author-banner
Die-din
Die-din
Author

Nobela ni Die-din

Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia

Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia

Jasper adalah seorang pangeran dari kerajaan Almekia. Kerajaan di era masa depan dengan teknologi yang telah berkembang sangat maju. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang ratu karena sang raja telah tiada. Segala hal tentang mendiang raja menjadi sebuah misteri yang dirahasiakan oleh pihak kerajaan. Bahkan Jasper pun tidak pernah tahu dan mengenal ayah kandungnya sendiri. Dengan dibantu oleh tiga orang sahabatnya, Diamond, Zircon dan Opal, Jasper berusaha dapat mengungkap misteri itu. Meskipun mereka harus menentang segala peraturan kerajaan, kabur dari istana, bahkan sampai menjadi buronan serta menjalani petualangan yang berbahaya. Dapatkah Jasper dan sahabatnya mengungkapkan tabir misteri sang raja Almekia Kingdom? Feels free to follow me @: FB : die-din IG : die.din2210 tiktok : die.din2210
Basahin
Chapter: Thank You
Akhirnya buku pertama dari petualangan Jasper dapat selesai juga. Seneng banget rasanya aku bisa namatin novel bergenre fantasy pertamaku ini. Genre yang sangat berbeda dengan beberapa novelku lainnya, yang biasanya bergenre romance modern.Terima kasih banyak buat yang sudah mengikuti, membaca, memakai koin, bahkan memberikan vote untuk buku ini. I Love you all!Oiya kalian juga bisa baca novel karyaku di aplikasi ini dengan judul 'Menjadi istri Milyuner'. Serta beberapa novel lainnya yang tersebar di berbagai platform yang lain. Nama penaku tetap sama kok di aplikasi manapun, Die-din.Sebagai masukan, aku kepengen banget dengerin pendapat kalian tentang novel pertama Jasper ini. Apakah kalian sudah puas dengan endingnya? Apa masih penasaran dengan buku keduanya? Karena masih banyak misteri yang belum terpecahkan dari petualangan ini. Dan buku pertama memang hanya fokus untuk mengungkap tentang misteri sang raja kerajaan Almekia.Untuk buku kedua masih menjadi wacana, tapi aku sudah b
Huling Na-update: 2023-04-09
Chapter: 130. Pesta Pertunangan
Tepat setelah matahari tenggelam dan malam mulai menjelang, pesta pertunangan antara Zircon dan Ruby resmi dilaksanakan. Pesta yang cukup meriah dan dihadiri oleh cukup banyak orang. Sebagian besar tamu yang hadir adalah para peserta turnamen, terutama mereka yang berhasil memasuki babak kedua, babak Gear battle. Dan sebagian lainnya tentu saja panitia turnamen dan warga kota middle part ini. Keseruan pesta pertunangan diawali dengan Pesta keakraban. Acara ngobrol santai dengan para tamu dan makan-makan segala hidangan yang telah disiapkan oleh panitia acara. Konsep Private party yang dipakai dalam pesta kali ini begitu rapi serta sangat manis. Dekorasi rumah kemenangan dihiasi dengan berbagai pernak pernik yang bernuansa pink. Bebungaan segar ditata indah di seluruh ruangan. Pita-pita dan kain sutra pun ikut mempercantik suasana.Background musik pun tak ketinggalan telah dipilih sesuai dengan nuansa Padang pasir. Serta sajian makanan dan minuman melimpah untuk menjamu para tamu und
Huling Na-update: 2023-04-09
Chapter: 129. Keberadaan Obsidian
