author-banner
fridayy
fridayy
Author

Novels by fridayy

Janda Cantik Milik Pak Dosen

Janda Cantik Milik Pak Dosen

Kehidupan Layla berubah drastis setelah sang suami meninggal. Di tengah kesedihan mendalam, ia harus menghadapi berbagai tantangan sebagai seorang janda muda. Mertua yang selalu menindas, hingga munculnya Raffa, seorang pria dari masa lalunya, semakin memperumit keadaan. Rahasia terpendam dan konflik tak terelakkan mewarnai kisah "Layla dan Raffa," sebuah novel drama yang penuh liku dan ketegangan.
Read
Chapter: 35
Setelah sholat subuh berjamaah, Layla pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang tertunda akibat bangun kesiangan tadi. Layla keluar beberapa menit kemudian dengan memakai gamis sederhana dengan rambut yang basah sehabis keramas. Sambil menghadap cermin, Layla mengeringkan rambut sepinggangnya menggunakan hair dryer. Suara nyaring dari benda tersebut menyamarkan suara pintu yang terbuka sehingga kala tatapannya bersibobrok dengan Raffa, Layla terjengkit kaget dan hampir saja menjatuhkan hair dryernya. Di belakang sana, tepat di balik pintu yang belum sepenuhnya tertutup, Raffa berdiri sembari menatap Layla tanpa berkedip, membuat Layla sedikit lebih gugup. Pasalnya baru kali ini ia dilihat tanpa hijab oleh Raffa karena malam-malam sebelumnya ia selalu memakai hijab meskipun sedang saat tidur. "Kamu yang beresin semua barangnya?" tanya Raffa memecah keheningan.Layla kemudian menoleh, lantas mengangguk membenarkan. "M
Last Updated: 2026-02-27
Chapter: 34
Pukul 9 malam, akhirnya mereka telah sampai di kediaman Raffa setelah berjam-jam lamanya diperjalanan. Perjalanan panjang dan melelahkan yang membuat beberapa kali terhenti hanya untuk sekedar istirahat.Raffa menghentikan mobilnya di pekarangan rumahnya yang terlihat terang. Selama kepergiannya, ada petugas keamanan yang memastikan keamanan serta lampu yang sengaja dinyalakan di malam hari. Raffa membuka tali sabuk pengamannya lalu menoleh ke arah Layla yang masih tertidur. Bibirnya tersungging tipis menyadari bahwa perempuan itu lebih banyak tertidur selama perjalanan.Di belakang, dengan semangat Aleea turun dari mobil bersama Ibra yang sudah terbangun. Bocah itu pun ikut kegirangan melihat tantenya bersorak senang saat keluar dari kendaraan beroda empat itu, mereka langsung berjalan memasuki rumah setelah sebelumnya Raffa yang memberikan sendiri kunci rumahnya kepada Aleea.Sementara di dalam mobil, berkali-kali Raffa membangunkan Layla dengan suara pe
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: 33
Di dalam ruangan yang gelap, terlihat kilatan petir yang menyambar dari jendela kamar yang terbuka, menghembuskan angin kencang yang menyejukkan ruangan. Rintik basah nampak menciprat lantai kamar dan perlahan menjadi genangan. Namun sosok yang duduk di hadapannya hanya terdiam, memandang rintikan air seolah sengaja membiarkannya.Hingga suara ketukan diiringi teriakan menggema di balik pintu. Namun sosok itu masih terdiam membisu, membiarkan air hujan yang semakin deras masuk dan membasahi tubuhnya. "Ko... Riko!!!" sahut suara perempuan di luar. Ketukan di pintu berubah menjadi gedoran keras kala sang pemilik kamar tak kunjung menjawab."Ibu kamu nyuruh aku masuk kalau rumah masih pada gelap. Kamu masih tidur, Ko? Bangun napa, masa dari pagi kamu tidur terus!""Kok, masih idup kan?" Terselip nada khawatir dalam pertanyaannya."Aku masuk nih!"Tak lama, suara decit pintu yang macet sedikit terbuka, Fitri yang berkunjung itu memasukkan kepalanya terlebih dahulu guna memastikan keberad
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: 32
