Chapter: BAB 409Tepat pukul satu siang, bunyi denting penutup laptop Vera terdengar mantap. Semua berkas validasi rantai pasok regional untuk hari ini berhasil dikirim ke server pusat tanpa hambatan sedikit pun.Vera meregangkan kedua lengannya ke atas sambil menghela napas panjang dan puas. "Pekerjaan hari ini beres total! Sekarang saatnya eksekusi menu makan siang kita, Sat."Satria yang sedang membaca majalah otomotif di kursi teras langsung menutup bacaannya dan bangkit berdiri. "Waktunya panen kemangi perdana."Mereka berdua berjalan menuju ambang jendela dapur. Vera mengambil gunting dapur kecil, lalu dengan hati-hati memotong pucuk-pucuk daun kemangi yang rimbun dan hijau tua dari dalam pot gerabah. Begitu batang daun terpotong, aroma harum khas kemangi yang segar langsung semerbak memenuhi area dapur."Wah, aromanya tajam dan segar banget, Sat! Beda memang kalau hasil tanaman sendiri yang dirawat pakai tanah subur," ujar Vera riang sambil mencuci seikat daun kemangi itu di bawah kucuran air b
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: BAB 408Sinar matahari pagi kembali membasahi halaman depan rumah, memantulkan kilau bersih di atas paving blok dan daun-daun pohon mangga yang masih basah oleh embun. Suasana pagi itu terasa sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Tidak ada lagi ketergesaan atau langkah kaki terburu-buru yang menuruni tangga untuk mengejar jam rapat kantor.Vera turun ke lantai bawah dengan pakaian santai, mengenakan kemeja katun longgar dan celana kulot abu-abu. Senyum cerah tersungging di bibirnya saat melihat Satria sedang menata meja makan dengan dua mangkuk bubur havermut hangat bertabur irisan pisang raja dan madu alami."Selamat pagi, Sat! Wangi madu sama pisangnya langsung tercium sampai ke tangga," sapa Vera ceria sambil menarik kursi kayu di meja makan.Satria menoleh sambil menuangkan air putih hangat ke dalam dua gelas bening. "Selamat pagi, Vera. Karena hari ini kamu mulai masa transisi kerja sistem daring dari rumah, sarapannya kubikin yang ringan dan sehat biar fokus kerjamu tetap prima."Ve
Last Updated: 2026-08-23
Chapter: BAB 407Pukul lima kurang seperempat, mobil SUV abu-abu gelap milik Satria sudah terparkir rapi di area penjemputan lobi kantor Vera. Mesin mobil tetap menyala halus dengan pendingin udara yang sejuk menyegarkan kabin. Satria melirik kaca spion samping, memperhatikan kerumunan karyawan yang mulai melangkah keluar dari pintu putar kaca gedung bertingkat itu.Tepat pada pukul lima lewat lima menit, sosok Vera muncul dengan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan. Langkahnya mantap dan penuh percaya diri. Begitu membuka pintu depan dan duduk di kursi samping kemudi, aroma parfum vanila lembut miliknya seketika memenuhi ruangan mobil."Selamat sore, Penjemput Andalan!" seru Vera dengan mata berbinar riang sambil melepas blazer biru dongkernya dan menaruhnya di pangkuan.Satria tersenyum hangat seraya menginjak pedal gas perlahan untuk membelah jalan keluar dari area lobi. "Selamat sore, Bintang Kantor. Mukanya kelihatan puas banget. Ceritanya sukses besar ya?""Bukan cuma sukses, Sat," kata Vera
