Chapter: Bab 121. Akhir Sebuah Perjalanan( Tamat)Setelah bulan madu selama dua hari, aku dan Dimas pulang ke rumah. Aku juga menjemput Zaki. Kemudian mengantar semua saudaraku. Dimas memberikan uang saku untuk emak dan Delia serta saudara yang lain. "Minah, emak pulang dulu ya," pamit emak sambil memelukku. "Iya Mak. Maafkan Minah karena tidak bisa mengantar pulang.""Ndak apa-apa, Nduk. Yang penting kalian bahagia. Dan segera mendapatkan momongan," ujar emak. "Nak Dimas, titip Minah ya. Dia sudah banyak menderita. Kini saatnya dia bahagia," ujar emak menatap Dimas. "Iya Mak. Doakan kami segera mendapatkan momongan lagi. Biar Zaki punya adik," ucap Dimas sambil mengelus perutku. Aku hanya tersenyum dan menggelendot manja di pundak Dimas. Mobil travel yang disewa sudah datang. Semua oleh-oleh sudah dimasukkan ke dalam mobil. Hanya lambaian tanganku mengiringi kepulangan emak. Aku akan menepati janjiku padamu, Mak. Membawamu ziarah ke tanah suci. Zaki sudah berlari ke ruang bermain dengan ditemani Mbak Dian. Dimas mengambil pega
Last Updated: 2024-02-06
Chapter: Bab. 120.Menikmati Malam PertamaPak Dikin menurunkan koper kecil yang sudah aku siapkan untuk bulan madu. Yaitu baju ganti Dimas dan baju gantiku. Yang paling utama adalah baju tidur yang dibelikan Dimas untukku. Warna merah muda sesuai dengan kulitku yang putih bersih. Dimas juga aku bawakan piyama tipis. Ada juga obat untuk Dimas. Serta peralatan make up.Sampai di penginapan sudah pukul sembilan malam.Dimas memberikan tips untuk Pak Dikin serta berpesan agar dia selalu siap jika dibutuhkan.Aku dan Dimas bergandengan tangan memasuki penginapan itu. Lalu mengunci dengan rapat. Tercium aroma yang wangi dari dalam rumah itu. Penuh dengan bunga-bunga. Kami menuju kamar yang sudah disulap menjadi kamar pengantin.Dimas duduk di ranjang memberikan kode membantuku melepas gaun pengantin. Dengan sabar dia membuka kancing dan kerudung yang aku pakai. Setelah itu aku memakai baju yang sangat tipis.Aku berdiri menghadap ke arah Dimas. Tidak memakai pakaian dalam sama sekal
Last Updated: 2024-02-06
Chapter: Bab 119. Akhirnya SahHari yang kutunggu akhirnya sudah tiba. Kami memilih hari Minggu untuk mengadakan ijab qobul di rumah Dimas. Acara yang cukup sederhana tapi tentunya sangat berkesan. Keluargaku juga sudah datang sejak sabtu siang. Rombongan satu bis kecil. Emak, Delia dan suami serta anaknya. Wawan, istri dan anak-anaknya juga serta Mas Nono dan Mbak Ningsih yang turut aku undang. Tetangga yang ada di komplek perumahan dulu aku mengontrak juga aku undang. Termasuk Mpok Ros dan yang jual sembako. Agar mereka tau apa yang dituduhkan dulu tidak terbukti justru aku kini dipersunting oleh pasienku sendiri.Rumah Dimas yang megah sudah ramai dengan petugas catering yang bertugas untuk melayani para tamu undangan. Aku meminta tidak memakai adat manapun. Biar normal saja yang penting pernikahan lancar dan sah. Oma juga sudah dandan dengan baju warna merah dengan sanggul yang sangat cantik. Namun, aku tidak melihat keluarga besar Dimas datang di acara pernikahanku dengan Dimas. Mereka yang tidak datang yang t
Last Updated: 2024-02-05