Sudah semingguan Diamond dan kawan-kawannya berada dan tinggal di kawasan middle part kota Bloody Hell ini. Wilayah yang sebenarnya sangat menyenangkan dan damai untuk memulai hidup baru. Kegiatan yang di lakukan bersama para pemenang turnamen selama seminggu ini cukup sibuk. Hampir setiap hari mereka menghadiri pertemuan dengan beberapa tetua di kota BloodyHell ini untuk menyapa, beramah-tamah atau sekedar mengenalkan kepada seluruh penduduk kota. Para pemenang turnamen dianggap seperti pahlawan di kota ini. Kota yang lebih menghargai kekuatan dibandingkan apapun, yang kuat lah yang berkuasa di kota ini. Persiapan pernikahan Ruby dan Zircon sedikit tertunda. Karena para panitia dan anak buah Ruby gagal untuk menemukan keberadaan Jade dan Obsidian Nightray. Hal ini membuat Ruby jadi tidak memiliki wali untuk memberikan restu pada pernikahannya. Dan sesuai adat di daerah ini pernikahan mereka tak bisa dianggap sah tanpa adanya seorang wali. Alhasil sebagai alternatif, Ruby dan pani
Huling Na-update: 2023-04-08
Chapter: 128. Promise
Saphir mengambil beberapa lembar foto yang sedang dipegang erat di tangan Jasper. Dia mengamati foto-foto itu satu persatu. Sama halnya dengan Jasper, tangan gadis itu sedikit bergetar karena tidak percaya dengan apa yang sedang dilihantya saat ini. "Ini? Ini adalah foto pernikahan paduka raja dan ratu?" Saphir bertanya dengan nada dan pandangan tak percaya. Dan jasper hanya mengangguk sebagai jawaban kepada gadis itu."Jadi ini wajah mendiang paduka raja?...""Wajah beliau mirip sekali denganmu, Jez!" Saphir melemparkan pandangannya ke arah Jasper dan ke foto-foto itu bergantian. Seakan ingin mencari persamaan dan perbedaan di antara wajah Jasper dan wajah mendiang raja."Tidak hanya mirip. Kalian malah hampir sama persis, kau memang benar putra mereka Jez." Saphir sekali lagi memberikan komentar dengan takjub.Jasper sekali lagi hanya bisa mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Saphir. Jasper memnag sudah tidak kaget lagi dengan wajah me
Huling Na-update: 2023-04-07
Chapter: 127. Prasasti Suci
*Dengan segala cinta dan kejayaan yang semoga selalu melingkupi kerajaan Almekia.Atas nama cinta abadi yang mengalir dalam aliran darah dan mengiringi setiap hembusan napas, kami putra putri Kerajaan Almekia berjanji akan mengikat janji pernikahan yang suci :Jasper Soltnse DurchlaucthdanNefrit Mesyats MountbattenHope our love will last forever. Happily ever after ... For the glory of Almekia Kingdom.*Di bagian bawah untaian kata-kata indah itu, kedua mempelai membubuhkan tanda tangannya. Tanda tangan sang ratu yang sangat Jasper kenal dan satu lagi tanda tangan milik ayahandanya. Tak ketinggalan kedua mempelai juga membubuhkan cap jarinya, cap jempol dengan tinta emas yang berdampingan."Ibunda ... Ayahanda ..." Jasper bergumam lirih sambil membaca lagi, lagi dan sekali lagi. Menghayati se
Huling Na-update: 2023-04-06
Chapter: 126. Kuil Tepi Danau
Jasper mengajak Saphir berjalan menyusuri kuil, mengamati setiap sudutnya lekat-lekat. Bentuk dan desain bangunan kuil ini sama persis dengan yang ada di mimpinya. Semakin membuat Jasper yakin bahwa ini adalah kuil itu, kuil sakral tempat pernikahan kedua orang tuanya. Seorang biarawati wanita keluar dari salah satu ruangan kuil dan menghampiri kedua anak muda itu Biarawati itu masih cukup muda, tetapi wajahnya sudah dapat menunjukkan ketenangan spiritual yang dimilikinya. Orang suci yang tidak memikirkan tentang segala hal duniawi, hanya mengabdikan dirinya kepada Tuhan atau Dewa yang dia percayai. Sang biarawati sedikit heran melihat kedatangan Jasper dan Saphir. Sehingga dia bertanya dengan sopan kepada mereka. "Mohon maaf Tuan dan Nona, kalau boleh tahu kalian berdua datang kemari untuk apa? Apakah ingin mendaftarakan pernikahan kalian?" Baik Jasper maupun Saphir kontan terkejut mendengar pertanyaan tak terduga itu. Saphir bahkan sudah salah tingkah
