author-banner
shart96
shart96
Author

Novels by shart96

Skandal Semalam Dengan Dosenku

Skandal Semalam Dengan Dosenku

Kanaya terkejut bukan main ketika tahu bahwa dosen tamu yang mengajar dikelasnya ternyata adalah pria yang tidur dengannya beberapa waktu lalu. Dan yang lebih membuatnya terkejut lagi ternyata dosen itu adalah orang yang akan dijodohkan dengannya!
Read
Chapter: BAB - 38
Pintu ruang observasi terbuka lebar. Dua perawat dan seorang dokter jaga bergegas masuk, disusul suara roda troli yang berderak di lantai.“Tekanan darah turun lagi,” ujar Kanaya, berusaha menjaga suaranya tetap tenang.“Pasien mengeluh nyeri perut hebat dan sempat kehilangan kesadaran beberapa detik.”Dokter jaga segera mengambil alih pemeriksaan. “Pasang cairan infus kedua. Siapkan pemeriksaan laboratorium lengkap dan hubungi radiologi. Kita perlu memastikan tidak ada perdarahan atau masalah lain di dalam perut.”Kanaya bergerak mengikuti instruksi. Tangannya masih gemetar, tetapi ia memaksa dirinya fokus pada setiap tindakan.Nafia yang tadi terus menuntut ingin ini dan itu kini ha
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: BAB - 37
Tangan Kanaya yang memegang pena berhenti sejenak. Tuduhan itu tidak masuk akal, tetapi tetap saja membuat dadanya terasa sesak.Siapa juga ingin suaminya didekati wanita seperti Nafia, meski harus profesional sudah jelas-jelas wanita dihadapannya ini terang-terangan ingin bisa berdekatan dengan Liam.Tidak, lebih tepat ingin menggoda suaminya secara terang-terangan.“Saya sedang bekerja. Tolong jangan membuat kesimpulan sendiri.”“Aku ingin kamar yang lebih tenang. Aku tidak tahan mendengar suara orang-orang.” Nafia dengan nada angkuh meski kondisinya saat ini tidak baik-baik saja.“Untuk saat ini, anda akan ditempatkan di ruang observasi karena kondisinya belum stabil.”
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: BAB - 36
Kanaya yang baru saja memasukkan makanan ke dalam mulut hampir menyemburkannya ke meja. Ia buru-buru menutup mulut dengan kedua tangan. Namun, makanan itu telanjur membuat tenggorokan dan hidungnya terasa panas karena tersedak.Semua orang di meja makan langsung menoleh kepadanya.“Ya ampun, Kanaya! Kamu tidak apa-apa?” Danendra tampak meringis. Ia tahu betul penyebab menantunya tersedak adalah ucapan istrinya.Kanaya segera meraih gelas di sampingnya dan meneguk air sampai habis. Setelah nafasnya kembali teratur, ia mengusap sudut bibirnya.“Tidak apa-apa. Sekarang sudah lebih baik.”“Masih pagi, lho. Kenapa pembahasannya bisa merembet ke sana?” keluh Kanaya dalam hati.
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: BAB - 35
“Ya ampun, ternyata tidak sia-sia juga sesekali menonton drama.” Kanaya menelan ludah, berusaha menenangkan jantungnya yang masih berdegup kencang. “Aku kira kejadian seperti ini hanya ada di drama. Ternyata mengalaminya sendiri benar-benar bikin spot jantung.”Gumamnya begitu pelan hingga nyaris tertelan suara orang-orang di sekelilingnya.Tatapan Kanaya beralih kepada Nafia. Perempuan itu kini hanya diam, tidak berkutik setelah mendengar ucapan Liam. Keberanian yang tadi memenuhi ruangan seolah lenyap begitu saja, menyisakan wajah tegang dan bibir yang terkatup rapat.Kanaya menghembuskan napas perlahan. Detak jantungnya masih belum kembali normal. Ini adalah pertama kalinya ia melakukan sesuatu senekat itu sepanjang hidupnya. Selama ini, Kanaya selalu menjalani hidup dengan lurus, berhati-hati, dan sebisa mungkin menjauh dari masalah.Namun, hari ini ia justru menantang dirinya sendiri.Entah masalah apa yang akan datang setelah ini, Kanaya belum tahu. Yang jelas, ia merasa sedang b
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: BAB - 34
“Setelah ini siap-siap saja rumah tangga kalian akan renggang, begitu kak William melihat semuanya aku yakin akan langsung meminta cerai saat itu juga.” gumam Nafia pelan saat berjalan hendak masuk ke dalam salah satu kamar hotel tersebut.“Kalian?” ucap Nafia dengan kebingungan.Wajah yang tadinya penuh dengan senyum penuh kemenangan kini berubah penuh kebingungan, orang yang berada di dalam ternyata bukan orang yang dia duga sesuai rencananya.Nafia mencoba mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan, namun tidak menemukan keberadaan Kanaya disana. “Kenapa bukan wanita itu? kemana dia pergi sebenarnya,” ucap Nafia dalam hati mencoba mengedarkan pandangannya sekali lagi untuk memastikan.Di dalam kamar, tepatnya di atas tempat tidur dua orang langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka tidak mengenakan pakaian. Terlihat Sang pria masih setengah sadar, sedangkan wanita di sampingnya mencoba untuk membangunkan prianya.“Siapa kalian? Kenapa masuk tanpa izin.” bentak pria ya
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: BAB - 33
“Baik nona.” pelayan tersebut bergegas menghampiri Kanaya.Suasana sudah mulai ramai, para tamu undangan silih berganti menghampiri Nafia untuk memberikan selamat atas “Tadinya obat itu akan aku gunakan untuk menjebak kak Liam agar bisa bersama denganku, tapi sepertinya ada sedikit perubahan.” gumam Nafia pelan tersenyum penuh arti.“Nona minumannya.” tawar pelayan tersebut kepada Kanaya.“Oh terima kasih,” Kanaya menerima minuman tersebut tanpa curiga dan mulai meminumnya sedikit demi sedikit.Saat ini Kanaya terpisah dengan Liam karena ada tamu undangan yang ingin membahas sedikit pekerjaan dengannya, Kanaya memilih untuk mencicipi beberapa makanan yang tersedia disana sambil menunggu Liam selesai berbicara dengan rekannya.Dari kejauhan Nafia tersenyum melihat ke arah Kanaya yang terlihat memegangi kepalanya, dia menyuruh orang sebelumnya kembali.Nafia memberikan kartu akses kamar hotel kepada pelayan tersebut. “Bawa dia ke kamar sisanya biar orang suruhanku yang lain yang akan m
Last Updated: 2026-02-25
Pembalasan Sang Presdir Dingin

Pembalasan Sang Presdir Dingin

William Argantara baru saja keluar dari penjara usai 7 tahun menjalani masa hukuman atas fitnah yang ia terima. Adik tirinya, Rian Hadinata, menjebaknya dalam kasus penipuan jual beli saham dan investasi bodong karena ingin merebut posisi William dalam keluarga. Sialnya, tidak ada yang percaya dengan ucapan William. Seluruh keluarga mengecapnya sebagai penjahat dan aib, bahkan kekasihnya pun mencampakkannya. Dan kini, setelah bebas, William akan membalaskan dendamnya pada sang adik tiri.
Read
Chapter: BAB - 50
Candra diam. Diamnya menjadi jawaban paling menyakitkan.“Lalu, kenapa aku dijebak?” Suara William terdengar bergetar.Rian menunduk.“Karena kau adalah ahli waris sah dari harta peninggalan Arman. Selama kau masih bebas, Candra tidak bisa menguasai seluruh aset itu. Jadi, ia menciptakan kasus agar kau terlihat sebagai pelaku kejahatan.”“Dan kau menjadi saksi?”“Aku dipaksa.”William menatap Rian dengan mata memerah. “Kau bisa memberitahuku setelah aku keluar.”“Aku mencoba
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB - 49
Mia menggenggam tangan William. “Berarti sudah jelas,” bisiknya.“Belum,” jawab William pelan. “Mereka masih bisa menyangkal bahwa Candra sendiri yang melakukan.”Seolah mendengar ucapan William, pengacara Candra segera berdiri.“Yang Mulia, jaringan perusahaan dapat digunakan oleh banyak orang. Bukti tersebut sama sekali tidak membuktikan bahwa klien kami ikut terlibat terlibat.”Hakim mengangguk, terlihat setuju dengan apa yang baru saja diucapkan pengacara Candra.“Pihak pembela harus menunjukkan hubungan langsung antara perangkat tersebut dan terdakwa.”
