Chapter: bab 163 TAMATAlfa sudah tahu, tentang kekacauan pesta ulang tahun keponakannya yaitu Dinara bahkan menelan banyak sekali korban. Walaupun beberapa berita sudah tidak meninggalkan jejak, Alfa yang juga memiliki IQ yang tinggi tentu saja dengan mudah membuka kodenya. Didalam mobilnya, Alfa bertanya pada asisten pribadinya. "Apakah penembak jitu dan ninja yang kita sewa sudah standby disana?" "Sudah Tuan, ada 100 penembak jitu dan 200 ninja yang mengepung disana. Bahkan 200 orang kita lagi juga akan datang menyusul," sahut asisten pribadinya. Alfa tersenyum puas. Walaupun dia harus menguras dua pertiga hartanya untuk melakukan penyerangan sekarang ini. Dia sama sekali tidak keberatan, mengingat semua hal yang terjadi sekarang ini akibat ulah putranya. "Aku harus melakukan perhitungan pada Laras!" Tak berselang lama, mobil yang ditumpanginya berhenti di mansion mewah milik David. Bangunan yang sebelumnya terkena bom, sekarang sudah diperbaiki. Laras sedang duduk santai dihal
Last Updated: 2025-05-14
Chapter: bab 162 "Dinara, kamu tidak perlu malu. Karena bagaimana pun juga kamu adalah pewaris tunggal semua kekayaan milik mamah dan juga ayah," ucap Dilara lembut pada putri semata wayangnya Dinara. "Tapi Mah, aku itu gak suka dandan sama berpakaian lebay seperti ini." kilah Dinara yang notabene memiliki watak tomboy. Berdandan cantik seperti seorang Princess sungguh hal yang Dinara benci. "Dinara kamu itu seorang perempuan. Dan pengumuman ini di lihat oleh banyak orang, apakah kamu ingin membuat ke dua orang tua mu ini malu?" Dilara berusaha keras untuk menasehati putrinya. Wajah Dinara semakin buruk, tapi dia tentu saja tidak bisa menolak keinginan ibunya. "Melihatmu dengan kaos oblong dan juga celana jeans bolong bolong!" tegur Dilara, suaranya terdengar masih begitu lembut. Karena Dilara tahu dan juga hafal watak putrinya. Semakin di kerasi, Dinara malah akan semakin memberontak. Ekspresi wajah Dinara tiba- tiba berubah ceria. "Tapi nanti aku memperkenalkan pacar ku ya, Mah!"
Last Updated: 2025-05-14
Chapter: bab 161Dilara merasa bingung memikirkan dampak yang mungkin terjadi setelahnya, namun hati nya yakin bahwa ini langkah yang baik agar Dinara dihormati dan bisa menerima tanggung jawab yang sesuai dengan posisinya yaitu sebagai pewaris tunggal. "Semoga keputusan kita ini tepat, sayang, dan Dinara bisa menjadi pewaris yang baik dan dapat mengendalikan kekayaan keluarga dengan bijaksana," harap Dilara. "Namun, alasan ku bukan itu saja... Saatnya semua orang tahu bahwa Dinara adalah putri keturunan orang berpengaruh di negeri ini. Saatnya mereka tunduk padaku," ujar Dilara dengan yakin, wajahnya menunjukkan tekad yang kuat. Beberapa hari lalu, saat Dinara sedih. Dilara sudah memikirkan dengan matang, bisa jadi alasannya putrinya sedih karena menindasnya. Walaupun dia tahu, putrinya tomboy dan tidak mudah ditindas. Tapi bukankah hal itu bisa saja terjadi? Dia teringat masa lalunya yang penuh dengan kesusahan dan kehilangan. Ketika ia hidup dalam kemiskinan, tanpa uang dan menjadi bulan-b
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: bab 160 Saat Devan baru pulang dari sekolah, ada seorang pria paru baya yang mengejarnya. Pria paruh baya itu memiliki bekas luka yang sangat mengerikan. Devan tidak bisa mengenali dengan jelas, wajah pria itu. "Apakah kamu mau ikut denganku? Laras dan Etnan bukan kedua orang tua kandungmu!" ujarnya, tapi Devan tidak percaya. Dia malah pergi meninggalkan pria itu seraya mengumpat, "Dasar gila!" Lalu Devan buru-buru masuk ke dalam rumahnya. Sementara Pria itu hanya bisa memandang punggung Devan yang menjauh. Seorang pria menghampirinya, "Tuan Alfa. Apakah kita perlu memaksanya dengan menunjukkan bebarapa bukti." "Nggak perlu, aku nggak ingin terlalu memaksanya. Laras itu terlalu licik, bahkan dia adalah orang yang menjebak ku dan Keira." "Gara-gara dia, Keira sudah tiada. Bahkan dia juga sengaja menyiksa Devan selama ini!" imbuh Alfa. Pria yang ingin menemui Devan adalah Alfa Moyes, sepupu David. Dari awal Alfa memang berniat untuk jujur tentang Keira yang menga