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: BAB 406Sinar matahari pagi menyinari kaca depan mobil SUV abu-abu gelap yang terparkir di depan garasi. Hasil kerja keras Satria dan Vera mencuci mobil kemarin sore terlihat sangat nyata. Permukaan bodi mobil tampak begitu mengilap, memantulkan bayangan langit biru cerah tanpa ada setitik pun noda debu.Pukul tujuh pagi, pintu depan rumah terbuka. Vera melangkah keluar dengan setelan blazer biru dongker yang elegan dan celana bahan senada. Sepatu pantofel hitamnya berbunyi teratur di atas paving blok. Di tangannya, sebuah map dokumen tebal berwarna cokelat dipegang erat bersama tas jinjing kerjanya.Satria yang sudah berdiri di samping pintu kemudi dengan kemeja kasual rapi langsung membukakan pintu untuk Vera."Selamat pagi, Bu Manajer. Mobil dinas VIP hari ini siap meluncur," goda Satria sambil tersenyum ramah.Vera tertawa renyah sambil melangkah masuk ke kursi penumpang depan. "Gaya banget sih pakai sebutan mobil dinas VIP segala! Tapi beneran ya, Sat, mobil ini kelihatan kayak baru kelu
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: BAB 405Pukul tiga lewat lima belas sore, udara panas perlahan mereda tertutup bayang-bayang pohon mangga yang rimbun di pekarangan depan. Satria sudah mengeluarkan mobil SUV abu-abu gelap dan motor matik hitamnya ke bagian tengah halaman paving blok yang luas.Ia menyambungkan selang air panjang ke keran utama, lalu mengisi dua ember besar dengan air bersih yang dicampur sampo khusus kendaraan beraroma lemon segar. Busa putih tebal seketika membumbung tinggi menutupi permukaan ember saat diaduk.Pintu depan terbuka, dan Vera melangkah keluar dengan penampilan yang sangat santai. Ia mengenakan kaus oblong abu-abu tua, celana pendek katun longgar, dan sandal jepit karet. Rambutnya dicepol rapi ke atas agar tidak basah terkena cipratan air."Pasukan pencuci mobil siap bertugas, Komandan!" seru Vera riang sambil mengambil salah satu spons busa berukuran besar dari tangan Satria.Satria terkekeh geli melihat semangat wanita itu. "Siap, prajurit. Kita mulai dari basahi seluruh bodi mobil dulu biar
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: BAB 404Udara Minggu pagi terasa sangat sejuk dan bebas dari deru knalpot kendaraan bermotor. Kabut tipis yang sempat turun saat subuh perlahan menghilang, tergantikan hangatnya sinar matahari pagi yang menerobos rimbunnya pohon-pohon peneduh di sepanjang jalan perumahan.Satria dan Vera sudah melangkah keluar dari pagar rumah sejak pukul enam pagi. Keduanya mengenakan pakaian olahraga santai. Vera mengenakan jaket parasut biru muda dan sepatu lari putih, sedangkan Satria memakai kaus olahraga abu-abu serta celana pendek training hitam.Langkah kaki mereka berirama santai, menyusuri trotoar bersih yang mengelilingi taman utama kompleks."Segar banget udaranya, Sat. Jarang-jarang bisa jalan pagi tanpa mikirin jam masuk kantor begini," kata Vera sambil mengayunkan kedua lengannya ke depan dan belakang untuk meregangkan otot bahu.Satria menoleh dan tersenyum melihat raut wajah Vera yang tampak riang. "Makanya hari Minggu itu paling pas dipakai buat gerak santai kayak gini. Otot badan jadi nggak
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: BAB 204Langkah kaki Joko terasa berat, seolah ia sedang menyeret seluruh beban dosa dunia di pundaknya. Napasnya menderu kasar, memecah keheningan malam yang mencekam. Di punggungnya, tubuh kaku Ki Banyu terkulai, lengan-lengan panjang pria itu berayun-ayun tak bernyawa mengikuti irama langkah Joko, sesekali menyentuh semak belukar yang mereka lewati.Joko menghindari jalan raya. Ia menyusup melewati pagar pembatas yang rusak, masuk ke dalam area lahan kosong bekas sengketa yang luas, tempat yang sama di mana ia bertemu bayangan Eyang Giri Sewu dalam visi sebelumnya. Namun kali ini, ini bukan visi. Ini nyata. Darah yang merembes membasahi punggung kemejanya adalah darah asli. Bau amis yang menusuk hidungnya adalah bau kematian yang sesungguhnya.Area itu gelap gulita, hanya diterangi oleh sisa-sisa cahaya bulan yang mengintip dari balik awan mendung. Ilalang setinggi dada manusia tumbuh liar, menyembunyikan pergerakan Joko dari mata dunia luar. Suara serangga malam terdengar nyaring, seolah
Last Updated: 2025-12-12
Chapter: Bab 203Kekuatan pukulan Joko begitu besar hingga dada Ki Banyu amblas ke dalam. Tulang rusuknya patah, menusuk paru-paru dan jantungnya seketika.Hempasan tenaga dalam itu kemudian meledak, melemparkan tubuh Ki Banyu ke belakang seperti layang-layang putus.BUM!Tubuh Ki Banyu terbang melintasi jalan raya, menghantam batang pohon besar di seberang jalan dengan suara gedebuk yang keras, lalu jatuh merosot ke tanah. Ia tidak bergerak lagi. Punggungnya tersandar di pohon, kepalanya terkulai miring dengan sudut yang tidak wajar.Seketika itu juga, kabut putih yang menyelimuti jalanan lenyap.Seperti tirai yang ditarik paksa, ilusi air itu menguap menjadi udara kosong. Pemandangan jalan raya malam hari kembali terlihat jelas. Lampu jalan kembali bersinar kuning. Suara jangkrik kembali terdengar.Joko berdiri mematung di tengah jalan. Tangan kanannya masih terulur ke depan dalam posisi memukul. Napasnya memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat. Keringat dingin bercampur dengan cipratan darah
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: BAB 202Kabut putih itu bukan sekadar uap air. Itu adalah penjara hidup.Joko terbatuk-batuk hebat, tangannya mencengkeram lehernya sendiri. Udara di sekitarnya terasa lengket dan basah, setiap kali ia menarik napas, rasanya seperti menghirup air laut yang asin dan pekat. Paru-parunya terasa terbakar, memohon oksigen yang semakin menipis. Pandangannya benar-benar buta. Putih. Hanya putih sejauh mata memandang, diselingi oleh bayangan-bayangan hitam yang meliuk-liuk seperti belut raksasa di sekelilingnya.“Sia-sia, Nak,” suara Ki Banyu terdengar bergema dari segala arah, memantul-mantul di dalam dinding kabut, membuatnya mustahil untuk dilacak. “Kau mungkin punya tenaga dalam yang besar, kau mungkin punya kulit yang keras, tapi bisakah kau bertarung melawan udara yang kau hirup?”Sreeet!Sebuah sabetan air yang tajam tiba-tiba muncul dari samping kanan. Joko terlambat menghindar. Bahu kirinya tergores, kain kemejanya robek, dan darah segar merembes keluar. Lukanya terasa perih luar biasa, seol
Last Updated: 2025-12-11
Chapter: BAB 201Joko masuk ke dalam mode fokus penuh. Dunia di sekelilingnya melambat. Ia melihat lintasan pukulan api itu. Ia menepis pukulan ke arah wajah dengan telapak tangan, mengelak pukulan ke rusuk dengan memutar pinggang, dan menahan pukulan ke perut dengan lututnya.Tak! Buk! Plak!Suara adu fisik terdengar cepat dan ritmis. Mereka bertukar serangan dengan kecepatan tinggi di tengah jalan yang sunyi. Setiap kali kulit mereka bersentuhan, terjadi letupan kecil antara energi emas dan api merah.Joko mulai merasakan pola serangan Ki Agni. Kuat, eksplosif, tapi… emosional. Terlalu mengandalkan amarah.“Dia petarung kasar,” bisik Khodam. “Dia boros tenaga. Jangan adu kekuatan, bocah. Gunakan kelincahanmu. Matikan apinya dari sumbernya.”‘Sumbernya?’ tanya Joko dalam hati sambil menunduk menghindari sabetan tangan Ki Agni yang nyaris membakar rambutnya.“Pusat napasnya! Ulu hati! Di situlah dia mengumpulkan panasnya!”Joko mengerti.Saat Ki Agni menarik tangannya ke belakang untuk melancarkan puk