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: BAB - 48
“Semua orang yang tahu tentang masa lalu… disingkirkan.”Dada William tiba-tiba terasa sesak, begitu mendengar apa yang baru saja didengarnya “Apakah maksud Bapak, Candra juga terlibat dalam kasus yang membuat saya dipenjara?”Ayah Mia memejamkan mata. Ruangan itu mendadak terasa sunyi, kecuali suara alat pemantau yang terus berbunyi. Beberapa detik kemudian, ia membuka mata kembali.“Bukan dia… yang menyusun semuanya.”William menahan napas.“Siapa?”Bibir ayah Mia bergerak pelan.“Adiknya…”Mia mengerutkan kening.“Adik siapa, Ayah?”Namun, sebelum pria itu dapat melanjutkan, suara alat pemantau berubah cepat. Dokter dan beberapa perawat segera masuk ke dalam ruangan. Mereka meminta William dan Mia keluar agar dapat memeriksa kondisi pasien.Mia berdiri di lorong dengan wajah penuh tanda tanya.“Adik siapa yang dimaksud ayahku?”William tidak menjawab. Hanya ada satu nama yang terus terlintas dalam pikirannya.Rian.Adik tirinya yang tiba-tiba berubah menjadi begitu baik. Adik yang
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB - 47
“Kita harus memeriksa isinya.” William menyimpan kartu memori itu di dalam wadah kecil yang dibawa Dimas.Mereka tidak langsung membukanya menggunakan komputer biasa. Setelah menerima ancaman, William tidak ingin mengambil risiko.“Jangan gunakan perangkat yang terhubung ke jaringan umum,” ucap William. “Kalau ada program pelacak di dalamnya, mereka bisa mengetahui lokasi kita.”Dimas mengangguk paham langsung membawa mereka ke ruang kerjanya yang berada di bagian belakang sebuah kantor lama. Ruangan itu tidak memiliki kamera pengawas, dan seluruh perangkat di dalamnya bekerja menggunakan sistem tertutup.Selama beberapa jam, Dimas memeriksa isi kartu memori tersebut. Mia terus berjalan mondar-mandir di belakangnya, sementara William berdiri di dekat jendela dengan kedua tangan terlipat di depan dada.“Sudah ada hasil?” tanya William.Dimas tidak segera menjawab. Ia memperbesar salah satu folder yang baru berhasil dibuka.“Bukan hanya satu atau dua dokumen,” sahutnya. “Di dalamnya ad
Last Updated: 2026-08-10
Chapter: BAB - 46
William dan Mia tidak menunggu lebih lama. Keesokan paginya, keduanya bergegas untuk pergi ke rumah ayah Mia untuk mencari bukti yang dapat menghubungkan Candra dengan kasus yang menimpa pria itu.Dugaan saat ini saja tidak cukup. Mereka membutuhkan bukti yang jauh lebih kuat, sesuatu yang tidak dapat dibantah oleh siapa pun. Sejak ayahnya terbaring di rumah sakit, rumah itu terasa berbeda bagi Mia begitu memasukinya. “Semua dokumen penting Ayah ada di ruang kerja,” kata Mia sambil membuka pintu. “Tapi aku sudah mencarinya sebelum kau datang. Tidak ada yang terlihat mencurigakan.” sambungnya.William tidak langsung menjawab. Ia masuk perlahan, lalu mengamati seluruh ruangan. Pandangan matanya bergerak dari rak buku, meja kerja, lemari arsip, hingga kamera kecil yang terpasang di sudut ruangan. Ia tidak menyentuh apa pun. Hanya memperhatikan.“Kalau seseorang sengaja menjebak ayahmu,” ujar William akhirnya, “dia tidak akan meninggalkan bukti di tempat yang mudah ditemukan.” Mia menat
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: BAB - 45
Setelah sambungan terputus, William kembali menatap foto Raka. Namun, kali ini ia tidak hanya melihat seorang pria yang berdiri di samping Candra.William menyimpan semua dokumen tersebut ke dalam laptop, lalu mematikan layar. Saat ia hendak meninggalkan kafe, ponselnya bergetar sekali lagi.Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal, William mulai membukanya.“Berhenti mencari tahu tentang Candra jika kau masih ingin Mia tetap hidup.”Untuk beberapa detik, William hanya menatap pesan itu tanpa berkedip. Lalu, sebuah foto dikirimkan.Foto Mia sedang berdiri di depan perusahaan ayahnya. Diambil dari jarak jauh. Wajahnya terlihat jelas.William merasakan amarah yang selama ini ia tahan mulai mendidih di dalam dada. Di bawah foto itu, terdapat satu kalimat tambahan.“Pertemuan berikutnya akan menentukan siapa yang kehilangan segalanya.”William mengangkat kepalanya dan menatap pantulan dirinya di kaca cafe. Wajahnya tampak tenang, tetapi sorot matanya berubah menjadi dingin dan mematikan.
