LOGIN"Mau bertaruh?" Bagi Verlyn, perjodohan ini bukan sekadar ikatan keluarga, melainkan kesempatan untuk memiliki Kayn sepenuhnya. Meski ia tahu pria itu memiliki kekasih rahasia dan menganggapnya sebagai pengganggu, Verlyn tidak ragu melontarkan sebuah penawaran berbahaya. Sebuah taruhan sederhana dengan taruhan harga diri: Siapa yang jatuh cinta atau menyerah lebih dulu, dialah yang kalah. Sang pemenang berhak meminta apa pun, tanpa pengecualian. Kayn menerima taruhan konyol itu demi satu tujuan: membuat Verlyn menyerah dan membebaskan dirinya dari perjodohan ini. Namun, ketika garis antara pura-pura dan perasaan yang sebenarnya mulai kabur, taruhan tersebut justru menjadi jebakan bagi mereka berdua. Di tengah konspirasi keluarga, rahasia silsilah yang mengancam, dan perebutan takhta yang kian memanas, bisakah Verlyn mempertahankan raga sekaligus memenangkan hati Kayn? Atau justru Kayn yang berhasil memaksa Verlyn berlutut dalam kekalahan dan pergi selamanya? [Season 3 sudah tiba!]
View MorePeninjauan sektor selatan berjalan sangat lancar hingga menjelang siang. Seluruh draf kerja sama tiga pihak akhirnya resmi ditandatangani di kantor representatif Florest Group cabang Chicago."Dengan ini, seluruh peninjauan lapangan resmi selesai. Selamat sekali lagi atas kerja sama kita semua, Nona Verlyn, Tuan Kayn," ujar Steven penuh kehangatan seraya menjabat erat tangan Verlyn, lalu beralih menyalami Kayn."Terima kasih, Tuan Steven. Vyntie Group akan langsung memproses tahap konstruksi awal minggu depan," balas Kayn formal dan tenang.Steven melirik jam tangannya, lalu menatap Verlyn ramah. "Verlyn, karena urusan kita di sini sudah rampung, aku tidak ikut terbang kembali hari ini. Aku masih harus menetap beberapa hari di Chicago untuk mengurus operasional internal Florest."Verlyn mengangguk mengerti. "Baiklah, Steven. Terima kasih banyak atas sambutan dan koordinasinya selama kami di sini.""Sama-sama. Hati-hati di jalan untu
Badai salju di luar vila masih meraung memukul kaca jendela. Namun di dalam kamar Verlyn, udara hangat dari pemanas ruangan perlahan menyapu dingin yang tersisa. Kayn melangkah masuk setelah berganti kaus tebal berwarna hitam. Rambutnya masih sedikit basah seusai mandi, langkah kakinya menghampiri tempat tidur. Ia menarik kursi kayu ke dekat kasur, lalu mendudukinya tanpa ragu. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kayn kembali meraih telapak tangan Verlyn yang masih kaku. Ia menggosok dan meremas jemari wanita itu di antara kedua telapak tangannya sendiri. Verlyn mendongak pelan dari balik bantal, menatap Kayn dari sela selimut tebal. "Kayn... kembali saja ke kamarmu," bisik Verlyn lirih, suaranya parau dan tercekat hawa dingin. "Kamu juga butuh istirahat. Aku sudah merasa lebih baik." Kayn tidak bergeming dari duduknya. Posisinya tetap tegap di sisi kasur. Ia menatap Verlyn dengan raut yang tenang.
Di dalam pos pemantau yang hangat dan terlindung dari terpaan angin dingin Chicago, ketiganya kembali bergelut dengan lembar kerja. Namun, atmosfer di dalam ruang terbatas itu terasa jauh lebih intens dibanding sebelumnya.Verlyn mendudukkan diri di dekat meja kayu, sementara Fayyara sigap menyodorkan segelas air hangat."Bagaimana evaluasi untuk jalur logistik sektor barat?" tanya Steven memecah keheningan, menatap Verlyn penuh perhatian. "Kalau ada bagian yang mengganjal, kita bisa langsung revisi bersama tim teknis sore ini juga."Verlyn menggeleng pelan, meneguk air hangat untuk menetralkan tenggorokannya yang terasa kering. "Secara keseluruhan sudah bagus, Ven. Sektor barat tak ada masalah pelik. Cuma kita butuh kepastian soal kapasitas maksimal gudang penyimpanan utama dari pihak Vyntie Group."Kayn yang berdiri tak jauh dari meja langsung melangkah mendekat. Pria itu meletakkan map transparan berisi data kalkulasi terbaru di atas meja,
Perjalanan belasan jam menuju Chicago ternyata jauh lebih menguras tenaga batin Verlyn daripada menumpuknya urusan berkas audit mana pun.Di dalam kabin business class, persaingan terselubung antara dua pria di sisinya membuat suasana terasa makin canggung. Begitu pramugari datang menawarkan menu makan siang, Kayn dan Steven merespons hampir di saat bersamaan."Nona Verlyn menyukai olahan daging panggang saus krim, tolong siapkan satu porsi," potong Kayn santai, seolah ia masih hapal luar kepala selera mantan tunangannya itu."Dan tolong tambahkan teh chamomile hangat tanpa gula," timpal Steven tak mau kalah. Ia memberi senyum ramah pada pramugari seraya menambahkan, "Verlyn harus minum itu kalau terbang jauh supaya bisa istirahat."Verlyn memijat pelipisnya pelan, lalu menghela napas menatap kedua pria itu bergantian. "Saya bisa pesan makanan saya sendiri, Tuan-tuan. Terima kasih."Ketegangan halus itu berlanjut sampai pesawat mend
“Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika. “Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal. Ali
"A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja
Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema
Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore