author-banner
Apple Cherry
Apple Cherry
Author

Novels by Apple Cherry

Pelayan Kesayangan CEO Arogan

Pelayan Kesayangan CEO Arogan

WARNING HANYA UNTUK DEWASA "Ah, Tuan Javen, tolong jangan." "Tenang saja, Sas, semuanya lagi nggak ada. Jadi, hanya ada aku dan kamu di sini." "Ngghh ... Tuan, tapi saya..." "Ugh, Tuan Javen, jangan!!" Sasmaya Larasati tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah sejak bekerja di rumah mewah milik Javendra Prakasa Maheswara. Ia hanya ingin bekerja dengan tenang, menjaga batas, dan tidak menarik perhatian. Namun semua itu runtuh saat Javen mulai mendekat. Pria arogan itu terbiasa mengendalikan segalanya, termasuk perasaannya yang perlahan menyeret Sasa masuk ke dalam permainan berbahaya. Hubungan yang seharusnya semakin ia menjauh, semakin Javen membuatnya sulit untuk pergi.
Read
Chapter: Bab 261 - Hampir
Begitu mobil mewah itu memasuki lobi khusus rumah sakit, beberapa petugas medis dan seorang pria paruh baya berjas dokter yang merupakan direktur rumah sakit sudah berdiri menyambut mereka. Tom bergegas turun dan membukakan pintu belakang dengan gerakan formal, mencoba bersikap seprofesional mungkin demi menutupi rasa waswasnya sendiri. "Kita sudah sampai, Nona Claudia." Claudia melangkah turun dengan lutut yang terasa lemas. Bram langsung menghampiri direktur rumah sakit tersebut, menjabat tangannya dengan formal. "Selamat pagi, Dokter Wijaya. Saya Bram, asisten Tuan Javendra. Ini Nona Claudia, calon istri Tuan Javendra yang kemarin sudah dijadwalkan untuk tes kesehatan menyeluruh," jelas Bram. Dokter Wijaya tersenyum ramah dan mengangguk hormat. "Selamat pagi, Pak Bram. Mari, silakan masuk. Kami sudah mengosongkan lantai khusus untuk pemeriksaan Nona Claudia agar privasi tetap terjaga, sesuai dengan permintaan Tuan Javendra semalam." Claudia menatap lorong rumah sakit yang
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 260 - Claudia dan Skandal Yang Disembunyikan
Di ruang makan utama, suasana sarapan berlangsung begitu cepat dan kaku. Claudia hampir tidak menyentuh rotinya sama sekali. Tangannya yang dingin terus meremas selembar tisu di bawah meja. Miranda yang sejak kemarin merasa ada yang kurang di mansion ini, akhirnya memberanikan diri untuk membuka suara guna mencairkan ketegangan. "Javen, kalau boleh tahu, ke mana Nyonya Amara? Kenapa dari kemarin kami tidak melihatnya di tempat?" Javendra menghentikan gerakan sendoknya sejenak, lalu mendongak menatap Miranda dengan ekspresi yang sangat tenang. "Ibu sudah tidak tinggal di sini lagi, Nyonya Miranda. Belakangan ini dia sedang banyak pikiran karena urusan beberapa anak perusahaan, jadi saya membiarkannya tinggal di villa luar kota untuk menenangkan diri." Javendra sengaja tidak menceritakan hal yang sebenarnya bahwa dia dan ibunya sedang bersitegang hebat hingga dia mengusir wanita itu dari mansion utama. "Ah, begitu rupanya. Sayang sekali, padahal saya ingin mengobrol banyak soal
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 259 - Waktu Untuk Javendra
Setelah menutup pintu balkon dan meninggalkan Claudia yang membeku di luar, Javendra tidak langsung beristirahat. Dia melangkah keluar dari kamarnya, berjalan pelan menyusuri koridor senyap menuju sayap kanan mansion. Di depan pintu kamar tamu utama, dia mengeluarkan kunci duplikat dari saku celananya, lalu memutarnya perlahan agar tidak menimbulkan suara gaduh. Javendra melangkah masuk ke dalam kamar yang remang-remang itu. Bersamaan dengan itu, pintu toilet terbuka, menampilkan sosok Sasa yang baru saja keluar. Sasa tersentak kaget melihat kehadiran pria itu di kamarnya. Dia refleks mundur selangkah, matanya melebar waswas. "Kenapa Tuan masuk ke sini? Kalau ada orang lain yang lihat bagaimana?" Javendra tidak memedulikan ketakutan Sasa. Dia justru melangkah mendekat, menatap Sasa lekat-lekat. "Bagaimana kondisimu?" Sasa menunduk, memegangi bagian bawah perutnya dengan satu tangan. "Perut saya agak sakit." Raut wajah Javendra langsung berubah tegang. Ada kilat panik yang te
