Share

Bab. 144 part 2

Author: Rizkymutha14
last update publish date: 2025-10-23 08:51:48

Di Istana Kuning yang harum oleh aroma kue bunga plum dan cookies hangat, Shen Jin berdiri di dekat jendela, menata hasil panggangannya dengan senyum kecil. Baru saja ia hendak mengambil nampan kedua, tiba-tiba sepasang lengan hangat melingkari pinggangnya dari belakang.

Shen Jin terkejut, tubuhnya menegang. Ia menoleh cepat ke samping—dan sebelum sempat berkata apa-apa, bibirnya sudah disambar oleh ciuman kilat dari Kaisar Yuan.

Ciuman itu singkat, tapi cukup membuat jantung Shen Jin berdebar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 160 part2

    Siapa yang tidak mempermasalahkan harta? Jika bukan karena kekayaan keluarga Xiu yang mengalir ke kediaman ini, apakah aku sudi bertahan di sisi pria kasar sepertimu?Semakin dipikirkan, semakin panas dadanya.Ye Jinjing memang pandai berpura-pura. Sejak awal, ia tahu cara memanfaatkan kelemahan Tian Ming. Pria itu menyukai wanita yang tampak lembut, penurut, dan tidak serakah. Karena itulah selama ini ia selalu mengenakan topeng kesederhanaan.Tetapi kenyataannya, melihat Xiu Jie dengan mudah menyebutkan akan menarik kembali seluruh mahar pernikahannya membuat jantung Ye Jinjing berdebar cemas.Jika semua kekayaan itu benar-benar ditarik kembali, lalu apa yang akan tersisa?Kediaman megah ini?Perhiasan mahal yang selama ini ia kenakan?Para pelayan yang melayani setiap kebutuhannya?Bahkan kehidupan mewah yang telah dinikmatinya selama bertahun-tahun bisa runtuh dalam sekejap.Meski hatinya dipenuhi kecemasan dan amarah, Ye Jinjing tetap mempertahankan senyum lembut di wajahnya. Ia

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 159 Part2

    Xiu Jie tidak menunjukkan sedikit pun rasa gentar ketika suara Jenderal Tian Ming menggema keras di aula utama. Nada suaranya yang penuh kemarahan cukup untuk membuat para pelayan di sekitar menundukkan kepala dan menahan napas. Namun, wanita itu tetap berdiri tegak di tempatnya. Punggungnya lurus, dagunya sedikit terangkat, dan sorot matanya tenang seolah tidak ada sesuatu pun yang mampu mengguncang harga dirinya. Tatapan Xiu Jie menyapu wajah Tian Ming dengan sikap datar. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak, tidak pula kesedihan yang terlihat. Justru ketenangan itulah yang membuat suasana menjadi semakin menekan. "Xiu Jie, kau tidak perlu takut jika barang itu direbut oleh Ye Jinjing." Tian Ming mengangkat dagunya dengan nada penuh pembelaan. "Dia wanita yang berkepribadian sederhana. Dia tidak gila harta maupun kedudukan sepertimu." Mendengar pujian itu, Ye Jinjing segera memasang ekspresi polos. Dengan langkah kecil, ia bersembunyi di belakang punggung Tian Ming, seolah-olah

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab 157

    Lamunan Xiu Jie buyar saat para pelayan kekaisaran mulai menata hadiah-hadiah tersebut di atas meja panjang yang telah disiapkan.Kotak-kotak kayu cendana dibuka satu per satu.Seketika, halaman kediaman Jenderal Tian Ming dipenuhi kilauan yang membuat mata silau.Dua mutiara laut selatan berukuran hampir sebesar telur merpati memantulkan cahaya lembut kebiruan. Sepuluh tusuk konde giok Hentian tersusun rapi di atas bantalan sutra merah, memancarkan kemewahan yang hanya bisa dimiliki keluarga kerajaan.Belum lagi vas porselen Qinghua dengan pola awan dan naga yang digambar begitu hidup seolah bisa terbang keluar dari permukaannya kapan saja.Para pelayan di sekitar mereka tanpa sadar menahan napas.Bahkan beberapa pengawal yang biasanya berwajah datar tampak melirik diam-diam ke arah hadiah tersebut."Ya Tuhan..." gumam Lie Mei.Pelayan kecil itu sampai menutup mulutnya sendiri."Seumur hidupku aku belum pernah melihat barang semahal ini."Ye Jinjing yang berdiri tidak jauh dari sana

