author-banner
shart96
shart96
Author

Novels by shart96

Skandal Semalam Dengan Dosenku

Skandal Semalam Dengan Dosenku

Kanaya terkejut bukan main ketika tahu bahwa dosen tamu yang mengajar dikelasnya ternyata adalah pria yang tidur dengannya beberapa waktu lalu. Dan yang lebih membuatnya terkejut lagi ternyata dosen itu adalah orang yang akan dijodohkan dengannya!
Read
Chapter: BAB - 33
“Baik nona.” pelayan tersebut bergegas menghampiri Kanaya.Suasana sudah mulai ramai, para tamu undangan silih berganti menghampiri Nafia untuk memberikan selamat atas “Tadinya obat itu akan aku gunakan untuk menjebak kak Liam agar bisa bersama denganku, tapi sepertinya ada sedikit perubahan.” gumam Nafia pelan tersenyum penuh arti.“Nona minumannya.” tawar pelayan tersebut kepada Kanaya.“Oh terima kasih,” Kanaya menerima minuman tersebut tanpa curiga dan mulai meminumnya sedikit demi sedikit.Saat ini Kanaya terpisah dengan Liam karena ada tamu undangan yang ingin membahas sedikit pekerjaan dengannya, Kanaya memilih untuk mencicipi beberapa makanan yang tersedia disana sambil menunggu Liam selesai berbicara dengan rekannya.Dari kejauhan Nafia tersenyum melihat ke arah Kanaya yang terlihat memegangi kepalanya, dia menyuruh orang sebelumnya kembali.Nafia memberikan kartu akses kamar hotel kepada pelayan tersebut. “Bawa dia ke kamar sisanya biar orang suruhanku yang lain yang akan m
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: BAB - 32
“Kanaya ingat! Jangan membuat hal ceroboh dan tidak penting lainnya.” gumamnya menatap dirinya sendiri di depan cermin, setelah dirasa selesai dengan make up yang digunakannya dan tidak ada masalah dengan pakaian yang dikenakannya.Kanaya kembali menghela nafasnya, setelah siap dia bergegas untuk keluar dari kamar.“Wah ternyata gaunnya sangat pas dan cocok di kamu Kanaya.” ucap Vanya dengan sorot mata berbinar penuh kagum.Nenek Riana, dan kedua mertua Kanaya sedang berada di rumah Liam berniat berangkat bersama menuju acara.“Kakak seperti bidadari turun dari kayangan,” ucap Aksa ikut menimpali“Jangan terlalu hiperbola Aksa, itu sangat berlebihan.” sahut Kanaya seraya terkekeh.“Memang urusan fashion Vanya juaranya, benar yang diucapkan Vanya kalau gaunnya sangat cocok untuk kamu Kanaya.” ucap nenek Riana kini berdiri menghampiri istri cucunya tersebut.“Terima kasih nenek, ibu.”Danendra bergegas berdiri dari tempat duduknya. “Ya sudah ayo kita berangkat sekarang kalau semua sudah
Last Updated: 2026-02-13
Chapter: BAB - 31
“Kenapa kak Liam minta aku ke ruangannya, bukannya masalah tadi sudah selesai.” gumam Kanaya setelah selesai membalas pesan dari Liam dengan penasaran menanti balasan dari pria tersebut.Tak kunjung mendapatkan balasan, Kanaya memutuskan untuk langsung bergegas menuju ruangan Liam karena waktu istirahatnya tinggal sebentar lagi.Kanaya menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruang kerja Liam, dia mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam setelah dipersilahkan.“Ada apa…,” Kanaya terdiam sejenak. “Nenek, Ibu, A..ayah?” sapa Kanaya tersenyum canggung.Kanaya tidak mengetahui sebelumnya, kalau di ruangan Liam ada nenek Riana dan kedua mertuanya.Kenapa kak Liam nggak bilang ih kalau di ruangan ada keluarganya,” keluh Kanaya dalam hati.“Kemarilah!” ucap nenek Riana menepuk tempat duduk disampingnya.Perlahan Kanaya yang kini di serang rasa gugup menghampiri nenek Riana dan duduk disampingnya.“Kanaya.”“Iya nenek.”“Nanti malam kamu dan Liam ikut ke acara keluar
