Masuk"Aku bukan saudaramu, bahkan darah kita pun berbeda. Persetan dengan mereka yang selalu membandingkan aku denganmu. Aku bukan adik kandungmu, Marissa! Kau tahu itu bukan ....?" Teriakan dari Joanna membuat kelopak mata Marissa terbuka lebar. Ia tidak menyangka, jika gadis yang selama ini dianggapnya sebagai saudara sendiri itu telah menikamnya dari belakang. Mampukah Marissa menjaga amanah dari kedua keluarga yang telah menyatukan keduanya sebagai saudara angkat? Sedangkan di sisi lain, Joanna telah mengkhianati Marissa dengan merebut tunangannya, Kevin. "Aku telah hamil dan ini adalah anak, Kevin." Ujar Joanna yang tidak memperdulikan perasaan Marissa. Marissa terpaku, sekujur tubuhnya gemetar saat membawa sebuah dokumen perusahaan yang entah sejak kapan berpindah tangan ke kubu sang adik. Yuk! Baca kisah perseteruan antara dua saudara angkat ini. Jangan sampai terlewat tiap babnya!
Lihat lebih banyakSiang Hari, Apartemen JoannaJoanna yang sedang merayakan kemenangan kecilnya, terkejut ketika pintu apartemennya digedor. Dia ditangkap tak lama setelah Kevin, sebagai istri yang tidak pernah diakui sekaligus kaki tangan utama dalam manipulasi data.Dalam beberapa jam, nama Kevin dan Joanna menjadi berita utama di seluruh dunia, bukan sebagai pengusaha sukses, tetapi sebagai penjahat kelas dunia. Bursa Efek menangguhkan perdagangan saham VantaCorp, dan penyelidikan pun resmi dimulai.Dua Bulan Kemudian, Pagi Hari yang CerahMarissa duduk di balkon apartemen mereka, menghirup udara segar. Di sampingnya, berita pagi di tablet menampilkan headline terakhir:Keputusan Akhir: Kevin dan Joanna Dinyatakan Bersalah atas Tuduhan Federal, Dijatuhi Hukuman Penjara Berat.Kevin dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena penipuan sekuritas dan manipulasi data yang mengakibatkan kerugian investor bernilai miliaran. Joanna, sebagai kaki tangan utama dalam manipulasi data internal, merebut peru
Pukul 11:00 Pagi, Markas Genovua TechDeniz memarkir mobilnya dengan kasar dan langsung menuju kantornya. Dia melewati ruang-ruang kerja yang penuh dengan timnya yang bersemangat, tetapi pikirannya tertuju pada satu hal—pembalasan.Dia bukan lagi Deniz yang percaya pada etika bisnis yang bersih. Kevin telah mengajarinya pelajaran yang brutal, bahwa benteng pribadi adalah titik terlemah. Sekarang dia akan meruntuhkan seluruh kemunafikan Kevin, satu demi satu.Deniz memanggil kepala keamanan dan Kepala Tim Analisis Datanya, Tuan Hadi, untuk rapat darurat.“Tuan Hadi, saya ingin Anda membuka kembali semua file, setiap data, dan setiap transaksi yang berkaitan dengan merger Genovua Tech dan VantaCorp beberapa tahun yang lalu,” perintah Deniz, matanya memancarkan ketegasan yang tak terbantahkan. “Fokus pada semua akuisisi Kevin, terutama yang ada di luar negeri. Saya tidak mencari kesalahan akuntansi, saya mencari pencucian uang dan penipuan saham.”Tuan Hadi mengerutkan kening. “Itu
Tiga Minggu Kemudian, Galeri Seni KontemporerUdara di Galeri Seni Kontemporer terasa dingin dan mewah, beraroma anggur putih dan parfum mahal. Ratusan tamu berpakaian elegan membanjiri aula, mata mereka menyapu karya-karya yang dipajang. Ini adalah acara pembukaan pameran seni bergengsi yang menampilkan seniman-seniman yang sedang naik daun dari seluruh Asia.Di tengah hiruk pikuk itu, berdiri Marissa Sawyer. Ia tampak memukau dalam gaun malam berwarna gelap. Namun, perhatiannya tertuju pada tiga lukisan besar yang tergantung di dinding utama—karya-karyanya. Lukisan abstrak yang dipenuhi dengan warna-warna berani dan emosi mentah, mewakili perjalanan pribadinya dari kegelapan menuju harapan.Deniz berdiri di sampingnya, memegang tangan istrinya erat-erat. Wajahnya berseri-seri bangga.“Kau luar biasa, Sayang,” bisik Deniz di telinga Marissa. “Lihat, semua orang mencintai karya-karyamu.”Deniz memang sedang berada di puncak. Genovua Tech telah pindah ke kantor baru yang berkilau
Beberapa Jam Kemudian, Kantor Genovua TechGenovua Tech adalah anak perusahaan yang terlupakan, terletak di lantai paling bawah sebuah gedung tua milik perusahaan induk. Begitu masuk, Anda akan disambut oleh aroma kopi basi, debu di sudut-sudut, dan suara kipas komputer yang berisik.Namun, di sore hari itu, aura tempat tersebut berubah total.Deniz berdiri di tengah ruangan kecil itu, dikelilingi oleh sekitar dua puluh insinyur muda dan desainer yang tampak kelelahan namun bersemangat. Mereka adalah tim Genovua Tech—tim yang selama ini bekerja dalam bayang-bayang tanpa dana yang cukup, tetapi memiliki ide-ide inovatif tentang teknologi green energy dan sistem smart-grid.“Selamat pagi,” sapa Deniz, suaranya tenang namun penuh otoritas. Ia sudah berganti pakaian menjadi kemeja kasual yang lebih santai.“Tuan Deniz,” sapa pemimpin tim, seorang wanita bernama Luna, dengan wajah terkejut. Mereka tidak menyangka sang CEO akan datang secepat ini.“Mulai hari ini, Genovua Tech bukan l
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.