author-banner
Thia Audy
Author

Novels by Thia Audy

Salah Kamar: Kakak Angkat Menolak Melepaskanku!

Salah Kamar: Kakak Angkat Menolak Melepaskanku!

Luna yang baru saja kehilangan kedua orang tuanya terpaksa harus tinggal bersama sahabat Ibunya yang merupakan keluarga konglomerat. Namun, kehadirannya di sana tak diterima dengan mudah oleh si putra sulung, Leon. Luna yang salah masuk ke dalam kamar Leon justru memicu ketertarikan satu sama lain yang tidak seharusnya terjadi. Walau berusaha mengelak, tanpa sadar keduanya sudah terpikat dengan pesona masing-masing.
Read
Chapter: Bab 6 : Membangunkan Leon
“Luna, Ibu bilang kan kamu nggak usah repot ikut-ikut masak. Itu ada Mbak banyak loh di belakang,” kata Sekar saat mengetahui Luna berada di dapur dan ikut memasak bersama para asisten rumah tangga. “Gapapa, Bu. Saya tuh suka banget masak. Dulu waktu Ibu saya masih hidup, saya juga suka bantuin Ibu masak,” balas Luna sambil tersenyum pedih teringat sang ibu. Tiba-tiba salah satu asisten rumah tangga ikut menyahut. “Udah kita larang juga, Bu. Tapi, susah dibilanginnya, jadi saya biarin aja.” Sekar menghela napas. “Kamu ini memang rajin sekali, Lun. Persis seperti Hilda.” Luna tersenyum. Ia memang suka sekali memasak, sejak kecil ia sudah sering membantu ibunya memasak di dapur. Sekarang meskipun sang ibu telah tiada, Luna tidak boleh berhenti memasak. Apalagi sekarang Luna hidup menumpang di rumah orang, setidaknya Luna harus membalas perbuatan baik itu. “Yaudah, Ibu nggak akan melarang kamu memasak lagi, t
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 5 : Masuk Ke Kamar Lagi
Kini semua mata memandangi Leon yang berdiri tegap di antara mereka. Tatapannya yang tajam dan mengintimidasi membuat teman-teman Luna akhirnya memilih pergi. Meninggalkan Luna dengan segala kekacauan di mejanya.Leon menatap Luna yang hanya menundukkan kepala. Tatapannya turun ke bawah pada baju Luna yang basah sampai mencetak lekuk tubuh bagian atasnya. Leon mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan menyadari semua pasang mata tengah memandangi mereka saat ini.“Ganti pakai baju ini.” Leon menyodorkan tas belanja tadi pada Luna. “Kita pulang sekarang.”Setelah itu, Luna bergegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Sementara Leon yang berhadapan dengan para pelayan. Leon membayar pesanan mereka, juga mengganti rugi atas kekacauan yang telah Luna perbuat. Saat Luna sudah selesai berganti pakaian, Leon sudah menunggu di depan restoran lalu mengajak Luna pergi dari sana.Sepanjang perjalanan Luna hanya bisa menundukkan kepalanya. Rasanya Luna malu sekali sudah membuat keributan
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 4 : Keributan Di Restoran
Suasana di dalam mobil terasa begitu hening. Hanya suara radio yang memenuhi mobil itu. Leon yang duduk di balik kemudi hanya fokus menyetir. Tatapannya lurus ke depan, sementara Luna yang duduk di kursi penumpang sampingnya memilih menatap keluar jendela. Tidak ada percakapan yang terjalin di antara mereka sepanjang perjalanan. Sampai kemudian mobil yang dikendarai mereka sudah tiba di depan mal. Lantas Luna mencoba memberanikan diri untuk berbicara pada Leon.“Mas Leon, kalau mau langsung pulang aja gapapa kok. Saya janji nggak akan mengadu ke Ibu,” ucap Luna.Leon pun menoleh ke arah Luna. Wajahnya begitu datar tanpa ekspresi, tetapi suaranya terdengar dingin. “Kamu pikir saya supir kamu?”Luna langsung menyahut dengan panik. “Nggak begitu maksudnya, Mas. Saya cuma nggak mau merepotkan Mas Leon.”“Sejak awal kehadiranmu memang sudah merepotkan.” Luna hanya bisa terdiam sambil menggigit bibirnya. Menahan rasa sakit yang timbul di dalam hatinya. Ketika mobil sudah berhenti di temp
