Chapter: Bab 81 : Perasaan TerlarangRencana Luna untuk menghindari Leon benar-benar berantakan. Sekeras apa pun Luna berusaha menghindar, Leon selalu mempunyai seribu satu cara untuk mendekatinya. Seperti yang terjadi pagi ini, Luna sedang sibuk memasak di dapur, tetapi Leon malah menontonnya memasak di dapur. “Kamu hebat sekali bisa memasak, Luna,” komentar Leon. Ia duduk di kursi tinggi sambil menopang dagunya di atas kitchen island. “Hebat apanya? Ini sih kemampuan dasar perempuan,” balas Luna dengan suara yang sedikit ketus. “Tapi tidak semua perempuan bisa memasak, dan kamu satu di antaranya yang bisa memasak. Itu hebat,” ucap Leon. Luna hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan Leon. “Mas Leon, tumben banget mau nontonin kita masak,” kata Mbak Narti dengan suara menggoda. “Siapa bilang saya ingin menonton kalian memasak?” Leon pun mendengkus. “Saya ingin menonton Luna memasak.”Sontak saja Luna yang mendengarnya terkejut karena Leon dengan tidak malunya mengucapkan hal itu di depan para asisten rumah tangg
Huling Na-update: 2026-11-02
Chapter: Bab 80 : Perasaan Yang SamaSuara Bu Sekar pun membuat ciuman Luna dan Leon pun terlepas. Mata Luna terbelalak panik takut ketahuan oleh ibu angkatnya, ia mendorong tubuh Leon menjauh. Sementara itu, Leon tampak lebih tenang. “Aduh, gimana ini?” Luna bergumam pelan, kedua tangannya menutup mulutnya sendiri sambil memandangi pintu kamarnya yang masih tertutup. Lalu ia menoleh pada Leon yang memasang wajah tanpa dosa. “Ini semua gara-gara, Mas!”Leon menaikkan sebelah alisnya dan membalas dengan suara yang pelan juga. “Kok jadi gara-gara saya?”“Ya iyalah. Gara-gara Mas mendobrak pintu, Mama jadi samperin ke kamarku!” sahut Luna jengkel. “Semua itu tidak akan terjadi kalau kamu langsung membuka pintunya,” balas Leon dengan santai. “Terus sekarang gimana ini? Ada Mama di depan. Kalau Mama tau Mas Leon ada di kamarku gimana?” tanya Luna dengan panik. “Luna? Kamu di dalam, kan?”Mata Luna semakin terbelalak saat suara Bu Sekar yang kembali terdengar. Apalagi saat melihat gagang pintu yang mulai bergerak, ia baru
Huling Na-update: 2026-11-01
Chapter: Bab 79 : Menyatakan PerasaanKeesokan harinya Leon keluar dari kamarnya, ia menoleh ke arah kamar Luna yang tertutup rapat. Kemudian Leon melanjutkan langkahnya turun ke lantai satu. Ia langsung menuju ruang makan dan dapur, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. “Kamu cari Luna?” Bu Sekar seolah dapat membaca pikiran Leon. “Luna udah berangkat pergi tadi pagi-pagi banget.”Kening Leon pun berkerut mendengarnya. “Pergi ke mana, Ma?”Bu Sekar mengangkat kedua bahunya dan menjawab, “Katanya mau cari referensi buat skripsinya.”Leon menundukkan kepala dan mengembuskan napas kasar. Pasti Luna sengaja pergi pagi-pagi sekali untuk menghindarinya. Ini sudah kesekian kalinya Luna menghindarinya, seharusnya Leon sudah menduga hal ini akan terjadi.Sial, padahal sebelumnya mereka baik-baik saja. Ini semua karena ciuman itu!“Apa semua baik-baik saja, Leon?” Bu Sekar menatap Leon dengan curiga. Ekspresi wajah putra sulungnya itu tampak aneh, begitu juga dengan sikap Luna tadi pagi. “Kalian nggak berantem, kan?”“Ngga
Huling Na-update: 2026-10-31
