author-banner
Nyemoetdz Kim
Nyemoetdz Kim
Author

Novels by Nyemoetdz Kim

Jodoh untuk Pak Danyon (Komandan Batalyon)

Jodoh untuk Pak Danyon (Komandan Batalyon)

"Dia, wanita yang akan menjadi pendampingmu. Ibu harap kamu tidak lagi menolak wanita pilihan Ibu." Damar menghela napas mendengar ucapan sang ibu. Untuk apa menikah jika pada akhirnya dia ditinggal, bahkan diselingkuhi saat dinas seperti dulu? Lebih baik dia fokus pada kariernya sebagai Komandan Batalyon! Hanya saja, Dokter Jenar yang dijodohkan dengannya ternyata mengubah segalanya .....
Read
Chapter: 97. Tamat
"Memang Danur punya uang untuk membelinya?" Pertanyaan Prajurit itu membuat bocah itu berpikir. Ekspresinya begitu mengemaskan, selain imut, tampan, dia juga sama seperti ayahnya. Pesona ayahnya turun ke anaknya sekarang. "Danur, Ayah sudah punya anak baru. Bukankah Danur juga punya ayah baru." Damar datang dengan menggendong anak Widi yang baru 10 bulan, dan mengejek putranya itu. Menjadi Komandan Batalyon selama hampir 6 tahun, Damar banyak mendapatkan penghargaan dan prestasi yang dia dapat selama diposisinya. Bukan hanya itu, selain terkenal tegas, Damar juga bersikap baik pada bawahannya. Bukan berarti salah lantas dia akan terus mencari kesalahan, Damar memberikan nasehat yang bisa membuat bawahannya maju bukan malah diam di tempat. Beberapa Prajurit dibantu untuk pendidikan mereka. Dia membantu semampu dia, karena dia tau betul bagaimana berjuang di masa-masa seperti ini. Tegasnya Damar, dia selalu disiplin dan tidak menerima kesalahan yang fatal. "Itu adik Celine, itu b
Last Updated: 2025-03-21
Chapter: 96. Mau Ayah Baru Saja!
"Om, mana Ayah Danur?" Dengan pertanyaan yang belum jelas, anak usia 4 tahun itu berdiri di hadapan para Prajurit yang sedang berbaring mendengarkan arahan. "Danur, tunggu Bunda!" Langkahnya terhenti ketika melihat putranya sedang berdiri di hadapan para Prajurit. Senyum wanita cantik itu mengembang, anak kecil yang dia cari tanpa rasa malu ikut dalam barisan itu seperti seorang Komandan yang berdiri di depan Prajurit. "Ayah!!" Teriakan itu membuat wanita cantik itu berlari sebelum anak kecil itu berhasil pada ayahnya. Tawa dari para Prajurit yang berbaris terdengar ketika anak kecil itu menyelai ucapan sang ayah ketika sudah dalam gendongan. "Kenapa Ayah pergi sendiri. Bunda memaksa Danur makan, Danur masih kenyang," keluhnya. "Pak Wadan, gantikan aku bicara, anak kecil ini akan terus menggangguku," pintanya pada Wadan yang berdiri di sampingnya. "Ke mana Bunda sekarang?" tanyanya pada sang anak. Dia mundur ketika wakil komandan mengantikannya bicara dengan beberapa Praj
Last Updated: 2025-03-19
Chapter: 95. Menjalani Hidup Setelah Duka
"Akhirnya anak Ayah bisa pulang hari ini." Dalam gendongan sang ayah keluar rumah sakit, bayi kecil itu tampak tenang. Jenar berjalan selangkah dibelakang Damar yang begitu senang setelah hampir 1 bulan putranya di ruang NICU, akhirnya hari ini diperbolehkan pulang. Kondisinya berangsur membaik walau berat badannya masih kurang. Sore itu akhirnya Danur bisa berbaring di tempat tidur mereka. Damar sangat senang karena bisa menggendong lebih lama dari pada di NICU hanya berapa jam saja dalam sehari. Momen ini yang di tunggu sejak beberapa minggu. Sejak keluar rumah sakit, keseharian Damar berbeda. Pagi dia akan membantu istrinya merawat putranya. Membiarkan Jenar mengurus pekerjaan rumah yang lain. Damar juga menemani putranya berjemur ketika dia selesai Apel. "Aku sudah selesaikan tugasku. Aku pulang lebih dulu," ucap Damar. "Siap, Komandan!" "Sejak ada mainan hidup, aku selalu ingin pulang dan bertemu dengannya." "Siap, Ndan. Namanya juga anak baru lahir. Pastinya senang
