LOGINDarapuspita, seorang gadis yang dijadikan bahan taruhan oleh kakaknya kepada Bos Genk Motor bernama Yudanta Wijaya. Dia terpaksa harus kehilangan kesuciannya karena Yudanta mengambilnya dengan paksa. namun, setelah sadar, Yudanta berjanji akan bertanggung jawab. karena dia melakukan itu efek minuman keras yang dia minum. akan tetapi Darapuspita lebih dulu membenci pria yang dengan tega menggambil kesuciannya. berkali-kali Darapuspita mencoba untuk mengakhiri hidupnya, tetapi dia gagal karena Yudanta tidak membiarkan itu terjadi. dia meminta pada Darapuspita untuk coba mencintainya karena Yudanta tidak akan membiarkannya lepas dari genggamannya. pria dingin seperti Yudanta bisa bersikap lemah lembut pada Darapuspita, wanita yang sebenarnya dia incar sejak lama. akankah mereka bisa bersatu dengan kebencian yang Darapuspita rasakan pada pria yang tega merenggut kesuciannya?
View MoreYudanta membiarkan Galih melakukan apa yang dia mau. Seperti membayar hutang pada Bandot yang harusnya menikah dengan Dilla. Dia merasa senang saat Yudanta hanya diam. Apalagi beberapa hari belakangan ini Galih mendengar Yudanta sedang sakit, mengharuskan dia tetap di rumah, tanpa tau apa yang Galih lakukan. Walau sebenarnya Yudanta tau apa yang dilakukan Galih saat ini. Seperti saat ini, dia sedang bicara dari sambungan telepon dengan seseorang yang dia suruh untuk memata-matai Galih. "Ya sudah, kau awasi dia. Aku tak bisa bicara lebih lama denganmu. Istriku terus menatapku sekarang, daripada ponsel ini hancur karena dia. Lebih baik kita bicarakan lagi nanti," ucap Yudanta dengan mata menatap Dara yang sudah bertolak pinggang di hadapannya. Setelah sambungan telepon di tutup, Yudanta melempar asal ponsel itu ke tempat tidurnya dan tersenyum pada Dara yang segera duduk di samping suaminya itu. "Bukankah baru 10 menit Mas t
Yudanta hanya tersenyum mendengar perkataan Galih. Dia juga tidak takut saat senjata itu mengarah padanya. Dia sangat yakin, jika Galih tak akan melukai dirinya."Kau!!" Kale yang mendengar suara tembakan segera masuk dan menodongkan senjata pada Galih."Lakukan saja, akan percuma saat kau membunuhku, karena kau juga akan mati setelahnya." Yudanta berjalan kembali ke meja kerja, membersihkan darah yang mengenai wajahnya.Tak jauh dari meja kerjanya, Dilla tergeletak tak berdaya. Dia mati ditangan pamannya sendiri. Yudanta tidak harus mengotori tangannya untuk menyingkirkan wanita ular itu."Aku sudah melakukan apa yang kau minta. Sekarang kau harus menepati janjimu," ujar Galih."Tentu. Kau bisa mulai bekerja. Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran dan menyuruh sahabatku membunuhmu, dan bereskan mayat keponakanmu itu," tutur Yudanta sambil menghisap ujung rokok yang ada di sela-sela jarinya. Membalikkan kursinya memungg
"Kau bodoh menerima tawaran anak itu. Kau gila dengan menerima tawaran itu." Galih tampak marah saat tau Dilla menerima tawaran Yudanta untuk mengambil barang yang jelas dia saja tak mampu mengambilnya. "Kita ambil jalur berbeda," sahut Dilla. "Mau kau lewat gorong-gorong yang sangat kecil juga, itu bahaya untukmu. Rencananya ini hanya untuk menjebak mu dan bodohnya kau menerima itu. Apa yang dia janjikan padamu sampai kau mau melakukan ini," ucap Galih. Tidak semudah itu Yudanta memberikan penawaran untuk memberikan apa yang Dilla mau saat taruhan nyawa yang dia tawarkan. Mungkin terlihat mudah mengambil barang selundupan itu, namun itu hanya jebakan. Jika memang Dilla mau mengambilnya, otomatis dia menyerahkan diri ke pihak polisi. Karena yang Galih tau, barang itu disiapkan untuk menjebak mafia yang mereka incar. "Lalu bagaimana yang harus aku lakukan?" tanya Dilla. "Jangan lakukan. Kita ikuti dulu permain
"Yuda memiliki rencana dengan membebaskan Paman sekarang. Dia mencurigai kematian kakeknya," jelas Dilla pada sang Paman yang baru keluar dari tahanan, seperti yang Yudanta katakan. "Aku harus mencari Juan, aku tidak bisa hancur sendiri. Ini semua karena dia, dan dia juga yang harus bertanggung jawab. Yuda tidak boleh sampai tau dia di mana, karena dia hanya ingin tau kakak iparnya itu dariku," sahut Galih. Dia dibebaskan bersyarat, Leo yang membantu Yudanta bisa keluar penjara. Entah rencana apa yamg sedang Yudanta jalankan. Namun, bukankah dengan adanya Galih, itu akan membuat istrinya celaka. Belum lagi Juan dibantu Galih, walau sekarang Galih tidak bisa maksimal karena tidak bisa memprovokasi seperti pada Kaito. "Kau gagal untuk menghancurkan persahabatan mereka. Padahal itu hal yang mudah, kebodohanmu itu karena kau terobsesi pada Yuda," ucap Galih. "Paman sendiri tak memberiku sepeser pun saat aku juga yang kau buat r
"Mas mau ke mana? Kondisi Mas sedang tidak baik. Apa Mas akan bertemu dengan Juan? Sudahlah, Mas, tolong jangan pergi." Dara menghentikan suaminya yang akan pergi. Dia benar-benar tidak peduli dengan kondisi tubuhnya yang masih sakit.Bagaimana dia bisa lekas sembuh saat Yudanta memilih
"Aku mohon Mas cukup!!" Dara menghentikan apa yang Yudanta lakukan pada Kale. Dia memukul beberapa kali pada tubuh Kale yang hanya diam tanpa melawan. Kepalanya cukup sakit, tapi mereka malah membuat ulah. Bukannya tau situasinya, mereka malah mendebatkan hal seperti ini."Kenapa kau ter
Yudanta segera melajukan motornya meninggalkan gedung tua, dengan luka di perutnya. Dia harus cepat pulang dan bertemu dengan Dara. Dia tidak mau harus mati di sana, dia ingin melihat istrinya.Yudanta menghentikan laju motornya saat rasa sakit itu menguasai dirinya, namun dia harus tetap pergi. Di
Berita kematian Yudanta terdengar sampai kakeknya. Bukannya bersedih, dia seperti puas saat satu penghalang dalam bisnisnya pergi. Apalagi dia melakukan ini karena Yudanta sudah membuatnya malu."Apa Anda akan menemuinya sebelum proses pemakaman di mulai?" tanya anak angkat Kaito, dia ju
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.