Share

Bab 205 Season 3

Author: Yuri
last update publish date: 2026-08-28 09:56:41

​Peninjauan sektor selatan berjalan sangat lancar hingga menjelang siang. Seluruh draf kerja sama tiga pihak akhirnya resmi ditandatangani di kantor representatif Florest Group cabang Chicago.

​"Dengan ini, seluruh peninjauan lapangan resmi selesai. Selamat sekali lagi atas kerja sama kita semua, Nona Verlyn, Tuan Kayn," ujar Steven penuh kehangatan seraya menjabat erat tangan Verlyn, lalu beralih menyalami Kayn.

​"Terima kasih, Tuan Steven. Vyntie Group akan langsung mempro
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab Ekstra! 5

    ​Sore yang tenang diselimuti hembusan angin sejuk. Di sudut sebuah kafe bernuansa rustic-cozy tak jauh dari pusat kota, Steven duduk sendirian di dekat jendela kaca besar. Di hadapannya, secangkir Americano panas yang mulai mendingin terbiarkan begitu saja.​Mata Steven menatap santai ke arah lalu lintas jalanan. Di usianya yang makin matang dan sukses secara karier, kehidupan pribadinya terasa begitu datar. Teman-temannya sudah berkeluarga—bahkan Kayn kini sedang menikmati indahnya kehidupan bersama Verlyn dan anak-anak mereka.​Steven menghela napas pelan, menyandarkan punggungnya di kursi. Bukan ia tak mau membuka hati, tapi selama ini belum ada wanita yang benar-benar menarik perhatiannya. Sosok wanita ideal dalam benaknya terlalu spesifik—seorang wanita yang punya keteguhan, sikap ramah, dan keanggunan alami.​Prak!​"A-ah! Maafkan saya! Maafkan saya, Tuan!"​Suara denting piring kecil dan nada panik halus memecah lamunan Steven. Ia spontan menoleh ke sampin

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab Esktra! 4

    ​Suasana gedung Kizen Group siang itu tampak sibuk seperti biasa. Di lantai teratas, Verlyn terlihat anggun berbalut blazer bernuansa pastel modern. Ia sedang fokus memeriksa beberapa berkas di meja kerjanya saat pintu ruangan terdorong pelan.​Seorang anak perempuan berusia lima tahun dengan rambut kuning cerah bergelombang dan mata cokelat muda melangkah masuk sambil memeluk buku gambarnya.​"Tante Verlyn..." panggil anak kecil itu pelan.​Verlyn seketika mendongak. Senyum hangat langsung terulas di wajah cantiknya.​"Raina! Sudah pulang sekolah, Sayang?" sapa Verlyn lembut. Ia segera beranjak dari mejanya dan menghampiri putri kecil dari Rainon dan Fayyara tersebut.​Raina mengangguk pelan. "Sudah, Tante. Mama bilang Raina tunggu di ruangan Tante Verlyn sebentar."​"Tentu saja boleh, dong," sahut Verlyn manis seraya mengusap lembut rambut kuning Raina. Ia membimbing Raina duduk di sofa empuk ruang kerjanya. "Tante minta bagian dapur buatkan susu hangat sama kue cokelat buat Raina,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab Ekstra! 3

    ​Malam kian larut di kediaman Viondra-Alreo. Setelah sesi makan malam yang ceria, Kak Ace, Kak Selvania, dan Delcina telah berpamitan pulang. Venzo dan Kayneryn yang kelelahan setelah seharian bermain pun sudah tertidur lelap di kamar masing-masing di bawah pengawasan pengasuh.​Mansion megah itu kini diselimuti ketenangan yang nyaman.​Verlyn melangkah pelan memasuki kamar utama mereka setelah memastikan kedua buah hatinya menyelimuti diri dengan baik. Ia mengembuskan napas lega, menyanggul asal rambut krem cantiknya seraya meregangkan otot-otot tubuhnya yang sedikit pegal.​Namun, begitu melangkah lebih dalam melewati foyer pribadi kamar, langkah kaki Verlyn terhenti.​Suasana kamar tidur utama mereka malam ini terasa berbeda dari biasanya. Lampu utama dipadamkan, menyisakan pencahayaan lampu dinding bernuansa emas yang redup dan romantis. Kelopak mawar putih kesukaannya tersebar rapi di sepanjang karpet menuju pintu kaca balkon yang terbuka sedikit, membiarkan hembusan angin malam

