author-banner
Mylilcosmos
Mylilcosmos
Author

Novels by Mylilcosmos

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Saat Yin Anzhu mengetahui rencana licik ayahnya yang menjualnya sebagai wanita simpanan kepada seorang pejabat korup, ia langsung melarikan diri. Sayangnya pelariannya gagal karena seorang pria misterius berjubah gelap, alih-alih menyelamatkannya dari kejaran, ia malah mengembalikannya ke Kediaman Yin. Beberapa hari kemudian, bukan hadiah dari pejabat korup yang datang, namun sebuah lamaran dari pria misterius tampan yang ternyata adalah putra sulung dari Kediaman Wakil Menteri. Dan ia bukan ingin mengambil Yin Anzhu sebagai selir ataupun simpanan, melainkan sebagai istri sah!
Read
Chapter: Bab 23. Kepala Gudang
Di area utara kediaman, tempat gudang penyimpanan berada, beberapa pelayan yang tengah lewat maupun pekerja dari dapur satu per satu bermunculan di gerbang kompleks gudang.Seorang wanita paruh baya, Fang Mama, si kepala gudang sejak tadi tak henti mengumpat, memukulkan kayu tebal di tangannya ke tanah, membuat suara berisik yang terdengar hingga ke area dapur dan sekitar.Dua orang pelayan muda ditelungkupkan di atas bangku panjang. Suara mereka hampir serak setelah beberapa lama memohon ampun."Kalian begitu ceroboh sampai gudang kita sampai dipermalukan di luar!" Sekali lagi kayu tebal di tangan Fang Mama jatuh keras ke atas bokong dua pelayan di bangku. Jeritan kesakitan terdengar. Orang-orang yang menonton tak berani menghentikan Fang Mama yang terkenal galak.“Mama, ada apa ini?”Yin Anzhu bergegas masuk ditemani Xixi dan Taotao dari belakang. Fang Mama melihat Yin Anzhu, menghentikan pukulan lain yang akan jatuh. Ia menurunkan tongkat kayu miliknya dan mendekat.Tubuhnya mem
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 22. Nasehat Rong Mama
“Beberapa waktu ini Nyonya Muda sangat tekun mengikuti pelajaran Guru Hui.”Sekilas melihat, Rong Mama tidak menemukan ekspresi berbeda dari tuan mudanya. Ia lanjut mengeluarkan beberapa piring penganan dari kotak makan bertingkat, menempatkannya dengan hati-hati di atas meja rendah.Paviliun terbuka tempat mereka berada saat ini terletak di tempat yang lebih tinggi. Memungkinkan untuk melihat pemandangan taman, juga paviliun terbuka lain di sayap barat Halaman Bambu Hijau.Pandangan Shangguan Chen kembali terangkat. Di paviliun terbuka di bawah, istrinya tengah duduk bersila di belakang meja. Tatapannya tertuju pada Guru Hui yang tengah menjelaskan di hadapannya. Sikap duduknya mendekati sempurna, dengan punggung tegak dan kedua tangan bertumpu rapi di atas meja.Begitu Guru Hui berbalik untuk mengambil sesuatu, ia segera menguap lebar lalu memejamkan mata sejenak. Kepalanya perlahan terangguk ke depan. Tepat sebelum dahinya membentur meja, ia tersentak dan buru-buru membuka mata l
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Bab 21. Dibesarkan Berbeda
Keesokan hari, seorang pelayan wanita tiba di kamar Yin Anzhu. Setelah berbincang sebentar dengan Taotao di depan, Taotao masuk ke dalam kamar dengan dua gulungan di tangan.“Apa itu?”Yin Anzhu bersandar di sofa lebar. Kakinya yang terluka diselonjorkan dengan nyaman. Tangan yang sedang memegang jarum berhenti bergerak. Bingkai sulaman diturunkan ke pangkuan.Karena Guru Hui masih punya urusan, dia diminta latihan menyulam lebih giat. Bermalas-malasan? Guru tua itu akan menambahkan lebih banyak sulaman untuk dikerjakan. Mau tak mau ia patuh.Taotao mendekat ke sofa dan memperlihatkan gulungan kain pada Yin Anzhu. Ia tersenyum dan berkata, “Kakak Xixi baru saja kembali dari gudang. Mereka sud
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Bab 20. Sebuah Kondisi
Yin Anzhu tertegun. Ia berdehem pelan sembari menegakkan tubuhnya kembali. Meski wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, namun rona merah menjalari pipinya dengan cepat.Sungguh memalukan. Dia bahkan menggunakan bualannya sendiri untuk mengejeknya!Di meja utama, sudut-sudut bibir Nyonya Tua terangkat tipis ketika ia menarik kembali pandangan dari meja cucu sulungnya.Tang Mama yang berdiri di samping sedikit menunduk. “Tuan Muda Sulung dan Nyonya Muda berinteraksi dengan baik. Anda bisa sedikit tenang.”Nyonya Tua mengangkat sapu tangannya ke bibir, kemudian mengangguk pelan, “Hm.”Setelah berbincang sebentar seusai makan siang, anggota keluarga bersiap untuk kembali ke halaman masing-masing. Para pelayan segera menyebar dan mulai membersihkan meja.Yin Anzhu juga sudah berdiri. Ia sedang berjalan mengikuti Shangguan Chen kembali ke Halaman Bambu Hijau, ketika merasakan seseorang menyentuh lengannya.Ia berbalik dan melihat Shangguan Ruoyi telah tiba di belakang.Saat gadis itu
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Bab 19. Menantu dari Desa
Tak bisa digambarkan wajah Yin Anzhu saat ini. Ia tiba-tiba merasa bersalah telah melibatkan Guru Hui. Padahal ia sudah diberitahu tentang hal ini sebelumnya.“Guru Hui bukan—”“Mengapa Yin Shi tidak mengetahui hal-hal dasar seperti ini? Di keluarga mana pun anak-anak perempuan di usia dewasa biasanya sudah mampu membedakan hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Apalagi ketika akan menikah, didikan khusus pasti akan diajarkan.”(Yin ‘Shi’ (Yin Anzhu). Tambahan ‘Shi’ setelah marga asal digunakan untuk wanita dewasa/yang telah menikah)Yin Anzhu menoleh kepada pemilik suara yang baru saja menyela. Itu adalah Bibi Ketiga, istri dari Paman Ketiga. Selama d
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Bab 18. Hari Kelima Belas
“Nyonya Muda, ini….”Taotao mengambil sebuah liontin giok bermotif qilin dari atas meja rias. Ia membolak balik benda itu, namun tidak ingat sang majikan memiliki benda seperti itu.Sepintas, benda itu lebih tampak seperti liontin milik pria daripada wanita.Yin Anzhu mendekat. Sementara mulutnya sibuk mengunyah, tatapannya tertuju pada benda yang dipegang Taotao.“Ah, itu kutemukan beberapa hari lalu di jalanan dekat sini.” Ia tidak mengatakan pada Taotao bahwa benda itu sebenarnya dia temukan dari pinggir kolam tua. Sebelumnya, saat hendak pergi setelah kucing abu-abu kabur, tanpa sengaja ia menginjak liontin yang tergeletak di tanah. Merasa liontin itu tidak biasa, ia memungut dan membawanya kembali.Setelah mengamati sebentar, Taotao menyimpan liontin giok itu ke dalam peti ornamen. Ketika berbalik, ia tak kuasa menghela napas melihat sang majikan.“Nyonya Muda, Anda tidak bisa duduk dengan kaki membuka lebar seperti itu.”Yin Anzhu menelan makanannya sebelum mengusap sudut bibi
Last Updated: 2026-07-25
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jiwa seorang pembunuh bayaran bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita muda yang baru menikah ke dalam keluarga bangsawan. Ingin menindasnya? Jangan harap! Menyakitinya seratus kali? Ia akan membalasmu seribu kali! Li Yuan, yang sejak awal muak dengan kehidupan terkurung bak dalam sangkar, akhirnya merasakan kebebasan setelah mencicipi sedikit intrik halus para wanita halaman dalam. Berkelana di dunia luar, ia akhirnya bertemu Tuan Muda Wu, seorang jenderal dari Perbatasan Selatan. Reputasinya sebagai tangan kanan kaisar sudah terkenal sampai ke pelosok negeri. Setelah melewati berbagai peristiwa bersama, mereka pun menjadi rekan seperjalanan. Namun, tanpa sepengetahuan Li Yuan, sang jenderal telah menumbuhkan perasaan yang tak biasa terhadapnya. Merasa tertolak bahkan sebelum mengakui perasaannya, bagaimana akhirnya nasib Jenderal Wu? Mampukah ia meluluhkan hati sang pembunuh bayaran? Catatan: Meskipun mengambil latar Tiongkok kuno, beberapa aturan yang saya buat sendiri telah saya tambahkan untuk menunjang alur cerita.
Read
Chapter: Bab 290. Akhir
Jadi di sore hari, ketika Bing’er dibawa bermain ke halaman neneknya, Li Yuan meminta izin untuk berjalan-jalan keluar.Beberapa hari lagi keluarga kecilnya akan kembali ke perbatasan demi mengikuti sang suami yang harus kembali bertugas. Dia hanya punya waktu ini untuk menjalankan rencananya.Li Yuan keluar dari kediaman Marquis dengan kereta. Karena tidak terbiasa dengan pelayan wanita, kecuali jika ia sedang bersama putranya, maka ia menolak ketika salah seorang pelayannya ingin ikut.Kereta kemudian membawanya ke sebuah restoran di distrik timur.Begitu masuk ke dalam, bukannya memesan sebuah ruang pribadi maupun duduk dan memesan hidangan, Li Yuan terus berjalan hingga ke halaman belakang restoran.Melihat tidak ada siapa-siapa di sana, ia mengeluarkan cadar gelap yang dibawa dan mengenakannya. Setelah itu ia dengan mudah melompati tembok.Beberapa waktu kemudian…“Hei, yang di sana, berhenti!”Empat orang pelayan laki-laki dari kediaman Shen berlari di jalanan, melewati kerumuna
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 289
Ketika mengingat kejadian setahun yang lalu, Li Yuan kembali kesal karena merasa tertipu.Siapa yang menyangka, setelah ia mengatakan kondisi tubuhnya kepada Wu Zhaojun, tiga bulan kemudian ia mendapati dirinya telah mengandung.Dua orang itu terkejut setengah mati. Namun tidak lama setelah kejutan itu, Tuan Kedua Wu segera dipenuhi kebahagiaan, merasa keberuntungan sedang berpihak padanya.Jadi dengan keadaan itu, ia membujuk Li Yuan untuk menikah. Mengatakan padanya bahwa dia harus memikirkan status anak mereka di masa depan. Li Yuan yang memang tidak lagi keberatan, hanya mengangguk menyetujui usulannya. Setelah mengirim surat kepada ibunya di ibu kota, Tuan Kedua Wu mengajak Li Yuan kembali ke rumah keluarga kelahirannya di Nanling. Itu hanya membutuhkan satu hari berkendara dari desa.Tidak lama kemudian mereka telah bertukar surat pertunangan. Hanya menunggu kembali ke ibu kota agar upacara pernikahan secara resmi bisa diadakan.Jadi ketika masa cuti sang jenderal hampir berakh
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 288
Ibu KotaTidak biasanya Marquis Wu, seorang pria baruh baya yang santai berjalan mondar-mandir di pelataran depan. Wajahnya terlihat amat serius, alisnya yang tebal sejak tadi terus berkerut.“Marquis, Tuan Muda Kedua telah tiba!” Seorang pelayan pria yang mengenakan ikat kepala abu-abu bergegas masuk dari luar gerbang. Setelah melaporkan hal itu, ia kemudian berdiri sedikit di belakang sang majikan.Di luar gerbang yang terbuka, moncong kuda ferghana kemerahan segera muncul. Sang penunggang sedikit menarik kekangnya, lalu turun dengan ringan dari pelana. Setelah menyerahkan Zhuifeng kepada seorang penjaga di depan, dengan langkah yang lebar ia masuk ke dalam gerbang.Melihat sang ayah berdiri di halaman depan, ia mempercepat langkahnya menghampirinya. Wajahnya dipenuhi kegembiraan.Ia menyapa dengan senyum lebar, “Ayah.”Namun begitu ia kembali mengangkat kepalanya, sebuah tongkat kayu telah melayang ke tubuh.Sang marquis tanpa ampun memukulinya, alih-alih menyambutnya riang. Oran
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 287
