MasukDemi uang, ayah kandungnya menjual Naura Serene kepada seorang pengusaha nomor 1 di negeri ini. Naura akan dijadikan tumbal dengan menjadi pengantin untuk anak pengusaha nomor 1 yang sudah terbujur kaku didalam peti mati. Saat prosesi pernikahan berlangsung, Naura dimasukkan kedalam satu peti mati bersama suaminya dan dikubur bersama. Akankah Naura bisa mengeluarkan suaminya dan dirinya dari alam kematian?
Lihat lebih banyakSuara tangisan bayi lahir pun terdengar, dari balik kabut asap terlihat Helena dan juga dewa vampir. Liam sempat membeku, tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat karena ketakutan, "Kalian jangan bawa istri dan anakku!" Helena menatap suaminya, wajahnya nampak sedih. Para dokter yang membantu persalinan tiba-tiba pingsan. Bahkan bayi yang sebelumnya nampak menangis kencang, sekarang sudah tidak terdengar suaranya lagi. Waktu sekarang ini seakan berhenti, hanya Liam dan Naura yang masih sadar. Sementara Naura sendiri, ntah kenapa ia merasa tubuhnya bugar seperti tidak terjadi apapun. Ia ingin mengambil bayi yang ada di sampingnya, tapi bayinya langsung di ambil Helena. Sebelumnya Naura masih belum menyadari, apa yang terjadi di ruang persalinan. Setelah tubuhnya bugar, kesadarannya pulih seratus persen. Akhirnya ia menyadari, kalau terjadi sesuatu yang tak biasa di ruang persalinan. Wajah Naura sangat tegang. "Ibu mertua ... " kata Naura dengan tatapan berkaca-kaca, s
"Naura, apakah aku masih memiliki kesempatan?" Tanya Steven, sekarang ini ia sedang duduk di kursi sofa yang ada di rumah Naura. Naura menyesap tehnya, lalu ia menggelengkan kepalanya. "Bukankah dari awal kamu mengatakan kita hanya akan menjadi teman? Jujur, aku sudah nggak ingin membuka hatiku untuk siapa- pun." Steven menghembuskan napas kasar. Naura yang melihat wajah muram Steven, sedikit merasa takut kalau sampai tiba-tiba Steven mencekik lehernya karena marah, tapi ia buru-buru menghilangkan segala pemikiran buruknya itu. Steven yang bisa menebak apa yang sekarang ini ada didalam pikiran Naura, berkata dengan nada lembut. "I'ts okey kalau kamu nggak bisa. Naura aku nggak akan memaksamu, kalau begitu aku akan pamit pergi ke luar negeri." Naura menatap Steven dengan tatapan terkejut, "Keluar negeri?" tanyanya. Ia sangat terkejut, mengingat selama ini Steven tidak membahas tentang pergi ke luar negeri. Steven menganggukkan kepalanya. "Ibuku mengkhawatirkan aku, kala
Hari ini Liam merasa sangat sedih, karena harus melepaskan ibunya dan juga Sania yang pergi bersama dewa vampir untuk meninggalkan dunia ini. Bukan hanya itu saja, Yanuar dan juga Victor juga ikut. Walaupun sedih, tapi ada kelegaan dari dalam diri Liam. Kalau Daniel juga ikut pergi. Sementara Naura, nampak terisak. Tangannya memegang tangan ibunya, seakan enggan melepaskan. "Meskipun ibu di nobatkan menjadi orang terburuk di dunia ini, kamu tetap ibu yang terbaik untukku ... " ujar Naura penuh kepedihan, seraya melepaskan ibunya. Karina hanya bisa mengangguk sedih, bagaimana pun juga Naura darah dagingnya. Memangnya awalnya ia membenci Naura dan enggan membesarkan gadis itu. Tapi setelah beberapa waktu bersama, Karina sadar ia sangat menyayangi Naura. Kebersamaan dengan putrinya itu akan menjadi kenangan yang berharga. Tiba-tiba Karina berteriak kesakitan, saat Yanuar menarik tali gaib yang membuat lehernya tercekik. "Kamu harus membayar semua kejahatan yang ka
Akhirnya Naura bisa keluar dari kampus itu dengan selamat, setelah Helena menyetujui semua permintaan suaminya. Ia masuk ke dalam mobil Helena bersama dengan Helena, sedangkan Steven ntah pergi kemana. "Naura, aku mau menitipkan Liam padamu. Bagaimana pun juga, dia itu jodohmu," ujar Helena dengan ekspresi sedih. Naura memegang tangan Helena, guna menenangkan ibu mertuanya yang terlihat tidak tenang. "Aku akan berusaha untuk memafkan Liam. Tapi aku minta maaf, karena aku nggak bisa berjanji." Helena menghembuskan napas kasar, "Baiklah. Aku nggak akan memaksamu. Aku hanya ingin mengatakan, setelah ini aku dan Sania akan kembali ke alam vampir. Aku harap kamu jaga diri dan Liam dengan baik." Naura terkejut, "Bibi Sania ikut?" Helena menjawab, "Iya. Karena sebenarnya dia juga bagian dari kaumku. Makanya dia satu-satunya orang yang paling mengerti aku di bandingkan siapapun." Sementara itu, di tempat lain. Yanuar sedang berbicara dengan dewa vampire. "Kamu nggak bis
Naura tertegun. "Sudah selesai, kalau begitu kami permisi dulu!" titah Sania, lalu diikuti beberapa perias dan pelayan yang lain. Naura ingin mengucapkan sesuatu, tapi pintu sudah ditutup bahkan dikunci dari luar. Dia hanya bisa menghela napas berat dan melirik ke arah makanan yang berada t
"Naura apakah seperti ini dirimu tanpa topeng?" ucap Daniel dengan suara dingin. "Kak Daniel, kamu salah paham ... Aku ... " Belum sempat Naura melanjutkan ucapannya, telepon sudah terputus. Dia limbung terduduk diatas lantai dengan wajah lesu. Air mata terus luruh dan mengalir dari kedua p
Helena yang melihat menantunya menangis berkata dengan nada kesal, "Dari pada kamu menangis, lebih baik kamu segera baca mantra itu berulang. Agar kamu dan putraku bisa selamat dari dewa kematian!" Naura yang merasa sudah tidak ada jalan lagi, hanya bisa menjawab dengan anggukan. Dia berharap,
Naura Serene terbangun dari tidurnya, mendapati dirinya yang sudah berada diatas Altar pernikahan. "Apa yang terjadi?" celetuk Naura tanpa sadar, dia melihat ke sekeliling sesaat setelah ia bangun dari tidurnya. Disampingnya terdapat sebuah peti mati yang bersegel dengan jimat kuno, bahkan dide






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.