Chapter: bab 106 - TamatAffandra sangat bangga dan mengelus punggung tangannya lembut sambil mereka sering bertatapan penuh arti."Om Tante, aku pinjem Zora sebentar boleh?" Izin Affandra yang disambut baik kedua orang tua Zora.Affandra menggandeng tangan Zora untuk ikut bersamanya, ini hal yang baru ia lakukan lagi setelah sekian lama. Zora terus menatap tangannya yang di genggam orang yang selalu ia pikirkan setahun ini. Yang ia ingat terakhir kali memeluk tangannya saat ia demam malam itu. Dan kini genggaman itu kembali memberikan rasa aman.Affandra membawanya ke halaman tengah Villa mewah itu, dengan lampu-lampu redup, wajahnya bersinar."Aku sudah bilang untuk membuka blok di ponselmu." Kini Affandra cemberut."Aku sudah lama membukanya. Itu kamuu!""Mana ponselmu?" Affandra tak percaya karna ia masih tidak bisa menghubunginya.Ia membuka semua file block WhatsApp dan panggilan biasa. Ternyata ia masih menjadi daftar hitam dalam setingan ponsel. "Lihat?"Zora hanya tertawa, "Maaf, aku lupa soal yang i
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-01-03
Chapter: Bab 105Ia pulang dengan perasaan lega. Sepanjang jalan ia terus tersenyum. Sampai Tuan Arnold merasa heran. "Sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada putri kita."Nyonya Anita langsung menoleh untuk melihat Zora yang tersipu malu. "Apa kau bertemu Affandra?"Zora mengangguk pelan dan tak ingin membahasnya, ia sangat malu. Sesampai di villa ia langsung masuk ke kamar dan menjadi gila. Sangat senang hingga tertawa sendiri. Tapi ponselnya belum juga berdering ia menunggu sampai malam dan tidak juga berdering. Menunggu membuatnya kecewa.Malam ini mereka makan malam di rumah, menunggu Affandra menghubunginya benar-benar membuatnya kesal. Jadi ia berhenti untuk menunggu dan pergi makan malam.Tepat saat makanan di hidangkan, bel berbunyi, ada seseorang yang datang, jadi Nyonya Anita membukanya."Halo Affandra." Sambut Nyonya Anita senang. Zora sudah duduk di meja makan mendengar nama itu disebut ia memejamkan mata dan seketika malu sekali.Tuan Arnold melihat expresi Zora yang berubah menjadi kep
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-01-03
Chapter: Bab 104Kenapa? Kenapa dia selalu melakukan ini? Bukankah pria itu kali ini datang, seperti keinginannya sebelumnya?Affandra masih mematung disana menatap punggung Zora yang menjauh.'ini adalah kesempatanmu bicara, setidaknya minta maaf atas perbuatannya yang sudah menyia-nyiakannya. Kau tidak boleh marah Zora, bila ia akhirnya bahagia dengan orang lain, harusnya kau ikut bahagian untuknya.' batin dirinya pada hatinya sendiri. Menghentikan langkah kakinya dan membuatnya menoleh ke belakang. Pria itu masih disana, menatap pantulan langit di lautan dan terpaku diam.Zora kembali berjalan menuju padanya, hingga pria itu sadar, Zora sudah ada di sisinya dan menoleh tanpa expresi."Aku sudah membuat banyak kesalahan kan?"Tanya Zora padanya.Affandra hanya meliriknya sekali, tidak ingin menjelaskan apapun. "Harusnya, aku ikut bahagia bila kau sudah menemukan hatimu untuk orang lain, karna ini kesalahanku sendiri," Zora menatapnya yang masih mendengarkan dengan tatapan lurus menatap horison."Ak
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-01-03
Chapter: Bab 103Ia segera membuang pandangan dari pria itu, bodoh sekali, apa dia melihatnya menangis? Itu sangat memalukan. Walau sudah mengakui perasaannya, di hadapan Affandra ia tidak ingin membuatnya besar kepala, ia tidak mau terlihat sedang merindukannya.Tapi sampai acara selesai, Affandra tidak sama sekali mengunjunginya. Ini adalah hal yang harus ia bayar, Zora melihat Affandra sedang mengobrol dan hendak menyapanya lebih dulu. Baru saja ia melangkah beberapa langkah, seorang anak umur 3 tahun berlari padanya, "Daddy, Daddy.." dengan sigap ia menggendong pria kecil tampan di pelukannya, mengecup pipi dan memberikannya sesuatu di tangannya. Seorang wanita cantik segera muncul juga menghampirinya, dan tertawa bersama, Zora mengenalnya, dia Amanda, salah satu putri dari teman ayahnya yang juga kaya raya, kabarnya ia Janda, dan akan segera menikah.Amanda mengobrol dengannya dengan lembut membersihkan sisa kue yang di makan putranya di jas milik Affandra dengan perhatian.Zora hanya merasa ten
