author-banner
Leein
Leein
Author

Novelas de Leein

Terjebak Cinta CEO Brengsek

Terjebak Cinta CEO Brengsek

Raisa Valentine adalah sekretaris cantik yang pendiam dari Caesar Johnson, seorang CEO playboy dari keluarga konglomerat paling berpengaruh di Amerika. Meskipun harus menanggung amarah Caesar, daftar kekasihnya yang berganti setiap minggu, dan kenalan-kenalan yang tidak menyenangkan, Raisa tetap setia karena satu alasan sederhana: dia mencintai Caesar. Sampai suatu malam, sebuah kesalahan memabukkan membuat mereka berhubungan. Raisa berharap ini awal dari sesuatu, tapi Caesar malah berkata dingin: "Jangan terlalu dipikirkan. Ini cuman one-night stand." Namun, sejak kejadian itu, Caesar terus memanggil Raisa ke ranjangnya kapan pun dia mau, tanpa perasaan, tanpa komitmen. Sementara Raisa terjebak dengan hubungannya dengan Caesar; Caesar terus bermain dengan wanita lain didepan matanya. Raisa tahu dia harus pergi. Tapi bagaimana dia bisa meninggalkan pria yang selama ini membantunya? Pria yang selama ini ia cintai selama bertahun-tahun?
Leer
Chapter: Bab 11: bukan pesta biasa (1)
Tidak ada yang istimewa sampai tengah malam.Raisa terus berjalan dari satu sudut dek ke sudut lainnya, memeriksa meja, berbicara singkat dengan staf katering, memastikan minuman tetap tersedia dan musik tidak terlalu keras.Tamu datang dan pergi dalam kelompok-kelompok kecil, mengobrol dengan gelas di tangan, tertawa dengan cara orang-orang yang terbiasa berada di tempat seperti ini.Raisa mengecek daftarnya untuk kesekian kalinya. Semua tamu sudah terkonfirmasi hadir.Dia sudah meminta penjaga di pintu masuk untuk menghubunginya langsung kalau ada tamu tambahan yang datang terlambat.Sejauh ini tidak ada insiden. Tidak ada tamu yang mabuk terlalu cepat, tidak ada konflik yang harus diredakan, tidak ada makanan yang tumpah di atas gaun seseorang.Tapi ada sesuatu yang membuat Raisa sedikit mengernyit sejak tadi.Beberapa klien datang tidak dengan satu pasangan, tapi dua, bahkan tiga. Dan hampir semuanya wanita.Raisa mencatatnya secara mental tanpa memberikan komentar, karena bukan t
Última actualización: 2026-02-19
Chapter: bab 6: sudah terbiasa
Makan siang yang penuh ketegangan itu berakhir dengan gelas wine Clarissa yang hanya diminum setengah dan steak-nya yang hampir tidak disentuh. Dia menghabiskan sebagian besar waktu makan dengan berbicara, menyentuh lengan Caesar, tertawa terlalu keras untuk lelucon yang tidak ada, semua usaha untuk mendapatkan perhatian pria yang duduk di sampingnya. Tapi Caesar tidak merespons. Dia makan dengan tenang, sesekali melirik ponselnya, dan sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada wanita cantik di sampingnya. Akhirnya Caesar meletakkan garpu, mengusap mulut dengan serbet linen, dan berdiri. "Selesai. Kita pergi." Dia menatap Raisa, bukan Clarissa. Clarissa langsung berdiri juga, meraih tas tangannya. "Aku ikut. Kita bisa ke hotel sekarang, kan? Kau bilang tadi tidak bisa, tapi mungkin sekarang—" "Tidak." Caesar sudah berjalan menuju pintu ruangan, tangannya kembali menarik pergelangan tangan Raisa. "Aku akan kembali ke kantor. Kau pulang sendiri." "Caesar!" Suara Clarissa men
Última actualización: 2026-02-19
Chapter: Bab 5: Canggung
Raisa membeku. 'Kenapa dia kembali?'Caesar melangkah cepat menuju mejanya, matanya menatap tajam ke arah Raisa yang sekarang terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Keringat membasahi seluruh dahinya, tangannya gemetar di atas meja, napasnya sedikit tersengal."Kau," kata Caesar dengan suara rendah yang penuh amarah. "Kau bilang kau baik-baik saja?" "Pak, saya-" "Diam."Caesar meraih tangan Raisa dan menariknya berdiri dengan satu gerakan cepat. Raisa hampir berteriak kesakitan, tapi dia menahan diri."Pak, saya benar-benar baik""Diam, aku bilang!" Caesar menyeretnya menuju elevator dengan tarikan yang tidak lembut sama sekali.Raisa tersandung, kakinya tidak bisa mengikuti langkah cepat Caesar. Perutnya yang sakit membuatnya tidak bisa bergerak dengan baik.Dan kemudian, dia jatuh.Lututnya membentur lantai keras. Raisa menggigit bibir, menahan rasa sakit yang menyebar dari lutut ke seluruh tubuhnya.Caesar berhenti. Dia menatap ke bawah, melihat Raisa yang jatuh berlutut dengan wa
