Chapter: BAB - 35“Ya ampun, tidak sia-sia suka nonton drama sesekali. Aku kira hanya akan melihat di drama saja kejadian seperti ini nyatanya mengalami sendiri, bikin pot jantung.” gumam Kanaya pelan sekali.“Bagaimana nanti aku mengatasi jika gagal, nasib baik saat ini masih bisa selamat.” Kanaya memandangi Nafia yang kini hanya diam tidak berkutik mendengar ucapan Liam.Detak jantungnya masih berdetak dengan intensitas cukup tinggi, pengalaman pertama kali yang Kanaya lakukan dengan nekad selama hidupnya.Kehidupannya yang biasanya lurus dan mencoba untuk menjauhi masalah, kini secara tidak langsung menantang diri dan sepertinya akan mendatangkan masalah, tinggal menunggu waktunya tiba.Suasana tidak seheboh sebelumnya setelah ucapan terakhir yang dilontarkan Liam, semuanya mulai berhamburan meninggalkan tempat tersebut satu per satu meski masih terdengar bisik-bisik dari beberapa orang namun Kanaya mencoba untuk tidak memperdulikannya.Liam meraih tangan Kanaya membawanya meninggalkan tempat terseb
آخر تحديث: 2026-07-02
Chapter: BAB - 34“Setelah ini siap-siap saja rumah tangga kalian akan renggang, begitu kak William melihat semuanya aku yakin akan langsung meminta cerai saat itu juga.” gumam Nafia pelan saat berjalan hendak masuk ke dalam salah satu kamar hotel tersebut.“Kalian?” ucap Nafia dengan kebingungan.Wajah yang tadinya penuh dengan senyum penuh kemenangan kini berubah penuh kebingungan, orang yang berada di dalam ternyata bukan orang yang dia duga sesuai rencananya.Nafia mencoba mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan, namun tidak menemukan keberadaan Kanaya disana. “Kenapa bukan wanita itu? kemana dia pergi sebenarnya,” ucap Nafia dalam hati mencoba mengedarkan pandangannya sekali lagi untuk memastikan.Di dalam kamar, tepatnya di atas tempat tidur dua orang langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka tidak mengenakan pakaian. Terlihat Sang pria masih setengah sadar, sedangkan wanita di sampingnya mencoba untuk membangunkan prianya.“Siapa kalian? Kenapa masuk tanpa izin.” bentak pria ya
آخر تحديث: 2026-04-14
Chapter: BAB - 33“Baik nona.” pelayan tersebut bergegas menghampiri Kanaya.Suasana sudah mulai ramai, para tamu undangan silih berganti menghampiri Nafia untuk memberikan selamat atas “Tadinya obat itu akan aku gunakan untuk menjebak kak Liam agar bisa bersama denganku, tapi sepertinya ada sedikit perubahan.” gumam Nafia pelan tersenyum penuh arti.“Nona minumannya.” tawar pelayan tersebut kepada Kanaya.“Oh terima kasih,” Kanaya menerima minuman tersebut tanpa curiga dan mulai meminumnya sedikit demi sedikit.Saat ini Kanaya terpisah dengan Liam karena ada tamu undangan yang ingin membahas sedikit pekerjaan dengannya, Kanaya memilih untuk mencicipi beberapa makanan yang tersedia disana sambil menunggu Liam selesai berbicara dengan rekannya.Dari kejauhan Nafia tersenyum melihat ke arah Kanaya yang terlihat memegangi kepalanya, dia menyuruh orang sebelumnya kembali.Nafia memberikan kartu akses kamar hotel kepada pelayan tersebut. “Bawa dia ke kamar sisanya biar orang suruhanku yang lain yang akan m
آخر تحديث: 2026-02-25
Chapter: BAB - 32“Kanaya ingat! Jangan membuat hal ceroboh dan tidak penting lainnya.” gumamnya menatap dirinya sendiri di depan cermin, setelah dirasa selesai dengan make up yang digunakannya dan tidak ada masalah dengan pakaian yang dikenakannya.Kanaya kembali menghela nafasnya, setelah siap dia bergegas untuk keluar dari kamar.“Wah ternyata gaunnya sangat pas dan cocok di kamu Kanaya.” ucap Vanya dengan sorot mata berbinar penuh kagum.Nenek Riana, dan kedua mertua Kanaya sedang berada di rumah Liam berniat berangkat bersama menuju acara.“Kakak seperti bidadari turun dari kayangan,” ucap Aksa ikut menimpali“Jangan terlalu hiperbola Aksa, itu sangat berlebihan.” sahut Kanaya seraya terkekeh.“Memang urusan fashion Vanya juaranya, benar yang diucapkan Vanya kalau gaunnya sangat cocok untuk kamu Kanaya.” ucap nenek Riana kini berdiri menghampiri istri cucunya tersebut.“Terima kasih nenek, ibu.”Danendra bergegas berdiri dari tempat duduknya. “Ya sudah ayo kita berangkat sekarang kalau semua sudah
آخر تحديث: 2026-02-13
Chapter: BAB - 31“Kenapa kak Liam minta aku ke ruangannya, bukannya masalah tadi sudah selesai.” gumam Kanaya setelah selesai membalas pesan dari Liam dengan penasaran menanti balasan dari pria tersebut.Tak kunjung mendapatkan balasan, Kanaya memutuskan untuk langsung bergegas menuju ruangan Liam karena waktu istirahatnya tinggal sebentar lagi.Kanaya menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruang kerja Liam, dia mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam setelah dipersilahkan.“Ada apa…,” Kanaya terdiam sejenak. “Nenek, Ibu, A..ayah?” sapa Kanaya tersenyum canggung.Kanaya tidak mengetahui sebelumnya, kalau di ruangan Liam ada nenek Riana dan kedua mertuanya.Kenapa kak Liam nggak bilang ih kalau di ruangan ada keluarganya,” keluh Kanaya dalam hati.“Kemarilah!” ucap nenek Riana menepuk tempat duduk disampingnya.Perlahan Kanaya yang kini di serang rasa gugup menghampiri nenek Riana dan duduk disampingnya.“Kanaya.”“Iya nenek.”“Nanti malam kamu dan Liam ikut ke acara keluar
آخر تحديث: 2026-02-08
Chapter: BAB - 30Entah mendapatkan keberanian dari mana dirinya bisa mengatakan itu, dirinya yakin karena memang tidak melakukan hal tersebut, dan dengan bantuan Sean yang entah kenapa dia bisa merekam videonya serta dengan melihat rekaman cctv semua akan terlihat siapa pelaku sebenarnya yang menyimpan coklat itu di meja pasien.“Betul itu, kenapa malah ners Kaira yang sekarang terlihat panik,” kini Naira ikut mengompori.“Siapa yang panik? Jangan asal bicara dan menuduh, kalau mau check ya tinggal check saja.” ucap Kaira kini nada bicaranya sedikit bergetar.“Sudah jangan terlalu ribut, tidak enak dengan pasien dan yang lainnya.Yang tidak berkepentingan silahkan kalian keluar ruangan!” perintah dokter Hilman kepada orang-orang yang datang ke dalam ruangan
آخر تحديث: 2026-02-02
Chapter: BAB - 39Terlihat sang dokter memakai masker berjalan dengan tergesa-gesa, buru-buru sang dokter membetulkan letak maskernya dan mencoba tidak terlihat gugup agar tidak mencurigakan di hadapan William.Yang pada awalnya ingin memperingatkan pria tersebut untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan jalan, namun setelah melihat siapa orang yang menabraknya akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya memilih tidak menanggapinya lebih jauh lagi.Berpikir sang dokter saat itu sedang dalam kondisi terburu-buru akan menangani seorang pasien, William pada akhirnya hanya memandangi sekilas kepergian pria tersebut.Tidak ingin membuang waktu lebih lama William kembali berjalan menuju ruang inap ayah Mia, beruntung barang-barang yang dibawanya tadi tidak terjatuh saat tidak sengaja bertabrakan dengan dokter tadi.Namun beberapa saat kemudian William mendengar suara Mia berteriak memanggil dokter, Melihat wanita tersebut celingukan memanggil dokter dengan panik dia bergegas menghampirinya.William melet
آخر تحديث: 2026-07-24
Chapter: BAB - 38“Baiklah kita cari makan sekarang, pantas saja dari tadi perutku terasa perih.” Mia cengengesan seraya mengusap perut dengan kedua tangannya.Keduanya akhirnya memutuskan untuk berjalan keluar rumah sakit mencari tempat makan yang sekiranya masih buka, namun tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan. William berhenti sejenak, dan melihat ke arah belakang untuk memastikan sesuatu. “Apa hanya perasaanku saja, seperti ada seseorang yang sedang mengawasi.“Ada apa kak?” Tanya Mia yang menyadari William tiba-tiba berhenti berjalan. “Tidak apa-apa ayo kita pergi, hari sudah mulai malam takut tempat makan mulai pada tutup.” ajak William yang kini berjalan lebih dahulu.Tidak ingin membahasnya lagi, Mia memutuskan untuk menyusul William karena kondisinya saat ini sedang benar-benar lapar. Setelah menemukan makanan yang di inginkan, keduanya memutuskan untuk membungkusnya dan memakannya nanti di kamar inap ayah Mia, mengingat tidak ada yang menunggu dan merawat.Meski
آخر تحديث: 2026-07-14
Chapter: BAB - 37“Kak…ayahku masuk rumah sakit.” kini air mata yang berusaha Mia tahan runtuh juga.“Kok bisa, bagaimana bisa masuk rumah sakit, bukannya terakhir kali kondisi ayah kamu baik-baik saja?” tanya William dengan ekspresi cukup terkejut. “Memang benar kemarin saat aku berkunjung kondisi ayah baik-baik saja, tapi entah kenapa baru saja tiba-tiba aku mendapatkan telepon dari pihak yang berwajib mereka bilang bahwa ayah saat ini sedang dilarikan ke rumah sakit.” sahut Mia. “Mereka juga tidak memberitahu secara detail apa yang sebenarnya terjadi dan hanya meminta untuk segera datang ke rumah sakit.” sambungnya.“Ya sudah kita pergi ke rumah sakit sekarang, biar aku antar.” ajak William bersiap. Mia menggelengkan kepalanya. “Tidak! Biar aku pergi sendiri saja, aku hanya meminta izin untuk pergi sekarang, lagi pula kakak saat ini sedang sibuk aku tidak ingin mengganggu.”“Sudah ayo! tidak masalah, pekerjaanku tinggal sedikit dan masalah sistem sudah hampir pulih semuanya.” ucap William dengan
آخر تحديث: 2026-07-09
Chapter: BAB - 36William menghela nafas panjang. “Baiklah biar aku mencobanya.”“Baik tuan.” orang tersebut mengisyarat”kan kepada salah satu karyawan untuk memberikan tempatnya kepada William.William kini mengambil alih salah satu komputer, mencoba sebisanya untuk memulihkan kembali sistem di perusahaan ayahnya tersebut. Beberapa kali William berhasil memulihkan sistem, namun beberapa kali juga langsung mendapat serangan balik sehingga sistem kembali down.William mengepalkan kedua tangannya kesal. “Sebenarnya siapa orang dibalik serangan ini, sepertinya hacker suruhannya sangat profesional sekali.”“Bagaimana ini tuan, lagi-lagi sistem kembali down.”William menatap kearah komputer dengan sebelah tangan memijat dahi dan pelipisnya bergantian. “Yang lain belum ada yang berhasil?”“Belum tuan.”William menggebrak meja keal. “Kerja apa saja kalian selama ini.”Saat sedang berpikir keras untuk bisa memulihkan kembali sistem, William mendapatkan sebuah pesan.[Bagaimana apa sudah berhasil dipulihkan, p
آخر تحديث: 2026-07-08
Chapter: BAB - 35William perlahan meraih berkas tersebut dan mulai membacanya secara seksama, agar jangan sampai ada hal yang terlewatkan.Beberapa detik kemudian William membulatkan kedua matanya begitu selesai di bagian akhir dari tulisan di dalam berkas tersebut. “Hendery? Jadi orang yang membuat ayahmu dipenjara adalah dia? Kok bisa?”Dirinya tidak percaya apa benar sahabatnya yang melakukan hal itu, karena selama yang dia tahu sahabatnya baik dan penuh ambisi. Namun dirinya tidak tahu kalau ambisinya bisa sampai harus merugikan orang, tapi bisa saja semua itu tidak benar meski berkas ini terlihat seperti nyata sebelum mendapatkan bukti yang lebih kuat tidak bisa langsung begitu saja percaya.“Masalah intinya belum seratus persen aku yakin, namun aku melakukan melakukan pemeriksaan bahwa enam bulan yang lalu ayah memenangkan sebuah tender cukup besar dari pihak swasta, mungkin itu salah satunya yang aku dengar dia mengincar tender tersebut.” Mia menghela t tidak terlalu kesal.William menganggukkan
