author-banner
Inspirasi Kopi
Inspirasi Kopi
Author

Novels by Inspirasi Kopi

Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Di mata orang lain, Satria itu cowok "dungu" dan terlalu polos karena sering senyum dan mengalah, padahal itu cuma topeng. Aslinya, dia cerdas dan menyembunyikan kemampuan bela diri tingkat tinggi warisan gurunya di desa karena sebuah janji. Hidupnya berubah ketika dia diminta jadi satpam di rumah yang isinya tiga wanita cantik. Sejak saat itu, dia terjebak dalam pusaran harem gadis-gadis yang membuat dirinya terus menjadi idaman para wanita, termasuk di kampusnya.
Read
Chapter: BAB 108
Satria yang sedang minum langsung tersedak. Dia terbatuk pelan sambil meletakkan gelasnya dengan panik. Tangan kirinya buru buru memegang lehernya, tapi dia sadar gerakannya itu justru makin membuat Vera curiga."Kenapa, Kak?" tanya Kiki pura pura polos. Kiki sengaja menopang dagu dengan kedua tangannya, bersiap menikmati pertunjukan gratis ini.Vera meletakkan sendoknya ke piring. Matanya sekarang menatap tajam langsung ke mata Satria. Aura bos galaknya seketika kembali keluar, menguasai seluruh ruang makan."Satria, singkirkan tangan kamu dari lehermu," perintah Vera dengan nada dingin yang tidak menerima bantahan."Eh... ini, Non. Gak ada apa apa kok. Cuma gatal aja, kayaknya digigit nyamuk semalam," jawab Satria tergagap. Wajahnya mulai memucat. Keringat dingin sebesar biji jagung kembali menetes di pelipisnya."Saya bilang singkirkan tangan kamu," ulang Vera, kali ini suaranya setingkat lebih keras dan tegas.Mendengar nada suara bos besarnya yang sudah mau meledak, Satria tidak
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: BAB 107
Setelah berhasil menyelinap masuk ke paviliunnya, Satria langsung lari ke kamar mandi. Dia menyalakan keran air dingin dan mengguyur seluruh tubuhnya. Sisa sisa kantuk dan pegal di badannya langsung hilang.Tapi begitu dia selesai mandi dan berdiri di depan cermin wastafel untuk menyisir rambut, napas Satria mendadak berhenti. Matanya melotot menatap pantulan dirinya sendiri.Di sisi kanan lehernya yang agak ke bawah, dekat tulang selangka, tercetak dengan sangat jelas sebuah tanda merah kebiruan seukuran koin. Tanda itu benar benar mencolok di atas kulitnya yang sawo matang."Mampus gue," rutuk Satria sambil mengusap lehernya kasar. "Ini anak beneran ninggalin jejak segede gaban. Gimana cara nyembunyiinnya coba?"Satria membongkar isi lemarinya dengan panik. Dia mencari kemeja berkerah tinggi atau jaket yang bisa menutupi leher. Tapi sialnya, kemeja kerjanya sedang dicuci semua oleh Laras. Yang tersisa di lemarinya cuma kaus oblong oblong biasa yang kerahnya rendah.Dengan berat hati
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: BAB 106
Satria membayangkan Nona Vera menyuruh Bi Inah atau Laras untuk mengecek kamarnya di paviliun. Kalau kamarnya kosong, mereka pasti akan mencari ke seluruh ruangan. Dan kalau mereka sampai mengetuk pintu kamar Kiki, Satria benar benar tidak berani membayangkan kelanjutannya. Karirnya tamat dan dia pasti langsung diusir hari ini juga.Dengan keringat dingin yang mulai menetes di dahi, Satria mencoba melepaskan pelukan Kiki. Dia mengangkat lengan Kiki dengan sangat pelan dan ekstra hati hati.Tapi Kiki malah melenguh pelan. Gadis itu mengeratkan pelukannya di pinggang Satria. Kaki Kiki juga ikut melingkar di kaki Satria, mengunci pergerakan pemuda itu persis seperti gurita."Ntar dulu ih, masih ngantuk," gumam Kiki dengan mata terpejam. Suaranya khas orang bangun tidur yang sangat manja. Kiki menggesekkan hidungnya di dada Satria mencari posisi yang lebih hangat."Ki, bangun Ki," bisik Satria panik. Dia menepuk nepuk pelan pipi Kiki. "Ini udah jam delapan lewat. Aku kesiangan parah. Kaka
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: BAB 105
