author-banner
Marcell
Marcell
Author

Novels by Marcell

Pengkhianat Cinta

Pengkhianat Cinta

Ariana kabur dari pernikahannya untuk sang kekasih namun yang didapatkannya hanyalah sebuah pengkhianatan. Namun dia bukanlah wanita yang tipikal seperti sinetron akan menangis saat kekasihnya berkhianat. Ia akan membalas semua perbuatan tersebut. Ariana kemudian bekerja sebagai asisten dari Direktur egois dan angkuh Aditya Samudra. Alih-alih berhasil membalas dendam, impian Ariana agak terhambat karena sikap sang bos yang selalu bertindak semaunya. Silakan dibaca ^^
Read
Chapter: Menjemput Sekretaris
Ana menoleh pada Adit dengan pandangan melotot. "Pak ini kehidupan pribadi saya dan sebagai pimpinan saya, Anda tak usah mencampuri urusan saya." Ana kemudian mengisyaratkan agar Adit pergi saja lalu kembali fokus pada pria asing di depannya. Adit mendengus. Satu tarikan di lengan Ana sontak membuat wanita itu berdiri. Sebelum bisa di protes, dia juga membuat Ana bertukar posisi kini Adit yang duduk sementara Ana berdiri. "Hai perkenalkan namaku Adit, aku atasan Ana. Aku minta maaf sudah mengganggu obrolan kalian tapi dia harus fokus pada pekerjaannya sekarang jadi bisakah aku memintanya untuk kembali ke tempat duduknya untuk mengecek beberapa data perusahaan?" Adit bertanya dengan sopan. Dia juga menampilkan senyum agar terlihat lebih ramah. "Tentu, tak masalah tapi aku ingin nomor gadis ini siapa tahu kita bisa mengobrol atau semacamnya." Mata Ana berbinar, dia mengeluarkan ponsel memberikan akun media sosial agar bisa berkomunikasi lanjut. Beda hal dengan Adit yang menggelengkan
Last Updated: 2026-09-12
Chapter: Dinas Luar Kota
Ana merutuk dalam hati. Tidak tahan dengan diamnya Adit yang tampak sibuk dengan pekerjaan. "Pak Direktur, sebenarnya anda mau apa memanggil saya ke sini?" tanya Ariana penasaran. "Aku ingin membicarakan soal dinas denganmu, hari sabtu kamu harus siap-siap, kita akan ke Maroko untuk mengurus bisnis." Mata Ana membulat. Entah harus senang atau takut tapi dia tampak tertarik. "Lalu hukuman apa yang akan Pak Direktur berikan kepada saya?" tanya Ana lagi, kali ini dengan nada cemas. "Siapa bilang aku menghukummu? Sudahlah jangan banyak tanya, ini ambil tiketmu juga untuk keperluan lain silakan cari sendiri." Adit memberikan sebuah tiket yang beberapa jam lalu dipesannya. Begitu melihat kelas VIP, Ana tampak ingin sekali berteriak kegirangan. Sayang harus jaga sikap di depan Adit tapi senyumannya tak pernah pudar menandakan Ana sangat senang. "Terima kasih Pak Direktur," ucapnya. Dia lalu bergerak menuju meja kerja. Ana sudah tak ambil pusing dengan hukumannya. Hanya satu pinta A
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Pura-pura Pingsan
Akhirnya larut malam, Ana serta beberapa temannya keluar dari tempat karaoke. Mereka asyik berbincang, merencanakan untuk kembali jalan-jalan bersama. "Elisia, yuk pulang udah larut malam." Ana bergerak mendekati Elisia, merangkul lengan sahabatnya itu untuk ke terminal bus mengikuti Sabrina dan Kara. "Ana maaf, aku dan Bima mau pulang ke rumah Bima, aku ingin menginap di sana." Ana yang sedikit mabuk sontak menatap Lisa lalu ke arah Bima. Dia menarik Lisa agar bergerak menjauh dari pacar sang sahabat. "Jangan bilang kau dan dia ingin..." Lisa tersenyum penuh makna dan Ana mengerti hal itu. "Lisa, aku mengerti tapi jangan bertindak gegabah. Aku tak mau terjadi sesuatu yang buruk sama kamu." "Jangan khawatir, aku sudah menyiapkan hal yang aku butuhkan. Aku tidak apa-apa, maaf kalau kamu harus pulang sendiri. Sebenarnya aku tak tega meninggalkanmu sendirian di rumah." Lisa membalas begitu perhatian. "Aku jauh lebih mencemaskanmu," sahut Ana. Mereka berdua kemudian mendekati lagi
