author-banner
Rima Hutabarat
Rima Hutabarat
Author

Novels by Rima Hutabarat

PERGI UNTUK KEMBALI

PERGI UNTUK KEMBALI

Prahara rumah tangga karena menikah muda membuat Raditya Pramono pergi meninggalkan Amara saat bayi mereka masih kecil. Delapan tahun berlalu, Radit tak sengaja bertemu kembali dengan Amara serta Zein buah hati mereka. Radit merasa menyesal dan ingin kembali. Perjuangannya tidak akan mudah karena Amara dengan tegas menolak kehadiran Radit. Hatinya bercabang justru di saat yang sama, Zein mendambakan dapat merasakan sahur dan berbuka puasa dengan sosok ayah yang tidak pernah ia kenal.
อ่าน
Chapter: Bab 25 - Penyesalan Dua Lelaki
Papa dan Mama bertengkar lagi. Mereka saling menyalahkan satu sama lain. Suara Papa terdengar menggelegar di keheningan malam. Aku menangis, Zein juga merengek dalam gendonganku. Rumah ini sudah seperti neraka. Aku menutup mata putus asa.Lalu, entah siapa yang tiba-tiba datang menyeka air mata di pipiku. Usapannya begitu lembut, suaranya juga. Aku memberanikan diri membuka mata setelahnya. Saat itu juga aku sadar bahwa aku bukan berada di rumah neraka itu. Aku sedang berada di rumahku sendiri.“Mana Zein?” tanyaku pada lelaki yang separuh berlutut di hadapanku untuk menyesuaikan tingginya dengan sofa yang sedang aku duduki. Pasti ia tadi yang membuatku terjaga dari mimpi.“Sudah tidur,” jawabnya singkat dengan raut wajah khawatir.Aku ingat sekarang. Aku duduk di sini karena hendak menunggui lelaki ini menemani Zein pergi tidur. Sebelumnya kami memang sedikit beradu argumen mengenai apakah ia diperbolehkan kembali menginap atau tidak malam ini.“Karena Zein sudah tidur, kamu sudah bi
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-04
Chapter: Bab 24 - Menangis Dalam Mimpi
Delapan tahun lamanya jiwaku tersiksa oleh rasa bersalah karena meninggalkan Amara begitu saja, serta dua tahun terakhir di dalamnya kujalani dengan hampir putus asa karena nyaris tak dapat menemukan belahan jiwaku itu kembali, tetapi tak ada satu detik pun aku biarkan air mata penyesalan menetes. Lelaki harus tegar. Jangan sampai menangis. Bukan seperti itu caranya lelaki bersedih. Doktrin itu sudah aku terima bahkan sejak kecil.Semua itu seketika terbantahkan saat lengan kecil Zein memelukku sehingga aku harus menunduk agar tinggi tubuh kami sejajar. Lututku akhirnya menyentuh lantai saat pelukan Zein semakin rapat. Entah aku atau Zein yang memeluk lebih erat, tetapi untuk beberapa detik aku sungguh-sungguh merasakan sesak penyesalan karena telah menyia-nyiakan begitu saja delapan tahun yang berharga untuk memeluk bocah kecil ini.Mungkin aku akan tetap mendekap Zein jika bukan Amara yang kemudian menarik lenganku lembut agar mengendurkan pelukan. Cepat kuseka air mata sambil terse
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-04
Chapter: Bab 23 - Sesungguhnya Ayah
Aku duduk dengan gelisah di depan televisi yang menyala menunggui dua lelaki yang sampai saat ini belum juga kembali dari masjid. Rasa gelisah kali ini jauh lebih hebat dibandingkan rasa gelisah delapan tahun lalu saat aku duduk dalam posisi hampir serupa sambil menggendong bayi, yang bahkan belum sempat aku beri nama, menanti penuh harap akan mendengar deru motor Radit seraya berharap bahwa ia akhirnya pulang. Punggung yang tadinya menumpu pada sandaran sofa, spontan menegak ketika dua suara yang berbeda warna saling bersahutan dan semakin mendekat. Aku berdiri untuk membuka pintu rumah saat terdengar teralis pagar digeser perlahan. Dengan raut wajah yang berusaha diatur setenang mungkin, kusambut keduanya dengan bersemangat. “Bapak Abidin yang jadi imam tadi, Bun.” Zein melaporkan suasana salat tarawih. “Bapak Abidin itu imam kesukaan Bunda, Om.” Ia berkata rinci seolah hal itu adalah salah satu tentangku yang perlu Radit ketahui. “Kenapa Bunda suka Bapak Abidin?” Radit menujukan
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-15
Chapter: Bab 22 - Memupuk Percaya
