Chapter: Bab 36. Sarapan BerbahayaCiuman Julian begitu menghanyutkan, kuat dan menelan akal sehat Renata seketika. Ia memejamkan mata, membiarkan seluruh tubuhnya pasrah terhanyut dalam arus panas yang dibawa oleh sentuhan pria itu. Rasanya seperti tenggelam dalam lautan api yang nyaman, namun berbahaya.Tapi detik berikutnya, realitas menampar Renata dengan keras. Saat tangan Julian meremas bokongnya dengan posesif, mata kecokelatannya membelalak. Renata sadar. Ia tidak seharusnya tenggelam dalam cinta atau gairah sesaat ini. Fokusnya haruslah pada tujuan besar, pada permainan politik yang sedang dimainkan, bukan pada kelembutan suami sendiri. Dengan sisa kesadaran yang ada, ia menggigit bibir bawahnya, cukup kuat untuk menghentikan segalanya."Argh!" erang tertahan lolos dari bibir Julian.Ciuman itu terlepas seketika. Renata mendorong dada bidang Julian sekuat tenaga, menciptakan jarak. Tubuh Julian sedikit terpental, kakinya bergeser mundur selangkah. Namun, saat Julian menaikkan pandangan sambil mengusap sudut
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 35. Lebih Manis BibirmuAroma gandum yang terpanggang sempurna, berpadu dengan gurihnya mentega yang meleleh, merayap lembut memenuhi setiap sudut rumah pinggir kota itu. Bau semerbaknya bagaikan undangan tak kasat mata yang menggelitik indra penciuman Julian. Di dalam kamar, pria itu tengah merapikan simpul dasinya di depan cermin besar, namun fokusnya terpecah saat perutnya meronta minta diisi."Pasti Renata sengaja membuat sarapan sandwich untukku," gumamnya dengan senyum tipis yang penuh percaya diri.Julian melangkah keluar, menuju ruang makan yang bersinggungan langsung dengan dapur. Ia mengambil posisi duduk di kursi makan yang menghadap area pantry. Di sana, Renata tampak sibuk membelakanginya, bergerak lincah di antara peralatan masak tanpa menyadari kehadiran sang suami yang tengah memperhatikannya.Namun, ada sesuatu yang menghentikan napas Julian sejenak. Ada yang berbeda.Wanita itu bukan lagi Renata yang ia kenal di awal pernikahan mereka. Renata yang pemalu, pendiam dan bersahaja. Pagi ini,
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Bab 34. Celananya Turunkan SedikitRenata terbangun sebelum alarm weeker berbunyi. Ia hendak beranjak, tapi perhatiannya terpusat pada Julian. Bibirnya menyunggingkan senyum ketika ia menatap Julian yang masih terlelap di sampingnya. Dalam kondisi tidur, wajah suaminya itu tampak lebih manusiawi. Garis-garis keras di rahangnya sedikit melunak. Sehingga wanita manapun akan tertipu dengan sisi iblisnya yang tersembunyi dibalik wajahnya yang tampan. Renata lalu bangkit dari ranjang dengan gerakan seringan bulu, akan tetapi pergelangan tangannya tertahan. Ia menoleh dengan alis terangkat. “Julian?” Pria itu menatapnya dengan sesuatu yang Renata sendiri tidak dapar membaca maksudnya dan biasanya Renata akan merasa kecil di hadapannya. Namun kali ini tidak, setelah ia tahu bahwa Julian juga termasuk menjadi penyebab kematian ibunya. “Kau terus memandangiku sejak tadi,” ucap Julian dengan terus menatap Renata sangat intens.“Percaya diri sekali kau. Jadi … memang kau sudah bangun sejak tadi dan hanya pura-pura tidur?” Ren
Last Updated: 2026-04-05
