共有

Bab 204 Season 3

作者: Yuri
last update 公開日: 2026-08-27 10:00:57

​Badai salju di luar vila masih meraung memukul kaca jendela. Namun di dalam kamar Verlyn, udara hangat dari pemanas ruangan perlahan menyapu dingin yang tersisa.

​Kayn melangkah masuk setelah berganti kaus tebal berwarna hitam. Rambutnya masih sedikit basah seusai mandi, langkah kakinya menghampiri tempat tidur. Ia menarik kursi kayu ke dekat kasur, lalu mendudukinya tanpa ragu.

​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kayn kembali meraih telapak tangan Verlyn yang mas
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 204 Season 3

    ​Badai salju di luar vila masih meraung memukul kaca jendela. Namun di dalam kamar Verlyn, udara hangat dari pemanas ruangan perlahan menyapu dingin yang tersisa. ​Kayn melangkah masuk setelah berganti kaus tebal berwarna hitam. Rambutnya masih sedikit basah seusai mandi, langkah kakinya menghampiri tempat tidur. Ia menarik kursi kayu ke dekat kasur, lalu mendudukinya tanpa ragu. ​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Kayn kembali meraih telapak tangan Verlyn yang masih kaku. Ia menggosok dan meremas jemari wanita itu di antara kedua telapak tangannya sendiri. ​Verlyn mendongak pelan dari balik bantal, menatap Kayn dari sela selimut tebal. ​"Kayn... kembali saja ke kamarmu," bisik Verlyn lirih, suaranya parau dan tercekat hawa dingin. "Kamu juga butuh istirahat. Aku sudah merasa lebih baik." ​Kayn tidak bergeming dari duduknya. Posisinya tetap tegap di sisi kasur. Ia menatap Verlyn dengan raut yang tenang.

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 203 Season 3

    ​Di dalam pos pemantau yang hangat dan terlindung dari terpaan angin dingin Chicago, ketiganya kembali bergelut dengan lembar kerja. Namun, atmosfer di dalam ruang terbatas itu terasa jauh lebih intens dibanding sebelumnya.​Verlyn mendudukkan diri di dekat meja kayu, sementara Fayyara sigap menyodorkan segelas air hangat.​"Bagaimana evaluasi untuk jalur logistik sektor barat?" tanya Steven memecah keheningan, menatap Verlyn penuh perhatian. "Kalau ada bagian yang mengganjal, kita bisa langsung revisi bersama tim teknis sore ini juga."​Verlyn menggeleng pelan, meneguk air hangat untuk menetralkan tenggorokannya yang terasa kering. "Secara keseluruhan sudah bagus, Ven. Sektor barat tak ada masalah pelik. Cuma kita butuh kepastian soal kapasitas maksimal gudang penyimpanan utama dari pihak Vyntie Group."​Kayn yang berdiri tak jauh dari meja langsung melangkah mendekat. Pria itu meletakkan map transparan berisi data kalkulasi terbaru di atas meja,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 202 Season 3

    ​Perjalanan belasan jam menuju Chicago ternyata jauh lebih menguras tenaga batin Verlyn daripada menumpuknya urusan berkas audit mana pun.​Di dalam kabin business class, persaingan terselubung antara dua pria di sisinya membuat suasana terasa makin canggung. Begitu pramugari datang menawarkan menu makan siang, Kayn dan Steven merespons hampir di saat bersamaan.​"Nona Verlyn menyukai olahan daging panggang saus krim, tolong siapkan satu porsi," potong Kayn santai, seolah ia masih hapal luar kepala selera mantan tunangannya itu.​"Dan tolong tambahkan teh chamomile hangat tanpa gula," timpal Steven tak mau kalah. Ia memberi senyum ramah pada pramugari seraya menambahkan, "Verlyn harus minum itu kalau terbang jauh supaya bisa istirahat."​Verlyn memijat pelipisnya pelan, lalu menghela napas menatap kedua pria itu bergantian. "Saya bisa pesan makanan saya sendiri, Tuan-tuan. Terima kasih."​Ketegangan halus itu berlanjut sampai pesawat mend

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 201 Season 3

    ​Diskusi awal mengenai proyek distribusi internasional akhirnya berlanjut ke agenda paling krusial: peninjauan langsung ke kawasan industri Florest Group di Chicago.​Siang itu, Verlyn, Steven, dan Kayn kembali berkumpul di ruang rapat Kizen Group untuk mematangkan jadwal. Peta lokasi kawasan industri di Chicago beserta draf penerbangan sudah terbentang rapi di atas meja.​"Semua agenda peninjauan di Chicago sudah disiapkan untuk lusa," kata Steven sambil mengetuk layar tabletnya. "Pihak Florest di sana juga sudah mengatur akomodasi dan kendaraan operasional kita."​Verlyn mengangguk pelan, jemarinya sigap mencatat poin-poin penting di buku agendanya. "Baguslah. Semakin cepat peninjauan selesai, draf akhir bisa makin cepat kita tandatangani."​Kayn yang duduk tepat di seberang mereka, mencermati lembar jadwal penerbangan sejenak sebelum angkat bicara.​"Mengingat perjalanan ke Chicago memakan waktu cukup lama dan agenda kita sangat padat,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 200 Season 3

    ​"Dengan ini, poin addendum kerja sama tiga pihak antara Kizen Group, Vyntie Group, dan Florest Group resmi kita sepakati." ​Suara Verlyn mengalun tegas, menutup sesi rapat marathon yang berlangsung hampir dua jam tersebut. Ia menandatangani lembar pengesahan akhir di atas meja marmer, diikuti oleh Steven dan Kayn secara bergantian. ​Meskipun tensi dingin masih tersisa di antara dua pria di depannya, Verlyn bersyukur seluruh pembahasan bisnis tetap berjalan sangat profesional tanpa hambatan teknis sedikit pun. ​"Terima kasih atas kerja samanya, Tuan Kayn," ujar Verlyn formal seraya berdiri dan mengulurkan tangannya. ​Kayn menyambut uluran tangan itu. Genggamannya hangat dan pas, tidak terlalu erat namun cukup mantap. "Terima kasih kembali, Nona Verlyn. Vyntie Group akan segera mengirimkan tim teknis untuk mulai mengeksekusi lapangan mulai minggu depan." ​Kayn lalu beralih menjabat tangan Steven. Kedua pr

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 199 Season 3

    ​Keesokan paginya, suasana di ruang kerja Kayn mendadak kembali tegang saat telepon internal di mejanya berdering. Rainon mengabarkan bahwa sekretaris dari Kizen Group baru saja mengonfirmasi bahwa Nona Verlyn menerima proposal kerja sama tersebut dan mengundang pihak Vyntie Group untuk menghadiri rapat awal pekan ini. ​Kayn menyunggingkan senyum tipis. ​"Siapkan seluruh dokumen pendukung dan jadwal rapatnya, Rainon," perintah Kayn tenang. ​"Baik, Tuan. Rapat dijadwalkan besok jam sepuluh pagi di kantor Kizen Group," jawab Rainon mantap. ​Hari yang ditentukan pun tiba. Ruang rapat utama Kizen Group tampak begitu megah. Di ujung meja marmer, Verlyn sudah duduk anggun memimpin rapat, didampingi oleh Steven yang terbang khusus untuk menghadiri pertemuan penting ini. ​Saat pintu rapat terbuka, Kayn melangkah masuk bersama Rainon. Penampilan Kayn begitu prima dengan setelan jas gelap yang memancarkan aura

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 1 Season 1

    “Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika. “Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal. Ali

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status