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 157 part 2

    Lie Mei menggaruk kepalanya yang tidak gatal, masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Pandangannya kemudian beralih pada Xiu Jie, dan ia menyadari sesuatu yang aneh. Wajah majikannya itu tampak agak pucat."Nona, kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Lie Mei heran.Xiu Jie langsung tersentak. Kepanikan jelas tergambar di wajahnya."Aku... aku cuma kurang tidur semalam," sahut Xiu Jie cepat, suaranya agak bergetar. "Lagipula aku lupa minum sup buah longan, makanya kelihatan pucat. Sudahlah, mending sekarang kamu buatkan aku sup buah longan sama olahan hati biar wajahku segar lagi. Kalau aku pucat begini, gimana bisa aku mempertahankan posisi sebagai nyonya jenderal?"Xiu Jie terus mengoceh, sengaja tidak memberi kesempatan bagi Lie Mei untuk membalas."Baik, Nona." Baru saja Lie Mei hendak beranjak, seorang pelayan lain datang terburu-buru."Maaf, Nona. Ada utusan kekaisaran datang membawa titah kaisar. Nona diminta segera ke halaman depan. Jenderal Tian Ming sudah menunggu

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 156 Part2

    "Kau sudah bangun?" tanya Xiu Jie lembut, mengabaikan kekesalannya pada Kaisar sejenak."Kenapa saya bisa tidur di sini, Nona? Bukankah seharusnya saya berjaga?" tanya Lie Mei lagi, merasa bersalah karena telah menempati ranjang majikannya."Semalam kau terlihat sangat mengantuk dan kelelahan. Karena tidak tega membangunkanmu, aku memindahkanmu ke ranjangku agar kau bisa tidur nyenyak," jawab Xiu Jie, berbohong demi menenangkan pelayannya.Padahal, kenyataannya jauh dari kata lembut. Ia masih ingat betul saat Tuan Shen Zhibai datang untuk membawanya menghadap Kaisar, pria itu tanpa ragu memukul tengkuk Lie Mei hingga gadis malang itu jatuh pingsan seketika. Xiu Jie terpaksa menyembunyikan kenyataan pahit itu agar Lie Mei tidak merasa ketakutan atau merasa gagal menjaganya.****Kembali ke kediaman Selir Xie Yue, suasana di Paviliun Barat kini tampak sibuk namun penuh dengan ketenangan yang dibuat-buat. Ye Jinjing kini sudah terbaring di atas tempat tidur mewah milik paviliun tersebut,

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 155

    Di kediaman Jenderal Tian Ming, kabar kedatangan Selir Xie Yue langsung sampai ke telinga Ye Jinjing. Tanpa membuang waktu, ia dan Xiao Bo segera melancarkan rencana mereka. Keduanya bergegas menuju Paviliun Barat."Kali ini, aku harus bisa mengambil hati Selir Xie Yue," batinnya penuh ambisi. "Dengan begitu, menyingkirkan perempuan jalang itu akan jadi urusan mudah."Sekitar lima belas menit berjalan, mereka tiba di halaman kediaman Selir Xie Yue. Dari kejauhan, Ye Jinjing menangkap sosok sang selir yang sedang bersantai bersama Lin Meiling."Xiao Bo, itu mereka," bisik Ye Jinjing sambil mengedikkan dagu tipis."Ayo, Nona. Kita mulai sekarang," sahut Xiao Bo menyemangati. Ye Jinjing mengangguk pelan. Sepasang matanya bergerak liar menyisir sekitar, mencari posisi paling strategis agar aksinya tertangkap jelas oleh mata Selir Xie Yue."Di sana, sepertinya pas." Ye Jinjing dan Xiao Bo melangkah menuju taman yang letaknya tak jauh dari sang selir. Sejurus kemudian, tubuh Ye Jinjing limb

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 128

    Beberapa tahun kemudian. Kepemimpinan kerajaan Bai Li Yuan, kini di gantikan oleh Jinyulong sebagai kaisar muda. Di bawah kepemimpinannya, rakyat Kerajaan Bai Li Yuan hidup makmur dan wilayahnya semakin meluas. Namun, meskipun dia menjadi kaisar yang tangguh dan tak tertandingi, namun ada kekosonga

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 127

    Pria gempal itu, dengan mata berbinar-binar, segera menyambar kantong koin itu. Ia bahkan tak sempat menghitungnya, terlalu sibuk dengan kegembiraannya. Dengan tergesa-gesa, ia membungkuk hormat, kemudian bergegas pergi, tak berani menatap Shen Jin lagi.Perasaan Budak Wanita dan Perintah Shen Jin

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 126

    Ketegangan meresap ke setiap sudut ruangan. Udara terasa berat, seolah menekan dada mereka yang berdiri di dalamnya. Shen Jin berdiri tegap, tatapannya tajam seperti bilah pedang yang siap diayunkan. "Aku tidak mau!" ucapnya dengan nada tegas, menolak tanpa ragu. "Kami sudah membayar mahal budak

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 125

    Ketiganya pun melangkah masuk. Namun, baru beberapa langkah, seorang penjaga menerobos keluar dengan napas tersengal, wajahnya pucat seperti telah melihat hantu. Tangannya gemetar, seolah tak tahu harus berpegang pada apa."Tu-tuan, budak itu tidak ada di kamarnya." Suaranya pecah, nyaris tercekik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status