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: bab 159Semakin mendapatkan penolakan dari Devan, Dinara malah akan semakin mengejarnya. Sementara itu, didalam kelas. Mara bingung, melihat Devan yang dulu pernah menolak cintanya, tapi tiba-tiba berubah terus menempel padanya. "Devan, apakah kamu ingin membuat Dinara cemburu dengan kedekatan kita?" tanya Mara yang bisa mengerti isi hati Devan. Tapi bisa dekat dengan Devan sebagai sepasang kekasih adalah impiannya, Mara tahu. Hati Devan hanya untuk Dinara. Devan diam. Mara yang tahu kepribadian Devan lebih dari siapapun memilih untuk tidak memaksa. Bahkan dia juga tahu, tentang perilaku keji Laras pada Devan. Sepulang sekolah, Dinara yang sudah selesai mengerjakan ujian terakhirnya menunggu Devan. Dinara bersender pada dinding, wajahnya sangat cantik dan kulitnya seputih salju. Walaupun Dinara memiliki gaya tomboy, tapi hal itu malah menambah kecantikan dalam dirinya. Devan masih bisa merasakan, jantungnya berdegup begitu kencang. Namun, dia yang dari a
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: bab 158Etnan bingung, melihat istrinya yang tiba-tiba bersikap baik kepada Devan. Bisanya istrinya akan memberikan makanan sisa atau hanya tempe dan sayuran, itu pun hanya diberikan sedikit. Tapi hal yang sekarang ini terjadi sungguh berbeda. Melihat pandangan suaminya, Laras pun bertanya, "kenapa melihatku seperti itu?" Etnan buru-buru menggeleng, tapi sebelum dia bisa melanjutkan ucapannya. Laras berkata lagi, "Bukankah katanya kamu ingin aku baik kepada Devan? Tapi aku baik seperti ini, kenapa kamu malah heran?" Etnan yang tidak mau terus bertengkar didepan Devan memilih mengalah, mengingat hari ini adalah momen yang paling ditunggu oleh anak yang sangat disayanginya itu. Ia memilih diam dan melanjutkan makanan didepannya. Laras memberikan sesuatu pada Devan, "tolong nanti serahkan ini pada pacarmu!" "Boneka?" Tanya Devan memasang ekspresi bingung. "Aku nggak tahu, Mah. Dinara suka atau tidak?" Etnan yang mendengar nama Dinara disebut, sontak merasa tidak asing dengan
Last Updated: 2025-05-12
Chapter: bab 91 Tamat. Suara tangisan bayi lahir pun terdengar, dari balik kabut asap terlihat Helena dan juga dewa vampir. Liam sempat membeku, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat karena ketakutan, "Kalian jangan bawa istri dan anakku!" Helena menatap suaminya, wajahnya nampak sedih. Para dokter yang membantu persalinan tiba-tiba pingsan. Bahkan bayi yang sebelumnya nampak menangis kencang, sekarang sudah tidak terdengar suaranya lagi. Waktu sekarang ini seakan berhenti, hanya Liam dan Naura yang masih sadar. Sementara Naura sendiri, ntah kenapa ia merasa tubuhnya bugar seperti tidak terjadi apapun. Ia ingin mengambil bayi yang ada di sampingnya, tapi bayinya langsung di ambil Helena. Sebelumnya Naura masih belum menyadari, apa yang terjadi di ruang persalinan. Setelah tubuhnya bugar, kesadarannya pulih seratus persen. Akhirnya ia menyadari, kalau terjadi sesuatu yang tak biasa di ruang persalinan. Wajah Naura sangat tegang. "Ibu mertua ... " kata Naura dengan tatapan berkaca-kaca, s
Last Updated: 2025-10-28
