author-banner
Yaswa Wilih Sari
Yaswa Wilih Sari
Author

Novels by Yaswa Wilih Sari

Calon Janda

Calon Janda

Kupikir satu tahun pengabdianku sebagai istri mampu membuatnya menerima pernikahan ini, tapi ternyata aku salah, dia tetap memilih mantan kekasihnya dan meninggalkan aku
Read
Chapter: 45
Nahswa menundukkan wajah. Malu dengan perawat yang sedang mengatar makan dan obat. Dia merutuki diri sendiri. Bisa-bisanya sampai tidak mendengar orang mengetuk pintu dan membukanya.Sang perawat juga malu. Dia sudah mengetuk pintu tiga kali, lalu masuk dengan permisi. Tapi yang di dalam tidak mendengarnya. “Maaf, Pak, Bu, saya mau mengantar makanan dan obat.” Dia meletakkan mangkuk berisi makan dan juga obat-obatan ke atas nakas. Setelah itu segera keluar keburu malu. “Mas mikirin apa, si?” tanya Nahswa sambil menyuapi Husain. Laki-laki itu terlihat celingukan sambil mencari sesuatu. “Kamu lihat tas Mas nggak, Nash, apa ilang ya?” “Tas yang mana, Mas?” “Tas slempang yang aku bawa waktu itu.” Husain berhenti mengunyah, mengingat-ingat kejadian saat dia dikeroyok, apa mungkin tasnya terlepas atau dijarah orang-orang itu. “Kalo sampe ilang ....” Husain mengesah. “Ada barang penting disana.”“Barang penting apa, Mas, file atau ....”“Bukan urusan kerjaan.”“Ini bukan?” Nahswa meng
Last Updated: 2026-02-10
Chapter: 44
"Kenapa, Mas?” Nahswa merasa tidak nyaman saat suaminya memerhatikan dengan seksama. Mama dan papanya sedang pergi. Sementara Bapak dan Aishwa belum sampai sini. Jadi tinggallah mereka berdua di dalam ruangan. “Apa kamu beneran istriku?” tanya Husain sambil menatapnya lekat. “Mas sama sekali belum inget aku?” Nashwa bertanya. Husain menjawab dengan anggukan kepala. “Aku perlu bukti, biar aku percaya kalo kamu benar-benar istriku.” “Dokumen pernikahan kita disimpan di rumah, nanti aku ambilin ya, oh iya aku juga masih nyimpen foto nikahan kita di—““Bukan itu!” Husain memotong ucapan Nashwa. Wanita yang sedang merogoh ponsel di saku itu mengurungkan niatnya. Dia ingin memperlihatkan foto pernikahan mereka dari galeri ponselnya, tapi tidak jadi. “Foto bisa dimanipulasi, dokumen juga bisa dipalsukan, aku ragu, jangan-jangan kamu mau nipu aku ya, mau memanfaatkan kondisiku buat merebut hatiku!” “Terus apa yang bisa bikin Mas Husain percaya kalo aku ini istri Mas?” Nashwa sepertin
Last Updated: 2026-02-06
Chapter: 43
"Move on! atau mau saya carikan uhkty-ukhty dari pesantren atau dari kampus? atau saya mintain rekomendasi istri saya buat nyariin single yang mau diajak taaruf?" Ustadz sekaligus dosen itu kembali mencandai Ilham.Ilham hanya tertawa tanpa menjawab. Mungkin suatu saat nanti kalau memang sudah siap, dia bisa meminta Ustadz Ahmad untuk mencarikan jodoh. "Lagi pula, kayaknya si nggak ada yang bakal nolak pesona Ustadz Ilham," lanjutnya lagi. "Bisa aja, Tadz." "Oh iya, saya turun di depan saja pas toko buku, udah janjian sama istri disana." "Ehm!" Ilham sengaja berdehem dengan keras mendengar Ustadz Ahmad sengaja berbicara istri."Nikah makanya." Untuk kesekian kalinya, Ustadz Ahmad menepuk pundak Ilham. Dia lalu turun dari mobil dan berterima kasih. Ilham melajukan mobil menuju makam. Dia ingin berziarah ke makam ibunya Nahswa. Biasanya seminggu sekali laki-laki itu datang kesana. Menunggu Nashwa yang rutin berziarah, sekedar melihatnya dari jauh. Sekarang dia mendatangi makan dan
Last Updated: 2026-02-03
Chapter: 42
“Emang Mbak Nashwa nggak tahu kalau suaminya sedang belajar disana?" tanya Ustadz Ahmad. Nashwa pun menggeleng. Dia bahkan tidak menyangka kalau suaminya mau belajar membaca Al-Qur'an. Apalagi Nashwa pernah mengajar disana juga sebelum menikah. Nashwa memang menyukai pendidikan. Di usianya yang masih dua puluh tahun. Dia sudah mengabdikan separuh hidupnya untuk mengajar di rumah baca Al-Qur'an pada sore hari setelah dia selesai kuliah. "Saya baru tahu hari ini dari ustadz.""Saya pikir itu atas rekomendasi Mbak Nashwa ngaji di tempat kita," ucap Ustadz Ahmad. Kita? Nahswa hanya membatin. Sepertinya orang-orang disana masih menganggapnya bagian dari yayasan. Dulu saat dia pamit keluar, mereka berusaha menahan.Tapi karena di semester akhir dia sudah banyak kegiatan, dia memutuskan untuk berhenti dari yayasan cinta Al-Qur'an. Karena ingin fokus dengan skripsi. Rekan-rekan guru pun mendukung dan mengharapkan dia kembali ke sana lagi. Tapi setelah lulus dia mengajar di PAUD dan tidak
Last Updated: 2026-02-02
Chapter: 41
Dia masih ingat, saat baru pulang dari rumah sakit, Husain yang merawatnya. Ketika Gagah sudah pulang, laki-laki itu juga siaga menjaga anaknya. Sekarang Nashwa merasa jadi istri durhaka karena mengabaikan suaminya yang sedang berusaha memperbaiki rumah tangganya.“Hey, kenapa kamu ngomong gitu?” “Mas Husain pasti takut aku marah, makanya dia tetap berusaha pulang sampe rumah meskipun kondisinya menyedihkan, padahal di jalan di melewati rumah sakit, tapi dia nggak kesana dulu malah milih pulang.” Bahu Nashwa berguncang. “Aku juga sempet mikir negatif sama dia gara-gara nggak datang-datang sampe acara aqiqah selesai, mama masih inget kan waktu aku ngadu sama Mama?” “Iya, Nak, mama juga ikut kesal sama dia, mau marahin dia kalo udah ketemu, tapi ternyata ....”“Ternyata pas kita marah-marah dia lagi nahan sakit dikeroyok orang?” Hati Nashwa perih membayangkan suaminya dipukuli orang. Sakit sekali rasanya. “Nak, kita semua nggak ada yang salah, semua yang terjadi atas skenario Allah,
Last Updated: 2026-02-01
Chapter: 40
Suara dering ponsel membuatnya merenggangkan pelukan. Dia menjawab telepon dari Mama. “Kamu makan dulu, Husain biar gantian mama yang jagain!” ucap Mama di seberang telepon. “Tapi aku belum lapar,Ma.” “Nggak usah ngeyel! Ingat ada Gagah yang harus dapat nutrisi lewat kamu, awas ya kalo sampe cucu mama kekurangan ASI gara-gara ibunya susah makan!” Perintah mama kali ini tidak bisa dibantah. Kalau sudah menyinggung Gagah, Nashwa tidak akan bisa berkutik. Nashwa pun keluar dari ruang ICU. Mama dan Papa sudah menunggu di depan pintu. Papa yang masuk mengganti Nahswa. “Katanya Mama yang mau gantiin?” tanya Nashwa. “Mama nemenin kamu makan, biar bener makannya gak dikit doang, nanti kalo gak dipantau bisa-bisa kamu Cuma makan seuprit.” Mama lalu menggandeng lengan Nashwa. Mengajak makan malam di rumah makan dekat rumah sakit. Disana terdapat mushola dan kamar mandi. Nashwa pamit salat isya di mushola. Wanita itu ingin menenangkan diri. Rangkaian kejadian hari ini benar-b
Last Updated: 2026-01-29
Jodoh Kesasar

Jodoh Kesasar

Abyan mengutus dua orang suruhannya untuk melamar kekasihnya di Jawa. Dia sengaja tidak memberitahu terlebih dahulu karena ingin membuat kejutan. Sampai di Desa tujuan, Joni dan Fathul--orang suruhan Abyan menunaikan tugasnya dengan baik. Lamaran merekapun diterima dengan baik. Abyan merasa lega dan memutuskan mendatangi rumah calon istrinya itu untuk membicarakan tentang tanggal pernikahan. Tiba di sana, Abyan disambut dengan hangat oleh Ayah dan Ibunya. Namun saat melihat anak Gadis yang keluar membawakan cangkir berisi minuman untuknya, dia bingung karena tidak mengenali gadis itu. "Kalian nggak salah alamat kan?" tanya Abyan menginterogasi orang suruhannya itu.  "Enggak, Bos. Ini real, Namanya Nabila kan? Anaknya Ibu Sri Hartini dan Pak Agus Winarto?" Abyan mengembuskan napas kasar, ditoyornya kepala kedua orang suruhannya itu. "Nabila dari mana? Nadia gublok! Orang tuanya Sri Rahayu dan Agus Suwito" desis Abyan geram. Dia mengacak rambutnya dengan sedikit menariknya. "Kenapa kalian bisa salah?"  "Loh ini catetannya dari Fathul kok, Bos." Dia menyerahkan selembar kertas. Nabila Saraswati Ibu Sri Hartini Bapak Agus Winarto. "Siapa yang nyatet ini?" tanya Abyan geram. "Fathul, Bos." jawab Joni. "Sini kamu Fathul, saya bilang Nadia Sasmita, Ibu Sri Rahayu dan Bapak Agus Suwito, kenapa bisa salah?" Abyan sangat geram, ingin sekali memaki mereka dengan keras tapi dia menyadari sedang bertamu di rumah orang.Sementara yang dimarahi hanya garuk-garuk kepala kaya orang bingung. Ditengah kemarahannya, Joni menepuk lirih lengan Abyan. "Pak, Bapak lupa ya, kan si Fathul rada budeg."