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-01-03
Chapter: Bab 102Sering kali, ia mulai ingat, bagaimana Affandra adalah salah satu orang yang membuatnya menjalani hari-hari ini dengan baik. Bagaimana ia telah membimbing Zora menjadi lebih baik dalam memandang kehidupan yang sepenuhnya ia tidak mengerti. Entah dimana ia kali ini.Akhirnya Zora kembali ke Forte Grup, dengan sambutan semua orang. Rahasia Zora di Gavin Tect lalu terbongkar dan membuat gempar karyawan mereka, ternyata selama ini, orang yang sudah mereka tindas adalah putri seorang konglomerat."Gak mungkin. Gak mungkin." Nadya dari divisi keuangan Gavin Tect tidak percaya saat mendengar kabar itu. Wajahnya pucat apa dia sudah membuat kesalahan? Tapi Zora sama sekali tidak pernah mengungkit mereka , Zora yang semula selalu digosipkan hal-hal miring, untuk kali ini ia menerima banyak pujian. Ia sesekali berkunjung ke Gavin Tect yang menjadi salah satu perusahaan sahabat dalam berinovasi, semua orang dengan sopan memuji dan menyanjung.Kesuksesannya kali ini lebih dari kesuksesannya sebelu
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-01-03
Chapter: Bab 101Zora pulang dengan lesu, ini baru pukul 2 siang, tapi dia sangat butuh tidur, jadi begitu sampai dirumah ia langsung melempar diri ke tempat tidur dan memejamkan mata hingga magrib menjelang."Non, udah magrib, non" Bi Ima dengan lembut membangunkannya. Zora berbalik menggaruk wajahnya dan matanya masih rapat seolah lengket. "Non ayo solat dulu, terus makan malem sama tuan dan nyonya di bawah."Zora hanya mengangguk angguk tapi ia terlelap lagi. Kamar ini seolah punya daya magis yang selalu membuatnya nyaman.15 menit kemudian, Bi Ima kembali naik untuk membangunkannya lagi. Jadi dengan susah payah ia bangun dengan mata lengket. Bergegas mandi, solat magrib dan turun untuk makan malam.Hidangan rumahan yang lama tidak ia nikmati, jadi setiap pulang kerumah selalu merindukan masakan ibunya. Zora terlihat sangat menikmati hidangan yang membuat ibunya terus lebih sehat, Nyonya Anita juga jadi lebih mensyukuri kehadiran putrinya yang hilang hampir 2 tahun ini."Kau sudah kembali ke rumah
ปรับปรุงล่าสุด: 2023-01-03
Chapter: 13. Kehadiranmu Andrea tertawa pelan, menggenggam tangannya dan menariknya pergi. Mereka naik ke kamar eksklusif keluarga Tamson, lantai tertinggi hotel. Begitu pintu tertutup— Andrea tak bisa menahan diri langsung mencium Soraya kembali, lebih dalam, lebih putus asa. “Aku sangat merindukanmu…” Soraya membalas dengan napas memburu. “Aku menginginkanmu, Mas.” Andrea menuruni leher Soraya dengan ciuman panas, aromanya menabrak seluruh kontrol diri. Tak butuh waktu lama — mereka sudah berada di tempat tidur, melepaskan kerinduan. Setelah malam yang panjang, Soraya terbangun pelan. Lampu kamar redup, hanya cahaya kota yang masuk melewati tirai besar. Tubuhnya masih hangat, terbungkus dalam selimut tebal. Lalu ia sadar— dirinya berada dalam pelukan Andrea. Lengannya melingkar di pinggang Soraya, napasnya tenang, dalam, damai… seperti seseorang yang akhirnya bisa tidur setelah berhari-hari tersiksa. Soraya menatap wajah itu. Wajah yang biasanya penuh tekanan, kebingungan, rasa bersalah… kini
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 12. Makan Malam"Larissa mungkin masa lalu yang selalu aku rindukan sebelumnya,” Andrea berkata pelan, suaranya seperti tertahan sesuatu. Ia terdiam sejenak sebelum meremas tangan Soraya lembut. “Tapi sepertinya semua udah berubah sekarang.”Soraya melepaskan genggaman itu perlahan, matanya merendah.“Aku tidak berani memimpikanmu, Mas. Rasanya masih jelas bagaimana kamu gak pernah melihat aku dan selalu terjebak dalam masa lalu bersama Mbak Larissa. Sekarang saat dia kembali… yang aku rasakan lebih putus asa.”Kata-kata itu menghantam Andrea. Ia kehilangan suara.Ia menepi dan menghentikan mobil di pinggir jalan. Lampu kota memantul di wajah bersalahnya saat ia menatap Soraya.Tanpa berpikir panjang, Andrea meraih tangan Soraya dan mengecup punggungnya dengan lembut.“Saat ini aku sangat takut, Raya. Aku sangat takut kehilanganmu.”“Mas, apakah kamu benar-benar merasakannya? Apa yang aku rasakan?”Mata mereka bertemu — namun bukan kehangatan yang mereka lihat, melainkan ketakutan dan rasa tak percay
