author-banner
New Zeline
Author

Novel-novel oleh New Zeline

Kembalinya Sang Pembunuh Bayaran

Kembalinya Sang Pembunuh Bayaran

Asterion menyadari jika ia telah hidup kembali, namun alur hidupnya berbeda dari kehidupan sebelumnya, ia bahkan bertemu dengan gadis misterius bernama Luna yang memiliki energi magis sama seperti dirinya. Selama mereka berkelana bersama mencari kekuatan, banyak misteri kehidupan lalu yang akhirnya terkuak. Bagaimanakah kisah Asterion setelah mengetahui kebenaran di balik kehidupannya? Akankah ia masih terus berpegang pada dendam yang disimpan atau melupakan segala rasa sakit dan memulai kehidupan barunya.
Baca
Chapter: Dua kubu
Asterion bergerak dengan cepat menembus dinginnya malam, dua bilah pedang pendek sudah siaga di tiap genggaman tangannya. Ia berlari di atas atap-atap rumah tanpa meninggalkan suara sedikitpun. Gerakannya sangat halus hingga angin di sekelilingnya terasa begitu samar, Kemampuannya semakin meningkat dibanding dengan kehidupan lamanya, apalagi ia telah mendapatkan banyak energi spiritual baru. Sementara itu, di sebuah area lapang di sudut kota. Dua kelompok saling berhadapan. Mereka semua berdiri membawa senjata masing-masing. Suasana tegang menyelimuti udara di sekitar mereka. “Hei bajingan kecil. Lebih baik kau menyerah dan bawa kumpulan tidak berguna ini pergi dari kota. Bangsawan jatuh sepertimu yang tidak pernah merasakan kerasnya dunia, mencoba untuk merangkak menjadi gangster? Jangan mimpi.” Berthold sang ketua geng itu melontarkan ejekan. Suara tawa menggelegar di sekitar mereka. “Bukankah kita akan tau siapa pecundangnya jika pedang kita beradu!” ungkap Nathan, ia tak terpro
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Menuju Kota Pelabuhan
Setelah orang-orang itu pergi, Asterion mengajak Luna untuk segera pergi meninggalkan tempat itu. Sekarang tujuan mereka adalah kota pelabuhan di ujung barat kekaisaran.Sebuah kota yang sangat ramai, dan dipenuhi oleh hiruk pikuk manusia dengan segala kebisingannya. Butuh waktu setengah bulan perjalanan hingga mereka bisa mencapai kota pelabuhan itu. Selama perjalanan Asterion terus melatih dirinya, sementara Luna sibuk membiasakan diri dengan suasana baru di sekitarnya. Sebelum mencapai kota, mereka singgah di sebuah kedai kecil di pinggir jalan. Asterion ingin mencari informasi sekaligus melihat situasi di dalam kota saat ini. “Ingat kata-kataku, di depan orang lain kau harus memanggilku kakak, oke?” ucap Asterion mengingatkan. Luna memutar matanya malas, ia sudah sering mendengar kalimat itu keluar dari mulut Asterion. “Aku tau,” jawabnya malas. Asterion memelototinya. Luna segera meralat ucapannya. “Aku tau, kakak,” ucapnya dengan penuh penekanan. Asterion mengangguk puas. Me
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Kitab Ilahi Didapatkan
Dikehidupan sebelumnya, ia membutuhkan waktu berbulan-bulan pelatihan untuk menahan tekanan ini, sementara Luna melakukannya secara alami. Semakin banyak pertanyaan muncul, dan semakin sedikit jawaban yang ia miliki.Bagian dalam kuil sangat gelap. Asterion menyalakan obor yang tergeletak di lantai, obor itu masih bisa menyala, cukup untuk penerangan mereka berdua.“Jangan jauh-jauh dariku!” seru Asterion memperingatkan. “Aku tau,” jawab Luna. Ia segera memposisikan dirinya di belakang Asterion, mengikuti setiap langkahnya agar tidak terpisah. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat yang ingin mereka tuju. Asterion bisa melewati segala jebakan yang ada di depan matanya, bahkan mengalahkan beberapa penjaga yang menghalangi mereka, sampai akhirnya Asterion dan Luna tiba di bagian utama dari reruntuhan itu. Di sana tidak hanya ada sebuah cahaya redup aneh yang menerangi ruangan, tapi juga terdapat sebuah buku yang melayang di atas sebuah altar. “Akhirnya,” gumam Ast