Last Updated: 2025-03-18
Chapter: 94. Danurdara
"Mbak baik-baik saja?" Widi menghampiri Jenar yang termenung di depan ruang rawat. Bukannya istirahat, dia malah diam di sana. Membiarkan Damar yang sedang sakit di dalam di temani ibunya. Kehilangan dan juga kebahagian yang dirasakan sekarang seperti tamparan keras. Bukan hanya itu, Damar juga sakit saat kondisi seperti ini. "Ya, harusnya juga baik-baik saja. Bahkan aku ingin bergegas merawat suamiku yang sedang sakit. Kenapa aku secengeng ini, menjengkelkan sekali." Jemarinya menyeka air mata yang mengalir begitu saja. "Aku yakin Mbak pasti kuat. Aku tidak ingin mengatakan banyak hal karena aku tau jika Mbak mendapatkan itu semua dari keluarga yang mendukung. Mbak harus ingat, masih ada satu anak yang bisa Mbak rawat dan perjuangkan. Ingatlah diriku ini, bagaimana kisahku dengan putriku. Yang tabah, semua pasti akan baik-baik saja." Widi memegang tangan temannya itu. Dia baru bisa bertemu dengan Jenar kali ini. Dia tidak ingin mengganggu ketika di masa duka dan kebahagian y
Last Updated: 2025-03-17
Chapter: 93. Saling Menguatkan
"Istirahatlah, Nak, kamu terlihat begitu lelah," tutur Susi pada menantunya yang baru sampai dari Jakarta untuk memakam kan putrinya didekat makam ayahnya."Aku masih ingin melihat putraku, Ma. Rasa bersalah ini semakin mencekik ku. Aku tidak becus menjadi seorang ayah, ini terjadi karena diriku." Tangis Damar pecah ketika bicara dengan Susi. Dia menahan agar bisa menerima semua ini, tapi dia tidak sanggup lagi. Rasa sesaknya kian mencekik, dan dia luapkan pada Susi.Wulan yang mengurus semua di sana ketika Damar kembali ke Solo untuk istri dan anaknya yang lain. "Semua sudah menjadi takdir yang Tuhan gariskan. Kamu boleh bersedih, tidak dengan menyalahkan dirimu. Ini semua bukan kesalahanmu, memang kondisi kehamilan istrimu yang tidak baik."Dengan kondisi kaki yang masih dibantu penyangga untuk berjalan, Susi pergi bersama Ragil ke Solo. Dia tidak bisa hanya diam, ketika putra putri mereka membutuhkan mereka orang tuanya."Ikhlas kan, maka kamu akan terima ini semua. Istrimu membutu
Last Updated: 2025-03-14
Chapter: 92. Duka Dibalik Bahagia
"Saya pikir Mbak Jenar akan mengatakan pada Bapak, jika tadi melakukan kontrol mingguan bersama saya karena tak ingin menganggu istirahat Anda."Mendengar penjelasan Widi, bisa apa Damar ketika ini sudah kejadian. Waktu itu juga, Damar mendengarkan penjelasan Dokter Melati tentang kondisi istrinya.Sudah rasa sakit dia rasakan tanpa hilang, Jenar harus merasakan proses induksi karena ingin persalinan normal. Ada rasa kesal, tapi Damar tidak bisa meluapkan sekarang. Fokusnya ada pada Jenar sekarang."Mbak, bisakah kau datang. Jenar mau melahirkan di usai kandungan 25 minggu, aku harap Mbak bisa datang sekarang." Tidak hanya pada Wulan, dia juga minta doa pada Ibu dan mertuanya agar semua berjalan lancar. Meski dengan resiko yang besar."Maafkan aku, Mas," tutur Jenar dengan rintihan lirih merasakan sakit."Aku tidak ingin membahasnya, kamu harus kuat, agar mereka bisa selamat begitu juga dirimu. Kamu hampir mencelakai dirimu sendiri. Sekarang lihatlah hasilnya, tapi aku tidak mau menya
Last Updated: 2025-03-13
Terpikat Mayor Ajudan Bapak

Terpikat Mayor Ajudan Bapak

"Maafkan saya, Nona. Saya merasa tidak pantas. Saya harus fokus pada pekerjaan yang sedang saya jalani, perasaan hanya akan membuat saya tidak profesional menjalankan tugas," sahut Mayor Wira Cahyadi setelah pernyataan cinta sang puteri presiden. "Tapi aku mencintaimu, Mas Wira. Haruskah aku bilang Ayah agar beliau menikahkan kita?" Ajudan presiden itu terdiam. Haruskah mayor Wira menerimanya?
Read
Chapter: 130 (TAMAT) 🩷
"Ara!" Langkah kecil Asmaratungga berlari ke arah pintu, mengarah pada seseorang yang memanggilnya. Senyumnya mengembang melihat seseorang itu melambaikan tangan."Bilang apa sayang?""Telima kasih," jawabnya ketika seseorang yang membuatnya senang membawakan permen gummy kesukaannya."Kamu sudah pulang, bagaimana harimu?" sapa Sekar pada seorang pria tampan yang baru masuk rumah."Melelahkan sekali." Dia menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu dengan Asmaratungga mengekorinya."Om, apa hari ini tidak ada coklat?""Ibu akan marah nanti," bisik pria berseragam Polisi itu. Dia membawa Asmaratungga dalam pangkuannya. Om kesayangan Asmaratungga, adik Wira yamg ikut tinggal di rumah baru kakaknya."Kalian merencanakan sesuatu lagi?" Sekar menatap mereka berdua yang langsung menggeleng pelan bersamaan."Tidak, Ibu." Gadis kecil usia 3 tahun itu tersenyum dengan je
Last Updated: 2025-12-18
Chapter: 129 🩷
Syok neurogenik adalah salah satu jenis syok yang dapat terjadi akibat cedera sumsum tulang belakang. Syok neurogenik merupakan kondisi kritis yang mengancam jiwa karena dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis dan tiba-tiba. Syok neurogenik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan tubuh dan berakibat fatal jika tidak diobati. Syok neurogenik terjadi karena kerusakan pada sistem saraf yang menyebabkan darah tidak dapat mengalir dengan lancar ke jaringan tubuh. Kerusakan ini dapat terjadi pada sumsum tulang belakang di atas vertebra toraks ke-6. Gala menatap kakaknya yang terpejam dengan luka di tubub, lehernya menggunakan penyangga karena cedera otak yang menimpanya. Padahal dia sangat ingin pulih dari rasa sakit yang di tangan kanannya. Alat bantu nafas yang langsung dari mulutnya menambah rasa sakit Gala melihatnya. "Mas harus segera sadar, Ara menunggumu. Mas berhasil membuatnya berjalan, dia ingin tidur
Last Updated: 2025-12-17
Chapter: 128 🩷
"Itu juga yang aku mau. Untuk apa hidup jika keluarga yang aku anggap sebagai rumah malah mengusirku. Semua tentang kak Zaki, mereka tidak pernah peduli denganku. Apa yang aku lakukan selalu dianggap salah, sekarang saat aku melakukan kesalahan mereka semakin marah, lucu membuat mereka bingung dengan kebusukan yang mereka simpan rapi." Rafael bertindak seperti ini karena tuntutan dari Sutanto."Apa maksudmu kau sedang menceritakan keluh kesahmu padaku? Lalu apa yang kau harap dariku? Mengusap pelan ujung kepalamu dan memelukmu? Apa begitu?" Wira terlihat santai dengan kondisi seperti ini."Tidak, saat aku hancur, kau juga harus hancur denganku. Kau yang memercik api itu, maka kau harus masuk ke kobaran api bersamaku." Rafael melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, tak peduli menabrak mobil yang menghalanginya.Tubuh Wira terpental ke sisi mobil ketika dengan sangat keras Rafael menabrak mobil di depannya. "Kau tidak bisa lari, mereka tetap
Last Updated: 2025-12-16
Chapter: 127 🩷
