author-banner
Mylilcosmos
Mylilcosmos
Author

Novelas de Mylilcosmos

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Melarikan diri. Itulah yang dilakukan Yin Anzhu begitu mengetahui ayah liciknya berencana menjualnya kepada seorang pejabat korup. Namun pelariannya segera berakhir di tangan seorang pria misterius berjubah hitam. Alih-alih membantunya lolos dari kejaran, pria itu justru mengembalikannya ke Kediaman Yin. Beberapa hari kemudian, bukan utusan pembawa hadiah dari pejabat korup yang datang, melainkan sebuah lamaran dari pria misterius yang ternyata adalah putra sulung dari Kediaman Wakil Menteri. Lebih mengejutkan lagi, ia bukan ingin menjadikan Yin Anzhu selir atau wanita simpanan. Ia datang untuk menjadikannya istri sah.
Leer
Chapter: Bab 93. Berakhir Di Sini
Nyonya Tua Du muncul dari balik pintu gerbang yang belum lama ini diganti. Sebuah keranjang anyaman penuh dengan sayuran liar tergantung di punggung bungkuknya. Pada musim itu, di gunung belakang rumah mereka, sayuran liar tumbuh bagaikan rumput liar. Orang-orang desa memanfaatkan ini untuk keluar lebih awal, memetik banyak untuk dibawa dan dijual ke pasar kabupaten. Melihat neneknya kembali, Yin Anzhu berdiri dari bangku dan menyambutnya ke pintu. “Nenek sudah bekerja keras,” ujarnya. Ia melepaskan keranjang dari punggung Nyonya Tua Du dan membawa keranjang yang cukup berat itu ke ruang dapur. Tak lama kemudian, ia keluar lagi dengan cangkir di tangan. Ia menyerahkan air hangat kepada neneknya yang sudah duduk dengan kaki diluruskan. Nyonya Tua Du menatap cucu kesayangannya, bertanya sambil lalu, “Anzhu, kau tidak ingin mengunjungi ayahmu di Kabupaten Jing?” Yin Anzhu mengernyit. Ia menghempaskan diri pada bangku di samping. “Kenapa? Nenek ingin dia memanfaatkanku lagi untuk
Última actualización: 2026-09-15
Chapter: Bab 92. Tersingkirkan
Awalnya, saat Yin Anzhu mencari tahu masalah Aula Ruyi, ia pergi ke toko-toko lain yang menjual barang yang sama, termasuk beberapa toko milik keluarga Shangguan di Pasar Timur.Ia menemukan bahwa toko mereka bahkan menjual dengan harga yang lebih tinggi dari harga normal. Penasaran, ia berdiskusi dengan ibu mertuanya dan meminjam buku pembelian dari pengurus.Dia kemudian mendapati keuntungan toko keluarga yang seharusnya lebih tinggi, namun tercatat lebih rendah. Dengan jeli ia juga menemukan bahwa cukup banyak ketidaksesuaian pada pencatatan buku pembelian dan penjualan.Karena hal inilah mereka akhirnya mencurigai adanya kecurangan yang terjadi. Setelah diam-diam diselidiki, akhirnya terkuak bahwa salah seorang pengelola toko yang merupakan orang Selir Meng-lah yang melakukan penggelapan.Dengan ancaman dari Nyonya Su, melalui Song Mama, pengelola itu akhirnya mengaku bahwa ia diperintah oleh Selir Meng untuk melakukan itu, juga tahu bahwa hasil penggelapan selama ini dikirim ke se
Última actualización: 2026-09-14
Chapter: Bab 91. Perjodohan
Seminggu kemudian, seorang mak comblang tiba di kediaman.Ketika Nyonya Tua mengumpulkan orang-orang, ia memberitahu bahwa Tuan Kedua Jiang akan secara resmi bertunangan dengan Shangguan Zhiyi.Ini sedikit mengejutkan, karena sebelumnya mereka sempat mendengar bahwa Shangguan Zhiyi ingin mengakhiri perjodohan.Tidak disangka, orang yang akan bertunangan kini tidak berkata apa-apa. Hanya bersikap seperti biasa, seolah-olah perkataan sebelumnya tidak pernah terucap darinya.Sementara orang-orang menganggukkan kepala, turut senang mendengar kabar ini, Selir Meng menundukkan wajahnya, mengangkat sapu tangan dan menutupi mulutnya. Kilatan dingin yang tak terlihat oleh orang-orang melintas di matanya.Pasangan yang begitu baik, yang coba ia usahakan untuk putrinya, pada akhirnya gagal didapatkan. Seharusnya ia memastikan rencana itu berjalan lancar hingga akhir!Sementara ia menyembunyikan ekspresinya, Nyonya Tua beralih padanya sekilas. Setelah beberapa saat, ia berkata kepada semua orang,
Última actualización: 2026-09-12
Chapter: Bab 90. Kantong Dupa Milik Siapa?
