Chapter: Bab 190. Permintaan Risma.Perjalanan menuju kediaman Vino terasa lebih hidup saat Alina tiba-tiba menyodorkan ponsel ke arah Kaiden. "Kita mampir ke kedai ubi ungu ini dulu!" serunya dengan mata berbinar penuh antusiasme. Kaiden mengernyit, menerima titik lokasi yang diberikan dengan ragu. "Lokasi ini jauh, bahkan kita harus putar balik," ucapnya pelan, nada suaranya penuh pertimbangan.Alina langsung memasang ekspresi cemberut, bibirnya menekuk, dan alisnya berkerut kecil. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, tapi sikapnya sudah cukup jelas: kecewa karena Kaiden tak seantusias dirinya. Kaiden menghela napas ringan, lalu mengangguk pasrah. "Baiklah, kita mampir dulu," katanya sambil menyalakan mesin mobil kembali.Bagaimana pun juga, Kaiden akan sulit bernapas kalau Alina ngambek padanya. Dua jam berlalu, jalanan berkelok dan suasana mulai berubah seiring mereka semakin dekat ke rumah Vino. Di dalam mobil, kotak makanan dan minuman berbahan ubi ungu diletakkan di pangkuan Alina, aroma manis dan hangat
Huling Na-update: 2026-05-12
Chapter: Bab 198. Bisnis nggak penting, Alina yang terpenting.Setelah beberapa hari hanya berada di dalam kamar bersama dengan Kaiden, akhirnya hari ini Alina memilih keluar kamar dengan punggung yang terasa remuk. "Apa kita tunda saja harinya, untuk berkunjung di kediaman Vino?" Tanya Kaiden dengan suara polos. Alina yang sedang mengunyah makanan, sontak tersedak. Sekarang ini keduanya sedang sarapan sekaligus makan siang di ruang makan. "Alina ... " Panggil Kaiden dengan nada khawatir, bagaimana pun juga, ia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Alina. "Panggil dokter cepat!!" Teriak Kaiden dengan suara marah. Tangan Alina berusaha meraih gelas yang ada di meja, namun tubuhnya malah di angkat Kaiden dan di rebahkan di sofa yang berada tak jauh di sana. "Astaga, orang ini!" Umpat Alina dalam hati.Tak berselang lama, seorang dokter umum, seorang dokter kandungan dan seorang bidan masuk bersama beberapa pelayan. Alina tanpa sadar memutar bola matanya, "padahal aku hanya tersedak biasa." Gumamnya dalam hati, walaupun tindakan Kaiden
Huling Na-update: 2026-05-08
Chapter: Bab 197. gaya baru (21+)"hmm, lakukanlah!" Sahut Alina dengan wajah memerah. Biasanya ia hanya memuaskan dirinya sendiri dengan beberapa alat. Ntah kenapa? Hasrat seksnya selama hamil malah semakin menggebu. Kaiden mengangkat tatapan lembut ke wajah Alina, kemudian dengan hati-hati ia mulai melepaskan baju dan celana Alina dengan lembut. Tangannya bergerak pelan, penuh kasih sayang, seolah takut melukai kulitnya yang kini tampak semakin halus dan memancarkan kehangatan baru. "Perutmu sekarang sudah besar sekali," ucap Kaiden dengan nada hangat yang menyimpan kekaguman, bukan ejekan. Namun, Alina segera menanggapi dengan bibir yang menekuk dan alis berkerut, matanya menyipit penuh curiga. "Kamu mengejek aku ya, gara-gara hamil jadi jelek. Ya udah, kemarikan bajuku, aku nggak jadi." Suaranya sedikit meninggi, mencerminkan rasa tidak percaya diri yang tiba-tiba muncul dari dalam hatinya.Kaiden cepat-cepat meraih tangan Alina, menatap matanya dengan tulus, "Sayang, maaf, aku nggak niat mengejekmu. Aku..