"Jangan dipaksakan, Mas, jika itu terasa sakit."Gala dan Wira latihan menembak, baru beberapa kali tangannya terasa sakit. Dia sudah mencoba untuk menggunakan tangan kirinya, tapi selalu meleset. Mungkin juga belum terbiasa. Dia sungguh kesal pada dirinya yang hanya diam dengan luka yang membekas sampai detik ini.Jika tentang bekas luka luar mungkin Wira masih bisa terima, tapi luka yang dirasakan hingga menghambat pergerakannya itu yang membuat Wira merasa tidak berguna."Mas menyalahkan diri dan melampiaskan pada Mbak Sekar, luka parah seperti itu perlu proses, Mas, jangan terburu-buru untuk pulih dengan memaksakan diri.""Entahlah, aku sungguh hilang akal ketika terus memikirkan kondisi tanganku ini. Aku tetap ingin mencoba kekuatan tanganku. Apalagi sejak kemarin aku merasa ada yang kurang, tidak tau apa itu, tapi aku sungguh kesal pada diriku sendiri."Wira kembali melanjutkan kegiatannya, hingga dia puas d
Last Updated: 2025-12-15
Chapter: 126 🩷
Meski merasa kesal, malam itu seperti rencana Sekar, mereka mengadakan makan malam di rumah. Hanya untuk mengalihkan Wira, dia membuat suaminya datang ke Hotel. Semua yang bekerja di rumah Adi merayakan dengan makan malam di halaman rumah."Kenapa, Mas, kau tampak tidak senang?"Gala menghampiri kakaknya yang hanya diam sambil memainkan gelas ditangan kanannya. 2 minggu penuh dia tidak melepaskan sling, meski lukanya membaik, sesekali dia merasa tangan kanannya masih terasa sakit."Libur besok kita pergi menembak, apa kau mau?" "Tangan Mas masih saja bergetar? Apa itu tidak bisa dengan kuat menggenggam?" Gala menatap tangan kakaknya yang bergetar."Apa gunanya diriku jika tangan kananku tidak bisa kugunakan. Aku harus membiasakan menggunakan tangan kiri." Wira mengepal kual tangan kanan yang tetap saja merasa tidak nyaman."Apa sudah dikonsultasikan pada Dokter, Mas?""Lusa aku akan ad
Last Updated: 2025-12-14
Chapter: 125 🩷
Wira tidak membantu Kampanye Adi, dia fokus dengan kondisinya dan mengisi rumah baru mereka. Kasus Rafael tetap menggantung untuk 2 minggu ini, tapi setidaknya dia sudah masuk DPO."Satu langkah lagi, Nak. Kemari, jalan ke arah Bapak." Wira yang ada beberapa langkah dari putrinya menatap senang ketika melihat langkah pertama putri kecilnya setelah beberapa minggu coba dia ajari berjalan. Dia merekam dan mengirimkan pada Sekar yang ada kegiatan Giat ibu persit hari ini."Ye, akhirnya bisa jalan." Beberapa langkah Asamaratungga terduduk dan menepuk tangan ketika bapaknya begitu senang bisa mengajari putrinya berjalan."Bapak akan kirim ke Ibu sebentar."Selain menemani Asmaratungga selama ibunya melakukan kegiatan, Wira datang untuk melihat usahanya. Di temani beberapa pengawal pribadi, tidak hanya Samuel dan Ivan, tapi bertambah 2 pengawal lagi."Ada perkembangan untuk bulan ini?""Ada, Pak, hari ini ada pesanan beberapa paket dan acara ulang tahun untuk malam nanti di sini. Tapi, mere
Last Updated: 2025-12-13
Kakak Gangster, Adik Polisi

Kakak Gangster, Adik Polisi

Rafa yang masih berusia 12 tahun sedang duduk di sudut taman. Dia tidak memedulikan hujan yang terus membasahi tubuhnya. Tubuh kurusnya tampak menggigil. Wajah dan bibirnya juga tampak pucat akibat kedinginan. Selain itu, bekas luka menghiasi wajah, bahkan tubuhnya. Paman dan Bibinya telah membuang dirinya. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan sampai Kakak laki-laki bernama Gala datang dan menyelamatkannya. Sebagai balas budi, Rafa harus merelakan sesuatu dari hidupnya: mimpi, identitas, hingga prinsip. Mampukah Rafa melakukannya?
