Chapter: 15. Kencankah Ini? Sarah memandang mobil di depannya, kemudian pada sosok Adam yang pucat. Dia menggeleng. "Gak, aku aja yang bawa mobilnya.""Loh? Janganlah, aku kan yang ngajak Dok--""Sarah. Panggil aku, Sarah." Wanita itu menatap Adam dengan wajah serius, sementara Adam cuma bisa diam sembari mengangguk paham. Sarah melanjutkan omongannya, "Kamu gak memungkikan banget buat bawa mobil. Aku gak mau kita kecelakaan.""Bisa-bisanya kamu meragukan aku," gerutu Adam."Kata Ardi kamu menggalau beberapa hari ini. Pasti karena aku tolak waktu itukan?""Jujur banget ngomongnya.""Karena kondisi kamu yang gak memungkinkan itu, aku gak bakalan izinin kamu buat nyetir. Mending aku aja," jelas Sarah panjang lebar.Sebal, Adam pun menurut saja. Dia duduk di samping kemudi, mengamati Sarah yang sedang memasang belt. Adam tak percaya, kalau wanita yang beberapa waktu lalu menolaknya malah kini menerima tawaran untuk pergi jalan-jalan bersama. Adam bingung, sumpah!"Kenapa kamu mau terima ajakan aku?""Sebagai permin
Last Updated: 2023-04-03
Chapter: 14. Ditipu! Sarah tidak tahu kalau Adam akan jujur dengan perasaannya. Ketika pria itu mengatakan kenyataan tersebut, Sarah cuma tercengang dengan mulut menganga. Telunjuknya menunjuk diri sendiri, tak menyangka."Gak salah kamu, Dam? Jangan bilang kamu memberitahu Leila soal ini? Bisa mampus kita!" kata Sarah cemas.Adam terkekeh. "Meskipun dia bawa para preman itu, aku gak bakalan biarin mereka melukai Dokter Sarah. Aku harus menepati janji'kan?" ujarnya sambil menaik-naikkan kedua alisnya yang tebal.Sebelah tangan Sarah mengusap keningnya. Dia melipat kaki di atas kursi, mendesah sebal dengan keputusan Adam yang terlalu berisiko itu. "Bagaimana kalau kamu yang terluka? Siapa yang repot?""Dokter. Tugas kamu'kan mengobati orang yang terluka?" sahut Adam enteng sekali. "Kamu lihat? Aku juga terluka!" kata Sarah menunjuk sudut bibirnya yang luka, lalu ke keningnya yang benjol. "Aku yang obatin Dokter. Kita saling mengobati," ujar Adam langsung mendapat sahutan berupa suara muntah dari Ardi. Lel
Last Updated: 2023-03-13
Chapter: 13. ObsesiMotor trail Adam meraung di depan rumah Leila yang terbilang mewah. Semua orang di desa itu dan tempat Adam tinggal, tahu kalau Leila bukan anak gadis dari orang sembarangan. Ayah Leila merupakan seorang tuan tanah yang punya banyak anak buah turunan dari preman pasar. Mereka juga tahu, kalau ayah Leila bukanlah pria baik. Ardi pernah bertemu dengan pria paruh baya tersebut, dan menyatakan kalau dia tak menyukai cara kerjanya. Dan sekarang Adam menemukan alasan Ardi tak menyukai ayah Leila itu. "Makanya, hutang itu dibayar dong! Berani-berani ngambil utang, tapi gak sanggup bayar. Lucu juga!" katanya sambil memelintir kumisnya yang tebal. Adam turun dari motor. Menghampiri teras beton yang tampak licin. Sejenak amarah pria itu reda, tatapannya menghunus pada Adam. Hanya dengan endikkan kepala, beberapa preman pasar yang tadi ditemui keluar dari pos mereka. Menyeringai pada Adam, seolah merasa menang. "Akhirnya datang juga. Kamu nerima tawaran kami ya?" tanya pria itu. "Gak. Aku
Last Updated: 2023-03-02
Chapter: 12. Gara-gara LeilaSarah menatap Adam yang berjalan membelah kerumunan para preman tersebut. Menimbang rasio kemungkinan Adam menang dari delapan preman yang sedang menjagalnya. Meski agak tipis, Sarah yakin Adam bisa melawan orang-orang berotot besar itu."Menjauh dari Dokter Sarah," perintah Adam dengan nada menusuk tajam.Pimpinan preman yang berada di depan Sarah akhirnya berbalik badan, menghadap Adam yang sedang menyingsing lengan baju lusuhnya. Seulas senyum tipis terukir, dia melangkah maju ke depan Adam. Mendorong pundak pria itu dengan kencang. "Jadi ini yang bikin neng Leila sakit hati? Cowok dekil ini rupanya?"Tak terima disebut dekil, Adam balas mendorong dada si preman. Namun hasilnya nihil. Tak ada pergerakan apapun, selain Adam yang ditertawakan seluruh kawanan preman tersebut."Kenapa? Heran karena gak bisa ngedorong aku? Jelaslah, orang macam kamu... aku tonjok sekali juga pasti jiun!" ujarnya sombong.Adam mengepalkan tangannya. Mencoba membuktikan ucapan si preman dan hasilnya... me
Last Updated: 2023-02-24
