Ditinggal Kekasih, Dinikahi Sahabat Ayah
Eveline, mahasiswi bisnis semester akhir yang hamil karena kesalahan masa lalu, nyaris menggugurkan kandungannya demi mempertahankan mimpi keluarga. Hingga sahabat ayahnya, Kael, menghentikannya dan menawarkan pernikahan kontrak demi menyelamatkan reputasinya. Kael setia mendampingi selama tiga tahun penuh perjuangan.
Tiga tahun kemudian, saat Eveline mulai membuka hati pada Kael dan hidupnya tampak membaik, Alvaro—kekasih yang dulu pergi tanpa pamit—kembali membawa luka lama yang belum sembuh.
Namun kali ini, Eveline tak hanya berhadapan dengan cinta yang rumit, tapi juga ancaman nyata: keluarga Alvaro berusaha merebut hak asuh anaknya.
Di antara masa lalu yang menyakitkan, masa kini yang rapuh, dan masa depan yang tak pasti, Eveline harus memilih—bukan hanya siapa yang ia cintai, tapi juga siapa yang pantas menjadi ayah bagi buah hatinya.
อ่าน
Chapter: Bab 8. Badai yang Datang Tiba-tiba."Apa katamu? Siapa yang batalin pesanan, Geb?" Pikiran Eveline berputar cepat. Ia bahkan tidak berani menerka-nerka, sebab memang banyak pesanan aksesori dari orang-orang kalangan penting. "Lihat, Bu!" Geby memperlihatkan layar iPad-nya. "Tiba-tiba aja pihak Valencia membatalkan pesanan cincinnya. Mereka bahkan nggak kasih alasan apa pun." Mata Eveline membelalak, urat lehernya menegang. Cincin di tangannya ia remas kuat hingga ujung kukunya memutih. Cincin itu bukan sekadar perhiasan biasa. Ada dedikasi penuh dari para pengrajin hingga bisa menciptakan sepasang cincin yang begitu memukau. Namun, Valencia dan Alvaro bahkan tidak bisa menghargai itu. Eveline meletakkan kembali cincin tersebut ke dalam kotaknya. Napasnya yang sempat tersengal berangsur menenang. "Coba hubungi lagi. Sebenarnya mau mereka apa, sih?" "Baik, Bu." Geby bergegas mengirim pesan. Namun, setelah menunggu beberapa menit, tidak ada satu pun balasan. Geby menoleh dengan tatapan lesu, lalu perlahan menggelen
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-14
Chapter: Bab 7. Cinta yang Melebihi Ikatan Darah."Sienna ... kamu di mana, Sayang?" Dada Eveline seketika berdegup kencang. Matanya, menyapu ke sekeliling demi mencari keberadaan sang anak. Ia tidak peduli dengan hal lain. Kini ketakutan terbesarnya adalah keselamatan Sienna. Keamanan putri kecilnya adalah yang utama, dan Eveline tidak akan membiarkan siapa pun merenggut Sienna dari sisinya. "Sienna ... " rintihnya pelan. Pak Satpam yang mulai ikut panik melangkah mendekat. "Tenang dulu, Bu. Siapa tahu putrinya dijemput sama ayahnya?" "Nggak, Pak. Suami saya lagi sibuk. Dia juga udah bilang kalau nggak bisa jemput." Mendengar itu, Pak Satpam makin cemas. Ia mulai menyisir area sekitar, berharap menemukan keberadaan Sienna. Di tengah rasa paniknya, Eveline buru-buru mengambil ponsel. Dengan terpaksa ia menghubungi Kael, seseorang yang sebenarnya tidak ingin ia repotkan, karena ia tahu pria itu sedang memimpin rapat penting. "Halo, Kael?" "Iya, Eve. Ada apa?" sahut Kael. Nada suaranya terdengar agak parau. Eveline sempat ter
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-14
Chapter: Bab 6. Kisah Masa Lalu Membawa Petaka’Kurang ajar kamu, Eveline!’ Ternyata Valencia lah yang tak sengaja mendengar pembicaraan Eveline dan Alvaro. Tangannya sudah mengepal kuat-kuat, menahan amarah. ‘Nggak ada yang boleh rebut Alvaro dari aku, termasuk kamu, Eveline!’Valencia tidak menyangka bahwa Eveline adalah mantan kekasih Alvaro. Percakapan dua mantan kekasih itu benar-benar membakar api cemburu di hatinya.Selain terkenal sebagai gadis ambisius, Valencia memiliki gengsi tinggi. Dia tidak akan rela jika pria yang diinginkannya justru menginginkan wanita lain.Dari arah belakang, Geby menatap heran ke arah Valencia yang hanya berdiri di dekat pintu yang sedikit terbuka itu. "Kak, kok nggak masuk?"Valencia tersentak mundur beberapa langkah. Dia mengibas bajunya yang mengkerut dengan sikap angkuh."Nggak apa-apa, kok." Perlahan dia mendorong pintu ruang rapat.Begitu kakinya melangkah, sorot matanya langsung tajam mengarah ke Eveline. Tidak ada rona ramah sama sekali.Eveline sadar akan perubahan sikap Valencia, tet
