author-banner
Purple Rain
Purple Rain
Author

Novel-novel oleh Purple Rain

Pengantin Untuk Tuan Lumpuh

Pengantin Untuk Tuan Lumpuh

Dipaksa menikah demi menyelamatkan keluarganya dari lilitan hutang, Evelyn Wijaya (21) harus menjadi istri dari Samudra Bumiputera (27) — pria dingin yang duduk di kursi roda dan menolak dicintai. "Cari Sugar Daddy, Eve! Siapa tahu bisa menyelesaikan masalah yang kamu hadapi sekarang." Saran Ane Jesslyn saat mereka sedang minum bersama di sebuah klub. "Gila! Aku bukan pelacur, An." Histeris Evelyn dengan semburat wajah bercampur. "Aku punya kenalan. Mereka membutuhkan pekerja paruh waktu, gajinya gede Eve. Kalau kamu mau, aku bisa atur pertemuan kalian." "Benarkah? Berapa yang bisa aku dapat dalam satu bulan?" matanya bersinar, seperti mendapatkan angin segar. "10 juta untuk merawat putranya yang sakit. Dan 100 milyar, jika kamu bersedia menikah dengannya." Ane menatap tajam, ia memberi pilihan yang sulit. Evelyn membeku, ia menelan salivanya mentah-mentah. Bagi Samudra, Evelyn hanyalah “pengantin titipan” yang datang karena terpaksa, bukan karena cinta. Namun bagi Evelyn, pernikahan ini adalah awal dari ujian terbesar dalam hidupnya— menghadapi pria yang membenci dunia… dan juga dirinya sendiri. Saat rahasia masa lalu mulai terbongkar, Evelyn dihadapkan pada pilihan: bertahan dengan cinta yang perlahan tumbuh, atau pergi sebelum hatinya hancur ketika mendapati ada dua wajah yang sama di hadapannya.
Baca
Chapter: 85. LENTERA HATI
Baru enam bulan setelah keajaiban di Mount Elizabeth, Queen dan Dirga kembali ke Therondia dengan hati penuh syukur. Scan rutin bersih, hormon sempurna—dan dua garis pink di tes kehamilan mengkonfirmasi mimpi mereka. "Bayi kita, Mas," bisik Queen, tangan Dirga gemetar di perutnya yang mulai membulat. Keluarga bersuka cita, Rosie kirim selimut bayi buatannya sendiri, Mama Celine rencanakan baby shower virtual, Samudra dan Evelyn siapkan kamar bayi di rumah tepi pantai.Kehamilan berjalan lancar. Queen aktif, jalan pagi di pantai Therondia seperti janji bulan madu kedua mereka. Pada trimester kedua, USG tunjukkan bayi perempuan yang sehat. Mereka memberinya nama Aurora, yang berarti—fajar baru Dirga tak berhenti mencium perut istrinya, "Kamu beri aku segalanya, Sayang."Sembilan bulan kemudian, di rumah sakit bersalin Kasih Bunda Therondia, Queen melahirkan normal. Aurora lahir di malam hujan deras, tangisnya pecah membuat berisik ruangan—3,2 kg. Mata coklatnya seperti Dirga, senyum
Terakhir Diperbarui: 2026-01-17
Chapter: 84. SECERCAH HARAPAN
Hari Pertama di Mount Elizabeth, Cordova.Pagi di suite VIP Mount Elizabeth terasa seperti hembusan angin segar setelah badai. Sinar matahari Cordova menyusup melalui tirai tipis, menerangi wajah Queen yang kini sedikit berwarna. Prof. Lim, pria keturunan berusia 50 tahunan dengan sorot mata tajam di balik kacamata rimless, menjelaskan rencana perawatan di depan keluarga yang berkumpul."Kami mulai neoadjuvant chemotherapy pagi ini—dosis rendah tapi targeted untuk mengecilkan tumor sebelum robotic hysterectomy besok. Scan 3D menunjukkan vena cava masih tertekan, tapi dengan chemo ini, risiko perdarahan turun 40%. Queen kuat; usianya muda, respon tubuhnya bagus."Dirga mengangguk, tangannya tak lepas dari genggaman Queen. "Terima kasih, Prof. Apa efek sampingnya? Dia sudah lelah sekali. Maksud saya… supaya Queen bisa istirahat untuk memulihkan tenaganya.”Prof. Lim tersenyum tipis. "Mual, kelelahan, rambut rontok—standar. Tapi kami punya anti-nausea terbaik dan support psikologis. Vit
Terakhir Diperbarui: 2026-01-17
Chapter: 83. MALAM PANJANG DI CORDOVA
