author-banner
Inspirasi Kopi
Inspirasi Kopi
Author

Novels by Inspirasi Kopi

Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Di mata orang lain, Satria itu cowok "dungu" dan terlalu polos karena sering senyum dan mengalah, padahal itu cuma topeng. Aslinya, dia cerdas dan menyembunyikan kemampuan bela diri tingkat tinggi warisan gurunya di desa karena sebuah janji. Hidupnya berubah ketika dia diminta jadi satpam di rumah yang isinya tiga wanita cantik. Sejak saat itu, dia terjebak dalam pusaran harem gadis-gadis yang membuat dirinya terus menjadi idaman para wanita, termasuk di kampusnya.
อ่าน
Chapter: BAB 267
Satria melepaskan tali tas ranselnya dan membiarkan barang bawaannya itu tergeletak begitu saja di lantai marmer. Dia menegakkan tubuh, menatap Vera yang masih berdiri menghadangnya dengan wajah serius dan kedua tangan yang bersilang di dada.Sebuah ide jahat dan usil kembali melintas di kepala Satria saat melihat wajah bos cantiknya yang tampak sangat protektif terhadap keberadaannya di tempat ini."Oke, oke. Karena Non Vera sampai memohon dan memaksa seperti itu, saya pasrah deh. Saya putuskan untuk tetap tinggal di sini," ujar Satria dengan nada suara yang dibuat seolah-olah dia sedang mengalah demi kebaikan bersama.Vera langsung mengembuskan napas lega, dan senyuman kemenangan mulai terbayang di sudut bibirnya. Namun, senyuman itu tidak bertahan lama karena Satria belum selesai berbicara.Satria melangkah satu tindakan lebih dekat, menatap Vera dengan pandangan mata yang penuh kelicikan."Tapi ingat ya, Non. Karena tempat ini sudah resmi diserahkan kepada saya sebagai fasilitas t
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-28
Chapter: BAB 266
Satria sama sekali tidak memperlihatkan rasa takut atau khawatir setelah mendengar ancaman pecat dari Vera. Dia justru memajukan bibirnya sedikit, lalu menggelengkan kepala dengan ekspresi wajah yang tampak sangat acuh tak acuh. Dia sama sekali tidak peduli dengan gertakan khas orang kantoran yang baru saja dilontarkan oleh bos cantiknya itu.Satria kemudian berdiri dari sofa empuk tersebut. Dia berjalan mendekati tas ransel besarnya yang sejak tadi masih tergeletak di dekat meja kopi, lalu menyampirkan salah satu tali tas tersebut ke bahu kanannya."Ah, ancaman pecat lagi, bos kantor memang hobinya begitu ya," ucap Satria sambil mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling ruangan penthouse yang luas itu. "Lagian kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya saya memang tidak cocok dan tidak bakal nyaman tinggal di sini, Non. Mendingan saya tidak usah jadi menempati tempat ini. Saya mau pergi sekarang saja, cari kontrakan atau kamar kos biasa di luar sana yang suasananya lebih pas buat saya."