Huling Na-update: 2026-04-30
Chapter: Bab 196. Ijin melihat bayi.Alina terkejut, matanya membelalak lebar saat pintu kamarnya tiba-tiba terbuka. Seorang wanita paruh baya, berusia sekitar 45 tahun, masuk bersama seorang gadis remaja yang tak lebih dari 15 tahun, keduanya tampak canggung dan tergesa-gesa. Wanita itu, Camelia, melirik tajam ke arah Kaiden yang sedang duduk santai di tepi ranjang, sementara Alina masih terdiam di balik selimut yang tersibak sedikit, wajahnya mengembang oleh rasa malu dan geli."Sialan kamu, Kaiden," suara Camelia meninggi, setengah marah dan setengah bingung. "Katanya kamu akan membantuku mengurus vendor untuk pernikahan dadakan yang akan aku laksanakan dengan calon suamiku..." Ucapannya tiba-tiba terhenti, matanya membelalak melihat Alina yang duduk berdekatan dengan Kaiden, keduanya tampak begitu akrab, bahkan Alina dengan santai menyandarkan punggungnya ke dada Kaiden.Gadis remaja di samping Camelia menunduk, wajahnya memerah, terlihat sangat malu atas suasana canggung itu. Camelia segera menarik tangannya dan
Huling Na-update: 2026-04-25
Chapter: Bab 195. Memulai semua dari awal.Alina terbangun perlahan, hangat tubuh Kaiden yang membungkusnya membuat jantungnya berdegup tak beraturan. Matanya yang berat terbuka, dan pandangannya langsung tertuju pada wajah lelaki itu, wajah yang dulu pernah membuatnya terluka, kini terasa begitu dekat, begitu nyata. Napas Kaiden yang tenang dan rambut hitamnya yang sedikit berantakan menambah rasa nyaman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tanpa sadar, Alina mengangkat tangannya, jari-jarinya menyentuh hidung mancung Kaiden, kemudian bergeser ke bibirnya yang sedikit terkatup. Perlahan, hatinya berperang antara luka masa lalu dan perasaan yang masih membara. Dalam diam, ia merasakan kehangatan cinta yang mengalahkan segala rasa sakit yang pernah menggores."Tunggu, kenapa nggak kamu cium?" suara Kaiden terdengar lembut, penuh harap namun menyimpan sedikit keusilan. Matanya menatap Alina dengan tatapan menggoda, seolah ingin meyakinkan bahwa semua janji yang pernah ia ingkari kini tergantikan oleh kejujuran dan keri
Huling Na-update: 2026-04-24
Chapter: Bab 194. Menangkan Burung yang akan terbang.Kaiden membuka pintu kamar, para pelayan yang sebelumnya ada di dalam kamar berbondong keluar setelah Kaiden mengibaskan tangannya. Mata Alina membelalak sesaat saat melihat ruangan itu, terlihat begitu mewah dengan lampu gantung kristal yang berpendar lembut, tirai tebal berwarna krem yang menggantung di kedua sisi jendela besar, dan ranjang king size dengan sprei sutra berwarna putih gading yang rapi terhampar. Di balik jendela besar itu, terhampar pemandangan laut yang begitu indah. "Ternyata rumah ini berada di atas bukit, pemandangannya begitu indah," gumam Alina dengan takjub. Dalam hatinya, ia berharap jika Kaiden sengaja membeli rumah ini untuk dirinya. Walaupun suara Alina pelan, namun tetap sampai ke telinga Kaiden. "Asal kamu senang, aku akan melakukan apapun. Aku sudah berkonsultasi dengan para ahli, rumah ini cocok untuk memulihkan kesehatan mental kita dan sangat cocok untuk kamu yang sedang hamil." ujar Kaiden. Alina terpaku, napasnya tercekat oleh keindahan yan
Huling Na-update: 2026-04-15
Chapter: Bab 42.Camille duduk terpaku di sudut penginapan yang remang, wajahnya menampakkan kerut kelelahan dan kepedihan yang dalam. Matanya yang biasanya penuh wibawa kini berkilau basah, menatap kosong ke arah api unggun kecil yang berkobar lemah di sudut ruangan. Hampir dua bulan pencarian tanpa hasil, rasa putus asa dan harapan bercampur menjadi satu dalam dadanya. "Aku yakin kamu belum mati," bisiknya lirih sambil menekan kepalanya dengan kedua tangan, napasnya tersengal. Banyak orang yang berspekulasi, kalau Griceliene sudah meninggal dunia setelah hanyut di sungai, tapi mereka semua tidak tahu. Kalau dia dan Griceliene terikat sumpah darah, ia bisa merasakan kalau Griceliene masih hidup. Jika cinta keduanya itu dalam, seharusnya ia bisa dengan mudah mencari istrinya. Namun, hubungannya dengan Griceliene bukan hanya cinta atau rasa sayang, tapi juga di penuhi oleh rasa kebencian. Ia yakin, sekarang Griceliene sangat membencinya sampai memilih kabur atau bunuh diri di sungai. "Walaupun
Huling Na-update: 2026-05-13
Chapter: Bab 41. Regresi.Tangan Dirian terkepal, "bagaimana bisa ibu memiliki niat untuk memanfaatkan ketulusan wanita itu?"Amarah membuncah dalam diri Dirian, walaupun ingin menolak usulan rencana yang di ajukan ajudan maupun ibunya karena perasaannya pada Griceliene. Namun sebagai Putra Mahkota negara Olso yang sedang tidak stabil karena perpecahan politik dan pemberontakan karena datangnya pangeran baru, karena ayahnya diam-diam berselingkuh, hal itu sama sekali tidak bisa ia abaikan. "Yang mulia, saya tahu Anda keberatan dengan keputusan yang di buat. Tapi ini demi kerajaan Anda, kalau sampai terjadi pemberontakan yang akhirnya memunculkan peperangan. Hal itu akan membuat kerajaan hancur, bahkan menimbulkan banyak korban jiwa." Jelas ajudan Dirian. Sejenak Dirian goyah. Namun, ia teringat akan kisah cinta kedua orang tuanya yang romantis, pada akhirnya cinta indah berakhir dengan kemalangan dan rasa sakit ibunya. Walaupun tidak bertemu ibunya, ia bisa membayangkan, perasaan yang di alami oleh ibunya
Huling Na-update: 2026-05-12
Chapter: Bab 40. Menjadikan Griceliene alat tawar.Setelah seminggu terbaring sakit, akhirnya keadaan Griceliene sudah membaik. "Apakah kamu masih ingin pergi ke festival? Soalnya hari ini adalah hari terakhir," kata Dirian seraya menggenggam tangan Griceliene. Griceliene mengatupkan bibirnya, ia begitu penasaran ingin pergi ke festival, namun ia merasa tidak enak pada Dirian. Dalam seminggu ini, harusnya ia menghabiskan hari bahagia bersama Dirian di festival. Namun sayang, dirinya sakit seperti beban, ia merasa tak enak hati pada Dirian. "Kita kembali saja," sahut Griceliene, ia berusaha tersenyum. Mental Dirian yang benar-benar stabil membuat dirinya bisa berpikir cepat, bahkan rasa percaya dirinya sekarang juga sudah kembali. Diana sang ibu merasa sangat puas dengan peningkatan yang di tunjukkan sang putra, walaupun sudah kembali ke kerajaan Sira. Diana selalu mendapatkan kabar putranya dari pengawal pribadi sang putra. Dirian sudah mengirimkan surat pada ibunya, bahkan ia meminta ibunya untuk mengirimkan
Huling Na-update: 2026-05-12
Chapter: Bab 39. Kekuatan Dewa Matahari Kaisar.Duke Tristan mengedip pelan, kesadarannya yang selama dua minggu terkunci dalam kegelapan perlahan kembali menyambut dunia nyata. Matanya yang tajam segera mencari sosok pertama yang menghuni pikirannya yaitu Grand Duchess Griceliene. Wajahnya masih pucat, namun sorot matanya menyimpan bara tekad yang tak mudah padam. "Apa kabar Griceliene?" suaranya serak namun tegas, memerintahkan sang ajudan yang berdiri di samping ranjangnya. "Kirim surat ke kerajaan Olso, tanyakan bagaimana kondisinya. Aku harap dia sudah membaik."Ajudan itu menunduk sejenak, raut wajahnya berubah menjadi muram dan penuh kecemasan. "Yang Mulia, ada kabar buruk. Sepertinya Grand Duchess gagal kabur. Pencarian sudah dilakukan di seluruh penjuru, tapi dia tak ditemukan. Bahkan suaminya sendiri masih terus mencari tanpa hasil."Tristan mengepalkan tangannya, napasnya memburu. "Apa?" Suaranya meninggi, memenuhi ruangan itu dengan getar amarah yang terkendali. "Kita harus temukan dia sebelum suaminya! Tidak bole
Huling Na-update: 2026-05-10
Chapter: Bab 38. Griceliene hamil lagi.Kereta kuda berhenti mendadak setelah kusir memutar balik. Grand Duke Camille menurunkan pandangannya dari langit yang redup, wajahnya yang tadi berseri penuh harap kini berubah menjadi kerut kecewa. Matanya menatap dua sosok pria yang duduk tenang di dalam kereta, pakaian mereka sederhana namun aura ketakutan terpancar jelas dari sorot mata mereka saat menyadari kehadiran Camille yang mengenakan jubah perang megah dan lambang kekaisaran Utara yang menyilaukan. Gemetar halus mengguncang tubuh kedua pria itu, napas mereka terengah seolah menanggung beban dosa yang tak terucapkan. Camille menegakkan punggungnya, namun dalam hatinya ada gelombang putus asa yang tak mampu ia sembunyikan. "Ternyata bukan istriku…" gumamnya pelan, suara itu nyaris tenggelam dalam desir angin malam. "Griceliene sebenarnya sekarang kamu itu ada di mana?" Matanya yang tajam mencari-cari bayangan yang mungkin bisa menjawab pertanyaan yang menghantui jiwanya. Tapi yang ada hanyalah keheninga
Huling Na-update: 2026-05-09
Chapter: Bab 37. Camille sangat menyesal.Saat sedang antri untuk pemeriksaan, tatapan Griceliene tanpa sadar bertemu dengan seseorang. Seorang pria berpakaian kesatria mewah dan begitu tampan, ntah kenapa Griceliene merasa dadanya berdebar. Namun ia merasa aneh, karena ada rasa nyeri di sudut hatinya. "Celine, ada apa? Wajahmu terlihat pucat, apa kita jalan-jalannya besok pagi saja. Lebih baik, kita kembali dan mencari penginapan di luar desa, soalnya antriannya banyak sekali." Kata Dirian dengan wajah khawatir. Griceliene menggeleng, lalu ia memegang tangan Dirian dengan lembut. "Aku tidak apa-apa Dirian," sahut Griceliene dengan senyuman tulus. Griceliene selalu merasa hangat, saat ia bersama dengan Dirian. Dirian membalas memegang tangan Griceliene. "Baiklah, soalnya wajah mu terlihat sangat pucat, jujur saja. Aku sangat khawatir." Ia tahu, walaupun sekarat pun. Griceliene adalah tipe orang yang tidak akan pernah menyusahkan orang lain. Jadi Dirian tahu, Griceliene tidak mungkin akan jujur tentang keadaannya. Su
Huling Na-update: 2026-05-08
Chapter: bab 163 TAMATAlfa sudah tahu, tentang kekacauan pesta ulang tahun keponakannya yaitu Dinara bahkan menelan banyak sekali korban. Walaupun beberapa berita sudah tidak meninggalkan jejak, Alfa yang juga memiliki IQ yang tinggi tentu saja dengan mudah membuka kodenya. Didalam mobilnya, Alfa bertanya pada asisten pribadinya. "Apakah penembak jitu dan ninja yang kita sewa sudah standby disana?" "Sudah Tuan, ada 100 penembak jitu dan 200 ninja yang mengepung disana. Bahkan 200 orang kita lagi juga akan datang menyusul," sahut asisten pribadinya. Alfa tersenyum puas. Walaupun dia harus menguras dua pertiga hartanya untuk melakukan penyerangan sekarang ini. Dia sama sekali tidak keberatan, mengingat semua hal yang terjadi sekarang ini akibat ulah putranya. "Aku harus melakukan perhitungan pada Laras!" Tak berselang lama, mobil yang ditumpanginya berhenti di mansion mewah milik David. Bangunan yang sebelumnya terkena bom, sekarang sudah diperbaiki. Laras sedang duduk santai dihal
Huling Na-update: 2025-05-14
Chapter: bab 162 "Dinara, kamu tidak perlu malu. Karena bagaimana pun juga kamu adalah pewaris tunggal semua kekayaan milik mamah dan juga ayah," ucap Dilara lembut pada putri semata wayangnya Dinara. "Tapi Mah, aku itu gak suka dandan sama berpakaian lebay seperti ini." kilah Dinara yang notabene memiliki watak tomboy. Berdandan cantik seperti seorang Princess sungguh hal yang Dinara benci. "Dinara kamu itu seorang perempuan. Dan pengumuman ini di lihat oleh banyak orang, apakah kamu ingin membuat ke dua orang tua mu ini malu?" Dilara berusaha keras untuk menasehati putrinya. Wajah Dinara semakin buruk, tapi dia tentu saja tidak bisa menolak keinginan ibunya. "Melihatmu dengan kaos oblong dan juga celana jeans bolong bolong!" tegur Dilara, suaranya terdengar masih begitu lembut. Karena Dilara tahu dan juga hafal watak putrinya. Semakin di kerasi, Dinara malah akan semakin memberontak. Ekspresi wajah Dinara tiba- tiba berubah ceria. "Tapi nanti aku memperkenalkan pacar ku ya, Mah!"
Huling Na-update: 2025-05-14
Chapter: bab 161Dilara merasa bingung memikirkan dampak yang mungkin terjadi setelahnya, namun hati nya yakin bahwa ini langkah yang baik agar Dinara dihormati dan bisa menerima tanggung jawab yang sesuai dengan posisinya yaitu sebagai pewaris tunggal. "Semoga keputusan kita ini tepat, sayang, dan Dinara bisa menjadi pewaris yang baik dan dapat mengendalikan kekayaan keluarga dengan bijaksana," harap Dilara. "Namun, alasan ku bukan itu saja... Saatnya semua orang tahu bahwa Dinara adalah putri keturunan orang berpengaruh di negeri ini. Saatnya mereka tunduk padaku," ujar Dilara dengan yakin, wajahnya menunjukkan tekad yang kuat. Beberapa hari lalu, saat Dinara sedih. Dilara sudah memikirkan dengan matang, bisa jadi alasannya putrinya sedih karena menindasnya. Walaupun dia tahu, putrinya tomboy dan tidak mudah ditindas. Tapi bukankah hal itu bisa saja terjadi? Dia teringat masa lalunya yang penuh dengan kesusahan dan kehilangan. Ketika ia hidup dalam kemiskinan, tanpa uang dan menjadi bulan-b
Huling Na-update: 2025-05-13
Chapter: bab 160 Saat Devan baru pulang dari sekolah, ada seorang pria paru baya yang mengejarnya. Pria paruh baya itu memiliki bekas luka yang sangat mengerikan. Devan tidak bisa mengenali dengan jelas, wajah pria itu. "Apakah kamu mau ikut denganku? Laras dan Etnan bukan kedua orang tua kandungmu!" ujarnya, tapi Devan tidak percaya. Dia malah pergi meninggalkan pria itu seraya mengumpat, "Dasar gila!" Lalu Devan buru-buru masuk ke dalam rumahnya. Sementara Pria itu hanya bisa memandang punggung Devan yang menjauh. Seorang pria menghampirinya, "Tuan Alfa. Apakah kita perlu memaksanya dengan menunjukkan bebarapa bukti." "Nggak perlu, aku nggak ingin terlalu memaksanya. Laras itu terlalu licik, bahkan dia adalah orang yang menjebak ku dan Keira." "Gara-gara dia, Keira sudah tiada. Bahkan dia juga sengaja menyiksa Devan selama ini!" imbuh Alfa. Pria yang ingin menemui Devan adalah Alfa Moyes, sepupu David. Dari awal Alfa memang berniat untuk jujur tentang Keira yang menga
Huling Na-update: 2025-05-13
Chapter: bab 159Semakin mendapatkan penolakan dari Devan, Dinara malah akan semakin mengejarnya. Sementara itu, didalam kelas. Mara bingung, melihat Devan yang dulu pernah menolak cintanya, tapi tiba-tiba berubah terus menempel padanya. "Devan, apakah kamu ingin membuat Dinara cemburu dengan kedekatan kita?" tanya Mara yang bisa mengerti isi hati Devan. Tapi bisa dekat dengan Devan sebagai sepasang kekasih adalah impiannya, Mara tahu. Hati Devan hanya untuk Dinara. Devan diam. Mara yang tahu kepribadian Devan lebih dari siapapun memilih untuk tidak memaksa. Bahkan dia juga tahu, tentang perilaku keji Laras pada Devan. Sepulang sekolah, Dinara yang sudah selesai mengerjakan ujian terakhirnya menunggu Devan. Dinara bersender pada dinding, wajahnya sangat cantik dan kulitnya seputih salju. Walaupun Dinara memiliki gaya tomboy, tapi hal itu malah menambah kecantikan dalam dirinya. Devan masih bisa merasakan, jantungnya berdegup begitu kencang. Namun, dia yang dari a
Huling Na-update: 2025-05-13