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 258 - Kepanikan Claudia
"Javen, tunggu," panggil Claudia, suaranya sengaja direndahkan hingga nyaris berbisik dengan raut wajah yang mendadak penuh kecemasan. "Soal pemeriksaan medis besok... apa itu benar-benar perlu?" Javendra menghentikan gerakannya. Dia menoleh perlahan, menatap tangan Claudia di lengannya dengan pandangan dingin sebelum beralih ke mata tunangannya. "Pemeriksaan sebelum menikah adalah hal yang wajar bagi keluarga kita." "Aku tahu," potong Claudia cepat, melangkah selangkah lebih dekat demi memangkas jarak. Dia memasang wajah yang dibuat seolah-olah sangat memedulikan harga diri Javendra. "Tapi, Javen... apa kamu tidak memikirkan risikonya? Maksudku, risiko untuk dirimu sendiri." Sebelah alis Javendra terangkat. "Risiko apa?" Claudia berpura-pura ragu, matanya melirik ke kanan dan kiri sebelum kembali menatap Javendra dengan tatapan sendu. "Kamu tahu maksudku, Javen. Kondisi... rahasia itu. Aku hanya takut kalau kita ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan menyeluruh, tim dokter
Last Updated: 2026-07-15
Chapter: Bab 257 - Gebrakan Baru Javendra
Rani menghela napas lega setelah menutup pintu rapat-rapat. "Aku diminta sama Pak Bram untuk antar makanan sama obat ini untukmu, Sa. Di bawah sibuk sekali karena Tuan Muda sedang jamuan makan bersama Nona Claudia yang baru datang." Sasa menerima nampan itu dengan tangan yang sedikit lemas. Dadanya mendadak terasa tidak enak. Dia menatap kamar mewah yang dia tempati saat ini, lalu beralih menatap Rani. Ada rasa sungkan dan tidak nyaman yang besar di hatinya. Sasa takut Rani berpikir yang tidak-tidak atau menganggapnya aneh karena diperlakukan sepesial oleh pihak mansion. Seorang pelayan biasa sepertinya justru ditempatkan di kamar tamu utama yang sangat megah, bahkan dilayani seperti ini. Rani yang melihat gelagat Sasa langsung memegang lengan temannya itu dengan lembut. "Kamu bagaimana kabarnya, Sa? Jujur, aku cemas sekali sama kondisimu sejak kejadian kemarin." Sasa menunduk, merasa semakin tidak enak hati. "Aku sudah jauh lebih baik, Ran. Maaf ya, aku malah merepotkanmu di
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Bab 256 - Masih dalam Kendali Javendra
Jamuan makan malam di ruang utama mansion Maheswara berlangsung dengan keheningan yang mencekam, meskipun denting sendok dan garpu terdengar beradu dengan piring porselen mewah. Di kepala meja, Javendra duduk memotong steak miliknya dengan gerakan yang sangat tenang. Di sisi kanannya, Claudia duduk tegak, mencoba menelan makanannya dengan susah payah. "Bagaimana rasa hidangannya, Claudia? Sesuai seleramu?" tanya Javendra tiba-tiba, memecah kesunyian. Claudia tersentak kecil, lalu buru-buru meletakkan garpunya. "Ah, iya, Javen. Ini sangat enak. Koki mansion ini selalu tahu cara memanjakan lidahku." "Kudengar selama di luar negeri kamu sering melewatkan makan," sahut Javendra sambil menyapukan pandangan ke arah Miranda yang duduk di seberang Claudia. "Nyonya Miranda, apa putri Anda sesibuk itu sampai tidak punya waktu untuk merawat diri?" Miranda memaksakan sebuah senyuman, membetulkan posisi duduknya yang mendadak tidak nyaman. "Namanya juga anak muda, Javen. Banyak sekali kegiatan
Last Updated: 2026-07-14
Married With Hot Daddy (INDONESIA)

Married With Hot Daddy (INDONESIA)

WARNING ADULT STORY - 21+ CONTENT Menduda selama tujuh tahun seolah membuat Max melupakan rasa cinta dan kebutuhannya untuk menikah lagi. Permintaan Natasha, putri kecilnya, tentang Mama baru adalah alasan Max mencari seorang pendamping. Hingga dia bertemu dengan Nayra Aghnia, ternyata dia gadis kecil yang pernah membuatnya tertarik dulu sebelum bertemu dengan Maria, mendiang istrinya. Kepribadian Nay yang menyenangkan, membuat Max memutuskan gadis itu adalah pilihan yang tepat untuk menjadi Mama baru bagi putri tersayangnya.