Alih-alih menjawabnya, air mata itu mengalir makin deras. Wu Zhaojun panik. Ia bangkit lalu duduk di sampingnya. Merendahkan suaranya, ia mencoba membujuk, “Kau bisa ceritakan padaku setelah tenang.”Hatinya terasa tidak nyaman. Ketika ia akan menariknya ke dalam pelukannya, ia berhenti sejenak, menurunkan kepalanya, bertanya ragu-ragu, “A-Yuan, apakah kau kesal karena aku masih di sini?”Saat berkata begini, wanita itu kembali mencengkram kerahnya. Matanya yang sembab menatapnya lama sebelum menggeleng, kemudian bergumam, “Jangan pergi.”Wu Zhaojun melihat ke dalam sorot matanya yang penuh tekad. Menunggu beberapa saat, memastikan dia tidak mengubah ucapannya barusan. Kedua tangannya kembali terulur, menyeka basah di wajahnya.Meski hatinya tidak nyaman melihat semua air mata itu, ia tidak bisa menahan senyum lebar yang perlahan merekah di wajahnya. Tanpa ragu ia menariknya untuk memeluknya, mengangguk di atas kepalanya, “Mmh, aku tidak akan pergi.”Ia menepuk pelan punggungnya, “Ja
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 286
Li Yuan melewati gerbang desa di mana orang berlalu-lalang. Dalam kesunyiannya, suara orang-orang bagaikan dengungan nyamuk di telinga. Hanya lewat tanpa kesan.Hingga ia mendengar dua gadis yang lewat membicarakan seseorang yang terasa tidak asing baginya.“...aku belum pernah melihat pria tampan itu ada di desa sebelumnya. Dia tinggal di rumah yang mana?”“Tidak tahu. Mungkin hanya tamu yang datang berkunjung.”“Ng? Mengapa tamu itu dibiarkan pergi ke sungai di udara yang begini dingin? Jika tidak berhati-hati, dia bisa terpeleset oleh lumut dan jatuh ke air.”Temannya menimpali, “Jatuh ke air? Paling buruk
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 285
Tak lama kemudian, Tuan Kedua Wu membuktikan kata-katanya. Hidangan yang ia buat untuk sarapan mereka memang berkualitas restoran. Meski Li Yuan tidak tahu seberapa mirip itu dengan yang asli.Pria itu tersenyum bangga melihatnya begitu lahap. Ia menambahkan sup kerang lagi ke dalam mangkuknya yang segera kosong, “Makan yang banyak, aku bisa memasak bahan lain di siang hari.”Memikirkan sesuatu, Li Yuan berhenti makan, alisnya terangkat padanya, “Darimana kau dapatkan semua bahan langka ini?”Kuan’er yang baru saja selesai menyeruput dari mangkuk supnya segera menimpali, “Kakak laki-laki itu yang membawa semua bahan tadi pagi.”“Kakak laki-laki yang mana?” Li Yua
Last Updated: 2026-06-09
Kekasih Sang Tuan Peri

Kekasih Sang Tuan Peri

Memiliki seorang ayah yang kecanduan judi membuat Ji An mau tak mau harus bekerja keras untuk membantu menghidupi keluarganya. Suatu hari, ia memutuskan masuk ke dalam hutan untuk mencari tanaman obat langka yang bernilai banyak uang. Perjalanan ke hutan itulah yang membuat dirinya bertemu dengan seorang pria dengan keindahan bak lukisan yang tinggal sangat jauh di dalam hutan. Mengapa pria tampan sepertinya bisa tinggal di tempat itu? Lalu ia juga menemukan banyak keanehan di sekitar pria itu. Mungkinkah, dialah Sang Peri yang selama ini menjadi mitos yang tersebar di desa? Serangkaian peristiwa selanjutnya membawa Ji An kembali ke dalam hutan dan tanpa sengaja bertemu lagi dengan sang pria. ~Hal yang paling dihindari Feng Jin sejak awal adalah berinteraksi dengan manusia. Namun, gadis itu terus-menerus muncul di hadapannya, dan perlahan mengusik keteguhan hatinya... [ROMANTASY_SLOWBURN ROMANCE]