Suasana jalanan nampak lengang di pagi menuju siang setelah kepulangan mereka dari rumah Pak Usman. Keadaan di dalam mobil nampak hening dan hanya terdengar suara serial anak yang ditampilkan di layar tab milik Raffa. Lelaki itu sengaja memberikan perhatian lain kepada Ibra saat kejadian di rumah kakeknya tadi.Kini mereka bergerak kembali menuju kediaman Pak Sudirman untuk membawa barang bawaan sekaligus Aleea yang hendak ikut menemani perjalanan mereka. Perempuan itu akan kembali ke rutinitasnya di asrama setelah beberapa pekan menghabiskan waktunya di rumah sang kakek.Dalam keheningan itu, beberapa kali Raffa menoleh, berusaha memastikan perempuan itu baik-baik saja. "Mengenai laki-laki tadi...""Dia cuma teman, kemarin dia yang nolongin aku." lirih Layla pelan, hampir tak terdengar."Nolongin kenapa?" tanya Raffa ingin tahu."Ada hal lain yang terjadi sebelum kejadian kemarin?" tanya Raffa disaat belum mendapatkan jawaban dari Layla.Raffa kembali menoleh saat Layla masih saja te
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: 31
Siang hari, Raffa bersama Layla, Ibra, dan Aleea telah bersiap untuk melakukan perjalanan jauh, namun sebelum itu mereka berkunjung kembali ke rumah Pak Usman untuk berpamitan. Layla memeluk ibunya dengan tangisan pilu yang menggetarkan hati. Pak Usman yang memangku Ibra berdiri di samping mereka mengusap punggung Layla menenangkan. "Sudah nangisnya nak, insyaalloh kehidupan kamu akan jauh lebih baik di Jogja nanti."Pelukan terurai, Raffa kemudian berkata, "Bu, pak, saya izin pamit bersama Layla dan Ibra untuk pergi ke Jogja. Bukan maksud saya untuk menjauhkan Layla dan Ibra dari ibu dan bapak, hanya saja, saat ini saya ada tuntutan kerja dan saya merasa Layla lebih baik untuk ikut dan berada di tempat yang jauh dan aman setidaknya untuk menenangkan diri dari kejadian kemarin."Pak Usman mengangguk terharu sembari menahan air mata yang ingin keluar dari kedua sudut matanya. "Bapak dan ibu mengerti, Mas Raffa. Terima kasih sudah mau menjadi penyelamat bagi kami, jika tidak ada Mas Raf
Last Updated: 2026-02-22
Chapter: 30
Keesokan paginya, Layla bangun dari tidurnya dengan kepala yang terasa berat, penglihatannya sedikit buram dan harus menunggu penyesuaian beberapa saat.Sebuah sosok yang tengah duduk bersila di lantai dan membelakanginya nampak khusuk tak menyadari pergerakan di belakangnya.Layla yang mengetahui pria itu adalah Raffa memilih untuk diam dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah pelan. Di dalam kamar mandi, Layla menghembuskan nafas gusar, entah harus bersikap bagaimana nanti di depan Raffa, terutama di hadapan keluarganya. Perasaannya berkecamuk, terlebih saat kembali mengingat perkataan Salma semalam.Layla tahu, Salma kecewa dengan pernikahan adiknya ini, namun Layla juga tak bisa mencegahnya karena desakan dari berbagai sisi dan juga permasalahan yang ia sendiri tak pernah dilakukan.Mencoba melupakan sejenak permasalahannya, Layla memilih beranjak ke kamar mandi dengan perlahan tanpa menimbulkan suara. Di dalam kamar mandi, Layla termenung memikirkan bagaimana cara menghadapi ha
Last Updated: 2026-01-20
Terbelenggu Hasrat CEO Tampan

Terbelenggu Hasrat CEO Tampan

Zara remaja selalu tampil ceria, menawan dan hidup berkecukupan. Orang-orang nampak menyukai sikapnya yang manis, apalagi senyumannya yang berlesung pipit dengan gigi gingsul yang mempertegas pesona alaminya Namun saat beranjak dewasa, keadaan seolah menarik semua keceriaannya. Meninggalnya sang ayah meninggalkan duka mendalam yang dialami Zara. Ayahnya bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarganya, namun juga beban piutang yang tak sedikit nominalnya. Zara dewasa dilingkupi oleh kemurungan dan kesedihan. Hingga sebuah keadaan membuatnya terjebak dalam belenggu seorang pria berkuasa.