Chapter: Bab 33.Perlahan seperti maling, Renata masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu. Ia menyalakan keran air agar suaranya tersamar, lalu mulai memasukkan kode rekening yang diberikan Arthur.090944…Layar ponsel itu berkedip, menampilkan sebuah angka yang membuat napas Renata tercekat. Sembilan digit dollar Amerika. Itu bukan sekadar uang korupsi. Tapi itu adalah dana gelap yang dikumpulkan selama tiga dekade. Namun, ada sesuatu yang lebih menarik di dalam menu transaksi terakhir.Ada sebuah transfer besar yang dilakukan dua minggu lalu tepat sebelum pernikahan mereka—ke sebuah yayasan medis di Swiss. Nama pengirimnya bukan Henry. Bukan pula Arthur.Nama pengirimnya adalah Julian Cooper. Deg! Jantung Renata seolah berhenti. Julian telah memindahkan uang dari rekening rahasia ayahnya jauh sebelum pernikahan ini terjadi. "Jahanam kau, Julian! Selama ini kau justru membohongiku, seolah kau pihak paling benar dan yang lain salah!" Berarti, Julian sudah memiliki kendali atas harta Henry sejak la
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 32.Sirine polisi kini meraung tepat di bawah gedung, lampu biru dan merahnya memantul di kaca-kaca jendela kantor Arthur, menciptakan ilusi visual yang kacau.Di dalam ruangan, bau mesiu masih menggantung, namun kini bercampur dengan aroma amis darah yang segar. Renata tetap dalam pelukan Julian, kepalanya bersandar di dada pria itu, mendengarkan detak jantung Julian yang sangat stabil. Bahkan terlalu stabil untuk seseorang yang baru saja melepaskan tembakan.Julian memang ahlinya bersandiwara. Seseorang terdekat pun atau keluarga, bahkan tidak akan menyadari kalau pria itu banyak menyimpan rahasia besar karena ia terlalu rapi menyembunyikan sesuatu. Pantas saja dia menjadi Politikus, memang kelicikan diperlukan untuk profesi itu. Namun satu hal yang membuat Renata tidak bisa sepenuhnya tulus pada suaminya itu. Pesan morse dari Arthur, soal Julian yang berencana menjatuhkan Henry Doe itu masih terngiang-ngiang di kepalanya seperti dengung yang menyakitkan. Jika itu benar, maka pernikah
Last Updated: 2026-04-04
Chapter: Bab 31. "Apa ini?" Di tangan kiri Renata, botol kecil berisi cairan bening itu berkilauan tertimpa cahaya lampu yang berpijar. Ia menatap Julian, lalu menatap Devan yang tampak gemetar karena amarah dan syok, dan terakhir pada Arthur yang kini tersenyum sinis meski wajahnya pucat karena kehilangan darah.Julian kemudian menatap Renata. "Buku itu... ibumu menulisnya karena dia tahu Doe adalah monster. Ayahku dibunuh karena dia menolak membantu ayahmu mencuci uang hasil korupsi yang kau baca di laporan itu. Aku tidak datang untuk membunuhmu, Renata. Aku datang untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik keluargaku, dan itu termasuk dirimu!" "Dengan menjadikanku umpan?" Renata tertawa, sebuah tawa pahit yang menyayat hati. "Kau membiarkan Ayah membawaku, kau membiarkan Devan menculikku, kau membiarkan Arthur menyentuhku..."Hanya agar mereka semua keluar dari lubang persembunyiannya? Kau menggunakan tubuhku sebagai umpan pancing, Julian!""Aku melindungimu dari jauh!" Julian membela di
Last Updated: 2026-04-03

The Hot Personal Trainer
Kawasan Adult Romance 21+
“Lepaskan aku, Al!” Buliran bening terjun dari sudut mata indah Beyonce. Rintihannya menyayat hati, begitu disadarinya sang sahabat telah melecehkannya.
Aldrich menerkamnya, pakaian yang dikenakan Beyonce dirobek paksa hingga hal yang paling dibenci Beyonce terjadi.