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab Ekstra! 2

    Pintu jati raksasa mansion Viondra-Alreo terdorong terbuka. Wangi lembut teh chamomile dan aroma kue krispi yang baru dipanggang langsung menyapa begitu mereka melangkah masuk ke dalam foyer bernuansa gothic-modern yang megah. ​"Bunda! Tante Delcina sama Paman Ace dan Bibi Selvania sudah sampai!" seru Venzo heboh seraya melepaskan gandengan Delcina dan berlari kecil menuju ruang keluarga utama. ​Di ruang keluarga yang nyaman dengan perapian bernuansa emas, Verlyn tampak berdiri anggun mengenakan gaun santai berwarna gading. Rambut krem cantiknya disanggul longgar dengan beberapa helai membingkai wajahnya yang sama sekali tidak memudar—malah makin memancarkan pesona matang seorang ibu dan Nyonya Besar Viondra-Alreo. ​Verlyn memutar tubuhnya, mengulas senyum manis dan hangat saat melihat kedatangan para tamunya. ​"Kalian sudah sampai!" sapa Verlyn gembira. Ia melangkah mendekat, memberikan pelukan hang

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab Ekstra! 1

    ​10 Tahun Kemudian ​Langkah-langkah kecil berderak menyapu rumput hijau di halaman depan kediaman megah itu. Sore yang hangat diiringi hembusan angin sepoi-sepoi membuat suasana taman terasa begitu hidup. Di tengah luasnya taman yang dipenuhi hamparan bunga berwarna-warni, seorang wanita paruh baya berpenampilan rapi—pengasuh kepercayaan keluarga Viondra-Alreo, tampak sigap mengawasi dari dekat sambil memegang handuk kecil dan botol minum anak-anak. ​Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun berlarian ke sana kemari dengan tawa riang. Gerakannya yang lincah serta senyumnya yang lepas dan hangat mencerminkan karakter sang bunda. Rambut krem cerahnya memantulkan sinar matahari sore saat ia keasyikan mengejar bola sendirian di tengah padang rumput. ​"Ayolah, Kayneryn! Kamu jalan santai banget, sih? Sini ikutan lari!" seru anak laki-laki itu dari tengah taman, menghentikan langkahnya sejenak sambil melambaikan tangan heboh. ​Sangat bertolak belakang dengannya, sang adik yang ba

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 256 Season 3 [End]

    ​Verlyn masih berdiri ragu di depan cermin besar kamar mandi. Ia menatap pantulan dirinya yang mengenakan gaun tidur satin hijau sage bertali tipis dengan potongan terbuka di bagian samping. Aksen tali-tali yang bersilang di pinggangnya memperlihatkan kulit mulusnya dengan sangat jelas.​"Apa aku terlalu berlebihan, ya?" gumam Verlyn pelan seraya merapikan tali tipis di bahunya. Wajahnya makin merona merah. "Ini... kayaknya terlalu terbuka..."​Namun, Verlyn tak ingin membuat Kayn menunggu lebih lama lagi di luar. Mengingat Kayn sudah selesai mandi lebih dulu di kamar mandi luar, Verlyn akhirnya menarik napas panjang, menguatkan keberaniannya, lalu memutar gagang pintu.​Pintu kamar mandi terbuka perlahan. Langkah kaki Verlyn terasa begitu pelan saat melangkah keluar.​Di sudut kamar yang diterangi lampu temaram, Kayn sedang duduk santai di tepi ranjang. Pria itu mengenakan celana pendek di atas lutut dan kemeja tidur yang dibiarkan terbuka, menampilkan dada bidangny

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status