Read
Chapter: 40
Di dalam ruangan meetingnya, Tama berkali-kali menatap ponselnya yang gelap, rasa tidak sabarnya untuk menemui Zara semakin meningkat. Sebelumnya ia telah mengirim pesan kepada Zara untuk mengingatkan wanita itu agar mendatangi ruangannya saat jam istirahat nanti. Namun sudah beberapa menit Zara belum juga mengirimkan balasan kepadanya. Sepertinya wanita itu masih marah kepadanya mengenai persoalan kemarin. Karena, pagi tadi sebelum berangkat bekerja pun Zara masih bersikap dingin kepadanya.Tama mencoba untuk fokus kembali pada rapat yang sedang berlangsung, tapi pikirannya terus melayang ke Zara. Ia tidak bisa tidak merasa bersalah atas apa yang telah terjadi kemarin. Ia tahu bahwa ia telah salah, tapi ia tidak tahu bagaimana cara untuk memperbaikinya."Bagaimana, Pak Tama? Apa bapak setuju?" tanya salah satu anggota direksi, membuat Tama tersentak kembali ke realitas.Tama mencoba untuk tersenyum, "Ah, ya... Itu ide yang bagus, saya menyetujuinya."Ruangan meeting menjadi sunyi sej
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: 39
Lukman tak bisa berkata-kata, keputusannya untuk mengikuti anak dan menantunya setelah mengantar dirinya ke rumah ternyata membawanya pada suatu hal yang selama ini ditakutinya. Jauh di seberang sana, ia dapat melihat mobil menantunya yang berhenti di depan gerbang cukup lama, entah apa yang anak dan menantunya lakukan karena mobil tak kunjung memasuki halaman rumah. Namun, melihat Anna yang keluar dengan raut wajah marah, diiringi mobil menantunya yang melaju meninggalkan rumah membuat Lukman semakin terkejut melihatnya. Lukman tak bisa membiarkan kebingungan melanda dirinya, ia menyuruh sopir mendekat lalu berhenti di depan gerbang rumah anaknya. Disana, ada satpam yang langsung sigap menghampirinya. "Enggak masuk ke dalam, pak?" tanya satpam yang mengenal Lukman sebagai ayah dari majikan perempuannya. Ia melihat Lukman yang hanya menatap ke dalam melalui kaca mobilnya di luar sana. "Kenapa Tama tidak pula
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: 38
Di dalam ruangan Tama, Zara duduk di sofa dengan gelisah . Sudah beberapa menit ia menghabiskan waktunya disana sendirian, dan Tama tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya.Zara merasa kesal sendiri, di luar juga tidak ada sosok Juan yang berkata akan berdiam menemaninya saja. Sepertinya lelaki itu meninggalkannya sendirian di lantai itu.Dan kini Zara mencoba menunggu kedua lelaki itu datang kembali ke ruangan itu, namun sebuah pesan yang dikirim Tama membuat kekesalannya semakin menjadi.'Sayang, maafkan aku karena telah meninggalkanmu sendirian disana. Ayah mertuaku memaksa untuk datang ke ruanganku namun aku berhasil mencegahnya. Kamu sekarang pulang sendiri dulu, nanti aku menyusul.'Zara berdecak, lalu beranjak dari sana setelah membalasnya dengan pesan singkat. 'Ya.' Ia terlalu malas meneror Tama dengan pesan berantainya, karena saat ini ia benar-benar kesal.Zara memutuskan untuk menaiki taksi dan pulang ke tempat ibunya. Biar
Last Updated: 2025-11-21
Chapter: 37
