author-banner
Mylilcosmos
Mylilcosmos
Author

Nobela ni Mylilcosmos

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

[[SLOWBURN ROMANCE]] Seorang pembunuh bayaran bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita muda yang baru menikah ke dalam keluarga bangsawan. Ingin menindasnya? Jangan harap! Menyakitinya seratus kali? Ia akan membalasmu seribu kali! Li Yuan, yang sejak awal muak dengan kehidupan terkurung bak dalam sangkar, akhirnya merasakan kebebasan setelah mencicipi sedikit intrik halus para wanita halaman dalam. Berkelana di dunia luar, ia akhirnya bertemu Tuan Muda Wu, seorang jenderal dari Perbatasan Selatan. Reputasinya sebagai tangan kanan kaisar sudah terkenal sampai ke pelosok negeri. Setelah melewati berbagai peristiwa bersama, mereka pun menjadi rekan seperjalanan. Namun, tanpa sepengetahuan Li Yuan, sang jenderal telah menumbuhkan perasaan yang tak biasa terhadapnya. Merasa tertolak bahkan sebelum mengakui perasaannya, bagaimana akhirnya nasib Jenderal Wu? Mampukah ia meluluhkan hati sang pembunuh bayaran? Catatan: Meskipun mengambil latar Tiongkok kuno, beberapa aturan yang saya buat sendiri telah saya tambahkan untuk menunjang alur cerita.
Basahin
Chapter: Bab 191. Mengusir Orang
Mo Yifei mengangkat matanya. Melihat ekspresi serius di wajah orang tua itu, ia menurunkan kembali pandangannya. Cemas tergambar di wajahnya. Saat membuka mulut, suaranya terdengar lirih, “Nenek…”“Aku telah mendengar kejadian siang tadi dari Yilan. Apakah kau sebelumnya sama sekali tidak tahu mengenai latar belakang teman yang kau bawa kemari?” Suara itu terdengar tidak sabar.Mo Yifei terdiam. Merasa tidak ada yang salah, ia lantas membalas, “Apakah ada masalah dengan latar belakangnya?”Tadi siang Li Yuan telah menceritakan sebagian besar yang ia alami di ibu kota. Mengenai perjodohan yang diatur kedua tetua keluarga sejak lama. Hingga bagaimana ia memang bermaksud tidak kembali ke keluarga kelahirannya di selatan.Ini membuat Mo Yifei sangat bingung. Ketika ditanya alasannya, Li Yuan hanya menjawab, “Setelah hampir sepanjang waktu hidup terkurung di kediaman belakang, bukankah inilah saat terbaik untuk k
Huling Na-update: 2026-04-18
Chapter: Bab 190. Wanita dengan Nasib Buruk
“Siapa?” Mo Yilan mengira ia salah dengar. “Jingyi, siapa yang kau maksud? Nona Li?”Gadis yang disebut Jingyi itu mengangguk, “Ya, benar dia. Awalnya aku ragu saat pertama kali melihatnya di sini. Kini aku hampir yakin. Tidakkah begitu Nyonya Muda Shen?”Yang ditanya belum menjawab saat ia kembali menambahkan dengan kepolosan yang dibuat-buat, “Ah, lihatlah ingatanku ini. Pernikahan itu sudah dibatalkan hampir dua bulan yang lalu. Panggilan tadi itu salahku. Mohon Nona Li tidak mengambil hati.”Dibanding para gadis lain yang tidak mengenal Li Yuan, Mo Yifei terlihat sangat terkejut pada apa yang baru saja didengarnya. Ia berbalik pada Li Yuan. Tidak menyuarakan pikirannya, hanya menatapnya dengan penuh tanya.Li Yuan tidak peduli dengan orang lain. Namun melihat Mo Yifei, secercah rasa bersalah menghampirinya. Ia tidak pernah memberitahukan padanya yang sebenarnya. Mengira tak seorang pun yang akan mengenalinya setelah keluar
Huling Na-update: 2026-04-18
Chapter: Bab 189. Tamu Kakak Tertua
Tuan Kedua Wu yang tadinya masih mengamati halaman kosong di depan mereka, segera berbalik menghadap pria tua itu, “Apakah Anda yakin ada orang yang telah datang kemari untuk bertanya?” tanyanya ulang. “Ya! Orang itu bertanya lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa. Kupikir dia akan mengunjungi rumah ini setelah kuberitahu, tapi aku tidak pernah melihatnya lagi kembali ke gang ini.” Sementara Cha Min melebarkan matanya, jelas bingung, Tuan Kedua Wu menurunkan pandangannya. Menyembunyikan sorot matanya yang menajam. Setelah ia berterima kasih atas informasi yang diberikan orang tua tadi, ia kembali bertanya pada wanita di sana. “Daniang, apakah Anda tahu di mana desa asal keluarga Tang ini?” “Itu Desa Qingqiu. Kalau tidak salah berjarak satu hari perjalanan dari sini,” beritahu wanita itu. Tidak ada lagi yang bisa ditanyakan, mereka bertiga lantas pamit dan meninggalkan desa, berkuda di bawah terik siang yang cukup menyengat. —- Sebuah tandu menyingkir dari jalan. Berhe
Huling Na-update: 2026-04-17
Chapter: Bab 188. Titik Terang?
Mo Yilan sedang berjalan menuju halaman Mo Yifei saat di tengah perjalanan ia melihat sepupu keduanya melangkah dengan cepat mengarah ke belakang kediaman.Ia hendak memanggil, namun pria itu berjalan dengan langkah-langkah lebar, membuat jarak mereka dengan cepat menjauh. Ia menahan diri untuk tidak berteriak, mengingat didikan kesopanan yang telah tertanam dalam dirinya sejak kecil.Akhirnya, Nona Pertama Mo yang penasaran diam-diam mengikuti kakak sepupunya dengan wajah yang bersemu samar. Ia telah membayangkan adegan saat ia membuat pertemuan tidak sengaja di antara mereka. Ia akan memiliki waktu yang cukup panjang untuk berbicara dengan sepupunya sambil berjalan kembali bersama-sama. Mungkin juga ia akan mencoba meninggalkan kesan tak terlupakan, yang biasanya mempan pada pria lain, pada sepupunya itu.Memikirkan ini saja, semburat merah di pipinya kian pekat. Ia mempercepat langkahnya, disusul Quan’er yang mengikutinya dari belakang.
Huling Na-update: 2026-04-17
Chapter: Bab 187. Pencarian Sia-sia
Pagi-pagi, Tuan Kedua Wu mengunjungi balai pemerintah untuk meminjam beberapa petugas kepada pamannya. Hakim Daerah Mo segera memilih empat orang yang cakap untuk dipinjamkan, tak lupa menawarkan bahwa ia bisa meminjamkan lebih banyak.Namun sang keponakan segera menolak dengan sopan dan berkata bahwa empat orang itu sudah cukup untuk membantunya mencari seseorang.Tidak seperti kemarin, hari ini Tuan Kedua Wu membawa Cha Min bersamanya alih-alih mengajak Li Yuan. Saat Li Yuan bertanya padanya apakah tugasnya telah selesai, sudut bibir pria itu terangkat samar ketika ia berkata, “Tidak mungkin berakhir secepat itu, bukan? Aku akan memberitahumu saat aku membutuhkan bantuan lagi.”Li Yuan melirik ke arahnya dengan malas. Ia mendecak lidahnya, membalas, “Mengapa begitu perhitungan kali ini?” Akhirnya sebelum berbalik masuk melalui pintu samping, ia melambai singkat padanya, “Baiklah. Panggil saja saat kau butuh bantuan.”Tepat saat wanita itu baru melangkah ke ambang gerbang, ia kembali
Huling Na-update: 2026-04-16
Chapter: Bab 186. Pembicaraan Ibu dan Anak
Tuan Kedua Wu menatap lama pada satu titik tanpa berpaling.Suaranya terdengar penuh pertimbangan ketika ia menanggapi, “Menurutmu, seseorang yang membawa seekor elang di bahunya tanpa burung itu membuat kekacauan, apakah ia hanya seorang penghobi semata?”Li Yuan memiringkan kepalanya. “Aku tidak tahu banyak tentang ini. Kurasa orang itu bisa saja menyukai elang sebagai hobi. Jika itu aku, aku akan melakukan hal yang sama. Melatih burung itu agar tetap tenang saat dibawa keluar.” Pria itu menurunkan pandangannya sejenak. Keningnya kembali berkerut samar.“Melatih… “ Ia menoleh pada Li Yuan. “Mungkinkah orang itu sebenarnya seorang pelatih burung?”“Apa yang membuatmu berpikir begitu? Selain burung-burung bersuara merdu, bukankah orang-orang juga banyak yang mengoleksi burung pemburu seperti elang?” Li Yuan ragu.Tuan Kedua Wu menggeleng pelan, kemudian mengemukakan kecurigaannya. “Memang ada, namun ini berbeda. Menurut pandai besi tadi, elang yang dibawa orang itu bertengger di bahun
Huling Na-update: 2026-04-16
Kekasih Sang Tuan Peri

Kekasih Sang Tuan Peri

Memiliki seorang ayah yang kecanduan judi membuat Ji An mau tak mau harus bekerja keras untuk membantu menghidupi keluarganya. Suatu hari, ia memutuskan masuk ke dalam hutan untuk mencari tanaman obat langka yang bernilai banyak uang. Perjalanan ke hutan itulah yang membuat dirinya bertemu dengan seorang pria dengan keindahan bak lukisan yang tinggal sangat jauh di dalam hutan. Mengapa pria tampan sepertinya bisa tinggal di tempat itu? Lalu ia juga menemukan banyak keanehan di sekitar pria itu. Mungkinkah, dialah Sang Peri yang selama ini menjadi mitos yang tersebar di desa? Serangkaian peristiwa selanjutnya membawa Ji An kembali ke dalam hutan dan tanpa sengaja bertemu lagi dengan sang pria. ~Hal yang paling dihindari Feng Jin sejak awal adalah berinteraksi dengan manusia. Namun, gadis itu terus-menerus muncul di hadapannya, dan perlahan mengusik keteguhan hatinya... [ROMANTASY_SLOWBURN ROMANCE]
Basahin
Chapter: Bab 44. Bersikeras
Xuanyi tidak langsung membantah ibunya dengan keras. Ia tahu, jika ia membela Ji An mati-matian, ibunya akan semakin tidak senang padanya, sehingga keinginannya untuk bersamanya akan lebih sulit. Jadi dia hanya menahan diri ketika wanita yang disayanginya dibicarakan seperti itu.Maka ia berkata tanpa amarah, "Aku mengerti kekhawatiran Ibu. Namun, aku bisa menjamin bahwa Ji An adalah gadis yang baik dan jujur. Keadaan hidupnya yang telah berubah telah membuatnya terbiasa melakukan berbagai pekerjaan di luar. Mengenai utang keluarganya, ini juga lambat laun akan diselesaikan.""Bukan itu intinya! Telah diselesaikan atau belum, ini tetap akan mempengaruhi pandangan orang lain. Memangnya keluarga kita begitu terpuruk hingga tidak mampu mengambil seorang gadis dari keluarga bergengsi untuk menjadi menantu keluarga? Kita bukannya begitu tidak mampu!" Ia mengatakan itu semua dalam sekali tarikan napas.Saat berikutnya, ia mengambil tangan putranya, menatapnya dengan memohon, "Yi'er, Ibu moh
Huling Na-update: 2025-12-06
Chapter: Bab 43. Rencana Kecil Du Yunzhao
Beberapa waktu setelah pertengkaran itu, keadaan kembali menjadi tenang.Namun, ada beberapa hal yang berubah dari ibunya.Ia menjadi lebih pemurung. Terkadang menjadi sangat sensitif. Suatu ketika, saat kediaman mereka sedang mengadakan perjamuan, ia menemukan ibunya sedang menatap penuh kebencian pada seseorang di seberang meja.Orang yang ditatap itu adalah bibi tetangga, ibu Ji An.Ia tidak mengerti apa yang membuat ibunya marah kepada ibu Ji An.Kemudian, saat para tamu satu per satu pamit kepada tuan rumah, ia sedang berdiri di sisi ayahnya ketika ia menyadari tatapan ayahnya menjadi linglung.Du Yunzhao kecil penasaran. Ia mengikuti arah pandang sang ayah, yang berujung pada seseorang yang sedang berjalan keluar dari ambang paviliun tamu.Itu lagi-lagi bibi tetangganya.Apa yang membuat kedua orang tuanya begitu memperhatikan bibi tetangga ini?Sekitar setahun setelah kejadian itu, ibunya meninggal dunia.Tabib bilang, ibunya terlalu banyak pikiran hingga setahun belakangan in
Huling Na-update: 2025-12-05
Chapter: Bab 42. Memohon Kepada Ibu
Sebelum pergi di pagi hari, Feng Jin telah memberitahu Ji An bahwa mereka akan pergi ke kabin hutan dua hari lagi, saat hari bulan penuh.Ji An segera menyetujuinya. ----Nyonya Besar Wu sedang berada di halamannya ketika putra keduanya, Wu Xuanyi masuk dari luar.Ia sedikit menunduk, menyapanya, "Ibu." Nyonya Wu tersenyum, "Yi'er, sangat jarang melihatmu datang menemui Ibu sepagi ini."Ia lalu menunjuk kursi di dekatnya, "Duduklah. Jangan terus berdiri seperti itu."Masih dengan kepala tertunduk, Xuanyi duduk dengan patuh."Katakan, ada apa kau mencari Ibumu?"Xuanyi mengangkat kepalanya, bertemu dengan tatapan ibunya."Ibu, aku ingin menikah."Mata Nyonya Wu yang melebar, dipenuhi dengan kegembiraan, "Yi'er, ini sangat baik, kau akhirnya mau mendengarkan Ibu. Bagus, bagus, kalau begitu Ibu akan segera mencarikan seseorang...""Ibu."Sebelum bisa menyelesaikan ucapannya, Xuanyi segera memotongnya. Nyonya Wu mengangkat alisnya, menatapnya dengan penuh tanya."Aku ingin menikahi Ji
Huling Na-update: 2025-12-04
Chapter: Bab 41. Sebuah Pernyataan Tak Terduga
Malam semakin larut, suara percakapan yang berisik terdengar di mana-mana di dalam menara.Saat pertunjukan tarian di panggung mulai terasa membosankan, Ji An mengajak Feng Jin untuk kembali.Lagipula, ia harus bangun pagi untuk bekerja besok.Sang iblis tentu saja belum keluar karena ia belum tidur. Atau mungkin saja malam ini ia memilih untuk tidak keluar."Maaf, lain kali aku akan mentraktirmu dengan suguhan yang lebih layak." Ji An berkata."Aku hanya mengajakmu melihat-lihat sebelumnya, bukan memintamu untuk mentraktir."Ji An mengangguk.Ketika mereka hendak keluar, sebuah rombongan besar tengah masuk ke dalam menara, memenuhi pintu.Ji An yang telah berjalan duluan di depan, terpisah dengan Feng Jin oleh kerumunan.Saat ia memutuskan untuk menunggunya di luar, Ji An mendengar seseorang memanggil namanya."Adik An." Sapa Wu Xuanyi gembira. Ia tidak menyangka akan begitu cepat bertemu lagi dengan gadis yang telah mengganggu tidurnya semalam."Xuanyi?" Ji An tertawa, "Aku tidak me
Huling Na-update: 2025-12-03
Chapter: Bab 40. Memabukkan
Feng Jin menatap gadis di depan yang tampak lebih pendiam dari biasanya. Seperti kemarin, saat ini mereka berdua sedang makan malam di dalam kamar Ji An. Pandangannya sesekali akan terangkat, mengamati gerak geriknya tanpa kentara. Gadis itu tiba-tiba menghela napas berat, kali berikutnya pandangannya tampak linglung. Ia jelas sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Ji An menatap Feng Jin kemudian menundukkan kembali pandangannya, sorot matanya agak sendu. Tangannya yang sedang memegang sumpit, hanya mengaduk-aduk nasi di mangkuk, jelas ia tidak sedang berselera. "Sesuatu terjadi?" Feng Jin menurunkan matanya. Ji An menggeleng, masih mengaduk-aduk nasi di mangkuk, "Ng..sebenarnya, tidak ada hal penting yang terjadi." Ketika Ji An mengangkat wajahnya lagi, ia bertemu dengan tatapan Feng Jin yang seakan sedang bertanya "Lalu ada apa denganmu?" Ji An menunduk, meringis, "Aku.. sepertinya aku telah membuat hinaan seseorang berhasil mempengaruhiku." Ia kemudian ters
Huling Na-update: 2025-12-02
Chapter: Bab 39. Pelanggan bermulut Pedas
Feng Jin hendak berbaring ketika hidungnya menangkap sebuah aroma familiar.Ia menunduk, mengendus jubah hitamnya.Aroma lembut itu berasal dari sana. Sepertinya itu tertinggal saat ia membungkus Ji An dengan jubahnya semalam.Feng Jin tampak sedikit kikuk saat kemudian ia akhirnya berhasil berbaring di atas dipan.Matanya dengan linglung menatap langit-langit kamar sejenak sebelum perlahan menutup.-----Ji An masih sibuk di belakang dapur restoran.Waktu makan siang selalu ramai dengan pelanggan. Sehingga mereka harus bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan setiap pesanan.Sedangkan Ji An yang tidak terlibat langsung dengan para tamu, sedang mengatur penempatan berbagai bahan-bahan segar yang diantarkan tadi pagi.Seseorang keluar dari pintu belakang dapur, menghampirinya."Nona Ji, bisakah kau menggantikanku sebentar untuk mengantarkan salah satu pesanan tamu di depan?" Seorang pelayan wanita bertanya, sementara wajahnya berkerut seperti sedang menahan sesuatu.Ji An segera menger
Huling Na-update: 2025-12-02
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status