MasukHelena Davies, memiliki rambut cokelat gelap dan mata biru terang. Wajah imutnya yang tidak sesuai umur bersanding dengan tubuhnya yang proporsional. Bekerja sebagai pelukis dan memiliki galerinya sendiri di usianya yang masih muda. Helena menerima tawaran untuk bertunangan yang membuatnya mendapat banyak masalah karena Steve yang tidak menerimanya sebagai pasangan. Seakan itu belum cukup, Helena harus menghadapi Dave, sepupu Steve yang tidak mudah ditebak. Meski mereka membuatnya tertekan, Helena tidak memungkiri bahwa Steve adalah pria yang baik dan Dave adalah orang yang peduli dan perhatian. Namun karena itulah, keadaaan semakin rumit saat Helena harus terjebak diantara mereka.
Lihat lebih banyakSteve melihat jam di pergelangan tangan kanannya. Saat ini ia tengah berjalan di koridor menuju ruang makan. Saat tiba di sana, ia tidak melihat siapapun kecuali Robbie yang sedang memasak di dapur. Mungkin ia datang terlalu cepat.Steve lalu berbalik dan memutar langkahnya. Ia hendak mencari keberadaan Dave sekarang.Tapi ia tidak menemukan sepupunya itu di mana pun. Hingga akhirnya langkahnya berhenti di depan pintu studio yang terbuka.Steve melihat ke dalam ruangan dan menemukan Dave dan Helena di dalam studio. Mereka tampak sedang membicarakan sesuatu. Posisi mereka berdua berada di samping piano milik ayahnya.Steve melangkah masuk, namun langkahnya terhenti saat ia hampir mendekati Dave. Karena ia mendengar pertanyaan Dave."... Kau sadar jika Steve itu adalah orang yang setia pada pasangannya?"Steve terdiam."Ya, aku
"Lalu, untuk apa kau datang ke sini?" tanya Helena memandangi Dave yang tengah memandangi lukisannya."Aku tadi hanya jalan-jalan sebentar. Aku tertarik melihat bagaimana keadaan ruangan ini sekarang. Lalu berakhir masuk ke sini." Dave menjawab masih dengan memandangi lukisan Helena.Dave meneliti lukisan yang diselesaikan oleh Helena dengan nyaris sempurna.Lukisan wajah Steve yang tengah tersenyum. Dave bisa langsung tahu disaat ia melihatnya pertama kali. Mungkin semua orang yang mengenal Steve pasti bisa langsung menebaknya, karena lukisan Helena benar-benar tampak nyata.Dave tiba-tiba membicarakan hal yang tidak terduga."Helena. Mungkin pertanyaan ini terdengar sangat lancang. Tapi, aku akan tetap bertanya. Apa kau sadar, jika Steve itu, adalah orang yang setia pada pasangannya?"Helen
"Memangnya apa yang membuatnya marah?" Steve mengangkat alisnya. Merasa penasaran, di matanya, Helena adalah perempuan yang pendiam namun ramah. Pasti hal yang benar-benar besar hingga bisa membuatnya marah."Itu karena aku bertanya padanya, kenapa dia mau menyimpan barang yang kau beri itu, dari pada membuangnya." Dave menjawab dengan raut wajah dan nada bicara yang datar.Steve berkedip sembari memproses ucapan Dave. "Huh?" responsnya.Apa maksudnya? Steve benar-benar tidak mengerti."Dia tersinggung dan akhirnya marah," lanjut Dave.Steve menganga. "Tunggu dulu, Dave. Memangnya kenapa kalau Helen menyimpannya dan tidak membuangnya?"Bukannya pemberian seseorang itu memang harus disimpan, ya? Dan Steve juga memberikan gelas porselen itu bukan untuk dibuang.Dave mengangkat bahunya. "Aku hanya iseng bertanya seperti itu."
Dave menarik Helena ke kamarnya dari hadapan Steve. Ia lalu segera menutup pintu kamarnya dengan dirinya yang juga berada di dalam kamar. Meninggalkan Steve yang melongo sendirian di luar kamar Dave.Dave ingin mencegah Helena menjawab pertanyaan Steve. Meski sebenarnya Helena tidak akan bisa menjawab bahkan jika Helena ingin, karena ia terlalu gugup.Helena yang sudah berada di dalam kamar Dave merasa sangat terkejut dengan tindakan Dave. Ia melotot pada Dave yang sedang memunggungi pintu. Mereka berhadapan dengan Dave yang membelakangi pintu kamarnya."Jangan katakan yang sebenarnya pada Steve," ucap Dave lebih dahulu dan menatap tajam Helena dengan kepala sedikit menunduk karena Helena lebih pendek darinya.Helena menelan ludahnya gugup karena ditatap seperti itu oleh Dave. Ia tidak berani mendongak lebih lama untuk memandang wajah Dave."Aku juga tidak ingin melakukannya. Itu
Aku tidak ingin membayangkan bagaimana perasaan atau ekspresi Steve saat mendengar aku sempat menolak dari perkataan Dave, seolah aku sangat ingin bersama Steve atau memaksa bersama Steve. Padahal aku tidak menolak sama sekali.
Aku tahu masalah semalam pasti akan diungkit, entah untuk membicarakan tentang rencana pembatalan pertunangan atau membicarakan hal yang lainnya. Aku hanya tidak menyangka jika Dave akan meminta maaf. “Tidak masala
“Mom ingin kamu membiarkan Helen tinggal di apartemenmu, perlakukan dia dengan baik,” kata ibu Steve seraya menatap Steve dengan tegas. Steve hendak mengatakan sesuatu karena mulutnya tampak terbuka tapi dihentikan ibunya yang berbicara padaku.
"Mom," pria itu merengek, sangat tidak cocok dengan sikap kaku-nya yang biasa dia perlihatkan. Aku baru tahu, ternyata dia anak yang bisa menjadi orang yang berbeda seperti ini hanya karena sedang berhadapan dengan ibunya. Aku tidak tahu harus merasa seperti apa karena bisa melihat












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.