Shangguan Chen menggulung kembali lukisan kaligrafi di tangannya, meletakkannya ke atas meja.“Kau terlalu banyak berpikir,” ujarnya tanpa emosi.“Bukan?” Yin Anzhu penasaran. “Lantas?” Namun seperti biasa, pria itu tidak menanggapi. Ia mengabaikan Yin Anzhu, mengambil teh, dan menyeruputnya dengan sikap bersahaja.Yin Anzhu mengangguk-angguk, lalu bergumam sendiri. “Benar juga. Rasanya kau bukan orang seperti itu.”“Lalu, orang seperti apa aku?”Pria itu menurunkan cangkir, matanya menatapnya lurus.Yin Anzhu kembali menopang dagunya. Ia memikirkan pertanyaan barusan.“Hmmm… Kau pria licik yang tidak menyukai wanita…”Ia menatap Shangguan Chen dengan alis terangkat. “Aku benar?”Tidak ada jawaban. Namun, kali ini pria itu menatapnya dua detik lebih lama dari biasanya.Sementara itu, tampaknya perselisihan pasangan di depan telah mencapai puncak. Shangguan Zhiyi berseru, berkata tidak ingin melanjutkan pertunangan mereka lagi kepada Jiang Wenxiu. Setelah mengatakan itu dengan marah,
Última actualización: 2026-09-11
Chapter: Bab 89. Pertengkaran Kekasih
"Panggilkan Nyonya Muda kalian," perintah Shangguan Zhiyi begitu melangkah masuk melalui gerbang bulan di Halaman Bambu Hijau.Ia berdiri menunggu dengan tangan di pinggang. Sorot matanya menajam tidak senang.Rong Mama yang kebetulan sedang berjalan ke depan, berhenti dan membungkuk menyapanya, "Nona Kedua."Mendapati raut wajah Shangguan Zhiyi yang seperti akan pergi menemui seorang musuh bebuyutan, Rong Mama tidak langsung melakukan instruksi barusan. Alih-alih, ia bertanya, "Nona Kedua akan menemui Nyonya?"Kening Shangguan Zhiyi berkerut tidak sabar. Ia memandang berkeliling. Melihat Rong Mama masih berdiri di tempat, ia kembali bergerak, "Lupakan. Biar kutemui dia di kamar. Dia pasti ada di sana, kan?"Rong Mama buru-buru mencegah. "Nona Kedua, Anda tidak bisa..."Akan tetapi, gadis itu sudah berjalan cepat menyusuri jalan setapak taman menuju ke arah paviliun utama. Terbayang suasana hatinya yang tidak bersahabat, dan mengingat apa yang terjadi terakhir kali, Rong Mama takut
Última actualización: 2026-09-09
Chapter: Bab 88. Kunjungan Teman Baik
Di Halaman Plum, keributan kecil terjadi saat Xixi tiba.“Aku tidak akan pergi!” sahut Shangguan Zhiyi tegas.Tong’er melihat alis halus nona mudanya mengeras, ia menoleh pada Xixi, menggeleng, “Kembalilah dan katakan kepada Tuan Muda Sulung, Nona Kedua sedang tidak begitu sehat.”Xixi melirik ragu-ragu ke depan, kepada Shangguan Zhiyi yang terlihat akan mengamuk jika ia masih bersikeras memintanya datang. Ia segera menunduk patuh, berkata “Baik,” lalu beranjak dari sana.Tong’er mengambil wadah lampu minyak di atas meja. Ia melirik nona mudanya, berujar sambil lalu, “Tuan Kedua Jiang sudah lama tidak berkunjung kemari. Belakangan ini saya dengar beliau sering bertugas di luar kota.”Ia menuangkan minyak lampu ke dalam wadah poselen berhias pola sederhana. “Begitu sulit mendapatkan waktu senggang, tidakkah sayang jika Nona tidak pergi menemuinya barang sebentar?”Ia ingin menambahkan “bagaimanapun, dia adalah tunangan Anda,” namun ia memutuskan tidak mengungkitnya. Akhir-akhir ini, n
Última actualización: 2026-09-07