Huling Na-update: 2023-04-05
Tambatan Hati Perawan Tua

Tambatan Hati Perawan Tua

Iza adalah seorang wanita mandiri yang sudah mencapai usia lebih dari tiga puluh tahun. Iza bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta yang membuatnya mapan dan bisa membuat dirinya sendiri bahagia. Kedua orang tua dan keluarga besar Iza tidak tahan dengan omongan tetangga tentang keterlambatan Iza menikah. Sehingga mereka memaksa gadis itu untuk menikah. Dengan seorang pria bernama Rio, yang merupakan kerabat jauh dari keluarga mereka. Pria yang usianya jauh lebih muda dari Iza. Iza pun mencoba berhubungan dengan RIo dan semakin akrab. Namun dia merasa curiga karena perbedaan usia ini serta segala proses pernikahannya terasa cepat dan Rio yang buru-buru melamarnya. Iza pun melakukan beberapa penyelidikan dan menemukan berbagai kejanggalan. Dalam usahanya mengungkapkan motif Rio, Iza mendapat bantuan dari seorang dokter. Hubungan Iza dan dokter itu pun semakin lama semakin dekat karena adanya banyak kecocokan, meskipun Iza sudah bertunangan dengan Rio. Kepada siapakah Iza akhirnya akan menambatkan hatinya?
Basahin
Chapter: 50. Keluarga Bahagia
Awal kehamilan Iza ditandai dengan sebuah pagi yang tampak biasa. Matahari baru menembus tirai tipis kamar mereka, sementara Yudi sudah bersiap berangkat lebih awal untuk operasi jadwal pagi. Namun Iza terbangun dengan perasaan aneh: ringan, melayang, tetapi juga mual yang menghantam tiba-tiba. Ia berlari kecil ke kamar mandi, memegang dinding sambil mencoba bernapas dengan teratur. “Za? Kamu baik?” suara Yudi muncul dari luar pintu, cemas. Iza membilas mulutnya, meraih gagang pintu, lalu membuka perlahan. Matanya sedikit berair. “Aku… mual. Tiba-tiba.” Yudi mendekat, menyentuh keningnya dengan punggung tangan. “Kamu demam?” Iza menggeleng. Tapi pandangan Yudi berubah—serius, tajam, seperti puzzle besar baru saja klik di kepalanya. “Kita tes,” katanya tegas. “Apa sekarang? Mas, kamu kan—” “Aku terlambat 10 menit lebih baik daripada terlambat memahami tanda paling penting dalam hidup kita,” potong Yudi. Dan begitulah, lima belas menit kemudian, mereka berdua duduk di tepi bath
Huling Na-update: 2025-11-27
Chapter: 49. Penantian Buah Hati
Musim hujan baru saja tiba ketika Yudi dan Iza memasuki bulan keempat kehidupan rumah tangga mereka. Rumah itu kini dipenuhi aroma kayu manis setiap pagi, perpaduan dari diffuser yang disukai Iza dan kopi hitam yang selalu diseduh Yudi. Rutinitas mereka mulai stabil, penuh kompromi kecil dan tawa hangat. Suatu malam, setelah makan malam sederhana dan sesi menonton drama Korea yang selalu membuat Yudi protes tetapi tetap ditonton, Iza meletakkan kepala di pangkuan suaminya. “Mas,” bisiknya sambil menggambar lingkaran di lengan Yudi dengan jarinya. “Aku pengin ngomong sesuatu.” Yudi menghentikan dramanya, langsung fokus. “Apa?” Iza menarik napas panjang. “Aku… pengin kita mulai program punya anak.” Yudi menatapnya, tidak terkejut—lebih seperti seseorang yang sudah memikirkan hal itu sendiri. Ia mengusap rambut Iza perlahan. “Aku juga sudah mempertimbangkan,” ucap Yudi datar namun lembut. “Kalau kamu siap, kita bisa memulai.” Iza tersenyum bahagia, melingkarkan tangan di pinggang
Huling Na-update: 2025-11-27
Chapter: 48. Awal Kehidupan Rumah Tangga
Rumah baru mereka berada di sudut kompleks mewah yang tenang—teduh oleh pepohonan besar dan jauh dari hiruk pikuk kota. Dari luar, bangunannya terlihat modern dan rapi, tapi begitu masuk ke dalam, suasananya langsung terasa hangat. Furnitur yang dipilih Bu Lastri dengan teliti berpadu dengan sentuhan kecil Iza yang lebih lembut dan natural. Mereka baru kembali dari bulan madu dua hari lalu, dan sekarang aroma rumah seperti memulai kisah baru yang menunggu dituliskan. Iza berdiri di dapur, memandangi rak bumbu dan panci-panci baru yang masih mengkilap. Semua ini terasa… resmi. Bukan lagi tamu, bukan lagi calon istri—ia sekarang adalah Nyonya Yudi, penghuni tetap rumah ini. Sementara itu, Yudi sedang menata berkas-berkas kerjanya di ruang kerja kecil di lantai dua. Bahkan di hari libur pertamanya setelah menikah, ia masih menata “workflow” untuk minggu depan. Kebiasaan lama yang sulit hilang. “Iza,” panggil Yudi dari tangga. “Mas mau kopi.” Iza tertawa kecil, memutar bola mata. “Bar
Huling Na-update: 2025-11-27
Chapter: 47. Bulan Madu
Resort tepi pantai itu tampak seperti mimpi yang dibuat dari cahaya matahari dan suara ombak. Ketika mobil pengantar memasuki gerbang utama, Iza menatap pemandangan di luar jendela dengan mata berbinar. Hamparan laut biru kehijauan, pasir emas yang berkilau, dan pepohonan kelapa yang menari pelan ditiup angin. Yudi, yang duduk di sampingnya, menatap kepuasan di wajah istrinya dengan tersenyum. “Sepertinya kamu suka tempat ini,” komentarnya. Iza tidak menjawab. Ia terlalu terpukau. Baru setelah beberapa detik, ia menoleh dan tersenyum lembut. “Mas… ini indah sekali.” “Sama seperti kamu,” jawab Yudi datar, seakan itu adalah fakta ilmiah yang tak perlu diperdebatkan. "Kamu juga indah sekali." Wajah Iza memerah, dan Yudi tampak puas dengan efek kecil itu. Resort itu menyediakan private villa khusus bagi pasangan yang baru menikah. Villa mereka terletak tepat di pinggir pantai, dengan teras kayu yang menghadap laut luas dan kolam kecil pribadi yang memantulkan cahaya matahari sore yan
Huling Na-update: 2025-11-27
Chapter: 46. Deklarasi Kebahagiaan
Empat bulan terasa seperti empat tahun bagi Iza. Setiap pagi yang ia lalui tanpa kehadiran Yudi terasa hampa, tetapi setiap malam, ketika panggilan video tepat pukul 21.00 WIB masuk, ia kembali merasa lengkap. Mereka menjalani hubungan jarak jauh bukan dengan rayuan atau kata-kata romantis setiap jam, tetapi dengan struktur—sesuatu yang sangat mencerminkan Yudi. Spreadsheet perencanaan pernikahan yang Yudi buat menjadi pegangan Iza selama empat bulan itu: kolom warna-warni, checklist, timeline, jadwal pembayaran DP vendor, dan estimasi anggaran. Semuanya sangat rinci. Bahkan Bu Lastri—yang terkenal perfeksionis dalam urusan acara keluarga—mengakui bahwa spreadsheet itu selevel wedding organizer profesional. Sementara di Singapura, Yudi bekerja dengan ritme yang hampir mekanis. Uji klinis, presentasi riset, evaluasi laboratorium, dan laporan akademik. Tetapi apa pun yang ia hadapi, panggilan video malam adalah hal yang tid
Huling Na-update: 2025-11-27
Chapter: 45. Akad Nikah
