LOGINMeski terlahir kembar dengan wajah hampir tak bisa dibedakan, sejak kecil Lira & Livia tidak pernah menyukai satu pun hal yang sama. Lira yang berkarakter sederhana berbanding terbalik dengan Livia sang kakak yang selalu berpenampilan anggun. Namun, mengapa untuk urusan hati mereka harus jatuh cinta pada lelaki yang sama? Dua tahun menjauh untuk melupakan rasa sakit hatinya, Lira terpaksa kembali demi seorang bayi mungil yang lahir dari rahim Livia. Lira setuju untuk menikahi Dipta sebagai pengganti sang kembaran yang wafat saat melahirkan. Dalam pernikahannya yang baru seumur jagung, Lira merasa heran mengapa Dipta terlihat sangat mencintai sekaligus membenci sang mantan istri. Sampai akhirnya sebuah buku yang Lira temukan tersembunyi di dalam kardus lusuh, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara Dipta dan Livia dalam pernikahan mereka sebelumnya.
View More‘ที่ผ่านมาดินไม่เคยให้แหวนเข้าไปอยู่ในโลกของดินเลยใช่ไหม’
‘…’ ไม่เคยมีคำตอบ หรือคำพูดดี ๆ หลุดจากปากเขาแล้วทำให้ฉันรู้สึกดีสักครั้ง คำพูดของเขาที่พูดกับฉันแทบจะนับครั้งได้ ทั้งที่เราอยู่ด้วยกันมาก็หลายปี
‘แหวนนี่ก็โง่นะ รู้ทั้งรู้ก็ยังถาม ทั้งที่รู้ว่าถามไปดินก็ไม่ตอบ’
‘พูดจบหรือยัง’ สายตาที่แสดงออกถึงความรำคาญกำลังมองมาที่ฉัน
การมองแบบนี้ฉันเห็นมาตลอดทุกครั้งที่ฉันจู้จี้จุกจิกใส่เขา
ทำไมฉันจะไม่รู้ล่ะว่าเขาเบื่อหน่าย และรำคาญฉันมาก
ฉันรู้มาตลอด รู้เรื่องของเขาแทบทุกเรื่อง
รู้ว่าเขามีคนที่เขารัก
รู้ว่าเขาเกลียดวิธีที่ฉันทำกับเขา
และรู้ว่าเขาอยากได้อิสรภาพที่ฉันเป็นคนจองจำเขาไว้
คนไม่รัก ทำดีให้ตายยังไงเขาก็ไม่มีทางรักเรา
ตื๊อเท่านั้นถึงจะได้มาครอบครอง นิยามนี้ใช้กับผู้ชายคนนี้ไม่ได้ เขาไม่ใช่ผู้ชายใจอ่อน หรือโลเล ไขว้เขวเหมือนคนอื่น
‘ยัง’ ฉันตอบและเผยยิ้มที่มุมปากเล็กน้อย
ยิ้มสมเพชตัวเองไง
‘…’ ดินชักสีหน้าเฉยชา นั่นหมายความว่าเขากำลังรำคาญฉันหนักมาก
‘ไปเซ็นใบหย่าให้แหวนหน่อย แหวนเหนื่อยกับความพยายามที่สูญเปล่าแล้ว แหวนคืนอิสรภาพให้ดิน’
‘มารยาขั้นไหนอีก’
‘ไปเจอกันที่อำเภอนะ แหวนมีเวลาไม่มาก’ ฉันเลือกที่จะไม่สนคำพูดเหน็บแนมของเขา
ในวันนี้ฉันคิดว่าฉันควรพอ ควรที่จะปล่อยเขาไป ควรเลิกรั้งคนที่ทำยังไงก็ไม่มีทางจะรักเรา
ฉันเหนื่อยที่จะสู้ เหนื่อยกับการรอคอยให้เขาหันกลับมาสนใจ
และเพิ่งคิดได้ว่าไม่อยากเสียเวลาชีวิตอีกต่อไป
“เฮ้ ทางนี้ ๆ” สาวผมยาวปลิวสวยสยาย ร่างบอบบางโบกมือเรียกฉัน ทำให้ฉันละทิ้งความทรงจำในวันเก่าที่มันผุดเข้ามาในหัวโดยอัตโนมัติเมื่อตัวฉันกลับมาเหยียบผืนแผ่นดินของประเทศไทย
“ไงแก” ฉันเอ่ยทักพร้อมรอยยิ้มสดใส สาวสวยผมยาวคนนี้เป็นคนที่เสนอตัวมารับฉันที่สนามบิน ทั้งที่งานของนางยุ่งมาก ๆ แต่นางก็พยายามเคลียร์คิวเพื่อฉัน
“ไงแกคืออะไร อย่ามาเด๋อ” ฟองเพื่อนที่ฉันสนิทด้วยทำหน้ากวนประสาท
“ปากร้ายเหมือนเดิม กี่ปีก็ไม่เปลี่ยนสันดานเลยเนอะ”
“เปลี่ยนได้ไง สันดานเปลี่ยนยากนะจ๊ะ ว่าแต่แกเถอะ ทำไมด้วยเปรี้ยวดูมีออร่าเรียกผู้จังวะ” ฟองจับตัวของฉันหมุน ๆ แทนการกอดทั้งที่เราไม่ได้เจอกันเป็นเวลาเกือบ 2 ปี ความจริงต้องกอดนะ
“ก็แค่ตัดผมสั้น แต่งตัวให้เข้ากับลุค ดูเปรี้ยวตรงไหน”
“ดูแปลกตาเลยล่ะ ก็ปกติแกรักผมแกยิ่งกว่าอะไร” จริงอย่างที่ฟองพูด ฉันรักผมของฉัน แต่บางทีคนเรามันก็ต้องเปลี่ยนแปลงตัวเองบ้าง อะไรที่เคยจมปลักก็ต้องสละมันทิ้งไปเมื่อถึงเวลาที่ต้องทิ้ง
“อะไรไม่ดีก็ต้องตัดทิ้งสิ จะเก็บไว้ทำไม”
“ตัดผมที่รักกับตัดใจจากคนใจร้ายอะไรทำง่ายกว่ากัน” ถึงแม้เรื่องของฉันกับอดีตสามีที่ไม่รักฉันจะจบกันไปนานแล้ว แต่ว่าเพื่อนของฉันก็ยังชอบพูดถึง ชอบเอามาจิกกัดฉันอยู่บ่อย ๆ
พวกเพื่อนสนิทของฉันชอบหาว่าฉันโง่งมงาย บ้ารักผู้ชายที่เขาไม่รัก แถมยังชอบด่าว่าฉันทำตัวไร้ค่า
“ขึ้นแท็กซี่กลับง่ายกว่าอะ” ฉันแกล้งทำเป็นงอน
“ทำน้อยใจไปได้น่า เพื่อนแค่หยอกเอง ปะ ปะกลับกัน เดี๋ยวเพื่อนพาเลี้ยงข้าวปลอบใจน้า”
“ปลอบใจอะไรของแก”
“แกก็จับผิดคำพูดของฉันอีกแล้วนะแหวน”
“ก็แกกับไอ้ญ่าชอบแว้งกัดฉันบ่อย ๆ นี่นา”
“กินปูนร้อนท้องเองรึเปล่า”
“พอแล้วฟอง ฉันอยากพักละ ไม่อยากมาเถียงกะแก” ให้เถียงเรื่องของคนที่เป็นอดีตของฉันเถียงให้ตายยังไง ฉันก็ไม่มีทางชนะ
Malam yang sama setelah aku kembali pada Mahesa Dipta, lelaki itu tetap mengantarku pulang ke rumah Ayah. Dipta mengajakku berbicara di depan Ayah dan Bunda, meluruskan apa yang selama ini kusut di antara kami. Dipta dengan sopan menanyakan pada Ayah apakah ia boleh membawaku pulang setelahnya. Ayah mengatakan bahwa aku masih sepenuhnya tanggung jawab Dipta, karena tidak pernah sekali pun lelaki itu mengembalikanku pada Ayah.Mobil Ayah kami kembalikan sehari setelahnya. Tidak ada yang rusak, hanya bensinnya yang habis karena memang jarum petunjuk level bahan bakarnya sudah tidak berfungsi baik. Dipta sudah lama mengetahui permasalahan itu. Ia sengaja mengelabui agar bisa mengajakku mampir di rumahnya malam itu.Dipta tidak terlalu mengekangku kali ini. Hidupku terasa jauh lebih ringan. Bahkan ia tidak mempermasalahkan saat aku memanggilnya dengan sebutan lama kami. Juga tidak keberatan saat aku masih sering berdebat dengannya tentang banyak hal. Ia bilang tak mengapa selama akhir dar
“Harus ado kabar baik dari kau, Lira.” Pria itu menjabat tanganku erat-erat saat ia akan masuk ke lajur check-in. “Aku idak mau dengar kagek kau balik ke Palembang.”“Terima kasih untuk semuanya, Fahmi.” Kulambaikan tangan sampai ia benar-benar menghilang di balik pintu kaca. Sejenak aku hanya berdiri terpaku di antara ramainya lalu lalang manusia di bandara. Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Menemui Dipta dan menyerahkan diri, mengaku kalah karena tidak berhasil melupakannya setelah enam bulan lamanya?Mobil Kijang milik Ayah yang kukemudikan melaju lambat seolah ikut merasakan galaunya hatiku. Entah sudah sejauh apa lamunanku, dua jam kemudian tanpa sadar aku mendapati diri telah menghentikan kendaraan itu di depan rumah Dipta. Mataku menatap penuh rindu pada garasi tempat mobil lelaki itu diparkirkan. Banyak kenangan tertinggal di garasi itu. Di dalam mobil di tempat itu pula pertama kalinya Dipta meminta kesediaanku untuk menyerahkan jiwa ragaku padanya. Di sana pula setia
Bunyi notifikasi dari ponselku membuyarkan lamunan. Kulirik dengan malas untuk memeriksa apakah ada pesan penting yang mungkin dikirimkan Pak Kemas. Atasanku itu masih juga tidak bisa benar-benar pensiun. Hampir setiap saat Pak Kemas menanyaiku mengenai perkembangan Fahmi. Padahal menurutku Fahmi termasuk kompeten menggantikan beliau dalam urusan pekerjaan. Dan ini sudah masuk bulan keenam, aneh saja jika Pak Kemas masih meremehkan puteranya.Dadaku berdesir saat melihat tampilan pop-up pada layar ponselku. Sudah lewat enam bulan juga lelaki itu masih rutin mengirimiku. Setelah dengan sangat pengecut aku meninggalkannya tanpa penjelasan, Dipta selalu mengabariku setiap hari tentang apa yang ia lakukan di Jakarta melalui pesan singkat. Sesekali ia menanyakan kabarku, tentu saja aku tidak pernah membalas. Lalu frekuensi pesannya berkurang saat memasuki bulan kedua, dan hilang sama sekali saat memasuki bulan ketiga. Dipta pasti lelah. Aku sengaja membuatnya menyerah.Hanya satu yang tida
Terhitung tiga hari sejak rahimku dilakukan kuretase, hari ini dokter kandungan memberiku izin untuk pulang. Dipta tidak datang menjemput karena aku yang memintanya untuk itu. Setelah pertengkaran kami yang terakhir, aku sudah mengatakan pada Dipta agar diberikan kesempatan untuk menetap di rumah Ayah sementara waktu. Aku butuh ruang untuk sebentar menjauh dari Dipta, juga dari rencana-rencana hidupnya.Aku sudah membuat janji dengan Dokter Pratiwi -spesialis anak yang menangani Muffin- sebelum pulang hari ini. Setelah kejadian itu, aku semakin tidak bisa menjauhkan diriku dari rasa bersalah. Aku jelas bertanggung jawab atas Muffin. Aku ibunya, seharusnya bisa menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku.“Sebagai tenaga medis yang selalu berurusan dengan nyawa orang lain, saya juga manusia yang percaya pada takdir Tuhan.” Dokter Pratiwi memulai kalimat itu untuk menjawab pertanyaanku. “Apa yang kita upayakan maksimal, jika memang sudah sampai pada janjinya, semua tetap akan pulang."“Bu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore