Chapter: Bab 6 : Mengalahkan Musuh dengan Satu Gerakan!Bangkit berdiri, Yi Zhenghai memberi isyarat mempersilakan kepada Sun Qifei. Rombongan Keluarga Sun pun mengikuti Sun Qifei keluar, sementara para murid Keluarga Yi berjalan di belakang mereka.“Yi Cong, lumpuhkan bocah itu untukku. Asal jangan sampai mati,” perintah Yi Zhongshan dengan suara rendah saat mereka berada di barisan paling belakang.Yi Cong menyeringai. “Ayah tenang saja. Meski Ayah tidak bilang, aku tetap akan melakukannya.”Menatap punggung Yi Chen yang semakin menjauh, senyum di wajah Yi Cong perlahan berubah dingin. Ia tak pernah menyangka seorang sampah seperti Yi Chen masih bisa punya hari untuk bangkit kembali.Namun, sampah tetaplah sampah kapan pun juga. Yi Cong tak akan pernah membiarkan Yi Chen kembali menginjak kepalanya. Dulu, Yi Chen adalah sosok yang hanya bisa ia pandang dari kejauhan, perasaan tertekan itu sungguh tidak menyenangkan. Karena itu, Yi Cong bertekad membunuh kemungkinan tersebut sejak masih berupa tunas.“Yi Chen, berhati-hatilah.”Begitu kel
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Bab 5: Menjemput Pengantin!“Apa-apaan ini? Gadis bodoh dari keluarga Sun itu mau membawa Yi Chen pulang? Seorang pria ‘dinikahkan’ dengan wanita dan juga wanita bodoh, ini benar-benar hal yang baru.”“Benar. Kepala keluarga sudah menikahkan Yi Chen dengan keluarga Sun. Sampah seperti dia, apa gunanya dibiarkan di keluarga? Lebih baik ditukar dengan sedikit keuntungan.“Hanya saja Sun Rou’er itu benar-benar jelek. Kalau itu aku, meski harus mengebiri diri sendiri, aku tak akan mau menikah dengannya. Kali ini Yi Chen benar-benar sial.”Saat itu, banyak anggota keluarga Yi telah berkumpul di sekitar Aula Tetua. Mereka berbincang keras-keras. Begitu melihat Yi Chen muncul, suara ejekan mereka makin lantang.Di depan Aula Tetua terparkir sebuah tandu pengantin merah menyala. Delapan pengusung tandu berdiri di kedua sisinya.Di depan tandu, seorang wanita mengenakan busana pengantin merah dengan riasan tebal menunggang kuda besar, dialah Sun Rou’er.Seperti biasa, ia tampak dungu. Siapa pun yang ia lihat, ia akan ter
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 4: Yi Zhen!“Apa yang ingin kamu lakukan, Yi Chen?”Setelah menghancurkan meja batu, Yi Chen melangkah masuk ke gudang sumber daya. Kepala pelayan sempat hendak menghalangi, namun begitu bertatapan dengan Yi Chen, langkahnya langsung terhenti.“Aku hanya mengambil apa yang memang menjadi hakku. Kalau kamu berani menghalangi, aku tak keberatan membuatmu bernasib sama seperti meja itu.”Aura tajam memancar dari tubuh Yi Chen. Naluri sang kepala pelayan memperingatkannya, jika ia terus menghalangi, akhir yang menantinya pasti akan sangat mengenaskan.“Dan satu lagi,” lanjut Yi Chen dingin, “kamu hanyalah seorang pelayan. Berani-beraninya memanggil namaku langsung. Sekali lagi kau lakukan, mati.”Usai mengatakan itu, Yi Chen mulai mengambil sumber daya. Kepala pelayan tak berani menghentikan, begitu pula para pelayan lainnya, tak seorang pun berani berkata apa-apa.Seluruh jatah sumber daya selama setengah tahun ia masukkan ke dalam kantong penyimpanan. Setelah itu, Yi Chen melangkah lebar keluar dar
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 3: Pukulan Pemecah Angin?“Ini… jurus bela diri?”Wajah Yi Chen dipenuhi keterkejutan. Baru setelah beberapa saat ia tersadar. Ia segera melangkah ke halaman, sambil mengamati bayi api itu dan menirukan setiap gerakannya. Sepanjang malam penuh, Yi Chen tenggelam dalam pembelajaran jurus bela diri tersebut.Pagi hari, ketika sinar matahari menyinari wajahnya, barulah ia menghentikan latihannya.Hatinya meluap oleh kegembiraan. Awalnya ia mengira Api Surgawi itu adalah bencana, namun kini Yi Chen menyadari bahwa benda itu justru sebuah anugerah, bukan hanya membantunya menembus tingkat kultivasi, tetapi juga mengajarinya jurus bela diri.Di Benua Tianzhou, jurus bela diri sangatlah langka. Tingkatannya dibagi menjadi empat: fana, spiritual, abadi, dan dewa; setiap tingkat terbagi lagi menjadi kelas bawah, menengah, dan atas.Di Kota Tianfang, memiliki satu kitab jurus tingkat fana kelas atas saja sudah merupakan pencapaian luar biasa. Sementara jurus yang diajarkan bayi api kepadanya setidaknya berada di tingkat
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 2 : Terobosan Kultivasi!Sejatinya, kepala keluarga Yi adalah ayah Yi Chen, Yi Zhengxiong. Namun dua tahun lalu, Yi Zhengxiong menghilang secara misterius. Karena itulah Yi Zhenghai naik ke posisi kepala keluarga.Meski begitu, jabatannya hanyalah sementara. Menurut aturan klan, jika kepala keluarga menghilang, barulah setelah tiga tahun dapat dipilih pengganti. Sebelum waktu itu tiba, tidak boleh menetapkan kepala keluarga baru.Jika ayah Yi Chen masih ada, dia sama sekali tidak akan diperlakukan seperti ini.“Yi Chen, ini adalah keputusan keluarga. Bukan giliranmu untuk mempertanyakannya. Entah kau setuju atau tidak, hasilnya tetap sama.”Yi Zhongshan mendengus dingin, lalu menangkupkan tangan ke arah Sun Qifei.“Saudara ipar tidak perlu khawatir. Karena urusan ini sudah ditetapkan, keluarga Yi kami pasti akan menepati janji.”Wajah Yi Zhongshan dipenuhi senyum menyanjung. Ucapan Yi Chen sebelumnya yang menyebut Sun Rou’er bodoh jelas membuat pihak keluarga Sun menunjukkan ketidaksenangan.Melihat hal itu,
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 1 : Pernikahan!Benua Tianxing adalah dunia di mana kekuatan Kuktivasi menjadi hukum tertinggi. Seluruh manusia memuja para kultivator, sementara mereka yang memiliki tingkat kultivasi rendah dipandang hina, bahkan sering dilecehkan dan ditindas.Di utara Prefektur Yu, di dalam Kota Tianfang, tepatnya di Aula Latihan Keluarga Yi.Di dalam aula yang luas itu, berdiri banyak boneka perunggu. Di hadapan setiap boneka, terdapat seorang murid keluarga Yi.Teriakan latihan terus terdengar dari mulut para remaja. Mereka mengerahkan seluruh tenaga memukul boneka perunggu di hadapan mereka. Setiap telapak yang mendarat akan meninggalkan bekas samar di permukaan boneka tersebut.“Baiklah, kalian semua istirahat sejenak.”Saat senja tiba, seorang pria paruh baya memasuki aula latihan. Ia menatap para murid sekilas lalu berbicara dengan nada datar.Mendengar ucapannya, para remaja segera menyeka keringat di dahi dan menghentikan latihan mereka.Namun, pada saat itu terdengar suara teriakan latihan yang pelan nam