Minggu pagi itu, udara terasa sejuk dan damai. Matahari belum sepenuhnya meninggi, sinarnya masih lembut, menembus sela-sela pepohonan mahoni di halaman masjid kecil itu. Burung-burung gereja berkicau pelan, seakan ikut menyambut hari sakral yang akan menjadi penanda awal sebuah kehidupan baru. Tidak ada hiruk pikuk dekorasi besar, tidak ada panggung megah atau gemerlap lampu seperti yang sering muncul di pesta pernikahan kota besar. Sesuai keinginan Iza dan Yudi, akad nikah ini diselenggarakan secara sederhana, intim, dan penuh kekhidmatan—hanya dihadiri oleh keluarga inti dari kedua belah pihak, tidak lebih dari lima puluh orang. Bagi mereka, esensi pernikahan terletak pada doa, restu, dan kehadiran orang-orang yang benar-benar berarti. Iza duduk di ruang tunggu pengantin wanita, ditemani Ibu Sri. Ruangan kecil itu harum oleh wangi melati dan jasmine tea yang disiapkan panitia masjid. Iza mengenakan kebaya putih tulang yang lembut, dihiasi motif bunga kecil yang dijahit dengan ta
Huling Na-update: 2025-11-27
Mendadak Menikah Dengan Mantan

Mendadak Menikah Dengan Mantan

Setelah kematian sang ayah, Ceicillia harus menghadapi ancaman kehancuran perusahaan keluarganya. Demi keberlangsungan perusahaan keluarganya, Ceicillia terpaksa membuat kesepakatan dengan Alexander Goldman, mantan kekasihnya yang ternyata adalah seorang OLD MONEY di Kota New York. Untuk menikahi pria itu dengan imbalan sejumlah saham untuknya.
Basahin
Chapter: EPILOG - Cahaya di Ujung Pulau
Satu tahun telah berlalu sejak malam bintang itu di Labuan Bajo, malam ketika Alex dan Ceicillia tahu bahwa hidup mereka akan berubah selamanya. Sotis Bay Resort kini tidak lagi sekadar proyek, melainkan rumah bagi begitu banyak cerita. Setiap sudutnya menyimpan kenangan, mulai dari tawa tamu-tamu pertama hingga aroma kayu basah yang dulu mereka pilih bersama. Dan di tengah semuanya, berdirilah satu vila kecil yang selalu memancarkan cahaya hangat di malam hari, rumah mereka. Dari terasnya, pemandangan laut membentang luas, tenang dan biru. Angin sore membawa aroma garam dan melati, sementara matahari perlahan turun ke peraduan, mewarnai langit dengan jingga lembut. Di sana, di kursi rotan panjang yang menghadap ke laut, Ceicillia duduk dengan bayi mungil di pelukannya. Wajah kecil itu menyerupai Alex — hidungnya, garis bibirnya, bahkan ekspresinya saat tidur. Ia diberi nama Axel Solis Goldman, nama yang merupakan perpaduan nama kedua ora
Huling Na-update: 2025-11-26
Chapter: 130. Soft Opening dan Kejutan Spesial
Enam bulan berlalu sejak hari mereka berjanji untuk memulai kembali. Labuan Bajo menjadi saksi bisu kebangkitan cinta Alex dan Ceicillia — bukan sekadar kebangkitan hubungan, tapi juga kebangkitan dua jiwa yang dulu nyaris kehilangan arah. Di bawah langit timur yang membentang biru muda, ombak berlari pelan menyentuh pasir putih. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar menembus cakrawala, mereka berjalan berdampingan menyusuri pantai Sotis Bay Resort. Tempat yang dulu hanya berupa rancangan di atas kertas, kini berdiri nyata, menawan dalam harmoni antara kemewahan dan ketenangan alam. Ceicillia kini tampak berbeda. Wajahnya tidak lagi dibayangi kelelahan dan ketegangan yang dulu selalu melekat di balik senyum profesionalnya. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai ditiup angin laut, dan matanya bersinar lembut, penuh kehidupan. Dia telah menemukan ketenangan yang selama ini dicarinya, bukan di puncak
Huling Na-update: 2025-11-25
Chapter: 129. Dua Dunia Satu Langit
