Chapter: Bagian 6: Butuh Pembuktian?Aroma parfum mahal dan denting halus gelas kristal menyambut langkah Bella saat ia melewati pintu ganda aula makan kediaman utama keluarga Arkanata.Gaun malam berlengan panjang berwarna biru gelap pilihan tim Daren melekat pas di tubuhnya, menutupi memar di lengan yang mulai memudar.Namun, balutan kemewahan itu tak mampu mengikis rasa canggung yang merayap di dada.Di sampingnya, Daren berjalan dengan postur tegap.Pria itu mengenakan setelan jas hitam kaku.Saat memasuki ruangan, Daren melingkarkan jemarinya di pinggang Bella, sentuhan yang terukur dan dingin, persis seperti yang tertulis dalam pasal sandiwara profesional mereka.Bella sempat tersentak, tetapi memaksakan diri untuk tetap tenang. Wajah Daren di sampingnya tetap datar, menyalurkan tekanan tak kasat mata agar Bella tak merusak peran."Ingat, Bella," bisik Daren sangat pelan, mendekatkan bibirnya ke telinga Bella di tengah keriuhan musik klasik. "Cukup berdiri di sampingku, jawab seperlunya, dan biarkan aku yang mengen
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-19
Chapter: Bagian 5: Kontrak PerjanjianTiga hari setelah insiden di lorong VIP, kehidupan Bella di Rumah Sakit Arkanata Utama berjalan dalam ritme yang teratur namun penuh tekanan.Di bawah penanganan tim hukum keluarga Arkanata, para penagih utang tidak lagi meneror ponselnya. Namun, bayang-bayang Dimas yang sewaktu-waktu bisa nekat masih membayangi pikirannya.Pagi itu, sebelum jam visite dimulai, Daren memanggil Bella ke ruang kerja privatnya.Tidak ada berkas medis atau tablet data pasien di atas meja mahoni pria itu.Hanya ada dua jilid dokumen tebal bertulisan Perjanjian Kerjasama Khusus yang dijilid rapi dengan sampul hitam.Daren duduk di balik mejanya, menyandarkan punggung dengan gestur yang tenang namun memancarkan dominasi mutlak. Sepasang mata hitamnya menatap Bella yang berdiri di seberang meja."Duduk, Bella," perintah Daren datar.Bella menarik kursi kayu berukir itu dan duduk dengan gerakan canggung. Jemarinya tertaut rapat di pangkuannya. "Ada laporan riset yang salah, Dokter?""Ini bukan tentang riset,"
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-19
Chapter: Bagian 4: Langkah Tegas DarenSeluruh darah di tubuh Bella seolah mengalir turun ke kaki. Wajahnya yang semula agak berseri pasca-penanganan darurat pasien kini berubah pucat pasi."Siapa pria itu?" tanya Daren datar."Dokter... saya mohon maaf. Saya akan menyelesaikannya di luar," bisik Bella panik.Tanpa menunggu jawaban Daren, Bella setengah berlari keluar dari kamar 402 menuju lorong utama.Di depan meja perawat, Dimas berdiri dengan pakaian kusam dan mata merah yang liar.Dua orang satpam rumah sakit tampak mencoba menahannya, tapi Dimas terus mengamuk, sembari menepis tangan petugas security."Dimas! Berhenti!" seru Bella dengan suara parau.Kemudian menghampiri suaminya dan mencoba menarik lengan pria itu menjauh dari kerumunan staf medis yang mulai berbisik-bisik. "Ini rumah sakit, Dimas! Jangan bikin keributan di sini!"Dimas berbalik cepat, kemudian menyambar pergelangan tangan Bella dan mencengkeramnya begitu kuat hingga Bella meringis menahan sakit."Akhirnya keluar juga kamu!" bentak Dimas tepat di de
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-17
Chapter: Bagian 3: Pujian TerselubungKeesokan paginya.Tepat pukul lima lewat empat puluh lima menit, Bella sudah berdiri di koridor lantai empat gedung riset RS Arkanata Utama.Suasana lantai ini jauh lebih sepi dibandingkan bangsal perawatan biasa. Hanya ada deretan laboratorium, ruang simulasi bedah, dan kantor privat jajaran dokter spesialis senior.Pintu kaca tebal bertuliskan Neuroscience Research Lab terbuka secara otomatis.Di dalam ruangan beraroma antiseptik yang dingin itu, Dokter Daren sudah berdiri di depan papan tulis kaca interaktif, membelakangi pintu.Pria itu sudah mengenakan kemeja biru tua yang digulung hingga siku dan jas dokter putih yang kaku."Kamu terlambat dua menit dari waktu persiapan," ucap Daren tanpa menoleh.Bella langsung tersentak lalu melirik jam dinding yang menunjukkan pukul lima lewat lima puluh delapan menit. "Maaf, Dokter Daren. Saya pikir jam enam—""Persiapan tim medis dimulai sepuluh menit sebelum jadwal utama," potong Daren tegas.Pria itu kemudian berbalik dan memutar tubuhnya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-17
Chapter: Bagian 2: Tugas Kedua“Ta-tapi, Dokter… tolong jangan pecat saya. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini,” lirih Bella dengan mata membola karena terkejut mendengar pemecatan tersebut.“Tidak ada kata tapi. Pemecatanmu akan segera diproses oleh pihak administrasi rumah sakit. Sekarang keluar dari ruanganku,” titah Daren tanpa menoleh lagi ke arah Bella.Bella enggan keluar dari ruangan itu sebelum Daren berubah pikiran atau setidaknya memberinya simpati walau hanya sedikit.“Dokter. Saya rela melakukan apa saja asalkan dokter tidak memecat saya. Saya mohon, Dokter. Berikan saya pekerjaan paling berat sekalipun di sini saya akan menerimanya!” mohon Bella sambil merapatkan kedua tangannya.“Saya butuh pekerjaan ini, Dokter,” lirih Bella putus asa. “Saya mohon.” Mengingat utang suaminya karena judi sangat banyak, biaya tagihan ICU ibunya, dan biaya sekolah adiknya semuanya yang bayar adalah Bella.Andai Bella dipecat, ke mana lagi Bella harus mendapatkan uang di jaman yang sudah sangat sulit mencari pekerjaan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-17
Chapter: Bagian 1: Batas Ambang Kematian“Cuma segini?” bentak Dimas yang sedang berdiri di ambang pintu, sembari menatap Bella dengan mata merah yang liar.Garis-garis wajahnya mengeras oleh emosi dan kecanduan judi daring yang makin parah.“Kamu itu perawat rumah sakit besar, Bella! Masa cuma ada uang tiga ratus ribu di dompetmu?”Sudut bibir Bella pecah, mengeluarkan darah segar yang asin saat lidahnya mengusap luka itu secara refleks.Rasa panas menjalar di pipi kirinya akibat hantaman telapak tangan Dimas, sang suami.Di atas lantai keramik kontrakan yang dingin, tas kerjanya tergeletak terbuka dengan isi yang berantakan.Isi dompetnya telah dikuras habis, beberapa lembar uang ratusan ribu hasil sisa gaji dan uang lembur minggu lalu kini berpindah tangan.“Itu uang sisa untuk makan minggu ini, Dimas,” bisik Bella.“Ibu butuh obat ICU, adiku butuh biaya sekolah, dan sementara kamu ambil semuanya untuk judi?”“Jangan sok menasihati aku! Kamu itu istriku. Tugasmu cari uang dan nurut sama suami!” Dimas menyambar kerah serag
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-17