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Kitab yang Memilih Tuan
“ … jangan terlalu percaya padaku,” ucap Asterion sambil menatap kosong pemandangan diluar jendela. Ia teringat seberapa kejam apa yang ia lakukan. Ia menghabisi orang lain tanpa pandang bulu, dan semua itu atas perintah dari orang itu. Ia mengira semua yang ia lakukan adalah demi kebenaran dan kelangsungan hidupnya. Jika ia tidak bertindak kejam, maka orang lain akan meremehkannya dan menghancurkannya lebih dulu. Luna menggeleng kecil, walaupun ia tidak bisa melihat raut wajah Asterion sekarang, ia seolah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Asterion. Dengan percaya diri Luna mendekat ke arah Asterion, memeluk punggung itu dengan lembut, seolah mencoba menenangkan. “Instingku tidak pernah salah,” ucap Luna. Kalimat itu membuat Asterion tidak bisa berkata apa-apa. Ia melepaskan pelukan luna perlahan, dan berbalik menatap kedua mata emasnya dengan penuh rasa penasaran. Entah apa yang ada di dalam kepala gadis itu, ia bahkan mengikutinya tanpa rasa takut sedikitpun. “Sebelum
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Jejak Takdir yang Berubah
“Gadis itu milik kami,” gumam salah seorang pembunuh. “Jangan harap bisa selamat hidup-hidup.”Asterion menangkap pisau kecil yang dilemparkan dengan tangan kosong, kemudian membengkokkannya dengan sangat mudah. Kekuatan fisiknya sangat kuat, berbanding terbalik dengan kondisi tubuhnya yang tampak seperti remaja biasa.“Kalian ingin membunuhku?” tanya Asterion dengan nada sinis. “Mimpi,” lanjutnya lagi. Tatapan mata para pembunuh itu melebar. Mereka tampaknya tertipu oleh penampilan luar Asterion. Mereka saling pandang satu sama lain sebelum akhirnya menghilang seperti asap. Suasana kembali sunyi, hanya tersisa hembusan angin malam yang berhembus dingin di atas atap-atap reyot Black Hollow. Asterion berdiri tenang, sementara beberapa sosok berjubah hitam mengepung mereka dari segala arah. Mereka menyembunyikan hawa keberadaan mereka dengan sangat lihai, langkah kaki mereka hampir tanpa suara, ciri khas pembunuh terlatih.“Mau bermain petak umpet denganku?” tanya Asterion mencibir.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Kebangkitan di Tanah Buangan
Bau lembap dan busuk menusuk hidungnya. Asterion membuka mata dengan napas tersendat, seolah paru-parunya baru saja berhenti dipaksa kembali bekerja setelah lama mati. Langit kelabu menggantung rendah di atas kepalanya, tertutup asap tipis dari cerobong-cerobong reyot kawasan kumuh. Suara gaduh memenuhi telinganya. Pedagang berteriak, anak-anak menangis, logam beradu, dan langkah kaki orang-orang yang hidup tanpa harapan.Ia membeku.“ … Ini ….” Tangannya gemetar saat menyentuh tanah berlumpur di bawahnya.Dingin. Nyata, bukan akhirat, bukan mimpi. Ingatan terakhirnya muncul seperti pisau yang ditarik perlahan dari luka lama. Pedang menusuk dadanya. Darah hangat mengalir. Tatapan pria yang ia percaya sepenuh hati, tuannya sendiri. Menatap tanpa emosi saat ia mati. Pengkhianatan.Asterion menarik napas panjang, lalu tertawa pelan. Tawa itu kering dan tanpa kebahagiaan. Ia meraba tubuhnya dengan penuh semangat. Hangat tubuh yang ia rasakan bukanlah kebohongan. “Aku … hidup,” ungkap Ast
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Anda juga akan menyukai
Terjebak di Negeri Dongeng
Terjebak di Negeri Dongeng
Fantasi · Ummu Nadin
6.2K Dibaca
Shen Xiao
Shen Xiao
Fantasi · Suheri
6.1K Dibaca
Legenda Dewa Racun
Legenda Dewa Racun
Fantasi · Murlox
6.1K Dibaca
My Imagine
My Imagine
Fantasi · Milabsa
6.1K Dibaca
DEMON HUNTING
DEMON HUNTING
Fantasi · LaLuna
6.1K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status