Bunyi denting dari oven pemanggang serta aroma cokelat matang yang menguar, secara bersamaan membuyarkan lamunanku. Bergegas kuangkat loyang persegi panjang yang memuat adonan bronis di dalamnya. Senyumku mengembang saat melihat hasilnya sesuai yang diharapkan. Senyum itu kemudian berlanjut saat membayangkan betapa Radit akan menyantap kue kesukaannya ini dengan lahap saat berbuka puasa nanti.Aku membuatkan khusus untuk Radit bronis pertama dariku saat lelaki itu berulang tahun, tepat enam bulan setelah kami berpacaran. Hanya bronis cokelat sederhana yang dihiasi krim dan buah ceri di atasnya, tetapi Radit menerimanya dengan sangat antusias. Bronis yang hanya berukuran satu loyang kecil itu sengaja ia habiskan perlahan-lahan selama satu minggu. Radit bilang ia bahkan tidak mengizinkan satu pun teman di tempat kosnya untuk ikut mencicipi.“Bunda bikin bronis coklat hari ini?”Zein yang baru pulang dari masjid selepas ashar sepertinya ikut mencium aroma khas cokelat panggang dari oven.
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-10
Chapter: Bab 21 - Pasrah Hati
Pertemuan dengan Pandu jelas membuat hatiku semakin sulit menentukan arah. Rasa percaya yang berusaha Radit tumbuhkan di hatiku, mendadak porak poranda setelah kuresapi apa yang Pandu katakan. Selama delapan tahun Pandu tanpa ragu berperan menggantikan Radit. Siapa yang sebenarnya lebih bertanggung jawab? Bagaimana jika pada akhirnya Radit akan kembali lari dari janji-janji yang ia ucapkan padaku?“Pandu datang untuk melamarku.” Kuulang kalimat itu saat Radit bertanya atas alasan apa Pandu mampir ke rumah pagi tadi.Meskipun sebenarnya Pandu tidak secara lugas melamar, ia hanya mengungkapkannya secara tersirat. Pandu selalu seperti itu. Lelaki itu memilih tertutup untuk urusan hati. Karena alasan itu pula aku terkadang bingung menerjemahkan sikapnya. Semuanya samar-samar sampai pagi tadi Pandu mengungkapkan isi hatinya.“Dia tidak berhak melamar kamu.” Radit baru menyahut beberapa lama setelah ia diam mendengar penuturanku. “Kamu perempuan bersuami, Ra.”“Mungkin saja sekarang sudah t
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-01-16
Chapter: Bab 20 - Emosi Membuncah
Pagi ini aku terpaksa berangkat kerja lebih awal dari biasanya. Sebelum ke kantor, aku harus terlebih dahulu singgah di rumah untuk mengganti pakaian kerja. Sebelumnya, tentu saja aku harus mengantar sekolah bocah kecil yang menggemaskan ini yang sejak tadi tak berhenti bernyanyi riang sejak mobil mulai bergerak.Berselingan dengan lamunanku yang sedang mencari alasan untuk dapat menjemput Zein dari sekolahnya nanti, sebuah mobil yang terlihat familiar dari arah berlawanan memaksaku sedikit memutar kemudi ke kiri karena posisinya yang terlalu rapat. Aku tidak mungkin salah lihat. Mobil yang baru saja berpapasan di depan jalan menuju rumah Amara adalah milik Pandu. Aku kenal bagian depannya yang tertempel stiker lambang kedokteran.Mau apa laki-laki itu bertandang sepagi ini? Apa karena tidak kuizinkan menjenguk Amara tadi malam?"Om."Apakah ia berniat memeriksa kondisi Amara seperti kemarin?"Om Radit."Atau mungkin saja ia hendak mencari tahu tentang aku dari Amara?"Om!" Sebuah tan
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-10-06
REPLACEMENT (Perempuan Pengganti)

REPLACEMENT (Perempuan Pengganti)

Meski terlahir kembar dengan wajah hampir tak bisa dibedakan, sejak kecil Lira & Livia tidak pernah menyukai satu pun hal yang sama. Lira yang berkarakter sederhana berbanding terbalik dengan Livia sang kakak yang selalu berpenampilan anggun. Namun, mengapa untuk urusan hati mereka harus jatuh cinta pada lelaki yang sama? Dua tahun menjauh untuk melupakan rasa sakit hatinya, Lira terpaksa kembali demi seorang bayi mungil yang lahir dari rahim Livia. Lira setuju untuk menikahi Dipta sebagai pengganti sang kembaran yang wafat saat melahirkan. Dalam pernikahannya yang baru seumur jagung, Lira merasa heran mengapa Dipta terlihat sangat mencintai sekaligus membenci sang mantan istri. Sampai akhirnya sebuah buku yang Lira temukan tersembunyi di dalam kardus lusuh, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara Dipta dan Livia dalam pernikahan mereka sebelumnya.