Last Updated: 2024-08-07
Chapter: Penggoda
Ana merenggangkan tangan. Mencoba bergerak agar tubuhnya tak kaku sebab terlalu lama duduk. Tak lama lagi Ana akan mendapat gaji dari hasil keringatnya sendiri, dia akan pamer pada pria yang sudah mengusirnya dari rumqh. Ayah Ana selalu menganggap putri semata wayangnya ini tak bisa bekerja. Lihat sekarang, dia bisa bertahan di sebuah perusahaan tanpa pertolongan orang tuanya. "Ana," panggil Karin yang mendekat. "Sudah selesai nggak kerjanya? Yuk pulang bareng, katanya mau makan malam bareng sekalian kita jumpa temanmu siapa namanya Elisia?" Pertanyaan Kara disambut anggukan oleh Ana. "Tapi bentar ya, aku mau minta izin pulang sama Pak Direktur. Kalau tiba-tiba dia ngambek gimana? Bisa-bisa aku yang lembur." Ana membalas dengan nada santai. "Ana memang nggak takut ya sama Pak Direktur?" tanya Kara penasaran. Karyawan perusahaan selalu segan kepada Adit sebagai pimpinan. Kharisma dan caranya memimpin membuat Adit bisa dihormati dan dihargai oleh banyak orang. Beda hal dengan
Last Updated: 2024-08-03
Chapter: Perhatian Juga
Ana termangu. Tak tahu harus mengatakan apa selain memandang Adit sibuk mengendarai mobil. "Apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba Pak Direktur datang dan membawaku masuk ke dalam mobil? Apa yang harus aku katakan pada teman-temanku, mereka pasti berpikiran negatif tentang Pak Direktur." Adit mengkerutkan dahi. "Bagaimana bisa kau bilang mereka berpikiran negatif? Aku kan membantumu, lebih baik perhatikan saja rambutmu berminyak, bau,, ada nasi lagi, aduh penampilanmu ini aku malu kalau harus punya sekretaris berpenampilan sepertimu sekarang." Ana menatap tak percaya pada Adit. Lekas Ana memukul lengan Adit, bibirnya mengerucut kesal. "Eh aku sedang mengemudi! Jangan memukulku!" protes Adit. Mobil kemudian berhenti dan tepat saat itu juga Ana memukul lengan Adit kali ini agak lebih keras. Dari tatapan pria itu dia ingin protes tapi Adit mengurungkan niat dan keluar dari mobil. Dia juga membuka pintu mobil untuk Ana. "Ayo keluar, kita harus mengubah penampilanmu kalau bisa sebelum klien d
Last Updated: 2024-06-05
Chapter: Insiden Memalukan
Ariana mendengus sebal. Semenjak rapat Ana tak pernah bertatap muka dengan Adit bahkan saat Ana ingin memberikan laporan rapat, Adit mengabaikannya dengan alasan punya pekerjaan penting. Baiklah kalau Adit tidak mau bertemu toh itu tak akan merusak mood Ana. Jam istirahat tiba, Ana bingkas berdiri ingin ke kantin kantor. Sedari tadi ia mencoba untuk meminta izin tapi sesaat Ana menghentikan niat berpikir jika saja Adit akan menolak bertemu. Di sinilah Ana. Berada di kantin bersama dengan beberapa karyawan wanita. "Jadi bagaimana Ana?" tanya Kara, salah satu rekan kerja. "Bagaimana apanya?" "Bagaimana kerja dengan Pak Adit? Kata mereka dia itu dingin sama perempuan." Sabrina menyahut mendengar percakapan mereka. "Benarkah? Aku rasa tidak seperti itu." Di dalam pandangan Ana, Adit hanya seorang pria yang selalu emosi dan tukang suruh-suruh tapi Adit tak dingin pada wanita buktinya Ana saja dibela ketika Diaz mencari masalah. "Wajar sih kamu nggak tahu gimana kelakuan Pak Dir
Last Updated: 2024-05-29
You May Also Like
STATUS GALAU SUAMIKU
STATUS GALAU SUAMIKU
Rumah Tangga · Airi Mitsukuni
28.1K views
PERMAINAN SUAMI DAN IBU TIRI
PERMAINAN SUAMI DAN IBU TIRI
Rumah Tangga · Rita Febriyeni
28.0K views
Cinderella Milik CEO
Cinderella Milik CEO
Rumah Tangga · Queen Tere
27.9K views
Istri Kedua Untuk Suami
Istri Kedua Untuk Suami
Rumah Tangga · Cold_Writer
27.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status