Chapter: Bab. 157 part 2Lie Mei menggaruk kepalanya yang tidak gatal, masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Pandangannya kemudian beralih pada Xiu Jie, dan ia menyadari sesuatu yang aneh. Wajah majikannya itu tampak agak pucat."Nona, kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Lie Mei heran.Xiu Jie langsung tersentak. Kepanikan jelas tergambar di wajahnya."Aku... aku cuma kurang tidur semalam," sahut Xiu Jie cepat, suaranya agak bergetar. "Lagipula aku lupa minum sup buah longan, makanya kelihatan pucat. Sudahlah, mending sekarang kamu buatkan aku sup buah longan sama olahan hati biar wajahku segar lagi. Kalau aku pucat begini, gimana bisa aku mempertahankan posisi sebagai nyonya jenderal?"Xiu Jie terus mengoceh, sengaja tidak memberi kesempatan bagi Lie Mei untuk membalas."Baik, Nona." Baru saja Lie Mei hendak beranjak, seorang pelayan lain datang terburu-buru."Maaf, Nona. Ada utusan kekaisaran datang membawa titah kaisar. Nona diminta segera ke halaman depan. Jenderal Tian Ming sudah menunggu
Huling Na-update: 2026-05-18
Chapter: Bab. 156 Part2"Kau sudah bangun?" tanya Xiu Jie lembut, mengabaikan kekesalannya pada Kaisar sejenak."Kenapa saya bisa tidur di sini, Nona? Bukankah seharusnya saya berjaga?" tanya Lie Mei lagi, merasa bersalah karena telah menempati ranjang majikannya."Semalam kau terlihat sangat mengantuk dan kelelahan. Karena tidak tega membangunkanmu, aku memindahkanmu ke ranjangku agar kau bisa tidur nyenyak," jawab Xiu Jie, berbohong demi menenangkan pelayannya.Padahal, kenyataannya jauh dari kata lembut. Ia masih ingat betul saat Tuan Shen Zhibai datang untuk membawanya menghadap Kaisar, pria itu tanpa ragu memukul tengkuk Lie Mei hingga gadis malang itu jatuh pingsan seketika. Xiu Jie terpaksa menyembunyikan kenyataan pahit itu agar Lie Mei tidak merasa ketakutan atau merasa gagal menjaganya.****Kembali ke kediaman Selir Xie Yue, suasana di Paviliun Barat kini tampak sibuk namun penuh dengan ketenangan yang dibuat-buat. Ye Jinjing kini sudah terbaring di atas tempat tidur mewah milik paviliun tersebut,
Huling Na-update: 2026-05-04
Chapter: Bab. 155Di kediaman Jenderal Tian Ming, kabar kedatangan Selir Xie Yue langsung sampai ke telinga Ye Jinjing. Tanpa membuang waktu, ia dan Xiao Bo segera melancarkan rencana mereka. Keduanya bergegas menuju Paviliun Barat."Kali ini, aku harus bisa mengambil hati Selir Xie Yue," batinnya penuh ambisi. "Dengan begitu, menyingkirkan perempuan jalang itu akan jadi urusan mudah."Sekitar lima belas menit berjalan, mereka tiba di halaman kediaman Selir Xie Yue. Dari kejauhan, Ye Jinjing menangkap sosok sang selir yang sedang bersantai bersama Lin Meiling."Xiao Bo, itu mereka," bisik Ye Jinjing sambil mengedikkan dagu tipis."Ayo, Nona. Kita mulai sekarang," sahut Xiao Bo menyemangati. Ye Jinjing mengangguk pelan. Sepasang matanya bergerak liar menyisir sekitar, mencari posisi paling strategis agar aksinya tertangkap jelas oleh mata Selir Xie Yue."Di sana, sepertinya pas." Ye Jinjing dan Xiao Bo melangkah menuju taman yang letaknya tak jauh dari sang selir. Sejurus kemudian, tubuh Ye Jinjing limb
Huling Na-update: 2026-05-04
Chapter: Bab. 154 part2Xiu Jie yang berada dalam dekapan kaisar segera melepaskan diri dan beranjak bangun. Namun sedetik kemudian, Kaisar Jinyulong menariknya kembali hingga Xiu Jie jatuh terduduk di pangkuan sang kaisar."Kaisar, apa yang Anda lakukan?" bisiknya cemas. "Ada Kasim Han di sini."Sementara itu, Kasim Han duduk bersimpuh dengan kepala tertunduk dan tubuh gemetar. Ia yakin kali ini dirinya pasti akan terkena hukuman berat.Mendengar bisikan Xiu Jie, Kaisar Jinyulong langsung mengalihkan pandangannya pada Kasim Han dengan tatapan yang tajam, dingin, dan seolah menusuk."Kasim Han, kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Kaisar dengan nada suara yang membeku."Hamba... Hamba mengerti, Baginda!" Tubuh Kasim Han semakin gemetar hebat."Untuk semua pelayan dan penjaga yang bertugas malam ini, jatuhi hukuman 50 kali pukulan papan." Mendengar perintah itu, mata Xiu Jie seketika terbelalak."Benar-benar pantas dijuluki kaisar tiran, batinnya dalam hati."Kenapa mereka harus dihukum? Memangnya apa kesalahan y
Huling Na-update: 2026-05-03
Chapter: Bab. 153 Part2Kaisar Jinyulong bangkit dari jongkoknya dengan bantuan Xiu Jie, lalu didudukkan di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati. Kaisar itu menghela napas panjang agar tubuhnya kembali rileks. "Xiu Jie... jangan lakukan hal konyol seperti tadi lagi. Aku tidak ingin dikasihani oleh siapa pun," ucap Kaisar dengan nada ketus. "Cih. Memangnya siapa yang kasihan sama Yang Mulia? Justru aku yang harus dikasihani," gerutu Xiu Jie kesal, sambil menatap telapak tangannya yang sempat ia sayat tadi. Sementara itu, di luar kamar, Kasim Han dan para pelayan merasa lega karena tidak lagi mendengar kegaduhan di dalam. "Sepertinya Nona Xiu Jie berhasil menenangkan Yang Mulia," gumam Kasim Han pelan seraya menatap ke arah pintu kamar kaisar. Kaisar Jinyulong menatap tajam ke arah telapak tangan Xiu Jie. Darah segar masih merembes dari luka sayatan yang dibuat gadis itu beberapa saat lalu. Tanpa banyak bicara, kaisar meraih pergelangan tangan Xiu Jie. "Yang Mulia, apa yang Anda lakukan?" tanya
Huling Na-update: 2026-05-01
Chapter: Bab. 152 part2Xiu Jie melangkah sangat pelan, nyaris tanpa suara. Wajah polosnya menoleh ke sana-kemari, memastikan keadaan sekitar aman."Jujur saja, nyaliku sebenarnya tidak seberapa," bisik Xiu Jie pada diri sendiri. Dia terus mengendap-endap sampai tirai tempat tidur kaisar mulai terlihat."Yang Mulia, Anda di mana?" Suaranya terdengar parau. Meski rasa takut mulai menjalar, dia tetap memaksakan diri maju demi melihat kondisi Kaisar Jinyulong."Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?" tanyanya lagi. Xiu Jie terus mencari-cari, namun sosok kaisar tak kunjung terlihat. "Aneh sekali, kenapa sepi sekali di sini?""Kata Tuan Bai, Kaisar sedang dalam bahaya. Tapi sepertinya semua baik-baik saja," gumamnya heran. Xiu Jie berdiri mematung sambil mengamati setiap sudut kamar yang sangat luas itu."Tidak kusangka, kamar kaisar tiran ini megah juga. Tapi sayang, rasanya mati dan tidak ada kehidupan. Ah, sudahlah, lebih baik aku kembali saja. Si tiran itu juga entah ke mana," gerutunya.Namun, tepat saat Xiu
Huling Na-update: 2026-04-30

YUAN LING: DUA JIWA YANG TERIKAT
Di sebuah kerajaan Qing, Qing Fei merasa terasing dan terhimpit oleh ketidakberdayaannya. Ia selalu menjadi sasaran ejekan saudara-saudaranya yang lebih pandai dan berkuasa. Namun, di balik wajah bodohnya, Qing Fei adalah seorang pangeran yang memiliki dedikasi tinggi.
Sementara itu, Yuan Ling, putri Jenderal Yuan, juga menghadapi nasib serupa. Reputasinya buruk, dan ia dianggap tidak berguna. Ketika pernikahan dengan Pangeran Kelima semakin dekat, Yuan Ling memutuskan untuk melarikan diri. Ia berlari menuju tengah hutan, hatinya berdebar-debar.