Chapter: Bab 118. PersiapanDimas mengajak aku dan anak-anak keliling kota Semarang tentu aku sebagai penunjuk jalannya. Walaupu tidak sepenuhnya tahu seluk beluk kota Semarang. Kami menikmati makanan yang dijual di pinggir jalan kota lama. Menikmati indahnya kota itu dengan bangunan kuno dan bersejarah. Apalagi setiap akhir pekan akan ramai dikunjungi banyak orang. Dari pasangan muda mudi hingga keluarga besar yang membawa anak-anaknya. Pun sama denganku. Aku menggamit lengan Dimas sebelah kiri sementara tangan kanannya memegang tongkat. Walaupunn sudah sembuh tapi jalannya masih belum begitu tegak. Sementara Pak Dikin beralih profesi sebagai pengasuh anak-anaku. Bahkan dua anaku sangat bahagia menganggap Pak Dikin kayak kakeknya. Arsyad masih menjumpai kakeknya waktu kecil sedangkan Zaki belum pernah bertemu dengan kakeknya.Karena waktu itu dia masih di dalam kandungan.Kami menikmati suasana malam itu. Juga membeli es krim dan foto bersama. Hingga sampai pada sebuah restoran kecil yang menjual soto khas semar
Last Updated: 2024-02-05
Chapter: Bab 117. Menunggu Hari ItuSore hari rombongan kami sudah sampai di kampungku. Ada perasaan campur aduk ayng menghentak-hentak rasaku. Kampung di mana sebuah cita-cita yang dulu pernah bersemi dan mulai mekar. Namun, semua itu harus layu sebelum berkembang. Memasuki gerbang desa, aku tidak bisa menahan air mataku. Luruh begitu saja. Dimas yang melihatku menangis segera memeluk pundakku seolah memberikan kekuatan. Pria yang bermata sipit dan wajahnya sangat bersih itu begitu sangat perhatian. Aku layaknya putri buruk rupa yang mendapatkan calon suami pangeran tampan rupawan karena telah berjasa menyembuhkan dia. "Pak, belok ke kiri ada rumah yang berwarna biru, itu rumah adikku," ujarku menahan isak. Arsyad rupanya tahu kalau akan bertemu dengan simbahnya. Karena sejak aku kerja di luar negeri dia memang tidak pernah bertemu dan diajak menengok simbahnya yang di kampung. Tetangga Delia yang melihat mobil bagus dengan plat mobil Jakarta keluar dari rumah seolah ingin tahu siapa yang datang. Tiba di depan ruma
Last Updated: 2024-02-04
Chapter: Bab 116. Melupakan Masa LaluSudah 3 bulan berlalu masa iddah aku juga sudah selesai. Sementara tinggal di rumah yang disewakan Dimas. Setiap hari aku harus berangkat ke rumah Dimas untuk merawat dan melakukan terapi sedangkan Zaki dimasukkan ke sekolah PAUD yang dekat dengan rumah Dimas. Sekolah yang termasuk sekolahnya orang kaya dan kebanyakan adalah warga keturunan Cina. Walaupun Dimas sudah berpindah keyakinan menjadi seorang muslim tapi Oma tetap baik dengan Dimas dan aku juga sangat sayang dengan Nyonya Veronica. Dia sangat baik dan hormat denganku apalagi saat ini Dimas semakin hari sudah mulai bisa berjalan. Pagi dan sore aku membantunya berjalan di taman belakang . Dia perlahan mulai melepaskan tongkat penyangga di tubuhnya terkadang seperti anak kecil yang berjalan setapak dua tapak dan aku menanti di depan. Akhirnya dia memelukku karena tubuhnya yang terlalu besar. Aku tidak sanggup menahan hingga terjerembab ke rumput taman. Wajah Dimas sangat bahagia apalagi dia akan kembali bekerja di perusaha
Last Updated: 2024-02-04
Chapter: Bab 147. Pulang Ke RumahSakti turun dari mobil menggandeng tangan Laura sementara Eko menurunkan tas milik Sakti. Sakti akan melangkah dan masuk ke pagar rumahnya. Dia yakin kalau satpam masih mengenali dirinya. Tiba di rumah Dewangga sudah terang. Komplek yang sangat ramai. Suasana pagi kota Jakarta sangat panas. Padahal biasanya pagi yang sejuk dan terdengar suara burung-burung. Dua polisi menghampiri Sakti dan Laura. Mereka tidak mengizinkan Sakti masuk ke dalam rumah. "Berhenti, Pak! Untuk sementara semua tamu yang berkunjung ke rumah Bapak Sony kami cek identitasnya," ucap salah satu polisi sambil mengangkat tangan kanan. Memberi hormat dengan sopan. "Memang apa yang terjadi, Pak?" tanya Sakti dengan mengernyitkan dahi. Dia menatap polisi itu dengan pandangan tidak suka. Sial. Sakti tidak membawa identitas apapun. Juga Laura. Walaupun dia adalah pemilik sah rumah keluarga Dewangga. Wajah Sakti langsung pucat. "Maaf, Pak. Identitas kami hilang beberapa bulan yang lalu kamu tertimpa musibah. P
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 146. FirasatTubuh Sony sudah penuh darah, bahkan kakinya juga terjepit jok mobil miliknya. Perawat membawanya ke ruang rawat darurat untuk segera ditangani. "Bagaimana keadaan pasien?" tanya salah satu perawat. "Kita bersihkan. Nampaknya belum meninggal. Masih ada denyut nadi," sahut perawat lain. "Pihak administrasi menanyakan tentang identitas pasien.""Oh ya, polisi sudah menangani semua.""Baiklah kalau begitu.".....Sakti terbangun setelah melakukan hubungan intim dengan Laura. Bahkan wanita itu masih memeluknya dengan erat Ketika melihat jam yang ada di dinding masih pukul dua dini hari Artinya dia hanya tidur sebentar. Terbangun perasaannya tidak enak. Teringat dengan Sony yang omongannya ngaco. "Kenapa perasaanku tidak enak, apa yang terjadi dengan dia?Besok sepertinya aku akan pulang ke rumah Dewangga. Kembali setelah lama menghilang."Sakti tidak bisa memejamkan mata lagi Dia kemudian melihat laptop dan ponselnya. Betapa terkejut dirinya ketika melihat saham Dewangga Group y
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Bab 145. Sony KecelakaanSakti dan Laura sampai di apartemen kecil. "Sayang, gimana langkah kita selanjutnya? Kita sudah mempunyai bukti rekaman dari pembicaraanmu dengan Sony. Apa kamu akan lapor ke polisi?" tanya Laura. Langkahnya menuju ke kamar mandi.Dia mengganti dress dengan baju tidur tipis. Sakti masih tidak percaya pertemuannya dengan Sony. Rupanya semesta sudah mengatur. Apalagi pernyataan Sony yang mengatakan kalau dirinya bukan adik kandungnya. Tambah sepengetahuan Sony, Sakti sempat mengambil rambut Sony dengan gerangan cepat. "Iya, aku akan pergi ke rumah sakit untuk mengambil DNA dari Sony. Apakah benar-benar dia orang lain atau adiku. Pengaruh minuman saja sehingga ucapannya ngawur. Yang jadi pertanyaanku siapa dia? Anak siapa? Kenapa dirawat kedua orang tuaku sejak kecil bahkan aku gak tahu. Menyayangi bahkan mendapat kasih sayang lebih dari papa." Sebuah rahasia besar sepertinya akan segera terungkap. Termasuk kematian kedua orang tuanyaApakah ada hubungannya atau tidak?Laura sud
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Bab 144. Sony KeceplosanMata Sony terbelalak mendengar nama pria yang di depannya. Dia kemudian tertawa sambil memukul jidatnya sendiri."Ha...ha....ha... Sakti Dewangga? Apa kau pikir kamu menghalu? Sakti memberikan kode pada Laura untuk menekan tombol rekam di ponselnya. Agar bisa menjebak Sony dan menjebloskan di penjara walau adik kandungnya. Gak ada ampun bagi penjahat. Apalagi dalam keadaan mabuk seperti ini. Dengan sigap Laura merekam semua pembicaraan Sakti dan Sony. "Yah.. aku Sakti Dewangga. Apa kamu ingat?" pancing Sakti."Kamu sudah mati dan sudah berbulan-bulan mayatnya sudah membusuk di jurang sana. Bahkan arwahnya pun tidak berani datang untuk menemuiku!"Gertak Sony. Matanya menatap Sakti seperti serigala menemukan mangsa. Sakit bersedekap ganti menatap Sony dengan tajam. Mendengus dengan keras. Berusaha tahan dulu. Jangan sampai cincinnya bersinar dan membuat dia kalap. "Dasar adik kurang ajar! Aku besarkan kamu, aku rawat kamu tapi kamu malah menusuk dari belakang. Ibaratnya membe
