
Taruhan Dengan Ceo Muda
"Mau bertaruh?"
Bagi Verlyn, perjodohan ini bukan sekadar ikatan keluarga, melainkan kesempatan untuk memiliki Kayn sepenuhnya. Meski ia tahu pria itu memiliki kekasih rahasia dan menganggapnya sebagai pengganggu, Verlyn tidak ragu melontarkan sebuah penawaran berbahaya.
Sebuah taruhan sederhana dengan taruhan harga diri: Siapa yang jatuh cinta atau menyerah lebih dulu, dialah yang kalah. Sang pemenang berhak meminta apa pun, tanpa pengecualian.
Kayn menerima taruhan konyol itu demi satu tujuan: membuat Verlyn menyerah dan membebaskan dirinya dari perjodohan ini. Namun, ketika garis antara pura-pura dan perasaan yang sebenarnya mulai kabur, taruhan tersebut justru menjadi jebakan bagi mereka berdua.
Di tengah konspirasi keluarga, rahasia silsilah yang mengancam, dan perebutan takhta yang kian memanas, bisakah Verlyn mempertahankan raga sekaligus memenangkan hati Kayn? Atau justru Kayn yang berhasil memaksa Verlyn berlutut dalam kekalahan dan pergi selamanya?
[Season 3 sudah tiba!]
Read
Chapter: Bab 206 Season 3Seusai keluar dari ruang kerja sang ayah dengan dada yang masih terasa sesak, Verlyn berniat langsung kembali ke ruangannya. Namun, suara Kaze dari ambang pintu menahan langkahnya. "Verlyn, sekalian tolong kau mampir ke kantor Vyntie Group siang ini. Ambil berkas adendum kerja sama yang harus ditandatangani," pinta Kaze santai. Verlyn mendadak menghentikan langkah. Ia memutar badan, menatap ayahnya dengan raut keberatan yang tidak bisa ditutupi. "Bukannya Ayah ada janji bertemu dengan Om Khalix siang nanti? Kenapa tidak Ayah saja yang mengambilnya langsung?" tolak Verlyn pelan, berusaha menghindari pertemuan dengan Kayn. Kaze mengibaskan tangan. "Ayah dan Khalix bertemu di restoran luar, bukan di kantor Vyntie. Lagi pula, dokumen itu harus ada di meja Ayah sebelum sore. Kamu saja yang ke sana." Verlyn memutar bola matanya pasrah. Mau tidak mau, ia harus mengalah. "Baiklah, Ayah." Setenga
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: Bab 205 Season 3Peninjauan sektor selatan berjalan sangat lancar hingga menjelang siang. Seluruh draf kerja sama tiga pihak akhirnya resmi ditandatangani di kantor representatif Florest Group cabang Chicago."Dengan ini, seluruh peninjauan lapangan resmi selesai. Selamat sekali lagi atas kerja sama kita semua, Nona Verlyn, Tuan Kayn," ujar Steven penuh kehangatan seraya menjabat erat tangan Verlyn, lalu beralih menyalami Kayn."Terima kasih, Tuan Steven. Vyntie Group akan langsung memproses tahap konstruksi awal minggu depan," balas Kayn formal dan tenang.Steven melirik jam tangannya, lalu menatap Verlyn ramah. "Verlyn, karena urusan kita di sini sudah rampung, aku tidak ikut terbang kembali hari ini. Aku masih harus menetap beberapa hari di Chicago untuk mengurus operasional internal Florest."Verlyn mengangguk mengerti. "Baiklah, Steven. Terima kasih banyak atas sambutan dan koordinasinya selama kami di sini.""Sama-sama. Hati-hati di jalan untu
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: Bab 204 Season 3Badai salju di luar vila masih meraung memukul kaca jendela. Namun di dalam kamar Verlyn, udara hangat dari pemanas ruangan perlahan menyapu dingin yang tersisa. Kayn melangkah masuk setelah berganti kaus tebal berwarna hitam. Rambutnya masih sedikit basah seusai mandi, langkah kakinya menghampiri tempat tidur. Ia menarik kursi kayu ke dekat kasur, lalu mendudukinya tanpa ragu. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kayn kembali meraih telapak tangan Verlyn yang masih kaku. Ia menggosok dan meremas jemari wanita itu di antara kedua telapak tangannya sendiri. Verlyn mendongak pelan dari balik bantal, menatap Kayn dari sela selimut tebal. "Kayn... kembali saja ke kamarmu," bisik Verlyn lirih, suaranya parau dan tercekat hawa dingin. "Kamu juga butuh istirahat. Aku sudah merasa lebih baik." Kayn tidak bergeming dari duduknya. Posisinya tetap tegap di sisi kasur. Ia menatap Verlyn dengan raut yang tenang.