Di tepi danau yang tenang, Yuan Ling tergelincir. Tubuhnya jatuh ke dalam air dingin, dan nyawanya pun pergi. Namun, di tempat lain, seorang pengawal wanita bernama Li Wei juga mengalami nasib tragis. Ia dicari oleh para prajurit karena mencuri benda berharga demi keinginan Pangeran Qing Chuan. Sayangnya, bukannya mendapatkan pertolongan, Li Wei malah ditikam di jantungnya dan tubuhnya dibuang ke dalam danau.
Takdir mempertemukan dua jiwa yang terpisah oleh kematian. Jiwa Li Wei, yang penuh dendam, masuk ke dalam tubuh Yuan Ling. Kini, Yuan Ling memiliki kekuatan dan tekad baru untuk mengubah nasibnya. Apakah ia akan membalaskan dendam Li Wei atau menemukan jalan lain yang lebih baik?
Basahin
Chapter: Bab. 26Sinar keemasan fajar merayap di antara puncak-puncak pegunungan, membelai dedaunan yang masih berhiaskan embun pagi. Butiran-butiran air itu laksana permata yang memantulkan cahaya, menciptakan kilauan lembut di tengah udara yang dingin menusuk.Diiringi simfoni alam, burung-burung berkicau riang, melantunkan melodi yang saling bersahutan di antara pepohonan yang bergoyang perlahan oleh hembusan angin. Namun, di balik tabir suara alam itu, kedamaian sejati bersemayam dalam kehangatan ranjang.Yuan Ling menggeliat perlahan, merasakan sisa-sisa kelelahan dan sedikit nyeri di tubuhnya. Di sampingnya, Pangeran Qing Fei masih terlelap, lengannya melingkari pinggang Yuan Ling dengan posesif, seolah tak ingin melepaskan istrinya barang sedetik pun.Sebuah ringisan tertahan lolos dari bibir Yuan Ling saat ia mencoba bangkit, pergerakannya terasa memberat di bagian pinggul.Mendengar desisan lirih Yuan Ling, mata Pangeran Qing Fei terbuka. Wajahnya yang polos dan tanpa dosa menyambut pagi. Ia
Huling Na-update: 2025-04-23
Chapter: Bab. 25. warning 21++Namun, tepat ketika hidung mereka hampir bersentuhan, ketika Yuan Ling sudah bisa merasakan hembusan napas Pangeran Qing Fei yang hangat menerpa wajahnya, sang pangeran tiba-tiba menarik diri. Gerakannya tiba-tiba dan tak terduga, menciptakan ruang hampa di antara mereka yang tadinya terasa begitu intim."Pergilah!" titahnya lirih, suaranya nyaris tak terdengar, namun sarat akan kepedihan dan pergolakan batin.Yuan Ling merasakan amarah yang membakar tiba-tiba menyentak dirinya. Ia telah bersabar, berusaha memahami, dan memberikan dukungan. Namun, penolakan yang ambigu ini terasa seperti penghinaan, sebuah keraguan yang menyakitkan terhadap dirinya dan ikatan mereka."Bisakah kau menjadi pria sejati?" desis Yuan Ling tajam, matanya menyala menantang. Tanpa menunggu jawaban, ia bergerak cepat. Tangannya terulur, menarik tengkuk leher Pangeran Qing Fei dengan gerakan yang tegas dan penuh keberanian. Dalam sekejap, ia menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang penuh gairah dan tunt
Huling Na-update: 2025-04-18
Chapter: Bab. 24 . warning 21++Debu jalanan yang kelabu seolah enggan beranjak dari sepatu kulit Yuan Ling saat ia tiba di kediaman megah itu, kontras mencolok dengan gemerlap samar yang terpancar dari balik jendela-jendela bertirai sutra. Langkahnya tergesa, membawa Pangeran Qing Fei yang limbung di sisinya. Aroma dupa mahal bercampur peluh dingin sang pangeran menusuk indra penciuman Yuan Ling saat mereka memasuki kamar tidur yang luas dan dingin. Dengan gerakan cekatan namun penuh kehati-hatian, Yuan Ling membaringkan tubuh Pangeran Qing Fei di atas ranjang berukir rumit dengan seprai selembut awan. Namun, ketenangan yang diharapkan tak kunjung datang. Pangeran Qing Fei menggeliat resah, napasnya tersengal-sengal, jari-jarinya mencengkeram seprai, meraba-raba tubuhnya sendiri seolah mencari sesuatu yang hilang. "Pa...nas sekali," bisiknya lirih, suaranya tercekat dan bergetar seperti dawai kecapi yang hampir putus. Butiran keringat dingin membasahi pelipisnya. Mata Yuan Ling yang tajam menangkap keanehan yan