Napas Kiki makin memburu. Dia benar benar sudah kehilangan akal sehatnya. Tangan gadis itu terus menarik tengkuk Satria, membiarkan tubuh bagian atasnya yang kini polos menempel dan bergesekan langsung dengan dada bidang pemuda itu."Satria... ah..." desah Kiki manja. Suaranya nyaris terdengar seperti rengekan yang sangat menuntut.Kiki menggeliat pelan di bawah kukungan Satria. Dia melengkungkan punggungnya mencari kehangatan lebih, sengaja menawarkan dirinya lebih jauh lagi. Jari jarinya yang mencengkeram helaian rambut Satria kini menarik kepala pemuda itu agar menunduk, mengarahkannya ke tubuhnya yang naik turun dengan cepat."Aku mau kamu, Sayang," bisik Kiki sangat lirih di sela sela napasnya yang tersengal, menantang Satria untuk mengambil semuanya malam ini.Mendapat undangan yang begitu terbuka dari perempuan yang sangat agresif ini, pertahanan Satria hancur lebur berkeping keping. Dia tidak menolak sama sekali. Tangan kanannya yang terbalut perban menahan pinggang Kiki denga
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: BAB 104
Udara di dalam kamar itu rasanya benar benar habis tersedot oleh napas mereka berdua yang menderu kencang. Ciuman Kiki yang penuh tuntutan dan rasa cemburu itu sukses mengacaukan isi kepala Satria.Tapi ternyata Kiki belum puas hanya dengan melucuti kaus Satria. Gadis itu tiba tiba melepaskan tautan bibir mereka. Dadanya naik turun dengan cepat berebut oksigen. Matanya menatap Satria dengan sorot yang sangat gelap, liar, dan penuh ambisi untuk memiliki seutuhnya.Tanpa membuang waktu satu detik pun, tangan Kiki bergerak ke bahunya sendiri. Dia menurunkan tali tipis gaun tidur sutra merah marunnya. Dengan satu tarikan mulus, kain sutra itu meluncur bebas melewati bahu dan pinggangnya, lalu jatuh menumpuk begitu saja di atas seprai.Sekarang sama sekali tidak ada lagi jarak atau sehelai benang pun yang memisahkan bagian atas tubuh mereka.Kiki kembali mencondongkan badannya ke bawah. Dia menekan tubuh atasnya yang polos tepat di atas dada bidang Satria yang masih mengkilap karena kering
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: BAB 103
Begitu pintu kamar Kiki tertutup rapat dan terkunci dari dalam, suasana langsung berubah drastis. Tidak ada lagi Kiki yang manja sambil tersenyum menggoda seperti malam sebelumnya. Wajah gadis sembilan belas tahun itu terlihat sangat serius dan dingin.Satria ditarik paksa untuk duduk di tepi ranjang besar berseprai putih itu. Dia hanya bisa diam menuruti kemauan si bungsu. Otot tubuhnya yang masih pegal sehabis bertarung di jalanan kini harus kembali menegang menghadapi medan perang yang jauh lebih berbahaya di dalam kamar ini.Kiki berjalan cepat ke arah meja riasnya. Dia mengambil sebuah gunting kecil dan kotak P3K miliknya sendiri. Tanpa banyak bicara, Kiki berlutut di lantai tepat di sela sela kaki Satria yang terbuka."Sini tangannya," perintah Kiki singkat dengan nada ketus.Satria menyodorkan tangan kanannya perlahan. Kiki langsung menyelipkan ujung gunting itu ke celah perban putih buatan Vera. Dengan gerakan cepat dan tanpa ragu, Kiki menggunting perban itu sampai putus. Dia
Last Updated: 2026-03-28
Mendadak Menjadi CEO

Mendadak Menjadi CEO

Teguh Waluyo, seorang pemuda sederhana dari desa. Dia merupakan lulusan SMK, dengan keluarga yang terkenal sebagai tokoh agama di desa tersebut. Teguh juga merupakan aktivis organisasi di sekolahnya, namun, karena menunggu ijazah untuk mencari pekerjaan, Teguh harus bekerja terlebih dahulu, sebagai kuli bangunan di desa sebelah. Akan tetapi, di desa tersebut, Teguh selalu dicemooh dan diejek oleh pemuda lainnya, yang juga bekerja di sana. Namun, karena mereka juga mengejek orang tuanya, maka, Teguh pun tidak bisa menerimanya, sehingga terjadilah perkelahian. Akibat Teguh yang memukul salah satu dari mereka, dan membuatnya pingsan di tempat, maka, Teguh pun melarikan diri dari incaran warga di sana. Akhirnya, Teguh pun memutuskan untuk berangkat ke Jakarta, untuk mengadu nasib di sana. Hingga akhirnya, Teguh dipertemukan dengan orang tua yang baik hati, yang telah mengangkat derajatnya.