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jiwa seorang pembunuh bayaran bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang wanita muda yang baru menikah ke dalam keluarga bangsawan. Ingin menindasnya? Jangan harap! Menyakitinya seratus kali? Ia akan membalasmu seribu kali! Li Yuan, yang sejak awal muak dengan kehidupan terkurung bak dalam sangkar, akhirnya merasakan kebebasan setelah mencicipi sedikit intrik halus para wanita halaman dalam. Berkelana di dunia luar, ia akhirnya bertemu Tuan Muda Wu, seorang jenderal dari Perbatasan Selatan. Reputasinya sebagai tangan kanan kaisar sudah terkenal sampai ke pelosok negeri. Setelah melewati berbagai peristiwa bersama, mereka pun menjadi rekan seperjalanan. Namun, tanpa sepengetahuan Li Yuan, sang jenderal telah menumbuhkan perasaan yang tak biasa terhadapnya. Merasa tertolak bahkan sebelum mengakui perasaannya, bagaimana akhirnya nasib Jenderal Wu? Mampukah ia meluluhkan hati sang pembunuh bayaran? Catatan: Meskipun mengambil latar Tiongkok kuno, beberapa aturan yang saya buat sendiri telah saya tambahkan untuk menunjang alur cerita.
Leer
Chapter: Bab 290. Akhir
Jadi di sore hari, ketika Bing’er dibawa bermain ke halaman neneknya, Li Yuan meminta izin untuk berjalan-jalan keluar.Beberapa hari lagi keluarga kecilnya akan kembali ke perbatasan demi mengikuti sang suami yang harus kembali bertugas. Dia hanya punya waktu ini untuk menjalankan rencananya.Li Yuan keluar dari kediaman Marquis dengan kereta. Karena tidak terbiasa dengan pelayan wanita, kecuali jika ia sedang bersama putranya, maka ia menolak ketika salah seorang pelayannya ingin ikut.Kereta kemudian membawanya ke sebuah restoran di distrik timur.Begitu masuk ke dalam, bukannya memesan sebuah ruang pribadi maupun duduk dan memesan hidangan, Li Yuan terus berjalan hingga ke halaman belakang restoran.Melihat tidak ada siapa-siapa di sana, ia mengeluarkan cadar gelap yang dibawa dan mengenakannya. Setelah itu ia dengan mudah melompati tembok.Beberapa waktu kemudian…“Hei, yang di sana, berhenti!”Empat orang pelayan laki-laki dari kediaman Shen berlari di jalanan, melewati kerumuna
Última actualización: 2026-06-10
Chapter: Bab 289
Ketika mengingat kejadian setahun yang lalu, Li Yuan kembali kesal karena merasa tertipu.Siapa yang menyangka, setelah ia mengatakan kondisi tubuhnya kepada Wu Zhaojun, tiga bulan kemudian ia mendapati dirinya telah mengandung.Dua orang itu terkejut setengah mati. Namun tidak lama setelah kejutan itu, Tuan Kedua Wu segera dipenuhi kebahagiaan, merasa keberuntungan sedang berpihak padanya.Jadi dengan keadaan itu, ia membujuk Li Yuan untuk menikah. Mengatakan padanya bahwa dia harus memikirkan status anak mereka di masa depan. Li Yuan yang memang tidak lagi keberatan, hanya mengangguk menyetujui usulannya. Setelah mengirim surat kepada ibunya di ibu kota, Tuan Kedua Wu mengajak Li Yuan kembali ke rumah keluarga kelahirannya di Nanling. Itu hanya membutuhkan satu hari berkendara dari desa.Tidak lama kemudian mereka telah bertukar surat pertunangan. Hanya menunggu kembali ke ibu kota agar upacara pernikahan secara resmi bisa diadakan.Jadi ketika masa cuti sang jenderal hampir berakh
Última actualización: 2026-06-10
Chapter: Bab 288
Ibu KotaTidak biasanya Marquis Wu, seorang pria baruh baya yang santai berjalan mondar-mandir di pelataran depan. Wajahnya terlihat amat serius, alisnya yang tebal sejak tadi terus berkerut.“Marquis, Tuan Muda Kedua telah tiba!” Seorang pelayan pria yang mengenakan ikat kepala abu-abu bergegas masuk dari luar gerbang. Setelah melaporkan hal itu, ia kemudian berdiri sedikit di belakang sang majikan.Di luar gerbang yang terbuka, moncong kuda ferghana kemerahan segera muncul. Sang penunggang sedikit menarik kekangnya, lalu turun dengan ringan dari pelana. Setelah menyerahkan Zhuifeng kepada seorang penjaga di depan, dengan langkah yang lebar ia masuk ke dalam gerbang.Melihat sang ayah berdiri di halaman depan, ia mempercepat langkahnya menghampirinya. Wajahnya dipenuhi kegembiraan.Ia menyapa dengan senyum lebar, “Ayah.”Namun begitu ia kembali mengangkat kepalanya, sebuah tongkat kayu telah melayang ke tubuh.Sang marquis tanpa ampun memukulinya, alih-alih menyambutnya riang. Oran