“Oh, kau begitu nikmat, Bey!” Aldrich menggeram dan sulit mengendalikan diri saat menerjang Beyonce.
***
Betapa menyesalnya Beyonce Linch telah mendatangi rumah sahabatnya, Aldrich Jonas yang merupakan personal trainer sekaligus pemilik tempat gym yang biasa dia melakukan fitness. Di saat Beyonce mabuk, dia yang kerap mengejek Aldrich seorang gay lalu menantangnya. Kesabaran Aldrich terkikis, dia pun tersinggung dan secara kalap merenggut kehormatan Beyonce. Padahal dua hari lagi, Beyonce harus menikah dengan tunangannya, Zack. Lantas, bagaimana nasib Beyonce selanjutnya?
_________
𝗦𝗘𝗔𝗦𝗢𝗡 𝟮 𝗧𝗘𝗧𝗔𝗣 𝗗𝗜 𝗕𝗨𝗞𝗨 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗦𝗔𝗠𝗔
(Kisah Zico dan Freya)
Blurb:
Segala kenangan buruk di masa lalu memengaruhi perangai Zico Jonas Duarte yang dulunya dikenal baik, justru berubah menjadi sosok miliarder dingin yang haus akan belaian.
Luar tampak kuat, namun dalamnya rapuh. Tiada hari tanpa bercinta untuk mengisi kekosongan hati. Hingga pesona seorang wanita muda yang dikiranya jalang, justru menjeratnya.
Freya Abigail—wanita muda itu tak disangka menyimpan suatu rahasia yang membuat Zico murka dan berbalik menjerat Freya.
“Kau telah merebut milikku, Freya. Jadi, tetaplah di bawah kekuasaanku atau kau bebas tapi dalam buruanku!” —Zico tersenyum sembari mengikat tangan wanita itu di tiang.
“Tolong! Jangan lakukan lagi padaku.” Freya menangis tersedu dengan tubuh gemetar, tapi Zico tak peduli.
“Berteriaklah yang kencang Freya. Tapi setelah ini kupastikan, teriakanmu akan berubah menjadi desahan!”
IG: meidiana.ayyara
Read
Chapter: Chapter 30. EndRaiden menyeringai dengan suaranya yang tegas dan bernada mengolok. "Yang dikatakan Beyonce benar! Sayangnya kematianmu tidak akan pernah membuatku puas Zico!"Aldrich dan Beyonce mengatupkan bibir lalu berpikir sama. Kenapa sekarang Raiden bersikap jahat? Apa dia mau membalas dendam atas nama Freya? "Lalu hal apa yang Tuan minta supaya aku bisa bersatu dengan Freya?" "Meski ku minta Beyonce menikah denganku. Barulah kau bisa menikahi Freya!"Tantangan dari Raiden membuat Zico tersentak mundur, berat dia melakukannya saat melihat wajah Aldrich menunjukan kesedihan. Sedangkan di sana Beyonce diam-diam mengusap lelehan matanya saat tak sengaja tertangkap mata Freya. "Co, lakukan saja permintaan Tuan Raiden," suruh Aldrich, baginya saat ini adalah kebahagiaan anak-anaknya. "Lagi pula, aku dan Bey juga sudah lama berpisah. Tinggal meresmikannya di pengadilan."Beyonce tak tahan lagi membungkus rapat sudut matanya yang terus dihujani tangisan. Ia tahu jika Aldrich kebalikannya. "Dad
Last Updated: 2024-09-14