Dokter onkologi, dr. Hendra, seorang pria paruh baya dengan kacamata tebal dan jas putih rapi, memasuki ruangan setelah memeriksa USG Queen. Semua mata tertuju padanya saat ia membuka map rekam medis, wajahnya serius. "Kondisi tumor di rahim Queen menunjukkan pertumbuhan cepat. Ada tanda-tanda perdarahan internal ringan, dan hasil USG menunjukkan pembengkakan yang mengkhawatirkan. Kami sarankan observasi ketat 24 jam ke depan, dan siapkan untuk kemoterapi darurat jika memburuk." Ruangan langsung hening, seperti dipukul angin kencang. Queen memucat, tangannya mencengkram selimut, sementara Dirga langsung berlutut di sisinya, memegang tangan istrinya erat. "Dok, apa artinya ini? Dia aman, ‘kan?" tanya Dirga, suaranya bergetar meski berusaha tegar. Dr. Hendra mengangguk pelan. "Belum kritis, tapi fluktuatif. Kami akan pantau tekanan darah dan hemoglobinnya setiap jam. Hindari stres berlebih." Kemudian dokter itu pamit, meninggalkan ruangan yang kini dipenuhi aroma antiseptik dan ke
Terakhir Diperbarui: 2026-01-17
Chapter: 82. SEMUA SAYANG QUEEN AURORA
Dirga menatap layar ponselnya sejenak, jarinya gemetar membaca pesan dari Mama Celine. “Kenapa waktunya tidak tepat begini?” gumam Dirga.Badai emosi di dadanya semakin mengamuk—antara amarah pada Tante Rosie, kekhawatirannya pada Queen, dan kini kedatangan keluarganya sendiri. Ia menarik napas dalam, mencoba mengendalikan diri sebelum meledak. "Baiklah, Tante," ucap Dirga akhirnya, suaranya tegas meski dingin. Ia melangkah maju, berdiri tegak di depan Rosie. "Tante boleh curiga sepuasnya, tapi jangan pernah tuduh aku bikin Queen sakit. Aku yang nemenin dia berhari-hari, jagain dia pas Tante cuma bisa kirim pesan doang dari rumah. Soal operasi, surrogacy, atau apa pun—itu keputusan Queen dan aku. Bukan Tante."Rosie tertawa sinis, tapi matanya tak goyah. "Kamu berani ngomong gitu? Tante sudah bilang, Queen sudah aku anggap sebagai anak sendiri. Mama dia yang minta Tante jagain sejak kecil. Kamu? Cuma menantu baru yang sibuk sama restoranmu itu!"Queen meraih lengan Dirga, suaranya pa
Terakhir Diperbarui: 2026-01-16
Chapter: 81. SANG PENJILAT
Dirga mematikan rokoknya dengan tumit sepatu, meski bau asap masih menempel di udara koridor yang sepi. Samudra menatapnya tajam, tapi tak bertanya lagi—ia tahu adik kembarnya sedang bergulat dengan badai dalam dada. "Kita balik yuk," gumam Samudra akhirnya, ia menepuk bahu Dirga pelan. "Queen pasti sudah nunggu kamu. Ingat! Kontrol emosi kamu, Ga. Jangan biarin masalah ini tambah runyam."Dirga mengangguk lemas, tapi pikirannya melayang ke panggilan tadi. Nyonya Rosie—wanita yang selalu curiga padanya sejak hari pernikahan. “Iya, iya…” jawab Dirga pada akhirnya, mencoba mengalihkan ancaman Nyonya Rosie.“Nggak usah mikirin yang aneh-aneh dulu. Yakin saja kalau Queen masih bisa sembuh.”“Hm… aku harap begitu,”Mereka berjalan beriringan di lorong rumah sakit. Setiap langkah Dirga bagai menginjak pecahan kaca. Sakit, terluka, namun ia harus menghadapinya dengan lapang dada, siap atau pun tidak…Kalimat itu terus menghantui pikirannya…"Sudah seperti anak sendiri." Pernyataan Tante Q
Terakhir Diperbarui: 2026-01-16
Chapter: 80. WANITA YANG TAK SEMPURNA
Beberapa hari kemudian, rumah sakit Mitra Internasional mulai terasa seperti penjara bagi Dirga. Queen sudah dipindah ke kamar rawat standar, kondisinya stabil berkat obat dan istirahat, tapi bayang-bayang histerektomi masih menggantung seperti pedang Damocles. Dirga duduk di kursi lipat yang terdapat di samping bed pasien. Matanya merah karena kurang tidur, namun ia tetap menjaga Queen yang masih terlelap.Pintu kamar terbuka pelan. Evelyn masuk membawa termos sup ayam buatan sendiri, diikuti Samudra yang membawa tas berisi pakaian bersih. "Ga, makan dulu yuk. Queen udah bangun belum? Aku masakin sup ayam, dan juga bawakan baju bersih untuk kalian," tanya Evelyn lembut, meletakkan termos di meja kecil.Dirga menggeleng pelan, suaranya parau. "Belum, Eve. Dokter bilang besok baru diskusi soal operasi. Aku ingin yang terbaik untuknya, tapi Queen masih ragu... Karena dia takut jadi wanita yang tak sempurna."Samudra menarik kursi, duduk di seberang saudaranya. "Ga, kamu harus kuat. Jan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-15
ISTRI 48 JAM TUAN CEO

ISTRI 48 JAM TUAN CEO