อ่าน
Chapter: Bab 35 - Berdamai Akan Kenangan
Malam yang sama setelah aku kembali pada Mahesa Dipta, lelaki itu tetap mengantarku pulang ke rumah Ayah. Dipta mengajakku berbicara di depan Ayah dan Bunda, meluruskan apa yang selama ini kusut di antara kami. Dipta dengan sopan menanyakan pada Ayah apakah ia boleh membawaku pulang setelahnya. Ayah mengatakan bahwa aku masih sepenuhnya tanggung jawab Dipta, karena tidak pernah sekali pun lelaki itu mengembalikanku pada Ayah.Mobil Ayah kami kembalikan sehari setelahnya. Tidak ada yang rusak, hanya bensinnya yang habis karena memang jarum petunjuk level bahan bakarnya sudah tidak berfungsi baik. Dipta sudah lama mengetahui permasalahan itu. Ia sengaja mengelabui agar bisa mengajakku mampir di rumahnya malam itu.Dipta tidak terlalu mengekangku kali ini. Hidupku terasa jauh lebih ringan. Bahkan ia tidak mempermasalahkan saat aku memanggilnya dengan sebutan lama kami. Juga tidak keberatan saat aku masih sering berdebat dengannya tentang banyak hal. Ia bilang tak mengapa selama akhir dar
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-22
Chapter: Bab 34 - Sepakat Kembali Bersama
“Harus ado kabar baik dari kau, Lira.” Pria itu menjabat tanganku erat-erat saat ia akan masuk ke lajur check-in. “Aku idak mau dengar kagek kau balik ke Palembang.”“Terima kasih untuk semuanya, Fahmi.” Kulambaikan tangan sampai ia benar-benar menghilang di balik pintu kaca. Sejenak aku hanya berdiri terpaku di antara ramainya lalu lalang manusia di bandara. Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Menemui Dipta dan menyerahkan diri, mengaku kalah karena tidak berhasil melupakannya setelah enam bulan lamanya?Mobil Kijang milik Ayah yang kukemudikan melaju lambat seolah ikut merasakan galaunya hatiku. Entah sudah sejauh apa lamunanku, dua jam kemudian tanpa sadar aku mendapati diri telah menghentikan kendaraan itu di depan rumah Dipta. Mataku menatap penuh rindu pada garasi tempat mobil lelaki itu diparkirkan. Banyak kenangan tertinggal di garasi itu. Di dalam mobil di tempat itu pula pertama kalinya Dipta meminta kesediaanku untuk menyerahkan jiwa ragaku padanya. Di sana pula setia
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-18
Chapter: Bab 33 - Jarak Semakin Rapuh
Bunyi notifikasi dari ponselku membuyarkan lamunan. Kulirik dengan malas untuk memeriksa apakah ada pesan penting yang mungkin dikirimkan Pak Kemas. Atasanku itu masih juga tidak bisa benar-benar pensiun. Hampir setiap saat Pak Kemas menanyaiku mengenai perkembangan Fahmi. Padahal menurutku Fahmi termasuk kompeten menggantikan beliau dalam urusan pekerjaan. Dan ini sudah masuk bulan keenam, aneh saja jika Pak Kemas masih meremehkan puteranya.Dadaku berdesir saat melihat tampilan pop-up pada layar ponselku. Sudah lewat enam bulan juga lelaki itu masih rutin mengirimiku. Setelah dengan sangat pengecut aku meninggalkannya tanpa penjelasan, Dipta selalu mengabariku setiap hari tentang apa yang ia lakukan di Jakarta melalui pesan singkat. Sesekali ia menanyakan kabarku, tentu saja aku tidak pernah membalas. Lalu frekuensi pesannya berkurang saat memasuki bulan kedua, dan hilang sama sekali saat memasuki bulan ketiga. Dipta pasti lelah. Aku sengaja membuatnya menyerah.Hanya satu yang tida
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-16
Chapter: Bab 32 - Saat Memilih Pergi