Chapter: Chapter 29. Mengais RestuDi dalam kamar yang ditempati Freya, wanita muda itu tampak berbaring ditemani seorang perawat yang mulai memasang infus. “Suara ribut-ribut apa di luar, Suster?” Freya tak dapat melihatnya lantaran terhalang pintu yang tertutup. Hal itu sengaja dilakukan Raiden yang tidak ingin Freya tahu, tadi Beyonce sempat mendatanginya ke kamar untuk menghalanginya melakukan tindakan terlarang tersebut.“Dad juga belum kembali dari toilet?” tambahnya lagi saat perasaan nya mulai gelisah. Sebenarnya Freya juga ragu dan takut melakukan ini. Ya, selain ini pertama kali juga melibatkan nyawa. “Maaf, Nona. Saya kurang tahu soal itu," jawab suster sembari tersenyum. Freya mengangguk paham. Perawat sejak tadi bersamanya dan sama sekali belum keluar, jadi ia pasti tak tahu soal keributan itu.“Eh, tapi kalau tidak salah …," jeda sang perawat mengingat-ingat. "Tidak salah apa, Sus?" Freya yang melamun karena banyak pikiran pun lalu menanyakan itu. "Mm, sepertinya keluarga pasien di kamar pavil
Last Updated: 2024-09-14
Chapter: Chapter 29. Jangan Gugurkan Kandunganmu! “Berhenti, aku tidak mengizinkan kau melakukan apapun pada bayi kita, Freya!" Rayden, Freya dan perawat kontan terkejut karena Zico berada tepat di depan mereka saat ini. Terlebih ketegasannya mengakui kehamilan Freya merupakan ulahnya. “Kau?” Setelah menyebut Zico, Freya meringsut dan berlindung di bahu Rayden dengan ekspresi ketakutan.. Melihat itu Zico kemudian mendekatinya. “Freya, dengarkan aku. Kau percaya denganku, kan? Tolong jangan gugurkan bayi kita!”“Apa hakmu huh?!” sambar Rayden lalu mendorong dada Zico hingga pria tanpa persiapan itu sedikit terhuyung. “Freya, demi apapun. Tolong pertahankan bayi kita!” Air mata yang semula membanjiri Freya seketika surut dan dihapus wanita itu dengan kasar. Penuh kesal jari Freya juga ikut mendorong Zico sebagai pelampiasan. “Kau mengatakan ini setelah mencampakkan aku. Apa motif mu, Co?” cecar Freya penuh kecewa sebelum dia mengingat sesuatu, “Oh, jadi benar kau barter dengan Nyonya Bey tentang pernikahan papamu itu dan dia.
Last Updated: 2024-09-14
Chapter: Chapter 28. Hubungan Darah yang Kental“Tolong!” Suara Beyonce sampai serak karena terus berteriak, Mischa jatuh di pelukan nya dalam posisi tak sadarkan diri. Ini sungguh mengejutkan, Beyonce syok hingga tak sengaja makanan yang dibawanya terlepas dari tangan. PRANG! “Sayang, bangun … apa yang telah kau lakukan ini?” Beyonce mengguncang kedua bahu Mischa agar bangun. Penyesalan di hati Ibu dua orang anak itu mencuat saat netranya tertuju pada bekas tangan yang bercap merah di pipi Mischa. Baru kali ini Beyonce menamparnya, mungkin hal itu yang membuat Mischa sakit hati dan melakukan tindakan konyol dengan bunuh diri. “Ada apa?” Zico yang berlari tiba di ambang pintu Mischa yang terbuka lebar. Matanya membelalak saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, Mischa terkapar dalam pangkuan Beyonce dengan keadaan tidak baik-baik saja. “Co, tolong bantu adikmu?” mohon Beyonce dengan mata yang di linangi cairan basah kepada putranya terlihat memohon. Darah memang kental, sebelum Beyonce mengatakannya tuk y
Last Updated: 2024-09-11