"Mas, ayo kita bercerai!" Sebaris kalimat itu meluncur dengan lugas dari mulut, Jasmine Adrielle Zivanna (22 tahun). Pagi ini tepat 48 jam mereka baru saja melangsungkan pernikahan, tapi dengan beraninya Zee menggugat Kayvandra Shawn Dirgantara (27 tahun) untuk berpisah. "Jangan bercanda, nggak lucu, Zee." Timpal pria yang masih membiarkan letak resleting celananya terbuka. Kay tertawa geli, ia menggeleng kecil sambil berkacak pinggang di tepi ranjang. "Aku serius, Mas." Jawab Zee sambil memegang erat ujung selimut yang membungkus tubuhnya hingga bagian dada. Ya. Mereka adalah sepasang pengantin baru, dan mereka telah melewati malam pertama dengan penuh cinta yang membara. "Aku sudah memenuhi kewajibanku padamu, Mas. Kamu senang kan sudah mendapatkan bukti jika aku masih perawan. Lagi pula nggak lucu kalau sampai orang lain tahu, janda Kayvandra Shawn Dirgantara, pemilik perusahaan garmen ternama .... masih virgin." Zivanna, perempuan muda itu pasti memiliki alasan kuat saat menginginkan perpisahan secara sadar. "Kamu sudah gila, Zee?" raut wajah Kay berubah tidak santai, ia menurunkan bahunya perlahan. "Iya, aku memang sudah gila, Mas. Oleh karena itu cepat talak aku sekarang untuk menyudahi kegilaan ini!" Perempuan berkulit putih bak batu pualam dengan rambut kemerahan tergerai sepunggung itu menatap tajam presensi Kay yang mati-matian sedang menahan emosinya. Tapi kenapa Zivanna mendadak memutuskan untuk mengambil jalan perceraian ketika mereka baru saja melewati malam pengantin 48 jam dengan penuh gelora? Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan perempuan yang selalu dipandang Kay adalah wanita termanis dan lemah lembut itu? Kenapa sekarang Kay melihat Zee menjadi sosok tegas dan penuh percaya diri?
Baca
Chapter: 170. DANDELION DRIP: PERTEMUAN TIDAK DIRENCANA
“Kau terlambat sepuluh menit,” Tuan Martin menghampirinya, “Kita meeting sebentar lagi, siapkan semua analisis yang aku minta.” Lanjutnya sambil beriringan berjalan menuju ke sebuah ruangan di sudut gedung percetakan.“Sekarang? Yang benar saja, Tuan Martin. Analisisnya masih satu minggu lagi untuk persiapan buku baru, kenapa—”“Mereka ingin segera menerbitkannya, kita tidak memiliki banyak waktu.” Bella menghentikan langkahnya di depan ruangan, Tuan Martin. Ia menghela napas kasar, cuti yang sudah direncanakan sepertinya akan gagal total. “Mereka… siapa?” akhirnya Bella memberanikan diri masuk ke dalam kantor Tuan Martin, mengibaskan rambutnya yang kini dipangkas pendek sebahu. “Kenapa seenaknya mengubah jadwal tanpa memberitahuku? Tidak bisa begini dong, Tuan. Aku harus fokus menyelesaikan biografi sebelumnya, setelah itu baru mereka bisa mengajukan kerja sama baru padaku.” Napasnya sedikit terengah, namun Bella mencoba untuk bersikap profesional. “Bukankah itu bagus? Pekerjaan s
Terakhir Diperbarui: 2026-01-23
Chapter: 169. MEMULAI HIDUP BARU SETELAH BERPISAH
“Aku nggak ngambek, ngapain?” Ethan membuang muka, menepis dugaan Sovia yang memasang wajah marah saat adik kembarnya itu mendatangi kantornya tanpa janji terlebih dahulu.“Jadi kamu datang ke sini hanya untuk itu?” dengan entengnya Ethan kembali menyapa wajah murka Sovia dengan santainya. “Masih banyak urusan yang harus aku kerjakan, jadi—”“Kamu ngusir aku? Jangan jadi pria pengecut, Ethan! Hadapi Bella, dan jelaskan semua kesalahan yang kamu perbuat padanya.” Teriak Sovia, tatapannya tajam mengunci lawan, hingga Ethan lupa caranya bernapas.Ketegangan yang terjadi membuat bahu Ethan merosot turun seiring hembusan napas panjang darinya. “Kau pikir aku begitu?” lalu ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, sedangkan pinggulnya bersandar di pinggir meja kerja.“Coba pikir pakai otak. Kau menahan hak yang seharusnya sudah menjadi miliknya,”“Tidak sepenuhnya benar. Kamu nggak tahu ceritanya seperti apa, jadi jangan sok memberiku ceramah ngawur seperti itu.” “...Apa?!” Sovia meny
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: 168. EVERYTHING IS FINE