Read
Chapter: 74
"kami mohon nona Amber ini masalah keluarga kita tidak ada kaitanya dengan tempat kerja saya" mohon sang rektor itu kali ini bersujud, memohon ampun kepada AmberTeguh semakin mengepalkan tanganya , dia tidak menyangka ternyata begitu banyak orang kaya yang anaknya menyalah gunakan kekuasaan keluarganya."aku yang akan mendisiplinkan anakmu, dan segera kosongkan kampus ini, biar anda bagaimana rasanya hancur" ucap Amber dengan nada penuh intimidasi"bawa dia dan hancurkan" perintah Amber kepada anak buahnya untuk membawa, rektor itu dan kemudain memporandakan gedung kampus."baik nona" seketika mereka mengangguk dan mulai menjalankan tugas, dari mengusir mahasiswa sampai menghancurkan kelas,,tidak bisa di bayangkan bagaimana takutnya para mahasiswa kala itu, mereka di paksa keluarga kampus dengan kasar, bahkan ada siswa laki-laki yang berusha melawan mereka, tapi malah mahasiswa itu yang di hajar sampai babak belur.ada juga mahasiswi yang menolak diseret oleh mereka , sehingga membu
Last Updated: 2025-02-23
Chapter: 73
Waktu semakin larut mereka tidak terasa sudah begitu lama mengobrol, kali ini Teguh tidak datang ke kantor karena Brian yang meminta. tak lupa juga Brian mengajak Teguh untuk makan malam, dan disitu Brian menemukan sebuah keanehan dimana melihat Clara begitu perhatian sama Teguh, dari mengambilkan nasi lauk dan menuangkan minum bahkan sesekali Clara melihat ke arah Teguh. Brian pun sudah tidak tahan melihat sikap Clara pada Teguh ."Teguh Clara ada yang mau saya tanyakan" ucap Brian pada Teguh dan Clara"iya yah ada apa?" tanya Clara"sebenarnya hubungan kalian sejauh mana?" tanya Brian, membuat Clara dan Teguh kaget'ini memang sudah waktunya memberi tahu' gumam Teguh dalam hatinya"baik sebenarnya........." Teguh belum selesai mengucapkanya sudah di sambar oleh Naya"mereka sudah pacaran" ucap Naya langsung to the point,seketika Brian menjatuhkan sendok dan garpunya di piring . klang...... terdengar bernturan suara sendok dan garpu.."kenapa kalian merahasiakanya dari saya" kini Bria
Last Updated: 2025-02-23
Chapter: 72
Teguh kemudian memasang kuda kuda dan bersiap jika sewaktu waktu mereka akan menyerang ,"akan aku tunjukan apa itu sombong" balas Cibir Teguh , dan tanpa di duga mereka seketika berlari kearah Teguh untuk menyerang, untung saja Teguh sudah memasang kuda kuda, sedangkan di dalam mobil jelas sekali Clara dan Naya sangat cemas dengan Teguh. meraka selalu berdoa supaya ada keajaiban.mereka tidak tanggung tanggung mereka langsung mengkroyok Teguh lebih dari tiga puluh orang turun dari mobil van yang tadi mengepung Teguh mereka bergerak serentak. dan detik berikutnya terdengar suara tulang saling bertabrakan dan suara erangan dan pukulan, dan itu membuat pimpinan mereka yang mengkordinasi serangan itu memicingkan matanya dia tampak tidak percaya jika pemuda yang sombong di depanya benar, benar tidak takut mati."aahhhhh' Teguh berteriak untuk menambah kekuatanya dan seketika mengeluarkan aura yang sangat dingin, baru lah kemudian Teguh mengangkat salah satu dari mereka dan kemudian melem
Last Updated: 2025-02-23
Chapter: 71