Chapter: 11. Pahlawannya Sarah
"Leila keknya marah banget sama kamu, Dam."Adam mengendikkan bahunya, tak peduli dengan perasaan Leila yang terluka akibat ulahnya. Bagi Adam, Leila bukan siapa-siapa, hanya sebatas langganan ojeknya sebelum kedatangan Sarah. "Masa bodoh. Aku capek ketemu sama dia. Manjanya kebangetan," keluh Adam lalu menghentikan motornya di depan beranda rumah Sarah. Wanita itu turun dari jok. Membuka dompetnya lalu menyerahkan beberapa lembar uang pada Adam. Namun Adam justru mendorong balik uang tersebut seraya berkata lirih pada Sarah, "Gak usah. Makan bareng Dokter Sarah tadi udah jadi imbalan paling berharga.""Cih, gak usah gombal. Kamu udah perbaikin atapnya sendirian. Masa gak aku bayar," kata Sarah menarik tangan Adam, lalu meletakkan uang tersebut di telapak tangannya.Ketika Adam menggenggam uang pemberian Sarah, dia sontak memukul jidatnya sendiri. "Ampun dah! Kita lupa bayar makanan tadi!"Ikut-ikutan, Sarah menepuk jidatnya juga. Tersadar kalau mereka belum bayar sepersen pun makan
Last Updated: 2023-02-23
Chapter: 10. Cemburu"Udah jadi?"Suara Sarah mengagetkan Adam yang tengah membersihkan kekacauan akibat pecahan genteng yang jatuh ke dalam rumah. Dia mengelus dada, menetralkan detak jantungnya yang bertalu-talu."Kenapa gak salam dulu sih, Dok? Kaget tau. Kalau aku jantungan gimana? Dokter mau aku tinggalin di sini? Nanti gak ada yang gombalin Dokter Sarah lagi... mau?""Pengen banget!" sahut Sarah pendek. Dia terkekeh melihat muka Adam yang merengut."Jahat juga ya," gerutu Adam seraya melanjutkan aktivitasnya. Pria itu mengambil serokan dan mengumpulkan debu tebal tersebut. Selesai membuang sampah-sampah dan merapikan beberapa barang, Adam menengok kedatangan Sarah dengan pakaian casualnya."Mau ke mana?""Nyari makan. Mau ikut? Tapi nebeng," kata Sarah menunjukkan motor Adam yang terparkir di depan teras. Tak mau membuang kesempatan besar, Adam mengangguk antusias. Segera dia meletakkan kembali sapu di sudut ruangan, berlari kecil menuju dapur dan mencuci tangannya yang berdebu.Kembali dari dapur,
Last Updated: 2023-02-22
Chapter: Part 10IVYThat photo...I stood frozen, staring at Kael as he faced me with a puzzled expression. He slipped the photo back into his pants pocket."Where did you get that photo?" I asked quickly."From the pants that guy gave me back then," he replied, scratching the back of his head. "What's his name? I don't know."Did Mitch deliberately slip that family photo into the pocket? Or was it an accident?I parted my lips to answer, then closed them again. I had no idea what to say about the photo because I didn't know much about Kael myself. I knew nothing about his family or why he had gotten into that accident. Even now, Mitch had never told me anything."His name is Mitch," I said, deliberately revealing his real name instead of hiding it.I watched Kael's brows knit together as he scratched his cheek. "That name feels familiar, but I can't remember a single thing," he admitted, making my heart ache.He had to be suffering from those fragmented memories that kept surfacing. Whatever he had
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Part 9I kept what I'd overheard between Ivy and Mitch to myself. I didn't bring it up. Besides, if Ivy found out I'd been listening to their conversation, it would only make her even more uncomfortable. As for the photo I'd found in my jeans pocket, I tucked it into my pants. I'd ask about it later.Either the man in the picture or Ivy.The clink of forks against plates pulled me out of my thoughts. I looked at Ivy, who was sitting across from me. Not a single word was exchanged throughout lunch. We ate in silence.I cleared my throat.“Your cooking is really good,” I said, trying to break the awkward silence.Ivy only responded with a faint, polite smile. Instead of eating, she spent most of the meal staring off into space. I was certain she was thinking about how to get me out of this house, just like she'd told Mitch over the phone.“Ivy, do you want to go into town tomorrow?” I asked, making one of her eyebrows lift. “The severance pay I got should be enough for us to go out for the day