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: BAB 200Sebuah dinding cahaya transparan berwarna keemasan muncul seketika di depan pagar.BOOM!Bola api itu menghantam dinding cahaya Joko. Ledakan terjadi, namun tertahan. Api merah dan cahaya emas beradu, menciptakan percikan bunga api yang menyilaukan di tengah malam buta. Suara ledakannya cukup keras, namun teredam oleh perisai energi itu.Joko merasakan panas yang luar biasa menyengat telapak tangannya. Kakinya terdorong mundur beberapa senti, menggerus tanah halaman. Serangan ini kuat. Jauh lebih kuat dari serangan preman manapun.Di seberang jalan, Ki Agni tampak terkejut namun juga senang. “Oh? Lumayan juga. Kau bisa menahannya. Tapi sampai kapan?”Ki Agni mengangkat tangan kirinya juga. Bola api kedua mulai terbentuk di udara, kali ini lebih besar, lebih panas.Joko mengertakkan gigi. Ia tidak bisa terus bertahan di sini. Ledakan tadi pasti sudah membangunkan beberapa orang. Jika bola kedua itu dilepaskan, ia tidak yakin bisa menahannya tanpa menimbulkan kerusakan pada bangunan di
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: BAB 199Lampu kamar mandi yang remang-remang menjadi satu-satunya penerangan di kamar nomor 13. Joko menarik selimut tipisnya sebatas dada, membiarkan tubuhnya yang remuk redam tenggelam dalam keheningan. Matanya terasa berat, kelopak matanya bergetar pelan, siap untuk menyerah pada dunia mimpi. Ia sudah melakukan segalanya hari ini. Bekerja, bertarung, menyelamatkan orang, bahkan menghadapi godaan ibu kos. Ia pantas mendapatkan istirahat.Namun, tepat saat kesadarannya berada di ambang batas antara terjaga dan terlelap, sebuah sensasi asing menyentaknya.ZING!Bukan suara. Bukan sentuhan. Melainkan sebuah getaran tajam yang menusuk langsung ke dalam ulu hatinya. Rasanya seperti ada jarum es yang ditancapkan ke dadanya, menembus kulit, daging, dan langsung menyentuh pusaka yang tergantung di sana.Joko tersentak hebat. Matanya terbuka lebar, menatap langit-langit kamar yang gelap. Jantungnya yang tadinya melambat kini kembali memacu cepat.Pusaka Semar Mesem di dadanya bereaksi instan. Benda
Last Updated: 2025-12-08
Mendadak Menjadi CEO
Teguh Waluyo, seorang pemuda sederhana dari desa. Dia merupakan lulusan SMK, dengan keluarga yang terkenal sebagai tokoh agama di desa tersebut.
Teguh juga merupakan aktivis organisasi di sekolahnya, namun, karena menunggu ijazah untuk mencari pekerjaan, Teguh harus bekerja terlebih dahulu, sebagai kuli bangunan di desa sebelah.
Akan tetapi, di desa tersebut, Teguh selalu dicemooh dan diejek oleh pemuda lainnya, yang juga bekerja di sana. Namun, karena mereka juga mengejek orang tuanya, maka, Teguh pun tidak bisa menerimanya, sehingga terjadilah perkelahian.
Akibat Teguh yang memukul salah satu dari mereka, dan membuatnya pingsan di tempat, maka, Teguh pun melarikan diri dari incaran warga di sana.