Read
Chapter: Ending
Derap langkah terdengar semakin dekat membuntuti Mala yang terus mempercepat langkah kakinya."Siapa sih, kenapa dia ngikutin aku?"Napas Mala terengah-engah setelah dia berhenti karena tak kuat lagi berlari. Ini semuanya karena Dewa tidak menjemputnya di acara reuni teman SMA Mala. Entah siapa orang yang mengikutinya tadi, yang jelas Mala ketakutan."Hallo, Kak. Kamu jemput aku dong, please, aku takut." Suara langkah kaki semakin dekat. Kedua bola mata Mala membulat sempurna saat lengan kekar melingkar di pinggangnya."Aaaaaaaaaaaaaaa....." teriaknya."Sayang, ini aku."Mala menutup mulutnya. Itu seperti suara..."Kak Dewa!"****"Jadi tadi beneran ada yang ikutin aku?" kaget Mala saat suaminya bilang bahwa seorang lelaki mencoba untuk membuntuti Mala. Beruntung Dewa sampai tepat waktu."Iya. Tadi aku emang ada urusan kerjaan di kantor. Semenjak kamu memutuskan untuk resain, aku kan hendel semuanya sendiri, Sayang.""Tapi kan itu keinginan kamu juga, Kak. Aku diminta resain.""Iya.
Last Updated: 2023-12-06
Chapter: Solusi (43)
Mala merasa bersalah pada suaminya. Padahal Dewa bilang tidak apa-apa jika dia belum siap. Sejak tadi Dewa sibuk dengan pekerjaannya. Mala sebagai sekertaris Dewa saat di kantor tidak berani mengajak ngobrol suaminya itu tentang urusan pribadi."Huffffttt...." Mala menghela napas panjang sambil melirik ke arah suaminya yang tak menatapnya sama sekali.Apakah dia marah?Mala beranjak dari duduknya. Dia tidak bisa begitu terus, dia merasa sangat bersalah dan dia satu-satunya yang bersalah. Dewa boleh berkata tidak apa-apa, tapi tetap saja buat Mala sikap suaminya itu agak berbeda."Kak. Kamu marah kan?"Dewa menaruh bolpoin di tangannya. Lalu ia membuang napas perlahan, dengan senyuman tipis, dia menggelengkan kepala. "Enggak, Sayang.""Karena hal seperti itu aja, aku nggak mungkin marah," tambah Dewa.Mungkin suaminya tidak marah. Tapi tetap saja ia merasa bersalah. "Mala nggak konsen kerja.""Ini kan kamu yang minta, Sayang. Kamu bilang mau mulai kerja kan?" ucap Dewa."Iya. Tapi seka
Last Updated: 2023-12-06
Chapter: Do It (42)
Mala membuka matanya perlahan. Garis bibirnya melingkar cantik menatap pria yang sedang terpejam, nyenyak disampingnya. Mala mengambil cermin, melihat bibirnya agak bengkak dan rambutnya yang berantakan. Dia terkekeh sendirian, tapi pria di sampingnya tidak terusik sama sekali."Capek ya. Kamu sih, mainnya nggak kira-kira," ringisnya sambil menggerakkan perlahan kakinya."Ouch!" pekiknya merasakan tubuhnya sedikit perih dan tidak nyaman."Sayang!" Dewa langsung terkejut saat mendengar suara istrinya. "Kamu kenapa?"Mala menggigit bibir bawahnya sambil meringis, ia tidak berani menyibak selimut di atas tubuhnya. Hanya menggeleng pada suaminya. "Enggak. Aku cuma... Perih.""Perih? Yang mana?" tanya Dewa sambil menyentuh kedua pipi Mala. "Aku nyakitin kamu, ya?" ia menelisik."Bukan. Ini cuma agak perih di bagian--" putus Mala, malu."Bagian mana? Sini, biar aku obatin." Dewa memang polos atau pura-pura tidak tahu sih, bagian mana lagi kalau bukan bagian dimana dia menghujam Mala berulan
Last Updated: 2023-12-06
Chapter: First Night (41)
"Bun. Mala pulang ke rumah kan?""Mala. Kamu pulang ke apartemen Dewa dong. Masa mau pulang sama Bunda?""Bukannya biasanya tidur di rumah pengantin wanita dulu Bun?""Dewa maunya langsung ke apartemen. Lagi pula Bunda nggak bisa lama di Bandung, Sayang. Tapi, kalau Mala mau tinggal di rumah, Bunda seneng dan mengizinkan.""Bunda mau ke Korea lagi?"Delia mengusap bahu putrinya. "Mala kan udah ada yang jaga. Bunda dan Ayah udah merasa tenang. Tapi, bukan karena itu juga Bunda harus balik segera ke Korea. Bunda dan Ayah masih harus mengurus sesuatu di sana. Mala mengerti kan?""Mala ngerti kok," angguk Mala, memeluk bundanya. "Mala sayang Bunda. Maafin Mala ya, kalau selama ini Mala sering merepotkan Bunda dan Ayah.""Jangan ngomong gitu, Sayang. Mala nggak pernah merepotkan. Bunda dan ayah bahagia punya putri cantik seperti Mala," balas Delia.Begitulah obrolan Mala dengan Delia setelah acara selesai.Mala menghela napas panjang. Saat ini di sebelahnya ada Dewa yang sedang menyetir mo
Last Updated: 2023-12-06
Chapter: Menikah (40)
Sampai detik ini Mala seolah tidak percaya bahwa di tempat ini dia sedang duduk menunggu kedatangan Dewa sebagai calon mempelai pria. Hari ini adalah hari pernikahan Mala Dewa.Gedung hotel sengaja di pesan Delia, ibunda Mala. Sebagai penyelenggara pesta untuk putri semata wayangnya. Delia dan Mahen merasa lega karena putrinya yang sempat berpisah dari Dewa akhirnya kembali bersatu dan hari ini mereka akan menikah.Teman-teman Mala pun berdatangan menghampiri Mala yang sudah terbalut kebaya khas Sunda, cantik dan menawan. Hanya saja Mala mencari keberadaan sahabatnya, Cilla. Gadis itu tidak terlihat hadir bersama Vina yang datang menggandeng kekasih barunya."Vin. Cilla mana? Kok nggak datang?"Vinna mendadak muram. "Dia kayaknya nggak bisa datang. Dia hari ini nemenin nyokapnya di RS. Lo tahu nggak, Mala? Bokapnya Cilla belum lama sakit, terus sekarang gantian deh nyokapnya sakit. Dia sedih banget, mana lo tahu kan, kalau dia suka sama Gilang? Tapi, Gilang malah menolak dia. Padahal
Last Updated: 2023-12-06
Chapter: Rencana Pernikahan (39)
Masih dengan perasaan kesal. Dewa membuka pintu rumahnya. Entah siapa yang bertamu malam-malam begini."Selamat malam," ucap seorang wanita yang tersenyum kecil pada Dewa."Kris? Mau apa kamu ke rumah saya?" tanya Dewa ketus.Ia memijat kening, apa lagi yang akan di perbuat Kristal kali ini. Kalau saja bukan karena Daddy-nya yang berteman dekat dengan orang tua Kristal, mungkin Dewa sudah lama memecat Kristal tanpa memutasikan nya."Aku kesini mau-" jawabnya terpotong saat melihat seorang gadis yang muncul di belakang Dewa."Kamu?" kata Kristal kaget. "Kamu sedang apa di rumah Dewa?"Mala menggelayut manja di lengan Dewa. "Sayang. Kamu udah ngantuk?" tanya Dewa sembari mengusap sulur anak rambut gadisnya."Iya. Kamu masih lama nggak?" balas Mala tanpa mempedulikan Kristal."Kris, kamu mau apa?" tanya Dewa."Kamu tinggal berdua dengan dia?" ucap Kristal, dia terlihat sangat kaget."Kalau iya, kenapa?" sahut Dewa. Mala hanya menatap sinis pada Kristal."Mbak. Tadi kenapa sih cium-cium p
Last Updated: 2023-12-06
Menikahi CEO Philophobia

Menikahi CEO Philophobia

TAMAT Warning Mature Content ( Konten Dewasa) Gavin Narendra Tama mengalami trauma jatuh cinta setelah patah hati karena dikhianati oleh mantan kekasihnya. Dipertemukan tidak sengaja dengan gadis bernama Arabella Camelia, gadis mandiri dan pemberani. Mereka berkomitmen untuk menikah dengan alasan simbiosis mutualisme.