Chapter: bab 90 Steven melepaskan Naura. "Naura, apakah aku masih memiliki kesempatan?" Tanya Steven, sekarang ini ia sedang duduk di kursi sofa yang ada di rumah Naura. Naura menyesap tehnya, lalu ia menggelengkan kepalanya. "Bukankah dari awal kamu mengatakan kita hanya akan menjadi teman? Jujur, aku sudah nggak ingin membuka hatiku untuk siapa- pun." Steven menghembuskan napas kasar. Naura yang melihat wajah muram Steven, sedikit merasa takut kalau sampai tiba-tiba Steven mencekik lehernya karena marah, tapi ia buru-buru menghilangkan segala pemikiran buruknya itu. Steven yang bisa menebak apa yang sekarang ini ada didalam pikiran Naura, berkata dengan nada lembut. "I'ts okey kalau kamu nggak bisa. Naura aku nggak akan memaksamu, kalau begitu aku akan pamit pergi ke luar negeri." Naura menatap Steven dengan tatapan terkejut, "Keluar negeri?" tanyanya. Ia sangat terkejut, mengingat selama ini Steven tidak membahas tentang pergi ke luar negeri. Steven menganggukkan kepalanya. "Ibuku mengkhawatirkan aku, kala
Last Updated: 2025-10-27
Chapter: bab 89 Perpisahan. Hari ini Liam merasa sangat sedih, karena harus melepaskan ibunya dan juga Sania yang pergi bersama dewa vampir untuk meninggalkan dunia ini. Bukan hanya itu saja, Yanuar dan juga Victor juga ikut. Walaupun sedih, tapi ada kelegaan dari dalam diri Liam. Kalau Daniel juga ikut pergi. Sementara Naura, nampak terisak. Tangannya memegang tangan ibunya, seakan enggan melepaskan. "Meskipun ibu di nobatkan menjadi orang terburuk di dunia ini, kamu tetap ibu yang terbaik untukku ... " ujar Naura penuh kepedihan, seraya melepaskan ibunya. Karina hanya bisa mengangguk sedih, bagaimana pun juga Naura darah dagingnya. Memangnya awalnya ia membenci Naura dan enggan membesarkan gadis itu. Tapi setelah beberapa waktu bersama, Karina sadar ia sangat menyayangi Naura. Kebersamaan dengan putrinya itu akan menjadi kenangan yang berharga. Tiba-tiba Karina berteriak kesakitan, saat Yanuar menarik tali gaib yang membuat lehernya tercekik. "Kamu harus membayar semua kejahatan yang ka
Last Updated: 2025-10-24
Chapter: bab 88Akhirnya Naura bisa keluar dari kampus itu dengan selamat, setelah Helena menyetujui semua permintaan suaminya. Ia masuk ke dalam mobil Helena bersama dengan Helena, sedangkan Steven ntah pergi kemana. "Naura, aku mau menitipkan Liam padamu. Bagaimana pun juga, dia itu jodohmu," ujar Helena dengan ekspresi sedih. Naura memegang tangan Helena, guna menenangkan ibu mertuanya yang terlihat tidak tenang. "Aku akan berusaha untuk memafkan Liam. Tapi aku minta maaf, karena aku nggak bisa berjanji." Helena menghembuskan napas kasar, "Baiklah. Aku nggak akan memaksamu. Aku hanya ingin mengatakan, setelah ini aku dan Sania akan kembali ke alam vampir. Aku harap kamu jaga diri dan Liam dengan baik." Naura terkejut, "Bibi Sania ikut?" Helena menjawab, "Iya. Karena sebenarnya dia juga bagian dari kaumku. Makanya dia satu-satunya orang yang paling mengerti aku di bandingkan siapapun." Sementara itu, di tempat lain. Yanuar sedang berbicara dengan dewa vampire. "Kamu nggak bis
Last Updated: 2025-10-21
Chapter: bab 87 Kedatangan dewa vampir. Akhirnya Naura memilih untuk pergi ke kamar mandi umum kampus, dari pada membuatnya semakin pusing. Ia tidak memilih salah satu dari mereka. Saat keluar dari kamar mandi, hanya Steven yang ada disana. Liam dan Daniel sudah tidak ada. Tapi sekarang Naura merasa aneh, dengan suasana kampus. Kenapa ia merasa jika para penghuni kampus seperti boneka? Tingkah dan sikap mereka terlihat begitu datar. Bahkan wajah mereka terlihat sangat pucat. Lalu tatapanya beralih ke arah Steven yang sekarang ini sedang menatapnya. "Naura, ada apa?" tanya Steven. Sebenarnya Naura ingin sekali menanyakan tentang keberadaan Liam dan Daniel pada Steven, tapi ia takut kalau disangka dirinya masih peduli dan menyimpan perasaan. Jadi ia memutuskan untuk tidak banyak bertanya. "Ayo kita kembali ke kelas!!" titah Steven. Naura mengangguk, walaupun sekarang ia merasa perasaannya tidak enak. Tapi Steven yang sebelumnya bucin padanya, nggak mungkin memiliki niat menyakitinya bukan?
Last Updated: 2025-10-20
Chapter: bab 86 Naura pusing mengahadapi Liam, Daniel, Yanuar dan Steven di kampus. "Steven…" ujar Liam dengan suara tercekat, matanya membelalak saat sosok itu melangkah masuk ke ruang perkuliahan di universitas Taruna. Wajahnya yang dulu penuh semangat kini menampilkan ekspresi tenang namun tajam, mengenakan jas dosen yang rapi, membawa aura berbeda dari yang pernah mereka kenal. Daniel dan Naura yang berada di dekatnya juga tak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka; Daniel menggigit bibir bawahnya, sementara Naura menatap Steven dengan campuran rasa penasaran dan was-was. Hanya Yanuar yang tetap bersikap santai, seperti sudah menduga kedatangan Steven sejak lama. "Kalau kamu sudah tidak mau memberikan kesempatan untuk Liam dan Daniel," suara Steven terdengar dalam namun penuh makna, "sepertinya aku yang masih memiliki kesempatan." Ada nada menantang dalam ucapannya, seolah ingin membuka babak baru dalam hubungan mereka yang penuh ketegangan. Sebelum Naura sempat menjawab, Steven berbalik dan melangkah ke depan kelas, membalik halaman materi kuliah
Last Updated: 2025-10-16
Chapter: Bab 23. Bermain dengan lembut. Awalnya Alina berpikir, Kaiden akan bermain dengan kasar. Wajah dingin dan kejam yang biasanya Kaiden tunjukkan sekarang lenyap, bahkan Alina merasanya wajah atasannya itu terlihat lembut dan ramah. Kaiden menariknya di dalam sebuah kamar rahasia yang ada di ruangan mewah perusahaannya. Kaiden menarik Alina dengan tenaga yang tak terduga, membawanya memasuki pintu tersembunyi di balik rak buku ruangan itu. Alina terdiam sejenak, matanya membelalak saat melihat kamar rahasia yang mewah: lampu kristal menggantung lembut, dinding berlapis panel kayu halus, dan ranjang besar berbalut linen putih yang mengundang. Jantung Alina berdetak lebih cepat, campuran antara kaget dan gugup.Tanpa menunggu jawaban, Kaiden mendekat, bibirnya menyatu dengan Alina dalam ciuman penuh hasrat yang membakar. Sentuhan tangannya lembut tapi tegas, seolah menyampaikan semua rasa yang selama ini terpendam. Saat ciuman itu berakhir, Kaiden menuntun Alina ke ranjang, menindihnya dengan kelembutan yang kontr
Last Updated: 2025-11-30
Chapter: Bab 22. Ancaman Kaiden. "Tante, aku itu memanggilmu kesini untuk membantuku ... Alina itu sudah bersuami ... " Keke dengan cepat memotong ucapan Viola. "Kalau kamu ingin tetap menjadi tunangan Kaiden sekarang, lebih baik kamu segera keluar dari sini." "Jangan berani-berani menyebarkan berita yang tidak benar di luar!" imbuh Keke dengan suara tajam dan penuh ancaman, bagaimana pun juga. Viola sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Alina yang dulu menyelamatkan nyawa putranya. Jadi Keke memilih untuk tidak bersandiwara lagi pada Viola, dari awal ia memang tidak menyukai tunangan palsu putranya yang bawel dan penuh dengan drama. Dylan yang di lirik oleh Kaiden, tentu saja mengerti apa maksud atasannya itu. Ia berniat untuk menarik lengan Viola, mengajak gadis itu keluar. Tapi dengan dingin Viola berkata, "jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu. Aku jijik ... Aku bisa keluar sendiri dari ruangan ini dengan hormat." Kaiden memberikan kode pada Dylan agar melepaskan Viola. Setelah keluar d