Tiga bulan telah berlalu sejak pernikahan ulang itu. Solis Bay kini dudah hampir rampung menjadi resort mewah yang siap menyambut wisatawan internasional. Resort ini juga merupakan simbol cinta dan kebangkitan bagi Alex dan Ceicillia. Pernikahan mereka berjalan dalam keseimbangan yang unik. Alex kembali memimpin Goldman Holding dari New York, tapi kini dia memimpin dengan ketenangan baru. Tidak ada lagi ambisi membabi buta. Setiap keputusan yang ia buat kini selalu diiringi dengan suara lembut Ceicillia di pikirannya. Sementara Ceicillia mengelola Sotis Bay Resort dari Labuan Bajo. Satu-satunya asisten yang dia izinkan adalah Alex, yang setiap dua minggu terbang ke Indonesia hanya untuk bersamanya empat hari penuh. Selama empat hari itu, mereka bukan lagi CEO dan pengusaha. Mereka hanya Alex dan Cesi. dua manusia yang saling mencintai, hidup sederhana, dan tertawa pada hal-hal kecil. Pagi di Solis Bay selalu dimulai dengan cahaya
Huling Na-update: 2025-11-25
Chapter: 128. Janji Suci
Thalita menangis bahagia sepanjang upacara. Sementara Victor, berdiri di sampingnya, tersenyum bangga. Upacara dipimpin oleh seorang pendeta lokal yang bicara dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, menambah sentuhan intim dan budaya. “Alex dan Ceicillia,” kata pastor itu dengan suara lembut. “Kalian telah memilih untuk memperbarui janji pernikahan kalian, bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan untuk meneguhkan cinta yang telah tumbuh melampaui luka. Hari ini bukan awal, melainkan keberlanjutan dari sebuah perjalanan yang telah ditempa oleh waktu dan ujian.” Ceicillia menarik napas, menatap mata pria di depannya—mata yang dulu redup karena rasa sakit, kini bersinar seperti hari pertama mereka bertemu. Telah tiba saatnya mengucapkan janji, mereka melakukannya dari hati, tanpa skrip. Ceicillia menatap Alex, memegang tangannya yang menggenggam erat cincin baru mereka. "Alex," ucap
Huling Na-update: 2025-11-24
Chapter: 127. Hari yang dinanti
"Moom tahu pernikahan di New York satu tahun yang lalu bukan seperti yang kalian inginkan. Maka buatlah pernikahan impian kalian Solis Bay. Di tempat ini, di mana kalian menemukan cinta kalian lagi. Dengan laut sebagai saksi, dengan kami semua sebagai keluarga.” Suara Thalita melembut, hampir seperti doa. “Kali ini, bukan untuk menebus masa lalu, tapi untuk merayakan masa depan.” Ceicillia tertegun, matanya membesar pelan. Dia menatap Alex—dan melihat cinta yang sama di matanya. Untuk mewujudkan pernikahan private impian mereka berdua. “Kami berdua sudah saling berjanji di sini,” kata Alex lirih, mengingat malam di teras vila, di bawah langit oranye Solis Bay. “Janji suci yang sebenarnya.” Alex menunjukkan jemari tangan Ceicillia yang kini mengenakan cincin pernikahan mereka kepada kedua orang tuanya. Dengan gesture lembut dia meraih jemari itu dan menciumnya tepat di bagian cincin pernikahan mereka.
Huling Na-update: 2025-11-24
Chapter: 126. Penebusan
Pagi itu, Solis Bay diselimuti cahaya keemasan yang lembut. Laut tampak tenang, berkilau seperti permadani kaca yang membentang tanpa ujung. Burung-burung laut beterbangan rendah di atas dermaga, menyambut hari baru yang membawa sesuatu yang lebih dari sekadar rutinitas resort. Hari yang akan menutup masa lalu dan membuka jalan bagi masa depan. Alex dan Ceicillia baru saja menyelesaikan sarapan mereka di teras Vila Pemilik. Di meja masih tersisa secangkir kopi hitam yang mulai mendingin dan piring buah tropis yang setengah habis. Ceicillia menatap ke arah laut, sementara Alex berdiri di belakangnya, kedua tangannya bersandar pada pagar kayu. “Sudah waktunya,” kata Alex lembut. “Mereka akan tiba sebentar lagi.” Ceicillia menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba terasa cepat. “Aku siap,” jawabnya, meski suaranya terdengar seperti dia lebih sedang meyakinkan dirinya sendiri.