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: BAB - 30
Entah mendapatkan keberanian dari mana dirinya bisa mengatakan itu, dirinya yakin karena memang tidak melakukan hal tersebut, dan dengan bantuan Sean yang entah kenapa dia bisa merekam videonya serta dengan melihat rekaman cctv semua akan terlihat siapa pelaku sebenarnya yang menyimpan coklat itu di meja pasien.“Betul itu, kenapa malah ners Kaira yang sekarang terlihat panik,” kini Naira ikut mengompori.“Siapa yang panik? Jangan asal bicara dan menuduh, kalau mau check ya tinggal check saja.” ucap Kaira kini nada bicaranya sedikit bergetar.“Sudah jangan terlalu ribut, tidak enak dengan pasien dan yang lainnya.Yang tidak berkepentingan silahkan kalian keluar ruangan!” perintah dokter Hilman kepada orang-orang yang datang ke dalam ruangan
Last Updated: 2026-02-02
Chapter: BAB - 29
“Kanaya memberikan coklat kepada pasien, bukankah kemarin sudah diperingatkan oleh dokter untuk tidak makan yang manis terlebih dahulu.” serobot Kaira.“Yang memberikan coklat itu kepada pasien bukan Kanaya.” ucap seseorang dibalik pintu, membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menoleh ke arahnya.Orang tersebut perlahan masuk ke dalam menembus orang-orang yang seharusnya tidak berada diruangan tersebut.“Kak Sean? Kok bisa dia ada disini?” gumam Kanaya setelah melihat siapa orang yang berbicara beberapa saat yang lalu.Kanaya sempat kebingungan termasuk Naira yang kini berada disampingnya, namun tidak berani untuk bertanya meski berbisik karena kondisi saat ini sangat krusial.Naira sendiri heran kenapa bisa sahabatnya melakukan hal teledor, namun dia yakin sebagaimana teledornya Kanaya tidak akan seceroboh itu, apalagi sampai membuat orang lain celaka atau merugi.“Siapa kamu? Tiba-tiba langsung berbicara seperti itu.” tanya Kaira dengan tatapan sinis.Sean perlahan masuk k
Last Updated: 2026-01-26
Chapter: BAB - 28
“Aku kira coklat ini kamu yang belikan, karena kemarin kamu bilang janji kalau besok akan membelikan beberapa coklat.” ucap sang kakek, mengira kalau memang coklat tersebut pemberian Kanaya.“Itu… “ Kanaya mulai gugup karena beberapa orang yang berada diluar satu per satu mulai masuk ke dalam ruangan.“Jadi benar kamu yang belikan pasien coklat?” tanya Kaira penuh selidik.“Bukan saya ners, memang saya menjanjikan akan memberikan coklat kepada pasien. Namun itu setelah selesai melakukan pemeriksaan pagi ini, dan jika dokter sudah memberikan izin untuk memakan makanan manis.”“Lalu bagaimana caranya pasien kini bisa mendapatkan coklat tersebut?” tanya Kaira dengan nada mengintimidasi.Kanaya bingung harus menjawab seperti apa, karena dirinya sendiri pun tidak mengetahui dari mana sang pasien mendapatkan coklat tersebut.“Ada apa pagi-pagi sudah ribut sekali?” tanya seseorang masuk ke dalam ruangan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.“Dokter Liam.” Kaira buru-buru mendekat ke arah
Last Updated: 2026-01-22
Pembalasan Sang Presdir Dingin

Pembalasan Sang Presdir Dingin

William Argantara baru saja keluar dari penjara usai 7 tahun menjalani masa hukuman atas fitnah yang ia terima. Adik tirinya, Rian Hadinata, menjebaknya dalam kasus penipuan jual beli saham dan investasi bodong karena ingin merebut posisi William dalam keluarga. Sialnya, tidak ada yang percaya dengan ucapan William. Seluruh keluarga mengecapnya sebagai penjahat dan aib, bahkan kekasihnya pun mencampakkannya. Dan kini, setelah bebas, William akan membalaskan dendamnya pada sang adik tiri.
Read
Chapter: BAB - 26
William nampak berpikir sejenak. “Ndry ada yang ingin aku tanyakan?”“Dasar bodoh, apa yang aku pikirkan? Tidak mungkin aku menanyakan secarang langsung kepada orang yang sedang aku curigai.” ucap William dalam hati.“Tanya apa? kenapa mendadak ekspresinya berubah begitu?” Hendary mengernyitkan sebelah alisnya keheranan.“Bagaimana dengan pekerjaan dan perusahaan, semua amankan?”“Aman dan cukup sibuk beberapa bulan terakhir, memangnya ada apa?”“Apa kamu ingin bergabung dengan perusahaan? aku akan memberikan satu posisi nanti kalau kamu mau.” tawar Hendery.
Last Updated: 2026-03-08
Chapter: BAB - 25
“Apa dia orangnya? tapi aku rasa tidak mungkin. apa dia sedang berseteru dengan Tedi Yan.” gumam William pelan.“Tapi aku rasa tidak mungkin dia terlibat dalam masalah ini, perusahaan Tedi Yan tidak mengusik perusahaannya.”“Ada apa? Kamu begitu fokus melihat ke arah mereka.” tanya Tedi Yan yang menyadari William terus fokus memandangi ke arah komputer.“Tidak ada apa-apa tuan, hanya saja seperti pernah melihat virus ini sebelumnya. Tapi saya lupa,” sahut William menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali sebenarnya.Tedi Yan nampak berpikir sejenak. “Apa kamu bisa mengatasinya?”William memiringkan kepalanya untuk melihat kembali ke arah komputer. “Saya tidak begitu yakin, tapi kalau tuan mengizinkan saya akan mencobanya.”“Baik cobalah kalau begitu, kalau kamu berhasil memulihkan semuanya akan aku beri bonus.” ucap Tedi Yan tanpa berpikir panjang.“Baik tuan.” William langsung menganggukkan kepalanya cepat.William langsung mengambil alih salah satu komputer yang ada
Last Updated: 2026-03-03
Chapter: BAB - 24
“Siapa? aku tidak punya banyak teman, kini hanya ada Bian dan Hendery.” tanya William, berpikir sejenak dan mencerna ucapanya wanita itu, kenapa kini Mia memintanya untuk waspada ke teman-temanya.“Aku tidak bisa bicara langsung sekarang karena masih menduganya, takut salah kalau belum menemukan bukti kuatnya. Sebaiknya mulai sekarang kamu harus mulai waspada saja kepada mereka berdua,” “Ayo kita pergi dari sini sekarang!” ajak Mia.“Kemana?” “Tempat persembunyian yang lain.” “Sebenarnya berapa banyak tempat persembunyian yang kamu miliki?” tanya William mengernyitkan sebelah alisnya.“Hanya beberapa, tempat ini sepertinya sudah tidak aman, tidak bisa menduga apa mereka akan datang kembali kesini atau tidak. Lagi pula tempat ini sudah aku jual tinggal menunggu orang yang akan membelinya,” sahut Mia berdiri dan mulai bersiap setelah dirasa tubuhnya sudah cukup kuat untuk berjalan.Mia mengambil barang-barang yang akan dibawanya, sebelumnya dia sudah mempersiapkan barang-barang yang
Last Updated: 2026-02-20
Chapter: BAB - 23
William menghentikan langkahnya sejenak saat membaca pesan baru dari Mia.[Jangan dulu datang kesini, ada beberapa orang yang mencurigakan berlalu-lalang dari tadi di dekat rumahku]“Kenapa aku diminta untuk tidak pergi kesana, bukannya bahaya jika dia berada disana seorang diri?” gumam William tidak begitu mengerti dengan yang dikirimkan Mia kepadanya.Entah harus percaya atau tidak dengan isi pesan tersebut, William sedikit curiga kalau pesan tersebut bukanlah Mia yang mengirimkannya namun orang lain.William nampak berfikir bahwa ada sedikit keanehan, dan baru menyadari bahwa dari kemarin terasa berbeda pesan yang dikirimkan mia untuknya setelah membaca pesan-pesan sebelumnya.“Apa Mia benar-benar dalam bahaya, atau malah ini memang sebuah jebakan untuk aku pergi kesana?”William berusaha bersikap tenang dan berpikir keras langkah apa yang harus dia ambil, tetap pergi ke tempat Mia langsung atau tetap mengikuti pesan tersebut untuk tidak datang kesana.*****William akhirnya memutu
Last Updated: 2026-02-14
Chapter: BAB - 22
“Kenapa mereka berdua bertemu disini, apa jangan-jangan ayah Mia masuk penjara karena anak itu juga?” gumam William pelan saat melihat gerak-gerik mereka berdua dari kejauhan.William perlahan namun pasti berjalan mencoba mendekati mereka, penasaran apa yang sedang mereka bicarakan. Apa sebenarnya yang akan Rian lakukan selama di sana, dan siapa lagi target adik tirinya itu setelah dirinya hancur.“Jadi tenang saja sekarang masih aman pak, kalau ada sesuatu saya akan langsung laporan kepada bapak.” ucap orang itu kepada Rian dengan santai.“Baiklah awasi dengan baik jangan buat kesalahan, saya sudah dipercaya untuk mendesain beberapa tempat ini jangan membuat kacau karena masalah yang tidak penting.” sahut Rian seraya mengepulkan asap rokoknya ke udara.Pria itu mengangguk cepat. “Baik pak.”“Baiklah, kamu bisa pergi sekarang!” perintah Rian kepada orang tersebut.William melihat orang tersebut perlahan meninggalkan Rian.”Jadi anak itu kerjasama dengan Tedi Yan untuk bagian mendesain
Last Updated: 2025-12-24
Chapter: BAB - 21
Mata William membulat saat membaca pesannya, bahkan dia membacanya beberapa kali untuk memastikan bahwa dia tidak salah membaca.“Tedi Yan bukan orang yang membuat kamu masuk penjara.”“Kalau bukan Tedi Yan pelakunya, lalu siapa orang yang membantu anak itu yang membuatku masuk penjara.”gumam William memegang erat ponselnya.Karena jam kerja sudah selesai, William izin keluar kepada kepala pelayan bahwa ada dia akan mengambil pakaian lainnya dan membeli makanan. Sebenarnya itu hanya alasan semata, niatnya dia akan menemui Mia untuk mengetahui apa maksud dari pesan yang dikirim kepadanya.Kini William sudah sampai ditempat Mia, lebih tepatnya berada di lab nya.“Jadi benar Tedi Yan bukan orang yang membuat aku masuk penjara? lalu apa dia ada hubungannya dengan ayah kamu di penjara?’Mia memberikan beberapa berkas kepada William.”Benar dia bukan orangnya, saat aku check dia hanya sebagai investor terbesar di perusahaanmu.”“Kalau masalah ayahku memang benar Tedi Yan yang melaporkannya, k
Last Updated: 2025-11-11
Pengorbanan istri sang presdir tampan

Pengorbanan istri sang presdir tampan

Menjadi wanita yang berstatus sebagai istri presdir tidaklah mudah, ditambah memiliki sebuah penyakit dan yang lebih parah adanya sebuah penghianatan di dalam rumah tangga mereka.
Read
Chapter: BAB - 32
Zahra reflek berdiri setengah, mendorong kursinya ke belakang punggung pria itu. Dia kehilangan keseimbangan, jatuh ke lantai, pisaunya terlempar.“Tali saya sekarang sedikit longgar! Mbak, dorong lagi!”Dengan tenaga sisa, Zahra dorong kursinya sekali lagi sampai kursi Mira miring dan tali di tangannya cukup longgar buat dia lepas.Begitu bebas, Mira langsung mengambil pisau dan potong tali Zahra.Dari speaker yang masih menyala samar, suara pria itu mendesis:“Berani sekali kalian...”Lampu kembali menyala mendadak, ruangan disorot putih terang. Zahra dan Mira refleks tutup mata sejenak, lalu sadar di dinding sebelah kanan, ada pintu besi kecil terbuka sedikit.“Itu dia... keluar lewat situ!”ucap Mira mencoba mengatur nafasnya.“Ayo mbak jangan pikir dua kali, kita harus keluar sekarang juga!”sahut Zahra.Mereka berdua mencoba untuk berlari secepat mungkin melewati lorong gelap, langkah kaki menggema dengan nafas memburu. Di belakang, suara pelaku terdengar lagi, makin dekat, makin b
Last Updated: 2023-10-03
Chapter: BAB - 31
Kabut tipis menyelimuti halaman kantor polisi sektor timur, di ruang kecil penuh map dan papan investigasi, Inspektur Rian berdiri menatap dua foto. Mira - karyawan perusahaan konstruksi, dan Zahra - pemilik butik di pusat kota. Di meja, dua ponsel korban tergeletak dalam kantong plastik bening, basah oleh sisa hujan semalam. “Dua perempuan, dua tempat berbeda. Namun hilang di malam yang sama,dan dua-duanya mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal.”ucap Rian seraya nyeruput kopi yang sudah dingin “Nomornya sudah bisa kita lacak, pak. Namun sinyalnya hanya muncul selama enam detik lalu mati, seperti sengaja dimatikan.”sahut Dewi penyidik muda. “Sebenarnya enam detik sudah cukup untuk menarik perhatian mereka, sepertinya orang ini ingin menunjukan bahwa pelaku melihat mereka.” Dewi menempelkan peta kota ke papan, dua titik merah muncul satu di dekat gedung perkantoran, dan satu lagi di area butik Zahra. Rian menatap lama, dua titik itu dihubungkan garis tipis dan di tengah-te
Last Updated: 2023-09-29
Chapter: BAB - 30
Waktu sudah jam sebelas siang saat Zahra melihat jam di ponselnya, dia langsung bersiap-siap untuk berganti pakaian setelah selesai menata makanannya di dalam box makanan. Zahra kali ini pergi menggunakan supir untuk ke kantor Mizan, karena sang suami masih belum mengizinkannya membawa mobil sendiri. Zahra hanya bisa mengikuti saja yang di minta Mizan toh dirinya juga memang merasa belum mampu membawa mobil sendiri saat ini. Di kantor Mira sudah melihat jam menunjukkan setengah dua belas lebih, dirinya membawa berkas yang akan diserahkan kepada Mizan. Sebelumnya Mizan meminta berkas kerja sama untuk client baru, dan sengaja Mira memberikannya sekarang karena momennya pas “It’s showtime.” gumam Mira bangkit dari tempat duduknya. Mira mengetuk pintu ruang kerja Mizan, setelah dipersilahkan masuk dia masuk dan menutup pintu perlahan. ‘Iya ada apa Mira?” “Ini saya ingin memberikan berkas sampel yang akan diberikan kepada client, saya sudah revisi ulang jika ada yang kurang akan saya
Last Updated: 2023-09-28
Chapter: BAB - 29