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: Bab 21. Alina penyelamat Kaiden. Saat langkah Keke semakin dekat, Alina memejamkan matanya. Ia sudah bisa menebak, ibu Kaiden pasti akan memukul atau menjambaknya. Apalagi melihat betapa dramatisnya Viola, saat melebih-lebihkan masalah yang terjadi. Alina merasa dirinya semakin kecil. Walaupun Viola bukan berasal dari keluarga kaya setara Kaiden, dia tetaplah anak orang kaya kelas menengah yang memiliki orang tua. Dibandingkan dengan dirinya, anak yatim piatu tanpa marga, Alina jelas tak sebanding dengan Viola. Namun, tiba-tiba tangan lembut mengusap pipinya. Alina membuka mata perlahan. "Kamu Alina, dan lehermu ada tanda lahir," kata Keke, ibu Kaiden. Kaiden yang melihat drama itu sama sekali tidak terkejut, hal berbeda yang di tunjukkan oleh Alina, bahkan Viola ekspresinya nampak masam. Bahkan teriakan histeris, drama kesakitan yang di lakukan Viola, langsung ia hentikan. Setelah di usir Kaiden, dan tidak di beri akses masuk perusahaan, Viola yang panik mengubungi Keke. Ia berhara
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: Bab 20. Di cakar. Hati Alina seperti di remas, rasa sakit tak tertahankan menghantam dirinya, hal ini bukan hanya rasa sakit karena penghianatan, tapi juga rasa sakit karena di abaikan dan tidak di anggap oleh Nolan. Bagiamana tidak, peresmian perusahaan baru yang di hadiri keluarga besar Nolan, tapi tanpa mengundang dirinya dan tanpa ia di beritahu. Kedua bola mata Alina nampak berkaca-kaca, Vivi yang melihatnya sontak tersenyum miring. Bagaimana pun juga, Ghea sahabat baiknya. Bahkan Ghea sangat royal kepadanya, jelas ia sekarang ini ada di kubu siapa. Alina sudah tidak bisa berkata-kata lagi, ia berusaha menahan sekuat tenaga untuk menahan tangisannya. Awalnya Alina merasa sedih, saat mendengar dari Kaiden, kalau suaminya membuka perusahaannya sendiri, tanpa memberitahu dirinya. Tapi ia segera menekan rasa sedihnya untuk berpikiran positif, kalau suaminya pasti memiliki alasan kenapa tega membohonginya. Setelah pikirannya positif, akhirnya Alina sudah tidak merasa sedih. Tapi sek
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: Bab 19. Pembukaan NG Grup. Alina melangkah pelan menuju mesin kopi di sudut ruangan, berharap sesaat bisa melepas penat dari kekacauan yang sebelumnya di buat oleh tunangan Kaiden. Alina tahu, alasan Viola marah padanya. Karena menuduhnya menggoda Kaiden, tapi memang faktanya ia memiliki hubungan dengan Kaiden. Walaupun hubungan itu terjadi karena Kaiden yang memaksanya. Tapi bagi Viola dan para karyawan wanita yang begitu mengagumi Kaiden, pasti mereka tetap menuduhnya menggoda Kaiden. Sekarang ini Alina hanya bisa menghembuskan napas kasar, seraya menempelkan es batu pada pipinya yang lecet karena cakaran Viola. Namun, sebelum tangannya menyentuh tombol mesin, terdengar suara sumbang dari beberapa karyawan wanita yang sedang berkumpul di dekat sana. Alina tertegun, saat melihat rombongan mereka yang mendatanginya sampai mesin kopi. "Eh, Alina, kamu yakin nggak sih naik jadi asisten pribadi Kaiden cuma karena kerja keras? Atau… kamu sengaja ‘menggoda’ bos kita yang ganteng itu?" celetuk
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Bab 18. Pertunangan palsu. Kaiden melirik ke arah Dylan. Dylan tahu, kalau sekarang ini atasannya itu menatap ke arahnya, tapi sekarang ia memang memilih untuk berpura-pura menjadi orang bodoh dan tidak peka. Kaiden berdiri dari kursi kerjanya dengan langkah berat, wajahnya yang biasanya tenang kini berubah menjadi bayangan yang dingin dan mengerikan. Matanya menatap tajam, otot rahang mengeras seolah menahan amarah yang meledak. Suaranya melonjak tinggi, menusuk ruang itu dengan kekuatan yang tak bisa diabaikan. "Dylan, kalau kamu nggak mau gajimu aku potong. Cepat bawa Viola keluar dari ruanganku!" perintahnya tanpa kompromi. Dylan terkejut, tetapi segera mengiyakan dengan suara terbata-bata, "Ba... Baik bos." Tanpa banyak basa-basi, ia meraih lengan Viola dan menariknya dengan kasar. Viola terhuyung, matanya membelalak penuh kebingungan dan luka. "Kak Kaiden, aku itu tunanganmu. Kamu nggak bisa usir aku begini!" teriak Viola, suaranya pecah penuh keputusasaan dan penolakan yang tersisa dal
Last Updated: 2025-11-25