Keesokan harinya setelah mereka selesai berish bersih ganti baju dan sarapan, mereka melanjutkan aktifitasnya sedangkan Burhan dia berangkat bekerja, Teguh Clara dan Naya mereka berangkat ke kampus, seperti biasa mereka sampai di kampus akan berpisah di lobi kampus, Clara dan Naya kali ini fokus kuliah, beda halnya dengan Teguh entah mengapa hari ini dia tidak fokus karena banyak fikiran yang mengganggunya, terutama gengster Black Jack itu, dia terus terbayang, dan dia baru dapat info jika geng itu dipimin oleh Jack yang bengis dan kejam dia memiliki dua petarung hebat kelas atas di sampingnya."Guh kenapa?" tanya Adam yang melihat Teguh melamunkemudian Teguh tersadar dan menoleh ke arah Adam."aku tidak apa-apa" jawab Teguh kepada Adam, setelah itu Teguh berusaha fokus, disisi lain tiga hari lagi dia akan terbang ke Bali.sedangkan di kediaman Pak Brian sangat tegang disana ada Brian dan tentunya Wicak dan juga Tegar, dia adalah orang kepercayaan Brian dan Wicak, Tegar adalah petaru
Last Updated: 2025-02-22
Chapter: 70
Teguh dengan Clara semakin asik berselfi ria, sampai mereka tidak menyadari jika mereka berpose dengan mesra dan parahnya lagi Naya ternyata melihatnya , karena setelah selesai mandi Naya ingin bergabung tapi ketika melihat Clara dengan Teguh dia mengurungkan niatnya, tetapi tanpa sengaja Naya menyenggol vas bunga yang di atas meja deka pintu 'bruk' suara pot bunga jatu, sontak membuat Clara dan Teguh melihat kearah itu. dan ternyata Naya yang berada disana."Nay kenapa" ucap Teguhseketika Naya menjadi canggung bingung harus bagaimana dia sekarang."ah tidak mas, gak sengaja menyenggol vas itu" ucap Naya dengan gelagapan"tenang saja , tidak apa-apa" jawab Teguh kemudian"ah aku lapar" celoteh Clara karena merasa lapar."em bukanya barusan kamu sama Naya makan jajan yang banyak" jawab Teguh, karena benar saja tadi Clara bersama Naya menghabiskan jajan yang dia beli"cemilan sama makan beda" gerutu Clara dengan kesalTeguh pun tidak tega dia memutuskan untuk memasak kebetulan dia juga
Last Updated: 2025-02-22
Chapter: Kejutan
setelah Clara selesai mengajari dan merapikan belanjaan di apartemen Teguh mereka kini istirahat menunggu kepulangan Teguh.sedangkan Teguh masih berkutik dengan berkas dan komputer di depanya, tak terasa juga waktu sudah menunjukan jam pulang kantor, setelah selesai Teguh bergegas untuk merapikan dan pulang, karena dia yakin Clara dan Naya menunggunya.sebelum pulang Teguh mampir keruangan Aldo"Do mau pulang bareng tidak?" tanya Teguh pada Aldo"sepertinya saya nanti saja tuan, masih banyak perkerjaan" jawab Aldo karena bernar saja banyak kerjaan kantor belum lagi Tugas yang di berikan Teguh kepadanya."baik lah aku duluan" jawab Teguh, kemudian Teguh keluar dan menuju mobilnya, tak lupa dia membeli jajanan kesukaan Naya yaitu jajanan seperti cilok, pempek telor gulung dan lain-lain. setelah membeli itu Teguh langsung menuju apartemenya, tak lama Teguh pun sampai karena dia sendirian dan fokus menyetir.Clara dan Naya yang sedang bercanda seketika mendengar pintu terbuka mereka ko
Last Updated: 2025-02-19
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

PERINGATAN >> UPDATE 4-5 BAB SEHARI! Aku selalu dihina, tapi aku tidak bisa diam saja. Aku harus bangkit dan membuktikan pada semua orang kalau aku bisa jadi Penguasa!