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: Bab 13 : Si Kecil, Ini Hadiah Untukmu!Kekuatan genggaman Marcell terlalu besar hingga membuat lengan Renaria terasa nyeri.Wajah mungil Renaria mengerut kesakitan, ia berusaha melepaskan diri.“Kamu mau bangun sendiri, atau harus aku cium dulu baru kamu mau bangun?”Marcell menatap wajah Renaria sambil mengucapkan ancaman itu.“Tidak mau!” Karena lengannya sakit, Renaria pun mulai kesal. Ia membalas dengan nada keras, menolak untuk mengalah.Sejak kecil, bahkan Ayah dan Ibunya tidak pernah memarahinya.Semakin ia memikirkannya, semakin terasa perih di hatinya. Kenapa lelaki itu begitu galak padanya, bahkan berulang kali mengancam? Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.Marcell yang melihat air mata di sudut mata Renaria tiba-tiba menjadi panik.Awalnya, ia hanya berniat menakut-nakuti gadis itu. Tak disangka, gadis kecil itu malah benar-benar menangis.Entah mengapa, Melihat tangisannya membuat hatinya terasa lembut dan hangat.Ia menyesal sudah memarahinya barusan.Dengan lembut, Marcell mengusap air mata di wajah
Last Updated: 2025-10-28
Chapter: Bab 12 : Aku Akan Menciummu Disini!Wajah Renaria semakin memerah, suaranya terdengar penuh amarah.“Siapa yang mengizinkanmu menciumku!”Marcell tahu, gadis kecil di depannya ini sedang malu.Terus terang, aroma tubuhnya sungguh memikat—lembut, manis seperti es krim vanila.Bukan seperti wanita lain yang selalu diselimuti bau parfum menyengat.Seandainya gadis kecil itu tidak menggigitnya sampai sakit, mungkin ia belum akan melepaskannya.Namun sekarang, si kucing kecil itu sudah menunjukkan cakarnya.Kalau ia terus menekan lebih jauh, mungkin benar-benar akan menakuti si kecil ini.Jadi, Dia dengan santai ia menggesekkan kartu akses di pintu.Bip!“Selama kau belum memberiku Seratus lima puluh ribu dollar, kau harus tetap tinggal di Grup Imperial.”Marcell mengelus kepala Renaria pelan, nada suaranya terdengar lembut namun tetap mengandung peringatan.Renaria dengan jengkel menepis tangannya.Marcell malah melangkah lebih dekat, mendekat ke arahnya.Renaria segera mundur satu langkah, menempel ke pintu seperti hendak
Last Updated: 2025-10-23
Chapter: Bab 11 : Kucing yang Menyembunyikan Cakarnya!Yakup membuka pintu dan membiarkan Renaria masuk sendiri.Karena Yakup tidak ikut masuk, Renaria merasa agak gugup. Setiap langkahnya ia ambil dengan hati-hati.Dekorasi di dalam ruangan itu jauh lebih mewah. Ada jendela besar dari lantai hingga ke langit-langit, karpet hitam, dan sebuah layar putih raksasa.Renaria merasa seolah dirinya melangkah ke dunia yang hanya memiliki dua warna, hitam dan putih.Ia pernah mendengar, orang yang hanya menyukai warna hitam dan putih biasanya adalah orang kolot. Terbayang olehnya wajah pria di dalam lift tempo hari, datar dan kaku, memang benar-benar seperti orang kuno.Begitu melangkah lebih jauh, ia melihat meja kerja dari kayu hitam pekat. Di sampingnya, sebuah kursi tinggi berwarna hitam menghadap membelakanginya.“Permisi, saya karyawan baru, Renaria,” ucapnya sopan saat tiba di depan meja kerja itu.Kursi tinggi itu perlahan berputar, memperlihatkan sosok pria yang hari itu ia lihat di dalam lift.Dialah atasannya yang baru, Marcell. Ia bers
Last Updated: 2025-10-23