Última actualización: 2026-01-28
Chapter: Bab 4: Bukan tipenya
Pagi itu, Raisa sudah sampai di kantor pukul 06.45. Lima belas menit lebih awal dari janji. Dia tidak ingin memberikan kesan buruk pada Caesar, meski sebenarnya tubuhnya masih terasa lelah dari semalam merawat Mia yang tiba-tiba demam tinggi setelah Raisa pulang.Dia sempat tertidur di kursi rumah sakit, bangun pukul empat pagi, pulang ke apartemen untuk mandi dan ganti baju, lalu langsung menuju kantor tanpa sempat sarapan.Raisa meletakkan tasnya di meja, menyalakan komputer, dan menatap pintu ruang CEO yang masih gelap. Caesar belum datang. Dia memutuskan untuk membuat kopi dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang mungkin diperlukan untuk pembahasan strategi meeting dengan klien Jepang.Tepat pukul tujuh, bunyi ding elevator berbunyi. Caesar keluar dengan langkah panjang, mengenakan setelan jas biru navy yang membuatnya terlihat lebih menawan dari biasanya. Rambutnya tertata rapi, wajahnya segar seolah dia tidur nyenyak tadi malam.Tidak seperti Raisa yang tampak seperti zombie.Pagi
Última actualización: 2026-01-28
Chapter: Bab 3: Jatuh cinta
Rahang Clarissa mengeras. Tangannya menggenggam erat jas yang dia pakai. "Caesar, aku pikir kita akan makan malam bersama? Kau bilang—" "Aku bilang kita mungkin makan bersama kalau aku tidak ada urusan," potong Caesar tanpa melihat ke arahnya. Matanya tetap tertuju pada Raisa. "Dan sekarang aku punya urusan. Jadi, Raisa? Bagaimana?" Raisa merasakan ketegangan di udara. Clarissa terlihat seperti akan meledak—wajahnya memerah, napasnya sedikit memburu. Tapi dia menahan diri, mungkin karena tidak ingin terlihat posesif atau cemburu di depan Caesar. Pria seperti Caesar Johnson membenci wanita yang clingy. Raisa sudah melihat pola ini puluhan kali. Wanita-wanita yang mencoba mengikat Caesar, yang bersikap posesif, yang menuntut perhatian lebih, mereka semua berakhir dibuang lebih cepat dari yang lain. Dan Raisa... tidak ingin membuat masalah dengan Clarissa. Atau lebih tepatnya, dia tidak ingin menjadi bagian dari permainan rumit Caesar dengan wanita-wanitanya. "Maaf, Pak," kata Raisa
Última actualización: 2026-01-28
Chapter: Bab 2: Sudah terbiasa
Pukul lima sore, Raisa menekan tombol save untuk terakhir kalinya. Laporan keuangan triwulan sudah selesai, lengkap dengan analisis proyeksi dan rekomendasi strategi untuk kuartal berikutnya. Dia mencetak dokumen setebal dua puluh halaman itu, memasukkannya ke dalam folder biru dengan logo Johnson Corp, lalu berdiri dari kursinya. Langkahnya mantap menuju pintu ruang CEO. Tangannya mengangkat untuk mengetuk, tapi dia urungkan. Setelah tujuh tahun, Raisa sudah tahu kapan harus mengetuk dan kapan tidak. Suara-suara tadi sudah berhenti sejak setengah jam lalu, yang berarti mereka sudah selesai dan kemungkinan besar sedang... bersantai. Raisa memutar kenop pintu dan masuk tanpa mengetuk. Pemandangan di dalam ruangan tidak mengejutkannya lagi. Caesar Johnson duduk bersandar di sofa kulit hitam mewah di sudut ruangannya, dada telanjang memperlihatkan perut sixpack yang sempurna. Celana jasnya sudah kembali terpasang meski ikat pinggang masih tergeletak di lantai. Rambutnya acak-a
Última actualización: 2026-01-28
También te puede gustar
Partner di Atas Ranjang
Partner di Atas Ranjang
Romansa · Nona Ekha
572.0K vistas
Dia yang Terluka
Dia yang Terluka
Romansa · Henny Djayadi
558.1K vistas
Mengejar Cinta Istri
Mengejar Cinta Istri
Romansa · Rahayu avilia
531.3K vistas
Aku Masih Perawan
Aku Masih Perawan
Romansa · Rara Radika
500.9K vistas
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status