آخر تحديث: 2026-07-01
Chapter: BAB - 34William ingin prasangkanya terhadap Hendery hanya sebatas kekhawatiran semata, namun mengingat beberapa hal janggal beberapa waktu terakhir membuatnya harus waspada juga. Ada yang bilang beberapa pelaku kejahatan bukan orang dari orang lain atau orang luar, justru beberapa pelaku merupakan dari orang terdekat bahkan bisa keluarga sendiri yang menjadi pelaku utama kejahatan kepada kita.Disibukan dengan pekerjaan yang semakin banyak, membuat William tidak menyadari bahwa hari sudah berganti malam, dia melakukan peregangan merasakan punggungnya kaku terlalu lama duduk fokus dengan pekerjaannya“Ternyata sudah malam, saking sibuknya.” William menghela nafas saat melihat ke arah jendela langit yang sudah gelap dengan lampu yang mulai menyala dari gedung.William bergegas mematikan komputer serta laptop, setelah mematikan semua selesai dan tidak ada yang tertinggal dia perlahan melangkah keluar dari ruangannya.Sesuai rencananya, malam ini dirinya ak daan datang ke rumah Mia untuk membaha
آخر تحديث: 2026-06-23
Chapter: BAB - 32Zahra reflek berdiri setengah, mendorong kursinya ke belakang punggung pria itu. Dia kehilangan keseimbangan, jatuh ke lantai, pisaunya terlempar.“Tali saya sekarang sedikit longgar! Mbak, dorong lagi!”Dengan tenaga sisa, Zahra dorong kursinya sekali lagi sampai kursi Mira miring dan tali di tangannya cukup longgar buat dia lepas.Begitu bebas, Mira langsung mengambil pisau dan potong tali Zahra.Dari speaker yang masih menyala samar, suara pria itu mendesis:“Berani sekali kalian...”Lampu kembali menyala mendadak, ruangan disorot putih terang. Zahra dan Mira refleks tutup mata sejenak, lalu sadar di dinding sebelah kanan, ada pintu besi kecil terbuka sedikit.“Itu dia... keluar lewat situ!”ucap Mira mencoba mengatur nafasnya.“Ayo mbak jangan pikir dua kali, kita harus keluar sekarang juga!”sahut Zahra.Mereka berdua mencoba untuk berlari secepat mungkin melewati lorong gelap, langkah kaki menggema dengan nafas memburu. Di belakang, suara pelaku terdengar lagi, makin dekat, makin b
آخر تحديث: 2023-10-03
Chapter: BAB - 31Kabut tipis menyelimuti halaman kantor polisi sektor timur, di ruang kecil penuh map dan papan investigasi, Inspektur Rian berdiri menatap dua foto. Mira - karyawan perusahaan konstruksi, dan Zahra - pemilik butik di pusat kota. Di meja, dua ponsel korban tergeletak dalam kantong plastik bening, basah oleh sisa hujan semalam. “Dua perempuan, dua tempat berbeda. Namun hilang di malam yang sama,dan dua-duanya mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal.”ucap Rian seraya nyeruput kopi yang sudah dingin “Nomornya sudah bisa kita lacak, pak. Namun sinyalnya hanya muncul selama enam detik lalu mati, seperti sengaja dimatikan.”sahut Dewi penyidik muda. “Sebenarnya enam detik sudah cukup untuk menarik perhatian mereka, sepertinya orang ini ingin menunjukan bahwa pelaku melihat mereka.” Dewi menempelkan peta kota ke papan, dua titik merah muncul satu di dekat gedung perkantoran, dan satu lagi di area butik Zahra. Rian menatap lama, dua titik itu dihubungkan garis tipis dan di tengah-te
آخر تحديث: 2023-09-29