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: Bab 203 Season 3Di dalam pos pemantau yang hangat dan terlindung dari terpaan angin dingin Chicago, ketiganya kembali bergelut dengan lembar kerja. Namun, atmosfer di dalam ruang terbatas itu terasa jauh lebih intens dibanding sebelumnya.Verlyn mendudukkan diri di dekat meja kayu, sementara Fayyara sigap menyodorkan segelas air hangat."Bagaimana evaluasi untuk jalur logistik sektor barat?" tanya Steven memecah keheningan, menatap Verlyn penuh perhatian. "Kalau ada bagian yang mengganjal, kita bisa langsung revisi bersama tim teknis sore ini juga."Verlyn menggeleng pelan, meneguk air hangat untuk menetralkan tenggorokannya yang terasa kering. "Secara keseluruhan sudah bagus, Ven. Sektor barat tak ada masalah pelik. Cuma kita butuh kepastian soal kapasitas maksimal gudang penyimpanan utama dari pihak Vyntie Group."Kayn yang berdiri tak jauh dari meja langsung melangkah mendekat. Pria itu meletakkan map transparan berisi data kalkulasi terbaru di atas meja,
Last Updated: 2026-08-26
Chapter: Bab 202 Season 3Perjalanan belasan jam menuju Chicago ternyata jauh lebih menguras tenaga batin Verlyn daripada menumpuknya urusan berkas audit mana pun.Di dalam kabin business class, persaingan terselubung antara dua pria di sisinya membuat suasana terasa makin canggung. Begitu pramugari datang menawarkan menu makan siang, Kayn dan Steven merespons hampir di saat bersamaan."Nona Verlyn menyukai olahan daging panggang saus krim, tolong siapkan satu porsi," potong Kayn santai, seolah ia masih hapal luar kepala selera mantan tunangannya itu."Dan tolong tambahkan teh chamomile hangat tanpa gula," timpal Steven tak mau kalah. Ia memberi senyum ramah pada pramugari seraya menambahkan, "Verlyn harus minum itu kalau terbang jauh supaya bisa istirahat."Verlyn memijat pelipisnya pelan, lalu menghela napas menatap kedua pria itu bergantian. "Saya bisa pesan makanan saya sendiri, Tuan-tuan. Terima kasih."Ketegangan halus itu berlanjut sampai pesawat mend
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: Bab 201 Season 3Diskusi awal mengenai proyek distribusi internasional akhirnya berlanjut ke agenda paling krusial: peninjauan langsung ke kawasan industri Florest Group di Chicago.Siang itu, Verlyn, Steven, dan Kayn kembali berkumpul di ruang rapat Kizen Group untuk mematangkan jadwal. Peta lokasi kawasan industri di Chicago beserta draf penerbangan sudah terbentang rapi di atas meja."Semua agenda peninjauan di Chicago sudah disiapkan untuk lusa," kata Steven sambil mengetuk layar tabletnya. "Pihak Florest di sana juga sudah mengatur akomodasi dan kendaraan operasional kita."Verlyn mengangguk pelan, jemarinya sigap mencatat poin-poin penting di buku agendanya. "Baguslah. Semakin cepat peninjauan selesai, draf akhir bisa makin cepat kita tandatangani."Kayn yang duduk tepat di seberang mereka, mencermati lembar jadwal penerbangan sejenak sebelum angkat bicara."Mengingat perjalanan ke Chicago memakan waktu cukup lama dan agenda kita sangat padat,
Last Updated: 2026-08-24