"Lihat baik-baik dengan kedua matamu. Ethan tak boleh tahu tentang ini sekarang. Kalau kau mau masa depan anakmu aman—saham, sekolah terbaik, perlindungan—putuskan hubunganmu dengan Ethan. Aku beri kau 10 miliar dan apartemen baru. Dan jika kau menolak, maka rahasia ini akan menghancurkan kalian berdua."Ingatan itu terus menari-nari dalam kepala Bella. Ia mengusap wajahnya yang terasa pekat, menghembuskan napas perlahan, lalu menghubungi nomor telepon yang tertera di atas kartu berwarna hitam.[Oke, aku pergi][Aku tidak mengambil apa pun dari Anda]Kemudian Bella meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas. Ia melewatkan tawaran menggiurkan dari Zivanna, dari awal Bella tidak tertarik. Cintanya, perasaannya, kebahagiaannya… tidak bisa ditukar dengan barang atau uang.***Rumah sakit Celestial Spring. 11:00 AM.“Coba yang ini,” Bella memberikan kartu debit lainnya ketika dia sedang mengurus administrasi rumah sakit. Hari ini ibunya dijadwalkan pulang, kondisi Margaretha sudah jauh le
Terakhir Diperbarui: 2026-01-21
Chapter: 167. AKHIRNYA MEMUTUSKAN UNTUK BERPISAH
Langkah heels terdengar menghentak di lorong rumah sakit Celestial Spring yang sunyi. Kedua tangannya bertaut di depan dada, tanpa ada senyuman yang ramah seperti biasanya.“Bella, tunggu! Bella,” raih Ethan setengah berlari mengejar perempuan yang terang-terangan meninggalkannya.Tarikan tangan Ethan berhasil menghentikan langkah Bella yang terburu-buru. “What?!” satu kata yang meluncur dari mulut Bella mengisyaratkan sebuah penolakan tegas.“Bella,” Ethan tidak memiliki alasan apapun, mulutnya sedikit terbuka, kemudian urung kembali. “Sorry…” akhirnya hanya permintaan maaf yang bisa ia sampaikan.“Kenapa harus bohong sama, Mama?” gurat wajahnya menegang, berbeda dengan pribadi Bella yang berada di dalam kamar VIP tadi, saat mereka berhadapan dengan Margaretha. “Ya karena aku terpaksa melakukannya, Bel. Mau sekarang atau nanti, semua akan sama saja…” ujar Ethan.“Perusahaan property nggak hanya milik Dirgantara Company, Ethan. Banyak, masih banyak perusahan-perusahaan property lain
Terakhir Diperbarui: 2026-01-20
Chapter: 166. AJARI AKU CARA MENCINTAIMU
Napas Ethan memburu, “Kau pikir aku lelaki pengecut yang tidak bertanggung jawab?” “Ethan, pelankan suaramu. Di sini bukan tempat yang tepat untuk adu mulut.” Bella mencoba menghentikan kemarahan Ethan.Tapi tidak semudah itu. Larangan adalah sebuah perintah bagi seorang Ethan Dirgantara.“Kau membuatku malu,” suaranya terdengar bergumam, namun penuh penekanan.Deru napas pria yang sudah dikuasai emosi itu terasa panas di wajah cantik Bella, sehingga ia tidak lagi merasakan dinginnya pergantian musim di New Archadia.“Kau pikir aku peduli?” Ethan memajukan wajahnya, reflek membuat Bella terhenyak. “Aku manusia bebas yang bisa melakukan apa pun. Kau tidak bisa melarangku, Bella.” lanjutnya.“Tapi tidak di sini,” sahut Bella cepat.“Kenapa? Apa yang kau takutkan?” tiba-tiba ekspresi marah itu menghilang, kini berganti dengan tawa mengejek. “Kau takut ibumu mendengar pertengkaran kita?” “Mas!” Tanpa Bella sadari, ia kembali menyebut Ethan dengan panggilan itu. ‘Menyebalkan!’ (rutuk Be
Terakhir Diperbarui: 2026-01-19
Chapter: 165. KEMARAHAN ETHAN
Bella menatap foto pudar itu, tangannya gemetar saat menyentuh wajah ibunya yang tersenyum kaku di samping Zivanna. “Tante bohong…” suaranya serak, hampir tidak terdengar.Tahun 2005. Saat itu ia masih kecil, ketika ibunya sering pulang larut malam dengan mata lelah. "Ini... ini pasti tidak benar. Kalian tidak tahu siapa Mama yang sebenarnya, kalian salah paham tentangnya.” Bisiknya, suaranya pecah. Tapi bukti di depan mata terasa seperti pisau yang menusuk hati Bella tanpa ampun.Zivanna menyandarkan tubuhnya di kursi, ekspresinya bercampur antara kemenangan dan sebuah penyesalan. "Salah paham? Margaretha, ibumu itu sudah mencuri data rahasia Dirgantara Corp. Dan dia sudah mengakui telah mengcopy blueprint proyek fusion energy. Ia jual ke kompetitor, dan hampir saja perusahaan runtuh sebelum ayah Ethan selamatkan semuanya. Aku ampuni dia demi kamu,” Bella mengangkat wajahnya, manik mata mereka pun bertemu.“A-Aku…?” Bibirnya bergetar.“Ya. Aku melihatmu masih kecil waktu itu, kamu
Terakhir Diperbarui: 2026-01-18
Ayah Dari Anakku Adalah Sang CEO Arogan

Ayah Dari Anakku Adalah Sang CEO Arogan