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-27
Chapter: BAB 265
Satria masih terus tertawa lepas sambil mengangkat kedua tangannya, dengan mudah menangkis setiap hantaman bantal sofa yang dilayangkan oleh Vera. Baginya, pukulan kesal dari wanita itu sama sekali tidak terasa sakit, justru terlihat seperti gerakan anak kecil yang sedang merajuk."Aduh, Non, ampun ! Jangan kencang-kencang memukulnya, nanti bantal apartemen mewah ini bisa jebol," goda Satria di sela-sela tawanya, sengaja menambahkan minyak ke dalam api amarah Vera."Biar saja jebol ! Kalau perlu kepalamu yang jebol sekalian !" balas Vera yang napasnya mulai terengah-engah karena lelah memukuli Satria tanpa hasil.Vera akhirnya melempar bantal sofa itu ke lantai dengan sentakan kasar. Dia melipat kedua tangannya di depan dada, lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela besar dengan bibir yang mengerucut tajam. Kedua pipinya masih terasa panas dan berwarna kemerahan. Sisa-sisa debaran jantung akibat jarak yang terlalu dekat tadi masih terasa sangat jelas di dadanya.Satria perlahan mengh
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-26
Chapter: BAB 264
Mendengar suara langkah kaki Satria yang sengaja dibuat agak keras, Vera perlahan membuka matanya. Dia langsung menyadari posisi tidurnya yang kurang rapi, lalu dengan cepat mengubah posisinya menjadi duduk tegak di atas sofa panjang tersebut. Tangan kirinya bergerak merapikan ujung kemeja putih serta rok kerjanya yang sempat tersingkap.Rasa lelah dan kantuk yang menggelayuti Vera sedikit berkurang, digantikan oleh ingatan tentang kesepakatan yang mereka buat saat di rumah makan lesehan tadi.Vera mendongak, menatap lurus ke arah Satria yang kini berdiri beberapa langkah di depan meja kopi."Kamu minta bonus apa?" tanya Vera langsung, membuka percakapan tanpa basa-basi lagi.Satria yang baru saja berhasil menenangkan debaran jantungnya langsung menoleh. Mendengar pertanyaan itu, sebuah senyuman usil yang sangat khas seketika mengembang di sudut bibir pemuda itu. Dia menatap bos cantiknya dengan pandangan mata yang berbinar penuh arti."Apapun kan?" tanya Satria, sengaja menggoda Vera
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-26
Chapter: BAB 263
Mobil SUV mewah yang dikemudikan Satria akhirnya memasuki kawasan elite di pusat kota. Bukannya mengarah ke rumah utama keluarga Vera, mobil itu justru langsung berbelok memasuki area kompleks apartemen super mewah yang menjulang tinggi ke langit. Penjagaan di gerbang depannya sangat ketat, dengan beberapa petugas keamanan berseragam rapi yang langsung membungkuk hormat begitu mengenali mobil milik Vera.Satria yang melihat kemewahan gedung di depannya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia mengira Vera akan mengajaknya pulang ke rumah utama dulu untuk beristirahat, namun siapa sangka bos cantiknya ini benar-benar langsung membawanya ke sini tanpa menunda waktu sedikit pun.Setelah memarkirkan mobil di tempat khusus, Vera langsung turun dengan langkah kaki yang ceria. Dia menoleh ke arah Satria yang masih berdiri canggung di samping pintu kemudi."Ayo, Satria, tunggu apa lagi? Bawa barang-barangmu sekalian dari bagasi, kita langsung naik ke atas sekarang," kata Vera samb
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-26
Chapter: BAB 262
Matahari sudah mulai bergerak condong ke arah barat, memancarkan sinar kemerahan yang menerobos masuk lewat celah gorden ruang kerja Sang Bos Besar. Di dalam ruangan yang luas itu, suasana masih terasa sangat tegang. Sang Bos Besar duduk diam di kursi kulitnya, sementara asbak di atas mejanya sudah dipenuhi oleh beberapa puntung cerutu yang sengaja dimatikan dengan kasar.Pintu ganda ruangan itu tiba-tiba diketuk dua kali dengan ketukan yang ritmis. Tak lama kemudian, pintu terbuka dan Rendra melangkah masuk dengan terburu-buru. Wajah pria jangkung itu tampak sangat serius, dan di tangan kanannya terdapat sebuah gawai tablet yang layarnya masih menyala menampilkan beberapa baris data grafik."Tuan Besar, tim mata-mata kita di lapangan baru saja menghubungi saya. Mereka berhasil melacak posisi dan pergerakan bocah bernama Satria itu," lapor Rendra sambil membungkuk hormat.Sang Bos Besar yang tadinya bersandar langsung menegakkan tubuhnya. Sorot matanya yang tajam langsung mengunci waj
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-26
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

PERINGATAN >> UPDATE 4-5 BAB SEHARI! Aku selalu dihina, tapi aku tidak bisa diam saja. Aku harus bangkit dan membuktikan pada semua orang kalau aku bisa jadi Penguasa!