Última actualización: 2026-06-10
Chapter: Bab 287
Alih-alih menjawabnya, air mata itu mengalir makin deras. Wu Zhaojun panik. Ia bangkit lalu duduk di sampingnya. Merendahkan suaranya, ia mencoba membujuk, “Kau bisa ceritakan padaku setelah tenang.”Hatinya terasa tidak nyaman. Ketika ia akan menariknya ke dalam pelukannya, ia berhenti sejenak, menurunkan kepalanya, bertanya ragu-ragu, “A-Yuan, apakah kau kesal karena aku masih di sini?”Saat berkata begini, wanita itu kembali mencengkram kerahnya. Matanya yang sembab menatapnya lama sebelum menggeleng, kemudian bergumam, “Jangan pergi.”Wu Zhaojun melihat ke dalam sorot matanya yang penuh tekad. Menunggu beberapa saat, memastikan dia tidak mengubah ucapannya barusan. Kedua tangannya kembali terulur, menyeka basah di wajahnya.Meski hatinya tidak nyaman melihat semua air mata itu, ia tidak bisa menahan senyum lebar yang perlahan merekah di wajahnya. Tanpa ragu ia menariknya untuk memeluknya, mengangguk di atas kepalanya, “Mmh, aku tidak akan pergi.”Ia menepuk pelan punggungnya, “Ja
Última actualización: 2026-06-09
Chapter: Bab 286
Li Yuan melewati gerbang desa di mana orang berlalu-lalang. Dalam kesunyiannya, suara orang-orang bagaikan dengungan nyamuk di telinga. Hanya lewat tanpa kesan.Hingga ia mendengar dua gadis yang lewat membicarakan seseorang yang terasa tidak asing baginya.“...aku belum pernah melihat pria tampan itu ada di desa sebelumnya. Dia tinggal di rumah yang mana?”“Tidak tahu. Mungkin hanya tamu yang datang berkunjung.”“Ng? Mengapa tamu itu dibiarkan pergi ke sungai di udara yang begini dingin? Jika tidak berhati-hati, dia bisa terpeleset oleh lumut dan jatuh ke air.”Temannya menimpali, “Jatuh ke air? Paling buruk
Última actualización: 2026-06-09
Chapter: Bab 285
Tak lama kemudian, Tuan Kedua Wu membuktikan kata-katanya. Hidangan yang ia buat untuk sarapan mereka memang berkualitas restoran. Meski Li Yuan tidak tahu seberapa mirip itu dengan yang asli.Pria itu tersenyum bangga melihatnya begitu lahap. Ia menambahkan sup kerang lagi ke dalam mangkuknya yang segera kosong, “Makan yang banyak, aku bisa memasak bahan lain di siang hari.”Memikirkan sesuatu, Li Yuan berhenti makan, alisnya terangkat padanya, “Darimana kau dapatkan semua bahan langka ini?”Kuan’er yang baru saja selesai menyeruput dari mangkuk supnya segera menimpali, “Kakak laki-laki itu yang membawa semua bahan tadi pagi.”“Kakak laki-laki yang mana?” Li Yua
Última actualización: 2026-06-09
Kekasih Sang Tuan Peri

Kekasih Sang Tuan Peri