Read
Chapter: Akhir Yang Indah (2) END STORY
"Dokter apa yang terjadi dengan istri, saya?""Istri Anda hamil.""Apa? Saya hamil, Dok?""Ya, menurut hasil pemeriksaan awal, usia kandungan memasuki bulan ke tiga. Keadaannya cukup baik. hanya saja, Nyonya harus banyak istirahat dan tidak boleh kelelahan. Konsumsi makanan bergizi, vitamin, itu sangat penting."Evelyn masih tak menyangka, bahwa dia hamil. "Astaga Sayang! Kau dengar, ada bayi di dalam sini! Ini adalah anak kita, Sayang!" Oliver kelihatan benar-benar bahagia. Dia tak kuasa menyembunyikan perasaan haru di hadapan istrinya."Aku benar-benar tidak menyangka, Oli. Aku hamil. Aku akan jadi seorang ibu?"Oliver menciumi Evelyn dengan derai air mata. Setelah penantian panjang, akhirnya dia dan Evelyn akan segera diberkati keturunan.***"Gavin, kita harus segera ke rumah sakit." "Ya, Sayang. Sebentar, aku harus menggendong Aelly dulu.""Oh, sweety. Kau benar-benar ayah yang luar biasa, Vin."Gavin menarik tubuh Ara ke sisinya, lalu mengecup keningnya. "Kau lah yang luar bia
Last Updated: 2022-05-10
Chapter: Akhir Yang Indah (1)
Dokter sudah mengatakan jika operasi yang dilakukan Gilbert berjalan lancar. Setelah dua puluh empat jam akhirnya Gilbert pun sadar. Arabella lah yang pertama dilihat olehnya. Laki-laki itu merasa diberkahi, sebab Tuhan masih mengasihaninya dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya terhadap putrinya, Arabella. "Ara." "Kau sudah bangun, Tuan."Mungkin berlebihan dan terkesan tidak tahu diri. Gilbert merasa ingin sekali mendengar Arabella memanggilnya ayah. Tapi, dia tidak mau menyampaikan itu pada Arabella, sebab baginya melihat Ara yang mau berbicara dengannya saja, itu sudah merupakan hal yang luar biasa. "Iya, berkatmu, Arabella. Aku ingin kau memaafkan ku. Jadi, aku memohon pada Tuhan, dalam gelap, dalam kesakitan, aku mohon agar aku bisa melihatmu, walau mungkin untuk terakhir kali."Arabella menggeleng, dia tentu tidak mau itu menjadi yang terakhir. "Kau tidak boleh berkata begitu, Ayah." Gilbert yang masih terbaring lemah, mendadak menegakkan tubuhnya meski di
Last Updated: 2022-05-08
Chapter: Berdamai Dengan Keadaan
Rasa resah dan gelisah melingkupi Arabella. Dia harus berasa di posisi yang sangat menyulitkan nya. Laki-laki itu benar ayahnya, seburuk-buruknya tetap dia lah orang yang memiliki hubungan darah dengannya. Arabella tak mau, jika Tuhan mengambil orang itu. Lebih baik, hubungan mereka buruk selamanya, asalkan Gilbert harus tetap hidup. "Sayangku, aku mengerti yang kau rasakan." Gavin, dia selalu datang memberikan setidaknya sedikit ketenangan dan juga pelukan hangat yang membuatnya kuat. "Vin, apa yang harus aku lakukan??" "Kau harus ikuti kata hatimu, Arabella. Lakukan apa yang hatimu suarakan. dengarkan dengan perasaan bukan dengan emosimu." Matanya berkaca, dia mengeratkan peluk, sembari menahan agar tidak menangis. "Jangan menangis, karena Arabella yang kukenal adalah wanita yang kuat. Sudah terlalu sering kau menangis, padahal hal yang jauh lebih sulit dari ini sudah pernah kau lalui." Keberuntungan yang Ara miliki adalah Gavin, s
Last Updated: 2022-04-22
Chapter: Kesungguhan Gilbert