อ่าน
Chapter: BAB 204
Langkah kaki Joko terasa berat, seolah ia sedang menyeret seluruh beban dosa dunia di pundaknya. Napasnya menderu kasar, memecah keheningan malam yang mencekam. Di punggungnya, tubuh kaku Ki Banyu terkulai, lengan-lengan panjang pria itu berayun-ayun tak bernyawa mengikuti irama langkah Joko, sesekali menyentuh semak belukar yang mereka lewati.Joko menghindari jalan raya. Ia menyusup melewati pagar pembatas yang rusak, masuk ke dalam area lahan kosong bekas sengketa yang luas, tempat yang sama di mana ia bertemu bayangan Eyang Giri Sewu dalam visi sebelumnya. Namun kali ini, ini bukan visi. Ini nyata. Darah yang merembes membasahi punggung kemejanya adalah darah asli. Bau amis yang menusuk hidungnya adalah bau kematian yang sesungguhnya.Area itu gelap gulita, hanya diterangi oleh sisa-sisa cahaya bulan yang mengintip dari balik awan mendung. Ilalang setinggi dada manusia tumbuh liar, menyembunyikan pergerakan Joko dari mata dunia luar. Suara serangga malam terdengar nyaring, seolah
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-12
Chapter: Bab 203
Kekuatan pukulan Joko begitu besar hingga dada Ki Banyu amblas ke dalam. Tulang rusuknya patah, menusuk paru-paru dan jantungnya seketika.Hempasan tenaga dalam itu kemudian meledak, melemparkan tubuh Ki Banyu ke belakang seperti layang-layang putus.BUM!Tubuh Ki Banyu terbang melintasi jalan raya, menghantam batang pohon besar di seberang jalan dengan suara gedebuk yang keras, lalu jatuh merosot ke tanah. Ia tidak bergerak lagi. Punggungnya tersandar di pohon, kepalanya terkulai miring dengan sudut yang tidak wajar.Seketika itu juga, kabut putih yang menyelimuti jalanan lenyap.Seperti tirai yang ditarik paksa, ilusi air itu menguap menjadi udara kosong. Pemandangan jalan raya malam hari kembali terlihat jelas. Lampu jalan kembali bersinar kuning. Suara jangkrik kembali terdengar.Joko berdiri mematung di tengah jalan. Tangan kanannya masih terulur ke depan dalam posisi memukul. Napasnya memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat. Keringat dingin bercampur dengan cipratan darah
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-11
Chapter: BAB 202
Kabut putih itu bukan sekadar uap air. Itu adalah penjara hidup.Joko terbatuk-batuk hebat, tangannya mencengkeram lehernya sendiri. Udara di sekitarnya terasa lengket dan basah, setiap kali ia menarik napas, rasanya seperti menghirup air laut yang asin dan pekat. Paru-parunya terasa terbakar, memohon oksigen yang semakin menipis. Pandangannya benar-benar buta. Putih. Hanya putih sejauh mata memandang, diselingi oleh bayangan-bayangan hitam yang meliuk-liuk seperti belut raksasa di sekelilingnya.“Sia-sia, Nak,” suara Ki Banyu terdengar bergema dari segala arah, memantul-mantul di dalam dinding kabut, membuatnya mustahil untuk dilacak. “Kau mungkin punya tenaga dalam yang besar, kau mungkin punya kulit yang keras, tapi bisakah kau bertarung melawan udara yang kau hirup?”Sreeet!Sebuah sabetan air yang tajam tiba-tiba muncul dari samping kanan. Joko terlambat menghindar. Bahu kirinya tergores, kain kemejanya robek, dan darah segar merembes keluar. Lukanya terasa perih luar biasa, seol
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-11
Chapter: BAB 201