Memiliki seorang ayah yang kecanduan judi membuat Ji An mau tak mau harus bekerja keras untuk membantu menghidupi keluarganya. Suatu hari, ia memutuskan masuk ke dalam hutan untuk mencari tanaman obat langka yang bernilai banyak uang. Perjalanan ke hutan itulah yang membuat dirinya bertemu dengan seorang pria dengan keindahan bak lukisan yang tinggal sangat jauh di dalam hutan. Mengapa pria tampan sepertinya bisa tinggal di tempat itu? Lalu ia juga menemukan banyak keanehan di sekitar pria itu. Mungkinkah, dialah Sang Peri yang selama ini menjadi mitos yang tersebar di desa? Serangkaian peristiwa selanjutnya membawa Ji An kembali ke dalam hutan dan tanpa sengaja bertemu lagi dengan sang pria. ~Hal yang paling dihindari Feng Jin sejak awal adalah berinteraksi dengan manusia. Namun, gadis itu terus-menerus muncul di hadapannya, dan perlahan mengusik keteguhan hatinya... [ROMANTASY_SLOWBURN ROMANCE]
Leer
Chapter: Bab 44. Bersikeras
Xuanyi tidak langsung membantah ibunya dengan keras. Ia tahu, jika ia membela Ji An mati-matian, ibunya akan semakin tidak senang padanya, sehingga keinginannya untuk bersamanya akan lebih sulit. Jadi dia hanya menahan diri ketika wanita yang disayanginya dibicarakan seperti itu.Maka ia berkata tanpa amarah, "Aku mengerti kekhawatiran Ibu. Namun, aku bisa menjamin bahwa Ji An adalah gadis yang baik dan jujur. Keadaan hidupnya yang telah berubah telah membuatnya terbiasa melakukan berbagai pekerjaan di luar. Mengenai utang keluarganya, ini juga lambat laun akan diselesaikan.""Bukan itu intinya! Telah diselesaikan atau belum, ini tetap akan mempengaruhi pandangan orang lain. Memangnya keluarga kita begitu terpuruk hingga tidak mampu mengambil seorang gadis dari keluarga bergengsi untuk menjadi menantu keluarga? Kita bukannya begitu tidak mampu!" Ia mengatakan itu semua dalam sekali tarikan napas.Saat berikutnya, ia mengambil tangan putranya, menatapnya dengan memohon, "Yi'er, Ibu moh
Última actualización: 2025-12-06
Chapter: Bab 43. Rencana Kecil Du Yunzhao
Beberapa waktu setelah pertengkaran itu, keadaan kembali menjadi tenang.Namun, ada beberapa hal yang berubah dari ibunya.Ia menjadi lebih pemurung. Terkadang menjadi sangat sensitif. Suatu ketika, saat kediaman mereka sedang mengadakan perjamuan, ia menemukan ibunya sedang menatap penuh kebencian pada seseorang di seberang meja.Orang yang ditatap itu adalah bibi tetangga, ibu Ji An.Ia tidak mengerti apa yang membuat ibunya marah kepada ibu Ji An.Kemudian, saat para tamu satu per satu pamit kepada tuan rumah, ia sedang berdiri di sisi ayahnya ketika ia menyadari tatapan ayahnya menjadi linglung.Du Yunzhao kecil penasaran. Ia mengikuti arah pandang sang ayah, yang berujung pada seseorang yang sedang berjalan keluar dari ambang paviliun tamu.Itu lagi-lagi bibi tetangganya.Apa yang membuat kedua orang tuanya begitu memperhatikan bibi tetangga ini?Sekitar setahun setelah kejadian itu, ibunya meninggal dunia.Tabib bilang, ibunya terlalu banyak pikiran hingga setahun belakangan in
Última actualización: 2025-12-05
Chapter: Bab 42. Memohon Kepada Ibu
Sebelum pergi di pagi hari, Feng Jin telah memberitahu Ji An bahwa mereka akan pergi ke kabin hutan dua hari lagi, saat hari bulan penuh.Ji An segera menyetujuinya. ----Nyonya Besar Wu sedang berada di halamannya ketika putra keduanya, Wu Xuanyi masuk dari luar.Ia sedikit menunduk, menyapanya, "Ibu." Nyonya Wu tersenyum, "Yi'er, sangat jarang melihatmu datang menemui Ibu sepagi ini."Ia lalu menunjuk kursi di dekatnya, "Duduklah. Jangan terus berdiri seperti itu."Masih dengan kepala tertunduk, Xuanyi duduk dengan patuh."Katakan, ada apa kau mencari Ibumu?"Xuanyi mengangkat kepalanya, bertemu dengan tatapan ibunya."Ibu, aku ingin menikah."Mata Nyonya Wu yang melebar, dipenuhi dengan kegembiraan, "Yi'er, ini sangat baik, kau akhirnya mau mendengarkan Ibu. Bagus, bagus, kalau begitu Ibu akan segera mencarikan seseorang...""Ibu."Sebelum bisa menyelesaikan ucapannya, Xuanyi segera memotongnya. Nyonya Wu mengangkat alisnya, menatapnya dengan penuh tanya."Aku ingin menikahi Ji