"Saya mohon, Tuan Gavin. Izinkan Ara ikut saya ke rumah. Saya akan menjelaskan semuanya secara terang-terangan pada Oliver dan Evelyn tentang siapa Arabella, dan juga masa lalu saya bersama ibu Ara."Gavin awalnya menolak. Tapi, dia juga tidak mungkin membiarkan masalah menguap begitu saja. Padahal dia yakin Arabella juga ingin kejelasan, setidaknya itu adalah bentuk penyesalan Gilbert yang telah menyia-nyiakan Ara dan ibunya."Baiklah. Saya akan izinkan Arabella pergi. Tapi saya akan ikut bersamanya.""Ya, tentu, memang Anda harus ikut, Tuan. Terima kasih, karena sudah mengizinkan saya mengajak Ara."Ara hanya diam, dia menyerahkan segalanya ke tangan Gavin. Kalau Gavin yang memintanya pergi, maka dia akan pergi. Sedangkan kalau tanpa restu Gavin, Ara tidak akan pergi."Ara, aku akan menemani mu. Kau mau ya, ikut untuk menjelaskan semuanya. Ini juga yang diinginkan ibumu, kan?"Ara menatap sekilas wajah Gilbert. Dia masih sediki
Last Updated: 2022-04-22
Chapter: Luluh, kah?
Evelyn benar-benar cemas karena Arabella meminta bertemu empat mata dengan papa mertuanya. Sedang dia tau, bahwa papa mertuanya itu bukan termasuk orang yang bisa diajak bicara.Setelah sekitar tiga puluh menit Arabella bersama dengan Gilbert, entah apa yang mereka berdua bicarakan. Akhirnya Arabella keluar dengan wajah yang datar pada awalnya. "Ara, kau akhirnya keluar juga. aku sangat mencemaskan mu."Barulah Arabella tersenyum. Dia menggenggam tangan Evelyn, dengan raut yang terlihat santai, seolah tak terjadi apa-apa."Aku baik-baik saja. Syukurlah, semuanya bisa diselesaikan. Aku sudah bicara, dan Tuan Gilbert akan menyelesaikan semuanya. Kau bisa lanjut dengan proyek yang sebelumnya berjalan, tanpa perlu memperpanjang semuanya lagi.""Hah? Apa maksud mu, Arabella? Bagaimana bisa?" tanya Evelyn yang kaget bukan main. Tidak mungkin itu terjadi begitu saja. Karena dia tau persis bagaimana watak papa mertuanya. Apakah dia luluh? apa yang Ar
Last Updated: 2022-04-20
Chapter: Penyesalan Gilbert
"Selamat siang, Tuan Gilbert." "Kamu? Kamu Arabella, kan?""Ya, saya Arabella, lama tidak bertemu, Tuan. Rasanya saya juga lupa, kapan terakhir kali kita saling mengenal. Karena waktu itu saya masih sangat kecil. Kalaulah bukan karena Ibu yang memintaku menemui Anda, mungkin saya sudah mengubur nama Anda dalam-dalam." Perkataan Arabella itu sangat membuat Gilbert terpukul. Tapi, pria tua itu menyadari, dia memang bersalah. Gilbert berjalan melangkahkan kakinya mendekati Arabella hingga jarak keduanya hanya sekitar satu meter saja. "Duduklah dulu, Ara. Silakan, kita bisa berbicara dulu."Ara pun duduk, meski sejujurnya enggan. "Baik, kita bicara. Meski saya enggan, saya malas berbicara dengan orang seperti Anda, Tuan." "Arabella, maafkan Ayah, Nak.""Anda bukan ayah saya." "Ara, aku adalah ayahmu. Suka tidak suka, aku adalah suami ibumu.""Apa?" decih malas Arabella. "Kau bilang suami ibuku? Apakah
Last Updated: 2022-04-17
Nikah Kontrak Demi Balas Dendam

Nikah Kontrak Demi Balas Dendam

"Dia tunanganku, Ai." Sikap murah hati Aileen selama ini malah dikotori dengan perselingkuhan dan penipuan yang dilakukan pacarnya. Ia hanya gadis lugu dan culun yang mudah dibodohi karena kepolosannya. Namun semua berubah saat Aileen bertemu dengan pria asing bernama Albani Raditya. Pria pekerja keras yang ternyata adalah calon suaminya. Aileen tak pernah mengira jika ia akan menerima tawaran pria itu saat hatinya sedang kacau karena kekecewaan mendalam. Sanggupkah Aileen membalas rasa sakit hatinya dan mengambil kembali harga dirinya?