Akhirnya, Teguh pun memutuskan untuk berangkat ke Jakarta, untuk mengadu nasib di sana.
Hingga akhirnya, Teguh dipertemukan dengan orang tua yang baik hati, yang telah mengangkat derajatnya.
Read
Chapter: 74"kami mohon nona Amber ini masalah keluarga kita tidak ada kaitanya dengan tempat kerja saya" mohon sang rektor itu kali ini bersujud, memohon ampun kepada AmberTeguh semakin mengepalkan tanganya , dia tidak menyangka ternyata begitu banyak orang kaya yang anaknya menyalah gunakan kekuasaan keluarganya."aku yang akan mendisiplinkan anakmu, dan segera kosongkan kampus ini, biar anda bagaimana rasanya hancur" ucap Amber dengan nada penuh intimidasi"bawa dia dan hancurkan" perintah Amber kepada anak buahnya untuk membawa, rektor itu dan kemudain memporandakan gedung kampus."baik nona" seketika mereka mengangguk dan mulai menjalankan tugas, dari mengusir mahasiswa sampai menghancurkan kelas,,tidak bisa di bayangkan bagaimana takutnya para mahasiswa kala itu, mereka di paksa keluarga kampus dengan kasar, bahkan ada siswa laki-laki yang berusha melawan mereka, tapi malah mahasiswa itu yang di hajar sampai babak belur.ada juga mahasiswi yang menolak diseret oleh mereka , sehingga membu
Last Updated: 2025-02-23
Chapter: 73Waktu semakin larut mereka tidak terasa sudah begitu lama mengobrol, kali ini Teguh tidak datang ke kantor karena Brian yang meminta. tak lupa juga Brian mengajak Teguh untuk makan malam, dan disitu Brian menemukan sebuah keanehan dimana melihat Clara begitu perhatian sama Teguh, dari mengambilkan nasi lauk dan menuangkan minum bahkan sesekali Clara melihat ke arah Teguh. Brian pun sudah tidak tahan melihat sikap Clara pada Teguh ."Teguh Clara ada yang mau saya tanyakan" ucap Brian pada Teguh dan Clara"iya yah ada apa?" tanya Clara"sebenarnya hubungan kalian sejauh mana?" tanya Brian, membuat Clara dan Teguh kaget'ini memang sudah waktunya memberi tahu' gumam Teguh dalam hatinya"baik sebenarnya........." Teguh belum selesai mengucapkanya sudah di sambar oleh Naya"mereka sudah pacaran" ucap Naya langsung to the point,seketika Brian menjatuhkan sendok dan garpunya di piring . klang...... terdengar bernturan suara sendok dan garpu.."kenapa kalian merahasiakanya dari saya" kini Bria
Last Updated: 2025-02-23
Chapter: 72Teguh kemudian memasang kuda kuda dan bersiap jika sewaktu waktu mereka akan menyerang ,"akan aku tunjukan apa itu sombong" balas Cibir Teguh , dan tanpa di duga mereka seketika berlari kearah Teguh untuk menyerang, untung saja Teguh sudah memasang kuda kuda, sedangkan di dalam mobil jelas sekali Clara dan Naya sangat cemas dengan Teguh. meraka selalu berdoa supaya ada keajaiban.mereka tidak tanggung tanggung mereka langsung mengkroyok Teguh lebih dari tiga puluh orang turun dari mobil van yang tadi mengepung Teguh mereka bergerak serentak. dan detik berikutnya terdengar suara tulang saling bertabrakan dan suara erangan dan pukulan, dan itu membuat pimpinan mereka yang mengkordinasi serangan itu memicingkan matanya dia tampak tidak percaya jika pemuda yang sombong di depanya benar, benar tidak takut mati."aahhhhh' Teguh berteriak untuk menambah kekuatanya dan seketika mengeluarkan aura yang sangat dingin, baru lah kemudian Teguh mengangkat salah satu dari mereka dan kemudian melem
