Chapter: BAB 7 - Makam RuntuhSeluruh makam kembali berguncang hebat hingga Aksa harus meregangkan kedua kakinya agar tidak kehilangan keseimbangan, sementara debu dan serpihan batu terus berjatuhan dari langit-langit dan membuat pandangannya hanya mampu menembus beberapa langkah ke depan.Di tengah kepulan debu itu, cahaya keemasan yang tadi sempat dilihatnya masih berkilau tidak jauh dari tempatnya berdiri. Aksa memicingkan mata untuk melihatnya lebih jelas dan entah kenapa warna cahaya tersebut langsung mengingatkannya pada sepasang mata keemasan lelaki tua yang baru saja ditemuinya di Myrt’al.Jangan-jangan itu...“Ambil benda itu. Kita tidak punya banyak waktu.”Suara berat yang dikenalnya membuat Aksa semakin yakin bahwa cahaya tersebut bukan sesuatu yang kebetulan berada di sana.Jadi benar...“Cih! Orang Tua ini...” Suara riang Kirlén segera menyela sebelum Aksa sempat bergerak. “Masih saja bilang ‘benda itu’. Bilang saja cincin. Dasar sok misterius.”Cincin?Aksa belum sempat mencerna ucapan itu ketika su
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: BAB 6 - Myrt'allPerlahan Aksa membuka mata dan mendapati hamparan putih tanpa batas kembali mengelilinginya. “Tempat ini lagi...” bisiknya pelan. Aksa baru hendak melangkah ketika butiran pasir bermunculan dari udara kosong beberapa langkah di hadapannya dan berputar semakin cepat hingga membentuk pusaran yang terus meninggi. Ia menahan napas ketika pasir itu perlahan menyusun sepasang kaki, tubuh, kedua lengan, hingga akhirnya membentuk sosok lelaki tua berjanggut panjang yang melayang beberapa jengkal di atas permukaan putih. Tubuhnya menyerupai manusia, tetapi butiran pasir terus mengalir di balik jubahnya, runtuh dari ujung lengan lalu kembali menyatu. Rambut dan janggut putihnya bergerak meski Aksa tidak merasakan embusan angin, sementara sebuah tongkat kayu tua tergenggam di tangan kanannya. Namun perhatian Aksa berhenti pada sepasang mata keemasan lelaki tua itu. Tatapannya begitu tenang hingga entah kenapa ia merasa sedang berdiri di hadapan seseorang yang telah hidup jauh lebih lama d
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: BAB 5 – Roh PusakaSuara itu menggema begitu jelas di dalam kepalanya hingga Aksa refleks bangkit sambil mengangkat katar di depan tubuhnya.“Siapa...?”Ia berputar sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, tetapi yang terlihat hanya bangkai Ghazzr beberapa langkah di depannya, pasir yang menghitam oleh darah, deretan pilar batu, pecahan dinding, serta lorong-lorong gelap yang tidak menunjukkan keberadaan siapa pun.“Siapa lagi itu? Jawab!”Bentakannya memantul di antara pilar sebelum perlahan menghilang tanpa balasan, membuat jemarinya semakin erat mencengkeram gagang katar sambil menunggu sesuatu muncul dari kegelapan.Beberapa saat berlalu, tetapi tetap tidak ada siapa pun.“Barusan aku jelas mendengarnya...”Aksa melirik katar di tangannya lalu kembali mengamati sekeliling. Suara itu terlalu jelas untuk sekadar salah dengar, tetapi setelah pertarungan melawan Ghazzr dan kehilangan begitu banyak darah, ia mulai bertanya-tanya apakah kepalanya sedang mempermainkannya.“Apa aku mulai berhalusina
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB 4 – Monster GhazzrTubuh makhluk itu panjang dan masif seperti batang pohon tua, seluruh permukaannya tertutup sisik cokelat kusam yang begitu menyatu dengan pasir hingga Aksa baru benar-benar melihat bentuknya setelah butiran-butiran yang menempel di tubuh itu luruh satu per satu.Kepalanya melebar di bagian belakang dengan moncong meruncing seperti mata panah, sementara sepasang mata kuning pucat menatap Aksa tanpa berkedip.“Hssss...”Aksa menahan napas ketika makhluk itu mendekatkan kepala dan mengembuskan udara panas ke wajahnya, membawa bau anyir darah dan daging busuk yang begitu menyengat hingga isi perutnya terasa naik ke tenggorokan.Tepat di bawah lehernya tumbuh sepasang kaki depan pendek namun tebal, dengan telapak lebar dan empat cakar hitam melengkung yang mencengkeram pasir kuat-kuat.“Ngh...!”Aksa berusaha menarik salah satu lengannya dari lilitan tubuh makhluk itu, tetapi gerakannya justru membuat tekanan di dada dan pinggang semakin kuat.Krekk...Rasa nyeri tajam langsung menusuk ru
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB 3 – Jangan Menyerah!Aksa mundur selangkah ketika retakan di bawah kakinya kembali berbunyi dan garis tipis yang semula hanya membelah pasir terus memanjang melewati bukit-bukit di kejauhan, tetapi saat ia berputar mencari tempat yang masih aman, retakan lain justru bermunculan ke segala arah hingga seluruh hamparan gurun seperti sedang terbelah.“Apa lagi ini...?”KRAAAKK!!Suara retakan yang jauh lebih keras mengguncang seluruh gurun. Bukit-bukit pasir di hadapannya pecah lebih dulu, disusul langit dan matahari yang ikut retak sebelum semuanya runtuh menjadi serpihan-serpihan putih, bahkan burung pemangsa yang tadi masih terbang di kejauhan ikut lenyap bersama dunia yang baru saja mengelilinginya.Aksa refleks mengangkat kedua tangan untuk melindungi wajah, tetapi gerakannya terhenti ketika melihat telapak tangannya sendiri yang kini kasar, penuh kapalan dan bekas luka. Ranting kayu yang tadi digenggamnya telah lenyap, begitu juga tubuh kecil dan pakaian masa kanaknya, berganti dengan tubuh serta pakaia
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: BAB 2 – Aku Ingin Menjadi Penakluk Gurun!“Hei, Monster Pasir! Kau tidak akan bisa mengalahkanku!”“Hyaattt!”Suara riangnya menggema di antara bukit-bukit pasir. Ia mengayunkan sebatang ranting kayu ke segala arah, sibuk bertarung melawan monster khayalannya."Rasakan ini… Aku akan tebas lehermu!""Ciiiaattt!"Ranting kayu di tangannya membelah udara."Kena!""Hahaha..."Ia mengangkat ranting kayunya tinggi-tinggi."Akhirnya!""Aku menjadi Penakluk Gurun!"Tepat setelah itu, sebuah bayangan besar melintas di atas tubuhnya.Ia spontan mendongak.Seekor burung pemangsa sedang berputar rendah di langit. Rentang kedua sayapnya begitu lebar hingga setiap kali melintas, bayangannya menyapu hamparan pasir di bawah."Wah... besar sekali."Burung itu terus berputar rendah di langit, seolah sedang mengawasi sesuatu."Aksa."Mendengar namanya dipanggil, Aksa langsung menoleh dan melihat Ayah berada di atas bukit pasir sambil menunggangi seekor K'luk yang mendengus pelan sebelum mengibaskan ekornya.Wajah Aksa langsung berseri ketika me
Last Updated: 2026-08-09