Share

55. Mencuri Perhatian

last update publish date: 2026-05-29 11:45:52

Sesaat Julian terdiam mendengar pengakuan Ruth soal itu. Ia tak menyangka, ternyata wanita tua yang terlihat polos dan tak tahu apa-apa selama ini justru menjadi pengamat hubungannya dengan Renata.

Julian mendesahkan napas, tidak panjang. Melihat Ruth yang kemudian duduk di kursi goyang model klasik dari anyaman, wanita itu memejamkan mata, tenang. Seperti memang sedang menunggu kesiapan dirinya untuk menjawab.

"Renata itu punya Ayah kandung, tapi seperti yatim. Untung waktu itu, setelah ibun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   56. Pergi

    Tepat setelah menutup pintu dengan sikunya, Julian baru menurunkan Renata di kamar. Renata langsung waspada, langkahnya terus mundur karena hanya ia berdua di kamar itu dengan Julian. “Apakah kau sudah tahu kabar terakhir soal Henry?” Julian menarik tangan Renata, menariknya hingga tubuh wanita itu membentur tubuhnya yang ia peluk dengan erat. Renata mendongak. “Kabar soal Henry yang dinyatakan bersalah atas dakwaan kejahatannya itu?”“Kau sudah tahu rupanya?” Julian mengerutkan kening. Ia menunduk, semakin menyelami kedua mata Renata-mencari kesungguhan perkataan wanita itu.Tiga bulan telah berlalu sejak malam ledakan di pulau pribadi Julian. Renata yang kini tinggal di rumah kayu bersama Ruth, memang hidupnya jauh berbeda saat bersama pria itu. Lebih sederhana, tapi jauh dari mimpi buruk.Namun kenyataan tidak membiarkannya begitu saja. Setiap pagi, sebelum Ruth terbangun. Renata selalu memeriksa berita internasional di laptop kecilnya melalui jaringan satelit rahasia. Henry

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   55. Mencuri Perhatian

    Sesaat Julian terdiam mendengar pengakuan Ruth soal itu. Ia tak menyangka, ternyata wanita tua yang terlihat polos dan tak tahu apa-apa selama ini justru menjadi pengamat hubungannya dengan Renata.Julian mendesahkan napas, tidak panjang. Melihat Ruth yang kemudian duduk di kursi goyang model klasik dari anyaman, wanita itu memejamkan mata, tenang. Seperti memang sedang menunggu kesiapan dirinya untuk menjawab. "Renata itu punya Ayah kandung, tapi seperti yatim. Untung waktu itu, setelah ibunya tiada. Aku langsung mengambil alih dia, jika tidak? Dia bisa berakhir di panti asuhan."Tanpa sadar, kedua tangan Julian yang berada di sisi tubuhnya itu mengepal kuat. Rahangnya mengeras dan wajahnya tampak merah padam mengingat kejahatan yang dilakukan Henry. Hewan saja masih sayang pada anaknya, tapi Henry justru mencampakkan Renata dan hanya mengambil keuntungan darinya saat dia butuh.Seketika Julian terkenang masa kecilnya yang tak jauh berbeda dengan Renata. Jika Renata punya Ibu ya

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   54. Sisi Rahasia

    Julian masih belum mendapatkan jawaban dari Renata yang tampak syok. Tubuhnya membeku, diam dengan perasaan campur aduk ketika dia berusaha mencerna pengakuan Julian yang seperti hujan meteor jatuh menembus ke jantungnya begitu cepat. Antara mimpi dan kenyataan membaur ke otaknya, ia masih tak percaya apa yang pria itu ucapkan karena selama ini seorang Julian anti dengan wanita.“Rene….”“Ha … ha … ha,” tawa wanita itu dicicil, tersenyum saat menoleh pada Julian yang mengangkat sebelah alisnya. “Apanya yang lucu?” tanya Julian saat pandangannya dan Renata bertemu.“Kau.”“Aku serius soal perasaanku.” Julian keukuh. "Aku sama sekali tidak berbohong. Demi Tuhan, percayalah."“Oh, ya?” sahut Renata enteng kendati dia masih ragu. Dia bahkan sangat percaya diri dengan apa yang dia pikirkan. “Mana mungkin seorang Julian mencintai wanita? Bukankah katamu lebih baik, aku menganggapmu sebagai gay daripada sampai aku tertarik?”Julian mengatupkan mulut. Namun Renata dapat merasakan aura kema