Chapter: bab 158Etnan bingung, melihat istrinya yang tiba-tiba bersikap baik kepada Devan. Bisanya istrinya akan memberikan makanan sisa atau hanya tempe dan sayuran, itu pun hanya diberikan sedikit. Tapi hal yang sekarang ini terjadi sungguh berbeda. Melihat pandangan suaminya, Laras pun bertanya, "kenapa melihatku seperti itu?" Etnan buru-buru menggeleng, tapi sebelum dia bisa melanjutkan ucapannya. Laras berkata lagi, "Bukankah katanya kamu ingin aku baik kepada Devan? Tapi aku baik seperti ini, kenapa kamu malah heran?" Etnan yang tidak mau terus bertengkar didepan Devan memilih mengalah, mengingat hari ini adalah momen yang paling ditunggu oleh anak yang sangat disayanginya itu. Ia memilih diam dan melanjutkan makanan didepannya. Laras memberikan sesuatu pada Devan, "tolong nanti serahkan ini pada pacarmu!" "Boneka?" Tanya Devan memasang ekspresi bingung. "Aku nggak tahu, Mah. Dinara suka atau tidak?" Etnan yang mendengar nama Dinara disebut, sontak merasa tidak asing dengan
Huling Na-update: 2025-05-12
Chapter: bab 91 Tamat. Suara tangisan bayi lahir pun terdengar, dari balik kabut asap terlihat Helena dan juga dewa vampir. Liam sempat membeku, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat karena ketakutan, "Kalian jangan bawa istri dan anakku!" Helena menatap suaminya, wajahnya nampak sedih. Para dokter yang membantu persalinan tiba-tiba pingsan. Bahkan bayi yang sebelumnya nampak menangis kencang, sekarang sudah tidak terdengar suaranya lagi. Waktu sekarang ini seakan berhenti, hanya Liam dan Naura yang masih sadar. Sementara Naura sendiri, ntah kenapa ia merasa tubuhnya bugar seperti tidak terjadi apapun. Ia ingin mengambil bayi yang ada di sampingnya, tapi bayinya langsung di ambil Helena. Sebelumnya Naura masih belum menyadari, apa yang terjadi di ruang persalinan. Setelah tubuhnya bugar, kesadarannya pulih seratus persen. Akhirnya ia menyadari, kalau terjadi sesuatu yang tak biasa di ruang persalinan. Wajah Naura sangat tegang. "Ibu mertua ... " kata Naura dengan tatapan berkaca-kaca, s
Huling Na-update: 2025-10-28
Chapter: bab 90 Steven melepaskan Naura. "Naura, apakah aku masih memiliki kesempatan?" Tanya Steven, sekarang ini ia sedang duduk di kursi sofa yang ada di rumah Naura. Naura menyesap tehnya, lalu ia menggelengkan kepalanya. "Bukankah dari awal kamu mengatakan kita hanya akan menjadi teman? Jujur, aku sudah nggak ingin membuka hatiku untuk siapa- pun." Steven menghembuskan napas kasar. Naura yang melihat wajah muram Steven, sedikit merasa takut kalau sampai tiba-tiba Steven mencekik lehernya karena marah, tapi ia buru-buru menghilangkan segala pemikiran buruknya itu. Steven yang bisa menebak apa yang sekarang ini ada didalam pikiran Naura, berkata dengan nada lembut. "I'ts okey kalau kamu nggak bisa. Naura aku nggak akan memaksamu, kalau begitu aku akan pamit pergi ke luar negeri." Naura menatap Steven dengan tatapan terkejut, "Keluar negeri?" tanyanya. Ia sangat terkejut, mengingat selama ini Steven tidak membahas tentang pergi ke luar negeri. Steven menganggukkan kepalanya. "Ibuku mengkhawatirkan aku, kala
Huling Na-update: 2025-10-27
Chapter: bab 89 Perpisahan. Hari ini Liam merasa sangat sedih, karena harus melepaskan ibunya dan juga Sania yang pergi bersama dewa vampir untuk meninggalkan dunia ini. Bukan hanya itu saja, Yanuar dan juga Victor juga ikut. Walaupun sedih, tapi ada kelegaan dari dalam diri Liam. Kalau Daniel juga ikut pergi. Sementara Naura, nampak terisak. Tangannya memegang tangan ibunya, seakan enggan melepaskan. "Meskipun ibu di nobatkan menjadi orang terburuk di dunia ini, kamu tetap ibu yang terbaik untukku ... " ujar Naura penuh kepedihan, seraya melepaskan ibunya. Karina hanya bisa mengangguk sedih, bagaimana pun juga Naura darah dagingnya. Memangnya awalnya ia membenci Naura dan enggan membesarkan gadis itu. Tapi setelah beberapa waktu bersama, Karina sadar ia sangat menyayangi Naura. Kebersamaan dengan putrinya itu akan menjadi kenangan yang berharga. Tiba-tiba Karina berteriak kesakitan, saat Yanuar menarik tali gaib yang membuat lehernya tercekik. "Kamu harus membayar semua kejahatan yang ka