Read
Chapter: BAB 204
Langkah kaki Joko terasa berat, seolah ia sedang menyeret seluruh beban dosa dunia di pundaknya. Napasnya menderu kasar, memecah keheningan malam yang mencekam. Di punggungnya, tubuh kaku Ki Banyu terkulai, lengan-lengan panjang pria itu berayun-ayun tak bernyawa mengikuti irama langkah Joko, sesekali menyentuh semak belukar yang mereka lewati.Joko menghindari jalan raya. Ia menyusup melewati pagar pembatas yang rusak, masuk ke dalam area lahan kosong bekas sengketa yang luas, tempat yang sama di mana ia bertemu bayangan Eyang Giri Sewu dalam visi sebelumnya. Namun kali ini, ini bukan visi. Ini nyata. Darah yang merembes membasahi punggung kemejanya adalah darah asli. Bau amis yang menusuk hidungnya adalah bau kematian yang sesungguhnya.Area itu gelap gulita, hanya diterangi oleh sisa-sisa cahaya bulan yang mengintip dari balik awan mendung. Ilalang setinggi dada manusia tumbuh liar, menyembunyikan pergerakan Joko dari mata dunia luar. Suara serangga malam terdengar nyaring, seolah
Last Updated: 2025-12-12
Chapter: Bab 203
Kekuatan pukulan Joko begitu besar hingga dada Ki Banyu amblas ke dalam. Tulang rusuknya patah, menusuk paru-paru dan jantungnya seketika.Hempasan tenaga dalam itu kemudian meledak, melemparkan tubuh Ki Banyu ke belakang seperti layang-layang putus.BUM!Tubuh Ki Banyu terbang melintasi jalan raya, menghantam batang pohon besar di seberang jalan dengan suara gedebuk yang keras, lalu jatuh merosot ke tanah. Ia tidak bergerak lagi. Punggungnya tersandar di pohon, kepalanya terkulai miring dengan sudut yang tidak wajar.Seketika itu juga, kabut putih yang menyelimuti jalanan lenyap.Seperti tirai yang ditarik paksa, ilusi air itu menguap menjadi udara kosong. Pemandangan jalan raya malam hari kembali terlihat jelas. Lampu jalan kembali bersinar kuning. Suara jangkrik kembali terdengar.Joko berdiri mematung di tengah jalan. Tangan kanannya masih terulur ke depan dalam posisi memukul. Napasnya memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat. Keringat dingin bercampur dengan cipratan darah
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: BAB 202
Kabut putih itu bukan sekadar uap air. Itu adalah penjara hidup.Joko terbatuk-batuk hebat, tangannya mencengkeram lehernya sendiri. Udara di sekitarnya terasa lengket dan basah, setiap kali ia menarik napas, rasanya seperti menghirup air laut yang asin dan pekat. Paru-parunya terasa terbakar, memohon oksigen yang semakin menipis. Pandangannya benar-benar buta. Putih. Hanya putih sejauh mata memandang, diselingi oleh bayangan-bayangan hitam yang meliuk-liuk seperti belut raksasa di sekelilingnya.“Sia-sia, Nak,” suara Ki Banyu terdengar bergema dari segala arah, memantul-mantul di dalam dinding kabut, membuatnya mustahil untuk dilacak. “Kau mungkin punya tenaga dalam yang besar, kau mungkin punya kulit yang keras, tapi bisakah kau bertarung melawan udara yang kau hirup?”Sreeet!Sebuah sabetan air yang tajam tiba-tiba muncul dari samping kanan. Joko terlambat menghindar. Bahu kirinya tergores, kain kemejanya robek, dan darah segar merembes keluar. Lukanya terasa perih luar biasa, seol
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: BAB 201