Chapter: BAB - 30 Waktu sudah jam sebelas siang saat Zahra melihat jam di ponselnya, dia langsung bersiap-siap untuk berganti pakaian setelah selesai menata makanannya di dalam box makanan. Zahra kali ini pergi menggunakan supir untuk ke kantor Mizan, karena sang suami masih belum mengizinkannya membawa mobil sendiri. Zahra hanya bisa mengikuti saja yang di minta Mizan toh dirinya juga memang merasa belum mampu membawa mobil sendiri saat ini. Di kantor Mira sudah melihat jam menunjukkan setengah dua belas lebih, dirinya membawa berkas yang akan diserahkan kepada Mizan. Sebelumnya Mizan meminta berkas kerja sama untuk client baru, dan sengaja Mira memberikannya sekarang karena momennya pas “It’s showtime.” gumam Mira bangkit dari tempat duduknya. Mira mengetuk pintu ruang kerja Mizan, setelah dipersilahkan masuk dia masuk dan menutup pintu perlahan. ‘Iya ada apa Mira?” “Ini saya ingin memberikan berkas sampel yang akan diberikan kepada client, saya sudah revisi ulang jika ada yang kurang akan saya
آخر تحديث: 2023-09-28
Chapter: BAB - 29 “Siap kak setelah ini aku langsung hubungi timnya, kita pergi sekarang balik ke butik kak?” “Iya kita balik ke butik sekarang, kerjaan belum.” Keduanya perlahan mulai berjalan keluar melewati beberapa puing yang belum sepenuhnya dibersihkan. “Kak Awas!”teriak Sindy. “Sial—!”ucap Zahra sedikit berteriak karena terkejut.Suara besi terdengar saling beradu. Lalu tubuhnya meluncur jatuh ke bawah, menghantam seng lantai bawah sebelum akhirnya terhempas ke tanah. Zahra tidak bahwa di sekitar sana sebuah lubang yang membuatnya terperosok dari lantai dua ke bawah.Pandangan Zahra mulai kabur, suara sirine jauh entah dari mana. Udara dingin menusuk paru-paru, mungkin Sindy yang buru-buru memanggil mobil ambulance.“Kak Zahra! Kak Zahraaa! kenapa tiba-tiba lari sendiri kaya gitu!”ucap Sindy panik.Dia langsung turun, lututnya gemetar, tapi tangannya nekat meraih wajah Zahra yang penuh darah tipis di pelipis.“Aku... aku nggak bisa gerakin tangan kanan Ndy.”ucap Zahra dengan suara lemah sambi
آخر تحديث: 2023-09-27
Chapter: BAB - 28 “Aku minta maaf kak, seharusnya aku lebih perhatian lagi sama kakak dan seharusnya tadi biar aku saja yang belanja sendiri, sekarang kakak jadi nggak enak badan kaya gini.” ucap Sindy merasa tidak enak. “Kenapa kamu minta maaf, kakak yang ngajak kamu buat belanja kok, kakak beneran nggak kenapa-kenapa mungkin karena faktor cuaca juga jadi sekarang kurang enak badan.” Zahra tersenyum seraya mengelus lengan Sindy agar tidak menyalahkan dirinya sendiri karena kondisinya saat ini. Dirinya juga bingung kepada tiba-tiba seperti itu, padahal saat belanja tadi di supermarket kondisinya dalam keadaan baik-baik saja. “Iya sih akhir-akhir ini cuaca lagi jelek banget, pagi cerah eh siang ke sore kadang hujan deras, kadang sebaliknya juga.”sahut Sindy yang memang merasakannya. Akhir-akhir ini juga sebenarnya dirinya merasa kurang enak badan karena cuaca yang gampang sekali berubah, namun dirinya langsung minum obat sehingga keesokan harinya sudah mendingan. “Nah itu kamu tahu, kan sekaran
آخر تحديث: 2023-09-25
Chapter: BAB - 27 Zahra pun meninggalkan Sindy di dapur menyelesaikan pekerjaannya, dan bergegas menuju kamar untuk istirahat sejenak lalu mulai mempersiapkan pakaian yang akan digunakan Mizan nanti selama bekerja diluar kantor. “Kenapa denganku? apa aku terlalu berlarut karena kepikiran besok Mas Mizan dan Mbak Mira.” gumam Zahra dalam hati saat berjalan menuju kamar.“Sudahlah jangan terlalu overthinking, ingat kondisi kamu sekarang malah semakin memburuk.Jangan terlalu banyak berpikir keras,” Zahra menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.Di kamar lain, Mira sedang menyiapkan pakaian yang akan dikenakannya nanti selama beberapa hari ke depan diluar kota. Dengan wajah sumringah dia membayangkan beberapa rencananya nanti di luar kota akan berhasil.“Akhirnya waktu itu telah tiba, kali ini rencanaku tidak boleh gagal. besok aku harus bisa membuat fokus Mizan hanya kepadaku, langkah awal untuk menghancurkan keluarga kecil ini yang sudah membuat Ibuku menderita selama ini.”Keesokan hari mereka berkumpul
آخر تحديث: 2023-09-19