka sendirian,” ujar Alya. Adrian menoleh sebentar. “Aku tidak sendirian,” jawab Adrian. “Tapi aku yang harus menghadapi mereka.” Tiga bayangan perlahan muncul dari ujung lorong. Mereka mengenakan jubah hitam dengan simbol lingkaran putih di dada. Kaelvar langsung memperlihatkan ekspresi serius. “Penjaga Awal,” ujar Kaelvar. Adrian menatap ketiga sosok itu. “Jadi mereka yang memburu kehendak ibuku?” tanya Adrian. Sosok pertama melangkah maju. “Kehendak itu bukan mili
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 97: Kehendak Sang Penjaga“Apa kemampuan yang baru saja bangkit dalam tubuhku?” tanya Adrian sambil menatap tulisan sistem yang melayang di hadapannya. [KEHENDAK SANG PENJAGA — AKTIF.] [FUNGSI: MELINDUNGI KESADARAN PEMILIK DARI DOMINASI INTI PURBA.] [SUMBER: WARISAN DARAH IBU.] Adrian mengepalkan tangan. “Jadi ini adalah kehendak yang ditinggalkan ibuku,” ujar Adrian. Alya memandang Adrian dengan cemas. “Apakah kemampuan itu berbahaya bagimu?” tanya Alya. Adrian menggeleng perlahan. “Aku belum tahu,” jawab Adrian. “Tapi untuk pertama kalinya, aku merasa ada sesuatu di dalam diriku yang benar-benar berasal dari keluargaku.” Kaelvar tiba-tiba melangkah maju. “Matikan kemampuan itu,” perintah Kaelvar. Adrian langsung menatapnya. “Kenapa?” tanya Adrian. “Karena jika kehendak penjaga bangkit sepenuhnya, inti purba tidak akan lagi menjadi satu-satunya kekuatan yang menguasai tubuhmu,” jawab Kaelvar. Adrian tersenyum tipis. “Bukankah itu kabar baik?” tanya Adrian. “Tidak,” jawab Kaelvar. “Itu adalah
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: Bab 96: Wajah yang Disembunyikan Cahaya“Pulanglah ke mana?” tanya Adrian sambil berhenti di tengah ruangan putih. Suara dari inti purba tidak menjawab. Adrian menatap sekeliling. Tidak ada lorong, tidak ada dinding batu, bahkan tidak ada bayangan Kaelvar atau Alya. Ia berdiri sendirian di tempat yang dipenuhi cahaya putih. “Jangan tinggalkan aku dengan pertanyaan seperti ini,” ujar Adrian sambil menyentuh dadanya. [KEHENDAK PENGUASA INTI AKTIF.] [SEGEL MEMORI: 89%.] Adrian menarik napas panjang. “Kalau ini ingatanku, aku akan melihatnya sampai selesai,” ujar Adrian. Cahaya di hadapannya berubah. Sebuah rumah sederhana muncul. Adrian melihat Aryan berdiri di depan pintu sambil menggendong bayi. Di sampingnya berdiri seorang wanita. Wajah wanita itu masih tertutup cahaya. “Ibu,” ujar Adrian pelan. Wanita itu menatap bayi dalam pelukan Aryan. “Apakah dia akan baik-baik saja?” tanya wanita itu. “Jika inti purba menerima tubuhnya, dia akan hidup,” jawab Aryan. Wanita itu menundukkan kepala. “Kalau inti itu meno
Last Updated: 2026-09-19