Joko masuk ke dalam mode fokus penuh. Dunia di sekelilingnya melambat. Ia melihat lintasan pukulan api itu. Ia menepis pukulan ke arah wajah dengan telapak tangan, mengelak pukulan ke rusuk dengan memutar pinggang, dan menahan pukulan ke perut dengan lututnya.Tak! Buk! Plak!Suara adu fisik terdengar cepat dan ritmis. Mereka bertukar serangan dengan kecepatan tinggi di tengah jalan yang sunyi. Setiap kali kulit mereka bersentuhan, terjadi letupan kecil antara energi emas dan api merah.Joko mulai merasakan pola serangan Ki Agni. Kuat, eksplosif, tapi… emosional. Terlalu mengandalkan amarah.“Dia petarung kasar,” bisik Khodam. “Dia boros tenaga. Jangan adu kekuatan, bocah. Gunakan kelincahanmu. Matikan apinya dari sumbernya.”‘Sumbernya?’ tanya Joko dalam hati sambil menunduk menghindari sabetan tangan Ki Agni yang nyaris membakar rambutnya.“Pusat napasnya! Ulu hati! Di situlah dia mengumpulkan panasnya!”Joko mengerti.Saat Ki Agni menarik tangannya ke belakang untuk melancarkan puk
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-09
Chapter: BAB 200
Sebuah dinding cahaya transparan berwarna keemasan muncul seketika di depan pagar.BOOM!Bola api itu menghantam dinding cahaya Joko. Ledakan terjadi, namun tertahan. Api merah dan cahaya emas beradu, menciptakan percikan bunga api yang menyilaukan di tengah malam buta. Suara ledakannya cukup keras, namun teredam oleh perisai energi itu.Joko merasakan panas yang luar biasa menyengat telapak tangannya. Kakinya terdorong mundur beberapa senti, menggerus tanah halaman. Serangan ini kuat. Jauh lebih kuat dari serangan preman manapun.Di seberang jalan, Ki Agni tampak terkejut namun juga senang. “Oh? Lumayan juga. Kau bisa menahannya. Tapi sampai kapan?”Ki Agni mengangkat tangan kirinya juga. Bola api kedua mulai terbentuk di udara, kali ini lebih besar, lebih panas.Joko mengertakkan gigi. Ia tidak bisa terus bertahan di sini. Ledakan tadi pasti sudah membangunkan beberapa orang. Jika bola kedua itu dilepaskan, ia tidak yakin bisa menahannya tanpa menimbulkan kerusakan pada bangunan di
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-09
Chapter: BAB 199
Lampu kamar mandi yang remang-remang menjadi satu-satunya penerangan di kamar nomor 13. Joko menarik selimut tipisnya sebatas dada, membiarkan tubuhnya yang remuk redam tenggelam dalam keheningan. Matanya terasa berat, kelopak matanya bergetar pelan, siap untuk menyerah pada dunia mimpi. Ia sudah melakukan segalanya hari ini. Bekerja, bertarung, menyelamatkan orang, bahkan menghadapi godaan ibu kos. Ia pantas mendapatkan istirahat.Namun, tepat saat kesadarannya berada di ambang batas antara terjaga dan terlelap, sebuah sensasi asing menyentaknya.ZING!Bukan suara. Bukan sentuhan. Melainkan sebuah getaran tajam yang menusuk langsung ke dalam ulu hatinya. Rasanya seperti ada jarum es yang ditancapkan ke dadanya, menembus kulit, daging, dan langsung menyentuh pusaka yang tergantung di sana.Joko tersentak hebat. Matanya terbuka lebar, menatap langit-langit kamar yang gelap. Jantungnya yang tadinya melambat kini kembali memacu cepat.Pusaka Semar Mesem di dadanya bereaksi instan. Benda
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-08
Mendadak Menjadi CEO

Mendadak Menjadi CEO

Teguh Waluyo, seorang pemuda sederhana dari desa. Dia merupakan lulusan SMK, dengan keluarga yang terkenal sebagai tokoh agama di desa tersebut. Teguh juga merupakan aktivis organisasi di sekolahnya, namun, karena menunggu ijazah untuk mencari pekerjaan, Teguh harus bekerja terlebih dahulu, sebagai kuli bangunan di desa sebelah. Akan tetapi, di desa tersebut, Teguh selalu dicemooh dan diejek oleh pemuda lainnya, yang juga bekerja di sana. Namun, karena mereka juga mengejek orang tuanya, maka, Teguh pun tidak bisa menerimanya, sehingga terjadilah perkelahian. Akibat Teguh yang memukul salah satu dari mereka, dan membuatnya pingsan di tempat, maka, Teguh pun melarikan diri dari incaran warga di sana. Akhirnya, Teguh pun memutuskan untuk berangkat ke Jakarta, untuk mengadu nasib di sana. Hingga akhirnya, Teguh dipertemukan dengan orang tua yang baik hati, yang telah mengangkat derajatnya.
