Hari-Hari Dimanjakan CEO Dominan
“Ah, sial. Kamu terlalu ketat, Nona,” desis Kenzo rendah. Jemari kokoh sang CEO mencengkeram pinggang Mentari, mengunci tubuh gadis itu rapat di dinding ruangan yang dingin.
Mentari memekik tertahan, napasnya memburu hebat saat deru napas hangat Kenzo menyapu ceruk lehernya. “K-Kenzo... hentikan, tolong...”
Namun, Kenzo justru makin menekan posisinya. Tatapan matanya yang membakar gairah mengunci penuh bibir merona Mentari yang bergetar. Dominasi pria berkuasa itu melumpuhkan seluruh akal sehat Mentari, membiarkan tubuhnya kepanasan dalam cengkeraman sang atasan.
Apakah Mentari sanggup menyelamatkan dirinya dari pusaran gairah dan obsesi berbahaya sang CEO dingin yang siap melahapnya tanpa sisa?
Keputusan Mentari menemukan lingkungan baru, serta orang baru dalam hidupnya kini membuahkan hasil yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Hari-hari dimanjakan itu baru saja dimulai...