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   53. Pepet Terus

    "Suami?" Dengan nada keheranan Nate mengulangi itu."Ya, pria tadi adalah suaminya," jelas Ruth membanggakan Julian sambil senyum-senyum. "Dia tampan, bukan?"Pertanyaan Ruth tak bisa Nate jawab, pria itu hanya nyengir dan menahan dadanya yang bergejolak seperti air mendidih."Tapi kudengar, katanya mereka mau bercerai, Ruth. Apa itu benar?" tanya Nate.---Julian mengekori Renata dari belakang, saat wanita itu masuk ke dalam kamar yang diduga adalah kamarnya. Dia sama sekali tak mengajaknya bicara, wanita itu sibuk sendiri melepas seprai--seolah tidak ada siapapun di sana kecuali dirinya sendiri."Aku bantu," kata Julian bergerak cepat memegang ujung seprai yang tidak terjangkau oleh Renata."Memangnya kau bisa?""Jangan remehkan aku, Rene. Mengganti seprai adalah soal kecil."Renata masih tak mempercayai mulut manis Julian, setelah beberapa bulan dia menjadi istrinya. Sedikit banyak dia tahu karakter pria itu yang tidak pernah mengerjakan apapun sendiri, selain sifatnya yang misteri

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   52. Dukungan Nenek Untuk Julian

    "Julian mau pulang?" Pertanyaan itu dilempar oleh Ruth sambil menatap Julian yang justru menggeleng. Renata makin geram melihat responnya itu."Aku bahkan akan menginap di sini mulai malam ini," jawab Julian yang berjalan ke arah Ruth. Dia meraih tangan keriput sang nenek yang hanya berfokus padanya, lalu menciumnya layaknya seorang cucu yang patuh. "Boleh?"Renata panik. Dia cepat memberi isyarat pada Ruth, menggoyangkan kedua tangannya sambil bicara tanpa suara "jangan izinkan" dengan gerakan bibir. Namun sayangnya, Ruth sama sekali tak peka dan tak sedikitpun melihat ke arahnya. "Tentu saja boleh, Julian. Aku malah senang," timpal Ruth.Deg.Jantung Renata serasa merosot ke dengkul mendengar itu, kedua tangannya di depan tubuh mengepal erat sambil mengeratkan gigi. Dia sangat kesal sekali pada Ruth yang main seenaknya saja membolehkan Julian tanpa seizinnya. Tapi Renata tidak mungkin memprotes Ruth atau menolak Julian ketika Ruth sudah mengizinkan, nanti Ruth akan kecewa da

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   51. Siapa yang Menang?

    Kedua manik-manik Renata membelalak saat menatap Julian yang sok manis itu padanya, apalagi dengan sebutan sayang?"Julian,kapan kau datang?" tanyanya sambil menggeliat agar tangan pria itu lepas dari pinggangnya, karena ia merasa risih dipeluk terang-terangan di depan banyak orang.Tapi yang ada, Julian justru semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Renata. Bersikap seoah dia dan Renata adalah pasangan romantis yang tak terpisahkan di depan Nate yang ekspresi wajahnya masam. Sedangkan Jun menahan senyum melihat usaha keras bosnya itu mendapat perhatian Renata."Kerja bagus, Tuan."Diam-diam Jun mengangkat dua jempolnya untuk Julian yang tampak bangga, karena hanya dia yang berhak menyentuh Renata."Barusan," jawab Julian tanpa melepas pandangannya sedikitpun dari Renata yang semakin lama tak pernah ia jumpai, dia ternyata semakin mempesona dan membuat jantungnya berdegup kencang.Satu kata lagi, semakin montok."Di mana Ruth?" tanya Julian mencari alasan, hanya demi mengalihkan Rena

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 28. Putus Asa

    Waktu seolah membeku di dalam ruang toilet yang dingin itu ketika Devan akhirnya melepaskan cengkeramannya, tubuh Renata merosot jatuh ke lantai marmer, seperti boneka pertunjukan yang tali-talinya diputuskan. Gaun malamnya yang indah kini tampak menyedihkan, robek dan kusut, mencerminkan kehancur

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 17. Keberanian Renata

    "Tuan, Nona pertama sudah tiba."Pria yang duduk di kursi membelakangi meja itu langsung memutar kursinya menghadap anak buahnya dengan wajah mengeras."Ralat ucapanmu itu, Oscar! Putriku hanya Alice!"Oscar, tangan kanan Henry itu menunduk karena merasa bersalah. "Iya, Tuan. Maafkan saya."Henry t

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 16. Panik

    "Itu soal nenekmu," ucap Julian pendek.Renata mengernyit. “Nenekku kenapa?”“Dia menghilang dari rumah sakit, Renata. Seseorang menjemputnya sepuluh menit yang lalu," jelas Julian. Sesaat Renata bergeming, ekspresinya datar. Ia merasa raga wanita itu saja yang di sini, namun jiwanya melayang enta

  • Sentuhan Tiga Pria Yang Memanjakanku   Bab 15. Telepon Misterius

    Saat tangan Julian sudah di dada Renata, tiba-tiba alarm sistem keamanan rumah berbunyi pelan. Julian melepaskan Renata dan melihat ke ponselnya dengan tatapan tak biasa, wajahnya yang dingin berubah memucat. "Ada apa?" tanya Renata cemas melihat ekspresi yang jarang terjadi pada pria sedingin sua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status