Share

Bab. 146 part2

Author: Rizkymutha14
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-25 16:20:45

Di ruang kerja istana utama, Raja Mamba duduk diam. Wajahnya muram, tatapannya kosong menembus jendela. Pikirannya melayang entah ke mana, hingga suara ketukan pintu mendadak membuyarkan lamunannya.

Ia menghela napas panjang, lalu berseru dengan nada malas,

"Masuklah."

Pintu terbuka perlahan. Seorang pria berseragam jenderal melangkah masuk dan memberi hormat dalam-dalam.

"Lapor, Yang Mulia," ucap Jenderal Tian Ming dengan suara tegas namun hati-hati. "Rombongan kereta kuda Selir Xiyue telah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 187 part2

    "Kalau begitu, mengapa Anda begitu berani memanggil namanya secara langsung?" tanyanya dengan nada tinggi. "Apa Anda tidak takut pada hukum kerajaan?"Beberapa pejabat tua langsung menundukkan kepala.Mereka mulai merasa bahwa Wei Yinlou sedang menggali kuburnya sendiri.Namun gadis itu sama sekali tidak menyadarinya.Shen Jin justru tertawa pelan.Tawanya terdengar ringan, tetapi membuat bulu kuduk beberapa orang berdiri."Takut?"Ia mengulang kata itu seolah mendengar sesuatu yang lucu.Kemudian, di hadapan seluruh tamu yang hadir, Shen Jin memalingkan wajahnya ke arah Bai Li Yuan yang sejak tadi hanya menikmati pertunjukan tersebut."Jangankan hanya Jinyulong."Sudut bibirnya terangkat."Bahkan memanggil nama penguasa tertinggi sekalipun, aku tidak takut."Lalu, dengan santai ia berkata,"Benar, bukan, Bai Li Yuan?"Ruangan itu langsung hening.Begitu hening hingga suara napas para tamu terdengar jelas.Para bangsawan saling memandang dengan ekspresi aneh.Jika orang lain mengucapk

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 186 part2

    "Permaisuri Shen, Anda sungguh pandai berbicara."Tiba-tiba sebuah suara yang terdengar tajam dan tidak bersahabat memecah suasana hangat di tengah perjamuan.Senyum tipis di bibir Shen Jin tidak langsung memudar. Dengan tenang, ia mengangkat pandangan dan mengikuti arah datangnya suara tersebut.Di antara para tamu yang memenuhi ruang perjamuan megah itu, berdiri seorang wanita muda mengenakan gaun merah menyala yang begitu mencolok. Sulaman benang emas menghiasi setiap lekuk pakaiannya, sementara perhiasan giok yang menggantung di pinggangnya berayun perlahan setiap kali ia bergerak. Namun, kemewahan itu tidak mampu menyembunyikan tatapan penuh ketidaksukaan yang terpancar dari matanya.Wanita itu menatap Shen Jin tanpa berusaha menyembunyikan permusuhannya."Yang Mulia Selir belum memulai Perjamuan Seribu Bunga karena menunggu kedatangan Yang Mulia Permaisuri Shen," ucapnya dengan suara lembut yang sengaja dibuat sopan, meski sindiran di balik kata-katanya begitu jelas terdengar.I

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 185 part2

    Gaun merah mudanya disulam dengan benang emas yang berkilauan di bawah cahaya lentera. Sulaman burung-burung mungil yang menghiasi bagian lengan dan ujung roknya tampak hidup, menambah kesan anggun sekaligus lembut pada dirinya.Shen Jin menyipitkan mata sebelum melirik putranya."Wanita yang begitu lembut dan cantik seperti itu, apa kau benar-benar yakin ingin menolak perjodohan ini?"Nada suaranya terdengar santai, tetapi ada sedikit godaan yang terselip di dalamnya.Jinyulong langsung mengerutkan kening."Ibunda, jangan bercanda. Aku tidak mungkin menyukai wanita seperti dia," bisiknya pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.Senyuman Shen Jin semakin lebar mendengar jawaban itu.Namun, tepat pada saat itu, Lin Meiling mengangkat kepalanya.Tatapannya yang jernih tanpa sengaja bertemu dengan mata Shen Jin. Sesaat kemudian, pandangannya bergeser ke arah Bai Li Yuan dan akhirnya berhenti pada Jinyulong.Mata gadis itu seketika berbinar.Keceriaan yang semula tersembunyi langsung t