Diana Rosalina (25 tahun) telah melakukan satu kesalahan di usia remajanya. Ia telah menyerahkan kesuciannya pada sang kekasih, Attala Zain Dimitri (26 tahun). Gadis pendiam itu pun akhirnya mengandung tanpa sepengetahuan Zain. Ia menyembunyikan identitasnya selama bertahun-tahun. Hingga waktu mempertemukan mereka pada pilihan masing-masing. Dan sayangnya, dibalik kebaikan Brian Aditama (27 tahun) ada satu rencana yang tidak diketahui sama sekali oleh, Rose. Zain datang kembali dengan karakter yang berbeda. Lelaki yang sudah mengkhianatinya itu, sekarang telah menjelma menjadi seorang CEO yang cukup disegani di tempat mereka bekerja. Hingga kenyataan membuka kedua bola matanya, "Siapa dia, Rose? Apakah dia anakku?" Zain menautkan kedua alisnya. Ia menatap heran pada anak perempuan yang kini berdiri di belakang tubuh, Rose. Mampukah keduanya bersatu kembali? Sedangkan Zain saat ini sudah menikah dengan gadis pilihan keluarga.
Baca
Chapter: 99. Menjalani Hidup Masing-masing
BUG!"Hentikan segera! Ini bukan arena tinju, Tuan." Salah satu petugas yang berjaga di barak bagian tahanan pria, berlari kecil sambil mengacungkan jari telunjuknya."Saya mohon jaga sikap kalian berdua, Tuan-Tuan!" teriaknya sekali lagi.Tapi ada yang aneh saat petugas tersebut sudah sampai untuk melerai dua saudara beda ibu itu. Zain dan Alex tetap bergulat dan saling memukul tanpa ada yang memisahkan keduanya."Biarkan saja, Opsir! Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya. Kita lihat saja hasilnya seperti apa." Cynthia menghadangnya dengan sebelah tangan. Petugas kepolisian itu pun menghentikan langkahnya dengan tatapan yang aneh. "Tapi Nona, mereka bisa saling menyakiti …." “Tenang saja Opsir. Mereka akan berhenti jika sudah merasa puas.” Ujar Cynthia dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh petugas tersebut. Ia pun menuruti saran dari Cynthia yang memintanya untuk tidak ikut campur. Terpaksa petugas itu membiarkan perseteruan yang
Terakhir Diperbarui: 2023-07-31
Chapter: 98. Kejujuran
Biarkan aku menemuinya! Biarkan aku masuk ke dalam sana, sebentar saja. Aku mohon ….” Zain berusaha menerobos penjagaan di sel tahanan sementara khusus laki-laki. Setelah mendapatkan informasi dari Rose soal kakaknya, ia langsung kembali ke gedung tahanan kota Perth.“Maaf Tuan, Anda harus mematuhi jam berkunjung. Apakah Anda adalah keluarganya? Tolong tenanglah, Tuan!” cegah salah satu petugas itu dengan menarik pergelangan tangan, Zain. Ia tidak mengizinkan pria itu untuk masuk begitu saja tanpa izin.“Bagaimana aku bisa tenang, jika yang ada di dalam sana adalah kakakku. Kakak tiriku yang telah dinyatakan telah meninggal beberapa bulan yang lalu. Aku harus memastikan kalau yang ada di dalam sel tahanan itu adalah orang yang sama.” Zain menatap tajam pada petugas itu. Dari cara pandangnya, Zain menunjukkan keseriusan.“Aku hanya ingin melihatnya, Opsir. Aku ingin memastikannya, itu saja. Aku yakin jika Anda memiliki keluarga yang telah dinyatakan menghilang atau meninggal. Kalian ak
Terakhir Diperbarui: 2023-07-30
Chapter: 97. Mimpi
“Mau apa kamu ke sini? Apa belum puas kalian menyakitiku? Belum puaskah kamu sudah mengambil putriku?” Zain menghentikan langkahnya. Benar saja, Rose menatapnya dengan sorot mata yang tajam. Ada banyak luka dan dendam yang tidak bisa dibicarakan secara transparan. “Jika kamu datang hanya untuk menyakitiku, maka kamu datang di waktu yang tidak tepat. Pergilah dari hadapanku!” Rose telah mengusirnya dengan cara yang tidak hormat.“Dengarkan dulu, Rose! Aku mohon,” Zain mencoba untuk bisa mendapatkan kesempatan kembali. Tapi sayang, Rose sudah terlanjur sangat kecewa kepadanya.“Jangan mendekat!” tunjuk Rose dengan tatapan yang sengit. Rose berusaha untuk menghentikan niat, Zain. Ia sudah muak selalu dicekoki oleh janji manis yang tidak berujung. “Kalian berdua sama saja,” gumamnya sambil melengos. Zain menghentikan langkahnya, ia memiringkan kepala dengan dahi yang berkerut. “Apa maksudmu, Rose? Siapa yang kamu samakan denganku? Apa yang kamu bicarakan saat ini adalah dokter, Frans?
Terakhir Diperbarui: 2023-07-29
Chapter: 96. Datang Untuk Menyakiti
“Apa kamu sudah tidak laku? Sampai dirimu merebutnya dariku?” Kalimat itu, masih diingatnya dengan baik. Ia menatap dokter Frans dengan menitikkan air mata. Ucapan dokter Rhea Zalina kala itu, membuat Rose melayangkan sebuah tamparan yang cukup keras. Ia tidak bermaksud merebut siapapun, hingga terjadi miss komunikasi di antara keduanya.“Dokter ….” Rose memanggilnya berulang kali setelah ia mengusap titik embun di sudut kelopak matanya.Dokter Frans terkesiap, ia menoleh ke arah Rose yang menatapnya dengan bola mata berkaca-kaca. Tujuannya menyusul ke Australia untuk membebaskan Rose dari segala tuduhan, ia sangat yakin jika perempuan itu tidak bersalah meski sifatnya sedikit keras kepala. Tapi apa yang didapatinya setelah sampai di tujuan? Perempuan itu seperti telah menolaknya mentah-mentah.“I-Iya, maafkan aku. Tidak seharusnya aku berada di sini, aku hanya ….”“Terima kasih banyak, Dok. Dokter telah menyelamatkan hidupku untuk yang kedua kalinya.” Rose menyela ucapan dokter, Fr
Terakhir Diperbarui: 2023-07-28
Chapter: 95. Potongan Memori Yang Hilang
“A-Ampun! Tolong ampuni saya!” Alex mencoba untuk bangkit, tapi ia kesulitan. Kerumunan itu tiba-tiba terbentuk dengan sendirinya. Rose dan Alex sudah berada di dalam lingkaran. Rose mengambil alih kembali, ia melayangkan bogem mentahnya pada Alex.“Hei ….! Berhenti! Apa yang sedang kalian lakukan, hah?! Bukankah kalian itu seharusnya saling menyemangati demi kepulanganmu Nona.” Salah satu petugas itu pun menyusup masuk ke dalam lingkaran. Ia melihat ada dua orang tengah adu kekuatan di antara tahanan yang lain.“Huuu ….” suara sorak sorai disertai tepuk tangan menggema di seluruh ruangan. Mereka berkumpul di satu titik yang dianggap sangat menarik. Bagi mereka, sudah lama tidak ada tontonan yang membuat mereka terlihat sangat bergairah seperti saat ini. Apalagi posisi Rose yang berada di atas tubuh, Alex. Para tahanan itu semakin memberinya semangat untuk meneruskan aksi heroiknya.“Apa-apaan kau ini, Nona?! Ikutlah denganku!” tarik salah satu petugas yang sudah menggenggam erat le
Terakhir Diperbarui: 2023-07-27
Chapter: 94. Jangan Menyebut Namanya!