Terhitung tiga hari sejak rahimku dilakukan kuretase, hari ini dokter kandungan memberiku izin untuk pulang. Dipta tidak datang menjemput karena aku yang memintanya untuk itu. Setelah pertengkaran kami yang terakhir, aku sudah mengatakan pada Dipta agar diberikan kesempatan untuk menetap di rumah Ayah sementara waktu. Aku butuh ruang untuk sebentar menjauh dari Dipta, juga dari rencana-rencana hidupnya.Aku sudah membuat janji dengan Dokter Pratiwi -spesialis anak yang menangani Muffin- sebelum pulang hari ini. Setelah kejadian itu, aku semakin tidak bisa menjauhkan diriku dari rasa bersalah. Aku jelas bertanggung jawab atas Muffin. Aku ibunya, seharusnya bisa menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku.“Sebagai tenaga medis yang selalu berurusan dengan nyawa orang lain, saya juga manusia yang percaya pada takdir Tuhan.” Dokter Pratiwi memulai kalimat itu untuk menjawab pertanyaanku. “Apa yang kita upayakan maksimal, jika memang sudah sampai pada janjinya, semua tetap akan pulang."“Bu
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-12
Chapter: Bab 31 - Ujian Hati Bertubi
Kehamilanku sudah mulai memasuki minggu ke dua belas saat suatu hari Muffin demam. Dipta patuh saat kuminta untuk membawa Muffin agar diperiksa oleh Dokter Pratiwi. Tidak ada masalah serius, hanya demam biasa menurut sang dokter. Obat yang diberikan pun juga sama dengan stok obat penurun panas yang kusimpan di lemari obat. Kondisi rahimku tidak terlalu sehat sehingga Dipta memutuskan untuk memakai bantuan asisten rumah tangga selama aku tidak bisa beraktivitas normal. Dipta mengurusiku dengan sangat baik, bahkan terlalu protektif sehingga aku merasa kurang nyaman. Ia melarangku mengerjakan apa pun, bahkan ia marah jika aku kedapatan sedang menggendong Muffin. Muffin tidak pernah terlalu rewel jika sakit. Ia akan tenang jika dipeluk. Kudekap Muffin erat-erat saat Dipta ingin mengambilnya kembali untuk diserahkan pada asisten rumah tangga kami pagi ini. Perempuan paruh baya itu berdiri di samping Dipta dengan serba salah. Mungkin ia segan harus melihat kami berdebat seperti itu. “Bi
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-10
Chapter: Bab 30 - Kala Ikatan Merenggang
Bab 30 - Kala Ikatan MerenggangSudah lewat tiga minggu sejak pertengkaranku dengan Dipta yang dipicu karena kedatangan Reno. Aku sungguh tidak bisa menebak bagaimana jalan pikiran Dipta. Harusnya aku diam-diam merekam isi percakapanku dengan Reno agar Dipta percaya. Sekarang aku tidak punya bukti yang kuat untuk mempertahankan argumenku agar tes DNA Muffin tidak perlu dilakukan.Hubunganku dengan Dipta menjadi dingin. Lelaki itu hanya menegurku seperlunya saat sedang berada di rumah, persis seperti dulu di saat awal pernikahan kami. Tidak ada lagi ucapan sayang, pelukan mesra, apalagi sentuhan-sentuhan yang intim layaknya dua insan yang sedang kasmaran. Aku masih tidak mengerti apa salahku. Tepatnya tidak bisa menerima jika Dipta menuduh aku akan tertarik pada Reno seperti layaknya Livia. Pendapat itu terlalu kekanakan. Mustahil rasanya terbit dari kepala seorang Mahesa Dipta yang biasanya bisa berpikir realistis. Aku tidak ingat kapan terakhir kali makan dengan benar. Seminggu ini
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-01
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status