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-10
Chapter: Bab 5. Pertemuan yang Membawa Luka Lama"Alvaro!" ucap Eveline lirih.Pandangan mereka saling mengunci. Beberapa detik waktu seakan berhenti. Napas Eveline kembang kempis berusaha menahan gejolak amarah di dadanya."Lho? Kalian saling kenal?" celetuk Valencia, tunangan Alvaro.Valencia menatap curiga ke arah Eveline dan Alvaro.Eveline tersentak dari lamunannya, kemudian buru-buru mengelak. "Oh! Nggak kok, Kak. Mana mungkin saya kenal. Saya kira tadi orang lain."Valencia mengangguk, tetapi hatinya masih ragu. Apa yang dilihatnya berbeda dengan yang diucapkan. Bahkan ia menangkap tatapan Alvaro seperti menatap seseorang yang sangat dia rindukan.Eveline mengulurkan tangan. "Saya Eveline, pemilik Galeri Perak Dante. Panggil saja Eve."Valencia menyambut uluran tangan Eveline. "Valencia."Namun, saat bersalaman dengan Alvaro, buru-buru Eveline menarik tangannya."Ayo masuk. Kita bahas pesanan cincin kalian," ucap Eveline berusaha tetap profesional.Valencia melangkah masuk dan duduk di kursi yang telah disediakan, sedangkan A
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-10
Chapter: Bab 4. Usaha yang Tidak Pernah Menghianati Hasil"Ini! Perjanjian nikah kontrak kita.”Di dalam mobilnya, Kael menyodorkan sebuah map cokelat. “Kalau ada yang kamu perlu tambah, tulis aja dalam surat ini."Eveline mengambilnya dengan ragu. Dengan hati berkecamuk, ia mulai membaca isi perjanjian kontrak. Di sana ada syarat yang sudah Kael tulis. Pertama, Kael berjanji tak akan menyentuh Eveline atau menuntut hubungan suami istri. Kedua, Kael akan bertanggung jawab penuh memenuhi kebutuhan Eveline dan bayinya. Sebagai gantinya, Eveline harus selalu mendampingi Kael di depan publik layaknya seorang istri.Eveline terdiam. Ia lalu menatap Kael seolah ingin mengatakan sesuatu, namun ragu."Mau bilang sesuatu? Kamu mau tambahin apa?" Kael memberikan sebuah pena."Aku cuma mau tanya," ucap Eveline ragu. "Soal perceraian?"Kael tersenyum tipis, senyum yang tak sampai ke matanya. "Soal cerai, itu terserah kamu, Eve. Kalau nanti kamu merasa cukup mampu dan siap hidup sendiri, kapan pun itu nggak masalah."Eveline meremas ujung map hingga ku
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-10
Chapter: Bab 3. Hancurnya Hati Seorang Ibu"Om siapa yang kamu maksud, Eve?"Dada Matilda, ibu Eveline, kembang kempis. Urat wajahnya menegang. Pikirannya mulai melayang membayangkan hal yang selama ini paling dia takutkan.Eveline pun sama terkejutnya dengan kedatangan sang ibu yang tiba-tiba. Ia tak menyangka sosok di depannya adalah ibunya sendiri."Ibu? Kok ... Ibu ada di sini?" elak Eveline berusaha mengalihkan pembicaraan.Tas yang ditenteng Matilda dijatuhkannya ke lantai dengan sentakan kuat.Bruk!Eveline tersentak mundur beberapa sentimeter."Nggak usah ngalih-ngalihin pembicaraan, Eve! Siapa yang kamu maksud Om-Om itu?!"Kedua netra Eveline bergerak cepat. Ia segera menunduk, menghindari kontak mata dengan sang ibu. "Itu ... Bu. Bapak kosan nagih uang sewa terus. Padahal aku udah bilang belum ada uang."Menghadapi interogasi sang ibu membuat rasa bersalah Eveline semakin memuncak. Terlebih jika membayangkan reaksi ibunya saat tahu ia hamil—bahkan pria yang menghamilinya kabur begitu saja.Kedua mata Matilda menyipit
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-10