Read
Chapter: Bab 44. Bersikeras
Xuanyi tidak langsung membantah ibunya dengan keras. Ia tahu, jika ia membela Ji An mati-matian, ibunya akan semakin tidak senang padanya, sehingga keinginannya untuk bersamanya akan lebih sulit. Jadi dia hanya menahan diri ketika wanita yang disayanginya dibicarakan seperti itu.Maka ia berkata tanpa amarah, "Aku mengerti kekhawatiran Ibu. Namun, aku bisa menjamin bahwa Ji An adalah gadis yang baik dan jujur. Keadaan hidupnya yang telah berubah telah membuatnya terbiasa melakukan berbagai pekerjaan di luar. Mengenai utang keluarganya, ini juga lambat laun akan diselesaikan.""Bukan itu intinya! Telah diselesaikan atau belum, ini tetap akan mempengaruhi pandangan orang lain. Memangnya keluarga kita begitu terpuruk hingga tidak mampu mengambil seorang gadis dari keluarga bergengsi untuk menjadi menantu keluarga? Kita bukannya begitu tidak mampu!" Ia mengatakan itu semua dalam sekali tarikan napas.Saat berikutnya, ia mengambil tangan putranya, menatapnya dengan memohon, "Yi'er, Ibu moh
Last Updated: 2025-12-06
Chapter: Bab 43. Rencana Kecil Du Yunzhao
Beberapa waktu setelah pertengkaran itu, keadaan kembali menjadi tenang.Namun, ada beberapa hal yang berubah dari ibunya.Ia menjadi lebih pemurung. Terkadang menjadi sangat sensitif. Suatu ketika, saat kediaman mereka sedang mengadakan perjamuan, ia menemukan ibunya sedang menatap penuh kebencian pada seseorang di seberang meja.Orang yang ditatap itu adalah bibi tetangga, ibu Ji An.Ia tidak mengerti apa yang membuat ibunya marah kepada ibu Ji An.Kemudian, saat para tamu satu per satu pamit kepada tuan rumah, ia sedang berdiri di sisi ayahnya ketika ia menyadari tatapan ayahnya menjadi linglung.Du Yunzhao kecil penasaran. Ia mengikuti arah pandang sang ayah, yang berujung pada seseorang yang sedang berjalan keluar dari ambang paviliun tamu.Itu lagi-lagi bibi tetangganya.Apa yang membuat kedua orang tuanya begitu memperhatikan bibi tetangga ini?Sekitar setahun setelah kejadian itu, ibunya meninggal dunia.Tabib bilang, ibunya terlalu banyak pikiran hingga setahun belakangan in
Last Updated: 2025-12-05
Chapter: Bab 42. Memohon Kepada Ibu
Sebelum pergi di pagi hari, Feng Jin telah memberitahu Ji An bahwa mereka akan pergi ke kabin hutan dua hari lagi, saat hari bulan penuh.Ji An segera menyetujuinya. ----Nyonya Besar Wu sedang berada di halamannya ketika putra keduanya, Wu Xuanyi masuk dari luar.Ia sedikit menunduk, menyapanya, "Ibu." Nyonya Wu tersenyum, "Yi'er, sangat jarang melihatmu datang menemui Ibu sepagi ini."Ia lalu menunjuk kursi di dekatnya, "Duduklah. Jangan terus berdiri seperti itu."Masih dengan kepala tertunduk, Xuanyi duduk dengan patuh."Katakan, ada apa kau mencari Ibumu?"Xuanyi mengangkat kepalanya, bertemu dengan tatapan ibunya."Ibu, aku ingin menikah."Mata Nyonya Wu yang melebar, dipenuhi dengan kegembiraan, "Yi'er, ini sangat baik, kau akhirnya mau mendengarkan Ibu. Bagus, bagus, kalau begitu Ibu akan segera mencarikan seseorang...""Ibu."Sebelum bisa menyelesaikan ucapannya, Xuanyi segera memotongnya. Nyonya Wu mengangkat alisnya, menatapnya dengan penuh tanya."Aku ingin menikahi Ji
Last Updated: 2025-12-04
Chapter: Bab 41. Sebuah Pernyataan Tak Terduga
Malam semakin larut, suara percakapan yang berisik terdengar di mana-mana di dalam menara.Saat pertunjukan tarian di panggung mulai terasa membosankan, Ji An mengajak Feng Jin untuk kembali.Lagipula, ia harus bangun pagi untuk bekerja besok.Sang iblis tentu saja belum keluar karena ia belum tidur. Atau mungkin saja malam ini ia memilih untuk tidak keluar."Maaf, lain kali aku akan mentraktirmu dengan suguhan yang lebih layak." Ji An berkata."Aku hanya mengajakmu melihat-lihat sebelumnya, bukan memintamu untuk mentraktir."Ji An mengangguk.Ketika mereka hendak keluar, sebuah rombongan besar tengah masuk ke dalam menara, memenuhi pintu.Ji An yang telah berjalan duluan di depan, terpisah dengan Feng Jin oleh kerumunan.Saat ia memutuskan untuk menunggunya di luar, Ji An mendengar seseorang memanggil namanya."Adik An." Sapa Wu Xuanyi gembira. Ia tidak menyangka akan begitu cepat bertemu lagi dengan gadis yang telah mengganggu tidurnya semalam."Xuanyi?" Ji An tertawa, "Aku tidak me
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 40. Memabukkan
Feng Jin menatap gadis di depan yang tampak lebih pendiam dari biasanya. Seperti kemarin, saat ini mereka berdua sedang makan malam di dalam kamar Ji An. Pandangannya sesekali akan terangkat, mengamati gerak geriknya tanpa kentara. Gadis itu tiba-tiba menghela napas berat, kali berikutnya pandangannya tampak linglung. Ia jelas sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Ji An menatap Feng Jin kemudian menundukkan kembali pandangannya, sorot matanya agak sendu. Tangannya yang sedang memegang sumpit, hanya mengaduk-aduk nasi di mangkuk, jelas ia tidak sedang berselera. "Sesuatu terjadi?" Feng Jin menurunkan matanya. Ji An menggeleng, masih mengaduk-aduk nasi di mangkuk, "Ng..sebenarnya, tidak ada hal penting yang terjadi." Ketika Ji An mengangkat wajahnya lagi, ia bertemu dengan tatapan Feng Jin yang seakan sedang bertanya "Lalu ada apa denganmu?" Ji An menunduk, meringis, "Aku.. sepertinya aku telah membuat hinaan seseorang berhasil mempengaruhiku." Ia kemudian ters
Last Updated: 2025-12-02
Chapter: Bab 39. Pelanggan bermulut Pedas
Feng Jin hendak berbaring ketika hidungnya menangkap sebuah aroma familiar.Ia menunduk, mengendus jubah hitamnya.Aroma lembut itu berasal dari sana. Sepertinya itu tertinggal saat ia membungkus Ji An dengan jubahnya semalam.Feng Jin tampak sedikit kikuk saat kemudian ia akhirnya berhasil berbaring di atas dipan.Matanya dengan linglung menatap langit-langit kamar sejenak sebelum perlahan menutup.-----Ji An masih sibuk di belakang dapur restoran.Waktu makan siang selalu ramai dengan pelanggan. Sehingga mereka harus bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan setiap pesanan.Sedangkan Ji An yang tidak terlibat langsung dengan para tamu, sedang mengatur penempatan berbagai bahan-bahan segar yang diantarkan tadi pagi.Seseorang keluar dari pintu belakang dapur, menghampirinya."Nona Ji, bisakah kau menggantikanku sebentar untuk mengantarkan salah satu pesanan tamu di depan?" Seorang pelayan wanita bertanya, sementara wajahnya berkerut seperti sedang menahan sesuatu.Ji An segera menger
Last Updated: 2025-12-02
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status