Huling Na-update: 2025-10-24
Chapter: bab 88Akhirnya Naura bisa keluar dari kampus itu dengan selamat, setelah Helena menyetujui semua permintaan suaminya. Ia masuk ke dalam mobil Helena bersama dengan Helena, sedangkan Steven ntah pergi kemana. "Naura, aku mau menitipkan Liam padamu. Bagaimana pun juga, dia itu jodohmu," ujar Helena dengan ekspresi sedih. Naura memegang tangan Helena, guna menenangkan ibu mertuanya yang terlihat tidak tenang. "Aku akan berusaha untuk memafkan Liam. Tapi aku minta maaf, karena aku nggak bisa berjanji." Helena menghembuskan napas kasar, "Baiklah. Aku nggak akan memaksamu. Aku hanya ingin mengatakan, setelah ini aku dan Sania akan kembali ke alam vampir. Aku harap kamu jaga diri dan Liam dengan baik." Naura terkejut, "Bibi Sania ikut?" Helena menjawab, "Iya. Karena sebenarnya dia juga bagian dari kaumku. Makanya dia satu-satunya orang yang paling mengerti aku di bandingkan siapapun." Sementara itu, di tempat lain. Yanuar sedang berbicara dengan dewa vampire. "Kamu nggak bis
Huling Na-update: 2025-10-21
Chapter: bab 87 Kedatangan dewa vampir. Akhirnya Naura memilih untuk pergi ke kamar mandi umum kampus, dari pada membuatnya semakin pusing. Ia tidak memilih salah satu dari mereka. Saat keluar dari kamar mandi, hanya Steven yang ada disana. Liam dan Daniel sudah tidak ada. Tapi sekarang Naura merasa aneh, dengan suasana kampus. Kenapa ia merasa jika para penghuni kampus seperti boneka? Tingkah dan sikap mereka terlihat begitu datar. Bahkan wajah mereka terlihat sangat pucat. Lalu tatapanya beralih ke arah Steven yang sekarang ini sedang menatapnya. "Naura, ada apa?" tanya Steven. Sebenarnya Naura ingin sekali menanyakan tentang keberadaan Liam dan Daniel pada Steven, tapi ia takut kalau disangka dirinya masih peduli dan menyimpan perasaan. Jadi ia memutuskan untuk tidak banyak bertanya. "Ayo kita kembali ke kelas!!" titah Steven. Naura mengangguk, walaupun sekarang ia merasa perasaannya tidak enak. Tapi Steven yang sebelumnya bucin padanya, nggak mungkin memiliki niat menyakitinya bukan?
Huling Na-update: 2025-10-20
Chapter: bab 86 Naura pusing mengahadapi Liam, Daniel, Yanuar dan Steven di kampus. "Steven…" ujar Liam dengan suara tercekat, matanya membelalak saat sosok itu melangkah masuk ke ruang perkuliahan di universitas Taruna. Wajahnya yang dulu penuh semangat kini menampilkan ekspresi tenang namun tajam, mengenakan jas dosen yang rapi, membawa aura berbeda dari yang pernah mereka kenal. Daniel dan Naura yang berada di dekatnya juga tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka; Daniel menggigit bibir bawahnya, sementara Naura menatap Steven dengan campuran rasa penasaran dan was-was. Hanya Yanuar yang tetap bersikap santai, seperti sudah menduga kedatangan Steven sejak lama. "Kalau kamu sudah tidak mau memberikan kesempatan untuk Liam dan Daniel," suara Steven terdengar dalam namun penuh makna, "sepertinya aku yang masih memiliki kesempatan." Ada nada menantang dalam ucapannya, seolah ingin membuka babak baru dalam hubungan mereka yang penuh ketegangan. Sebelum Naura sempat menjawab, Steven berbalik dan melangkah ke depan kelas, membalik halaman materi kuliah
Huling Na-update: 2025-10-16