Read
Chapter: Bab 89 : Ciuman Yang Menghidupkan
Ruangan kerja Aileen terasa berbeda hari itu. Meskipun sinar matahari menyinari meja dan sofa favoritnya, ada hawa dingin yang menggantung di udara. Hawa yang berasal dari satu benda kecil… amplop cokelat itu. Ia berdiri mematung di depan mejanya. Matanya menatap benda yang sejak hari pertama terasa seperti bom waktu. Amplop itu terselip rapi di dalam laci, tak pernah disentuh, tapi tak pernah juga benar-benar dilupakan. Kata-kata Albani terngiang di telinganya. “Jangan buka itu sendirian, Sayang. Aku tidak mau kau menghadapi hal-hal buruk tanpa aku.” Tapi hari ini, Aileen merasa... cukup kuat. Dia sudah terlalu lama membiarkan tanda tanya mengendap di dalam hatinya. Dia mencintai Albani, benar. Tapi bukankah kepercayaan juga berarti berani melihat kebenaran? Tangannya gemetar saat menarik amplop itu keluar. Ia menatapnya sejenak, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. “Kalau pun ini menyakitkan,” bisiknya lirih, “aku akan menghadapinya.” Dengan napas yang berat,
Last Updated: 2025-06-20
Chapter: Bab 88 : Dekapan di Ujung Malam || Bayangan Iri yang Membusuk)
Suasana di ruang rawat intensif kini jauh lebih tenang. Lampu temaram menyinari wajah pucat Albani yang kini mulai menunjukkan rona kembali. Di sisi ranjang, Aileen duduk sambil menggenggam tangan suaminya erat—tak mau melepas sedetik pun.“Sayang, kau yakin tidak pusing lagi?” bisik Aileen lembut sambil membelai rambut Albani yang sedikit berantakan.Albani tersenyum kecil, meski jelas tubuhnya masih lemah. “Aku tidak pusing... tapi jantungku sedikit berdebar.”Aileen langsung cemas. “Berdebar? Apa aku harus panggil dokter?”“Berdebar karena kau ada di sini, di dekatku, dengan wajah secantik itu...” lanjut Albani, senyum nakalnya mulai muncul.Aileen langsung mencubit pelan lengan Albani. “Al! Kau sedang sakit, masih bisa bercanda begitu?”“Aku sakit, iya. Tapi bukan berarti kehilangan akal sehat.” Ia menarik pelan jemari Aileen, menciumnya satu per satu. “Apa kau tahu, hanya dengan aroma tubuhmu saja aku bisa lupa rasa sakit ini.”“Al...” Aileen menunduk, wajahnya merona. Tapi senyu
Last Updated: 2025-06-20
Chapter: Bab 87 : Niat Jahat
“Kenapa selalu wanita itu yang menang?” desis Marsha geram, melempar ponselnya ke atas tempat tidur. Ia tak mengerti, bagaimana bisa nasib begitu memihak Aileen. Padahal Marsha sudah menyusun rencana matang. Ia sudah menyerahkan amplop cokelat berisi foto dan dokumen masa lalu Albani yang kelam kepada sekretaris Aileen, Hasya. Amplop yang seharusnya menjadi senjata pemusnah rumah tangga Aileen. Marsha memijat pelipisnya. “Apa amplop itu belum dibuka? Atau Hasya tidak menyerahkannya?” Dugaan itu membuatnya semakin kesal. Ia ingat betul, ekspresi Hasya saat menerima amplop itu memang mencurigakan. Wajahnya tegang, bahkan seolah menolak secara halus. Dan kini Marsha yakin, amplop itu tidak sampai ke tangan Aileen. “Aku harus bertindak,” gumamnya lirih. Marsha membuka laptopnya dan mulai menelusuri media sosial, mencari celah baru. Ia menyimpan beberapa video lama yang memperlihatkan Albani di masa lalunya, saat masih dekat dengan wanita lain sebelum menikah dengan Aileen. Salah satu
Last Updated: 2025-06-20
Chapter: Bab 86 : Lebih Baik Punya Penyesalan