Huling Na-update: 2025-04-18
Chapter: Bab. 23Pangeran Qing Chuan meringis kesakitan, napasnya tersengal-sengal. Ia memegangi punggungnya yang terasa nyeri. Yuan Ling berdiri di hadapannya, tubuhnya bergetar karena amarah yang masih membara."Ini pelajaran untukmu, Qing Chuan," ucap Yuan Ling dengan suara dingin dan tegas. "Jangan pernah mencoba memainkan permainan kotor di belakang suamiku. Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya."Ia menunjuk wajah Pangeran Qing Chuan dengan jari telunjuknya, matanya penuh peringatan. "Ingat ini baik-baik. Jika kau berani menyentuh sehelai rambut pun di kepala Qing Fei, kau akan berhadapan denganku."Suara bisik-bisik di antara para penonton semakin intens. Mereka menyaksikan adegan yang tak terduga ini dengan campuran rasa takut, kagum, dan penasaran."Dia benar-benar membela Pangeran Qing Fei," gumam seorang wanita tua dengan kerutan di wajahnya."Pangeran Qing Chuan pasti tidak menyangka akan mendapat perlawanan seperti ini," timpal seorang pemuda dengan nada kagum.Pangeran Qing Chuan mena
Huling Na-update: 2025-04-14
Chapter: Bab. 22"PERGI !" pekik Yuan Ling dengan tatapan nyalang. Tanpa mengatakan apapun, wanita penghibur itu pergi dengan wajah marah. Namun, bukan hanya pemandangan itu yang membuat darah Yuan Ling mendidih. Di sudut ruangan, bersandar pada pilar kayu berukir naga, berdiri Pangeran Qing Chuan. Ekspresi wajahnya datar dan dingin, namun seulas senyum tipis tersungging di bibirnya saat melihat kedatangan Yuan Ling yang penuh amarah. Di tangannya, ia menggenggam sebuah cawan keramik halus yang tampak kosong, namun Yuan Ling mencium samar aroma samar opium yang tertinggal.Dari balik kerumunan di ambang pintu, terdengar bisikan-bisikan para penonton yang penasaran."Lihat! Itu Nyonya Yuan!" seru seorang pria berjubah cokelat kusam."Apa yang terjadi? Mengapa dia terlihat begitu marah?" timpal seorang wanita dengan sanggul tinggi yang dihiasi jepit rambut perak."Kudengar Pangeran Qing Fei dibawa ke sini secara paksa," bisik seorang pria bertubuh kurus dengan nada khawatir."Pangeran Qing Chuan juga a
Huling Na-update: 2025-04-14
Chapter: Bab. 21Setelah menerima titah dingin dari Pangeran Qing Chuan, seulas senyum licik mengembang di bibir ranum wanita penghibur itu. Cahaya remang-remang lentera minyak di sudut ruangan menari-nari di wajahnya, menonjolkan guratan kemenangan yang tersembunyi. Dengan langkah anggun namun penuh maksud tersembunyi, ia mendekat ke arah Pangeran Qing Fei yang terbaring lemah di atas dipan, kesadarannya masih berjuang untuk kembali sepenuhnya. Aroma candu yang samar bercampur dengan bau keringat dingin dari tubuh sang pangeran menciptakan atmosfer yang menyesakkan.Sementara itu, bagai disengat ribuan lebah, Yuan Ling menerima kabar dari seorang pelayan istana mengenai keberadaan suaminya. Jantungnya berdegup kencang, bagai genderang perang yang ditabuh bertalu-talu. Tanpa membuang sedetik pun waktu, ia segera melompat ke atas punggung kuda kesayangannya. Derap kaki kuda memecah keramaian jalanan yang berliku. Cambuk ia layangkan tanpa ampun, memacu hewan itu dalam kecepatan yang membahayakan. Angin
Huling Na-update: 2025-04-14