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 184 Part2

    "Jinyu, berikan obat racikan ibumu yang terbaru."Kaisar Jinyulong perlahan membalikkan telapak tangannya. Cahaya keemasan yang lembut berkilauan di udara, berputar seperti kabut tipis sebelum mengembun menjadi sebuah botol porselen putih seukuran telapak tangan. Botol itu tampak sederhana, tetapi aura spiritual yang memancar darinya membuat siapa pun mengerti bahwa isinya bukanlah obat biasa.Hanya dalam hitungan detik, botol porselen itu telah berada di genggaman Kaisar."Ini."Jinyulong menyerahkannya kepada Shen Jin tanpa banyak bicara."Ibunda, ini obatnya."Shen Jin menerima botol tersebut dengan kedua tangan. Begitu tutupnya dibuka, aroma obat yang menenangkan langsung memenuhi ruangan, mengusir samar-samar bau darah yang masih tersisa.Pandangannya kemudian beralih kepada Xiu Jie yang duduk di tepi ranjang."Xiu Jie, luka gores di tanganmu cukup dalam."Nada suaranya terdengar lembut, tetapi sorot matanya penuh perhatian. Ia meraih tangan kanan Xiu Jie dan memeriksanya dengan

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 183 part2

    Tubuhnya merinding hanya dengan mengingat kejadian itu."Aku..."Xiu Jie menggigit bibir bawahnya."Seseorang mendorongku."Tatapan Kaisar Jinyulong langsung berubah dingin.Udara di dalam ruangan seolah ikut membeku."Siapa?"Xiu Jie menggeleng perlahan."Aku tidak melihat wajahnya.""Kau tidak melihatnya?""Aku hanya merasakan seseorang berdiri di belakangku. Sebelum sempat berbalik, orang itu sudah mendorongku ke dalam danau."Wajah Kaisar Jinyulong semakin suram.Berani menyerang seseorang di dalam istana saat pesta berlangsung sama saja dengan menantang kewibawaannya secara langsung.Dan orang yang diserang itu adalah Xiu Jie.Perempuan yang kini berada di bawah perlindungannya."Yang Mulia..."Xiu Jie memanggil pelan.Kaisar Jinyulong menoleh."Ada apa?""Mohon jangan membuat keributan besar karena masalah ini."Alis pria itu langsung berkerut.Kaisar Jinyulong menatap Xiu Jie dengan sorot mata yang semakin tajam."Kau hampir kehilangan nyawamu.""Aku tahu," jawab Xiu Jie pelan.

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 182 part 2

    "Apa aku akan mati untuk yang kedua kalinya...?"Pikiran itu menjadi hal terakhir yang terlintas di benak Xiu Jie sebelum kesadarannya benar-benar tenggelam ke dalam kegelapan.Entah berapa lama waktu berlalu.Perlahan, Xiu Jie membuka matanya. Pandangannya terasa buram, seolah tertutup lapisan kabut tipis. Kelopak matanya begitu berat hingga ia harus mengedip beberapa kali untuk memaksanya tetap terbuka.Sedikit demi sedikit, bayangan samar di hadapannya mulai menjadi jelas.Hal pertama yang tertangkap oleh matanya adalah langit-langit berwarna putih bersih yang diterangi cahaya lampu terang. Aroma obat-obatan yang khas memenuhi udara, menusuk indera penciumannya dan membuat dadanya terasa sesak.Xiu Jie mengernyit pelan."Di mana aku...?" gumamnya dalam hati.Tatapannya bergerak perlahan menelusuri ruangan asing itu."Apa aku sudah berada di surga?"Namun sebelum sempat menemukan jawabannya, suara langkah kaki yang tergesa-gesa tiba-tiba terdengar dari kejauhan."Cepat panggil dokte

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 61

    Kaisar Yuan dan Shen Jin melangkah keluar dari aula istana utama, diikuti oleh Yueyin dan Pangeran Liu Jun. Angin malam yang sejuk menyapu wajah mereka, membawa aroma bunga melati yang mekar di taman istana. Langkah mereka terdengar lembut di atas lantai marmer yang dingin, menciptakan irama yang t

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 59

    Melihat Shen Jin yang dengan tergesa-gesa memakan buah anggur keabadian tanpa memikirkan risiko yang akan dialaminya, Kaisar Yuan segera membawa Shen Jin ke kediaman gurunya. Angin yang dingin menyapu wajah mereka saat mereka bergegas melalui jalan setapak yang diterangi cahaya bulan. Tak berselang

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 52

    Bai Xiu Xue keluar dari ruangan rahasianya, langkahnya tenang namun penuh tekad. Ia melangkah menuju ruang rahasia lainnya, tempat di mana tubuh Xiao Nian Jie terbaring dalam peti kristal es. Ruangan itu dingin, dengan cahaya biru yang memancar dari peti, menciptakan suasana yang magis dan misteriu

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 51

    Mendengar teriakan seseorang dari dalam kediaman, Kaisar Bai Li Yuan dan sang guru segera bergegas menuju tempat tersebut. Langkah mereka cepat dan penuh kekhawatiran, menyusuri lorong-lorong yang diterangi cahaya lentera yang berkelap-kelip. Aroma dupa yang terbakar samar-samar tercium di udara, m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status