Huling Na-update: 2025-11-23
Menjadi Istri Milyuner

Menjadi Istri Milyuner

Sebuah pernikahan penuh dengan pasang surut, petualangan, dan kenangan. Kita pasti akan melewati hal-hal luar biasa bersama orang yang kita cintai. Namun tak selamanya kenangan yang tercipta adalah kenangan bahagia, ada kalanya kenangan sedih dan menguras air mata. Begitu pula dengan kehidupan rumah tangga Rieka dan Edwin. Pernikahan mereka dipenuhi dengan banyak kejadian luar biasa. Karena adanya latar belakang dan kasta yang berbeda. Rieka yang seorang dokter dari keluarga biasa, tiba-tiba harus menjadi istri seorang pimpinan tertinggi grup raksasa Wijaya. Menjadi istri milyuner. Dapatkah keduanya melewati dan bertahan dari segala aral cobaan dalam rumah tangga mereka? Follow my IG: die.din2210, FB : Diedin dan Tiktok: die.din2210
Basahin
Chapter: 95. Sang Pewaris
Suasana di kediaman keluarga Wijaya sore ini sudah sangat ramai. Booth-booth makanan dengan segala macam sajian dari catering kenamaan Sono Kebun, telah stand by di seluruh sudut ruangan. Ruang tamu plus ruang tengah yang kini disatukan menjadi sebuah party hall super luas. Ada apakah gerangan disana? Tentu saja sedang ada acara Tasyakuran kelahiran serta aqiqah dari putra pertama Edwin dan Rieka. Sang Pewaris Tahta Keluarga Pradana. Para undangan yang hadir tidak terlalu banyak, karena ini merupakan private party sederhana saja. Hanya ada keluarga dekat dari masing-masing keluarga Rieka dan Edwin. Serta tentunya beberapa sahabat dekat dan staff kepercayaan Pradana juga turut hadir diundang untuk memeriahkan acara. "Selamat sore, Good evening. Terima kasih atas kehadiran saudara sekalian. Saya selaku perwakilan dari kepala keluarga Pradana mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati acara serta hidangan seadanya yang telah kami persiapkan." Mahes yang kali ini didapuk sebagai p
Huling Na-update: 2023-06-26
Chapter: 94. Baby Boy
Edwin keluar dari mobilnya saat Soleh baru menghentikan mobil di pelataran parkir rumah sakit. Dia bahkan tidak menunggu sampai posisi mobil sudah benar untuk di parkirkan terlebih dahulu.Calon papa itu sudah berlarian dari parkiran mobil, memasuki gedung rumah sakit. Langsung menuju ke ruangan bersalin yang sudah dia ketahui letaknya. Waktu Rieka keguguran dan perlu tindakan kuretase kan di ruangan bersalin itu juga dulu.Edwin menghampiri salah satu perawat yang bertugas, menanyakan tempat Rieka dirawat. Perawat itu pun mempersilahkan Edwin untuk masuk ke ruangan persalinan.Di dalam ruangan Edwin dapat melihat Rieka yang sudah terbaring diatas bed pasien sedang posisi tubuh miring kiri. Dengan selang infuse yang sudah ditangan terpasang di tangannya."Honey? Honey kamu gimana keadaannya?" Edwin menghampiri Rieka, mengamati keadaan wanita yang sangat dicintainya itu dengan seksama.Rieka terlihat sangat pucat
Huling Na-update: 2023-06-25
Chapter: 93. Hari Yang Dinanti
Semangat sih semangat, tapi tetap saja Joko dikalahkan oleh realitas yang menghadang. Mau dicari dimana pun tetap tak ada warung lontong balap di pagi buta begini. Nihil.Tapi Joko tahu benar, Pak Edwin tak akan mau menerima alasan apapun tentang kegagalannya dalam menjalankan tugas.Aaarrrgggh bisa gila!Ditengah kegalauan akutnya, Joko tiba-tiba kepikiran sebuah ide cemerlang. Kalau gak ada yang jual, gimana kalau bikin sendiri saja? Pasar tradisional kayaknya sudah buka deh pagi buta begini. Yang penting bisa dapat kan lontong balap sesuai pesanan.Tapi siapa yang masak ntar? Aku kan gak bisa masak sama sekali?Oiya, Bi Ijah kan pinter masak. Pasti dia bisa bikin Lontong balap yang enak.Akhirnya Joko menetapkan hatinya untuk pergi ke pasar tradisional. Membeli semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat lontong balap. Kemudian membawanya ke Wijaya Manshion. Joko langsung meminta bantuan Ijah untuk memasak dan