Read
Chapter: Menjalani Hidup Baru (END)
"Apa kamu akan tugas malam lagi, Nak?" tanya Ditya kepada Genta yang sedang bersiap."Sepertinya iya, Bu, aku harus ke desa tetangga seperti kemarin," ucapnya."Ibu harus berhati-hati di rumah, kalau ada apa apa minta bantuan putra Bibi saja. Tidak apa-apakan, Bu?" ucap Genta."Tidak apa-apa, Nak. Ibu akan baik-baik saja di rumah bersama kakakmu," jawab Ditya."Dan Kakak, hari ini Kakak harus melatih tangan Kakak, bukankah kemarin Kakak sudah bisa mengangkat tangan lebih tinggi. Jadi, lakukan peregangan untuk tangan Kakak," ucap Genta kepada Gala dan mendapatkan anggukan darinya.Genta mulai melakukan aktivitasnya sebagai seorang dokter di sebuah desa kecil, klinik yang dulu pernah didatangi dengan Kavin dan Gala. Sudah hampir 2 tahun Genta menjadi seorang dokter di sana. Dia menggunakan gelar dokternya untuk membantu warga di desa. Kebetulan waktu itu, dokter yang bertugas di klinik itu pergi karena memang jarang warga yang akan datang walau mereka sakit. Setelah ada Genta, klinik it
Last Updated: 2022-12-18
Chapter: Menagih Janji
Perjuangannya selama ini terbayar setelah Hardana tertangkap. Dia bahkan mendapatkan balasan dari perbuatannya. Walau polisi menangkapnya dengan kondisi yang bisa dikatakan tidak baik-baik saja, dan dokter menyatakan kalau kondisi Hardana mengalami koma atas kecelakaan yang terjadi setidaknya dia merasakan apa yang dinamakan sebuah balasan. Walau harapan Genta tidak seperti ini tapi dia bersyukur semua ini berakhir.Gala dirawat intensif karena luka benturan di kepalanya. Tadi setelah sampai di ruang IGD, Genta dibuat panik dengan kondisi Gala yang sempat menurun. Kondisinya sudah sangat menurun saat sampai di rumah sakit, dia tidak sadarkan diri sejak Genta menolongnya.Setelah Gala ditangani, Kavin membantu Genta untuk mengobati lukanya, awalnya dia tidak mau karena ingin menunggu kabar dari Gala tapi setelah Jimin membujuknya dia mau. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Genta, dia hanya diam saat Kavin mengobati lukanya. Tentang kakinya, Genta mengalami patah tulang lagi di kaki
Last Updated: 2022-12-18
Chapter: Flashback
Disoroti lampu dari gang di gedung tak terpakai, kedua orang pria saling berhadapan satu sama lain. Langit di atas kepala tampak gelap, mendung, serupa perasaan berkecamuk di hati dua orang tersebut. Rintik-rintik hujan membasahi keduanya, namun kedua pria itu memilih mengabaikan sekitar dan tetap mempertahankan posisi masing-masing sedari tadi, saling menodongkan senjata. Pria berseragam polisi itu, Genta, dihadapkan pada pilihan sulit ketika dia harus menodongkan senjata kepada pemimpin mafia yang selama ini polisi cari. Kenapa? Dari sekian banyaknya manusia di muka bumi, harus orang di depannya yang dia ingin musnahkan keberadaannya. Kenapa harus orang ini? "Ternyata ini kau." ujar Genta dengan suara serak dan sepasang mata berkaca-kaca. Dia masih belum bisa menerima fakta yang baru saja ditemukan. Bahwasanya seseorang yang dia pedulikan, yang sangat dipercaya merupakan seseorang yang seperti ini. Seorang penjahat, buronan yang dirinya cari-cari. Pria itu tidak berbicara. Rau
Last Updated: 2022-10-27
Chapter: Akhir Dari Hardana