Chapter: Chapter 27."Kau mau menyogokku?!" Mischa menanyakan itu dengan tatapan sinis, berteriak seperti kesetanan pada Aldrich yang dia benci. Semua yang ada di sana pun terkejut dengan sikap Mischa yang terkesan arogan. Di keluarga Dhuarte tak ada yang berani melawan orang tua seperti itu. Sungguh Mischa sangat memalukan di mata Beyonce yang kehilangan mukanya saat ini. Apalagi sekilas Beyonce tak sengaja mendapati gurat sedih Aldrich. Bola mata pria yang pernah memberinya sejuta cinta terlihat memenuh, sebelum hilang setelah Aldrich diam-diam menghapusnya. "Mischa! Jaga ucapanmu kepada papamu!" tegur Beyonce dengan geram, mengepalkan kedua tangannya mendekati gadis itu. "Hormati dia! Paham?""Bey, sudah tidak apa-apa. Mungkin, karena kita tidak pernah bertemu jadi Mischa sedikit canggung," kata Aldrich yang tidak ingin memperkeruh situasi. Wanita yang dipanggilnya itu mengangguk, Aldrich sangat lembut jika bicara pada Zico, juga Mischa yang hanya dua kali bertemu. Kasih sayang Aldrich pada pu
Last Updated: 2024-09-11
Chapter: Chapter 26.“Kau be-benar Beyonce?” Halves bertanya dengan bibir bergetar. Begitupun tangannya, saat meraih wajah Beyonce untuk memastikan bahwa ia tidak berhalusinasi. Beyonce mengangguk, menyambut tangan Halves dan menggenggamnya sebelum menghamburkan diri memeluk Halves.“Iya, Bibi. Ini aku, Beyonce,” jawabnya dengan berurai air mata, semakin mendekap Halves begitu erat. Ia sangat merindukan Halves, walau dulunya Halves pernah sangat membencinya. Sedangkan Halves yang telah mendengar Beyonce masih hidup dari Zico dan Aldrich, tapi tidak melihatnya secara langsung membuat Halves kurang lega. Pasalnya, dulu istri dari keponakannya itu telah meninggal karena tragedi kebakaran. Ternyata Beyonce tidak meninggal. Sekarang Beyonce berada di depannya, Halves percaya dan benar-benar bahagia. “Aku senang bisa melihatmu lagi sayangku,” kata Halves menyisipkan kerinduannya di sela pelukan. Namun ketika tak sengaja pandangan Halves naik ke depan, dia melihat Mischa yang juga menatap Halves. Wani
Last Updated: 2024-09-11

Istri Seksi Sang Casanova
Setelah sadar kehormatannya diambil paksa di luar kendalinya. Mutia nekat melakukan cara agar Firheith mau bertanggung jawab, karena Mutia tahu. Firheith hanya menjadikan wanita sebagai tempat pelampiasan nafsunya, setelah itu dicampakkan karena berpikir semuanya bisa diselesaikan dengan uang.
Mana pernah Firheith berkomitmen menikah? Itu seperti dalam khayalan.
Tapi Mutia akan membuktikannya, kalau pria itu akan setuju. Bukan dengan cara menangis atau bunuh diri, melainkan cara lain yang membuat Firheith lemah.
"Licik! Hentikan kekonyolanmu dan sebutkan berapa hargamu? Lagi pula, harusnya kamu berterima kasih karena kehangatan yang kuberikan. Dirimu tidak berakhir di kuburan, Mutia!"
"Mati lebih terhormat daripada kehormatanku kamu renggut, Fir! Aku tidak butuh uangmu tapi nikahi aku atau...."
"Berhenti, Mutia!"
Masuk ke dalam keluarga Firheith merupakan petaka, saat ibu dan adiknya tidak menerima karena Mutia yang dianggap miskin. Namun, semakin masuk ke dalam keluarga itu. Mutia menemukan sebuah rahasia yang tidak ia sangka-sangka!