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Bab 143. Rencana Matang"Sayang, sebenarnya aku juga mau cerita.Laura jeda sejenak. Mengambil napas. Menggenggam jemari Sakti lebih erat. Kemudian dia mulai bercerita. "Di wilayah ini. Jakarta tepatnya di Jakarta Selatan pasti semua orang tahu almarhum suamiku.David Bachtiar. Keluarga Bachtiar adalah orang terpandang di daerah Jakarta Selatan Ya, aku menikah dengan suamiku dia sudah membawa anak."Laura kembali diam. Jeda lagi. Takut salah ngomong. "Hah! Membawa anak? Jadi David adalah duda?" Sakti semakin tertarik dengan cerita Laura. Wanita itu hanya mengangguk. "Ya tepatnya pria tua bawa anak. Bahkan dia tidak pernah mencintaiku. Aku diambil dari panti asuhan juga di daerah Jakarta Selatan. David adalah seorang mafia bisnis. Dia yang menangani semua bisnis dan main curang. Siapa yang menghalangi akan dia babat habis. Selama menjadi istri Tuan David aku nggak kemana-mana. Hanya di rumah saja Seperti baby sister yang merawat Sherly. Juga Anita. Nggak tahu kenapa dalam undangan makan malam suam
Last Updated: 2026-07-09
Chapter: Bab 142. Semua Sudah BeresKeadaan Laura semakin membaik. Jahitan di kepalanya juga mulai kering. Dia minum obat yang berbeda dengan apotek harganya sangat mahal. Sakti membelikan obat terbaik untuk Laura juga makanan yang mengandung protein. Mereka masih tinggal di apartemen kecil. Belum kembali pada keluarganya. Semua urusan perusahaan Ratih Properti dipegang Sakti. Termasuk semua aset, rumah, mobil dan tabungan hasil dari pertandingan yang masih tersimpan di rekening Ratih. Sakti masih memikirkan cara untuk mengatur semua. Apalagi amanah besar yang harus dia emban. Pergi ke Semarang. Selain mencari identitas orang tua Ratih juga mengemban tugas dari sosok yang memberikan kekuatan di dalam cincin Saktinya. Untuk mengurangi beban pikiran, Sakti mengajak Laura untuk makan malam di daerah Kelapa Gading. Sebuah restoran western. Tempatnya agak sepi hanya beberapa pengunjung. Terdengar alunan musik jazz yang mendayu. Dengan lampu sedikit temaram. Lebih tepatnya bukan restoran tapi caffe."Sakti, tumben kam
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Episode 105 Sarah Hamil( Tamat)Liburanku di desa sudah selesai. Kini kami sudah berada di Jakarta kembali. Sarah sudah sibuk dengan kegiatannya di restoran. Perombakan besar-besaran dilakukan Sarah. Dia mulai membenahi keuangan restauran yang sempat berantakan. Juga pengambilan modal Hans yang sangat besar.Aku juga mulai sibuk dengan caffeku yang semakin lama tambah ramai. Malah pertemuanku dengan Sarah hanya waktu jam makan siang dan pulang bareng.Setelah selesai dengan urusanku di Caffe aku selalu setia untuk menjemputnya. Terkadang Santi sesekali mengirimkan sebuah pesan. Semua itu juga aku memberitahu Sarah. Kejujuran dan kepercayaan adalah penting bagiku.Aska mulai sibuk dengan Boarding Schoolnya. Saat ini Aska memilih sekolah terpadu dengan pesantren yang ada
Last Updated: 2022-03-14
Chapter: Episode 104 Malam Yang Sangat KutungguSore ini semua rombongan akan pergi ke kota Semarang. Kami ingin menikmati indahnya ibu kota Jawa Tengah. Malamnya kami semua akan menginap di sebuah villa yang sudah disewa Sarah.Ibu menolak untuk ikut bersama kami. Nita sangat bahagia ketika ikut dengan rombongan. Walaupun Sarah memaksa, ibu menolak dengan cara halus. Hanya Bi Iyem yang nanti bertugas menjaga Atta dan Arsya. Akhirnya kami berangkat pergi keliling Kota Semarang. Mobil Caravel warna biru itu meninggalkan rumah ibu menuju Simpang Lima Kota Semarang. Selama perjalanan terdengar semua anak bersandau gurau. Aska nampak sibuk masih memainkan ponselnya di samping Nita. Mereka bercanda berdua. Sementara Atta dan Arsya sibuk dengan ponsel memainkan game. Sarah juga sibuk dengan ponselnya sendiri.Kulirik Sarah yang wajahnya makin cantik setelah
Last Updated: 2022-03-13
Chapter: Episode 103 Bukir Kapur Saksi CintaBab 103Hari ini masih pagi, kumandang azan di musala dekat rumah terdengar sangat merdu. Suara Pak Ahmad sangat menggetarkan jiwa.Aku memindahkan Atta dan Arsya ke dalam kamarku. Sementara Aska sudah bangun. Ibu dan Bi Iyem sudah rapi dengan mukenanya bersiap untuk ke musola.Sarah sudah sibuk di dapur memasak air panas untuk membuat teh. Aku memeluknya dari belakang."Good morning, Cinta!" sapaku sambil mencium lehernya yang terbuka. "Good morning, Sayang," balasnya dengan membalikkan badan menghadapku."Duh menantu ibu, rajin amat, ya!" sindirku masih memeluknya."Sana gih, ke musala dulu. Soalnya tegangan
Last Updated: 2022-03-13
Chapter: Episode 102 Liburan Ke DesaBulan madu ke luar negeri yang sebelumnya kami rencanakan akhirnya dibatalkan. Sarah hanya ingin tahu kampung halamanku sekalian berinteraksi dengan keluargaku.Sarah akan mengajak semua anak-anaknya juga Bi Iyem. Sejenak melupakan kejadian yang telah menimpaku dan Sarah. Ibu sangat gembira ketika mendengar mereka akan ikut pulang kampung untuk liburan.Sementara semua urusan bisnis yang ada di Jakarta sudah diserahkan kepada semua pegawainya. Aku juga sudah menunjuk pegawai kepercayaanku untuk memegang kendali atas kelancaran cafe.Tidak lupa aku nanti akan memantau dari jauh perkembangan cafe dan restoran Sarah.Hari yang ditentukan semua rombongan bertolak ke Semarang. Kali ini aku kembali y
Last Updated: 2022-03-12
Chapter: Episode 101 Isi Hati AskaBab 101Bang Zoel berjalan tertatih menuju ke arah kami.Tangan kanan menjulur ke arahku."Pram, selamat atas pernikahan kalian! Aku nitip anak-anak kepadamu. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Sekalian aku pamit mau ke Bali siang ini. Bisnis istriku akan segera dimulai," ujar Bang Zoel dengan tulus.Aku menjabat tangan Bang Zoel dan memeluknya."Iya, Bang Zoel. Semoga tetap menjadi saudara. Hati-hati dan semoga sukses," ucapku.Gantian Bang Zoel menatap Sarah yang masih menunduk. Entah mengapa Sarah tidak mau menatap pria yang telah memberikan tiga anak ini. Mungkin luka yang terlalu dalam Bang Zoel torehkan sehingga Sarah begitu muak meli
Last Updated: 2022-03-09