Seseorang sedang mengumpulkan energinya untuk kembali sadar, tubuhnya sangat lemas, nafasnya juga belum teratur. Dia mencoba untuk membuka mata sepenuhnya. Saat terdengar seseorang sedang berbicara. Beberapa waktu lalu dia tidak sadarkan diri, karena terlalu merasakan rasa sakit yang teramat sangat."Apa tuan Gala akan bernasib sama dengannya?" tanya anak buah yang mengemudi."Tapi dia tidak pernah takut kepada Ayahnya." Lanjutnya."Tapi tetap saja, bukankah rencananya tuan Min akan menyuruh tuan Gala untuk datang saat tuan Hardana menyiksa tuan Genta," jawab anak buah satunya."Kenapa keluarga mereka sangat rumit sekali." "Sudah biarkan saja, tugas kita hanya melaksanakan tugas.""Apa yang kalian bicarakan?" ucap seseorang yang tiba tiba bicara dari arah belakang bangku kemudi, dia bahkan sudah menodongkan senjata yang dia ambil sebelumnya ke arah penumpang sebelah kemudi."Tuan Genta. Kau tidak mati?" ucapnya."Apa kau pikir orang mati bisa mengangkat senjata seperti ini," jawab Ge
Last Updated: 2022-10-26
Chapter: Kemarahan Hardana
Hardana berhasil meloloskan diri dari penjagaan polisi, dia juga sedang di sebuah tempat persembunyian. Genta juga ada bersamanya setelah dari tempat Alex. Entah apa yang akan dia lakukan kepada Genta tapi dia membawa Genta ke tempat persembunyiannya.Hardana berjalan ke arah Genta yang duduk dengan tangan dan kaki terikat di bangku, dia menyiramkan segelas air ke wajah Genta dengan kasar. Membuat Genta tersadar karena siraman itu."Apa tidurmu nyenyak nak?" ucap Hardana."Bagaimana aku harus memanggilmu. Genta Surendra?" ucap Hardana tepat di wajah Genta."Kenapa kalian membuatnya babak belur, tuan muda ini terlihat sangat menyedihkan," ucap Hardana."Katakan sesuatu." Hardana menampar Genta karena sejak tadi dia hanya diam."Apa hanya itu, anda bahkan bisa membunuhku sekarang," ucap Genta."Kenapa aku harus membunuhmu, kita bersenang senang dulu sampai aku puas," ucap Hardana."Kalaupun kau mati, tidak akan ada yang mencarimu. Bukan begitu?" Lanjutnya.Genta tersenyum sinis, dia mer
Last Updated: 2022-10-26
Chapter: Ditya Di Sekap
Polisi sudah menetapkan Hardana sebagai tersangka atas dakwaan penyuapan. Polisi terus mengusut kasus Hardana sampai semua kejahatannya terungkap. Walaupun sudah perpindahan dari status saksi menjadi tersangka, tapi Hardana belum ditahan. Polisi masih memeriksa lebih lanjut, dia bahkan mengajukan penangguhan masa tahanan karena kondisi kesehatan dan itu dikabulkan oleh pihak kejaksaan. Hardana memang sedang di rumah sakit, penyakit lamanya kambuh membuat dia harus mendapatkan perawatan intensif. Hal ini dijadikan Hardana sebagai alasan agar dia tidak mendekam di penjara. Kondisinya memang menurun tapi rencananya untuk menangkap Genta masih anak buahnya lakukan. Asisten Hardana yang bertugas mencarinya belum mendapatkan kabar dimana Hardana sampai sekarang.Dan tentang Gala, sebelum mengalami serangan jantung, Gala dan Hardana berdebat karena Gala bilang ingin mempertanggung jawabkan semua yang dia lakukan kepada polisi, itu alasannya dia datang ke kantor polisi.Tapi Gala tidak tahu r
Last Updated: 2022-10-26
Gadis Peliharaan Ketua Gangster

Gadis Peliharaan Ketua Gangster

Darapuspita, seorang gadis yang dijadikan bahan taruhan oleh kakaknya kepada Bos Genk Motor bernama Yudanta Wijaya. Dia terpaksa harus kehilangan kesuciannya karena Yudanta mengambilnya dengan paksa. namun, setelah sadar, Yudanta berjanji akan bertanggung jawab. karena dia melakukan itu efek minuman keras yang dia minum. akan tetapi Darapuspita lebih dulu membenci pria yang dengan tega menggambil kesuciannya. berkali-kali Darapuspita mencoba untuk mengakhiri hidupnya, tetapi dia gagal karena Yudanta tidak membiarkan itu terjadi. dia meminta pada Darapuspita untuk coba mencintainya karena Yudanta tidak akan membiarkannya lepas dari genggamannya. pria dingin seperti Yudanta bisa bersikap lemah lembut pada Darapuspita, wanita yang sebenarnya dia incar sejak lama. akankah mereka bisa bersatu dengan kebencian yang Darapuspita rasakan pada pria yang tega merenggut kesuciannya?