Read
Chapter: Ending
Allah punya cara sendiri dalam menjodohkan ummatnya. Ada banyak cara unik Allah dalam menemukan jodoh, seperti halnya aku dan Mas Abi, yang berjodoh dengan cara nyasar.Kalau dipikir-pikir memang tidak nalar. Tapi beginilah jalannya. Dan meski begitu, pada akhirnya kami bisa saling mencintai dan saling melengkapi.***“Papa ....” Bocah kecil itu tertatih menghampiri Mas Abi yang baru pulang kerja.“Hay Putri.” Mas Abi menyambutnya dengan membuka kedua tangannya dan Faza langsung meraih tubuhnya dengan langkah tertatih karena belum lancar berjalan.“Sini sama mama dulu, Papa baru pulang, masih capek.” Aku bermaksud memindahkan Faza ke gendonganku tapi dia menggeleng cepat malah bersembunyi di leher Mas Abi.“Udah nggak apa-apa, bikinin teh aja ya,” pinta Mas Abi. Dia lalu mengangkat tubuh Faza tinggi-tinggi membuatnya tertawa.Aku segera membuatkan teh dan menyiapkan air untuk Mas Abi. Setelah air siap, aku membawakan secangkir teh ke ruang tengah, tapi di sana tidak ada. Kuletakkan sa
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Obat Hati
Sudah tiga hari aku kembali ke rumah, selama itu pula aku tidak pernah menyentuh Faza kecuali saat memberinya ASI, itupun karena Mas Abi yang meminta, memerah ASI-pun karena bengkak dan sakit sehingga terpaksa aku melakukan pumping...“Kamu kenapa?” Mas Abi merebahkan diri di belakangku, tangan besarnya melingkar di perutku.“Nabila,” panggilnya lagi karena aku masih bergeming.Dia lalu mengangkat tubuhku membuatku duduk dan berhadapan dengannya.“Sini cerita sama saya,” ucapnya sambil menatapku dalam. Bahkan saking dalamnya, aku sampai takut tenggelam.“Hey!” Dia mengangkat daguku karena tetunduk.“Aku ... Aku ... Huwaaa ....” Bukannya berbicara, aku malah gegerungan persis anak kecil minta mainan. Entah kenapa perasaanku begitu aneh. Seperti ada sesuatu yang menghimpit di dada.Dia menarikku ke dalam pelukannya, membuatku merasa nyaman dan semakin menumpahkan tangis di sana.“Sudah bisa cerita?” tanyanya setelah aku puas menangis. Dia merenggangkan pelukan dan mengusap air mataku
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: Baby Blues Syndrome
Aku membuka mata perlahan, memandang ruangan yang di dominasi warna putih.“Nabila, kamu sudah sadar?” Mas Abi yang berada di sampingku mendekatkan wajahnya.“Memangnya aku pingsan?” tanyaku balik dengan lirih. Entah kenapa tenagaku seperti habis terkuras.“Alhamdulillah,” lirihnya. Dia lalu menghujaniku dengan ciuman.“Terimakasih sudah berjuang,” ucapnya lagi sambil mengecup jemariku.Berjuang? Apa aku habis perang melawan penjajah?“Sebentar saya panggilkan dokter.” Dia lalu keluar dan kembali lagi dengan seorang dokter laki-laki.“Alhamdulillah, sudah bisa pindah ke ruang perawatan,” kata dokter muda itu setelah memeriksaku.“Alhamdulillah,” ucap Mas Abi masih tetap menggenggam erat jemariku.Aku lalu pindah ruangan. Brankar di dorong oleh beberapa petugas. Selama perjalanan, Mas Abi tidak melepas genggamannya. “Nabila ... Alhamdulillah, Nduk.” Mamak tergopoh-gopoh memasuki ruanganku. Dia memelukku penuh haru. Begitupun Bapak, yang tak henti mengusap kepalaku.“Laper, Mak,” renge
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: Lelah
Pak Santoso, adalah driver taksi yang sudah disiapkan Mas Abi untuk keadaan darurat. Akhir-akhir ini Mas Abi sering tugas di luar kampus, jadi dia mem-booking Pak Santoso agar siap siaga kapanpun dibutuhkan..."Baru pemukaan tiga, sabar dulu ya, Mbak. Nanti setengah jam lagi kita cek lagi. Tidurnya miring ke kiri," ucap seorang bidan yang menanganiku."Masih lama nggak?""Nanti tunggu pembukaan sepuluh, sabar ya."Haduh. Pembukaan sepuluh, sedangkan ini baru pembukaan tiga saja sudah sesakit ini. Bagaimana kalau sampai sepuluh, apa aku akan kuat."Mak, panggilin Mas Abi. Aku mau Mas Abi sekarang!""Iya-iya." Mamak mengambil ponsel dan menelepon Mas Abi."Maakk ...." Setengah menjerit aku memanggil Mamak karena perut rasanya seperti ditekan."Sabar, Bila. Banyakin berdoa biar bayi kamu keluar dengan selamat dan kamu juga selamat--""Argggh ...." Aku mengerang, saat ini aku tidak butuh nasehat, aku cuma butuh Mas Abi di sampingku."Jangan ngeden dulu ya, Mbak, ini sudah pembukaan tuju
Last Updated: 2025-10-24
Chapter: Welcom Baby
"Kamu kenapa cengar-cengir gitu, Bil?" Mamak menatapku khawatir menyadariku bertingkah tidak biasa. Sejak pagi, aku merasa perutku mengencang, rasanya mau buang air besar, tapi saat ke kamar mandi rasa mulas hilang."Nggak apa-apa, Mak. Perut Bila cuma agak kenceng aja," jawabku. Aku tidak mau membuat Mamak khawatir, apalagi sekarang Mas Abi sedang mengisi seminar, jadi aku tidak bisa bermanja-manja.Tetap kupaksakan diri ke laundry, meski perut sebentar kencang sebentar tidak. Aku tetap mau pergi agar tidak terlalu merasakan sakit. Tapi sepertinya Mamak bisa menangkap gelagatku yang sering menahan sakit."Kami tetap mau ke Loundry, Bil? Rumah aja lah, Mamak kuwatir kamu lairan di sana.""Ya kalo kerasa nanti kan tinggal berangkat ke rumah sakit, Mak," elakku."Nggak-nggak! Kamu tetep rumah aja, udah siapin keperluan yang mau dibawa buat lahiran?" tanya Mamak seolah-olah aku sudah mau lahiran."Udah si, Mak.""Baju ganti kamu, terus perlengkapan bayi udah belom?""Udah." Aku ingat nas
Last Updated: 2025-10-24
Chapter: Love sekebon
"Ya sama kampungku, Mas, emang sama siapa?" "Bukan sama seseorang yang ada di kampung?""Mas apaan, sih posesif gitu." Aku merengut. Padahal kan aku benar-benar rindu dengan suasana kampung...Sesuai perkiraan Mas Abi, hari ini Mamak dan Bapak sampai. Jam lima sore, mereka sudah sampai di rumah. Aku menyambutnya dengan pelukan hangat. Rindu sekali dengan Mamak yang bawel, dan Bapak yang apa adanya."Nabila, kamu tuh udah hamil segede itu malah jingkrak-jingkrak, nyeri Bapak lihat perutmu mentul-mentul," ucap Bapak. "Ho'oh, weteng wes gede ngono, egen pecicilan wae, Bil Bil." Mamak turut menimpali. "Kangen banget, Mak. Kan Bila seneng, akhirnya Mamak nemenin Bila disini, besok Bila ajakin jalan-jalan ke Mall, Mak." Aku memeluk Mamak lagi. Bapak melihatku sambil geleng-geleng kepala.Aku lalu mengajak mereka ke kamar yang sudah di persiapkan. Ruangan kosong yang sebelumnya dijadikan gudang, disulap jadi ruang kerja, sedangkan ruang kerja yang awalnya memang kamar tamu, dijadikan ka
Last Updated: 2025-10-22
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status