“Suster, tenanglah ….!” dokter Frans berusaha mencegah agar suster Karina menghentikan aksinya. “Tiba-tiba mataku sakit saat melihat suster mondar mandir seperti layangan putus,” ujar dokter Frans dengan menghembuskan napasnya dengan perlahan. Sepertinya ucapan dokter Frans sangat manjur, suster Karina langsung menghentikan aksinya. Ia memandang dokter Frans dengan tatapan yang — entah. “Apa ….?” ia memiringkan wajahnya sedikit. Suster Karina merasa aneh dengan apa yang diucapkan oleh dokter, Frans. Apa benar dokter Frans saat ini sedang sakit mata? Bisa-bisa rencana kepergian mereka gagal hanya karena sakit mata. “Eh, apa-apaan ini, Sus? Apa yang kamu lakukan, hah ….?” tanya dokter Frans yang menyadari jika suster Karina mendekat padanya hanya berjarak sepuluh sentimeter. “Dokter sakit ….? Apa perlu saya ambilkan obat? Kalau sedang sakit mata, jangan dibiarkan begitu saja! Bisa semakin bahaya nantinya, Dok.” Ujar gadis perawat itu memberikan sebuah penjelasan. “Ish, apa sih, S
Terakhir Diperbarui: 2023-07-26
Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder

Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder

"Aku bukan saudaramu, bahkan darah kita pun berbeda. Persetan dengan mereka yang selalu membandingkan aku denganmu. Aku bukan adik kandungmu, Marissa! Kau tahu itu bukan ....?" Teriakan dari Joanna membuat kelopak mata Marissa terbuka lebar. Ia tidak menyangka, jika gadis yang selama ini dianggapnya sebagai saudara sendiri itu telah menikamnya dari belakang. Mampukah Marissa menjaga amanah dari kedua keluarga yang telah menyatukan keduanya sebagai saudara angkat? Sedangkan di sisi lain, Joanna telah mengkhianati Marissa dengan merebut tunangannya, Kevin. "Aku telah hamil dan ini adalah anak, Kevin." Ujar Joanna yang tidak memperdulikan perasaan Marissa. Marissa terpaku, sekujur tubuhnya gemetar saat membawa sebuah dokumen perusahaan yang entah sejak kapan berpindah tangan ke kubu sang adik. Yuk! Baca kisah perseteruan antara dua saudara angkat ini. Jangan sampai terlewat tiap babnya!
Baca
Chapter: 124. LIFE MUST GO ON
​Siang Hari, Apartemen Joanna​Joanna yang sedang merayakan kemenangan kecilnya, terkejut ketika pintu apartemennya digedor. Dia ditangkap tak lama setelah Kevin, sebagai istri yang tidak pernah diakui sekaligus kaki tangan utama dalam manipulasi data.​Dalam beberapa jam, nama Kevin dan Joanna menjadi berita utama di seluruh dunia, bukan sebagai pengusaha sukses, tetapi sebagai penjahat kelas dunia. Bursa Efek menangguhkan perdagangan saham VantaCorp, dan penyelidikan pun resmi dimulai.​Dua Bulan Kemudian, Pagi Hari yang Cerah​Marissa duduk di balkon apartemen mereka, menghirup udara segar. Di sampingnya, berita pagi di tablet menampilkan headline terakhir:​Keputusan Akhir: Kevin dan Joanna Dinyatakan Bersalah atas Tuduhan Federal, Dijatuhi Hukuman Penjara Berat.​Kevin dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena penipuan sekuritas dan manipulasi data yang mengakibatkan kerugian investor bernilai miliaran. Joanna, sebagai kaki tangan utama dalam manipulasi data internal, merebut peru
Terakhir Diperbarui: 2025-12-15
Chapter: 123. PEMBALASAN UNTUK MENGAKHIRI DENDAM
​Pukul 11:00 Pagi, Markas Genovua Tech​Deniz memarkir mobilnya dengan kasar dan langsung menuju kantornya. Dia melewati ruang-ruang kerja yang penuh dengan timnya yang bersemangat, tetapi pikirannya tertuju pada satu hal—pembalasan.​Dia bukan lagi Deniz yang percaya pada etika bisnis yang bersih. Kevin telah mengajarinya pelajaran yang brutal, bahwa benteng pribadi adalah titik terlemah. Sekarang dia akan meruntuhkan seluruh kemunafikan Kevin, satu demi satu.​Deniz memanggil kepala keamanan dan Kepala Tim Analisis Datanya, Tuan Hadi, untuk rapat darurat.​“Tuan Hadi, saya ingin Anda membuka kembali semua file, setiap data, dan setiap transaksi yang berkaitan dengan merger Genovua Tech dan VantaCorp beberapa tahun yang lalu,” perintah Deniz, matanya memancarkan ketegasan yang tak terbantahkan. “Fokus pada semua akuisisi Kevin, terutama yang ada di luar negeri. Saya tidak mencari kesalahan akuntansi, saya mencari pencucian uang dan penipuan saham.”​Tuan Hadi mengerutkan kening. “Itu
Terakhir Diperbarui: 2025-12-15
Chapter: 122. MEREBUT KEMBALI POSISIKU