“Siap kak setelah ini aku langsung hubungi timnya, kita pergi sekarang balik ke butik kak?” “Iya kita balik ke butik sekarang, kerjaan belum.” Keduanya perlahan mulai berjalan keluar melewati beberapa puing yang belum sepenuhnya dibersihkan. “Kak Awas!”teriak Sindy. “Sial—!”ucap Zahra sedikit berteriak karena terkejut.Suara besi terdengar saling beradu. Lalu tubuhnya meluncur jatuh ke bawah, menghantam seng lantai bawah sebelum akhirnya terhempas ke tanah. Zahra tidak bahwa di sekitar sana sebuah lubang yang membuatnya terperosok dari lantai dua ke bawah.Pandangan Zahra mulai kabur, suara sirine jauh entah dari mana. Udara dingin menusuk paru-paru, mungkin Sindy yang buru-buru memanggil mobil ambulance.“Kak Zahra! Kak Zahraaa! kenapa tiba-tiba lari sendiri kaya gitu!”ucap Sindy panik.Dia langsung turun, lututnya gemetar, tapi tangannya nekat meraih wajah Zahra yang penuh darah tipis di pelipis.“Aku... aku nggak bisa gerakin tangan kanan Ndy.”ucap Zahra dengan suara lemah sambi
Last Updated: 2023-09-27
Chapter: BAB - 28
“Aku minta maaf kak, seharusnya aku lebih perhatian lagi sama kakak dan seharusnya tadi biar aku saja yang belanja sendiri, sekarang kakak jadi nggak enak badan kaya gini.” ucap Sindy merasa tidak enak. “Kenapa kamu minta maaf, kakak yang ngajak kamu buat belanja kok, kakak beneran nggak kenapa-kenapa mungkin karena faktor cuaca juga jadi sekarang kurang enak badan.” Zahra tersenyum seraya mengelus lengan Sindy agar tidak menyalahkan dirinya sendiri karena kondisinya saat ini. Dirinya juga bingung kepada tiba-tiba seperti itu, padahal saat belanja tadi di supermarket kondisinya dalam keadaan baik-baik saja. “Iya sih akhir-akhir ini cuaca lagi jelek banget, pagi cerah eh siang ke sore kadang hujan deras, kadang sebaliknya juga.”sahut Sindy yang memang merasakannya. Akhir-akhir ini juga sebenarnya dirinya merasa kurang enak badan karena cuaca yang gampang sekali berubah, namun dirinya langsung minum obat sehingga keesokan harinya sudah mendingan. “Nah itu kamu tahu, kan sekaran
Last Updated: 2023-09-25
Chapter: BAB - 27
Zahra pun meninggalkan Sindy di dapur menyelesaikan pekerjaannya, dan bergegas menuju kamar untuk istirahat sejenak lalu mulai mempersiapkan pakaian yang akan digunakan Mizan nanti selama bekerja diluar kantor. “Kenapa denganku? apa aku terlalu berlarut karena kepikiran besok Mas Mizan dan Mbak Mira.” gumam Zahra dalam hati saat berjalan menuju kamar.“Sudahlah jangan terlalu overthinking, ingat kondisi kamu sekarang malah semakin memburuk.Jangan terlalu banyak berpikir keras,” Zahra menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.Di kamar lain, Mira sedang menyiapkan pakaian yang akan dikenakannya nanti selama beberapa hari ke depan diluar kota. Dengan wajah sumringah dia membayangkan beberapa rencananya nanti di luar kota akan berhasil.“Akhirnya waktu itu telah tiba, kali ini rencanaku tidak boleh gagal. besok aku harus bisa membuat fokus Mizan hanya kepadaku, langkah awal untuk menghancurkan keluarga kecil ini yang sudah membuat Ibuku menderita selama ini.”Keesokan hari mereka berkumpul
Last Updated: 2023-09-19
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status