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 11. MenculikTidak ada jawaban. Larissa masuk kembali ke rumah dengan wajah panas membara. Rahangnya mengeras, tumit sepatunya menghentak lantai marmer.“Oke kalau ini yang kalian inginkan… jangan kamu pikir aku bodoh. Justru KALIAN yang bodoh.”Ia mendesis panjang, matanya merah karena amarah.Larissa benar-benar kesal, namun pikirannya bekerja cepat.Alex.Anak itu selalu menjadi kelemahan Andrea.Mana mungkin pria itu akan mengabaikanku kalau aku membawa Alex?Ia tersenyum miring.Licik.“Bi Inah!”“Iya nyonyah.”“Mana Alex?”“Alex sudah tidur nyonyah.”Larissa melangkah cepat.“Aku akan bawa dia pergi dari sini.”Inah tersentak dan langsung menahan tangannya dengan panik.“Nyah tolong jangan, nyah.”“Gak usah ikut campur kamu ya.”“Tapi nyah… nanti Nyonya Soraya pasti khawatir. Den Andrea juga…”“Peduli apa aku sama mereka?! Liat! Mereka bisa-bisanya ninggalin aku. Oke kalau kalian mau begini cara mainnya!”Larissa berjalan cepat menuju kamar Alex, napasnya memburu.Begitu masuk, ia langsung m
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 10. TerabaiSoraya tidak peduli lagi pada teriakan Larissa. Ia hanya mengangkat Alex ke gendongannya dan meninggalkan taman, membawa anak itu masuk ke rumah sambil berusaha menenangkannya.Di kamar, Alex masih tersedu-sedu.“Kenapa sih ada Tante jahat itu? Aku gak mau sama Tante jahat.” rengeknya sambil memeluk Soraya erat-erat.Soraya mengusap punggung kecil itu lembut.“Alex, sebenarnya dia adalah Mamamu yang sebenarnya. Aku juga ibumu… tapi kamu lahir dari perutnya.”Alex mengernyit bingung.“Tapi aku gak tau siapa dia.”Soraya menatapnya penuh kasih.“Alex denger Mami boleh?”Anak itu mengangguk kecil, wajahnya masih basah oleh air mata.“Kita harus selalu bersikap baik, dan kamu anak baik, bukan?”Alex mengangguk lagi, kali ini lebih dalam.Sangat menggemaskan dalam kesedihannya.“Mulai sekarang kamu harus berusaha untuk baik dengan Mamamu ya.”Alex menatapnya dengan mata berkaca-kaca.“Tapi aku cuma mau Mami…”Soraya tersenyum, menggenggam pipinya lembut.“Mami di sini, sayang. Gak akan per
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 9. Hampir GilaBagus langsung berdiri. Teman-temannya menatap dengan senyum lebar dan tatapan jahil. Terdengar kikikan tertahan dari ujung ruangan. “Silakan, Bu. Saya antar.” Larissa mendesis pelan, melengos dan berjalan cepat ke luar. Bagus mengikuti di belakang dengan senyum penuh kepuasan. Pintu tertutup. Andrea berdiri diam. Nafasnya berat… lalu memegang pelipis yang berdenyut keras. “Andaikan aku belum menyentuh Soraya… mungkin tidak akan serumit ini.” "Ah Tuhan… apa yang harus kulakukan?" Ia menatap ponsel di tangannya. Ingin menghubungi Soraya… tapi lidahnya kelu. Gak mungkin bicara di rumah. Larissa pasti akan mengacau. Andrea mondar-mandir di dalam ruangan, semakin gelisah. Kenapa pria setia sepertiku… harus dapat masalah seperti ini? Di rumah, Alex berlari-lari kecil di taman sambil tertawa riang, tangannya terangkat ke atas. “Aa dulu sayang! Pesawat datang!” Soraya menyuapi anak yang lahap itu. “Aaaa!” Alex berputar-putar, pura-pura jadi pesawat kecil. Soraya be
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-30
Chapter: 8. Kami Tidak BerceraiResepsionis tersenyum ramah. “Pak Andre tidak pernah tidak lembur sebelumnya, Bu. Tapi sekarang… keliatannya Pak Andre lebih santai. Sudah mulai ambil libur. Wajahnya juga berseri, beberapa waktu ini.” Lalu menambahkan: “Pantas saja… ternyata ibu sudah kembali.” Larissa menyipitkan mata dan tersenyum kecut. “Apa dia terlihat sangat bahagia?” “Iya, Bu.” jawab wanita itu tersenyum. “Kalian tau soal Soraya?” pertanyaan itu lebih terdengar seperti intimidasi. Langsung beberapa staf saling menatap. “Oh… istrinya baru pak Andrea ya, Bu? Pak Andre gak pernah bawa ke kantor sih Bu… bahkan acara gathering pun selalu sendirian.” Lalu dengan suara lirih, yang bikin dada Larissa panas: “Sepertinya… tetap Ibu masih jadi ratu di hati Pak Andrea.” Larissa hanya tersenyum kecut. Pupil matanya mengecil — marah. 'Sialan… Andrea bener-bener udah membuka hati untuk wanita jelek itu. Dan aku gak akan diam aja.' batinnya Larissa memasuki kantor Andrea. Aroma wan
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-23