​Tiga Minggu Kemudian, Galeri Seni Kontemporer​Udara di Galeri Seni Kontemporer terasa dingin dan mewah, beraroma anggur putih dan parfum mahal. Ratusan tamu berpakaian elegan membanjiri aula, mata mereka menyapu karya-karya yang dipajang. Ini adalah acara pembukaan pameran seni bergengsi yang menampilkan seniman-seniman yang sedang naik daun dari seluruh Asia.​Di tengah hiruk pikuk itu, berdiri Marissa Sawyer. Ia tampak memukau dalam gaun malam berwarna gelap. Namun, perhatiannya tertuju pada tiga lukisan besar yang tergantung di dinding utama—karya-karyanya. Lukisan abstrak yang dipenuhi dengan warna-warna berani dan emosi mentah, mewakili perjalanan pribadinya dari kegelapan menuju harapan.​Deniz berdiri di sampingnya, memegang tangan istrinya erat-erat. Wajahnya berseri-seri bangga.​“Kau luar biasa, Sayang,” bisik Deniz di telinga Marissa. “Lihat, semua orang mencintai karya-karyamu.”​Deniz memang sedang berada di puncak. Genovua Tech telah pindah ke kantor baru yang berkilau
Terakhir Diperbarui: 2025-12-15
Chapter: 121. SERANGAN DI TITIK TERLEMAH
Beberapa Jam Kemudian, Kantor Genovua Tech​Genovua Tech adalah anak perusahaan yang terlupakan, terletak di lantai paling bawah sebuah gedung tua milik perusahaan induk. Begitu masuk, Anda akan disambut oleh aroma kopi basi, debu di sudut-sudut, dan suara kipas komputer yang berisik.​Namun, di sore hari itu, aura tempat tersebut berubah total.​Deniz berdiri di tengah ruangan kecil itu, dikelilingi oleh sekitar dua puluh insinyur muda dan desainer yang tampak kelelahan namun bersemangat. Mereka adalah tim Genovua Tech—tim yang selama ini bekerja dalam bayang-bayang tanpa dana yang cukup, tetapi memiliki ide-ide inovatif tentang teknologi green energy dan sistem smart-grid.​“Selamat pagi,” sapa Deniz, suaranya tenang namun penuh otoritas. Ia sudah berganti pakaian menjadi kemeja kasual yang lebih santai.​“Tuan Deniz,” sapa pemimpin tim, seorang wanita bernama Luna, dengan wajah terkejut. Mereka tidak menyangka sang CEO akan datang secepat ini.​“Mulai hari ini, Genovua Tech bukan l
Terakhir Diperbarui: 2025-12-12
Chapter: 120. RENCANA KEVIN DI BALIK KEBAHAGIAAN MARISSA
​Apartemen, Pukul 07:00 Malam​Setelah badai emosi berlalu, keheningan yang penuh kebahagiaan menyelimuti kamar. Deniz tidak lagi mengenakan jas biru mudanya. Ia hanya memakai kaos putih dan celana piyama, duduk di tepi ranjang sambil memeluk Marissa yang bersandar di bahunya. Kotak mint itu tergeletak di karpet, terlupakan, digantikan oleh kenyataan yang jauh lebih berharga.​“Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal?” tanya Deniz lembut, mengelus rambut Marissa.​Marissa mendongak, matanya masih sedikit bengkak karena tangisan bahagia. “Aku menunggu saat yang tepat, Mas. Aku nggak mau membebani pikiranmu dengan ini saat kamu sedang berjuang di kantor.”​Deniz mencium keningnya. “Sayang, kamu adalah alasan aku berjuang. Kamu bukan beban. Kamu adalah rumahku yang sesungguhnya.”​Ia kemudian bangkit. “Aku harus melakukan sesuatu. Kabar gembira ini butuh perayaan besar.”​“Tapi, Mas,”​”Sttt… aku nggak mau dengar alasan apa pun.”​Deniz meraih ponselnya dan mengirim pesan singkat.​Li
Terakhir Diperbarui: 2025-12-08
Chapter: 119. CAHAYA BARU
Kantor, Pukul 11:30 Pagi ​Ruang rapat direksi terasa seperti arena gladiator modern. Lampu kristal di langit-langit memantul pada permukaan meja mahoni yang mengkilap, menciptakan siluet tajam bagi 12 pasang mata yang menatap Deniz. Mereka adalah para veteran bisnis, pemegang saham yang kuat, dan juga para opportunist yang sigap dan tanggap jika terjadi bahaya sekecil apa pun. ​Kevin tidak hadir, tetapi kehadirannya terasa melalui ketegangan yang menggantung. “Dasar pecundang,” gumam Deniz. ​Deniz berdiri di ujung meja, menyandarkan tangan di permukaan meja. Tidak ada proyektor, tidak ada PowerPoint. Hanya dia, dan ketenangannya. Jas biru mudanya terlihat mencolok di antara setelan abu-abu tua dan hitam. Ia membiarkan keheningan itu berlarut selama beberapa detik, membiarkan detak jam dinding seolah menjadi hitungan mundur. ​“Selamat siang. Saya tahu mengapa kita semua ada di sini,” Deniz memulai, suaranya pelan tapi menusuk, “Kecemasan. Sebuah emosi yang disebarkan dengan sangat
Terakhir Diperbarui: 2025-11-29
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status