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Part 8“You lied to me. You said he was your friend, but he was actually your ex-boyfriend,” I snapped.Ivy looked shaken. For the first time, she reached out to touch me first. Her small hands wrapped around my broad arm. Her skin was soft, slightly damp. Guilt filled her eyes as she looked up at me.“I'm sorry. I just didn't want you to worry about it. But instead, it turned into this…” She paused before lowering her head. “Please forgive me, Kael.”I tilted my head back with a weary sigh and rubbed a hand over my face. “Were you dating him when we got married?”She shook her head.“So it ended a long time ago?”“Yeah.”“And you still kept his picture? You…” I bit my lip, anger rising as the realization sank in. Ivy still hadn't been able to let go of her past, even after being my wife for an entire year.Had I been nothing more than a rebound all this time?The thought came out of nowhere, setting something inside my chest ablaze.I fixed Ivy with a hard stare. “Was I just your rebound, I
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: Part 7What was this guy talking about? My Ivy was still single?I turned sharply toward Ivy. She looked completely flustered. The panic on her face made my brow lift."Ivy, is what this man said true? You're still single? I thought you told me we were husband and wife."The color drained from Ivy's face."Antony, could we talk in private for a moment? I also need to pay you for the seedlings," she said, abruptly steering the conversation elsewhere.My brows knitted into a frown as Ivy ignored my question. Instead, she pulled the stranger away. I watched the two of them while wiping my face with a towel. Sweat trickled down my back and dripped from my forehead.The scorching heat made my head throb. I moved onto the porch and sat on the steps, keeping my eyes fixed on Ivy. The way that guy looked at me, you'd think he'd seen a ghost. I had no idea what they were talking about.For a moment, I looked down at my work boots, then at my rough, calloused hands.Ever since I woke up and found myse
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Part 6“It's my best friend,” I blurted out."He kissed your cheek?" Kael asked, his voice cold and completely devoid of emotion.My mouth suddenly went dry at the look on his face. The doctor had warned me that Kael's emotions were like a storm constantly being stirred. One second he could seem as gentle and obedient as a loyal dog, the next he could turn frighteningly hostile over something trivial.And now I'd triggered another emotion that was clearly far more dangerous for me."Isn't that normal? We're close."Kael turned to me. "Then why are you carrying a blanket? You don't want to sleep in the same bed as your own husband?"Oh no."I just...""You're afraid," he cut in, silencing me instantly.Kael was remarkably good at reading people. He noticed every expression, every subtle shift in a situation. Maybe that came naturally from being a leader. It had probably become second nature to him.I let out a weary sigh. At this point, any excuse I came up with would only dig me into a deepe
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Part 5Mafia.The future leader of a criminal organization.And I had foolishly claimed to be his wife?Where the hell had my common sense gone?From that moment on, I no longer looked at Kael as a sick man. I looked at him as someone I needed to fear. When he finally stirred from unconsciousness, his eyes fluttered open as he stared at the bedroom ceiling. A moment later, he turned toward me, where I stood leaning against the doorframe.He patted the empty side of the bed. "Why are you standing over there? Come here," Kael said, his voice hoarse. "I promise I won't hurt you again."How could I possibly come closer to you, Kael? Just seeing you in my room terrified me now, let alone sharing a bed with you.I shook my head, rubbing my arms. "You should get some rest. I'll make you some soup."Kael said nothing, but the pleading look in his eyes slowly gave way to hurt at my rejection.I hurried out of the room, leaving him alone. While preparing the meal in the kitchen, my eyes settled on the
Last Updated: 2026-07-01