INICIAR SESIÓNAlayya Farhana Pramudhita (24 tahun) seorang wanita malam yang selamat dari kematian karena mendapatkan donor jantung dari seseorang yang tidak dia kenal. Pertemuannya dengan Ibrahim Abhimata Danadyaksa (30 tahun) suami dari pemilik jantung yang ada di dalam tubuhnya membuat kehidupan Alayya berbalik 180° . -- “Ikut saya pulang dan tinggalkan pekerjaanmu ini atau kembalikan jantung almarhum istri saya sekarang juga.” - Ibrahim - -- Bisakah Alayya membebaskan diri dari Ibrahim di saat jantungnya berdegub tidak teratur setiap berdekatan dengan pria itu? Atau sanggupkah Alayya meninggalkan Ibrahim saat satu kenyataan tentang almarhum pemilik jantung dalam tubuhnya terungkap? -- “Satu sisi aku sangat membencinya, tetapi di sisi lain aku begitu merindukan dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?” - Alayya -
Ver más"Abang, semua ini terasa seperti mimpi, ya?" Suara Alayya terdengar lembut di tengah keheningan malam, menghiasi ruang kamar mereka yang baru saja kembali sunyi setelah seharian dilalui dengan emosi yang campur aduk. Dia berdiri di depan cermin besar, mengurai rambut panjangnya yang hitam, sedangkan mata almondnya menatap pantulan Ibrahim yang sedang duduk di tepi ranjang, menghadap ke arahnya.Ibrahim tersenyum kecil, senyum yang tidak terlalu sering terlihat di wajahnya yang biasanya kaku dan tegas. Tetapi malam ini, ada kehangatan dalam senyumnya, kehangatan yang hanya bisa dirasakan oleh Alayya. "Ya, Ayya. Semua yang telah kita lalui terasa begitu panjang dan berat, tapi akhirnya... kita sampai di sini."Alayya menoleh, memutar tubuhnya pelan dan berjalan mendekati Ibrahim. Langkahnya lembut, hampir tanpa suara di atas karpet tebal yang menutupi lantai kamar mereka. Dia berhenti tepat di hadapan Ibrahim, menatap dalam-dalam ke mata pria yang kini menj
“Abang, apa kamu yakin dengan ini?" Suara lembut Alayya bergetar saat mereka berjalan menyusuri lorong panjang menuju ruang kerja Mustika di rumah barunya—sebuah tempat yang Ibrahim baru saja ketahui keberadaannya. Mustika baru-baru ini pindah ke rumah itu, menolak untuk tinggal serumah dengan Nazila, ibunya Alayya. Tangan Alayya menggenggam lengan Ibrahim erat, seolah-olah mencari kekuatan dari pria di sampingnya."Aku harus yakin, Ayya," jawab Ibrahim dengan suara tegas namun rendah. Matanya lurus memandang ke depan, wajahnya keras tanpa ekspresi. "Ini bukan hanya soal aku. Ini soalmu juga. Aku tidak bisa membiarkan kejahatan Tante Tika terus berlanjut."Alayya mengangguk pelan, meski hatinya masih berdebar kencang. Berhadapan dengan Mustika bukanlah hal yang mudah. Perempuan licik itu telah melakukan banyak hal untuk merusak hidup mereka, termasuk mengatur kematian Nisa, istri pertama Ibrahim. Namun, sekarang waktunya tiba untuk membongkar semuanya.Di
"Aku tahu ini tidak akan mudah, Ayya, tapi ini harus dilakukan." Suara Ibrahim terdengar dalam dan mantap saat dia menatap ke arah jendela besar di ruang kerjanya. Matanya terpaku pada pemandangan kota di depannya, tetapi pikirannya jelas terfokus pada hal yang jauh lebih dalam dan berat. Di sebelahnya, Alayya berdiri dengan tenang. Tangannya dengan lembut menggenggam tangan Ibrahim, memberinya kekuatan tanpa perlu banyak bicara. Dia tahu keputusan yang diambil Ibrahim bukanlah keputusan yang mudah. Menghadapi keluarga sendiri dalam masalah hukum adalah sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. "Abang, aku ada di sini. Apapun yang terjadi, aku akan selalu mendukungmu." Suara Alayya pelan, tetapi penuh ketegasan. Ia menatap Ibrahim dengan penuh keyakinan, mencoba menyampaikan bahwa dia tidak akan pernah membiarkan pria itu menanggung semuanya sendirian. Ibrahim menoleh ke arahnya, matanya sedikit melunak. "Aku tahu, Ayya. Dan aku berterima kasih untuk itu. Tanpamu, mungkin
Di tempat lain, Mustika menghadapi kecemasan baru.Mustika duduk di depan meja kerjanya, tangannya gemetar saat memegang telepon. Berita tentang kemunculan Rivaldo membuat tubuhnya panas dingin. Rivaldo, pria yang sudah lama ia coba singkirkan dari lingkaran kekuasaannya, kini kembali—dan kali ini, dia tampak lebih siap dari sebelumnya."Pantas saja," gumam Mustika dengan suara parau. "Aku seharusnya tahu kalau dia akan kembali."Mustika bangkit dari kursinya, berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya dengan langkah gelisah. Matanya sesekali melirik ke jendela, seolah-olah takut ada yang mengawasinya dari luar. Rivaldo tidak hanya ancaman bagi rencana besarnya untuk menguasai kekayaan Ibrahim, tapi juga bagi keselamatannya sendiri.Tangan Mustika mengepal, meremas-remas ujung kain yang dia kenakan. "Sial!" teriaknya marah, melemparkan cangkir teh ke dinding hingga pecah berkeping-keping. "Kenapa sekarang? Kenapa dia harus muncul di saat segalanya hampir sempurna?"Frustrasi dan ketakut
“Tunggu, dia bilang renungkan? Emang apa yang harus aku renungkan sih?” Alayya terus bergumam sambil memijat lengannya. Sedetik kemudian dia teringat pada sahabatnya Ghania. “Astaga! Gimana kalau Tuan Ibrahim benar-benar menghukumnya!” pekiknya ketika ancaman Ibrahim terlintas di kepalanya. “Nggak b
Khrisna tertegun menatap wanita di depannya saat ini. Tidak pernah dia bayangkan kalau kepergiannya selama dua minggu ke Australia sudah membuatnya kehilangan sosok wanita yang selalu tampil seksi dengan balutan pakaian serba pendek dan ketat membalut tubuh ramping nan berisi itu. Kini, yang ada
Siang ini Ibrahim ada lunch meeting di restoran Jepang di dalam Mall yang sama dengan Alayya berada. Namun, keduanya tidak tahu dan tidak ada yang pernah akan menyangka kalau akhirnya bisa bertemu dalam sebuah momen tidak terduga. Memang benar, sebelum berangkat ke kantor tadi pagi
“Astaga, Tuan Ibrahim ini gimana, sih? Kalau aku harus pergi sama Bembi dan Ishan, gimana aku bisa ketemu dengan Tuan Khrisna?” Alayya bergumam sepanjang jalan menuju ruang makan. Ibrahim yang sudah berjalan lebih dulu pun tidak peduli pada dirinya yang tidak bisa mengimbangi langkah pria itu. Sampa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Calificaciones
reseñasMás