author-banner
KaLu
KaLu
Author

Novels by KaLu

Dikhianati Suami, Aku Membuatnya Memohon Lagi

Dikhianati Suami, Aku Membuatnya Memohon Lagi

Bagi Anya, selembar surat cerai terlalu murah untuk membayar nyawa bayinya. Anya selalu mengira hidupnya sempurna. Raka, suami yang tampan dan sukses serta Rachel sahabat yang selalu ada untuknya. Sampai suatu malam, sebuah dokumen medis rahasia membongkar fakta yang memuakkan: keguguran yang hampir merenggut nyawanya enam bulan lalu bukanlah kecelakaan. Anya tidak menangis. Ia tidak melabrak mereka. Ia menonton suaminya meniduri sahabatnya sambil merancang skenario pembunuhan yang sempurna. Untuk membalas dendam, Anya rela bersekutu dengan iblis. Tapi, bagaimana jika iblis itu ternyata adalah satu-satunya pria yang benar-benar memujanya?
Read
Chapter: 7. Skakmat
Ciuman itu memabukkan. Panas, menuntut, dan dipenuhi oleh janji-janji kelam. Tangan Anya meremas kemeja hitam Nino, membalas lumatan pria itu dengan gairah yang selama ini terkubur di bawah topeng istri penurut. Untuk pertama kalinya sejak ia kehilangan bayinya, Anya tidak merasa hancur. Ia merasa hidup, memiliki kendali, dan sangat berbahaya.Suara beep nyaring dari arah laptop di atas meja memecah keheningan, memaksa mereka mengakhiri pergumulan itu.Nino menarik wajahnya perlahan, nafasnya sedikit memburu. Sosiopat itu menyeringai, mengusap bibir bawah Anya yang sedikit membengkak dengan ibu jarinya."Diselamatkan oleh alarm dekripsi," kekeh Nino dengan suara serak. Ia memutar tubuhnya, menarik kursi kerja, dan kembali menghadap layar monitor. "Mari kita lihat seberapa kotor suamimu yang terhormat itu, Sayang."Anya merapikan gaunnya, melangkah ke belakang kursi Nino, dan menatap layar monitor. Barisan kode hijau mengalir cepat sebelum berubah menjadi ratusan folder dengan nama-nam
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: 6. Eksekusi Dua Menit
Siang itu, Anya melangkah santai keluar dari lift VIP di lantai eksekutif Mahardika Group. Ia mengenakan gaun merah maroon dan dipadukan dengan sepatu hak tinggi.Penampilannya tampak sangat elegan, tapi ada rahasia besar di baliknya.Di balik rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai, sebuah alat komunikasi kecil (micro-earpiece) terpasang diam-diam di telinga kirinya. Sementara itu, satu tangannya berada di dalam tas, meraba sebuah flashdisk hitam legam yang akan menjadi senjata utamanya hari ini."Berjalanlah dengan dagu terangkat, Nyonya Mahardika. Semua orang di lantai itu sedang melihat betapa sempurnanya dirimu." SuaraNino mendengung rendah di telinganya. Pelan, berat, dan memancarkan dominasi yang membuat darah Anya berdesir. Ia memutar kenop pintu ruang kerja suaminya dan melangkah masuk tanpa mengetuk."Tepat waktu," sambut Raka. Pria itu berdiri, mengancingkan jas abunya, dan menghampiri meja tamu di tengah ruangan.Anya meletakkan barang bawaannya, matanya menelusuri ruan
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: 5. Membidik Sasaran
Pertanyaan Anya membuat Raka menelan ludah, lalu senyum kharismatik andalannya kembali terlihat."Merger itu... berjalan sangat lancar, Sayang," jawab Raka dengan nada selembut mungkin. "Tapi proses hukumnya masih panjang. Butuh waktu berbulan-bulan. Kenapa kamu tiba-tiba tertarik dengan urusan perusahaan? Biasanya kamu pusing dengar istilah bisnis.""Hanya ingin mengalihkan pikiran," Anya menundukkan pandangannya, memainkan ujung cangkir tehnya dengan raut wajah sendu. "Berada di rumah terus-menerus sering membuatku kembali mengingat bayiku, Mas. Aku merasa nyaris gila kalau hanya duduk diam."Rachel, yang sejak tadi menahan napas, buru-buru menimpali. "Kamu mau buka butik, Nya? Atau ikut yayasan amal lagi sama teman-teman arisanmu? Raka pasti dukung apa pun yang kamu mau. Iya ‘kan, Raka?""Tentu saja," Raka mengangguk cepat, tangannya terulur mengelus punggung tangan Anya. "Mas akan danai apa pun yang kamu butuhkan. Bersenang-senanglah.""Psikiater yang kuajak bicara secara daring m