Read
Chapter: 19.
Setelah Yudanta pergi, Dara segera bersiap. Dia urung berangkat siang setelah mendapatkan telepon dari kakaknya, jika dia sedang sakit. Awalnya dia tidak mau, tapi hati kecilnya ingin melihat kondisi keluarga yang dia miliki.Di perjalanan, Dara coba menghubungi Yudanta, namun tidak di jawab. "Biarkan saja, hanya sebentar saja, tidak akan apa-apa," ucapnya.Dara dengan ragu berjalan ke rumahnya, dan melihat di mana kakaknya sedang terbaring di ruang tengah rumahnya. Segera Dara mengecek kondisi kakaknya itu dengan khawatir."Kau pikir bisa lepas dariku saat kau bersamanya." Dengan cepat Juan mencekik leher Dara yang menatap khawatir kakaknya."Akh ... kak ....""Sampai kapanpun kau itu tidak bisa pergi dariku. Kau itu adikku. Harusnya kau sadar, kau bahkan melupakanku. Hanya aku yang kau miliki," tutur Juan. Dia tidak melepaskan cekik kan pada leher Dara yang sudah kesulitan untuk bernafas."Kak, aku ....""Kau tau bagai
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: 18.
Rencana Yudanta untuk tidur urung dia lakukan. Dara menggoda dengan mencium bibirnya, tak henti di sana. Dara membuka piyama yang di kenakan. Dia benar-benar ingin bercinta dengan Yudanta. Apa dengan seperti ini cintanya bisa tumbuh? Itu pikirnya. Padahal semua itu tentang perasaannya pada Yudanta, bukan tentang nafsu.Yudanta duduk menatap Dara setelah melepaskan panggutannya. Dia membuka pakaian yang di kenakan sampai benar-benar tak ada sehelai pun yang dia kenakan, sama seperti Dara yang sudah telanjang bulat."Kau yakin dengan apa yang kau inginkan ini? Aku tidak mau memaksamu," ucap Yudanta pada Dara yang kembali mencium saat menjawab pertanyaan Yudanta.Seperti diberi kesempatan, Yudanta coba dengan mesra menciumi leher Dara yang sudah berbaring di bawahnya. Ciumannya terus turun sampai dia bertemu dengan dua gunung kembar milik Dara. Sentuhan yang Yudanta berikan membuatnya terpejam. Dia mencengkram selimut, coba untuk melawan rasa takut dan juga k
Last Updated: 2026-01-11
Chapter: 17.
Follow dulu baru lanjut bacaHappy Reading..♥️Dara memejamkan mata saat Yudanta melepaskan bibirnya dari bibir Dara. Dia seperti menikmati dengan apa yang Yudanta lakukan padanya."Apa kau merasa tidak nyaman dengan itu?" Pertanyaan Yudanta membuat Dara membuka mata. Dia menatap Yudanta dan melepaskan genggaman erat pada tangan Yudanta."Aku—""Ada yang mencarimu di bawah. Bisa kau turun sekarang?" Terlihat Anggun berdiri di ambang pintu, melihat sepasang kekasih itu sedang berciuman.Seketika kedatangan Anggun membuat Dara malu. Pipinya memerah karena malu, dan itu membuat Yudanta tersenyum gemas."Tidak apa-apa. Relax saja. Sebaiknya aku turun. Dan kau, Anggun, mulai sekarang biasakan untuk mengetuk pintu sebelum masuk, kau membuatnya seperti kepiting rebus," ujar Yudanta."Maafkan aku. Di bawah ada yang mencarimu, sepertinya anggota genk Cobra menyerang salah satu dari anggota kita," jelas Anggun.
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: 16.
Dara tampak segar dengan gaya rambut blow out, dan warna rambut warm hazelnut. Anggun merubah Dara sesuai kemauannya, tapi hasilnya tidak gagal. Dara semakin cantik dengan gaya rambut seperti sekarang."Ada apa? Kau tampak cantik seperti ini, kenapa harus malu," tutur Anggun.Dara terlihat jelas jika dirinya sedang malu dengan dirinya yang sekarang. Sebelumnya dia hanya seorang gadis polos, namun sekarang dia tampil berbeda. Dengan dress selutut yang dia kenakan, membuat penampilannya berbeda. Dia sudah seperti seorang cinderela yang di sihir agar terlihat cantik."Sudahlah, santai saja. Kau itu kekasih Yudanta Wijaya, setidaknya kau harus berkelas seperti wajah cantikmu ini. Tidak perlu malu, kau harus terbiasa dengan kondisimu sekarang." Anggun benar-benar merubah penampilan Dara dan dia berhasil untuk itu."Benar juga, kau tampak cantik. Tidak perlu malu. Angkat wajahmu, dan lihat dari pantulan cermin. Gadis sebelumnya datang padaku berubah men
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: 15.
"Kau memerlukan sesuatu?" tanya Anggun yang sudah datang beberapa waktu lalu.Tentang foto tadi, mungkin saja Dara salah mengingatnya, karena itu sudah beberapa tahun yang lalu. Mobil yang membuat orang tuanya kecelakaan dan meninggal di tempat."Boleh aku bertanya?" tanyanya."Katakan saja, tapi jika kau bertanya ke mana Yudanta pergi, aku tidak tau," jawab Anggun. Padahal memang itu yang ingin dia tanyakan darinya. "Bagaimana kau tidak tau, bukankah kau bagian dari genk nya," sahut Dara."Asal kau tau. Tidak semua tau tentang apa yang Yudanta lakukan, apalagi jika itu berurusan dengan kakeknya. Dia menutup rapat hal itu, yang aku tau dia ketua genk motor, karena aku juga kenal Yudanta dari kekasihku, itu saja," jelas Anggun. Dia memang wanita satu-satunya yang Yudanta percayai, karena kekasihnya menjadi kaki tangannya."Siapa memangnya?" tanya Dara."Aku pikir kau banyak ingin tau sekarang," jawab Anggun."Ka
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 14.
Dara menatap Yudanta yang sedang terpejam di tempat tidurnya. Beberapa saat lalu, dia mendapat perlakuan buruk dari kakeknya. Dan itu semua karena dirinya. Air mata menetes mengutuk kebodohan yang dia alami. Mungkin memang benar, jika Yudanta mengambil sesuatu yang berharga dari dirinya, namun dia menyesali hal itu dan mau bertanggung jawab. Siapa Yudanta, kenapa dia begitu peduli pada Darapuspita yang tidak pernah menatapnya. Apa yang Dara lihat dari Yudanta adalah keburukan, seseorang yang jahat karena merenggut keperawanannya."Apa kau akan terus menangis?" Suara lirih Yudanta terdengar dan membuatnya menatap ke arah pria yang sudah menatapnya itu."Maafkan aku." Entah sudah berapa kali Dara mengatakannya. Tapi dia memang menyesali apa yang dia lakukan. "Kau akan terus mengatakan kata maaf? Bukankah kau harus fokus pada kondisimu. Kau harus menghilangkan ketakutanmu itu, aku sudah katakan kalau aku menyukaimu, ini tidak ada artinya walau aku mati karen
Last Updated: 2026-01-07
You may also like
Aku Mundur, Mas!
Aku Mundur, Mas!
Rumah Tangga · Muninggar88
115.7K views
Kami Tanpa Kamu
Kami Tanpa Kamu
Rumah Tangga · Ka Umay
115.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status