Chapter: Bab 78 : Menjadi CanggungCiuman itu berlangsung cukup lama. Leon baru melepaskan ciumannya usai merasakan dorongan kecil dari Luna yang kehabisan napas karenanya. Leon menempelkan dahinya pada dahi Luna, matanya memperhatikan wajah Luna yang sudah memerah seperti kepiting rebus dengan napas yang terengah-engah.Luna yang menyadari sedang diperhatikan pun mendongak dan menatap mata Leon. Pipinya semakin bersemu kemerahan saat tatapannya jatuh pada bibir Leon yang baru saja menciumnya. Seketika itu juga Luna tersadar dan segera bangun dari posisinya. Luna berpindah duduk di tempatnya semula dan langsung membuang muka ke arah lain. Leon berdeham. “Luna, soal tadi–”Sebelum Leon menyelesaikan ucapannya, Luna langsung memotong ucapannya dengan cepat sambil menunjuk kaca jendela. “Eh, lihat deh itu wahana arung jeram kelihatan dari sini. Seru banget kayaknya.”Leon pun mengurungkan niatnya untuk membicarakan ciuman tadi. Luna terus saja bicara tanpa henti, seolah tidak membiarkan Leon membicarakan apa yang baru sa
Huling Na-update: 2026-10-31
Chapter: Bab 77 : Ciuman PertamaWahana yang pertama kali mereka naiki adalah Baling-Baling. Wahana ini memiliki kursi-kursi yang bergerak memutar sambil terangkat ke udara. Gerakannya memberikan sensasi berputar dan melayang. Antrean wahana itu cukup panjang, tetapi karena Leon membeli tiket premium jadi mereka tidak perlu antre. Mereka hanya perlu menunjukkan gelang premium yang mereka kenakan, lalu langsung dipersilakan masuk ke area wahana.“Semua orang pada lihatin kita dengan sinis, Mas. Aku jadi nggak enak langsung naik duluan,” ujar Luna sambil melirik ke arah orang-orang yang tengah berbaris mengantre. “Nggak usah dipedulikan. Ini memang fasilitas yang pantas kita dapatkan karena kita udah bayar lebih mahal daripada mereka,” sahut Leon dengan santai. “Enak ya kalau punya uang bisa naik duluan tanpa antre,” gumam Luna sambil terkekeh kecil.Leon mendengkus. “Ya, makanya harus kerja keras biar punya uang yang banyak.” Kemudian mereka langsung naik ke kursi wahana yang telah disediakan. Setelah petugas memas
Huling Na-update: 2026-10-30
Chapter: Bab 76 : Jalan-jalan BerduaSinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela menyilaukan mata Luna yang masih terpejam rapat. Perlahan mata itu terbuka dan mengerjap beberapa kali. Matanya terasa sedikit perih, mungkin karena semalam ia menangis cukup lama. Beruntung ada Leon yang menemaninya, dan terus berusaha menenangkannya.Sudut bibir Luna sedikit terangkat saat mengingat Leon. Hatinya menghangat mengingat setiap usaha yang Leon lakukan untuk menghiburnya. Sungguh Luna tidak menyangka lelaki yang dingin kepadanya, bisa menjadi lelaki yang begitu hangat kepadanya.“Luna?”Tepat ketika Luna memikirkan Leon, suara lelaki itu serta ketukan pada pintu terdengar dari luar kamarnya. Lantas Luna bangkit dari ranjang dan membuka pintu kamarnya sedikit. Keningnya berkerut melihat Leon yang sudah rapi dengan pakaian yang lebih kasual, kemeja biru muda yang tidak dikancing dan memperlihatkan kaos putih polos serta celana panjang berwarna cream.“Kenapa, Mas?”“Kamu baru bangun jam segini?”Luna mengangguk seraya men
Huling Na-update: 2026-10-30