Chapter: Episode 100 Keliling JakartaSebelum balik ke kampung, Ibu dan Nita ingin menghabiskan waktu keliling Jakarta. Ibu ingin melihat banyak tempat di Kota Metroplitan ini. Seperti Monas, Taman Mini dan yang menjadi impian ibu adalah bisa salat di Masjid Istiqlal Jakarta.Hari Minggu ini kami sekeluarga akan jalan-jalan ke Taman Mini dan Masjid Istiqlal. Kebetulan bersamaan anak-anak juga libur sekolah. Sehingga bisa membawa mereka keliling Taman Mini.Segala persiapan sudah ada di dalam mobil. Dari makanan ringan hingga minuman lengkap. Bi Iyem juga memasak beberapa makanan untuk Arsya dan Atta.Ibu dan Nita sudah siap menunggu di teras rumah. Mereka nampaknya sudah bangun pagi sekali. Membantu Bi Iyem mempersiapkan bekal.&nb
Last Updated: 2022-03-09
Chapter: Bab 64. Akhirnya Bertemu( Tamat)Dengan halus Mei Yan menolak semua lamaran dari keluarga Man maupun keluarga Lee. Alasan yang tepat sehingga tidak menyinggung perasaan kedua keluarga itu. Mereka tidak marah ketika Mei Yan menolak. Tidak ingin memaksa sesuatu. Hung Mao tetap berteman baik dengan kedua marga itu. @@@Hampir satu bulan Mei Yan penasaran dengan cincin yang dipakai pria itu. Hung Mao belum juga bertemu dengan Nelayan Kwok. Mei Yan hanya ingin memastikan kalau pria itu adalah suaminya tidak lebih. Mei Yan meminta Hung Mao untuk mengatur pertemuan Mei Yan dengan pria muda itu. Dengan pasal mengantar ikan ke rumah Hung Mao yang ada di kampung. Nelayan Kwok menyanggupi. Hari yang ditentukan Kwok Sam alias Chen Fu mengirimkan ikan ke rumah Hung Mao dengan berjalan kaki. Mei Yan meminta nomer ponsel Kwok Sam lalu membagikan lokasi rumahnya. Tidak sulit bagi Kwok Sam untuk mencari rumah itu. "Permisi!" teriak Kwok Sam di depan pagar rumah Hung Mao. Pria tua itu terkejut dan tergopoh menuju ke pagar rumah.
Last Updated: 2025-12-16
Chapter: Bab 63. Lamaran Untuk Mei YanDalam pikiran Mei Yan ketika sampai rumah, dia akan mengambil cincin berlian yang disimpan di dalam lemari perhiasannya. Perasaan cincin pria itu mirip dengan cincin pernikahannya. Apa mungkin ada kesamaan atau memang dia adalah Chen Fu, suami yang diharapkan setelah 2 tahun menghilang. Bahkan putra putrinya sudah setahun lebih. Mereka sudah merangkak. Wajah Chen Bo mirip dengan papanya, Chen Fu. Sedangkan Chen An mirip dengan Mei Yan, ibunya. Hung Mao sangat terkejut melihat kedatangan Mei Yan yang terburu-buru. Bahkan sepedanya dirubuhkan sehingga ikannya berantakan. Sebenarnya apa yang baru saja dilihat oleh putrinya sehingga dia nampak gugup dan bertingkah seperti itu. Dua anak kembar Mei Yan tidur di ayunan. Hung Mao mengayun anak-anak itu di teras rumah Hung Mao. "Hai ada apa, Mei? Kenapa kamu buru-buru seperti itu? Kamu bukannya mengambil ikan dari Tuan Kwok?" pria tua berkaca mata itu tertatih menghampiri Mei Yan. "Papa, aku melihat ada sesuatu yang aneh. Entah ini pertand
Last Updated: 2025-12-16
Chapter: Bab 62. Ada Yang AnehMei Yan juga terkejut melihat Chen Fu. Walau menjadi istri pria itu hanya beberapa bulan saja terus ditinggal pergi tidak ada kabar, Mei Yan mengenal bau badan pria itu. Sempat matanya terbelalak. Bentuk tubuh dan tinggi Kwok Sam mirip dengan suaminya. Hingga mereka saling tatap. Hampir lima menit tanpa disadari. Hingga Mei Yan tergagap. Mungkin ini adalah halusinasi dirinya mengharap suaminya masih hidup. Begitu juga dengan Chen Fu. Pertama kali bertemu dengan Mei Yan, dia merasa sudah mengenal lama wanita yang berdiri di depannya. Hingga Nelayan Kwok menyenggol pundaknya."Kwok, dia adalah putri dari sahabatku, Hung Mao. Kamu jangan macam-macam dengan dia," bisik Nelayan Kwok di telinganya Kwok Sam. Chen Fu hanya nyengir saja sambil menggaruk kepalanya. Dia lupa kalau tugasnya hanya mengantar ikan. "Maaf apakah kamu putri dari Tuan Hung Mao?" tanya Nelayan Kwok pada Mei Yan. "Iya Tuan. Apakah Tuan ini dari marga Kwok yang mengantar ikan?"tanya Mei Yan sambil tersipu malu. Seja