📌Follow Instagram untuk visual dan spoiler cerita: meidiana.ayyara
Read
Chapter: EndingBerkaca dari masalahnya, dan bagaimana perilaku Firheith sebelumnya. Mutia yang gampang terprovokasi oleh Jerome kini tak menggubris suaminya itu yang terus memanggil. "Lajukan mobilnya, Jer!" suruh Mutia bersikeras. Bukankah ini kemauannya? Lalu kenapa Jerome pura-pura bingung? "Tapi kan, kita akan ke kantor polisi Mutia?" "Lain kali saja, Jer!" jawab Mutia ketus sembari mengalihkan perhatiannya dari Firheith yang mengetuk kaca mobil sebelahnya duduk. Jerome menarik sudut bibirnya, merasa senang melihat Firheith mengemis-ngemis seperti itu dendamnya sedikit terbalaskan. ‘Kau pikir merebut kepunyaan orang lain akan membuatmu aman, Fir? Tidak! Sudah waktunya aku mengambil Mutia dan anak kalian di rahim Mutia? Sungguh, aku tak sudi! Aku akan mencari cara untuk melenyapkannya!’ batin Jerome berniat buruk. Sementara itu, Firheith tak pantang menyerah. Dia ingat tujuannya dan setelah tahu Gabriel tak bersalah, Firheith semakin percaya diri menemui istrinya itu. "Buka kaca jendelanya
Last Updated: 2024-12-26
Chapter: Bab 72Gabriel langsung keluar dari mobil pasca berhenti. Situasi jalanan yang ramai membuat Gabriel yang buru-buru harus berhati-hati menyebrang. "Pak, tunggu!" Gabriel memanggil seseorang yang dikenalinya dengan pakaian compang-camping. "Berhenti! Tolong berhenti sebentar saya ingin bicara!" Sayangnya orang itu sekalipun tak menggubris Gabriel. Sopir keheranan dengan yang dilakukan Gabriel lalu menahan senyum. "Dia pergi sejauh ini hanya ingin mencari orang gila? Pakai bahasa Inggris lagi? Mana dia mengerti? Ada-ada saja kelakuan bule zaman sekarang." Tanpa sopir itu tahu, sebenarnya orang yang dianggap tak waras itu mengerti perkataan Gabriel. Bahkan mengenalnya tapi berpura-pura sebaliknya. "Aku harus cepat pergi sebelum Gabriel menemuiku," kata orang itu berjalan dengan cepat saat Gabriel mengikutinya dari belakang. "Goddamn it! Dia memang Ekadanta, walau rambutnya menggimbal, wajah dan tubuhnya burik seperti pakaiannya itu? Ck, gila!" gumam Gabriel mengatainya, "Apa tujuan dia beg
Last Updated: 2024-12-22
Chapter: Bab 71Sejurus kemudian mobil telah sampai di rumah Mutia. Kedua jantung Ayah dan putranya itu berdebar kencang padahal hanya melihat depan rumah itu. "Kita turun, Fir!" suruh Gabriel duluan tanpa menunggu dibukakan sopir. Firheith menyusulnya. Gabriel berdiri di tepi jalan, mengatur napas dan nyalinya sebelum menemui istri dari mendiang temannya. Rumah itu tampak sepi dan pintunya tertutup rapat. Mungkinkah penghuninya keluar? Dan tak ada siapapun di dalam! "Pa."Gabriel menoleh pada Firheith. Seakan tahu arti tatapan putranya, Gabriel langsung menjawab, "Ketuklah pintunya."Firheith mengangguk. Hanya dengan sekali ketukan, seorang wanita paruh baya menggunakan kebaya putih membuka pintu. "Siapa?" tanya Ida sebelum pintunya terbuka dengan lebar. Firheith dan Gabriel sesaat bertukar pandangan. "Saya, Bu." "Fi-Fir??"Tubuh Ida tersentak dan membeku melihat Firheith di hadapannya tiba-tiba. "Maafkan saya, Bu." Gegas Firheith merendahkan diri dengan memegangi tangan Ida. "Saya tidak be