Joko masuk ke dalam mode fokus penuh. Dunia di sekelilingnya melambat. Ia melihat lintasan pukulan api itu. Ia menepis pukulan ke arah wajah dengan telapak tangan, mengelak pukulan ke rusuk dengan memutar pinggang, dan menahan pukulan ke perut dengan lututnya.Tak! Buk! Plak!Suara adu fisik terdengar cepat dan ritmis. Mereka bertukar serangan dengan kecepatan tinggi di tengah jalan yang sunyi. Setiap kali kulit mereka bersentuhan, terjadi letupan kecil antara energi emas dan api merah.Joko mulai merasakan pola serangan Ki Agni. Kuat, eksplosif, tapi… emosional. Terlalu mengandalkan amarah.“Dia petarung kasar,” bisik Khodam. “Dia boros tenaga. Jangan adu kekuatan, bocah. Gunakan kelincahanmu. Matikan apinya dari sumbernya.”‘Sumbernya?’ tanya Joko dalam hati sambil menunduk menghindari sabetan tangan Ki Agni yang nyaris membakar rambutnya.“Pusat napasnya! Ulu hati! Di situlah dia mengumpulkan panasnya!”Joko mengerti.Saat Ki Agni menarik tangannya ke belakang untuk melancarkan puk
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: BAB 200
Sebuah dinding cahaya transparan berwarna keemasan muncul seketika di depan pagar.BOOM!Bola api itu menghantam dinding cahaya Joko. Ledakan terjadi, namun tertahan. Api merah dan cahaya emas beradu, menciptakan percikan bunga api yang menyilaukan di tengah malam buta. Suara ledakannya cukup keras, namun teredam oleh perisai energi itu.Joko merasakan panas yang luar biasa menyengat telapak tangannya. Kakinya terdorong mundur beberapa senti, menggerus tanah halaman. Serangan ini kuat. Jauh lebih kuat dari serangan preman manapun.Di seberang jalan, Ki Agni tampak terkejut namun juga senang. “Oh? Lumayan juga. Kau bisa menahannya. Tapi sampai kapan?”Ki Agni mengangkat tangan kirinya juga. Bola api kedua mulai terbentuk di udara, kali ini lebih besar, lebih panas.Joko mengertakkan gigi. Ia tidak bisa terus bertahan di sini. Ledakan tadi pasti sudah membangunkan beberapa orang. Jika bola kedua itu dilepaskan, ia tidak yakin bisa menahannya tanpa menimbulkan kerusakan pada bangunan di
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: BAB 199
Lampu kamar mandi yang remang-remang menjadi satu-satunya penerangan di kamar nomor 13. Joko menarik selimut tipisnya sebatas dada, membiarkan tubuhnya yang remuk redam tenggelam dalam keheningan. Matanya terasa berat, kelopak matanya bergetar pelan, siap untuk menyerah pada dunia mimpi. Ia sudah melakukan segalanya hari ini. Bekerja, bertarung, menyelamatkan orang, bahkan menghadapi godaan ibu kos. Ia pantas mendapatkan istirahat.Namun, tepat saat kesadarannya berada di ambang batas antara terjaga dan terlelap, sebuah sensasi asing menyentaknya.ZING!Bukan suara. Bukan sentuhan. Melainkan sebuah getaran tajam yang menusuk langsung ke dalam ulu hatinya. Rasanya seperti ada jarum es yang ditancapkan ke dadanya, menembus kulit, daging, dan langsung menyentuh pusaka yang tergantung di sana.Joko tersentak hebat. Matanya terbuka lebar, menatap langit-langit kamar yang gelap. Jantungnya yang tadinya melambat kini kembali memacu cepat.Pusaka Semar Mesem di dadanya bereaksi instan. Benda
Last Updated: 2025-12-08
You may also like
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit
Urban · Kentang Pecinta Serigala
39.4M views
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Lelaki yang Tak Terlihat Kaya
Urban · Bodhi Si Dua Telinga
24.9M views
Suamiku yang Perkasa
Suamiku yang Perkasa
Urban · Serigala Ciumlangit
7.2M views
Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1
Urban · Moneto
6.9M views
Istri Manisku yang Berkuasa
Istri Manisku yang Berkuasa
Urban · Paman Guo Gagap
4.1M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status