Chapter: Bab 7Kilas balik.Malam sebelum Adrian melamar Sarah. Adrian dan ayahnya duduk bersama di ruang keluarga dalam suasana yang cukup formal. Melihat sikap sang ayah, Adrian memahami bahwa terdapat topik penting yang perlu dibahas.Benar saja, pembicaraan tersebut berkaitan dengan Sarah."Ayah menginginkan kamu untuk menikahi Sarah."Adrian yang sedari tadi bersandar di sofa segera menatap ayahnya."Apa alasannya?" tanyanya dengan nada serius.Ayahnya terdiam sejenak sebelum memberikan tanggapan."Ayah yakin dia adalah wanita yang tepat untuk mendampingimu."Adrian mengerutkan dahi. "Bagaimana jika saya menolak?"Tatapan ayahnya berubah menjadi tegas."Jika demikian, jangan pernah lagi menganggap saya sebagai ayahmu."Adrian terdiam.Ia benar-benar terkejut mendengar jawaban itu. Selama ini, belum pernah ia melihat ayahnya seserius ini ketika membicarakan seorang wanita, apalagi soal pernikahan.Entah kenapa, Adrian sendiri pun bingung dengan perasaannya. Di satu sisi, ia sebenarnya tidak ingin
Terakhir Diperbarui: 2026-10-07
Chapter: Bab 6Sarah tengah duduk bersantai di sofa apartemennya ketika ponselnya bergetar. Ia kemudian mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja, di mana terlihat sebuah nomor tidak dikenal muncul pada layar. Sarah mengangkatnya.“Turunlah. Aku di bawah apartemenmu. Ayo kita kencan.” Sarah langsung bangkit dari sofa. “Adrian?!” "Kamu ada di depan apartemenku?” Sarah berjalan mendekati jendela dan melihat ke bawah. Namun, ia tidak melihat Adrian di mana pun. “Jangan bercanda, deh,” katanya sedikit ketus. “Ya sudah, aku saja yang naik.” “Jangan!” Sarah spontan melarang. Ia menghela napas sebelum melanjutkan, “Enggak usah. Biar aku yang turun. Tunggu di sana.” Sarah langsung memutuskan panggilan. Ia berdiri sambil menatap ponselnya dengan kesal. Orang ini sebenarnya maunya apa, sih? Sarah mondar-mandir sebentar. Ia benar-benar tidak habis pikir kenapa Adrian bisa tiba-tiba muncul tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Namun, karena tidak ingin membuatnya menunggu terlalu lama, Sarah akhirnya
Terakhir Diperbarui: 2026-10-06
Chapter: Bab 5Sebuah video klarifikasi dari istri seorang pengusaha yang beberapa waktu lalu menuduhnya sebagai pelakor. Istri pengusaha itu meminta maaf secara khusus kepada Sarah atas tuduhan yang pernah dilontarkannya. Ia mengakui bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa Sarah bukan wanita simpanan suaminya. Semua itu terjadi karena sebuah kesalahpahaman. Namun, di sisi lain, ia merasa heran. Wanita yang sebelumnya terlihat begitu arogan dan tidak mau kalah itu kini justru membuat pernyataan permintaan maaf dengan kepala tertunduk, seolah benar-benar menyesali perbuatannya. Ia menggeleng pelan. Apa pun alasannya, Sarah tidak ingin terlalu memikirkannya. Baginya, yang terpenting adalah namanya sudah dibersihkan. Sarah pun tersenyum kecil.Berarti semuanya sudah selesai. Hal yang paling melegakan adalah ia tidak perlu menikah dengan putra Pak Adiraga tersebut.Ia menyambut pagi dengan secangkir kopi hangat sebelum duduk di depan meja kerjanya. Setelah beberapa hari dipenuhi masal
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04
Chapter: Bab 4Sarah mengangkat kepalanya perlahan. Adrian sudah berdiri di depan meja. Sarah sempat terdiam. Ia sedikit terkejut melihat penampilan pria itu. Pria dengan long flow haircut yang sedikit terlihat berantakan dan entah kenapa, ia membayangkan Adrian akan datang dengan pakaian yang lebih pantas untuk makan malam di restoran semewah ini. Namun, yang berdiri di hadapannya justru pria mengenakan jaket denim berwarna biru gelap dengan potongan sederhana. Di baliknya hanya ada kaos polos berwarna putih yang terlihat dari bagian kerah. Celana bahan hitam dan sepatu kulit sederhana menjadi pelengkap penampilannya. Ia tidak mengatakan apa pun. Bagaimanapun, Adrian tetap terlihat rapi, hanya saja penampilannya jauh dari ekspektasi Sarah. “Maaf, aku terlambat,” ujar Adrian Sarah melirik jam tangannya. “Lima belas menit,” sahutnya singkat."Adrian tersenyum kecil. “Aku tahu.”Sarah menghela nafas pelan. “Kupikir kamu nggak jadi datang.” “Kenapa? Kamu sudah mau pulang?” tanya Adrian Sarah men
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04
Chapter: Bab 3Heh, pelakor. Jangan kira setelah lo dipecat, hidup lo bakal aman, ya! Sarah membeku.Ia membaca pesan itu sekali lagi. Jarinya menggenggam ponsel lebih erat. Sebuah pesan bernada ancaman. Sarah baru saja keluar dari supermarket. Ketika hendak memasukkan barang belanjaannya ke dalam mobil, tiba-tiba dua orang pria berbaju hitam menyergapnya dari belakang.Tempat parkir yang berada di basement itu tampak sepi. Kedua pria tersebut hendak menyeretnya masuk ke dalam sebuah mobil. Sarah terus berusaha melawan dan menendang sekuat tenaga.Saat Sarah sudah berada di dekat pintu mobil, tiba-tiba sebuah kendaraan berwarna hitam mendekat. Beberapa orang pria turun dari dalamnya.“Lepaskan Nona Sarah!” teriak salah seorang pria yang baru saja keluar dari mobil.Pria bertubuh tinggi besar itu segera menarik tangan Sarah dan menyuruhnya berdiri di belakangnya.Para pria tersebut segera memasuki kendaraan dan kemudian bergegas meninggalkan lokasi kejadian dengan kecepatan tinggi. Sarah yang masih
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04
Chapter: Bab 2"Kamu!" Wanita itu langsung menghampiri Sarah dan menarik rambutnya."Aduh!" Sarah mengerang kesakitan sembari berupaya melepaskan cengkeraman tangan wanita tersebut yang menarik rambutnya dengan kuat. “Oh, jadi ini wanita simpanan kamu?!”Di belakang wanita itu, seorang perempuan lain sudah mengeluarkan ponselnya. Kamera diarahkan tepat kepada Sarah. “Dasar pelakor! Perempuan murahan!” “Bu, lepaskan saya!”Sarah akhirnya berhasil melepaskan tangan wanita itu dari rambutnya. “Saya bukan perempuan seperti itu!” Sarah membenarkan rambutnya yang berantakan. "Saya datang ke sini karena mendapat undangan untuk wawancara. Suami Ibu yang justru mencoba merayu saya!" Sarah mencoba menjelaskan. “Alah! Kamu yang kegatelan sama suami orang!”Wanita itu kembali hendak menjambak rambut Sarah, tetapi Sarah berhasil menghindar. “Kalau Ibu tidak percaya, ayo kita ke kantor polisi. Kita jelaskan semuanya di sana.” Sarah sama sekali tidak merasa bersalah. Ia yakin tidak melakukan apa pun.“Tidak p
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04