Última actualización: 2025-12-04
Chapter: Bab 41. Sebuah Pernyataan Tak Terduga
Malam semakin larut, suara percakapan yang berisik terdengar di mana-mana di dalam menara.Saat pertunjukan tarian di panggung mulai terasa membosankan, Ji An mengajak Feng Jin untuk kembali.Lagipula, ia harus bangun pagi untuk bekerja besok.Sang iblis tentu saja belum keluar karena ia belum tidur. Atau mungkin saja malam ini ia memilih untuk tidak keluar."Maaf, lain kali aku akan mentraktirmu dengan suguhan yang lebih layak." Ji An berkata."Aku hanya mengajakmu melihat-lihat sebelumnya, bukan memintamu untuk mentraktir."Ji An mengangguk.Ketika mereka hendak keluar, sebuah rombongan besar tengah masuk ke dalam menara, memenuhi pintu.Ji An yang telah berjalan duluan di depan, terpisah dengan Feng Jin oleh kerumunan.Saat ia memutuskan untuk menunggunya di luar, Ji An mendengar seseorang memanggil namanya."Adik An." Sapa Wu Xuanyi gembira. Ia tidak menyangka akan begitu cepat bertemu lagi dengan gadis yang telah mengganggu tidurnya semalam."Xuanyi?" Ji An tertawa, "Aku tidak me
Última actualización: 2025-12-03
Chapter: Bab 40. Memabukkan
Feng Jin menatap gadis di depan yang tampak lebih pendiam dari biasanya. Seperti kemarin, saat ini mereka berdua sedang makan malam di dalam kamar Ji An. Pandangannya sesekali akan terangkat, mengamati gerak geriknya tanpa kentara. Gadis itu tiba-tiba menghela napas berat, kali berikutnya pandangannya tampak linglung. Ia jelas sedang tidak dalam suasana hati yang baik. Ji An menatap Feng Jin kemudian menundukkan kembali pandangannya, sorot matanya agak sendu. Tangannya yang sedang memegang sumpit, hanya mengaduk-aduk nasi di mangkuk, jelas ia tidak sedang berselera. "Sesuatu terjadi?" Feng Jin menurunkan matanya. Ji An menggeleng, masih mengaduk-aduk nasi di mangkuk, "Ng..sebenarnya, tidak ada hal penting yang terjadi." Ketika Ji An mengangkat wajahnya lagi, ia bertemu dengan tatapan Feng Jin yang seakan sedang bertanya "Lalu ada apa denganmu?" Ji An menunduk, meringis, "Aku.. sepertinya aku telah membuat hinaan seseorang berhasil mempengaruhiku." Ia kemudian ters
Última actualización: 2025-12-02
Chapter: Bab 39. Pelanggan bermulut Pedas
Feng Jin hendak berbaring ketika hidungnya menangkap sebuah aroma familiar.Ia menunduk, mengendus jubah hitamnya.Aroma lembut itu berasal dari sana. Sepertinya itu tertinggal saat ia membungkus Ji An dengan jubahnya semalam.Feng Jin tampak sedikit kikuk saat kemudian ia akhirnya berhasil berbaring di atas dipan.Matanya dengan linglung menatap langit-langit kamar sejenak sebelum perlahan menutup.-----Ji An masih sibuk di belakang dapur restoran.Waktu makan siang selalu ramai dengan pelanggan. Sehingga mereka harus bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan setiap pesanan.Sedangkan Ji An yang tidak terlibat langsung dengan para tamu, sedang mengatur penempatan berbagai bahan-bahan segar yang diantarkan tadi pagi.Seseorang keluar dari pintu belakang dapur, menghampirinya."Nona Ji, bisakah kau menggantikanku sebentar untuk mengantarkan salah satu pesanan tamu di depan?" Seorang pelayan wanita bertanya, sementara wajahnya berkerut seperti sedang menahan sesuatu.Ji An segera menger
Última actualización: 2025-12-02
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status