Chapter: Bab 10 : Kerabat Jauh Sang Presiden?Meskipun sebenarnya tidak begitu menyukai Celina, Renaria tetap menyapa dengan ramah.Namun, Celina yang angkuh itu hanya melirik sekilas dan sama sekali tidak menanggapi. Bahkan, ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, seolah-olah Renaria hanyalah udara.Benar-benar wanita yang sombong, pikir Renaria.Ia memang tidak suka bergaul dengan orang seperti itu, tipe yang selalu menjadikan dirinya pusat segalanya, merasa diri paling hebat, dan memandang rendah orang lain.Ketika Celina tidak menanggapi sapaan itu, Yakup, yang baru keluar dari kantor, justru tersenyum ramah dan menyapa Renaria.“Wah, ini dia kerabat jauhnya Presiden kita,” gumam beberapa karyawan yang melihatnya.Sejak kemarin, Yakup memang masih bertanya-tanya tentang hubungan antara Renaria dan Marcell.Akhirnya, Yakup menyimpulkan sendiri: Mungkin saja dia kerabat jauhnya Presiden.Melihat Yakup menyapa Renaria begitu ramah, hati Celina jadi tidak tenang.Namun Yakup sama sekali tidak menoleh padanya, hingga Celina dengan
Last Updated: 2025-10-22
Chapter: Bab 9 : Kekasih Impian!Turun dari bus, masih harus berjalan sekitar lima belas menit lagi untuk sampai ke Gedung Komersial Imperial.Karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul sepuluh, dan ia takut terlambat, Renaria mempercepat langkahnya.Saat menyeberang jalan, lampu hijau baru saja berubah menjadi merah. Sebuah mobil melaju lurus ke arahnya dengan kecepatan tinggi.Mobil itu melaju sangat cepat. Ketika sopirnya melihat Renaria, ia bahkan sempat membunyikan klakson berkali-kali.Saat berusaha menghindar, Renaria malah menginjak udara kosong dan jatuh di trotoar.Waktu itu, jalanan tidak terlalu ramai.Tubuhnya terhempas keras hingga kepalanya terasa berputar, bahkan kacamatanya jatuh dan pecah di atas aspal.Untungnya, ia masih selamat. Hanya saja, lututnya sedikit lecet dan terasa perih.Mobil itu pun berhenti di depan.Seorang pria paruh baya yang mengenakan kacamata hitam turun dari kursi pengemudi. Dagu pria itu terangkat tinggi, dengan ekspresi penuh kesombongan.Melihat Renaria terjatuh di tanah,
Last Updated: 2025-10-22
Chapter: Bab 8 : Tidak Makan Jika Tidak Mahal!Dari kejauhan, June sudah melihat Renaria berdiri di bawah gedung rumahnya.Tubuh Renaria tampak sangat kurus, seolah bisa tertiup angin dan terbang begitu saja.June memarkir mobilnya, lalu turun sambil membawa sekantong besar barang.Renaria tidak terlalu memperhatikan apa yang dibawa June.Rumah Renaria berada di lantai tiga.Saat mereka menaiki tangga, suasana terasa sunyi.Keduanya sama-sama berpikir, bagaimana harus memulai pembicaraan agar suasana tidak canggung saat membahas kejadian semalam.June naik ke atas sambil menghitung anak tangga. Setiap lantai ada sebelas anak tangga, jadi ketika hitungannya sampai tiga puluh.Bagaimanapun juga, seseorang harus lebih dulu membuka mulutnya.Namun, ketika hitungannya baru sampai dua puluh, Renaria lebih dulu berbicara.“June, semalam aku benar-benar tidak apa-apa. Aku hanya mabuk, lalu tertidur lama begitu sampai di rumah.”June tidak menjawab.“June, kau tahu tidak, besok aku sudah bisa mulai bekerja.”Saat mengatakan itu, wajah Rena
Last Updated: 2025-10-21