登入Di sebuah kerajaan Qing, Qing Fei merasa terasing dan terhimpit oleh ketidakberdayaannya. Ia selalu menjadi sasaran ejekan saudara-saudaranya yang lebih pandai dan berkuasa. Namun, di balik wajah bodohnya, Qing Fei adalah seorang pangeran yang memiliki dedikasi tinggi. Sementara itu, Yuan Ling, putri Jenderal Yuan, juga menghadapi nasib serupa. Reputasinya buruk, dan ia dianggap tidak berguna. Ketika pernikahan dengan Pangeran Kelima semakin dekat, Yuan Ling memutuskan untuk melarikan diri. Ia berlari menuju tengah hutan, hatinya berdebar-debar. Di tepi danau yang tenang, Yuan Ling tergelincir. Tubuhnya jatuh ke dalam air dingin, dan nyawanya pun pergi. Namun, di tempat lain, seorang pengawal wanita bernama Li Wei juga mengalami nasib tragis. Ia dicari oleh para prajurit karena mencuri benda berharga demi keinginan Pangeran Qing Chuan. Sayangnya, bukannya mendapatkan pertolongan, Li Wei malah ditikam di jantungnya dan tubuhnya dibuang ke dalam danau. Takdir mempertemukan dua jiwa yang terpisah oleh kematian. Jiwa Li Wei, yang penuh dendam, masuk ke dalam tubuh Yuan Ling. Kini, Yuan Ling memiliki kekuatan dan tekad baru untuk mengubah nasibnya. Apakah ia akan membalaskan dendam Li Wei atau menemukan jalan lain yang lebih baik?
查看更多Aula Harmoni masih diselimuti keheningan.Perintah Kaisar barusan bagaikan batu besar yang dijatuhkan ke permukaan danau. Riaknya menyebar ke seluruh penjuru aula, mengguncang hati setiap orang yang hadir.Para pangeran saling melirik.Tak seorang pun menyangka Pangeran Kelima, yang selama ini dipandang sebelah mata, akan memperoleh kesempatan menghadiri sidang pemerintahan.Kesempatan itu bukan sekadar kehormatan.Melainkan sebuah isyarat.Isyarat bahwa Kaisar mulai melirik Qing Fei.Qing Chuan perlahan mengepalkan jemarinya di balik lengan jubah.Meski wajahnya tetap tenang, sorot matanya menjadi semakin dingin."Ayahanda... apa sebenarnya yang Ayahanda lihat dari dirinya?"Di sisi lain, Permaisuri Liu Yuhe segera menyembunyikan gejolak di dalam hatinya. Ia kembali memasang senyum anggun, seolah ikut merasa senang atas keputusan Kaisar."Selamat, Pangeran Kelima."Nada suaranya terdengar tulus.Namun Yuan Ling dapat merasakan kepalsuan di balik setiap katanya.Ia hanya membalas deng
Suasana Aula Harmoni kembali tenang.Para bangsawan yang semula menunggu Yuan Ling dipermalukan justru saling bertukar pandang. Tidak sedikit yang mulai mengubah penilaian mereka terhadap istri Pangeran Kelima.Wanita itu bukan hanya cantik.Ia juga tahu kapan harus bersikap lembut dan kapan harus menunjukkan ketegasan.Di singgasana utama, Kaisar mengangkat cangkir tehnya perlahan.Tatapannya menyapu seluruh aula sebelum akhirnya berhenti pada Yuan Ling dan Qing Fei."Baiklah."Suaranya yang berwibawa memecah keheningan."Hari ini adalah jamuan keluarga. Aku tidak ingin melihat pertengkaran yang merusak suasana.""Semua duduk.""Terima kasih, Ayahanda."Seluruh pangeran dan anggota keluarga kerajaan kembali menempati tempat masing-masing.Tak lama kemudian, para pelayan membawa hidangan satu demi satu. Berbagai masakan khas istana memenuhi meja panjang, mulai dari bebek panggang, ikan kukus, sup sarang burung, hingga aneka buah segar.Namun, belum sempat semua orang menikmati hidanga
Pagi berikutnya, langit di atas Kota Kekaisaran tampak cerah tanpa awan. Sinar matahari menyelimuti atap-atap istana yang berlapis genting emas, membuat seluruh kompleks Kekaisaran Zhou terlihat megah dan berwibawa.Namun, di balik kemegahan itu, arus politik istana sedang bergerak semakin deras.Di kediaman Pangeran Kelima, para pelayan sibuk mempersiapkan keberangkatan.Yuan Ling mengenakan hanfu berwarna putih gading yang dipadukan dengan sulaman benang emas berbentuk bunga plum. Rambut hitamnya disanggul sederhana, dihiasi jepit giok berbentuk burung hong. Penampilannya anggun, tetapi tetap memancarkan wibawa yang sulit diabaikan.Di sisi lain, Qing Fei mengenakan jubah pangeran berwarna biru tua dengan ikat pinggang giok. Wajah tampannya masih terlihat lembut seperti biasa, tetapi sorot matanya kini jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.Yuan Ling berjalan mendekatinya.Ia merapikan sedikit kerah jubah suaminya yang tampak miring."Jangan gugup."Qing Fei tersenyum tipis."Ak
Nada bicaranya dipenuhi rasa tidak suka, tetapi juga kewaspadaan yang tidak dapat disembunyikan."Dulu dia hanyalah pangeran yang lemah, tidak memiliki pendukung, bahkan tidak layak dipandang sebagai ancaman."Permaisuri mengepalkan tangan di atas meja."Tetapi sekarang..."Tatapannya berubah tajam."Setiap kali kita bergerak, dia selalu berhasil membalikkan keadaan."Qing Chuan akhirnya mengangkat kepalanya perlahan."Ibu Suri juga menyadarinya?"Permaisuri Liu Yuhe mengangguk pelan. "Seolah-olah seseorang berada di belakangnya." Tatapan keduanya bertemu."Mungkin seorang penasihat.""Atau..." Qing Chuan berkata lirih, "mungkin Qing Fei selama ini memang menyembunyikan kemampuannya."Permaisuri Liu Yuhe menggeleng perlahan."Tidak." Jawabannya terdengar mantap."Orang bisa berpura-pura bodoh selama beberapa bulan. Namun tidak mungkin selama bertahun-tahun." Ia berdiri dari kursinya, berjalan perlahan menuju jendela, memandang halaman istana yang disinari cahaya matahari."Yang membu
Debu jalanan yang kelabu seolah enggan beranjak dari sepatu kulit Yuan Ling saat ia tiba di kediaman megah itu, kontras mencolok dengan gemerlap samar yang terpancar dari balik jendela-jendela bertirai sutra. Langkahnya tergesa, membawa Pangeran Qing Fei yang limbung di sisinya. Aroma dupa mahal be
Pangeran Qing Chuan meringis kesakitan, napasnya tersengal-sengal. Ia memegangi punggungnya yang terasa nyeri. Yuan Ling berdiri di hadapannya, tubuhnya bergetar karena amarah yang masih membara."Ini pelajaran untukmu, Qing Chuan," ucap Yuan Ling dengan suara dingin dan tegas. "Jangan pernah menco
"PERGI !" pekik Yuan Ling dengan tatapan nyalang. Tanpa mengatakan apapun, wanita penghibur itu pergi dengan wajah marah. Namun, bukan hanya pemandangan itu yang membuat darah Yuan Ling mendidih. Di sudut ruangan, bersandar pada pilar kayu berukir naga, berdiri Pangeran Qing Chuan. Ekspresi wajahn
Setelah menerima titah dingin dari Pangeran Qing Chuan, seulas senyum licik mengembang di bibir ranum wanita penghibur itu. Cahaya remang-remang lentera minyak di sudut ruangan menari-nari di wajahnya, menonjolkan guratan kemenangan yang tersembunyi. Dengan langkah anggun namun penuh maksud tersemb
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論