Last Updated: 2025-02-23
Chapter: 71Keesokan harinya setelah mereka selesai berish bersih ganti baju dan sarapan, mereka melanjutkan aktifitasnya sedangkan Burhan dia berangkat bekerja, Teguh Clara dan Naya mereka berangkat ke kampus, seperti biasa mereka sampai di kampus akan berpisah di lobi kampus, Clara dan Naya kali ini fokus kuliah, beda halnya dengan Teguh entah mengapa hari ini dia tidak fokus karena banyak fikiran yang mengganggunya, terutama gengster Black Jack itu, dia terus terbayang, dan dia baru dapat info jika geng itu dipimin oleh Jack yang bengis dan kejam dia memiliki dua petarung hebat kelas atas di sampingnya."Guh kenapa?" tanya Adam yang melihat Teguh melamunkemudian Teguh tersadar dan menoleh ke arah Adam."aku tidak apa-apa" jawab Teguh kepada Adam, setelah itu Teguh berusaha fokus, disisi lain tiga hari lagi dia akan terbang ke Bali.sedangkan di kediaman Pak Brian sangat tegang disana ada Brian dan tentunya Wicak dan juga Tegar, dia adalah orang kepercayaan Brian dan Wicak, Tegar adalah petaru
Last Updated: 2025-02-22
Chapter: 70Teguh dengan Clara semakin asik berselfi ria, sampai mereka tidak menyadari jika mereka berpose dengan mesra dan parahnya lagi Naya ternyata melihatnya , karena setelah selesai mandi Naya ingin bergabung tapi ketika melihat Clara dengan Teguh dia mengurungkan niatnya, tetapi tanpa sengaja Naya menyenggol vas bunga yang di atas meja deka pintu 'bruk' suara pot bunga jatu, sontak membuat Clara dan Teguh melihat kearah itu. dan ternyata Naya yang berada disana."Nay kenapa" ucap Teguhseketika Naya menjadi canggung bingung harus bagaimana dia sekarang."ah tidak mas, gak sengaja menyenggol vas itu" ucap Naya dengan gelagapan"tenang saja , tidak apa-apa" jawab Teguh kemudian"ah aku lapar" celoteh Clara karena merasa lapar."em bukanya barusan kamu sama Naya makan jajan yang banyak" jawab Teguh, karena benar saja tadi Clara bersama Naya menghabiskan jajan yang dia beli"cemilan sama makan beda" gerutu Clara dengan kesalTeguh pun tidak tega dia memutuskan untuk memasak kebetulan dia juga
Last Updated: 2025-02-22
Chapter: Kejutansetelah Clara selesai mengajari dan merapikan belanjaan di apartemen Teguh mereka kini istirahat menunggu kepulangan Teguh.sedangkan Teguh masih berkutik dengan berkas dan komputer di depanya, tak terasa juga waktu sudah menunjukan jam pulang kantor, setelah selesai Teguh bergegas untuk merapikan dan pulang, karena dia yakin Clara dan Naya menunggunya.sebelum pulang Teguh mampir keruangan Aldo"Do mau pulang bareng tidak?" tanya Teguh pada Aldo"sepertinya saya nanti saja tuan, masih banyak perkerjaan" jawab Aldo karena bernar saja banyak kerjaan kantor belum lagi Tugas yang di berikan Teguh kepadanya."baik lah aku duluan" jawab Teguh, kemudian Teguh keluar dan menuju mobilnya, tak lupa dia membeli jajanan kesukaan Naya yaitu jajanan seperti cilok, pempek telor gulung dan lain-lain. setelah membeli itu Teguh langsung menuju apartemenya, tak lama Teguh pun sampai karena dia sendirian dan fokus menyetir.Clara dan Naya yang sedang bercanda seketika mendengar pintu terbuka mereka ko
Last Updated: 2025-02-19