อ่าน
Chapter: 74
"kami mohon nona Amber ini masalah keluarga kita tidak ada kaitanya dengan tempat kerja saya" mohon sang rektor itu kali ini bersujud, memohon ampun kepada AmberTeguh semakin mengepalkan tanganya , dia tidak menyangka ternyata begitu banyak orang kaya yang anaknya menyalah gunakan kekuasaan keluarganya."aku yang akan mendisiplinkan anakmu, dan segera kosongkan kampus ini, biar anda bagaimana rasanya hancur" ucap Amber dengan nada penuh intimidasi"bawa dia dan hancurkan" perintah Amber kepada anak buahnya untuk membawa, rektor itu dan kemudain memporandakan gedung kampus."baik nona" seketika mereka mengangguk dan mulai menjalankan tugas, dari mengusir mahasiswa sampai menghancurkan kelas,,tidak bisa di bayangkan bagaimana takutnya para mahasiswa kala itu, mereka di paksa keluarga kampus dengan kasar, bahkan ada siswa laki-laki yang berusha melawan mereka, tapi malah mahasiswa itu yang di hajar sampai babak belur.ada juga mahasiswi yang menolak diseret oleh mereka , sehingga membu
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-23
Chapter: 73
Waktu semakin larut mereka tidak terasa sudah begitu lama mengobrol, kali ini Teguh tidak datang ke kantor karena Brian yang meminta. tak lupa juga Brian mengajak Teguh untuk makan malam, dan disitu Brian menemukan sebuah keanehan dimana melihat Clara begitu perhatian sama Teguh, dari mengambilkan nasi lauk dan menuangkan minum bahkan sesekali Clara melihat ke arah Teguh. Brian pun sudah tidak tahan melihat sikap Clara pada Teguh ."Teguh Clara ada yang mau saya tanyakan" ucap Brian pada Teguh dan Clara"iya yah ada apa?" tanya Clara"sebenarnya hubungan kalian sejauh mana?" tanya Brian, membuat Clara dan Teguh kaget'ini memang sudah waktunya memberi tahu' gumam Teguh dalam hatinya"baik sebenarnya........." Teguh belum selesai mengucapkanya sudah di sambar oleh Naya"mereka sudah pacaran" ucap Naya langsung to the point,seketika Brian menjatuhkan sendok dan garpunya di piring . klang...... terdengar bernturan suara sendok dan garpu.."kenapa kalian merahasiakanya dari saya" kini Bria
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-23
Chapter: 72
Teguh kemudian memasang kuda kuda dan bersiap jika sewaktu waktu mereka akan menyerang ,"akan aku tunjukan apa itu sombong" balas Cibir Teguh , dan tanpa di duga mereka seketika berlari kearah Teguh untuk menyerang, untung saja Teguh sudah memasang kuda kuda, sedangkan di dalam mobil jelas sekali Clara dan Naya sangat cemas dengan Teguh. meraka selalu berdoa supaya ada keajaiban.mereka tidak tanggung tanggung mereka langsung mengkroyok Teguh lebih dari tiga puluh orang turun dari mobil van yang tadi mengepung Teguh mereka bergerak serentak. dan detik berikutnya terdengar suara tulang saling bertabrakan dan suara erangan dan pukulan, dan itu membuat pimpinan mereka yang mengkordinasi serangan itu memicingkan matanya dia tampak tidak percaya jika pemuda yang sombong di depanya benar, benar tidak takut mati."aahhhhh' Teguh berteriak untuk menambah kekuatanya dan seketika mengeluarkan aura yang sangat dingin, baru lah kemudian Teguh mengangkat salah satu dari mereka dan kemudian melem
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-23
Chapter: 71