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: 4. Topeng Sempurna
Anya tahu ini gila. Ia tahu ia sedang menjalin kesepakatan dengan iblis untuk mengalahkan iblis lain yang sudah menghancurkan hidupnya. Tapi, saat ia menatap mata Nino yang gelap dan penuh tuntutan itu, Anya sama sekali tidak merasa takut. Ia justru merasa... tertarik oleh kemungkinan kehancuran yang akan ia bawa pada Raka."Bagaimana jika aku tidak mau menjadi milikmu?" tantang Anya.Nino menarik napas dalam, matanya menatap bibir wanita itu dengan lapar. "Kau tidak punya pilihan. Kau sudah membakar jembatanmu sendiri. Raka tidak akan membiarkanmu hidup kalau dia tahu kau meretas iPad-nya. Satu-satunya tempat aman bagimu sekarang adalah di bawah perlindunganku."Pria itu menarik tengkuk Anya, menghapus jarak di antara mereka sepenuhnya. Ciuman Nino bukanlah ciuman yang lembut.Ciuman itu kasar, menuntut, dan penuh dengan dominasi yang membuat lutut Anya lemas. Tangan besar pria itu merambat turun, membelai lekuk tubuh Anya dengan posesif.Anya merasa frustrasi tetapi tak bisa mengaba
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: 3. Sang Sosiopat
Di tengah kegelapan apartemen studio rahasianya, Anya duduk mematung, mendengarkan derit ranjang yang berirama dari penyuara telinga yang ia kenakan.Di layar itu, Raka, suaminya yang karismatik dan diagungkan publik,sedang meniduri Rachel dengan beringas. Dan mereka melakukannya di atas ranjang pernikahan Anya. Di kamar utamanya.Anya tidak menangis. Waktu untuk air matanya sudah mati bersama bayinya. Ia hanya menyesap perlahan anggur merahnya, matanya tanpa berkedip mengikuti pergerakan tangan Raka di atas kulit telanjang Rachel. Di tangan kirinya, jemari Anya mencengkeram erat setumpuk kertas, kumpulan salinan obrolan iPad Raka dan hasil tes toksikologi laboratorium.Sebulan terakhir, setelah menemukan fakta memuakkan itu, Anya menggunakan seluruh sisa uang tabungan pribadinya untuk membeli perangkat penyadap dari sebuah situs gelap. Ia memasang kamera super kecil di ventilasi kamar utamanya dan mikrofon di ruang kerja Raka.Menonton desahan Rachel di layar sekarang, Anya hanya mer
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: 2. Darah di Atas Seprai Sutra
Pria itu mengukir senyum lebar yang sangat menawan. Ia berdiri, menghampiri Anya, dan merengkuh istrinya ke dalam pelukan hangat."Tentu saja aku senang, Sayang," bisik Raka tepat di telinga Anya, tangannya mengelus rambut istrinya dengan lembut. "Ini kabar paling luar biasa. Aku sangat bahagia."Anya membalas pelukan itu, memejamkan mata dengan lega saat air matanya kembali menetes. Ia merasa hidupnya sudah benar-benar sempurna.Setiap pagi dan malam, rutinitas Anya bertambah satu,menyeduh teh herbal beraroma chamomile dari Rachel."Baunya agak aneh, ya?" gumam Anya suatu pagi, mencium uap teh di cangkirnya.Rachel yang sedang duduk di kursi pantry hanya tersenyum tipis."Namanya juga obat herbal, Nya. Temanku bilang itu memang dari akar-akaran murni. Nggak enak di lidah, tapi bagus buat menguatkan rahimmu. Kamu mau anak kalian sehat, kan?"Mendengar kata 'anak kalian', semua keraguan Anya hilang. Ia meminum teh itu sampai tak tersisa.Minggu demi minggu berlalu. Bukannya merasa lebih
Last Updated: 2026-11-04
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status