Huling Na-update: 2023-06-24
Chapter: 92. Ujian Sabar Joko
Setelah beberapa bulan berlalu dalam kedamaian, Edwin tidak menyangka bahwa pengalamannya yang luar biasa karena proses ngidam-mengidam Rieka akan terjadi lagi dalam waktu singkat.Hanya berselang beberapa hari saja sejak Rieka diketahui positif hamil, Edwin harus memulai lagi petualangan serunya. Petualangan apa? Tentu saja untuk menuruti dan mencari semua keinginan Rieka dalam rangka ngidam part dua.Keinginan yang kadang aneh-aneh dan sering gak masuk akal sama sekali. Kalau dulu di kehamilan pertamanya Rieka sangat menyukai makanan manis, kali ini berbeda. Kali ini Rieka lebih menyukai makanan asin dan pedas. Kalau dulu sukanya kue-kue pastry, sekarang beralih ke jajanan dan makanan kuliner jalanan khas pedagang kaki lima.Kapan hari Rieka meminta sate batas kota yang pernah dimakan Naruto, Edwin terpaksa harus membelikan disana sambil Selfi dengan gambar Naruto-nya. Pernah lagi Rieka minta belikan bakso telur, yang isinya telornya ada dua. Mana ada kan? Akh
Huling Na-update: 2023-06-23
Chapter: 91. Papa Wanna Be
Rieka bergegas turun dari mobil begitu Edwin memarkirkan Porche-nya di car port. Dia mendahului langkah Edwin untuk masuk ke dalam rumah, tak sabar untuk segera melakukan tes untuk mengetahui kepastian kehamilannya. Lebih jauh Rieka bahkan sudah berjalan cepat, setengah berlari."Honey, jangan buru buru. Kamu pake high heels loh. Hati-hati nanti jatuh," tegur Edwin sudah sangat khawatir Rieka akan terpeleset dengan heels sepatunya yang hanya setipis jari telunjuk itu."Hehehe, iya maaf Mas. Aku penasaran pengen cepetan liat hasilnya." Rieka memperlambat langkahnya.Rieka langsung mengarah ke kamar mereka di lantai dua. Masuk ke kamar mandi bahkan tanpa melepas heels dan pakaian pestanya terlebih dahulu.Edwin yang dengan setia menunggui Rieka keluar dari kamar mandi dengan harap-harap cemas. Menanti perguliran detik demi detik jam yang terasa sangat lambat berjalan.Rieka kok lama b
Huling Na-update: 2023-06-22
Chapter: 90. Balada Test Pack
"Mas, jangan lupa kasih selada yang banyak, terus gak pake irisan tomat. Sambelnya banyakin juga." Rieka menambahkan detail pesanannya sebelum Edwin menuruni mobil."Beli 3 yah Mas," tambah Rieka sambil tersenyum lebar, nyengar-nyengir."Iya-iya," Edwin sudah pasrah saja untuk menuruti semua permintaan sang Ratu Rieka. Dia mendatangi stand penjual kebab dan memesan tiga buah kebab sesuai order.Tak lama kemudian pesanannya selesai, Edwin segera kembali ke mobilnya dan menyerahkan pesanan kepada Rieka. Yang langsung digigitnya dengan sangat lahap seperti orang kelaparan saja."Nih buat Mas Edwin satu, buat aku dua." Rieka menyodorkan satu kebab untuk Edwin."Kamu beneran doyan kebab ya?" Edwin menerima pemberian Rieka dan ikutan memakan kebabnya.Rieka hanya mengangguk sebagai jawaban, sambil terus mengunyah dan memamah biak, menghabiskan kedua kebab miliknya. Cukup lama mereka berdua duduk di mobil sambil menikmati suasana jalanan pasar mala
Huling Na-update: 2023-06-21
Maaari mong magustuhan
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status