Last Updated: 2024-12-21
Chapter: Bab 70. "Kau yakin dengan keputusanmu bercerai dari Fir, Muti?" tanya Ida pada putrinya yang beranjak ke ruang tamu menemui Jerome siang itu. Ida sengaja menemui Mutia di kamar dan membahas topik itu sebelum Mutia keluar. Tapi Mutia tetap kukuh bercerai, bahkan kedatangan Jerome bermaksud untuk menemani putrinya ke kantor polisi membuka kembali laporan kematian Ekadanta yang sudah ditutup sejak lama. "Keputusan Mutia sudah benar, Bu Ida." Jerome menyahut ketika Mutia terlihat berjalan ke arah ruang tamu. Pandangan Ida dan Mutia tersapu ke Jerome yang bangkit dari duduk. Menyapa Ida dengan anggukan dan senyuman. Tapi entah kenapa dari awal bertemu Jerome, Ida tak begitu menyukainya walau pria itu bersikap ramah? "Maaf Nak Jerome, ini urusan keluarga kami. Tolong jangan ikut campur," ucap Ida sopan.Tapi Mutia yang tak enak dengan Jerome, karena ibunya yang terlalu sarkas. Lalu membisikkan sesuatu pada ibunya, "Bu, jangan begitu. Jerome ke sini niatnya baik.""Iya, Bu. Tolong maafkan saya
Last Updated: 2024-12-20
Chapter: Bab 69.Firheith teralihkan suara Celine yang begitu geger. Kini ia sendiri pun dapat melihat Glady berdiri tegak di depannya setelah lama lumpuh, sehingga pria itu refleks menjatuhkan ponselnya ke lantai. “Ma.”Sepasang mata Glady basah memandangi putranya, tangannya menggapai wajah Firheith yang bergeming sebelum ia peluk. “Tolong dengarkan mama kali ini, Sayang. Percaya mama, kalau papamu tidak membunuh ayahnya Mutia? Tolong jangan salah paham, ya?” bisik Glady coba membujuk. Sontak Firheith melepas tangan Glady dari tubuhnya. Dan tanpa berkata apapun Firheith sedikit menjauhi ibunya itu, hingga Glady merasa cemas karena ia melihat ketidak percayaan Firheith dari tatapannya yang lesu. “Jika papa terbukti membunuh Tuan Ekadanta, silakan kau bunuh papa,” ucap Gabriel tiba-tiba mengejutkan keluarganya.Celine syok dan hampir terhuyung lalu Adam merangkulnya. “Kau baik-baik saja, Celine?” tanya Adam khawatir. Hubungan keduanya kini membaik lantaran Celine berhasil memenangkan hati duda
Last Updated: 2024-12-18
Chapter: Bab 68. Sebuah KeajaibanSebelumnya….“Mutia, tolong dengarkan aku sebentar?”Wanita itu tampak menghela napas, mulanya dia tak ingin mengangkat ponselnya yang terus berdering jika bukan Ida—ibunya. Sayangnya yang malah dia dengar pertama kali adalah suara Jerome, pria yang masih kerabatnya dan menyukai Mutia namun dia tolak. “Kenapa kau masih menggangguku Jer? Sudah kukatakan, lupakan aku karena aku sudah menikah.”Takut Mutia memutus telepon, Jerome yang berstatus pengacara itu pun mengatakan sesuatu yang membuat Mutia syok. “Aku tahu siapa yang membunuh Paman Ekadanta.”Hening, Mutia coba mengatur napasnya dan jantungnya yang berubah cepat.“Siapa?”Dengan suara lirih Jerome mengatakan sesuatu yang mengejutkan. “Pembunuh ayahmu adalah Tuan Gabriel!”Kedua bola mata Mutia Aurora terbelalak, tubuhnya bahkan sedikit terdorong ke dinding mendengar itu. Lalu dengan logikanya Mutia berusaha mencerna ketegangan yang menguasainya, dia tersenyum kaku sambil menggeleng.“Tidak mungkin, Papa Gabriel itu orang
Last Updated: 2024-10-18