Last Updated: 2026-08-07
Pengorbanan istri sang presdir tampan

Pengorbanan istri sang presdir tampan

Menjadi wanita yang berstatus sebagai istri presdir tidaklah mudah, ditambah memiliki sebuah penyakit dan yang lebih parah adanya sebuah penghianatan di dalam rumah tangga mereka.
Read
Chapter: BAB - 32
Zahra reflek berdiri setengah, mendorong kursinya ke belakang punggung pria itu. Dia kehilangan keseimbangan, jatuh ke lantai, pisaunya terlempar.“Tali saya sekarang sedikit longgar! Mbak, dorong lagi!”Dengan tenaga sisa, Zahra dorong kursinya sekali lagi sampai kursi Mira miring dan tali di tangannya cukup longgar buat dia lepas.Begitu bebas, Mira langsung mengambil pisau dan potong tali Zahra.Dari speaker yang masih menyala samar, suara pria itu mendesis:“Berani sekali kalian...”Lampu kembali menyala mendadak, ruangan disorot putih terang. Zahra dan Mira refleks tutup mata sejenak, lalu sadar di dinding sebelah kanan, ada pintu besi kecil terbuka sedikit.“Itu dia... keluar lewat situ!”ucap Mira mencoba mengatur nafasnya.“Ayo mbak jangan pikir dua kali, kita harus keluar sekarang juga!”sahut Zahra.Mereka berdua mencoba untuk berlari secepat mungkin melewati lorong gelap, langkah kaki menggema dengan nafas memburu. Di belakang, suara pelaku terdengar lagi, makin dekat, makin b
Last Updated: 2023-10-03
Chapter: BAB - 31
Kabut tipis menyelimuti halaman kantor polisi sektor timur, di ruang kecil penuh map dan papan investigasi, Inspektur Rian berdiri menatap dua foto. Mira - karyawan perusahaan konstruksi, dan Zahra - pemilik butik di pusat kota. Di meja, dua ponsel korban tergeletak dalam kantong plastik bening, basah oleh sisa hujan semalam. “Dua perempuan, dua tempat berbeda. Namun hilang di malam yang sama,dan dua-duanya mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal.”ucap Rian seraya nyeruput kopi yang sudah dingin “Nomornya sudah bisa kita lacak, pak. Namun sinyalnya hanya muncul selama enam detik lalu mati, seperti sengaja dimatikan.”sahut Dewi penyidik muda. “Sebenarnya enam detik sudah cukup untuk menarik perhatian mereka, sepertinya orang ini ingin menunjukan bahwa pelaku melihat mereka.” Dewi menempelkan peta kota ke papan, dua titik merah muncul satu di dekat gedung perkantoran, dan satu lagi di area butik Zahra. Rian menatap lama, dua titik itu dihubungkan garis tipis dan di tengah-te
Last Updated: 2023-09-29
Chapter: BAB - 30
Waktu sudah jam sebelas siang saat Zahra melihat jam di ponselnya, dia langsung bersiap-siap untuk berganti pakaian setelah selesai menata makanannya di dalam box makanan. Zahra kali ini pergi menggunakan supir untuk ke kantor Mizan, karena sang suami masih belum mengizinkannya membawa mobil sendiri. Zahra hanya bisa mengikuti saja yang di minta Mizan toh dirinya juga memang merasa belum mampu membawa mobil sendiri saat ini. Di kantor Mira sudah melihat jam menunjukkan setengah dua belas lebih, dirinya membawa berkas yang akan diserahkan kepada Mizan. Sebelumnya Mizan meminta berkas kerja sama untuk client baru, dan sengaja Mira memberikannya sekarang karena momennya pas “It’s showtime.” gumam Mira bangkit dari tempat duduknya. Mira mengetuk pintu ruang kerja Mizan, setelah dipersilahkan masuk dia masuk dan menutup pintu perlahan. ‘Iya ada apa Mira?” “Ini saya ingin memberikan berkas sampel yang akan diberikan kepada client, saya sudah revisi ulang jika ada yang kurang akan saya
Last Updated: 2023-09-28
Chapter: BAB - 29
“Siap kak setelah ini aku langsung hubungi timnya, kita pergi sekarang balik ke butik kak?” “Iya kita balik ke butik sekarang, kerjaan belum.” Keduanya perlahan mulai berjalan keluar melewati beberapa puing yang belum sepenuhnya dibersihkan. “Kak Awas!”teriak Sindy. “Sial—!”ucap Zahra sedikit berteriak karena terkejut.Suara besi terdengar saling beradu. Lalu tubuhnya meluncur jatuh ke bawah, menghantam seng lantai bawah sebelum akhirnya terhempas ke tanah. Zahra tidak bahwa di sekitar sana sebuah lubang yang membuatnya terperosok dari lantai dua ke bawah.Pandangan Zahra mulai kabur, suara sirine jauh entah dari mana. Udara dingin menusuk paru-paru, mungkin Sindy yang buru-buru memanggil mobil ambulance.“Kak Zahra! Kak Zahraaa! kenapa tiba-tiba lari sendiri kaya gitu!”ucap Sindy panik.Dia langsung turun, lututnya gemetar, tapi tangannya nekat meraih wajah Zahra yang penuh darah tipis di pelipis.“Aku... aku nggak bisa gerakin tangan kanan Ndy.”ucap Zahra dengan suara lemah sambi
Last Updated: 2023-09-27
Chapter: BAB - 28
“Aku minta maaf kak, seharusnya aku lebih perhatian lagi sama kakak dan seharusnya tadi biar aku saja yang belanja sendiri, sekarang kakak jadi nggak enak badan kaya gini.” ucap Sindy merasa tidak enak. “Kenapa kamu minta maaf, kakak yang ngajak kamu buat belanja kok, kakak beneran nggak kenapa-kenapa mungkin karena faktor cuaca juga jadi sekarang kurang enak badan.” Zahra tersenyum seraya mengelus lengan Sindy agar tidak menyalahkan dirinya sendiri karena kondisinya saat ini. Dirinya juga bingung kepada tiba-tiba seperti itu, padahal saat belanja tadi di supermarket kondisinya dalam keadaan baik-baik saja. “Iya sih akhir-akhir ini cuaca lagi jelek banget, pagi cerah eh siang ke sore kadang hujan deras, kadang sebaliknya juga.”sahut Sindy yang memang merasakannya. Akhir-akhir ini juga sebenarnya dirinya merasa kurang enak badan karena cuaca yang gampang sekali berubah, namun dirinya langsung minum obat sehingga keesokan harinya sudah mendingan. “Nah itu kamu tahu, kan sekaran
Last Updated: 2023-09-25
Chapter: BAB - 27
Zahra pun meninggalkan Sindy di dapur menyelesaikan pekerjaannya, dan bergegas menuju kamar untuk istirahat sejenak lalu mulai mempersiapkan pakaian yang akan digunakan Mizan nanti selama bekerja diluar kantor. “Kenapa denganku? apa aku terlalu berlarut karena kepikiran besok Mas Mizan dan Mbak Mira.” gumam Zahra dalam hati saat berjalan menuju kamar.“Sudahlah jangan terlalu overthinking, ingat kondisi kamu sekarang malah semakin memburuk.Jangan terlalu banyak berpikir keras,” Zahra menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.Di kamar lain, Mira sedang menyiapkan pakaian yang akan dikenakannya nanti selama beberapa hari ke depan diluar kota. Dengan wajah sumringah dia membayangkan beberapa rencananya nanti di luar kota akan berhasil.“Akhirnya waktu itu telah tiba, kali ini rencanaku tidak boleh gagal. besok aku harus bisa membuat fokus Mizan hanya kepadaku, langkah awal untuk menghancurkan keluarga kecil ini yang sudah membuat Ibuku menderita selama ini.”Keesokan hari mereka berkumpul
Last Updated: 2023-09-19
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status