Keesokan harinya setelah mereka selesai berish bersih ganti baju dan sarapan, mereka melanjutkan aktifitasnya sedangkan Burhan dia berangkat bekerja, Teguh Clara dan Naya mereka berangkat ke kampus, seperti biasa mereka sampai di kampus akan berpisah di lobi kampus, Clara dan Naya kali ini fokus kuliah, beda halnya dengan Teguh entah mengapa hari ini dia tidak fokus karena banyak fikiran yang mengganggunya, terutama gengster Black Jack itu, dia terus terbayang, dan dia baru dapat info jika geng itu dipimin oleh Jack yang bengis dan kejam dia memiliki dua petarung hebat kelas atas di sampingnya."Guh kenapa?" tanya Adam yang melihat Teguh melamunkemudian Teguh tersadar dan menoleh ke arah Adam."aku tidak apa-apa" jawab Teguh kepada Adam, setelah itu Teguh berusaha fokus, disisi lain tiga hari lagi dia akan terbang ke Bali.sedangkan di kediaman Pak Brian sangat tegang disana ada Brian dan tentunya Wicak dan juga Tegar, dia adalah orang kepercayaan Brian dan Wicak, Tegar adalah petaru
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-22
Chapter: 70
Teguh dengan Clara semakin asik berselfi ria, sampai mereka tidak menyadari jika mereka berpose dengan mesra dan parahnya lagi Naya ternyata melihatnya , karena setelah selesai mandi Naya ingin bergabung tapi ketika melihat Clara dengan Teguh dia mengurungkan niatnya, tetapi tanpa sengaja Naya menyenggol vas bunga yang di atas meja deka pintu 'bruk' suara pot bunga jatu, sontak membuat Clara dan Teguh melihat kearah itu. dan ternyata Naya yang berada disana."Nay kenapa" ucap Teguhseketika Naya menjadi canggung bingung harus bagaimana dia sekarang."ah tidak mas, gak sengaja menyenggol vas itu" ucap Naya dengan gelagapan"tenang saja , tidak apa-apa" jawab Teguh kemudian"ah aku lapar" celoteh Clara karena merasa lapar."em bukanya barusan kamu sama Naya makan jajan yang banyak" jawab Teguh, karena benar saja tadi Clara bersama Naya menghabiskan jajan yang dia beli"cemilan sama makan beda" gerutu Clara dengan kesalTeguh pun tidak tega dia memutuskan untuk memasak kebetulan dia juga
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-22
Chapter: Kejutan
setelah Clara selesai mengajari dan merapikan belanjaan di apartemen Teguh mereka kini istirahat menunggu kepulangan Teguh.sedangkan Teguh masih berkutik dengan berkas dan komputer di depanya, tak terasa juga waktu sudah menunjukan jam pulang kantor, setelah selesai Teguh bergegas untuk merapikan dan pulang, karena dia yakin Clara dan Naya menunggunya.sebelum pulang Teguh mampir keruangan Aldo"Do mau pulang bareng tidak?" tanya Teguh pada Aldo"sepertinya saya nanti saja tuan, masih banyak perkerjaan" jawab Aldo karena bernar saja banyak kerjaan kantor belum lagi Tugas yang di berikan Teguh kepadanya."baik lah aku duluan" jawab Teguh, kemudian Teguh keluar dan menuju mobilnya, tak lupa dia membeli jajanan kesukaan Naya yaitu jajanan seperti cilok, pempek telor gulung dan lain-lain. setelah membeli itu Teguh langsung menuju apartemenya, tak lama Teguh pun sampai karena dia sendirian dan fokus menyetir.Clara dan Naya yang sedang bercanda seketika mendengar pintu terbuka mereka ko
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-19
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status