Sore hari, Zara keluar dari ruangan divisinya lalu disambut Juan di lobi lantai satu. Lelaki itu membawa Zara ke basement dan memasuki lift khusus presdir yang langsung menuju ke ruangannya."Oh ya, Pak Tama masih menyelesaikan meetingnya, mungkin sekitar 10 sampai 20 menit lagi selesai. Mau ku buatkan minuman?""Gak usah, pak." jawab Zara sopan mengingat saat ini ia masih berada di tempat kerja.Juan mengagguk lalu duduk di sofa sebelah.Suasana di dalam ruangan terasa hening, terlebih Zara merasa tak nyaman dengan kehadiran Juan di sampingnya."Ehm, Pak Juan... Kalau mau pulang silahkan, tidak perlu menemani saya disini." ujar Zara mempersilahkan Juan pergi jika kehadirannya disana hanya sekedar menemaninya yang sendirian."Benarkah? Kau berani tinggal disini sendirian?" tanya Juan menantang.Zara mengangguk meskipun agak sedikit ragu di dalam tatapannya, ruangan luas itu nampak tenang dengan interior mewahnya, meskip
Last Updated: 2025-11-17
Chapter: 36
Zara kembali ke apartemen setelah ia selesai mengajari Davin di rumahnya. Ia pergi dengan terburu-buru mengingat perlakuan diam-diam Tama yang semakin menjadi kepada dirinya.Karena sejak kedatangan lelaki itu, Tama tak berhentinya mencari celah untuk mendekatinya dan melakukan sentuhan-sentuhan samar yang membuat Zara kalang kabut.Akal sehatnya menentang perlakuan Tama yang bisa menimbulkan kecurigaan dari Anna yang tengah berada di tempat yang sama.Kini, Zara memutuskan untuk membereskan apartemen seorang diri mengingat ia tak punya pekerjaan lain. Ia mulai membuka semua gorden yang tertutup sehingga cahaya dapat masuk ke dalam ruangan yang luas itu.Seluruh ruangan Zara bersihkan hingga tak ada debu yang beterbangan atau menempel di atas permukaan.Hingga kemudian, Zara membawa tubuhnya ke ruang kerja milik Tama dimana ruangan tersebut yang belum dibersihkan. Karena rencananya, Zara akan menghabiskan waktunya disana setelah pekerjaan bersih-bersihnya selesai. Ia ingin membaca buk
Last Updated: 2025-11-14
Chapter: 35
Di akhir pekan, Zara kembali ke rutinitasnya sebagai guru les sesuai permintaan-lebih tepatnya dipaksa-orang tua Davin. Ia akan mengunjungi rumah Davin yang dimana adalah rumah Utama sendiri bersama sang istri.Zara meringis akan pikirannya, bukankah saat ini ia sama saja tengah memasuki kandang singa? Zara tidak tahu apakah disana Tama memang sengaja memasang perangkap untuk menjebaknya? Atau untuk apa? Bukankah lelaki itu sendiri yang memaksa Zara agar kembali menerima tawaran mengajarnya? Untuk apa? Untuk meyakinkan dirinya kembali bahwa posisinya kini hanya sebagai simpanannya saja? Begitukah?Zara merasakan cubitan kecil di ulu hatinya, entah kenapa kini ia merasa tak rela jika lelaki yang telah membuatnya nyaman itu memiliki keluarga di depan sana, sementara dirinya, hanya bisa terus bersembunyi di balik dinding tak kasat mata membayangi punggung lelaki itu.Motor yang ditumpangi Zara akhirnya terhenti di depan gerbang yang lebar dan menjulang tinggi
Last Updated: 2025-11-13
You may also like
Menikah Atau Disewa?
Menikah Atau Disewa?
Romansa · Yenika Koesrini
16.1K views
My Cool Lady (Bahasa Indonesia)
My Cool Lady (Bahasa Indonesia)
Romansa · Zenny Arieffka
16.1K views
Baby Sitter Sang CEO
Baby Sitter Sang CEO
Romansa · Reistya
16.1K views
Saat Cinta Pertama Kembali
Saat Cinta Pertama Kembali
Romansa · errie_kurnia
16.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status