Aileen duduk di bangku tunggu luar ruang ICU, jari-jarinya menggenggam erat kerah bajunya sendiri. Jantungnya tak karuan. Setiap detik menunggu terasa seperti siksaan.Martin berdiri di sampingnya, tangan ayah mertuanya menepuk pelan pundaknya. “Tenang, Nak. Dokter akan melakukan yang terbaik.”Namun Aileen hanya bisa menggeleng. “Tadi dia baik-baik saja, Pa. Lalu kenapa tiba-tiba... begitu?”Martin menghela napas panjang. “Kadang trauma kepala memang bisa muncul tiba-tiba. Tapi yang harus kau percaya, Al akan kuat.”Melani berdiri di seberang mereka, memperhatikan Aileen dengan tatapan yang... berbeda. Ada rasa bersalah, ada penyesalan, dan bahkan ada rasa sayang yang masih kaku dan tertahan.“Apa... apa ini karena aku memberitahunya bahwa aku hamil?” lirih Aileen dengan suara gemetar.Melani ikut terduduk. Suaranya pelan, nyaris seperti ibu sejati. “Itu bukan salahmu. Justru kau membawa kebahagiaan untuk anakku.” Ia menatap perut Aileen, lalu menarik napas. “Mungkin memang belum wak
Last Updated: 2025-06-20
Chapter: Bab 85 : Siuman
Melani membeku, ia hanya bisa menangisi segala fakta yang baru terungkap. Bahkan Melani kini tidak tau apa yang harus diperbuat. Ia sudah salah paham, tapi tindakannya selama ini terlalu kentara saat membenci Aileen, ternyata selama ini bukan Aileen yang seharusnya ia jauhi, tapi melainkan Marsha.. Wanita itu terlalu terpengaruh oleh mulut manis dan hasutan Marsha, tanpa melakukan investigasi lebih lanjut tentang fakta kebenaran berita itu. Lalu kalau sudah begini, ia sendiri jadi bingung, apa yang harus dilakukan. Apa dia mungkin dimaafkan, sementara tabiat buruknya sudah sangat amat berlebihan. "Nyonya, kenapa Anda malah di sini?" Seseorang muncul, bertanya dengan nada lembut dan sopan. Saat Melani yang berjongkok lalu mendongak, wajah itu malah tersenyum, meski ada keraguan. "M-Maaf, bukan maksud saya menganggu Anda. Tapi Al sudah siuman. Anda ibunya, tentu lebih berhak untuk melihat kondisi Al lebih dulu." "Al sudah siuman?" Aileen agak kaget, melihat wajah Melani yang
Last Updated: 2025-06-14
Chapter: Bab 84 : Fakta Yang Terkuak
"Al bagaimana Tante???" Dalam kondisi lemah, Aileen kembali ke ruangan ICU tempat suaminya kini dirawat. Lalu Melani, mama mertuanya malah sedang berdua dengan seorang wanita. Tampak belakang, sepertinya Aileen pernah melihat wanita itu. "Bu Aileen, sepertinya aku pernah lihat wanita itu," kata Hasya. "Benarkah, Hasya?" Martin buru-buru berlari ke arah sang istri. Ia menarik tangan Melani, membawanya pergi untuk bicara. Tak lupa, Martin juga membawa wanita yang bersama istrinya pergi dengannya. "Om lepaskan!!" "Martin kau apa-apaan sih!" Keduanya tampak kesal. "Kau ngapain ajak dia ke rumah sakit! Kau sadar kan Al tidak suka dia muncul di depan Aileen!!" tegasnya pada Melani. "Kau juga, apa kau wanita rendahan, Marsha!!" . "Om cukup ya. Aku kemari karena mencemaskan Al. Kenapa om malah memakiku sih??" "Cemas katamu? Apa kau punya hak untuk itu?" "Jelas aku punya hak!!" tegas Marsha, ia seolah tidak takut pada siapapun, termasuk orang tua Albani sekalipun. "Cukup
Last Updated: 2025-06-14
You may also like
Membawa Lari Anak Kembar CEO
Membawa Lari Anak Kembar CEO
Romansa · Almiftiafay
187.4K views
Jerat Ambisi Cinta sang Dokter
Jerat Ambisi Cinta sang Dokter
Romansa · Selfie Hurtness
187.1K views
Simpanan Istri Pejabat
Simpanan Istri Pejabat
Romansa · agneslovely2014
185.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status