Last Updated: 2025-12-15
Chapter: Bab 61. Dua Tahun KemudianBayangan itu menangkap Felix kemudian membawanya ke tempat yang lain sehingga dia tidak ada kabar lagi. Entah menghabisi Felix atau mengasingkan ke tempat lain. Sementara itu Dinasti Group dipimpin oleh Chen Yung dan ibunya bukannya maju terus mengalami kerugian sangat banyak. Chen Yung menggunakan aset perusahaan untuk main judi dan bercinta dengan cewek bayaran. Begitu juga dengan Nyonya Chen. Wanita tua itu semakin lupa daratan. Dia menggunakan harta perusahaan untuk kesenangannya sendiri. Bahkan dia mengganti orang-orang kepercayaan Chen Fu dengan orang baru. Termasuk Moudy. @@@Dua tahun yang lalu Chen Fu terombang ambing di laut Hongkong sehingga bisa mencapai kapal yang berada di dekat pantai Tuen Mun. Dia tidak sadar hingga arus ombak membawanya di pinggir pantai. Seorang pemancing yang bermarga Kwok menemukannya tergeletak di pinggir pantai dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Tubuh dan bibirnya sudah membiru. Kalau saja tidak tepat waktu maka Chen Fu akan kehabisan nafa
Last Updated: 2025-12-15
Chapter: Bab 60. Mei Yan Pulang KampungMalam itu Hung Mao sedang memasak mie di dapur untuk makan malam terkejut mendengar suara di pintu gerbang. Sejak Mei Yan ikut suaminya, Hung Mao memang tinggal sendiri. Dia tidak mengambil teman atau pembantu untuk menemaninya. Dia sudah tidak jualan mi lagi. Hanya merawat tanaman saja untuk makan sehari-hari. Menikmati hari tua. Sebenarnya Chen Fu ingin mengajak Hung Mao untuk tinggal bersama tapi pria tua itu tidak mau sehingga Chen Fu hanya mengirimkan uang untuk kehidupan mertuanya dan membayar semua hutang-hutangnya. "Siapa malam-malam datang?" tanya Hung Mao menghentikan tangannya ketika memasak mie. Sekali lagi Mei Yan mengedar-gedor pintu pagar sehingga Hung Mao segera mematikan kompor itu dan berlari ke depan. Dia sangat terkejut ketika melihat Mei Yan datang dengan ajudannya, Felix. "Mei Mei kamu datang? Papa rindu!" teriak Hung Mao memeluk putrinya dan mencium gadis mungil itu. "Papa, Mei Yan juga kangen!" teriak Mei Yan. "Suamimu mana?" tanya Hung Mao cel
Last Updated: 2025-11-23
Chapter: Bab 59. Maafkan Aku, NyonyaSore hari ketika keadaan Mei Yan sudah mendingan, dia mengajak pulang. Pihak rumah sakit sebenernya belum mengijinkan namun wanita itu tetap kekeh ingin pulang. Takut suaminya datang dia tidak ada di rumah. Apalagi ada kabar gembira yang harus disampaikan. Mei Yan berusaha menghubungi ponsel Chen Fu tapi tidak ada jawaban. Hampir seharian setelah pria itu mengirimkan pesan terakhir. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pikiran Mei Yan tidak menentu. Sebenarnya apa yang terjadi dengan suaminya sehingga sejak pagi tidak menghubunginya. Dia hanya menurut saja dengan Ajudan Felix ketika pria itu membawanya pulang. Felix yang membawakan tas milik Mei Yan. Pandangan wanita itu kosong. Seperti tidak ada nyawa sama sekali. Sampai di dalam taksi Mei Yan mencolek punggung Felix yang duduk di depan dekat sopir. Tidak sabar rasanya mengetahui kabar dari suaminya. "Felix, apa Tuanmu tidak menelponmu? Kenapa sampai sekarang dia tidak ada kabar? Apa benar tidak pulang? Aku ingin mengabark
Last Updated: 2025-11-12