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 3 : Ketegangan Di Meja Makan
Suasana di ruang makan sangat hening pagi ini. Hanya suara sendok yang menyentuh piring sesekali terdengar di antara mereka. Ketegangan mengelilingi ruangan itu, membuat udara terasa semakin berat. Luna menyantap sarapannya sambil menunduk sejak tadi, tak berani mengangkat kepalanya dan melihat Leon yang duduk di seberangnya. Kata-kata pedas Leon sebelumnya membuat Luna jadi segan pada lelaki itu. Sekar yang tak tahan dengan ketegangan di ruangan itu pun akhirnya memulai pembicaraan. “Leon, kamu masih ingat nggak sama Luna? Kalian itu udah beberapa kali ketemu loh waktu masih kecil.”Leon melirik sekilas pada Luna. “Nggak.”“Masa sih? Dulu tuh kamu suka gemes sama dia. Suka gendong-gendong dia. Lupa kamu?”“Dia nggak sepenting itu untuk diingat,” jawab Leon.Luna menelan makanannya dengan susah payah usai mendengar ucapan Leon. Kepalanya semakin menunduk, pegangannya pada sendok pun semakin mengencang.“Heh, kamu nggak boleh begitu! Mungkin kamu udah lupa karena sekarang Luna udah b
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 2 : Salah Masuk Kamar
“Apa yang kamu lakukan di kamar saya?”Luna terbelalak. “Hah? Kamarmu?!”Sontak saja Luna mengamati sekeliling kamar itu. Cahaya mentari membuatnya dapat melihat dengan jelas kondisi kamar itu. Di sudut ruangan terdapat sebuah meja kerja besar dengan laptop dan beberapa dokumen yang tertata rapi. Sebuah rak panjang berisi koleksi buku memenuhi salah satu dinding. Terdapat sofa panjang berwarna gelap yang bersandar rapi di dekat jendela. Semua itu memberikan kesan kamar ini telah berpenghuni.Luna menoleh lagi pada lelaki asing yang tampak lebih tua darinya. Menatap netra yang tengah menatap balik Luna dengan sorotnya yang tajam dan penuh intimidasi. Luna bertanya dengan terbata-bata. “Ini … kamar … Mas?”“Menurutmu?”Luna menutup mulutnya dengan kedua tangan saat menyadari kesalahannya. Seketika itu juga Luna diliputi rasa bersalah. Buru-buru Luna menundukkan kepala sambil bergumam, “Maaf, Mas. Maaf.”Kemudian Luna segera turun dari ranjang, lalu melangkah menuju pintu kamar sambil
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Bab 1 - Kepindahan
“Mulai sekarang rumah ini akan menjadi rumahmu, Luna.”Luna hanya diam tanpa ekspresi. Wajahnya terlihat pucat, matanya masih sembab dengan lingkaran menghitam yang mengelilinginya. Belum lama ini kedua orang tua Luna meninggal dunia. Sebuah truk mengalami rem blong dan menabrak rumah kontrakan yang ditinggalinya. Kedua orang tuanya yang sedang berjaga warung di depan rumah tewas di tempat. Beruntung saat itu Luna sedang di kampus sehingga nyawanya tidak ikut melayang.Kedua orang tuanya anak tunggal dan yatim piatu, membuat Luna tidak punya wali.Namun, tampaknya Luna masih dikasihi. Begitu Luna selesai mengurus pemakaman orang tuanya, Bu Sekar, sahabat sang ibu, menawarkan Luna untuk tinggal bersamanya. Bahkan bersedia mengangkat Luna sebagai putrinya.Karenanya, di sinilah dia sekarang.“Ayo, sini masuk, Luna! Jangan sungkan! Anggap aja ini rumahmu sendiri,” ujar Sekar dengan nada lembut keibuan.Luna melangkah masuk ke dalam rumah Bu Sekar dengan ragu. Rumah itu bergaya arsitek
Last Updated: 2026-09-17
You May Also Like
Sang Sekretaris
Sang Sekretaris
Romansa · Kanietha
271.7K views
Di Ujung Senja
Di Ujung Senja
Romansa · Selfie Hurtness
266.2K views
ISTRI MUDA AYAHKU
ISTRI MUDA AYAHKU
Romansa · Jemyadam
265.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status